Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH MANAJEMEN KEPEMIMPINAN

“AKTUALISASI KEPEMIMPINAN MENUJU GOOD GOVERNANCE”

DOSEN PENGAMPU :

Ir. KETUT SUMADA, MT

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 8/PARALEL A

1. MUCHAMMAD ALFIAN UBAIDI (18031010005)


2. LEONA ROUDHOTUL JANNAH (18031010007)
3. FENI DWI INDAHSARI (18031010036)

FAKULTAS TEKNIK

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

JAWA TIMUR

2019-2020
AKTUALISASI KEPEMIMPINAN MENUJU GOOD GORVENANCE

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan yang Maha


Esa, atas berkat dan rahmat-Nya, sehingga penyusun dapat
menyelesaikan makalah Manajemen Kepemimpinan dengan judul
“Aktualisasi Kepemimpinan Menuju Good Gorvenance”.
Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah
Menejemen Kepemimpinan. Makalah ini disusun dari beberapa
literatur dan makalah ini tidak dapat tersusun sedemikian rupa
tanpa bantuan baik sarana, prasarana, pemikiran, kritik dan
saran. Oleh karena itu, tidak lupa penyusun ucapkan terima
kasih kepada:
1. Bpk. Ir. Ketut Sumada MT, selaku dosen pengampu mata
kuliah Manajemen Kepemimpinan
2. Rekan – rekan mahasiswa yang membantu dalam memberikan
masukan-masukan dalam menyelesaikan makalah ini
Penyusun sangat menyadari dalam penyusunan laporan ini
masih banyak kekurangan. Maka dengan rendah hati, kami
selalu mengharapkan kritik dan saran, seluruh asisten dosen
yang turut membantu dalam pelaksaan kesempurnaan laporan
ini. Akhirnya penyusun mengharapkan semua laporan praktikum
yang telah disusun ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa
Fakultas Teknik khususnya jurusan Teknik Kimia.

Surabaya, 15 April
2020

Penyusun

MANAJEMEN KEPEMIMPINAN ii
AKTUALISASI KEPEMIMPINAN MENUJU GOOD GORVENANCE

MANAJEMEN KEPEMIMPINAN iii


AKTUALISASI KEPEMIMPINAN MENUJU GOOD GORVENANCE

DAFTAR ISI

Kata Pengantar............................................................................................i

Daftar Isi.....................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang................................................................................1


I.2 Rumusan Masalah...........................................................................1
I.3 Tujuan.............................................................................................2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1Pengertian Kepemimpinan..............................................................3
II.2Kepemimpinan dalam Pemerintahan..............................................3
II.3Gaya-Gaya Kepemimpinan Pemerintahan......................................5
II.4Teknik Kepemimpinan Pemerintahan.............................................6
II.5Variabel Kepemimpinan Pemerintahan..........................................8
II.6Good Governance...........................................................................8
II.7Kharakteristik Good Governance...................................................9
II.8Hubungan Gaya Kepemimpinan dengan Good Governance..........10

BAB III PENUTUP

III.1 Kesimpulan...................................................................................13

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................14

MANAJEMEN KEPEMIMPINAN i
AKTUALISASI KEPEMIMPINAN MENUJU GOOD GORVENANCE

MANAJEMEN KEPEMIMPINAN ii
AKTUALISASI KEPEMIMPINAN MENUJU GOOD GORVENANCE

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Kepemimpinan berasal dari kata “Pimpin” yang berarti tuntun, bina atau
bimbing.Pimpin dapat pula berarti menunjukkan jalan yang baik atau benar.
Dalam kepemimpinan ini terdapat hubungan antar manusia, yaitu hubungan
mempengaruhi (dari pemimpin) dan hubungan kepatuhan-ketaatan para pengikut
atau bawahan karena dipengaruhi oleh kewibawaan pemimpin.
Sehingga,kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, yang
dilakukan melalui hubungan interpersonal dan proses komunikasi untuk mencapai
tujuan. Pemerintahan sebagai salah satu unsur yang penting dari Negara
mempunyai posisi yang diterminan dalam kaitannya dengan penyelenggaraan.
Negara menjadi sangat ditentukan oleh keberhasilan, atas dasar ini tanpa adanya
pemerintah dan pemerintahan tujuan Negara tidak akan tercapai dan jika kondisi
ini terjadi maka kerugian besar akan ditanggung oleh masyarakat Negara pada
umumnya, mengingat salah satu tujuan membentukpemerintah adalah untuk
meningkat kesejahteraan masyarakat. Demi mewujudkan kepemimpinan yang
baik dalam pemerintahan, pemerintah atau pemimpinan harus mampu menguasai
teori kepemimpinan dan dapat menerapkannya dalam pemerintahan.

