Anda di halaman 1dari 59

57

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Materi Pokok : Nilai-Nilai dan Isi yang Terkandung dalam Cerita
Rakyat (Hikayat)
Kelas/Semester : 10/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2019
Alokasi Waktu : 2 JP (2 X 45 menit)

A. Kompetensi inti

1. KI-1 dan KI-2: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang

dianutnya.Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun,

peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab,

responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan

perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan

lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan

internasional”.

2. KI-3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual,

konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya

tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan

wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait

penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural

pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk

memecahkan masalah.

3. KI-4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak

terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara


58

mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan

metode sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


3.7 Mendeskripsikan nilai-nilai dan isi 3.7.1 Mengidentifikasi nilai-nilai yang terdapat dalam

yang terkandung dalam cerita hikayat

rakyat (hikayat) baik lisan maupun 3.7.2 Menganalisis nilai-nilai dalam hikayat yang

tulis masih sesuai dengan kehidupan saat ini.

C. Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik model

Discovery Learning dan metode metode mind mapping, teknik ATM, dan

pendekatan saintifik yang menuntun peserta didik untuk mengamati

(membaca) permasalahan, menuliskan penyelesaian dan mempresentasikan

hasilnya di depan kelas, Selama dan setelah mengikuti proses pembelajaran ini

peserta didik diharapkan dapat:

1. Mengidentifikasi nilai-nilai yang terdapat dalam hikayat

2. Menganalisis nilai-nilai dalam hikayat yang masih sesuai dengan kehidupan

saat ini.

dengan rasa rasa ingin tahu, tanggung jawab, displin selama proses

pembelajaran, bersikap jujur, santun, percaya diri dan pantang menyerah, serta

memiliki sikap responsif (berpikir kritis) dan pro-aktif (kreatif), serta mampu

berkomukasi dan bekerjasama dengan baik.


59

D. Fokus nilai-nilai sikap

1. Peduli

2. Jujur berkarya

3. Tanggung jawab

4. Toleran

5. Kerjasama

6. Proaktif

7. kreatif

E. Materi Pembelajaran

Materi Pembelajaran Materi pembelajaran Materi pembelajaran

Reguler remedial pengayaan


Fakta Menyusun teks hikayat Menceritakan kembali

Teks cerita rakyat berdasarkan kejadian isi hikayat dengan pola

berupa hikayat yang menyangkut orang penyajian yang berbeda

banyak atau perilaku


Konsep
seorang tokoh publik
Makna tersirat dari

Hikayat
Prinsip

Membandingkan hikayat

dengan humor
Prosedur

Struktur dan

Kebahasaan Teks
60

hikayat

1. Materi Pembelajaran Reguler

A. Pengertian Cerita Rakyat

Cerita rakyat adalah cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang

dalam masyarakat pada masa lampau yang menjadi ciri khas setiap bangsa yang

memiliki kultur budaya yang beraneka ragam mencakup kekayaan budaya dan

sejarah yang dimiliki masing-masing bangsa. Pengertian cerita rakyat secara

umum adalah cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang di dalam

masyarakat. Cerita rakyat disampaikan secara lisan dan dikembangkan secara

turun-temurun, sehingga sering dikatakan sebagai bentuk sastra lisan.

B. Ciri-ciri atau Karakteristik Cerita Rakyat

Menurut Yustinah, (2018:84) menyebutkan bahwa hikayat mempunyai ciri-ciri

yang dapat dipaparkan sebagai berikut.

1. Istana sentris, yaitu menceritakan wacana kerajaan, raja, dan keluarganya, serta

hulubalang, perdana menteri.

2. Bersifat pralogis, yaitu mempunyai logika tersendiri yang tidak sama dengan

logika umum.

3. Anonim, yaitu tidak diketahui nama pengarang sehingga kisah itu milik

bersama (komunal).

4. Tema dominan dalam hikayat adalah petualangan. Biasanya, di akhir kisah,

tokoh utamanya berhasil menjadi raja atau orang yang mulia.

5. Kesaktian tokoh/ kemustahilan, yaitu tokoh dengan tiba-tiba bisa

melaksanakan sesuatu yang mungkin sangat mustahil.


61

6. Disebarluaskan secara verbal artinya berkembang di masyarakat disampaikan

secara verbal lantaran pada waktu itu belum banyak yang mengenal bahasa

tulis.

7. Fantasi dan statis yaitu ceritanya berlebih-lebihan dan tidak mengalami

perubahan

8. Menggunakan bahasa klise dan melayu klasik (susah dipahami)

C. Karakteristik Cerita Rakyat

1. Dikisahkan atau diceritakan secara turun-temurun.

2. Tidak jelas siapa pengarangnya oleh karenanya sifatnya anonim (tanpa

pengarang).

3. Tinggi dengan pesan moral.

4. Memiliki nilai budaya / tradisi.

5. Mempunyai banyak versi yang berbeda.

6. Memiliki banyak hal-hal yang tidak bisa diterima dengan logika

7. Tersebar turun temurun dari mulut ke mulut.

8. Pada awalnya dokumentasi sangat kurang pada umumnya dikisahkan secara

lisan.

9. Sering mirip dengan cerita rakyat dari daerah lain.

D. Fungsi Cerita Rakyat

1. Sarana pendidikan, pada dasaranya cerita rakyat ingin menyampaikan suatu

amanat atau pesan yang bisa bermanfaat bagi kepribadian dan watak dari para

pendengarnya.
62

2. Sarana hiburan, cerita rakyat dapat didengarkan layaknya sebuah dongeng,

legenda atau mite, dan bisa merasakan seperti diajak berkelana kedalam alam

lain yang tidak bisa kita jumpai dalam pengalaman hidup seperti biasanya.

3. Sarana penggalang. yaitu rasa kesetiakawanan yang sangat erat didalam

warga masyarakat yang mempunyi cerita rakyat tersebut.

4. Fungsi lainnya yaitu sebagai pengokohan nilai-nilaisosial budaya yang berlaku

didalam masyarakat tersebut. Didalam cerita rakyat biasanya terkandung ajaran

moral dan etika yang bisa dipakai sebagai pedoman bagi masyarakat. DIdalam

teks cerita rakyat juga ada pantangan dan larangan yang perlu dihindari dan

untuk tidak melakukanya. Teks cerita rakyat bagi masyarakat adalah bisa

dijadikan tuntutan tingkah laku didalam pergaulan bebas.

E. Struktur dalam Cerita Rakyat

1. Tahapan Pertama

Pertama merupakan tahapan pengenalan cerita. Biasanya dimulai dengan

pengenalan tokoh, latar tempat dan suasana serta beberapa gambaran awal

dimulainya cerita.

2. Tahap Peristiwa

Tahap ini merupakan tahap dimulainya tokoh bertemu tokoh lain. Biasanya di

sini sudah mulai muncul beberapa konflik atau masalah yang terjadi. Biasanya

di tahap ini beberapa peristiwa terajadi secara berurutan mulai dari sebab

peristiwa sampai konflik memuncak.

3. Tahap penyelesaian

Setelah terdapat konflik yang dialami oleh tokoh cerita. Biasanya terdapat
63

penyelesaian dari konflik tersebut. Identiknya cerita rakyat diselesaikan dengan

tokoh baik yang akan mendapatkan kemenangan dan sebaliknya tokoh yang

jahat akan mendapatkan balasan atas perbuatannya. Selain itu, penulis cerita

rakyat juga bisa menambahkan beberapa amanat tetapi itu semua tergantung

keinginan penulis cerita dalam mengakhiri cerita tersebut.

F. Kaidah Kebahasaan Cerita Rakyat

Menurut Yustinah (2018:96) kaidah kebahasaan dalam teks cerita rakyat

(hikayat) mencakup hal-hal sebagai berikut.

