Anda di halaman 1dari 32

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.

“A” DENGAN KATARAK

DI RUANG RAWAT INAP II RSUD PATUT PATUH PATJU

LOMBOK BARAT

PERIODE PRAKTIK 4-9 November 2019

OLEH:

NAMA : I Md Dwi Widiana Juwita


NPM : 019.02.0928

PROGRAM STUDI PROFESI NERS ANGKATAN XV


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) MATARAM
2019/2020
Nama mahasiswa : I MD DWI WIDIANA JUWITA
Tempat praktek : RSUD Patut Patuh Patju
Tanggal : Rabu,6 November 2019

I. Identitas diri klien


Nama : An.A
Suku : Sasak
Umur : 4 tahun
Pendidikan : Belum sekolah
Jemis kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : -
Alamat : Serumbung
Lama bekerja : Tidak ada
Tanggal masuk RS : 6 November 2019
Status perkawinan : Belum menikah
Tanggal pengkajian : Rabu, 6 November 2019
Agama : Islam
Sumber Informasi : Pasien, Keluarga, dan Rekam medik

II. Riwayat penyakit


1. Keluhan utama :
Keluarga klien mengatakan mata klien sebelah kiri memiliki
katarak stelah di priksa di poli mata rumah sakit patuh
patut paju .
2. Riwayat penyakit sekarang:
Hari selasa pagi klien dibawa ke Poli mata karena anak
nya mengeluh buram pada mata bagian kiri dan ibu klien
melihat ada selaput putih di bola mata sebelah kiri.
kemudian ibu klien membawa bayinya untuk di periksa ke
poli mata ,dan hasil pemeriksaan klien di diagnose
katarak. Klien disarankan untuk melakukan oprasi
katarak Tanggal 7 November 2019 dan direncanakan di
ruang IRNA II dan sebelum nya klien pernah oprasi
katarak sebelah kanan.
3. Riwayat Penyakit Dahulu
Keluarga mengatakan klien mempunyai riwayat penyakit katrak
sebelum nya di seblah kana.

4. Diagnosa medik pada saat MRS, pemeriksaan penunjang dan


tindakan yang telah dilakukan:
Diagnosa medis :
1. Katarak
III. Pengkajian saat ini (mulai hari pertama saudara merawat
klien)
1. Persepsi dan pemeliharaan kesehatan
Pengetahuan tentang penyakit/perawatan : Klien mengatakan
menganggap kesehatan itu sangat penting akan tetapi klien
tidak tau bagaimana cara memelihara kodisinya agar tetap
sehat.
2. Pola nutrisi/metabolic
Program diit RS :
Klien mengatakan puasa karena klien akan di oprasri besok
hari Kamis 07 -11- 2019.
Intake makanan:
 Sebelum sakit : Klien mengatakan sebelum sakit klien
makan 3 kali sehari dengan porsi sedikit dengan lauk pauk
ayam, tahu, tempe dan sayur.
 Saat sakit : Klien mengatakan mengatakan puasa karena
klien akan di oprasri besok hari Kamis 07 -11- 2019.

Intake cairan :
 Sebelum sakit : Klien mengatakan sebelum sakit klien
minum 7-8 gelas sehari
 Saat sakit : Klien mengatakan saat sakit klien minum air
7-8 gelas seperti biasa.

3. Pola eliminasi
a. Buang air besar
 Sebelum sakit : Klien mengatakan sebelum dilakukan
operasi klien BAB 1 kali dalam sehari.
 Saat sakit : Klien mengatakan BAB 1 kali sejak 1 hari
sebelum operasi

b. Buang air kecil


 Sebelum sakit : Klien mengatakan sebelum sakit klien
BAK 2-4 kali dalam sehari dengan warna kencing
kekuningan dengan bau khas urine dan tidak ada masalah
saat BAK.
 Saat sakit : Klien mengatakan saat sakit klien BAK 2-
3 kali dalam sehari .

