Anda di halaman 1dari 16

CRITICAL BOOK REPORT

KIMIA ANALITIK KUALITATIF

OLEH:

Suria B Siahaan ( 4193210014 )

Kimia nondik A 2019

Dosen Pengampu : Dra.Anna Juniar,M.Si

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

2020
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Allah Yang Maha Kuasa atas berkat dan
karuniaNya, penulisan makalah ini dapat terselesaikan. Adapun Critical book report ini yaitu
mengenai “teknik dasar dalam anlisis kualitatif ”.

Critical book report ini saya susun dengan maksud sebagai tugas mata kuliah kimia analitik
kualitatif dan menjadikan penambah wawasan sekaligus pemahaman terhadap materi teknik
dasar dalam anlisis kualitatif. Harapan saya, semoga setelah penyelesaian penulisan Critical
book report ini saya semakin memahami tentang bagaimana penulisan Critical book report
yang baik dan benar.

Di lain sisi, saya mendapatkan pengalaman dan ilmu yang berharga dalam penyusunan
penulisan Critacal book report ini. Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu dalam penyelesaian CBR ini, khususnya kepada dosen pengampu mata
kuliah kuliah kimia analitik kualitatif,Dra. Anna Juniar,M.Si

Saya menyadari bahwa dalam penyusunan CBR ini masih sangat jauh dari kesempurnaan,
oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran serta bimbingan dari para dosen
demi penyempurnaan di masa-masa yang akan datang, semoga karya tulis CBR ini
bermanfaat bagi kita semua.

Medan, 24 Maret 2020

Penyusun

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...........................................................................................................................2
DAFTAR ISI.........................................................................................................................................3
BAB I......................................................................................................................................................4
1.1. LatarBelakang........................................................................................................................4
1.2. Tujuan penulisan....................................................................................................................4
1.3. Manfaat Penulisan.................................................................................................................4
BAB II.....................................................................................................................................................5
2.1 IdentitasBuku.........................................................................................................................5
BAB III....................................................................................................................................................6
3.1 Ringkasan Buku Utama.........................................................................................................6
3.2 Ringkasan Buku Pembanding................................................................................................8
BAB IV..................................................................................................................................................13
4.1 Kedalaman atau Kelengkapan uraian Materinya.......................................................................13
4.2 Keterkaitan antar Konsepnya.....................................................................................................13
4.3 Kemutakhiran uraian materi dan referensinya...........................................................................13
BAB V...................................................................................................................................................14
5.1 Kedalaman atau Kelengkapan uraian Materinya.......................................................................14
5.2 Keterkaitan antar Konsepnya.....................................................................................................14
5.3 Kemutakhiran uraian materi dan referensinya...........................................................................14
BAB VI...............................................................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................................16
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LatarBelakang
Latar belakang pembuatan Critical Book Report ini adalah sebagai salah satu tugas dalam
memenuhi 6 tugas KKNI. Critical Book Report ini adalah hasil manganalisis sebuah buku
agar dapat melihat kandungan dari isi buku. Disini kami akan menganalisis sebuah buku yang
dapat mendukung pembelajaran kimia analitik kualitatif. Namun sebelumnya setiap buku
pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing oleh karena itu kami juga akan
menyertakan kelebihan dan kelemahan setiap buku yang kami jadikan referensi.

1.2. Tujuan penulisan


1. Untuk memenuhi tugas Critical Book Report matakuliah kimia analitik kualitatif.
2. Menambah wawasan tentang teknik dasar dalam anlisis kualitatif.
3. Mengetahui kekurangan dan kelebihan buku.

1.3. Manfaat Penulisan


1. Agar dapat memberi informasi bagi pembaca tentang isi materi teknik dasar dalam
anlisis kualitatif.
2. Agar pembaca dapat mengerti dan memahami bagaimana cara mengkritisi buku yang
dianalisis.
BAB II
ISI BUKU