I.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud kepemimpinan ?
2. Bagaimana kepemimpinan dalam pemerintahan ?
3. Bagaimana gaya kepemipinan dalam pemerintahan ?
4. Bagaimana teknik kepemimpinan pemerintahan ?
5. Apa saja variabel kepemimpinan dalam pemerintahan ?
6. Apa yang dimaksud good governance ?
7. Bagaimana karakteristik good governance ?

MANAJEMEN KEPEMIMPINAN 1
AKTUALISASI KEPEMIMPINAN MENUJU GOOD GORVENANCE

8. Bagaimana hubungan kepemimpinan dengan good governance ?


I.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui kepemimpinan dalam pemerintahan
2. Untuk mengetahui hubungan kepemimpinan dengan good governance

MANAJEMEN KEPEMIMPINAN 2
AKTUALISASI KEPEMIMPINAN MENUJU GOOD GORVENANCE

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Pengertian Kepemimpinan

Pengertian Kepemimpinan adalah sebuah kemampuan yang terdapat di


dalam diri seseorang untuk bisa memengaruhi orang lain atau memandu pihak
tertentu untuk mencapai tujuan. Sementara itu, definisi pemimpin dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia adalah orang yang memimpin. Jadi, seorang pemimpin
wajib memiliki kemampuan untuk memengaruhi atau memandu sekelompok
orang/pihak.(Mitsni,2020)

II.2 Kepemimpinan Dalam Pemerintahan

Kepemimpinan Pemerintahan di Indonesia adalah suatu jenis


kepemimpinan, yaitu kepemimpinan di bidang pemerintahan atau kepemimpinan
yang dijalankan oleh pejabat-pejabat pemerintahan seperti diantaranya bupati,
walikota dan atau gubernur. Objek forma kepemimpinan pemerintahan adalah
hubungan antara pemimpin dengan yang dipimpin dalam hal ini yang mempin
adalah pemerintah sedangkan yang dipimpin adalah rakyatnya sendiri, objek
materialnya adalah manusia.

Teori Kepemimpinan pemeritahan sebagaimana yang dikemukakan oleh


Pamudji (1992:2) sama dengan teori kepemimpinan secara umum hanya saja lebih
berkonotasi kekuasaan disatu pihak dan pelayanan di pihak lain yaitu otokratis,
psikologis, sosiologis, suportif, lingkungan, sifat, kemanusiaan, situasional dan
kontingensi. Adanya konotasi kekuasaan yaitu antara pemegang kekuasaan
dengan yang dikuasai maka kepemimpinan pemerintahan adakalanya diartikan
sebagai kepemimpinan politik. Kepeemimpinan politik menurut Breslauer
(2002:1) memiliki pengertian “suatu kepemimpinan kelembagaan yang berorintasi
pada aplikasi dan pembangunan keahlian dalam mempromosikan nilai-nilai

MANAJEMEN KEPEMIMPINAN 3
AKTUALISASI KEPEMIMPINAN MENUJU GOOD GORVENANCE

tertentu dan sekaligus menjaganya dalam sebuah lingkungan yangmembutuhkan


sebuah proses politik”.

Menurut Ermaya, kepemimpinan pemerintahan membutuhkan budaya


dalam rangka menciptakan daya rasa, daya karsa, daya cipta dan inovasi yang
unggul dan Kepemimpinan pemerintahan oleh Ermaya (2013:5) atau Leader
Governance adalah kemampuan seseorang sebagai pemimpin selain
berkemampuan pemerintahan juga memiliki kemampuan mengambil keputusan
secara tepat, cepat, dan terukur serta memimpin tata pemerintahan yang baik yaitu
mampu mengelola sumber daya menjadi sumber daya yang berkualitas tinggi
berdasarkan etika pemerintahan.