4. Pola aktifitas dan latihan:

Kemampuan perawatan 0 1 2 3 4
diri
Makan/minum √
Mandi √
Toileting √
Berpakaian √
Mobilitas di tempat √
tidur
Berpindah √
Ambulasi/ROM √
0: mandiri, 1: alat Bantu, 2: dibantu orang lain, 3:
dibantu orang lain dan alat, 4: tergantung total

Oksigenasi : Klien mengatakan tidak mengeluh sesak nafas dan


tidak tampak menggunakan alat bantu nafas.
5. Pola tidur dan istirahat
(lama tidur, gangguan tidur, perawasan saat bangun tidur)
a. Lama Tidur
 Sebelum sakit : Klien mengatakan sebelum sakit tidur
siang dari jam 14.00-16.00 WITA dan tidur malam dari
jam 10.00-04.00 WITA (lama tidur 7 jam perhari).
 Saat sakit : Klien mengatakan sebelum sakit tidur
siang dari jam 14.00-16.00 WITA dan tidur malam dari
jam 10.00-04.00 WITA (lama tidur 7 jam perhari).

b. Gangguan Tidur
 Sebelum sakit : Klien mengatakan sebelum sakit tidak
ada gangguan atau masalah tidur.
 Saat sakit : Klien mengatakan sebelum sakit tidak ada
gangguan atau masalah tidur..
c. Perasaan Saat Bangun Tidur
 Sebelum sakit : Klien mengatakan sebelum sakit saat
bangun tidur terasa segar dan bersemangat kembali
untuk beraktivitas.
 Saat sakit : Klien mengatakan saat sakit setelah
bangun tidur masih merasa letih, badan terasa lemas
6. Pola persepsual
(penglihatan, pendengaran, pengecap, sensasi):
 Penglihatan : Klien mengataka ada masalah dengan
penglihatanya yaitu melihat agak buram.
 Pendengaran : Klien mengatakan tidak memiliki
masalah dengan pendengaranya.
 Pengecap : Klien mengatakan memiliki masalah
dengan pengecapanya yaitu makanan terasa pahit semua.
 Sensasi : Klien mengatakan masih bisa merasakan
sensai rangsangan perawat ketika menyentuh tanganya.
7. Pola persepsi diri
(pandangan klien tentang sakitnya, kecemasan, konsep diri)
 Pandangan klien tentang sakitnya : Klien mengatakan
memandang penyakitnya sebagai suatu ujian dari tuhan
yang maha Esa dan menerimanya dengan lapang dada.
 Kecemasan : Keluarga klien mengatakan takut dengan
keadaan kesehatan anaknya, keluarga klien tampak tidak
fokus pada saat di ajak bicara, kontak mata kurang,
kadang melihat tapi sepintas saja dan saat ditanya
keluarga klien ragu-ragu dalam menjawab
 Konsep diri : Klien mengatakan dirinya seorang
Laki-laki yang berusia 4 tahun dan berasal dari
Serumbung. Klien merupkan seorang anak pertama.
8. Pola seksualitas dan reproduksi
( fertilitas, libido, menstuasi, kontrasepsi, dll.)
 Fertilitas : klien mengatakan belum menikah
 Libido : Tidak terkaji
 Menstruasi : -
 Kontrasepsi : klien mengatakan tidak mengetahui alat
kontrasepsi
9. Pola peran hubungan
(komunikasi, hubungan dengan orang lain, kemampuan
keuangan):
 Komunikasi :Keluarga klien mengatakan dirumah selalu
bekomunikasi dengan teman tetangga nya, keluarga maupun
masyarakat sekitar rumahnya
 Hubungan dengan orang lain :Keluaraga klien mengatakan
tidak ada masalah dengan hubungan dengan orang lain,
klien mengatakan selalu berusaha menjalin hubungan yang
baik dengan orang lain.
 Sumber keuangan keluarga :Keluarga Klien mengatakan
sumber keuangan didaptkan dari bapak nya.
10. Pola managemen koping-stess
(perubahan terbesar dalam hidup pada akhir-akhir ini):
 Perubahan terbesar dalam hidup pada akhir-akhir ini :
keluarga pasien mengatakan akhir-akhir ini tepatnya 1
minggu terakhir ini sering cemas mengkhawatirkan kondisi
mata bayinya dan tidak tau mengenai penyakit nya.
11. Sistem nilai dan keyakinan
(pandangan klien tentang agama, kegiatan keagamaan dll )
 Pandangan klien tentang agama : keluargan Klien
mengatakan bahwa percaya bahwa penyakit yang diderita
sekarang adalah sebuah ujian dari sang maha penciptanya
 Kegiatan keagamaan : Klien mengatakan jika dirumah
selalu melakukan kegiatan ibadahnya.
 Spiritual yang tidak sesuai : Tidak ada
IV. Pemeriksaan fisik
Pernafasan
Inspeksi :
1.Bentuk Dada
Bentuk dada klien Simetris antara kiri dan kanan
2.Pola Nafas
Frekwensi Nafas : 20 X/mnt dengan irama reguler

