Anda di halaman 1dari 12

1

CRITICAL JOURNAL REVIEW (CJR)


Oleh:

KRISTIN MAHARANI PURBA (7193220029)


Dosen Pengampu:

Drs. LA ANE., M.Si


Kelas:

AKUNTANSI 19-C

PRODI AKUNTANSI NON-DIK


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
i

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada hadirat Tuhan Yang Maha Esa, dimana atas
berkatnya penulis masih diberikan kesehatan, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas
Critical Journal Review (CJR) tepat pada waktunya. Critical Journal Review (CJR) ini
merupakan salah satu tugas wajib dala mata kuliah Akuntansi Biaya.
Penulis menyampaikan terimakasih kepada Bapak Drs. La Ane.,M.Si selaku dosen mata
kuliah Akuntansi Biaya yang telah memberikan tugas ini, dan penulis juga menyampaikan
terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantu baik melalui materi maupun dorongan
hingga tugas ini dapat diselesaikan dengan baik.
Tugas Critical Journal Review ini disusun dengan harapan dapat menambah pengetahuan
dan wawasan kita semua khususnya dalam hal Akuntansi Biaya. Penulis menyadari bahwa tugas
ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangannya. Oleh karena penulis mohon
maaf karena sesungguhnya pengetahuan dan pemahaman penulis yang masih terbatas dan
penulis berharap adanya kritik dan saran yang membangun demi perbaikan tugas Critical Journal
Review yang akan datang menjadi lebih baik.

Medan, 29 Maret 2020

Penulis
ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ i

DAFTAR ISI....................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1

A. Latar Belakang ........................................................................................................ 1


B. Identitas Jurnal ........................................................................................................ 1
C. Ringkasan Isi Jurnal ................................................................................................ 1

BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................... 6

BAB III PENUTUP ............................................................................................................ 8

A. Kesimpulan ............................................................................................................. 8
B. Saran ....................................................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... iii

LAMPIRAN
1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Organisasi dan manajer sering kali tertarik dan khawatir dengan biayanya. Sistem
akuntansi biaya dapat menjadi sumber informasi penting bagi para manajer perusahaan
percetakan di Ethiopia. Akuntansi biaya memasok data dan informasi biaya kepada manajemen
untuk membuat keputusan yang lebih tepat. Studi ini fokus pada akuntansi biaya dan sistem
penetapan harga perusahaan percetakan ukuran dan sedang. Peneliti menggunakan data primer
dan sekunder. Itu sifat kegiatan produksi perusahaan percetakan menjamin penggunaan pesanan
pelanggan sistem penetapan biaya karena produk heterogen dan didasarkan pada spesifikasi
pelanggan. Mengenai kebijakan harga perusahaan percetakan, hasil survei menunjukkan bahwa
semua perusahaan percetakan yang sedang diteliti menggunakan metode penetapan harga biaya-
plus
Saya memilih jurnal ini karena jurnal ini berkaitan dengan mata kuliah Akuntansi Biaya
tentang Sistem Penetapan Harga, Perhitungan Pesanan Pekerjaan Buku Akuntansi Biays yang di
tulis oleh William K. Carter yang merupakan buku utama dalam mata kuliah Akuntansi Biaya di
kelas.

B. Identitas Jurnal

 Judul : A Study on Cost Accounting System and Pricing Policy of


Printing Companies in Ethiopia
 Penulis : D.Lalithia Rani dan Fitsum Kidane.
 Tahun Terbit : 2012
 Kata Kunci : Cost accounting, Costing system, Job order costing, Pricing.
 ISSN : 2250-1630