2.1 IdentitasBuku
Buku utama

Judul Buku : Kimia analisis kualitatif

Penulis : Anna Juniar

Tahun Terbit : 2020

Penerbit : universitas negeri medan

Jumlah Halaman : 117

Buku pembanding

Judul Buku : kimia analitik kualitatif

Penulis :Hiskia achmad

Tahun Terbit : 2012

Penerbit : PT Citra aditya bakti

Jumlah Halaman : 85

ISBN : 978-979-491-018-4
BAB III
RINGKASAN ISI BUKU

3.1 Ringkasan Buku Utama


Teknik Dasar Dalam Analisis Kualitatif

Dalam analisis kualitatif seorang analisis maupun kimiawan perlu terampil dan propesional
dalam lingkup keahlian kimia kususnya menganalisis bahan bahan kimia dilaboratorium.
Skala percobaan dalam analisis kualitatif dapat dilakukan dalam analisis makro, mikro dan
semimikro. Bahan yang digunakan untuk analisis sistem makro adalah berkisar 0,5 – 1 gram
dan volume larutan adalah 20 ml.dalam analisis mikro bahan yang digunakan berkisar 0,01
mg dan volume larutan adalah µL.Untik analisis semimikro, senyawa yang digunakan adalah
berkisar 0,05 – 0,1 mg dan volume larutan sekitar 1ml. dalam analisis kualitatif dinjurkan
untuk menggunakan mikro analis dan semimikro analis , hal ini disebabkan efisisens
pemisahan, waktu dan biaya serta limbah yang dibuang dapat lebih mudah dikontrol dan
ditangani.

Teori Dasar Kimia Dalam Pembuatan Larutan.

Agar mampu membuat larutan dengan benar, ada tiga hal pokok yang mesti diperhatikan
yaitu memahami teori dasar kimia meliputi klasifikasi zat, konsep mol, massa atom dan
molekul,massa molar pengertian larutan, jenis larutan sifat larutan, indikator, konsentrasi
larutan pengenceran pembuatan larutan dan penetapan konsentrasi larutan.kemudian perlu
memahami teknik teknik dasar pembuatan larutan seperti mencuci alat gelas, mengeringkan
alat gelas, membilas, mengampil dan menuangkan zat,mengetahui bau zat, melarutkan,
mengocok, menyaring, memanaskan zat cair, menguapkan dengan penangas, menimbang,
mengukur volume, mengencerkan dan memeriksa ph.

Reaksi Pengujian Dalam Analisis Kualitatif

Pengujian dalam analisis kualitatif dapat dilakukan dengan analisis kering dan basah. Dalam
analisis kering dapat dilakukan dengan test pemanasan, test pembakaran melalui via tiup, test
nyala , test boraks, dan test fosfat.

Pekerjaan Laboratorium Umumnya.


Hal ini penting sekali diketahui untuk analisis kualitatif dan hal hal berikut ini harus
dipahami.

 Sentrifugasi. Sentrifugasi adalah metode pemisahan yang didasarkan pada perilaku


partikel partikel yang biasanya tersuspensi dalam medium cair spesikfik, dibawah
pengaruh medan sentrifugal.
 Pengendapan suatu padatan, khususnya untuk pengendapan, penambahan sejumlah
reagentsia pengendap kelarutan sampel dan diaduk dengan baik memakai batang
pegaduk.panaskan larutan di dalam penangas air. Beberapa endapan terbentuk dengan
lambat memerlukan waktu agar terbentuk endapan yang sempurna.
 Pencucian suatu padatan. Cairan didekantasi dari tabung reaksi setelah selesai
disentrifus dan padatan ini mungkin dapat digunakan secara langusng pada tahap
berikutnya. Akan tetapi endapan yang terdapat pada tabung reaksi masuh ada residu
cairan di sekitarnya.
 Pemanasan suatu cairan. Banyak reaksi-reaksi yang berhasil baik bila dipanaskan.
Kita selalu memanaskan tabung reaksi langsung dengan nyala Bunsen. Yang lainnya
lagi dipanaskan ddalam penangas air.
 Penguapan suatu cairan. Dalam beberapa hal perlu mendidihkan cairan sehingga
volume menjadi sedikit. Hal ini menjadikan sample jadi lebih pekat. Menghilangkan
reagen yang mudah menguap atau mungkin reaksi akan cepat hanya dalam larutan
mendidih.
 Mengukur ph suatu larutan. Secara singkat jika anda langsung menambahkan 6 m Hcl
ke suatu campuran basa hingga bersifat asam Anda harus mengikuti prosedur berikut
ini. Kenali bagaimana larutan basa telah dipersiapkan. Biatlah perhitungan yang cepat
tentang berapa banyak asam yang dibutuhkan. Tambahkan asam setetes demi setetes
hingga phnya benar. Aduk dengan baik menggunakan batang pengaduk dan letakkan
sepotong kertas lakmus biru. Jika warnanya tidak berubah, tambahkan setetes demi
setetes asam. Jika warnanya tetap tidak berubah, aduk dan tes kembali.