3.Gerakan Pernafasan
gerakan pernapasan klien menggunakan otot bantu pernapasan
yaitu Intercostal

Palpasi :
1) Tractil Fremitis / Fremitus Vokal : normal terasa pada saat
dilakukan pemeriksaan pada punggung bagian belakang

Perkusi :
perkusi paru normal terdengar suara sonor
Auskultasi :
Bunyi Nafas : Normal
1. Alat Bantu Pernafasan
Klien tidak menggunakan alat bantu pernafasan
Cardiovascular (Focus)
Inspeksi :
Iktus jantung tidak tampak
Palpasi :
iktus cordis teraba pada interkosta ke V sebelah kiri
Perkusi :
Batas Jantung Kanan :Interkosta ke III-IV sebelah kanan
Batas Jantung Kiri :Interkosta ke V agak medial ke
midklavikula sinistra
Auskultasi :
 Bunyi Jantung I : terdengar suara “lub” karena
penutupan katub antrioventrikel(A-V). Lokasi auskultasi pada
interkosta ke IV
 Bunyi Jantung II :terdengar suara “dub” dikarenakan
penutupan katub semilunaris(aorta dan pulmonaris) pada akhir
dari sistole. Lokasi auskultasi pada interkosta II.

1.Nadi
Frekuensi 87 x/menit reguler
2.Irama : reguler
3.Tekanan Darah 120/80 mmHg
4.Bunyi Jantung : Normal
5.Letak Jantung
Ictus cordis teraba pada intercosta ke V

6.Pembesaran Jantung : tidak ada pembesaran pada jantung


Nyeri Dada : tidak serasa nyeri pada dada
7.Clubbing Finger : tidak ada clubbing finger
Persarafan
Tingkat Kesadaran :Compos Mentis
GCS :
Eye : 4 Verbal : 5 Motorik : 6
Total GCS : 15
1. Refleks : normal
2. Koordinasi Gerak : ya
3. Kejang : tidak
\
Penginderaan
1. Mata (Penglihatan)
a. Bentuk : Normal terdapat Adanya lingkaran bias atau
putih di bagian lensa bola matanya
b. Visus 6/6, klien bias melihat dengan normal dari jarak 6
meter

c. Pupil :Isokor dan Tampak kecoklatan atau putih


d. Reflek Cahaya : Positif
e. Gerak Bola Mata : Normal
f. Medan Penglihatan :Normal
g. Buta Warna :klien masih bisa membedakan warna
h. Tekanan Intra Okuler : Tidak
2. Hidung (PenPreceptoruman)
a. Bentuk : Normal
b. Gangguan PenPreceptoruman : Tidak
3. Telinga (Pendengaran)
a. Aurikel :normal
b. Membran tympani: Utuh
c. Otorrhoea : Tidak
d. Gangguan pendengaran : tidak
e. Tinitus : ada
4. Perasa: Normal
5. Peraba: Normal
Perkemihan
Masalah kandung kemih:
Produksi urine 1500 ml/hari Frekuensi 4-6 x/hari
Warna kekuningan Bau khas (pesing)
Pencernaan
1. Mulut dan Tenggorokan
a. Selaput Lendir Mulut : Lembab
b. Lidah :normal (warna merah muda)
c. Rongga Mulut : kotor
Tenggorokan :klien mengatakan tenggorokan terasa
kering
d. Abdomen Abdomen : Kenyal
e. Pembesaran hepar : tidak
f. Pembesaran lien : tidak
g. Asites : tidak
2. Masalah Usus Besar dan Rectum / Anus
BAB 1x/hari : Tidak Ada Masalah
Obat Pencahar : tidak
Lavemen : tidak

Otot, Tulang Dan Integument


1. Otot dan Tulang
Kemampuan pergerakan sendi lengan dan tungkai (ROM):
terbatas
Kemampuan kekuatan otot
Fraktur : Tidak
Dislokasi : Tidak
Haemotom : Tidak
2. Integumen
Warna kulit : pucat
Akral : hangat
Turgor : Elastik
Tulang Belakang : kifosis

