Anda di halaman 1dari 8

4/10/2020 Perubahan Tutupan Lahan dan Pengaruhnya Pada Sebaran Suhu Permukaan di Jakarta

Perubahan Tutupan Lahan dan Pengaruhnya Pada


Sebaran Suhu Permukaan di Jakarta
Rivaldo Restu Wirawan
Jan 30 · 6 min read

Pembangunan memiliki dampak terhadap lingkungan disekitarnya. Perubahan


lingkungan yang diakibatkan oleh pembangunan adalah perubahan yang terjadi
secara non alamiah, salah satunya adalah alih fungsi lahan. Perubahan lahan kerap
terjadi karena tuntutan kebutuhan masyrakat yang terus meningkat sejalan
pertumbuhan penduduk. Perubahan fungsi lahan banyak terjadi diseluruh daerah di
Indonesia, dengan karakteristik yang sama yaitu alih fungsi lahan dari lahan tidak
terbangun menjadi lahan terbangun, seperti kawasan resapan yang berubah menjadi
kawasan perumahan atau juga ruang terbuka hijau yang berubah menjadi central
business district (CBD).

https://medium.com/@rivaldorestuwirawan/perubahan-tutupan-lahan-dan-pengaruhnya-pada-sebaran-suhu-permukaan-di-jakarta-f8a9b226e01f 1/8
4/10/2020 Perubahan Tutupan Lahan dan Pengaruhnya Pada Sebaran Suhu Permukaan di Jakarta

Semakin meningkat alih fungsi lahan dari lahan tidak terbangun menjadi terbangun
akan sangat berdampak pada perubahan lingkungan salah satunya adalah
peningkatan suhu. Menurut Sari, et al. (2018), perubahan penggunaan lahan yang
mengurangi ruang terbuka hijau merupakan faktor utama dari peningkatan suhu kota
yang cukup drastis, karena ruang terbuka hijau dianggap sebagai suatu sistem
pendingin alami yang berperan dalam menjaga keseimbangan kelembaban dan suhu
lingkungan. Maka tidak heran jika suhu perkotaan akan lebih terasa hangat
dibandingkan dengan daerah disekitarnya atau pinggiran kota, dan hal ini yang biasa
dikenal pulau panas perkotaan atau Urban Heat Island (UHI).

Urban Heat Island (UHI) adalah suatu fenomena dimana suhu udara di daerah yang
padat bangunan lebih tinggi daripada suhu udara terbuka di pinggir kota (Al Mukmin,
2016). UHI akan sangat terasa di perkotaan dengan intensitas kepadatan bangunan
yang tinggi, terutama pada kawasan yang tidak memiliki vegetasi diatasnya. Kajian
terkait UHI sangat penting karena UHI sangat memengaruhi kualitas udara,
memengaruhi kesehatan manusia dan memengaruhi penggunaan energi (Guntara,
2016). UHI juga akan berpengaruh dalam kenyamanan manusia, karena dengan
peningkatan suhu akan beriringan dengan ketidak-nyamanan manusia terutama yang
mendiami perkotaan. Selain itu UHI juga dapat berimplikasi dengan perencaan kota,
sebuah perencanaan perkotaan yang baik dapat mengurangi fenomena UHI terutama
dalam perencanaan pola ruang yang bisa membagi kawasan terbangun dan tidak
terbangun sesuai dengan fungsi yang ada.

DKI Jakarta dalam sepuluh tahun terakhir mengalami alih fungsi lahan yang cukup
massif, pada tahun 1999 diketahui tutupan lahan tidak terbangun seluas 34,39%
namun pada tahun 2019 tutupan lahan tidak terbangun berkurang sangat jauh yaitu
hanya tersisa 6,41% saja. Hal ini menyebabkan peningkatan suhu di Jakarta menjadi
meningkat, karena berkurangnya ruang terbuka hijau sebagai sistem yang bisa
menjaga suhu lingkungan sehingga terjadi peningkatan konsumsi energi untuk
pendingin udara baik di kendaraan maupun di rumah-rumah dan gedung-gedung.