1. Ceritanya berbentuk prosa/naratif.

2. Berupa cerita rekaan.

3. Berupa citra karya klasik

4. Sebagai karya tulis.

G. Unsur-unsur Cerita Rakyat

1. Unsur Intrinsik

a. Tema

Menurut Yustinah, (2018:89) Tema merupakan inti persoalan yang menjadi

dasar dalam sebuah cerita. Oleh karenanya, agar bisa mendapatkan tema dalam

sebuah cerita, pembaca tentunya harus membaca cerita tersebut hingga selesai.

Tema pada cerita rakyat akan dikaitkan dengan pengalaman kehidupan. Biasanya

tema cerita rakyat mengandung elemen alam, kejadian sejarah, kesaktian, dewa,

misteri, dan hewan.

b. Penokohan

Menurut Yustinah, (2018:91) penokohan adalah gambaran tentang sifat atau


64

watak yang dimiliki oleh tokoh-tokoh cerita tersebut. Tokoh adalah nama tokoh

atau pelaku dalam hikayat (ada tokoh antagonis, protagonis.tritagonis).

Perwatakan adalah watak atau sifat atau karakteristik para tokoh (secara fisik

maupun kejiwaan).

Menurut sifatnya penokohan dibagi tiga yaitu :

1. Tokoh utama (umumnya protagonis) adalah tokoh yang menjadi sentral pada

cerita. Tokoh ini berperan pada sebagian besar rangkaian cerita, mulai dari

awal sampai akhir cerita. Pada umumnya, tokoh utama ditampilkan sebagai

tokoh tokoh yang memiliki sifat baik. Tetapi tidak jarang ditemukan tokoh

utama diceritakan lucu, unik atau jahat sekalipun.

2. Tokoh lawan (umumnya antagonis). antagonis secara pengertian merupakan

tokoh yang selalu berlawanan dengan tokoh protagonis. Pada umunya, tokoh

antagonis ditampilkan sebagai tokoh ”hitam”, yaitu tokoh yang bersifat jahat.

3. Tokoh pendamping (tritagonis). Tritagonis merupakan tokoh pendukung.

Menurut cara menampilkan wataknya penokohan dibagi dua yaitu :

1. Secara langsung yaitu watak tokoh bisa dikenali pembaca karena telah

dijelaskan oleh pengarang

2. Secara tidak langsung yaitu watak tokoh bisa dikenali pembaca dengan

membuat kesimpulan sendiri dari dialog, latar suasana, tingkah laku,

penampilan, lingkungan hidup, dan pelaku lain.

c. Setting atau latar

Menurut Yustinah, (2018:90) Latar cerita adalah gambaran tentang

bagaimana suasana, tempat, dan waktu saat terjadinya suatu peristiwa.


65

1. Latar Tempat : dimana insiden itu terjadi, sebagai contoh latar tempat cerita

adalah di kerajaan, di desa, di hutan, di pantai, di kahyangan.

2. Latar Waktu : Kapan insiden itu terjadi, sebagai contoh latar waktu cerita

adalah pagi hari, pada jaman dahulu kala, malam hari, tahun sekian, saat

matahari terbenam.

3. Latar Suasana : Bagaimana keadaan waktu insiden itu terjadi, Sebagai contoh

latar suasana adalah rakyat hidup damai dan sejahtera, masyarakat hidup

dalam ketakutan karena raja yang kejam, hutan menjadi ramai setelah

purbasari hidup disana.

d. Alur

Menurut Yustinah, (2018:93) Alur merupakan runtutan kejadian pada

sebuah cerita rakyat. Biasanya cerita rakyat meliputi lima rangkaian peristiwa

yaitu saat pengenalan (pembukaan), saat pengembangan, saat pertentangan

(konflik), saat peleraian (rekonsiliasi), dan tahap terakhir adalah saat

penyelesaian. Secara umum alur dibagi menjadi tiga jenis yaitu:

1. Alur maju atau lurus atau progresif adalah peristiwa diceritakan secara urut

dari awal hingga akhir.

2. Alur mundur atau flashback atau regresif adalah cerita yang dimulai simpulan

atau tengah (konflik) kemudian dicari sebab-sebabnya.

3. Alur campuran maju mundur adalah cerita yang menggunakan dua alur

(novel/roman)

e. Sudut Pandang

Menurut Yustinah, (2018:92) Sudut pandang adalah cara pandang si


66

pengarang ketika menyampaikan suatu jalan cerita. Sudut pandang merupakan

bagaimana cara penulis menempatkan dirinya dalam sebuah cerita, atau dengan

kata lain dari sudut mana penulis memandang cerita tersebut. Sudut pandangan

memiliki pernanan yang sangat penting terhadap kualitas dari sebuah cerita. Sudut

pandang secara umum dibagi dua yaitu:

1. Sudut pandang orang pertama : penulis berperan sebagai orang pertama yang

bisa menjadi tokoh utama maupun tokoh tambahan pada cerita

2. Sudut pandang orang ketiga : Penulis berada di luar cerita serta tidak terlibat

secara langsung pada cerita. Penulis menjelaskan para tokoh didalam cerita

dengan menyebut nama tokoh atau kata orang ketiga yaitu “dia, mereka”.

f. Majas atau gaya bahasa

Majas atau gaya bahasa adalah suatu kisah tidak terlepas dengan bahasa kias

dan konotasi. Misalnya: metafora, personifikasi, hiperbola, paradoks,

sinestesia,dan sinekdok.

g. Amanat

Amanat adalah pesan yang akan disampaikan oleh pengarang. Bisa melalui

perilaku tokoh-tokohnya, ceritanya, atau lainnya.

2. Unsur Ekstrinsik

Unsur Ekstrinsik merupakan semua faktor luar yang mempengaruhi

penciptaan sebuah tulisan ataupun karya sastra. Bisa dikatakan unsur ekstrinsik

adalah milik subjektif seorang penulis yang berupa agama, budaya, kondisi sosial,

motivasi, yang mendorong sebuah karya sastra tercipta. Unsur-unsur ekstrinsik

pada cerita rakyat biasanya meliputi:


67

1. Budaya serta nilai-nilai yang dianut.

2. Tingkat pendidikan

3. Kondisi sosial di masyarakat

4. Agama dan Keyakinan

5. Kondisi politik, ekonimi, hukum dll.

4. Nilai-nilai yang terkandung dalam Cerita Rakyat

Menurut Yustinah, (2018:87) secara umum nilai-nilai yang terkandung

dalam hikayat adalah.

1. Nilai moral adalah nilai yang berkaitan dengan etika, tanggung jawab,

kewajiban dan lain-lain.

2. Nilai budaya adalah nilai yang berkaitan dengan hal-hal sosial dan budaya di

lingkungan masyarakat.

3. Nilai sosial adalah nilai yang berkaitan dengan kemanusian yaitu tolong

menolong baik dengan manusia lain atau makhluk lain.

4. Nilai religius adalah nilai yang berhubungan dengan ajaran agama.

5. Nilai pendidikan adalah nilai keteladanan yang baik.

6. Nilai politik adalah nilai yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan

bernegara.

7. Nilai estetika adalah nilai yang berkaitan dengan keindahan dalam unsur

intrinsik karya sastra.

5. Langkah-langkah menceritakan kembali Cerita Rakyat

Anda dapat menceritakan kembali hikayat tersebut dengan mengikuti

langkah-langkah berikut.
68

a. Membaca hikayat dengan saksama.

b. Mencatat setiap peristiwa dalam hikayat sesuai urutan waktu terjadinya

peristiwa.

c. Menceritakan kembali hikayat yang telah dibaca berdasarkan

peristiwaperistiwa yang telah dicatat.