Reproduksi
Perempuan :
Payudara
Bentuk : simetris
Benjolan : tidak
Endokrin
1. Faktor Alergi : tidak
2. Pernah mendapat Imunisasi : tidak pernah
3. Kelainan endokrin
Program terapi

N Nama obat Jenis Sediaan Dosis

o
1 Infus Asering Cairan IV 30 cc/jam
Injeksi
2 Dexa Antibiotik Oral 2,5 mg
3
Paracetamol Analgesik Oral 0,6 cc (3x1)
4 Amoxilin Antibiotik Tetesan 0,8 cc (3x1)
Levofloxacin Tetes mata cairan 2tetes (3x1)
5

Hasil pemeriksaan laboratorium

Tanggal pemeriksa : 04 November 2019

1. Pemriksaan laboratorium

PEMERIKSAAN HASIL SATUAN NILAI NORMAL


WBC 13,72 10^3/uL 4,50-14,50
Neu% 44,0 % 54,0-62,0
Lymh% 48,50 % 25,0-33,0
Mon% 4,0 % 3,0-7,0
Eos% 3,0 % 2,0-4,0
Baso% 00,5 % 0,0-1,0
RBC 4.66 10^6/Ul 4,00-5,20
HGB 12,3 g/Dl 11,5-15,5
HCT 37,1 % 35,0-47,0
MCV 84,3 Fl 80,0-100,0
MCH 28,9 Pg 26,0-34,0
MCHC 34,2 g/Dl 32,0-36,0
RDW-CV 12,2 % 11,5-14,5
RDW-SD 37,1 fL 35,0-56,0
PLT 361 10^3/uL 150-440
MPV 9,7 fL 7,2-11,1
PDW 10,5 9,0-17,0
PCT 0,35 % 0,17-0,35
P-LCR 21,9 % 11,0-45,0
ANALISA DATA
No Data (sign/symton) Etiologi Masalah Paraf
1 DS : Gangguan persepsi
KATARAK
 Klien mengatakan snsori

pengelihatannya buram mengaburkan pandangan

atau berkabut Resiko Cedera

 Silau terhadap cahaya


Gangguan penerimaan
DO :
sensori/status organ indera

 Adanya lingkaran bias


Menurunnya ketajaman
penglihatan
atau halo

 Tampak kecoklatan
Gangguan persepsi sensori
atau putih pada pupil
2 DS : Resiko Cedera
KATARAK
Klien mengatakan mata sebelah

kirinya tidak bisa melihat mengaburkan pandangan


karena ditutup.

DO : Post op

 Mata ditutup beberapa hari


prosedur invasif pengangkatan
dan menggunakan kacamata katarak

Mata ditutup beberapa hari dan


menggunakan kasa kacamata
Resiko Cedera
 Klien tampak diam di

tempat tidur

3 DS : Ansietas
KATARAK
 Ibu pasien mengatakan
cemas dengan kondisi
mengaburkan pandangan
mata anaknya yang akan
dioperasi esok hari
 Ibu pasien mengatakan Tidak mengenal sumber
informasi
takut dan
mengkhawatirkan kondisi
mata anaknya jika Kurang terpapar terhadap informasi

terjadi apa-apa hasil tentang prosedur tindakan


pembedahan

CEMAS /ANSIETAS
dari operasinya.

DO :
 Keadaan umum klien
compos metis
 Tampak wajah ibu dan
keluarga pasien gelisah
dan cemas dengan terus
menanyakan kondisi mata
anaknya dan Ibu pasien
mengatakan takut.
 Ibu pasien tampak tidak
fokus pada saat di ajak
bicara, kontak mata
kurang, kadang melihat
tapi sepintas saja dan
saat ditanya Ibu pasien
terkadang melamun.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
(minimal 3 diagnosa keperawatan)
1. Gangguan persepsi sensori berhubungan dengan perseptual penglihatan
2. Resiko Cedera berhubungan dengan Mata ditutup beberapa hari dan menggunakan kasa kacamata
3. Ansietas berhubungan dengan Kurang terpapar terhadap informasi tentang prosedur tindakan
pembedahan

