Anda di halaman 1dari 5

Nama: Mardiati.

S (170204041)

Kelas: D.3.1 Psik

SOP IRIGASI MATA

Pengertian

Tindakan membersihkan mata / bola mata dengan air mengalir.

Tujuan

Untuk membersihkan dan atau mengeluarkan benda asing dari dalam mata.

Indikasi

1. Cedera kimiawi pada mata


2. Benda asing dalam mata
3. Inflamasi mata

Kontraindikasi

Luka karena tusukan / perforasi mata

Prosedur Kerja

Alat :

1. Cairan irigasi nacl 0,9% suhu cairan 37oC/air hangat


2. Spuit 10cc steril tanpa jarum
3. Bengkok/penampung
4. Handuk
5. Perlak
6. Kapas bulat
7. Kassa steril
8. Sarung tangan

Langkah Kerja

1. Mencuci tangan
2. Mengatur posisi duduk atau tidur miring ke arah mata yang diirigasi
3. Meletakkan perlak dan handuk di bawah kepala dan bahu
4. Memakai sarung tangan bila perlu
5. Meletakkan bengkok disamping mata yang akan diirigasi untuk menampung cairan
irigasi
6. Menutup telinga dengan kapas bulat yang sudah dibasahi dengan cairan Nacl,
besihkan dengan lembut batas kelopak mata dan bulu mata dari kantus dalam ke
kantus luar, isi spuit 10cc dengan cairan irigasi.
7. Menarik kelopak mata bawah dengan tangan yang tidak dominan untuk mamaparkan
kantung konjungtiva.
8. Memberikan tekanan pada tulang orbital dan tulang prominens dibawah alis jangan
menekan mata.
9. Tangan dominan mengalirkan cairan irigasi dengan tekanan rendah ke kantung
konjungtiva bawah dari kantus dalam ke arah kantus luar dengan jarak 2cm.
10. Menganjurkan untuk melihat keatas dan menutup mata
11. Melakukan irigasi secara bersih.
12. Mengeringkan kelopak mata dan daerah wajah dengan kapas bulat.
13. Melepas kapas penutup telinga.
14. Menutup mata dengan kassa steril.
15. Melepas sarung tangan.
SOP IRIGASI TELINGA

Pengertian

Irigasi telinga adalah suatu tindakan medis yang bertujuan untuk membersihkan liang telinga
luar dari nanah, serumen, dan benda – benda asing dengan cara memasukkan cairan dalam
telinga.

Tujuan :

Untuk membersihkan atau mengeluarkan benda asing dari dalam telinga.

Ruang Lingkup

 Pasien dengan gangguan Sumbatan serumen.


 Pasien dengan adanya benda asing dalam telinga

Kontra Indikasi

1. Gangguan pada membran tympani.


2. Sesudah operasi.
3. Bila ada pendarahan telinga.

Kemungkinan Komplikasi

 Ruptur (pecah) pada membran tympani.

Peralatan:

1. Alat irigasi telinga dengan penghisap (peralatan dapat bervariasi dari sprit balon
sampai water pik) bila tersisa.
2. Sediakan forset telinga.
3. Air (sama dengan suhu tubuh)
4. Bengkok untuk menampung cairan.
5. Handuk/laken untuk menutupi pakaian pasien.

Prosedur Kerja:

1. Siapkan Alat.
2. Identifikasi pasien.
3. Jelaskan prosedur tindakan pada pasien.
4. Tutup sampiran
5. Cuci tangan.
6. Tutupi pasien dengan handuk/laken.
7. Berikan pasien posisi duduk.
8. Tarik aurikel (daun telinga) ke atas dan ke belakang.
9. Arahkan aliran cairan dari bagian atas liang telinga menggunakan spuit balon/water
pik.
10. Keringkan bagian luar telinga setelah irigasi telinga dilakukan.

Tindak Lanjut:

1. Kaji keberhasilan irigasi telinga


2. Kaji rasa nyaman pasien.
3. Bersihkan peralatan.

Dokumentasi:

1. Tanggal dan waktu prosedur.


2. Tipe dan jumlah cairan.
3. Toleransi pasien terhadap prosedur.
4. Karakter cairan yang keluar.
5. Berikan Pendidikan Keseharan yang diperlukan oleh pasien atau keluarga.
Daftar Pustaka

Smeltzer, Suzanne C. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta :EGC