6. Langkah-langkah menanggapi isi cerita rakyat yang didengar atau dibaca

Langkah-langkah menanggapi isi cerita rakyat yang didengar atau didenga

yaitu dengan cara menentukan siapa tokohnya, apa yang dilakukan, bagimana ia

melakukan, dengan siapa ia melakukan, dimana ia melakukan, apa hasil dari yang

dilakukan, dan sebagainya. (5 W + 1 H)

2. Materi Remedial

a. Mengidentifikasi pengertian Cerita Rakyat

b. Mengidentifikasi ciri-ciri atau karakteristik cerita rakyat

c. Mengidentifikasi unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik cerita rakyat

d. Mengidentifikasi nilai-nilai dalam cerita rakyat dan isi yang terkandung dalam

cerita rakyat

3. Materi Pengayaan

Peserta didik mencari Cerita Rakyat yang ada di Kalimantan Barat secara

mandiri, kemudian peserta didik diberi tugas untuk mengidentifikasi ciri-ciri atau

karakteristik cerita rakyat, mengidentifikasi unsur-unsur cerita rakyat, dan

mengidentifikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam Cerita Rakyat.

F. Metode Pembelajaran

1. Pendekatan : Scientific Learning


69

2. Model Pembelajaran : Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan)

Discovery Learning Penemuan (Discovery) adalah suatu metode / strategi

yang berpusat pada siswa dimana kelompok-kelompok siswa di hadapkan pada

suatu persoalan untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam suatu

prosedur dan struktur kelompok yang digariskan secara jelas.

Metode penemuan (Discovery) diartikan sebagai prosedur mengajar yang

mementingkan pengajaran, perseorangan, manipulasi obyek dan percobaan,

sebelum sampai kepada generalisasi. Sehingga metode penemuan (Discovery)

merupakan komponen dari praktik pendidikan yang meliputi metode mengajar

yang memajukan cara belajar aktif, berorientasi pada proses, mengarahkan

sendiri, mencari sendiri, dan reflektif (Suryosubroto, 2009:178).

Menurut Hanafiah dan Suhada (2009:77) metode penemuan (Discovery)

merupakan suatu rangkaian kegiatan pembelajaran yang melibatkan seluruh

kemampuan siswa secara maksimal untuk mencari dan menyelidiki secara

sistematis, kritis, dan logis sehingga siswa dapat menemukan sendiri pengetahuan,

sikap, dan keterampilan sebagai wujud adanya perubahan tingkah laku.

Menurut Richard (dalam Suryosubroto, 2009:179) ia mencoba self-learning

pada siswa (belajar sendiri), sehingga situasi belajar mengajar berpindah dari

situasi teacher dominate learning menjadi situasi student dominated learning.

Dengan menggunakan discovery learning, ialah suatu cara mengajar yang

melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat, dengan

diskusi, seminar, membaca sendiri dan mencoba sendiri. Agar anak dapat belajar

sendiri.
70

Discovery adalah proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan

sesuatu konsep atau prinsip. Yang dimaksudkan dengan proses mental tersebut

antara lain ialah: mengamati, mencerna, mengerti, menggolong-golongkan,

membuat dugaan, menjelaskan mengukur, membuat kesimpulan dan sebagainya.

Suatu konsep misalnya: segi tiga, pans, demokrasi dan sebagainya, sedang yang

dimaksud dengan prisnsip antara lain ialah: logam apabila dipanaskan akan

mengembang. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau

mengalami proses mental itu sendiri, guru hanya membimbing dan memberikan

instruksi.

Dari beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa metode

penemuan (Discovery) adalah suatu metode di mana dalam proses belajar

menbgajar guru memperkenankan siswanya untuk menemukan sendiri,

mengarahkan sendiri, mencari sendiri, menyelidiki sendiri konsep dan prisip dari

pengetahuan, sikap dan keterampilan sehingga menimbulkan perubahan tingkah

laku siswa.

G. Tujuan Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery)

Menurut Moedjiono dan Dimyati (1993: 83) metode pembelajaran

penemuan (Discovery) dalam proses belajar mengajar mempunyai beberapa

tujuan antara lain;

1) Meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam memperoleh dan

memproses perolehan belajar.

2) Mengarahkan para siswa sebagai pelajar seumur hidup.


71

3) Mengurangi ketergantungan kepada guru sebagai satu-satunya sumber

informasi yang diperlukan oleh para siswa.

4) Melatih para siswa mengeksplorasi atau memanfaatkan lingkungannya sebagai

informasi yang tidak akan pernah tuntas di gali.

Adapun tujuan lain dari metode penemuan (Discovery) dalam proses

belajar mengajar menurut Azhar (1993:99) adalah sebagai berikut;

1) Mengembangkan sikap, keterampilan, kepercayaan siswa dalam memutuskan

sesuatu secara tepat dan obyektif.

2) Mengembangkan kemampuan berfikir agar lebih tanggap, cermat dan melatih

daya nalar (kritis, analis dan logis).

3) Membina dan mengembangkan sikap rasa ingin tahu.

4) Menggunakan aspek kognitif, afektif dan psikomotor dalam belajar.

H. Langkah – Langkah Metode Penemuan (Discovery)

Menurut Suryosubroto (2009:184) langkah-langkah pembelajaran pada

metode penenuan (Discovery) menurut Ricard Scuhman adalah sebagai berikut;

1) Identifikasi kebutuhan siswa

2) Seleksi terhadap prinsip, pengertian konsep dan generalisasi yang akan

dipelajari.

3) Seleksi bahan dan problem maupun tugas-tugas.

4) Mempersiapkan setting kelas dan alat-alat yang diperlukan.

5) Memberi kesempatan pada siswa untuk melakukan penemuan.

6) Membantu siswa dengan informasi / data, jika diperlukan oleh siswa.

7) Merangsang terjadinya interaksi antar siswa.


72

8) Membantu siswa merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi atas hasil

penemuannya.

Sedangkan menurut Hanafiah dan Suhada (2009:80) tahapan yang harus

ditempuh dalam melaksanakan metode penemuan (Discovery) yaitu;

1) Perumusan masalah untuk di pecahkan oleh siswa.

2) Menetapkan jawaban sementara atau yang lebih dikenal dengan istilah

hipotesis.

3) Siswa mencari informasi, data, dan faktor yang diperlukan untuk menjawab

permasalahan atau hipotesis.

4) Siswa menarik kesimpulan jawaban atau generalisasi.

5) Mengaplikasikan kesimpulan atau generalisasi dalam situasi yang.

I. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar

1. Media/alat:

a. Media LCD projector,

b. Laptop,

2. Sumber Belajar

a. Buku Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMA Kelas 10 Jakarta:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

b. Buku siswa Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMA Kelas 10 Jakarta:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

c. internet,

d. Sumber lain yang relevan

J. Langkah-langkahPembelajaran
73

Pertemuan Ke-1 ( 4 x 45 menit ) Waktu


Kegiatan Pendahuluan 15

Guru : menit

Orientasi

1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk

memulai pembelajaran

2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin

3. Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali

kegiatan pembelajaran.

Apersepsi

1. Mengaitkan materi /tema/kegiatan pembelajaran yang akan

dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan

materi/tema/kegiatan sebelumnya, yaitu : Isi Anekdot

2. Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.

3. Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran

yang akan dilakukan.

Motivasi

1. Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang

akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

2. Apabila materi / tema / projek ini kerjakan dengan baik dan

sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik

diharapkan dapat menjelaskan tentang materi Nilai-Nilai dan Isi

yang Terkandung dalam Cerita Rakyat (Hikayat)


74

Pertemuan Ke-1 ( 4 x 45 menit ) Waktu


3. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang

berlangsung

4. Mengajukan pertanyaan.

Pemberian Acuan

1. Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada

pertemuan saat itu.

2. Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar,

indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung

3. Pembagian kelompok belajar

4. Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai

dengan langkah-langkah pembelajaran.