Pertambahan Penduduk DKI Jakarta (Sumber: BPS)

https://medium.com/@rivaldorestuwirawan/perubahan-tutupan-lahan-dan-pengaruhnya-pada-sebaran-suhu-permukaan-di-jakarta-f8a9b226e01f 2/8
4/10/2020 Perubahan Tutupan Lahan dan Pengaruhnya Pada Sebaran Suhu Permukaan di Jakarta

Pertambahan penduduk DKI Jakarta 10 tahun terakhir terus meningkat. Menurut data
BPS (2019), rata-rata laju pertumbuhan penduduk DKI Jakarta 2010–2018 yaitu
1,07% dan bervariasi ditiap kecamatannya. Terus bertambahnya jumlah penduduk ini
tentunya kebutuhan akan lahan juga akan ikut bertambah, ini akan memicu terjadinya
perubahan penutupan lahan. Lahan yang bervegetasi akan terancam dialihfungsikan
menjadi lahan terbangun.

Perubahan Tutupan Lahan

Dengan terus bertambahnya jumlah penduduk, perubahan luasan tutupan lahan DKI
Jakarta juga ikut bertambah. Menurut hasil analisis perubahan tutupan lahan DKI
Jakarta dari tahun 2009 ke tahun 2019 diketahui perubahan tutupan lahan yang
cukup signifikan.

Luasan Tutupan Lahan DKI Jakarta tahun 2009 sampai dengan 2019

Lahan terbangun terus bertambah tiap tahunnya di DKI Jakarta, dari hasil analisa,
diketahui bertambahnya lahan terbangun dari tahun 2019 sampai dengan 2019 adalah
6677 Hektar. Begitu pula dengan lahan bervegatasi, berkurang cukup banyak dari
yang luasannya 10793 Hektar berubah menjadi hanya 4118 Hektar.

https://medium.com/@rivaldorestuwirawan/perubahan-tutupan-lahan-dan-pengaruhnya-pada-sebaran-suhu-permukaan-di-jakarta-f8a9b226e01f 3/8
4/10/2020 Perubahan Tutupan Lahan dan Pengaruhnya Pada Sebaran Suhu Permukaan di Jakarta

Perubahan tutupan Lahan DKI Jakarta tahun 2009 sampai dengan 2019

Sebaran Spasial Land Surface Temperature

Dari hasil pengolahan data citra landsat 7 tahun 2009 dan citra landsat 8 tahun 2019
didapatkan hasil statistik LST DKI Jakarta sebagai berikut:

Statistik LST DKI Jakarta Tahun 2009 dan 2019

Berdasarkan hasil analisis Land Surface Temperature di Provinsi DKI Jakarta tahun
2009 dan 2019 terlihat perubahan temperatur yang cukup signifikan. LST tertinggi
pada tahun 2009 hanya 40 °C sedangkan pada tahun 2019 naik 5°C. Rata-rata LST
juga naik dari yang hanya 33°C ke 35,5°C. Sebaran spasial suhu permukaan di DKI
Jakarta pada tahun 2009 dan 2019 bisa dilihat pada gambar dibawah

https://medium.com/@rivaldorestuwirawan/perubahan-tutupan-lahan-dan-pengaruhnya-pada-sebaran-suhu-permukaan-di-jakarta-f8a9b226e01f 4/8
4/10/2020 Perubahan Tutupan Lahan dan Pengaruhnya Pada Sebaran Suhu Permukaan di Jakarta

Peta Sebaran Suhu Permukaan DKI Jakarta tahun 2009

Peta sebaran suhu permukaan DKI Jakarta tahun 2009 dan 2019 menunjukkan
sebaran spasial suhu permukaan ke dalam 5 kelas yang berbeda. Peta sebaran suhu
permukaan DKI Jakarta tahun 2009 terbagi menjadi 5 kelas suhu yaitu 26–30°C, 31–
32°C, 33°C, 34–35°C, dan 36–39°C. Sebaran suhu permukaan paling luas adalah 34°C
yaitu 29433,7 hektar dan yang terkecil luasannya adalah 26°C yaitu 0,09 hektar.

Peta Sebaran Suhu Permukaan DKI Jakarta tahun 2019

Peta sebaran suhu permukaan DKI Jakarta tahun 2019 terbagi menjadi 5 kelas suhu
https://medium.com/@rivaldorestuwirawan/perubahan-tutupan-lahan-dan-pengaruhnya-pada-sebaran-suhu-permukaan-di-jakarta-f8a9b226e01f 5/8
4/10/2020 Perubahan Tutupan Lahan dan Pengaruhnya Pada Sebaran Suhu Permukaan di Jakarta

yaitu 26–32°C, 33–34°C, 35–36°C, 37–38°C, dan 39–45°C. Sebaran suhu permukaan
paling luas adalah 36°C yaitu 14476,8 hektar dan yang terkecil luasannya adalah 45°C
yaitu 0,061 hektar.