C. Ringkasan Jurnal

 Pendahuluan

Sifat dan fungsi organisasi bisnis di dunia bisnis modern telah menjadi sangat
rumit. Mereka harus melayani kebutuhan berbagai pihak yang berminat pada berfungsinya
bisnis. Pihak-pihak ini merupakan pemilik, kreditor, karyawan, pemerintah agen, otoritas pajak,
calon investor, dan manajemen bisnis. Bisnis harus melayani kebutuhan berbagai kategori orang
2

dengan cara memasok yang berbeda informasi. Untuk memenuhi kebutuhan semua kelompok
orang ini, organisasi biaya yang baik sistem akuntansi sangat penting.
Tujuan utama dari akuntansi biaya adalah mengkomunikasikan data biaya dan informasi
kepada manajemen untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengevaluasi sumber
daya. Persediaan akuntansi biaya data biaya dan informasi kepada manajemen untuk membuat
keputusan yang lebih tepat. Jadi, modern akuntansi biaya sering disebut akuntansi manajemen
karena manajer menggunakan akuntansi data untuk memandu keputusan mereka (Rayburn,
1993). Di organisasi modern, manajemen, samping dari informasi historis yang disediakan oleh
akuntansi keuangan dalam keuangan konvensional pernyataan, perlu informasi lebih rinci
tentang operasi. Informasi disediakan oleh biaya akuntansi bertindak sebagai alat manajemen
untuk memanfaatkan sumber daya yang langka secara optimal dan akhirnya menambah
profitabilitas bisnis (ARORA, 2004). Meski begitu, banyak studi di bidang ini telah memberikan
kontribusi empiris dan teoritis yang substansial untuk bidang sistem akuntansi biaya bidang
investigasi ini masih dalam masa pertumbuhan

 Kajian Teori

Pentingnya akuntansi dalam keputusan manajerial telah lama diakui dalam


literatur. Khususnya di bidang akuntansi biaya, data biaya aktual, perkiraan biaya dan biaya
analisis. Data dan analisis biaya membantu manajer dalam membuat keputusan di bidang-bidang
seperti itu penetapan harga, perencanaan laba, penetapan biaya standar, keputusan investasi
modal, pemasaran keputusan, keputusan manajemen biaya dan lainnya. Secara historis, dua
metode penetapan biaya, pekerjaan biaya pesanan dan biaya proses telah digunakan untuk biaya
produk dan layanan dan banyak perusahaan terus menggunakan sistem penetapan biaya
tradisional ini (Garrison dan Noreen, 2000). Sistem penetapan biaya pesanan pekerjaan berupaya
memperkirakan biaya produksi untuk berbagai pekerjaan yang dimasukkan dalam pesanan
pelanggan tertentu. Dalam organisasi memperlakukan setiap pekerjaan sebagai unit output
tunggal, atau ketika banyak produk diproduksi dalam periode tertentu, jenis sistem penetapan
biaya ini adalah paling relevan (Garrison, Noreen, & Brewer, 2008 dan Atkinson, Kaplan, &
Young, 2005). Horngren et al. (1999) mendefinisikan Job costing sebagai sistem penetapan biaya
di mana biaya suatu produk atau layanan diperoleh dengan menetapkan biaya pada unit, batch
atau banyak produk atau layanan yang berbeda

Drury (1992) telah menjelaskan prosedur yang digunakan dalam sistem biaya pekerjaan
dan akuntansi entri yang diperlukan untuk mencatat transaksi yang terjadi di perusahaan
menggunakan penetapan biaya pekerjaan. Saat menganalisis berbagai metode penetapan biaya, ia
menyatakan bahwa penetapan biaya pekerjaan harus digunakan ketika output perusahaan dibuat
dari berbagai pekerjaan atau pesanan dari pelanggan terpisah; dia juga menyatakan bahwa ada
dua cara alternatif untuk merancang sistem penetapan biaya pekerjaan: baik secara terintegrasi
sistem akuntansi biaya atau sebagai system akuntansi biaya yang terkait.
3

Lucey (1993) juga meneliti mekanisme sistem penetapan biaya di mana penetapan biaya
pekerjaan dipekerjakan. Dia pertama kali menyatakan bahwa sistem ini harus digunakan di mana
pekerjaan yang akan dilakukan aktif kebutuhan pelanggan. Kedua, sistem ini harus didasarkan
pada catatan yang baik yang diperoleh dari produksi, dokumentasi pekerjaan, pemesanan bahan
dan tenaga kerja. Dokumen yang digunakan di sini adalah formulir daftar permintaan Bahan,
tiket waktu dan lembar biaya pekerjaan.
Garrison dan Noreen (2003) juga berkontribusi dalam kemajuan pengetahuan tentang pekerjaan
biaya. Mereka pertama-tama mengidentifikasi jenis industri di mana biaya pekerjaan dapat
digunakan, yaitu: furnitur, manufaktur, rumah sakit atau firma hukum. Ini adalah industri tempat
perusahaan menawarkan berbagai macam produk atau layanan. Dari sudut pandang mereka,
permintaan bahan formulir, tiket waktu kerja harus digunakan untuk penugasan bahan langsung
dan tenaga kerja untuk berbagai pekerjaan; kemudian mengenai overhead produksi, mereka
harus ditugaskan menggunakan tarif overhead yang telah ditentukan.