Kegiatan Inti 150

Sintak menit

Model Kegiatan Pembelajaran

Pembelajaran
Stimulation KEGIATAN LITERASI

(stimullasi/ Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk

pemberian memusatkan perhatian pada topik materi Nilai-

rangsangan) Nilai dan Isi yang Terkandung dalam Cerita Rakyat

(Hikayat)

dengan cara :

1. Melihat (tanpa atau dengan alat)


75

Pertemuan Ke-1 ( 4 x 45 menit ) Waktu


Menayangkan gambar/foto/video tentang

materi Nilai-Nilai dan Isi yang Terkandung dalam

Cerita Rakyat (Hikayat)

“Apa yang kalian pikirkan tentang foto/gambar

tersebut?”

2. Mengamati

a. Lembar kerja materi karakteristik dan isi

hikayat

b. Pemberian contoh-contoh materi karakteristik

dan isi hikayat untuk dapat dikembangkan

peserta didik, dari media interaktif, dsb

3. Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan

pembelajaran berlangsung), membaca materi

karakteristik dan isi hikayat dari buku paket atau

buku-buku penunjang lain, dari internet/materi

yang berhubungan dengan lingkungan

4. Mendengar

pemberian materi karakteristik dan isi hikayat

oleh guru

5. Menyimak,

Penjelasan pengantar kegiatan secara garis


76

Pertemuan Ke-1 ( 4 x 45 menit ) Waktu


besar/global tentang materi pelajaran mengenai

materi karakteristik dan isi hikayat, untuk

melatih kesungguhan, ketelitian, mencari

informasi.

6. Menulis

Peserta didik menulis resume tentang apa yang

telah dibaca, diamati dan didengarkan sebagai

pembiasaan dalam membaca dan menulis

(Literasi)

Problem CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)

statemen Guru memberikan kesempatan pada peserta didik

(pertanyaan/ untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin

identifikasi pertanyaan yang berkaitan dengan gambar yang

masalah) disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar,

contohnya :

1. Mengajukan pertanyaan tentang materi Nilai-

Nilai dan Isi yang Terkandung dalam Cerita

Rakyat (Hikayat) yang tidak dipahami dari apa

yang diamati atau pertanyaan untuk

mendapatkan informasi tambahan tentang apa

yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual


77

Pertemuan Ke-1 ( 4 x 45 menit ) Waktu


sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik)

untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin

tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan

untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk

hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.

Misalnya :

a. Apa yang dimaksud dengan hikayat?

b. Terdiri dari apakah isi hikayat tersebut?

c. Seperti apakah karakteristik hikayat tersebut?

d. Apa fungsi hikayat?

e. Bagaimanakah materi Nilai-Nilai dan Isi yang

Terkandung dalam Cerita Rakyat (Hikayat)

itu berperan dalam kehidupan sehari-hari dan

karir masa depan peserta didik?

Data KEGIATAN LITERASI

collection Peserta didik mengumpulkan informasi yang

(pengumpulan relevan untuk menjawab pertanyan yang telah

data) diidentifikasi melalui kegiatan:

1. Mengamati obyek/kejadian,

Mengamati dengan seksama materi karakteristik

dan isi hikayat yang sedang dipelajari dalam


78

Pertemuan Ke-1 ( 4 x 45 menit ) Waktu


bentuk gambar/video/slide presentasi yang

disajikan dan mencoba menginterprestasikannya

2. Membaca sumber lain selain buku teks,

Mencari dan membaca berbagai referensi dari

berbagai sumber guna menambah pengetahuan

dan pemahaman tentang materi karakteristik

dan isi hikayat yang sedang dipelajari

3. Aktivitas

Menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang

belum dapat dipahami dari kegiatan mengmati

dan membaca yang akan diajukan kepada guru

berkaitan dengan materi karakteristik dan isi

hikayat yang sedang dipelajari

4. Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber

Mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan

materi karakteristik dan isi hikayat yang tekah

disusun dalam daftar pertanyaan kepada guru

COLLABORATION (KERJASAMA)

Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok

untuk:
79

Pertemuan Ke-1 ( 4 x 45 menit ) Waktu


1. Mendiskusikan

Peserta didik dan guru secara bersama-sama

membahas contoh dalam buku paket mengenai

materi Nilai-Nilai dan Isi yang Terkandung dalam

Cerita Rakyat (Hikayat)

2. Mengumpulkan informasi

Mencatat semua informasi tentang materi Nilai-

Nilai dan Isi yang Terkandung dalam Cerita

Rakyat (Hikayat) yang telah diperoleh pada

buku catatan dengan tulisan yang rapi dan

menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan

benar

3. Mempresentasikan ulang

Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan

atau mempresentasikan materi Nilai-Nilai dan

Isi yang Terkandung dalam Cerita Rakyat

(Hikayat) sesuai dengan pemahamannya

4. Saling tukar informasi tentang materi Nilai-

Nilai dan Isi yang Terkandung dalam Cerita

Rakyat (Hikayat) dengan ditanggapi aktif oleh

peserta didik dari kelompok lainnya sehingga


80

Pertemuan Ke-1 ( 4 x 45 menit ) Waktu


diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat

dijadikan sebagai bahan diskusi kelompok

kemudian, dengan menggunakan metode ilmiah

yang terdapat pada buku pegangan peserta didik

atau pada lembar kerja yang disediakan dengan

cermat untuk mengembangkan sikap teliti, jujur,

sopan, menghargai pendapat orang lain,

kemampuan berkomunikasi, menerapkan

kemampuan mengumpulkan informasi melalui

berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan

kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.

Data COLLABORATION (KERJASAMA) dan CRITICAL

processing THINKING (BERPIKIR KRITIK)

(pengolahan Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi

Data) mengolah data hasil pengamatan dengan cara :

1. Berdiskusi tentang data dari materi Nilai-Nilai

dan Isi yang Terkandung dalam Cerita Rakyat

(Hikayat) yang sudah dikumpulkan / terangkum

dalam kegiatan sebelumnya.

2. Mengolah informasi dari materi Nilai-Nilai dan

Isi yang Terkandung dalam Cerita Rakyat


81

Pertemuan Ke-1 ( 4 x 45 menit ) Waktu


(Hikayat) yang sudah dikumpulkan dari hasil

kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil

dari kegiatan mengamati dan kegiatan

mengumpulkan informasi yang sedang

berlangsung dengan bantuan pertanyaan-

pertanyaan pada lembar kerja.

3. Peserta didik mengerjakan beberapa soal

mengenai materi Nilai-Nilai dan Isi yang

Terkandung dalam Cerita Rakyat (Hikayat).

Verification CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)

(pembuktian) Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatannya

dan memverifikasi hasil pengamatannya dengan

data-data atau teori pada buku sumber melalui

kegiatan:

1. Menambah keluasan dan kedalaman sampai

kepada pengolahan informasi yang bersifat

mencari solusi dari berbagai sumber yang

memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada

yang bertentangan untuk mengembangkan sikap

jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras,

kemampuan menerapkan prosedur dan


82

Pertemuan Ke-1 ( 4 x 45 menit ) Waktu


kemampuan berpikir induktif serta deduktif

dalam membuktikan tentang materi : Nilai-Nilai

dan Isi yang Terkandung dalam Cerita Rakyat

(Hikayat), antara lain dengan: Peserta didik dan

guru secara bersama-sama membahas jawaban

soal-soal yang telah dikerjakan oleh peserta

didik.

Generalizatio COMMUNICATION (BERKOMUNIKASI)

(menarik Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan

kesimpulan) 1. Menyampaikan hasil diskusi tentang materi

Nilai-Nilai dan Isi yang Terkandung dalam Cerita

Rakyat (Hikayat) berupa kesimpulan

berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis,

atau media lainnya untuk mengembangkan sikap

jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir

sistematis, mengungkapkan pendapat dengan

sopan

2. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara

klasikal tentang mteri: Nilai-Nilai dan Isi yang

Terkandung dalam Cerita Rakyat (Hikayat)

3. Mengemukakan pendapat atas presentasi yang


83

Pertemuan Ke-1 ( 4 x 45 menit ) Waktu


dilakukan tentanag materi Nilai-Nilai dan Isi yang

Terkandung dalam Cerita Rakyat (Hikayat) dan

ditanggapi oleh kelompok yang

mempresentasikan

4. Bertanya atas presentasi tentang materi Nilai-

Nilai dan Isi yang Terkandung dalam Cerita

Rakyat (Hikayat) yang dilakukan dan peserta

didik lain diberi kesempatan untuk

menjawabnya.