Sekalipun dalam kepemimpinan pemerintahan terkandung unsur


kekuasaan yang dapat dipergunakan untuk memerintah, mengharuskan dan
bahkan memaksa pihak lain untuk mengikuti kehendak penguasa atau pemerintah,
namun sedapat mungkin hal ini dilandasi juga oleh rasa kesadaran akan kewajiban
pada pihak yang diperintah. Kepemimpinan pemerintahan dalam menggerakkan
dan mengarahkan bawahan/masyarakat sedapat mungkin mempergunakan
pendekatan-pendekatan manusiawi, sehingga masyarakat/bawahan tergerak
terarah secara sukarela karena sesuai dengan harapan-harapan, keinginan dan
aspirasi serta kebuttuhan mereka.

Dalam konsepsi Kepemimpinan pemerintahan maka yang dimaksudkan


dalam pemimpin disini adalah pemimpin pada ketiga cabang pemerintahan, yaitu
eksekutif, legislative, yudikatif. Dalam tingkatan eksekutif atau pemerintahan
dalam arti sempit maka Kepemimpinan pemerintahan dipegang oleh pemimpin
pemerintah mulai dari tingkat Negara sampai dengan tingkat daerah, yaitu
Presiden, Gubernur, Wlikota/Bupati, Camat, dan Lurah/Kades jika dilihat dari
hirarki Kepemimpinan pemerintahan di Indonesia, kepala daerah (Gubernur,
Walikota/Bupati) berada diposisi kepemimpinan tingkat menengah, diatasnya
terdapat Presiden beserta pembantunya dan dibawahnya terdapat Kepemimpinan
pemerintahan yang dijalankan oleh Camat dan Lurah/Kepala Desa. (Haris,2014)

MANAJEMEN KEPEMIMPINAN 4
AKTUALISASI KEPEMIMPINAN MENUJU GOOD GORVENANCE

II.3 Gaya Kepemimpinan Pemerintahan


1. Kepemimpinan Otokratis
Pemimpin sangat dominan dalam setiap pengambilan keputusan dan
setiap kebijakan, peraturan, prosedur diambil dari idenya
sendiri.Kepemimpinan jenis ini memusatkan kekuasaan pada dirinya sendiri.
Ia membatasi inisiatif dan daya pikir dari para anggotanya. Jenis
kepemimpinan ini biasanya dapat kita temukan di akademi kemiliteran dan
kepolisian.
2. Kepemimpinan Birokrasi
Gaya kepemimpinan ini biasa diterapkan dalam sebuah perusahaan
dan akan efektif apabila setiap karyawan mengikuti setiap alur prosedur dan
melakukan tanggung jawab rutin setiap hari. Tetap saja dalam gaya
kepemimpinan ini tidak ada ruang bagi para anggota untuk melakukan inovasi
karena semuanya sudah diatur dalam sebuah tatanan prosedur yang harus
dipatuhi oleh setiap lapisan.
3. Kepemimpinan Partisipatif
Dalam gaya kepemimpinan partisipatif, ide dapat mengalir dari
bawah (anggota) karena posisi kontrol atas pemecahan suatu masalah dan
pembuatan keputusan dipegang secara bergantian.
4. Kepemimpinan Delegatif
Gaya kepemimpinan ini biasa disebut Laissez-faire dimana
pemimpin memberikan kebebasan secara mutlak kepada para anggota untuk
melakukan tujuan dan cara mereka masing-masing. Pemimpin cenderung
membiarkan keputusan dibuat oleh siapa saja dalam kelompok sehingga
terkadang membuat semangat kerja tim pada umumnya menjadi rendah.
5. Kepemimpinan Transformasional
Gaya kepemimpinan transformasional dapat menginspirasi
perubahan positif pada mereka (anggota) yang mengikuti. Para pemimpin
jenis ini memperhatikan dan terlibat langsung dalam proses termasuk dalam
hal membantu para anggota kelompok untuk berhasil menyelesaikan tugas
mereka.