 Metodelogi Penelitian

Peneliti menggunakan data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan dari
responden melalui kuesioner dan wawancara. Data sekunder diperoleh dari catatan perusahaan,
manual biaya dan laporan. Sumber data sekunder lainnya termasuk buku, jurnal, situs web terkait
di internet, dan dokumen lain yang terkait dengan topik tersebut sedang dipelajari.

 Pembahasan

Bagian ini memberikan analisis data yang dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara
dan data sekunder.

Sistem penetapan biaya


Seperti yang ditunjukkan dalam literatur, sistem penetapan biaya diperlukan untuk
mengakumulasi biaya barang diproduksi. Sifat kegiatan produksi perusahaan percetakan
menjamin penggunaan sistem penetapan biaya pesanan pelanggan karena produknya heterogen
dan didasarkan pada pelanggan spesifikasi. Sistem penetapan biaya pesanan pelanggan
digunakan oleh semua perusahaan percetakan di Indonesia Ethiopia.

Biaya produksi
Responden ditanyai bagaimana biaya diklasifikasikan, mana biaya langsung dan tidak langsung
di menghitung biaya produk, bagaimana biaya bahan langsung dibebankan dan bagaimana bahan
dihargai di perusahaan mereka. Data dikumpulkan, diklasifikasikan, dan dianalisis. Menurut
literatur, biaya produksi biasanya dikategorikan sebagai: langsung material, tenaga kerja
langsung dan biaya produksi. Menurut hasil survei, semuanya perusahaan percetakan dalam
penelitian ini mengklasifikasikan biaya berdasarkan sifat item pengeluaran sebagai bahan biaya,
biaya tenaga kerja, dan overhead.
4

Pusat Biaya
Responden ditanyai pusat biaya yang ada di departemen produksi mereka. Survei hasil
menunjukkan bahwa berbagai pusat biaya diamati di perusahaan percetakan di bawah
belajar. Pusat biaya untuk sebagian besar perusahaan percetakan (101 perusahaan, 84%) adalah:
komputer, kamera, percetakan, platin, dan penjilidan. Pusat biaya untuk sisanya organisasi (19
perusahaan, 16%) adalah: komputer, kamera, kabel, GTO, master kecepatan, web, platin,
pemotong dan jahitan. Pusat biaya umum diamati di semua perusahaan percetakan di bawah
belajar adalah Komputer, Kamera, dan Platin

Prosedur Akumulasi Biaya


Biaya yang dilacak dan diakumulasikan untuk tujuan penetapan biaya produk dikategorikan
sebagai langsung bahan, tenaga kerja langsung, dan biaya produksi. Bahan langsung, tenaga
kerja langsung dan biaya overhead pabrik diakumulasikan untuk setiap pekerjaan dalam lembar
biaya pekerjaan. Diantara responden dalam penelitian ini, 18% dari mereka menjawab bahwa
sumber dokumen (formulir) yang mereka gunakan untuk tujuan akumulasi biaya adalah: pesanan
produksi, lembar biaya pesanan pekerjaan, bahan daftar permintaan, voucher penerbitan materi,
dan tiket waktu kerja. Pesanan produksi diizinkan oleh manajer produksi untuk melakukan
pekerjaan sesuai dengan rincian spesifik yang ditunjukkan dalam pesanan produksi. Sisa 82%
responden yang diteliti merespons pekerjaan itu lembar biaya pemesanan, permintaan bahan,
voucher pengeluaran bahan dan tiket waktu kerja sebagai dasar sumber dokumen untuk
akumulasi biaya produksi.

Biaya Bahan Langsung .