CREATIVITY (KREATIVITAS)

1. Menyimpulkan tentang point-point penting yang

muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru

dilakukan berupa : Laporan hasil pengamatan

secara tertulis tentang Nilai-Nilai dan Isi yang

Terkandung dalam Cerita Rakyat (Hikayat)

Menjawab pertanyaan tentang karakteristik dan

isi hikayat yang terdapat pada buku pegangan

peserta didik atau lembar kerja yang telah

disediakan.

2. Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau


84

Pertemuan Ke-1 ( 4 x 45 menit ) Waktu


guru melemparkan beberapa pertanyaan kepada

siswa berkaitan dengan materi Nilai-Nilai dan Isi

yang Terkandung dalam Cerita Rakyat (Hikayat)

yang akan selesai dipelajari

3. Menyelesaikan uji kompetensi untuk materi

Nilai-Nilai dan Isi yang Terkandung dalam Cerita

Rakyat (Hikayat) yang terdapat pada buku

pegangan peserta didik atau pada lembar lerja

yang telah disediakan secara individu untuk

mengecek penguasaan siswa terhadap materi

pelajaran

Catatan :

Selama pembelajaran Nilai-Nilai dan Isi yang Terkandung dalam

Cerita Rakyat (Hikayat) berlangsung, guru mengamati sikap siswa

dalam pembelajaran yang meliputi sikap: nasionalisme, disiplin,

rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah

tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan


Kegiatan Penutup 15

Peserta didik : menit

1. Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting

yang muncul dalam kegiatan pembelajaran Nilai-Nilai dan Isi yang

Terkandung dalam Cerita Rakyat (Hikayat) yang baru dilakukan.


85

Pertemuan Ke-1 ( 4 x 45 menit ) Waktu


2. Mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran Nilai-Nilai

dan Isi yang Terkandung dalam Cerita Rakyat (Hikayat) yang baru

diselesaikan.

3. Mengagendakan materi atau tugas projek /produk /portofolio /unjuk

kerja yang harus mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam

sekolah atau dirumah.

Guru :

1. Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk

materi pelajaran Nilai-Nilai dan Isi yang Terkandung dalam Cerita

Rakyat (Hikayat).

2. Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas projek /produk

/portofolio /unjuk kerja dengan benar diberi paraf serta diberi nomor

urut peringkat, untuk penilaian tugas projek /produk /portofolio

/unjuk kerja pada materi pelajaran Nilai-Nilai dan Isi yang

Terkandung dalam Cerita Rakyat (Hikayat)

3. Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran Nilai-Nilai dan Isi

yang Terkandung dalam Cerita Rakyat (Hikayat) kepada kelompok

yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik

Pertemuan Ke-2 ( 4 x 45 menit ) Waktu


Kegiatan Pendahuluan 15

Guru : menit

Orientasi

1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk


86

memulai pembelajaran

2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin

3. Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan

pembelajaran.

Apersepsi

1. Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan

dengan pengalaman peserta didik dengan

materi/tema/kegiatansebelumnya, yaitu: Nilai-Nilai dan Isi yang

Terkandung dalam Cerita Rakyat (Hikayat)

2. Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.

3. Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran

yang akan dilakukan.

Motivasi

1. Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang

akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

2. Apabila materi / tema / projek ini kerjakan dengan baik dan

sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik

diharapkan dapat menjelaskan tentang materi Nilai-nilai dalam

hikayat (moral, sosial, agama, budaya, dan penddikan)

3. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang

berlangsung

4. Mengajukan pertanyaan.

Pemberian Acuan
87

1. Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada

pertemuan saat itu.

2. Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar,

indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung

3. Pembagian kelompok belajar

4. Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai

dengan langkah-langkah pembelajaran.

Kegiatan Inti 150

Sintak menit

Model Kegiatan Pembelajaran

Pembelajaran
Stimulation KEGIATAN LITERASI

(stimullasi/ Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk

pemberian memusatkan perhatian pada topik materi Nilai-

rangsangan) nilai dalam hikayat (moral, sosial, agama, budaya,

dan penddikan) dengan cara :

1. Melihat (tanpa atau dengan alat)

Menayangkan gambar/foto/video tentang

materi Nilai-nilai dalam hikayat (moral, sosial,

agama, budaya, dan penddikan)

“Apa yang kalian pikirkan tentang foto/gambar


88

tersebut?”

2. Mengamati

a. lembar kerja materi Nilai-nilai dalam hikayat

(moral, sosial, agama, budaya, dan

penddikan)

b. pemberian contoh-contoh materi Nilai-nilai

dalam hikayat (moral, sosial, agama, budaya,

dan penddikan) untuk dapat dikembangkan

peserta didik, dari media interaktif, dsb

3. Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan

pembelajaran berlangsung), membaca materi

Nilai-nilai dalam hikayat (moral, sosial, agama,

budaya, dan penddikan) dari buku paket atau

buku-buku penunjang lain, dari internet/materi

yang berhubungan dengan lingkungan

4. Mendengar

Pemberian materi Nilai-nilai dalam hikayat

(moral, sosial, agama, budaya, dan penddikan)

oleh guru

5. Menyimak,

penjelasan pengantar kegiatan secara garis

besar/global tentang materi pelajaran mengenai


89

materi Nilai-nilai dalam hikayat (moral, sosial,

agama, budaya, dan penddikan) , untuk melatih

kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.

6. Menulis

Peserta didik menulis resume tentang apa yang

telah dibaca, diamati dan didengarkan sebagai

pembiasaan dalam membaca dan menulis

(Literasi)

Problem CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)

statemen Guru memberikan kesempatan pada peserta didik

(pertanyaan/ untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin

identifikasi pertanyaan yang berkaitan dengan gambar yang

masalah) disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar,

contohnya :

1. Mengajukan pertanyaan tentang materi Nilai-

nilai dalam hikayat (moral, sosial, agama,

budaya, dan penddikan) yang tidak dipahami

dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk

mendapatkan informasi tambahan tentang apa

yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual

sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik)


90

untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin

tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan

untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk

hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.

Misalnya :

a. Apa yang dimaksud dengan Nilai-nilai dalam

hikayat?

b. Terdiri dari apakah Nilai-nilai dalam hikayat

tersebut?

c. Seperti apakah Nilai-nilai dalam hikayat

tersebut?

d. Apa fungsi Nilai-nilai dalam hikayat ?

e. Bagaimanakah materi Nilai-nilai dalam

hikayat (moral, sosial, agama, budaya, dan

penddikan) itu berperan dalam kehidupan

sehari-hari dan karir masa depan peserta

didik?