Tutupan Lahan dan Land Surface Temperature

Dari hasil analisis diketahui bahwa perubahan tutupan lahan DKI Jakarta 10 tahun
terakhir ini diikuti juga dengan peningkatan suhu pada sebaran suhu permukaan di
DKI Jakarta. Peta tutupan lahan DKI Jakarta tahun 2009 dari hasil pengolahan landsat
7 itu ditumpangtindihkan dengan peta sebaran suhu permukaan, begitu juga dengan
tahun 2019. Hasil yang didapatkan tahun 2009, tiga suhu tertinggi yaitu 38°C, 39°C
dan 40°C berada pada kawasan lahan terbangun atau non vegetasi. Begitu juga dengan
tahun 2019, lima suhu tertinggi tahun 2019 yaitu 41°C, 42°C, 43°C, 44°C, dan 45°C
berada pada kawasan lahan terbangun.

Luasan Sebaran Suhu Permukaan pada Lahan Terbangun dan Tidak Terbangun DKI Jakarta Tahun 2009

https://medium.com/@rivaldorestuwirawan/perubahan-tutupan-lahan-dan-pengaruhnya-pada-sebaran-suhu-permukaan-di-jakarta-f8a9b226e01f 6/8
4/10/2020 Perubahan Tutupan Lahan dan Pengaruhnya Pada Sebaran Suhu Permukaan di Jakarta

Luasan Sebaran Suhu Permukaan pada Lahan Terbangun dan Tidak Terbangun DKI Jakarta Tahun 2019

Suhu permukaan di DKI Jakarta dalam kurun waktu 2009–2019 terus mengalami
peningkatan. Pada tahun 2009 rata-rata suhu di DKI Jakarta berada pada angka 34°C
dengan suhu maksimum 40°C, dan kemudian meningkat menjadi 36°C dengan suhu
maksimum 45°C pada tahun 2019. Hal ini sejalan dengan perubahan tutupan lahan di
DKI Jakarta pada 2009 memiliki lahan terbangun sebanyak 83%, dan terus meningkat
menjadi 93% pada tahun 2019. Dengan demikian hampir seluruh DKI Jakarta
merupakan lahan terbangun, maka tidak heran jika suhu permukaan juga ikut naik.

Persebaran suhu akibat alih fungsi lahan di Jakarta perlu untuk diketahui, agar
kedepan bisa menjadi tinjauan bagi pembangunan, terutama dalam penyusunan
dokumen rencana tata ruang, agar ruang terbuka hijau tetap dapat dipertahankan atau
lebih ditingkatkan lagi mengingat fungsi ruang terbuka hijau yang sangat penting
dalam menjaga kualitas lingkungan perkotaan.

REFERENSI
Al Mukmin, S. A., Wijaya, A. P., & Sukomono, A. (2016). Analisis Pengaruh Perubahan
Tutupan Lahan Terhadap Distribusi Suhu Permukaan Dan Keterkaitannya Dengan
Fenomena Urban Heat Island. Jurnal Geodesi Undip, Volume 5, Nomor 1, 2337–845X.

Guntara, I. (2016). Analisis Urban Heat Island Untuk Pengendalian Pemanasan Global Di
Kota Yogyakarta Menggunakan Citra Penginderaan Jauh. Naskah Publikasi. Fakultas
Geografi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Rushayati, S. B., & Hermawan, R. (2013). Karakteristik Kondisi Urban Heat Island DKI
Jakarta (Characteristics Of Urban Heat Island Condition In DKI Jakarta). Media
Konservasi Vol. 18, №2. 96–100.

Sari, R., Anurogo, W., & Lubis. M. Z. (2018). Pemetaan Sebaran Suhu Penggunana
Lahan Menggunakan Citra Landsat 8 di Pulau Batam. Jurnal Intergrasi Vol. 1. №1. 32–
29.

https://medium.com/@rivaldorestuwirawan/perubahan-tutupan-lahan-dan-pengaruhnya-pada-sebaran-suhu-permukaan-di-jakarta-f8a9b226e01f 7/8
4/10/2020 Perubahan Tutupan Lahan dan Pengaruhnya Pada Sebaran Suhu Permukaan di Jakarta

Land Urban Temperature Indonesia Jakarta

About Help Legal

https://medium.com/@rivaldorestuwirawan/perubahan-tutupan-lahan-dan-pengaruhnya-pada-sebaran-suhu-permukaan-di-jakarta-f8a9b226e01f 8/8