Semua responden menyatakan bahwa, permintaan bahan untuk penetapan biaya pesanan
pekerjaan akan menggunakan pekerjaan itu nomor pesanan yang diberikan ke lembar biaya
pesanan pekerjaan. Bahan yang akan digunakan harus diidentifikasi sebagai bahan langsung dan
bahan tidak langsung

Biaya Tenaga Kerja Langsung


Biaya tenaga kerja langsung ditentukan berdasarkan tingkat tenaga kerja dan tenaga kerja
langsung actual dikonsumsi kemudian dicatat dalam lembar biaya pekerjaan. Tingkat tenaga
kerja langsung berbeda dari pusat biaya ke pusat biaya. Total biaya tenaga kerja langsung untuk
suatu produk (pekerjaan) kemudian merupakan jumlah dari semua biaya langsung biaya tenaga
kerja diakumulasikan di pusat-pusat biaya tempat produk diproses

Overhead produksi
Biaya overhead pabrik sulit dilacak untuk setiap pekerjaan dan biasanya sudah ditentukan
sebelumnya. Responden ditanyai tarif overhead berbeda yang disiapkan. Menurut hasil survei
18 persen dari perusahaan percetakan yang diteliti menentukan tiga tingkat: Manufaktur Tingkat
Overhead, Tingkat Biaya Penjualan dan Distribusi, dan Umum dan Administrasi Tingkat
Biaya. Sisa 82 persen perusahaan menentukan dan hanya menggunakan manufaktur tingkat
overhead Responden juga ditanyai dasar yang digunakan untuk alokasi biaya overhead.
5

Kebijakan dan Sistem Harga


Biaya material langsung suatu produk diperkirakan berdasarkan spesifikasi pelanggan atau
Sampel. Atas dasar spesifikasi atau sampel, daftar bahan yang diperlukan dan jumlah masing-
masing diturunkan oleh Bagian Estimasi. Jumlah taksiran bahan dikalikan dengan biaya unit
yang diberikan oleh Departemen Keuangan untuk menentukan biaya bahan. Biaya tenaga kerja
langsung dibebankan ke setiap produk berdasarkan peringkat. Langsung jam kerja pesanan kerja
(produk) di setiap pusat biaya diperkirakan di muka bersama oleh Departemen Komersial dan
departemen Produksi. Untuk menentukan total tenaga kerja langsung biaya yang dikeluarkan
pada suatu produk, setiap pusat biaya biaya tenaga kerja langsung ditambahkan untuk tiba di
total biaya tenaga kerja langsung suatu produk. Total biaya overhead pabrikasi yang diterapkan
pada suatu produk adalah ditentukan dengan menjumlahkan masing-masing pusat biaya
manufaktur biaya overhead yang diterapkan

 Kesimpulan dan Saran

Sistem penetapan biaya diperlukan untuk mengakumulasi biaya barang yang


diproduksi. Sifat dari kegiatan produksi perusahaan percetakan menjamin penggunaan sistem
penetapan biaya pemesanan pelanggan karena produknya heterogen dan didasarkan pada
spesifikasi pelanggan. Kertas dan stempel pegangan merupakan bahan langsung karena
pegangan kertas dan stempel mudah dan diidentifikasi secara ekonomis dengan produk spesifik
dari perusahaan percetakan. Selanjutnya, biaya tenaga kerja langsung yang dibebankan ke
produk terdiri dari tenaga kerja operator mesin (komputer, kamera, montase, kabel, GTO,
platine, master kecepatan, jahitan, operator web, dll.) yang dapat ditelusuri ke produk pencetakan
tertentu dengan cara yang layak secara ekonomi. Itu biaya overhead adalah penjumlahan dari
biaya bahan tidak langsung (film, piring, tinta, bahan kimia, dan persediaan lain), tenaga kerja
tidak langsung (gaji manajer produksi, pengawas, kualitas, pengendali, petugas kebersihan dan
pemeliharaan), dan semua biaya produksi lainnya seperti utilitas, penyusutan, asuransi dll, yang
tidak dapat dibebankan langsung ke produk-produk percetakan tertentu.
6

BAB II

PEMBAHASAN

Penulis jurnal adalah D. Lalithia Rani, Profesor Departemen Perdagangan dan Studi
Manajemen Universitas Andhra, Visakhapatnam (India) dan Fitsun Kidane, Sarjana Penelitian
Ph, Departemen Perdagangan dan Studi Manajemen, Universitas Andhra, Visakhapatnam
(India).