Data KEGIATAN LITERASI

collection Peserta didik mengumpulkan informasi yang

(pengumpulan relevan untuk menjawab pertanyan yang telah

data) diidentifikasi melalui kegiatan:


91

1. Mengamati obyek/kejadian,

Mengamati dengan seksama materi Nilai-nilai

dalam hikayat (moral, sosial, agama, budaya,

dan penddikan) yang sedang dipelajari dalam

bentuk gambar/video/slide presentasi yang

disajikan dan mencoba

menginterprestasikannya

2. Membaca sumber lain selain buku teks,

Mencari dan membaca berbagai referensi dari

berbagai sumber guna menambah pengetahuan

dan pemahaman tentang materi Nilai-nilai

dalam hikayat (moral, sosial, agama, budaya,

dan penddikan) yang sedang dipelajari

3. Aktivitas

Menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang

belum dapat dipahami dari kegiatan mengmati

dan membaca yang akan diajukan kepada guru

berkaitan dengan materi Nilai-nilai dalam

hikayat (moral, sosial, agama, budaya, dan

penddikan) yang sedang dipelajari

4. Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber

Mengajukan Pertanyaan Berkaiatan Dengan


92

Materi Nilai-Nilai Dalam Hikayat (Moral, Sosial,

Agama, Budaya, Dan Penddikan) Yang Tekah

Disusun Dalam Daftar Pertanyaan Kepada Guru

COLLABORATION (KERJASAMA)

Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok

untuk:

1. Mendiskusikan

Peserta didik dan guru secara bersama-sama

membahas contoh dalam buku paket mengenai

materi Nilai-nilai dalam hikayat (moral, sosial,

agama, budaya, dan penddikan)

2. Mengumpulkan informasi

Mencatat semua informasi tentang materi Nilai-

nilai dalam hikayat (moral, sosial, agama,

budaya, dan penddikan) yang telah diperoleh

pada buku catatan dengan tulisan yang rapi dan

menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan

benar

3. Mempresentasikan ulang

Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan

atau mempresentasikan materi Nilai-nilai


93

dalam hikayat (moral, sosial, agama, budaya,

dan penddikan) sesuai dengan pemahamannya

4. Saling tukar informasi tentang materi Nilai-

nilai dalam hikayat (moral, sosial, agama,

budaya, dan penddikan) dengan ditanggapi aktif

oleh peserta didik dari kelompok lainnya

sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru

yang dapat dijadikan sebagai bahan diskusi

kelompok kemudian, dengan menggunakan

metode ilmiah yang terdapat pada buku

pegangan peserta didik atau pada lembar kerja

yang disediakan dengan cermat untuk

mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan,

menghargai pendapat orang lain, kemampuan

berkomunikasi, menerapkan kemampuan

mengumpulkan informasi melalui berbagai cara

yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan

belajar dan belajar sepanjang hayat.

Data COLLABORATION (KERJASAMA) dan CRITICAL

processing THINKING (BERPIKIR KRITIK)

(pengolahan Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi


94

Data) mengolah data hasil pengamatan dengan cara :

1. Berdiskusi tentang data dari materi Nilai-nilai

dalam hikayat (moral, sosial, agama, budaya,

dan penddikan) yang sudah dikumpulkan /

terangkum dalam kegiatan sebelumnya.

2. Mengolah informasi dari materi Nilai-nilai dalam

hikayat (moral, sosial, agama, budaya, dan

penddikan) yang sudah dikumpulkan dari hasil

kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil

dari kegiatan mengamati dan kegiatan

mengumpulkan informasi yang sedang

berlangsung dengan bantuan pertanyaan-

pertanyaan pada lembar kerja.

3. Peserta didik mengerjakan beberapa soal

mengenai materi Nilai-nilai dalam hikayat

(moral, sosial, agama, budaya, dan penddikan)

Verification CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)

(pembuktian) Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatannya

dan memverifikasi hasil pengamatannya dengan

data-data atau teori pada buku sumber melalui

kegiatan :
95

1. Menambah keluasan dan kedalaman sampai

kepada pengolahan informasi yang bersifat

mencari solusi dari berbagai sumber yang

memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada

yang bertentangan untuk mengembangkan sikap

jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras,

kemampuan menerapkan prosedur dan

kemampuan berpikir induktif serta deduktif

dalam membuktikan tentang materi : Nilai-nilai

dalam hikayat (moral, sosial, agama, budaya,

dan penddikan), antara lain dengan: Peserta

didik dan guru secara bersama-sama membahas

jawaban soal-soal yang telah dikerjakan oleh

peserta didik.

Generalizatio COMMUNICATION (BERKOMUNIKASI)

(menarik Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan

kesimpulan) 1. Menyampaikan hasil diskusi tentang materi

Nilai-nilai dalam hikayat (moral, sosial, agama,

budaya, dan penddikan) berupa kesimpulan

berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis,

atau media lainnya untuk mengembangkan sikap


96

jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir

sistematis, mengungkapkan pendapat dengan

sopan

2. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara

klasikal tentang mteri : Nilai-nilai dalam hikayat

(moral, sosial, agama, budaya, dan penddikan)

3. Mengemukakan pendapat atas presentasi yang

dilakukan tentanag materi Nilai-nilai dalam

hikayat (moral, sosial, agama, budaya, dan

penddikan) dan ditanggapi oleh kelompok yang

mempresentasikan

4. Bertanya atas presentasi tentang materi Nilai-

nilai dalam hikayat (moral, sosial, agama,

budaya, dan penddikan) yang dilakukan dan

peserta didik lain diberi kesempatan untuk

menjawabnya.

CREATIVITY (KREATIVITAS)

1. Menyimpulkan tentang point-point penting yang

muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru

dilakukan berupa : Laporan hasil pengamatan

secara tertulis tentang Nilai-nilai dalam hikayat


97

(moral, sosial, agama, budaya, dan penddikan)

2. Menjawab pertanyaan tentang Nilai-nilai dalam

hikayat (moral, sosial, agama, budaya, dan

penddikan) yang terdapat pada buku pegangan

peserta didik atau lembar kerja yang telah

disediakan.

3. Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau

guru melemparkan beberapa pertanyaan

kepada siswa berkaitan dengan materi Nilai-nilai

dalam hikayat (moral, sosial, agama, budaya,

dan penddikan) yang akan selesai dipelajari

4. Menyelesaikan uji kompetensi untuk materi

Nilai-nilai dalam hikayat (moral, sosial, agama,

budaya, dan penddikan) yang terdapat pada

buku pegangan peserta didik atau pada lembar

lerja yang telah disediakan secara individu untuk

mengecek penguasaan siswa terhadap materi

pelajaran

Catatan :

Selama pembelajaran Nilai-nilai dalam hikayat (moral, sosial, agama,

budaya, dan penddikan) berlangsung, guru mengamati sikap siswa

dalam pembelajaran yang meliputi sikap: nasionalisme, disiplin,


98

rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah

tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan


Kegiatan Penutup 15

Peserta didik : menit

1. Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting

yang muncul dalam kegiatan pembelajaran Nilai-nilai dalam hikayat

(moral, sosial, agama, budaya, dan penddikan) yang baru dilakukan.

2. Mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran Nilai-nilai

dalam hikayat (moral, sosial, agama, budaya, dan penddikan) yang

baru diselesaikan.

3. Mengagendakan materi atau tugas projek /produk /portofolio /unjuk

kerja yang harus mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam

sekolah atau dirumah.

Guru :

1. Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk

materi pelajaran Nilai-nilai dalam hikayat (moral, sosial, agama,

budaya, dan penddikan) .

2. Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas projek /produk

/portofolio /unjuk kerja dengan benar diberi paraf serta diberi nomor

urut peringkat, untuk penilaian tugas projek /produk /portofolio

/unjuk kerja pada materi pelajaran Nilai-nilai dalam hikayat (moral,

sosial, agama, budaya, dan penddikan)

3. Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran Nilai-nilai dalam

hikayat (moral, sosial, agama, budaya, dan penddikan) kepada


99

kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik

K. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

1. Teknik Penilaian

a. Sikap

1) Penilaian Observasi

Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik

sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum.

Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian

sikap

Aspek Perilaku yang Jumlah Skor Kode


No Nama Siswa
Dinilai Skor Sikap Nilai
BS JJ TJ DS
1 Aaaa 75 75 50 75 275 68,75 C
2 ... ... ... ... ... ... ...
Keterangan :

a. BS : Bekerja Sama

b. JJ : Jujur

c. TJ : Tanggun Jawab

d. DS : Disiplin

Catatan :

1. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:

100 = Sangat Baik

75 = Baik

50 = Cukup
100

25 = Kurang

2. Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x

4 = 400

3. Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 275 : 4 = 68,75

4. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)

50,01 – 75,00 = Baik (B)

25,01 – 50,00 = Cukup (C)

00,00 – 25,00 = Kurang (K)

2) Penilaian Diri

Seiring dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru kepada peserta didik,

maka peserta didik diberikan kesempatan untuk menilai kemampuan dirinya

sendiri. Namun agar penilaian tetap bersifat objektif, maka guru hendaknya

menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari penilaian diri ini, menentukan

kompetensi yang akan dinilai, kemudian menentukan kriteria penilaian yang

akan digunakan, dan merumuskan format penilaiannya Jadi, singkatnya format

penilaiannya disiapkan oleh guru terlebih dahulu. Berikut Contoh format

penilaian:

Jumlah Skor Kode


No Pernyataan Ya Tidak
Skor Sikap Nilai
1 Selama diskusi, saya ikut 50 250 62,50 C

serta mengusulkan
101

Jumlah Skor Kode


No Pernyataan Ya Tidak
Skor Sikap Nilai
ide/gagasan.
Ketika kami berdiskusi, setiap

2 anggota mendapatkan 50

kesempatan untuk berbicara.


Saya ikut serta dalam

3 membuat kesimpulan hasil 50

diskusi kelompok.
4 ... 100

Catatan :

1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50

2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 4 x 100 =

400

3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (250 : 400) x

100 = 62,50

4. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)

50,01 – 75,00 = Baik (B)

25,01 – 50,00 = Cukup (C)

00,00 – 25,00 = Kurang (K)

3) Penilaian Teman Sebaya

Penilaian ini dilakukan dengan meminta peserta didik untuk menilai temannya

sendiri. Sama halnya dengan penilaian hendaknya guru telah menjelaskan


102

maksud dan tujuan penilaian, membuat kriteria penilaian, dan juga menentukan

format penilaiannya. Berikut Contoh format penilaian teman sebaya:

Nama yang diamati : ...

Pengamat : ...

Jumlah Skor Kode


No Pernyataan Ya Tidak
Skor Sikap Nilai
Mau menerima pendapat
1 100
teman.
Memberikan solusi terhadap
2 100
permasalahan.
Memaksakan pendapat 450 90,00 SB

3 sendiri kepada anggota 100

kelompok.
4 Marah saat diberi kritik. 100
5 ... 50

Catatan :

1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50 untuk pernyataan yang positif,

sedangkan untuk pernyataan yang negatif, Ya = 50 dan Tidak = 100

2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 5 x 100 =

500

3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (450 : 500) x

100 = 90,00

4. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)

50,01 – 75,00 = Baik (B)


103

25,01 – 50,00 = Cukup (C)

00,00 – 25,00 = Kurang (K)

b. Pengetahuan

1) Tertulis Pilihan Ganda

Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut!

1. Maka baginda pun bimbanglah, tida tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri

karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari

muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu

dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari

buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.

(Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik). Nilai yang terkandung pada

penggalan hikayat di atas yaitu...

A. Nilai moral C. Nilai budaya E. Nilai sosial

B. Nilai agama D. Nilai pendidikan

2. Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari

gendang itu. (Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian).

Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...

A. Kemustahilan C. Anonim E. Bahasa

B. Kesaktian D. Istana sentris

3. Salah satu tujuan kita membaca hikayat

A. Cinta, Menghibur

B. Sesat, Cinta

C. Menghibur, Memotivasi
104

D. Merengek, Menyesatkan

E. Menghibur, Media sesat

4. Bahasa yang digunakan dalam hikayat adalah...

A. Bahasa Indonesia C. Bahasa Melayu E. Bahasa

Inggris

B. Bahasa Mandarin D. Bahasa Arab

Bacalah penggalan hikayat “Bunga Kemuning” berikut!

5. Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu, sehingga anak

sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Putri-putri Raja menjadi manja dan nakal.

Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau

membantu ayah mereka.

(Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian)

Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...

A. Nilai moral

B. Nilai agama

C. Nilai budaya

D. Nilai pendidikan

E. Nilai sosial

Cermatilah teks berikut untuk menjawab soal no 35 dan 36.

Abu Nawas: “ Sekiranya Baginda berkehendak agar supaya hamba

memindahkan kerajaan Tuanku ke puncak bukit itu, maka satu permintaan

hamba. Perintahkanlah para prajurit Tuanku untuk meletakkan kerajaan

Tuanku ke pundak hamba dan akan kupindahkan segera ke sana di terik ini
105

pula.

6. Latar waktu yang mendasari peristiwa tersebut adalah...

A. Dini hari C. Siang hari E. Malam hari

B. Pagi hari D. Sore hari

7. Berdasarkan isinya, Abu Nawas memiliki sifat...

A. Cerdik C. Tegas E. Tuntas

B. Pandai D. Licik

8. Perhatikan penggalan novel berikut.

Bahwa Mak Sainah memilih tetap mendiami rumah sederhananya di

kampung yang bertetangga dengan kampung tempat di mana Masdudin

dan keluarganya tinggal. Bahwa Mak Sainah, setelah suaminya wafat

belasan tahun lalu, memilih menghidupi dirinya dengan berjualan kue

gemblong buatannya sendiri. Dengan begitulah dia bertahan hidup

tanpa harus merepotkan anak-anak dan cucu-cucunya.

Watak tokoh Mak Sainah adalah...

A. Sabar B. Tabah C. Teguh pendirian

D. Mandiri E. Pekerja keras

9. Berikut ini adalah ciri-ciri hikayat, kecuali...

A. Anonim C. Logis E. Istanasentris

B. Khayal D. Lisan

10. Karya sastra berbentuk prosa, dalam bentuk dongeng disebut.

A. Hikayat C. Negosiasi E. Wawancara


106

B. Anekdot D. Debat

Kunci Jawaban:

1. C

2. A

3. C

4. C

5. A

6. C

7. E

8. C

9. C

10. A

2) Penugasan

Tugas Rumah

Guru menyuruh siswa untuk mengevaluasi diri sendiri dan

mengomunikasikan pemahaman tentang materi hal ini dilakukan demi

menciptakan komunikasi dua arah yang aktif.

a. Peserta didik menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku peserta didik

b. Peserta didik meminta tanda tangan orangtua sebagai bukti bahwa mereka

telah mengerjakan tugas rumah dengan baik


107

Nama:
Kelas :
No Jenis/Uraian Kegiatan Pemahaman Siswa
Mendeskripsikan nilai-nilai dan

1 isi yang terkandung dalam cerita

rakyat (hikayat).
Membandingkan nilai-nilai
2
kebahasaan cerita rakyat
Menceritakan kembali isi cerita
3
rakyat (hikayat) yang dibacakan.
Mengembangkan cerita rakyat

(hikayat) dengan memerhatikan


4
isi dan nilai-nilai yang

terkandung.
Komentar Guru:

Nama Siswa Guru Mapel Wali Kelas Orang Tua

c. Keterampilan

1) Penilaian Unjuk Kerja

Contoh instrumen penilaian unjuk kerja dapat dilihat pada instrumen penilaian

ujian keterampilan berbicara sebagai berikut:

a) Instrumen Penilaian
108

Kurang Tidak
Sangat Baik Baik
No Aspek yang Dinilai Baik Baik
(100) (75)
(50) (25)
Kesesuaian respon dengan
1
pertanyaan
2 Keserasian pemilihan kata
Kesesuaian penggunaan
3
tata bahasa
4 Pelafalan

Kriteria penilaian (skor)

100 = Sangat Baik

75 = Baik

50 = Kurang Baik

25 = Tidak Baik

Cara mencari nilai (N) = Jumalah skor yang diperoleh siswa dibagi jumlah

skor maksimal dikali skor ideal (100)

b) Instrumen Penilaian Diskusi

2
No Aspek yang Dinilai 100 75 50
5
1 Penguasaan materi diskusi
2 Kemampuan menjawab pertanyaan
3 Kemampuan mengolah kata
4 Kemampuan menyelesaikan masalah

Keterangan :

100 = Sangat Baik


109

75 = Baik

50 = Kurang Baik

25 = Tidak Baik

2) Penilaian Portofolio

Kumpulan semua tugas yang sudah dikerjakan peserta didik, seperti catatan,

PR, dll

a) Instrumen Penilain

No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25


1
2
3
4
2. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

a. Remedial

1) Sebutkan 8 ciri-ciri hikayat?