Uji Nyala

Test nyala merupakan tes pemeriksaan pendahuluan untuk analisis kation dalam keadaan
kering didasarkan pada pembentukan warna senyawa saat dibakar pada nyala Bunsen.

Test Boraks
Test boraks didasarkan pada pembentukan warna senyawa yang dibakar di dalam nyawa
Bunsen yang terlebih dahulu dicelupkan ke dalam senya wa boraks sebagai media. Pada
pemanasan akan terbentuk NaBO2, B2O3 dan H2O. B2O3 ini dengan garam-garam akan terjadi
metaborat yang warnanya karakteristik untuk tiap-tiap logam.

Test Fosfat

Test Fosfat didasarkan pada pembentukan warna senyawa yang dibakar di dalam senyawa
Bunsen yang terlebiih dahulu dicelupkan ke dalam senyawa Natrium Amonium Hidrogen
Pospat Air sebagai media. Karena pemanasan akan terurai menjadi NH 3, H2O dan NaPO3 tes
ini biasanya hanya untuk menyelidiki adanya silikat. Pada waktu memasankan garam
natrium ammonium hidrogrn pospat air memercik-mercik, karena itu cara membuat mutiara
agar sukar memansakannya harus perlahan-lahan.

Reaksi Analisis Basa

Reaksi analisis basa dilakukan terhadap senyawa di dalam larutan. Perubahan yang terjadi
berupa endapan, gas yang dikeluarkan dan perubahan warna. Reaksi analisis basa dapat
dilakukan dengan alat tabung reaksi beakergelas Erlenmeyer dan Spot plate. pada analisis dan
identifikasi kation pelru diketahu reaksi identifikasi masing-masing kation maupun anion
sehingga reagensia yang digunakan seperlunya saja dan waktu analisis menjadi lebih efektif.
Selain itu, perlu juga dipahami hubungan konstanta hasil kali kelarutan dengan terbentuknya
endapan dalam suatu reaksi kimia, kemudian warna-warna endapan yang terbentuk harus
dibedakan satu sama lain dengan jelas.

3.2 Ringkasan Buku Pembanding


Pengembangan Metode Analisis Kualitatif

Metode analisis kualitatif sistem H2S mula mula dikembangkan oleh van bergman, kemudian
oleh fhesenium Treadwell, dan noyes yang didasarkan atas pengendapan sulfida dalam
larutan dengan ph tertentu. Pada masa kini sistem H 2S jarang dilakukan dalam pekerja
analitik karena telah digunakan dengan analisis yang lebih cepat dengan reaksi reaksi tetes
dengan berbagai pereaksi organic yang slektifyang dikembangkan oleh feagel serta analisis
kation secara cepat oleh charlot dan Bezier, jugalisis instrument yang menggunakan alat alat
modern. Selain itu dari analisis kualitatif dapat dikembangkan penalaran dan brfikir secara
analitis.

Pemisahan dan Identifikasi

Ada dua aspek penting dalam analisis kualitatif, yaitu pemisahan dan identifikasi.kedua aspek
ini dilandasi oleh kelarutan, keasaman dan kebasaan, pembentukan senyawa kompleks
oksidasi reduksi, sifat mudah menguap serta ekstraksi.

1. Pemisahan
2. Kation kation yang akan dianalisis perlu dipisahkan secara sistematik. Kation kation
dibagi dalam golongan golongan dan selanjutnya dibagi menjadi komponennya.
Berdasarkan perbedaan sifat kimianya dalam asam klorida dan H 2S sebagai pereaksi
golongan, ation kation dibagi dalam lima golongan, yaitu
3. Golongan 1 :AG+ , Pb2+Hg 2+Golongan 2
Golongan 2 Pb2+Hg 2+Cu bi,

Aturan Kelarutan
Dari kelarutan garam garam dalam air dapat disimpulkan aturan kelarutan seperti
yang dibahas dibawah ini
Aturan kelarutan kelarutan garam garam dalam air sangat penting dalam analisis kualitatif.
1. Semua garam klorida, bromide, dan yodida melarut dalam air, kecuali garam
timbal, perak, dan merkuri (I). Garam merkuri (II) yodium tidak larut dalam air.
Timbal klorida melarut dalam air panasss.
2. Semua garam nitrat,nitrit,klorat,dan asetar melarut dalam air.
3. Semua oksida dan hidroksida tidak melarut dalam air, kecuali oksida dan
hidroksida logam alkiali. Sedangkan sedangkan oksida dan hidroksida dai
barium, stronsium,dan kalium agar melarut dalam air.
4. Semua garam sulfida kecuali sulfida dari unsur alkali dan alkali tanah tidak
melarut dalm air.
5. Garam sulfat dari barium, stronsium dan timbal melarut dalam air dan asam.
Kalsium sulfat seedikit melarut dalam air. Garaam sulfat yang lain melarut
dalam air.