Di dalam pendahuluan, hal-hal yang disampaikan sudah jelas dan lengkap. Berisi
penjelasan mengapa penelitian tersebut dilakukan dan bagaimana konsep dari penelitian tersebut.
Disitu menjelaskan Apa itu Akuntansi Biaya, tujuan dari akuntansi biaya, dan dan sedikit story
tentang akuntansi biaya yang ada di industry percetakan di Ethopia.

Penulis membuat penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi kepada yang saat
ini terbatas pengetahuan, dan bertujuan untuk menawarkan beberapa wawasan yang relevan ke
dalam praktik sehari-hari akuntansi biaya dan kebijakan penetapan harga di industry percetakan
Ethiopia. Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk memperkenalkan gambaran
umum system akuntansi biaya dan kebijakan penetapan harga di industry percetakan Ethiopia.

Metodologi penelitiannya penulis menggunakan data primer dan sekunder. Data primer
dikumpulkan dari responden melalui kuesioner dan wawancara. Sedangkan data sekunder
diperoleh dari catatan perusahaan, manual biaya dan laporan. Sumber data lainnya termasuk
buku, jurnal, situs web, dan dokumen lain yang topiknya terkait dengan yang sedang dipelajari.

Dibagian pembahasan, penulis menjelaskan tentang analisis data yang dikumpulkan


melalui kuesioner, wawancara, dan dari data sekunder yaitu system penetapan biaya, Biaya
pembuatan, Pusat biaya, Akumulasi biaya prosedur, dan Kebijakan dan system penetapan harga.

Di system penetapan biaya, diperlukan untuk mengakumulasi biaya barang diproduksi.


Sifat kegiatan produksi perusahaan percetakan menjamin penggunaan system penetapan biaya
pesanan pelanggan karena produknya heterogen dan didasarkan pada pelanggan spesifikasi.
System ini digunakan oleh semua perusahaan percetakan di Indonesia Etiopia. Di biaya produksi,
biaya material untuk produk-produk utama dari perusahaan percetakan yang seang dipelajari
adalah terdiri dari biaya kertas, tinta, bahan kimia, film, piring, staples, dan persediaan lainnya.
Disemua perusahaan percetakan yang diteliti, biaya material dibebankan pada pekerjaan dengan
mengambil biaya item sesuai penilaian kartu stok. Beban diberi harga menggunakan metode
penetapan biaya rata-rata tertimbabang. Biaya tenaga kerja langsung yang dibebankan ke produk
terditi dari tenaga kerja operator mesin (computer, kamera, montase, GTO, platine, operator web,
dan lainnya). Biaya overhead adalah penjumlahan biaya bahan tidak langsung, tenaga kerja tidak
langsung, dan semua biaya produksi lainnya.
7

Di prosedur biaya, biaya yang dilacak dan diakumulasikan untuk tujuan penetapan biaya
produk dikategorikan sebagai langsung bahan, tenaga kerja langsung, dan biaya produksi Biaya
tenaga kerja langsung ditentukan berdasarkan tingkat tenaga kerja dan tenaga kerja actual
dikomsumsi kemudian dicatat dala lembar biaya pekerjaan.

Pada bagian kesimpulan, penulis menyimpulkan semua keseluruhan dari isi jurnal
tersebut.
8

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Jurnal tersebut menyampaikan dengan sangat jelas isinya mulai dari pendahuluan, kajian
teori, metodologi penelitian, hasil penelitian atau pembahasan serta kesimpulan. Jurnal
tersebut juga menghasilkan data sesuai dengan yang di inginkan. Seperti yang telah diketahui
ialah jurnal tersebut membahas tentang studi system akuntansi biaya dan kebijakan
penentuan harga di PT perusahaan percetakan di Ethiopia.

B. Saran

Penelitian pada jurnal ini dapat dikembangkan lagi menjadi lebih baik dan lebih detail
lagi agar para review jurnal yang selanjutnya atau para pembaca jurnal yang selanjutnya
mendapatkan informasi yang lebih dari yang saat ini.
9