Anda di halaman 1dari 8

PERHIMPUNAN RUMAH SAKIT SELURUH INDONESIA (PERSI)

• Webinar : Aspek Penting Pengelolaan Limbah Medis di Era Covid-19, Tanggal 31 Maret 2020

2020

Pembahasan :
Telusur Titik Kritis Dampak dan Pengendalian
Limbah Medis Pasien COVID-19 di RS

Oleh : Ir. Mohammad Nasir, MSi (Kompartemen Manajemen Penunjang)


Apa dan Dimana Limbah Medis
Covid-19 (Li-Cov) di Hasilkan di RS?
Jenis Limbah Pasien Covid-19
1. Spesimen
2. Bahan Farmasi bekas
3. Alat kesehatan bekas
4. Kemasan bekas makanan/minuman
5. Alat Pelindung Diri dll

1. Potensi Infeksi
“ Perlakukan semua jenisLimbah Pasien 2. Potensi Pemanfaatan limbah Illegal
Covid-19 sebagai limbah medis/B3..”
Bagaimana Penyebaran Virus
Covid-19 melalui Limbah Medis?
Lokal di RS Regional ( Penimbunan,
Pengangkutan dan
Pengolahan diluar RS)
Modus Kegagalan :
1. Kegagalan Pengawasan oleh
Pemda/Pemerintah
2. Pemanfaatan limbah illegal pihak
III
Modus Kegagalan :
1. Kegagalan pentaatan prosedur
penanganan Limbah Covid
2. Kegagalan Pengawasan Tahap
Pewadahan, pengangkutan,
penyimpanan oleh RS
3. Pemanfaatan limbah secara illegal
oleh Petugas RS
Bagaimana Penanganan
Limbah Covid-19 di RS?
Hirarki Manajemen Limbah
• Penggunaan secara bijak APD
• Pengurangan material kontak dengan pasien
covid-19 (Kemasan, obat /bahan farmasi,
makanan/minuman dll)

Pendekatan yang dilakukan :


• Proteksi terhadap Limbahnya (Proteksi
Hazard)
• Proteksi terhadap petugas limbah
(Tidak ada paparan/exposure)
• Proteksi terhadap Lingkungan (media
paparan)
Tahapan Penanganan dan Pengolahan
Limbah Medis Padat Fasyankes

Pra Penanganan Penanganan (Handling) Pengolahan(Treatment)

Limbah Covid-19

PENGURANGAN PEMILAHAN
Identifikasi Titik Kritis Infeksi dan
Pemanfaatan Illegal
Klasifikasi PENGANGKUTAN
PENGUMPULAN PEWADAHAN
Komunikasi (OPTION) PIHAK III
Titik Kritis Infeksi
(Simbol dan Label) PENGOLAHAN PIHAK III
- OFFSITE
PENGANG PENYIMPANAN
KUTAN (SEMENTARA) PENGOLAHAN
(INSINERASI/NON
Titik Kritis Infeksi Titik Kritis Infeksi dan INSINERASI) - ONSITE
Pemanfaatan Illegal Titik Kritis Infeksi
Bagaimana Teknis Penanganan Limbah?
Pewadahan :
• Seluruh limbah/sampah pasien PDP masuk bin infeksius covid-19
• Penyiapan Bin khusus per sumber/Ruangan (+ plastic kuning)
• Dekontaminasi bin sebelum dan setelah limbah diangkat
• Penyemprotan desinfektan pada isi kantong sebelum di ikat (kabel tis)/
kardus dilakban rapat dan pada luar kantong sebelum masuk troly limbah B3
• Penempelan symbol (khusus) dan label pada luar kantong plastic –
“peringatan bahaya dan larangan membuka”
• Penyediaan APD lengkap petugas (Masker bedah, Goggle/ face shield, Full
body suit, Sarung tangan dobel, Sarung kaki + boot)

Pengangkutan :
• Pemilihan jalur khusus pengangkutan limbah Covid-19
• Dekontaminasi trolly Li-Cov19 sebelum dan setelah pengangkutan
• Penyediaan APD lengkap petugas

TPS Limbah B3 : Pengangkutan keluar RS : Pengolahan :


• Ruangan khusus Limbah • Penjelasan Limbah ke petugas • Penjelasan Limbah ke petugas
• Program desinfeksi TPS • MSDS • MSDS
• Evaluasi APD petugas transporter • Evaluasi APD petugas transporter
Pembahasan Umum :
1. Pengendalian limbah medis Covid-menghadapi tantangan – pentaatan peraturan
perundangan PP 101 Tahun 2014 dan PermenLHK No. 56 Tahun 2015
2. Pengendalian dilapangan berfokus ada dampak infeksi dan dampak pemanfaatan
kembali limbah secara illegal  di tingkat RS/Fasyankes, Transporter dan Penimbun/
Pengolah
3. RS perlu menyiapkan program perlindungan/proteksi pada : limbah Covid (zero
exposure), petugas (penerima risiko) dan Lingkungan (medis exposure)
4. Pengendalian dampak infeksi, perlu diperkuat dengan, penyiapan/standarisasi :
• APD bagi petugas (pewadahan, pengangkutan, incinerator, transporter dan
pengolah limbah Covid-19)
• Prosedur teknis penanganan limbah Covid : Seluruh tahapan RS dan di pihak
transporterdan pengolah pengolah
• Label, symbol Limbah Covid – penyamaan perlakuan
• Teknik dan bahan desinfektan untuk penanganan limbah covid-19
5. Penanganan limbah Covid-19 setiap tahapannya berbasis desinfeksi, artinya potensi
virus pada limbah dan kemasan limbahnya termasuk bin harus dilakukan desinfeksi
6. RS Perlu menyediakan program penyiapan fasilitas limbah Covid-19 dengan
perlakuan khusus (TPS Limbah Covid-19, trolly khusus, bin khusus) dengan prinsip
memendekkan waktu tinggal di TPS.
7. Pengolahan on-site dengan incinerator menjadipilihan terbaik untuk
memperpendek waktu tinggal dan memperkecil risiko penyebaran virus dalam
limbah
8. Izin indinerator menjadi kendala beberapa RS – perlunya diskresi iizn :
pengoperasian incinerator belum beriizin dan pengolahan berbasis wilayah