Identitas
A. Warna
Warna larutan misalnya:
1. Untuk mengidentifikasi adanya ion Fe3+, jika larutan diberi larutanSCN- akan
menghasilkan FeSCN2+ yang berwarna merah.
2. Untukmenentukan adanya ion Mn2+, larutan diberi pereaksi HNO3 dan NaBiO3
kemudian dipanaskan sehingga akan memberikan warna ungu karena terbentuk
MnO4 yang berwarna ungu.
B. Pembentukan endapan atau melarutkan endapan
Untuk menentukan adanya ion Pb2+, larutan diber asam H2SO4 encer. Endapan putih
PbSO4 terbentuk jika terdapat Pb2+.
C. Endapan yang berwarna
Ion Na+menghasilkan endapan jika ditambahkan pereaksi Z-uranil asetat.
D. Adopsi zat warna
Pada pewarnaan tekstil digunakan prinsip adopsi. Pada analisis kuantitatif prinsip ini
digunakan untuk menentukan beberapa ion, misalnya:
1. AL(OH)3 dengan aluminon menghasilkhan warna merah.
2. Mg(OH)2 dengan magneson menghasilkan warna biru.
3. Mg(OH)2 dengan titan kuning menghasilkan warna merah jambu.

Prinsip Kimia Dalam Analisis Kualitatif

Prinsip prinsip kimia yang mendasari penyususnan skela kualitatif termmasuk aspek
pemisahan dan identifikasi, yaitu kelarutan,keasaman dan kebebasan, pembentukan
ion kompleak, reaksi redoks, sifat penguapan, dan ekstraksi.

1. Kearutan atau pengendapan


Dalam analisiss kualitatif sistem H2S ion ion diendapkan menurut golongan
klorida,sulfida, hidroksida, dan karbonat. Ion ion yang garamnya melarut dan
memberikan endapan, yaitu Mg2, Na+,K+,dan NH4+.
Hasil kali kelarutan AgCl
Jika AgCl dikocok dengan air ion Ag +dan Cl-,akan dilepas dari Kristal sehingga
AgCl melarut dalam air membentuk larutan jenuh. Suatu kesetimbangan terjadi
antara ion ion dengan zat padat :

AgCl(s)---- Ag+ + Cl-


Agar yang melarut berbanding dengan temperature . pada temperature tertentu delarutan
suatu

[ Ag ] [Cl]
Menurut hokum kesetimbangan :
[ AgCl ]

Konsentrasi AgCl padatselalu tetap. Oeh karena itu [AgCl] yang terdapat pada penyebut
harganya tetap sehingga diperoleh persamaan:

Ksp = [Ag][Cl]

ksp disebut hasil kali kelarutan.

2. SIFAT ASAM-BASA
Prinsip keasaman dan kebasaan sangat penting dalam analisis kualitaitf.
a. Perak diidentifikasi dengan cara mengendapkan kembali AgCl dalam larutan
ammonia dengan dengan penambahan H+ (asam HNO3):

Ag(NH3)+ + Cr- + 2H+- AgCl (s) + 2NH4+

b. Golongan 2 diendapkan dengan cara mengalirkan H2S kedalam larutan yang


mengnadung HCL 0,3 M.
c. Golongan karbonat diendapkan dengan (NH4)2CO3 dalam larutan bersifat basa.
3. Pembentukan ion kompleks dan garam komplek
Pada pemeriksaan dan idenfikasi sering dijumpai pembentukan komplek baik
garan maupun oin. Reaksi reaksi yang dapat dijumpai dalam analisis kualitatif
antara Lain
Ag + 2NH3 - Ag(NH3)2+
Cu2+ +
4NH3 - Cu(NH3)42+
Zn 2+ + 4NH3 - Zn(NH3)42+

4. Sifat mudah menguap


Beberapa unsur dapat membentuk senyawa yang mudah menguap .sifat
penguapan ini dipakai untuk mengidentikasi H2S,AsH3 dan Sb3+. Gas NH3 dapat
diidentifikasi dengan kkertas lakmus sedangkan asam asetat dari baunya.
5. Ekstraksi
Identifikasi yod berdasarkan warna ungu dan brom dengan warna cokelat, jika
teeksitasai dalam pelarut CCl4 atau CHCl3.
BAB IV
KEUNGGULAN BUKU