MANAJEMEN KEPEMIMPINAN 5
AKTUALISASI KEPEMIMPINAN MENUJU GOOD GORVENANCE

6. Kepemimpinan Melayani (Servant)


Hubungan yang terjalin antara pemimpin yang melayani dengan para
anggota berorientasi pada sifat melayani dengan standar moral spiritual.
Pemimpin yang melayani lebih mengutamakan kebutuhan, kepentingan dan
aspirasi dari para anggota daripada kepentingan pribadinya.
7. Kepemimpinan Karismatik
Pemimpin yang karismatik memiliki pengaruh yang kuat atas para
pengikut oleh karena karisma dan kepercayaan diri yang ditampilkan. Para
pengikut cenderung mengikuti pemimpin karismatik karena kagum dan secara
emosional percaya dan ingin berkontribusi bersama dengan pemimpin
karismatik.(Yudha,2017)
II.4 Teknik Kepemimpinan Pemerintahan
1. Teknik Human Relation
Teknik human relation adalah rangkaian atau proses kegiatan
memotivasi bawahan, melalui pemberian motivasi atau dorongan agar mau
bergerak ke arah yang dikehendaki. Pada dasarnya setiap manusia apabila
memasuki suatu organisasi, baik yang bersifat formal maupun non formal
akan mempunyai motivasi yang baik terlepas bagaimana memenuhi kebutuhan
hidupnya.
2. Teknik Menjadi Teladan
Teknik menjadi teladan merupakan teknik yang digunakan oleh
pemimpin dalam menggerakan dan mempengaruhi bawahan. Dalam teknik ini
seorang pemimpin berusaha menjadikan dirinya panutan atau teladan bagi
orang lain, sehingga bawahan akan mengikuti keteladanan tersebut.
3. Teknik Persuasi dan Pemberian Perintah
Untuk mempengaruhi atau menggerakan para bawahan, seorang
pemimpin harus mampu melakukan persuasi dan pemberian perintah dengan
baik. Persuasi bertujuan bukan untuk memaksa, akan tetapi mempengaruhi
sikap orang lain dengan cara halus tidak kasar atau dengan paksaan, sehingga
dalam keadaan tertentu orang-orang akan bertingkah laku sesuai dengan yang

MANAJEMEN KEPEMIMPINAN 6
AKTUALISASI KEPEMIMPINAN MENUJU GOOD GORVENANCE

dikehendaki oleh orang yang melakukan persuasi, namun sesuai pula dengan
keinginannya.
4. Teknik Penggunaan Sistem Komunikasi yang Cocok
Kegiatan seorang pemimpin dalam mengarahkan, membimbing,
mempengaruhi pikiran, perasaan atau tingkah laku bawahan di dalam
pencapaian tujuan organisasi tidak akan terlepas dari kegiatan komunikasi.
Dengan demikian seorang pemimpin harus menguasai teknik komunikasi yang
baik, sehingga setiap informasi atau pesan yang disampaikan dapat diterima
dengan baik dan sebaliknya setiap informasi dari bawahan akan mudah
diterima oleh pemimpin. Komunikasi terbaik di dalam suatu organisasi adalah
komunikasi dua arah, yaitu komunikasi timbal balik diantara pimpinan harus
memperlihatkan
5. Teknik Penyediaan Fasilitas
Untuk meningkatkan kemapuan pegawai di dalam melaksanakan
tugasnya, maka seorang pemimpin harus memperhatikan kebutuhan akan
fasilitas kerja yang diperlukan oleh para pegawai, sehingga akan tercapai hasil
kerja yang optimal.
Adapun fasilitas-fasilitas yang harus diperhatikan oleh seorang
pemimpin adalah sebagai berikut:
a. Pemberian kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan latihan agar
terwujud adanya kecakapan serta peningkatan dari kemampuan pegawai.
b. Penyediaan barang atau alat yang dibutuhkan dalam pelaksanaan
pekerjaan.
c. Tempat kerja yang memadai.
d. Pemberian waktu yang cukup dalam pelaksanaan pekerjaan
e. Uang untuk keperluan pekerjaan.
(Kartono,2013)

II.5 Variabel Kepemimpinan Pemerintahan


1. Variabel Situasi dan Kondisi Pemerintahan

MANAJEMEN KEPEMIMPINAN 7
AKTUALISASI KEPEMIMPINAN MENUJU GOOD GORVENANCE

Ada tujuh situasi dan kodisi yang menyebabkan pemimpin


pemerintahan harus otokrasi atau demokrasi yaitu: faktor sifat dan bentuk
negara, faktor geografis, faktor warga negara, faktor sejarah, faktor efisiensi
dan efektivitas, faktor politik, faktor rezim yang berkuasa. Situasi dan kondisi
dapat menentukan bagaimana seorang pemimpin pemeritahan seharusnya akan
bertindak, bahkan pada situasi dan kondisis tertentu dapat melahirkan
pemimpin.
2. Variabel Orang Banyak Sebagai Peganut
Orang banyak yang dikenal sebagai rakyat jelata memang selama ini
dikenal diam hanya saja jumlahnya sangat banyak, maksudnya bila terjadi
demonstrasi,maka kemarahan orang banyak sulit dibendung dan bisa
menggulingkan kekuasaan pemimpin yang tirani. Oleh karena itu masa di
negara kita sekalipun musti dekanali, perlu dikenali tuntutannya, dikenali
budaya sehari-harinya, dikenali seberapa kuat pengerahannya serta prediksi
dampak positif serta ekses negatifnya.
3. Variabel Penguasa Sebagai Pemimpin
Pemimpin pemerintahan adalah penguasa tetapi perlu diingat bahwa
bagaimanapun yang bersangkutan memiliki kekuasaan, namun tetap saja
sebagai manusia mempunyai jiwa, jiwa itulah yang memiliki rasa seperti iba,
kasih sayang, benci, dendam dan lain-lain.(Saggaf,2018)