PERENCANAAN INTERVENSI KEPERAWATAN


(NOC & NIC)
No Paraf
Tujuan dan Kriteria Hasil Rencana Tindakan Rasional
Dx
1 Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji ketajaman 1. Kebutuhan tiap
keperawatan selama 3x24 jam penglihatan, catat individu dan pilihan
diharapkan masalah presepsi apakah satu atau dua intervensi bervariasi
sensori penglihatan teratasi. mata terlibat. sebab kehilangan
2. Identifikasi penglihatan terjadi
Kriteria hasil: kebiasaan dan lambat dan progresif.
faktor-faktor yang 2. Meminimalisir
 Mengenal gangguan sensori mengakibatkan risiko terjadinya resiko
danber kompensasi terhadap jatuh jatuh pada pasien
perubahan. 3. Kaji riwayat jatuh 3. Mengetahui riwayat
 Mengidentifikasi/memperbaik pasien pada keluarga jatuh pasien
i potensial bahaya dalam 4. Identifikasi sebelumnya
lingkungan karakteristik 4. peningkatan
lingkungan yang keamanan
dapat meningkatkan 5. Memberikan
terjadinya risiko peningkatan
jatuh (lantai licin) kenyamanan dan
5. Orientasikan pasien kekeluargaan,
tehadap lingkungan. menurunkan cemas dan
6. Pendekatan dari sisi disorientasi pasca
yang tak dioperasi, operasi.
bicara dengan 6. Perubahan
menyentuh. ketajaman dan
7. Letakkan barang yang kedalaman persepsi
dibutuhkan/posisi dapat menyebabkan
bel pemanggil dalam bingung penglihatan
jangkauan/posisi dan meningkatkan
yang sehat. resiko cedera sampai
8. Ajarkan pada pasien belajar untuk
keluarga untuk mengkompensasi.
menyediakan lantai 7. Memungkinkan
rumah yang tidak pasien melihat objek
licin lebih mudah dan
9. Ajarkan pada memudahkan panggilan
keluarga untuk untuk pertolongan
meminimalkan risiko bila diperlukan.
terjadinya jatuh 8. Menghindari
pada pasien terjadinya resiko
jatuh pada pasien
9. Meminimalisirkan
terjadinya resiko
jatuh pada pasien

2 Setelah dilakukan tindakan


keperawatan selama 3x24 jam 1. Identifikasi 1. Mengetahui
diharapkan masalah Resiko kebiasaan dan faktor-
kebiasaan-kebiasaan
Cedra dapat teratasi. faktor yang
klien yang
Kriteria Hasil : mengakibatkan risiko
berpotensi
- Penggunaan alat bantu jatuh
mengakibatkan jatuh
dengan benar pada klien
- Hindari barang-barang 2. Kaji riwayat jatuh 2. Mengetahui penyebab

berserakan di lantai pada klien dan jatuh klien agar


keluarga untuk selanjutnya
dapat dihindari
3. Identifikasi
karakteristik 3. Memodifikasi
lingkungan yang dapat lingkungan yang
meningkatkan berisiko menyebabkan
terjadinya risiko jatuh klien
jatuh (lantai licin)

4. Sediakan alat bantu


(tongkat, walker) 4. Membantu klien untuk
berjalan, agar dapat
menghindari benda
yang menghalangi
klien ketika
berjalan