2) Sebutkan dan jelaskan 4 nilai yang terkandung dalam hikayat?

3) Sebutkan dan jelaskan 4 unsur intrinsik dalam hikayat?

4) Sebutkan 2 unsur ekstrinsik yang terdapat dalam hikayat?

5) Sebutkan 2 langkah dalam menceritakan kembali teks hikayat?

No Kunci Jawaban
1 1. Istana sentris, yaitu menceritakan wacana kerajaan, raja, dan

keluarganya, serta hulubalang, perdana menteri.

2. Bersifat pralogis, yaitu mempunyai logika tersendiri yang tidak

sama dengan logika umum.

3. Anonim, yaitu tidak diketahui nama pengarang sehingga kisah itu


110

milik bersama (komunal).

4. Tema dominan dalam hikayat adalah petualangan. Biasanya, di

akhir kisah, tokoh utamanya berhasil menjadi raja atau orang

yang mulia.

5. Kesaktian tokoh/ kemustahilan, yaitu tokoh dengan tiba-tiba bisa

melaksanakan sesuatu yang mungkin sangat mustahil.

6. Disebarluaskan secara verbal artinya berkembang di masyarakat

disampaikan secara verbal lantaran pada waktu itu belum banyak

yang mengenal bahasa tulis.

7. Fantasi dan statis yaitu ceritanya berlebih-lebihan dan tidak

mengalami perubahan

8. Menggunakan bahasa klise dan melayu klasik (susah dipahami)


1. Nilai moral adalah nilai yang berkaitan dengan etika, tanggung

jawab, kewajiban dan lain-lain.

2. Nilai budaya adalah nilai yang berkaitan dengan hal-hal sosial dan

budaya di lingkungan masyarakat.


2
3. Nilai sosial adalah nilai yang berkaitan dengan kemanusian yaitu

tolong menolong baik dengan manusia lain atau makhluk lain.

4. Nilai religius adalah nilai yang berhubungan dengan ajaran agama.

3 1. Tema

Menurut Yustinah, (2018:89) Tema merupakan inti persoalan yang

menjadi dasar dalam sebuah cerita. Oleh karenanya, agar bisa


111

mendapatkan tema dalam sebuah cerita, pembaca tentunya harus

membaca cerita tersebut hingga selesai. Tema pada cerita rakyat

akan dikaitkan dengan pengalaman kehidupan. Biasanya tema

cerita rakyat mengandung elemen alam, kejadian sejarah,

kesaktian, dewa, misteri, dan hewan.

2. Penokohan

Menurut Yustinah, (2018:91) penokohan adalah gambaran

tentang sifat atau watak yang dimiliki oleh tokoh-tokoh cerita

tersebut. Tokoh adalah nama tokoh atau pelaku dalam hikayat

(ada tokoh antagonis, protagonis.tritagonis). Perwatakan adalah

watak atau sifat atau karakteristik para tokoh (secara fisik maupun

kejiwaan).

Menurut sifatnya penokohan dibagi tiga yaitu :

a. Tokoh utama (umumnya protagonis) adalah tokoh yang

menjadi sentral pada cerita. Tokoh ini berperan pada sebagian

besar rangkaian cerita, mulai dari awal sampai akhir cerita.

Pada umumnya, tokoh utama ditampilkan sebagai tokoh tokoh

yang memiliki sifat baik. Tetapi tidak jarang ditemukan tokoh

utama diceritakan lucu, unik atau jahat sekalipun.

b. Tokoh lawan (umumnya antagonis). antagonis secara

pengertian merupakan tokoh yang selalu berlawanan dengan

tokoh protagonis. Pada umunya, tokoh antagonis ditampilkan


112

sebagai tokoh ”hitam”, yaitu tokoh yang bersifat jahat.

c. Tokoh pendamping (tritagonis). Tritagonis merupakan tokoh

pendukung.

Menurut cara menampilkan wataknya penokohan dibagi dua

yaitu:

a. Secara langsung yaitu watak tokoh bisa dikenali pembaca

karena telah dijelaskan oleh pengarang

b. Secara tidak langsung yaitu watak tokoh bisa dikenali

pembaca dengan membuat kesimpulan sendiri dari dialog,

latar suasana, tingkah laku, penampilan, lingkungan hidup,

dan pelaku lain.

3. Setting atau latar

Menurut Yustinah, (2018:90) Latar cerita adalah gambaran

tentang bagaimana suasana, tempat, dan waktu saat terjadinya

suatu peristiwa.

a. Latar Tempat : dimana insiden itu terjadi, sebagai contoh latar

tempat cerita adalah di kerajaan, di desa, di hutan, di pantai, di

kahyangan.

b. Latar Waktu : Kapan insiden itu terjadi, sebagai contoh latar

waktu cerita adalah pagi hari, pada jaman dahulu kala, malam

hari, tahun sekian, saat matahari terbenam.

c. Latar Suasana : Bagaimana keadaan waktu insiden itu terjadi,


113

Sebagai contoh latar suasana adalah rakyat hidup damai dan

sejahtera, masyarakat hidup dalam ketakutan karena raja yang

kejam, hutan menjadi ramai setelah purbasari hidup disana.

4. Alur

Menurut Yustinah, (2018:93) Alur merupakan runtutan kejadian

pada sebuah cerita rakyat. Biasanya cerita rakyat meliputi lima

rangkaian peristiwa yaitu saat pengenalan (pembukaan), saat

pengembangan, saat pertentangan (konflik), saat peleraian

(rekonsiliasi), dan tahap terakhir adalah saat penyelesaian. Secara

umum alur dibagi menjadi tiga jenis yaitu:

a. Alur maju atau lurus atau progresif adalah peristiwa

diceritakan secara urut dari awal hingga akhir.

b. Alur mundur atau flashback atau regresif adalah cerita yang

dimulai simpulan atau tengah (konflik) kemudian dicari sebab-

sebabnya.

c. Alur campuran maju mundur adalah cerita yang menggunakan

dua alur (novel/roman)


1. Budaya serta nilai-nilai yang dianut.
4
2. Tingkat pendidikan
1. Membaca hikayat dengan saksama.

5 2. Mencatat setiap peristiwa dalam hikayat sesuai urutan waktu

terjadinya peristiwa.
114

CONTOH PROGRAM REMIDI

Sekolah : ……………………………………………..

Kelas/Semester : ……………………………………………..

Mata Pelajaran : ……………………………………………..

Ulangan Harian Ke : ……………………………………………..

Tanggal Ulangan Harian : ……………………………………………..

Bentuk Ulangan Harian : ……………………………………………..

Materi Ulangan Harian : ……………………………………………..

(KD / Indikator) : ……………………………………………..

KKM : ……………………………………………..
115

Indikator
Nama Bentuk Nilai
Nilai yang
No Peserta Tindakan Setelah Keterangan
Ulangan Belum
Didik Remedial Remedial
Dikuasai
1
2
3
4
5
6
dst

b. Pengayaan

Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM

(Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai

berikut:

1) Membaca buku-buku tentang hikayat yang relevan.

2) Mencari informasi melalui media onlien tentang hikayat.

3) Membaca surat kabar, majalah, serta berita online.

4) Mengamati langsung hikayat yang ada di lingkungan sekitar.