4.1 Kedalaman atau Kelengkapan uraian Materinya


Kedua buku ini membahas teknik dasar analisis kualitatif dengan kelengkapan uraian yang
baik, pada buku utama menjelaskan tentang teori dasar kimia dalam pembuatan larutan
dengan baik, hal hal yang penting dilakukan ketika analisis kualitatif, nyala uji, test boraks,
test fosfat,dan reaksi analisis basah yang mudah dipahami. Buku utama memiliki jumlah
halaman 117.Pada buku pembanding menjelaskan Pengembangan Metode Analisis Kualitatif,
Pemisahan dan Identifikasi,aturan kelarutan, prinsip prinsip dasar kelarutan,sifat asam dan
basa yang dijelaskan dengan baik dan jelas.buku pembanding memiliki jumlah halaman 85.

4.2 Keterkaitan antar Konsepnya


Dalam kedua buku memiliki keterkaitan antar konsep dimana dipaparkan cukup teratur dan
sistematis dengan menggunakan bahasa Indonesia , baik selain itu kedua buku ini juga
melampirkan gambar yang membantu pembaca dalam memahami isi buku.

4.3 Kemutakhiran uraian materi dan referensinya


Pada kedua buku ini kemutakhiran uraian materinya sudah baik karena terbit pada tahun
2010 keatas yaitu jurnal utama terbit pada tahun 2020 dan jurnal pembanding terbit pada
tahun 2012 yang berarti ilmuini masih berlaku dan tidak ketinggalan zaman.
BAB V
KELEMAHAN BUKU

5.1 Kedalaman atau Kelengkapan uraian Materinya


Kelengkapan isi materi kedua buku cukup baik, tetapi pada buku utama kurang menjelaskan
secara detail langkah langkah yang harus dilakukan dan tidak menjelaskan materi secara
terperinci. Kelengkapan isi materi pada buku pembanding cukup lebih baik daripada buku
utama.

5.2 Keterkaitan antar Konsepnya


Pada buku pertama memiki konsep kurangsaling berkaitan khususnya pada penyusunan
kalimat kata antar kata ada yang tidak padan atau padu, kalimat antar kalimat ada sebagian
kecil yang kurang padu.sedangkan pada buku kedua cukup baik.

5.3 Kemutakhiran uraian materi dan referensinya


Keterbaruan pada buku utama baik, buku tersebut baru dibiat pada tahun 2020 tetapi
referensi pembuatan bukunya diambil dari beberapa buku yang sudah lama yaitu sekitaran
tahun 1998.sedangkan pada buku kedua dibuat pada tahun 2012 dan referensi pembuatan
bukunya rata rata tahun 2004 keatas.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

Kedua buku membahas tentang teknik dasar dalam analisis kualitatif , yang sangat
bermanfaat sebagai persiapan dalam melakukan analisis kualitatif yang ada pada kedua buku
ini.Dengan membaca buku ini kita dapat melakukan teknik dasar analisis tanpa takut
salah.kita sudah dapat melakukan pengenceran dengan benar, meningkatkan konsentrasi
larutan, mengukur ph, melakukaan teks boraks,melakukan uji nyala, mengetahui mengapa
terjadinya endapan,mengetahui perubahan warna dpada reaksi , mengenali indicator dan
masih banyak lagi ilmu yang dapat diambil. Kedua buku ini memiliki kelebihan dan
kekurangannya masing masing, pada buku pertama memiliki kelebihan yaitu jumlah halaman
yang lebih banyak, pada buku pembanding memiliki kelebihan yaitu penjelasan yang lebih
terperinci, keterkaitan antar lement yang lebih baik yaitu kalimat antar kalimat dan kata antar
kata sinkron dan padu sehingga pembaca lebih mudah memahami dan tidak keliru pada
waktu membaca.

Saran penulis yaitu lebih memilih buku pembanding sebagai pedoman pembelajaran atau
sebagai penambah ilmu pengetahuan dalam bidang teknik dasar dalam analisis kualitatif,
karena buku pembanding lebih lengkap dan baik dijelaskan lebih terperinci sehingga
pembaca lebih mendapat ilmu pengetahuan lebih banyak.
DAFTAR PUSTAKA

Achmad.H. 2012. Kimia Analitik Kualitatif ; Bandung Pt citra aditya Bakti.

Juniar, A, 2020, Kimia Analisis Kualitatif ; medan.universitas negeri medan.