5. Ajarkan cara
5. Agar klien dapat
penggunaan alat bantu
menggunakan alat
(tongkat atau walker)
bantu dengan tepat

6. Instruksikan pada
6. Bantuan dibutuhkan
klien untuk meminta
klien untuk
bantuan ketika
melakukan mobilitas
melakukan
karena terganggunya
perpindahan, jika
penglihatan klien
diperlukan
karena katarak
7. Ajarkan pada keluarga 7. Lantai rumah yang
untuk menyediakan licin dapat
lantai rumah yang mengakibatkan klien
tidak licin tergelincir dan
jatuh
8. Ajarkan pada keluarga 8. Keluarga juga harus
untuk meminimalkan berperan serta dalam
risiko terjadinya meminimalkan risiko
jatuh pada pasien terjadinya jatuh
pada klien
3 Tujuan : 1. Kaji tingkat 1. Mengetahui sejauh
Setelah dilakukan asuhan kecemasan mana tingkat
keperawatan 3x24 jam pasien 2. Berikan dorongan kecemasan yang
dapat mendemonstrasikan dan berikan waktu dirasakan oleh klien
kooping yang positif dan untuk mengungkapkan sehingga memudahkan
mengungkapkan penurunan pikiran dan dengarkan dalam tindakan
kecemasan. semua keluhannya. selanjutnya.
3. Jelaskan semua 2. Klien merasa ada
Kriteria Hasil : prosedur dan yang memperhatikan
- Menunjukkan rileks dan pengobatan. sehingga aman dalam
melaporkan penurunan 4. Berikan dorongan segala hal tindakan
ansietas sampai tingkat yang spiritual. yang diberikan.
dapat ditangani. 3. Klien memahami
- Menyatakan kesadaran dan mengerti tentang
perasaan ansietas dan cara prosedur sehingga mau
sehat menerimanya. bekerjasama dalam
perawatannya.
4. Bahwa segala
tindakan yang
diberikan untuk
proses penyembuhan
penyakitnya, masih
ada yang berkuasa
menyembuhkannya yaitu
Tuhan Yang Maha Esa.
IMPLEMENTASI
Rabu, 6 November 2019
No Hari/tgl/jam Implementasi Evaluasi paraf
Dx
1 Rabu, 6 1. Mengkaji ketajaman S :
November 2019 penglihatan, catat
Jam 14.00 apakah satu atau dua  Keluarga klien mengatakan
mata terlibat. mengerti apa yang telah
2. Mengidentifikasi dianjurkan oleh perawat
kebiasaan dan faktor-  Keluarga klien mengatakan akan
faktor yang melakukan dirumahnya dengan baik
mengakibatkan risiko apa saja yang telah dianjurkan
jatuh oleh perawat
3. Mengkaji riwayat
jatuh pasien pada O :
keluarga
 Keluarga klien tampak kooperatif
4. Mengidentifikasi
karakteristik  Tampak putih di bagian lensa
lingkungan yang dapat mata sebelah kiri
meningkatkan
A :
terjadinya risiko
Masalah teratasi sebagian
jatuh (lantai licin)
5. Mengorientasikan
 Keluarga sedikit demi sedikit
pasien tehadap
memahami apa yang telah
lingkungan.
dianjurkan
6. Meletakkan barang
yang P : Intervensi dilanjutkan 6-8
dibutuhkan/posisi bel Dan Kolaborasi: pembedahan/oprasi
pemanggil dalam tanggal 7 November 2019
jangkauan/posisi yang
sehat.
7. Mengajarkan pada
keluarga untuk
menyediakan lantai
rumah yang tidak
licin
8. Mengajarkan pada
keluarga untuk
meminimalkan risiko
terjadinya jatuh pada
pasien

2 Rabu, 6 1. Identifikasi kebiasaan S :


November 2019 dan faktor-faktor yang
Jam 14.00 mengakibatkan risiko  Keluarga klien mengatakan kurang
mengerti dan Mengetahui
jatuh
kebiasaan-kebiasaan klien yang
berpotensi mengakibatkan jatuh
2. Kaji riwayat jatuh pada pada klien
 Keluarga klien tidak dapat
klien dan keluarga
Memodifikasi lingkungan yang
berisiko menyebabkan jatuh klien
3. Identifikasi
karakteristik lingkungan O :
yang dapat meningkatkan
terjadinya risiko jatuh  Keluarga klien tampak kooperatif
(lantai licin)  Tampak keluaraga menjaga klien
dan menciptakan lingkungan yang
4. Sediakan alat bantu aman.
(tongkat, walker)
A : Masalah teratasi sebagian

 Keluarga sedikit demi sedikit


5. Ajarkan cara penggunaan memahami apa yang telah
alat bantu (tongkat atau
dianjurkan
walker)
P : Intervensi dilanjutkan 6-8
3 Rabu, 6 1. Mengkaji tingkat S :
November 2019 kecemasan. Keluarga Pasien mengatakan dirinya
Jam 14.00 2. Memberikan dorongan masih cemas dengan kondisi mata
dan berikan waktu untuk anaknya yang akan dilakukan tindakan
mengungkapkan pikiran operasi
dan dengarkan semua O :
keluhannya. Wajah Ibu pasien nampak tidak
3. Menjelaskan semua tenang dan gelisah

prosedur dan pengobatan. A :

4. Memberikan dorongan Masalah belum teratasi


spiritul. P :
Intervensi dilanjutkan 1-4
R/ Operasi tanggal 06/11/2019
Kamis, 7 November 2019
No Hari/tgl/jam Implementasi Evaluasi paraf
Dx
1 Kamis,7 1. Mengkaji ketajaman S :
November 2019 penglihatan, catat
Jam 08.00 apakah satu atau dua  Keluarga Pasien mengatakan
mengerti dan Mengetahui
mata terlibat.
kebiasaan-kebiasaan klien yang
2. Mengidentifikasi berpotensi mengakibatkan jatuh
kebiasaan dan faktor- pada klien
faktor yang  Keluarga Pasien dapat
Memodifikasi lingkungan yang
mengakibatkan risiko
berisiko menyebabkan jatuh klien
jatuh
3. Mengkaji riwayat jatuh O :
pasien pada keluarga
4. Mengidentifikasi
karakteristik  Keluarga Pasien tampak
lingkungan yang dapat kooperatif
meningkatkan terjadinya  Tampak tidak ada putih di bagian
risiko jatuh (lantai lensa mata klien.
licin)
5. Mengorientasikan pasien A :
Masalah teratasi
tehadap lingkungan.
6. Meletakkan barang yang
P : Intervensi dihentikan
dibutuhkan/posisi bel
pemanggil dalam
jangkauan/posisi yang
sehat.
7. Mengajarkan pada
keluarga untuk
menyediakan lantai
rumah yang tidak licin
8. Mengajarkan pada
keluarga untuk
meminimalkan risiko
terjadinya jatuh pada
pasien
2 Kamis,7 1. Identifikasi kebiasaan S :
November 2019 dan faktor-faktor yang
Jam 08.00 mengakibatkan risiko  Keluarga klien mengatakan
mengerti dan Mengetahui
jatuh
kebiasaan-kebiasaan klien yang
berpotensi mengakibatkan jatuh
2. Kaji riwayat jatuh pada pada klien
 Keluarga klien dapat
klien dan keluarga
Memodifikasi lingkungan yang
berisiko menyebabkan jatuh klien
3. Identifikasi
karakteristik lingkungan O :
yang dapat meningkatkan
terjadinya risiko jatuh  Keluarga Pasien tampak

(lantai licin) kooperatif


 Tampak mata klien diberikan
4. Sediakan alat bantu penutup mata setelah oprasi.
(tongkat, walker)
A : Masalah teratasi sebagian

 Keluarga sedikit demi sedikit


5. Ajarkan cara penggunaan memahami apa yang telah
alat bantu (tongkat atau
dianjurkan
walker)
P : Intervensi dilanjutkan 6-8

3 Kamis,7 1. Mengkaji tingkat S :Keluarga Pasien mengatakan dirinya


November 2019 kecemasan. tidak cemas dengan kondisi mata
Jam 08.00 2. Memberikan dorongan dan anaknya yang di operasi
berikan waktu untuk O :Wajah Ibu pasien nampak tenang dan
mengungkapkan pikiran gelisah
dan dengarkan semua A :Masalah teratasi
keluhannya. P :Intervensi dihentikan
3. Menjelaskan semua
prosedur dan
pengobatan.
4. Memberikan dorongan
spiritul.
EVALUASI
No Dx Hari/tgl/jam Evaluasi paraf
1 Kamis,7 S :
November 2019
Jam 12.00  Keluarga Pasien mengatakan mengerti dan Mengetahui
kebiasaan-kebiasaan klien yang berpotensi
mengakibatkan jatuh pada klien
 Keluarga Pasien dapat Memodifikasi lingkungan yang
berisiko menyebabkan jatuh klien

O :

 Keluarga Pasien tampak kooperatif


 Tampak tidak ada putih di bagian lensa mata klien.

A : Masalah teratasi
P : Intervensi dihentikan

2 Kamis,7 S :
November 2019
Jam 12.00  Keluarga klien mengatakan mengerti dan Mengetahui
kebiasaan-kebiasaan klien yang berpotensi
mengakibatkan jatuh pada klien
 Keluarga klien dapat Memodifikasi lingkungan yang
berisiko menyebabkan jatuh klien

O :

 Keluarga Pasien tampak kooperatif


 Tampak mata klien diberikan penutup mata setelah
oprasi.

A : Masalah teratasi sebagian

 Keluarga sedikit demi sedikit memahami apa yang


telah dianjurkan

P : Intervensi dilanjutkan 6-8

3 Kamis,7 S :Keluarga Pasien mengatakan dirinya tidak cemas dengan


November 2019 kondisi mata anaknya yang di operasi
Jam 12.00 O :Wajah Ibu pasien nampak tenang dan gelisah
A :Masalah teratasi
P :Intervensi dihentikan