II.6 Pengertian Good Governance

Good Governance merupakan bentuk dari penyelenggaraan suatu


organisasi untuk mencapai tujuan berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola yang
baik. Beberapa prinsip mengenai good governance diantaranya oleh Organisation
for Economic Co- operation and Development (OECD) yaitu: Fairness,
Transparency, Accountability, dan Responsibility. Forum for Corporate
Governance in Indonesia (FCGI) mengungkapkan prinsip- prinsip good
governance menjadi Fairness, Disclosure, Transparency, Accountability, dan
Responsibility. Menteri Negara BUMN mengungkapkan Prinsip-prinsip good
governance menjadi: Fairness, Independency, Transparency, Accountability, dan
MANAJEMEN KEPEMIMPINAN 8
AKTUALISASI KEPEMIMPINAN MENUJU GOOD GORVENANCE

Responsibility. Sedangkan menurut Keputusan Menteri Pendayagunaan dan


Aparatur Negara (MenPAN) Nomor 63/KEP/M.PAN/7/2003 asas pelayanan
publik dengan prinsip-prinsip good governance adalah transparansi, akuntabilitas,
kondisional, partisipasif, kesamaan hak dan kesimbangan hak dan kewajiban.
Dalimunthe (2010) menggunakan prinsip transparansi, akuntabilitas, keadilan, dan
partisipasi sebagai indikator Good Governance. Menurut Hamka (2007), beberapa
poin penting yang terkait dengan implementasi prinsip- prinsip Good Governance
merupakan pegangan bagi birokrasi publik dalam melakukan transformasi
manajemen pemerintahan. Menurut Tjokroamidjojo dalam Hamka (2007),
tuntutan ke arah Good Governance juga lahir akibat kualitas pelayanan publik
yang rendah. Lebih jauh disebutkan bahwa Good Governance berintegritas dari
pelaksanaan pemerintahan. Adapun prinsip yang harus diperhatikan adalah
akuntabilitas, transparansi, keterbukaan, aturan hukum, perlakuan yang adil
(jaminan fairness). (Wasistiono,2010)

II.7 Kharakteristik Good Governace

Menurut UNDP (dalam LAN dan BPKP, 2000:7) karakteristik good


governance adalah sebagai berikut :

1. Participation
Setiap warga negara mempunyai suara dalam pembuatan
keputusan, baik secara langsung maupun melalui intermediasi institusi
legitimasi yang mewakili kepentingannya.
2. Rule of Low
Kerangka hukum harus adil dan dilaksanakan tanpa pandang bulu,
terutama hukum untuk hak asasi manusia.

3. Transparancy
Yang dibangun atas dasar kebebasan arus informasi
4. Responsiveness
Setiap lembaga dalam proses penyelenggaraan pemerintah dan
pembangunan harus mencoba melayani setiap stake holders

MANAJEMEN KEPEMIMPINAN 9
AKTUALISASI KEPEMIMPINAN MENUJU GOOD GORVENANCE

5. Consensus Orientation
Good governance menjadi perantara kepentingan yang berbeda
untuk memperoleh pilihan terbaik bagi kepentingan yang lebih luas,
baik dalam hal kebijakan maupun prosedur.
6. Equity
Semua warga negara mempunayai kesempatan untuk
meningkatkan atau menjaga kesejahteraan mereka.
7. Effectyveness Effesiensi
Proses-proses dan lembaga-lembaga menghasilkan produknya
sesuai dengan yang telah digariskan dengan menggunakan sumber-
sumbeer yang tersedia sebaik mungkin.
8. Accountability
Para pembuat keputusan dalam pemerintahan, sektor swasta dan
masyarakat, bertanggung jawab kepada publik dan lembaga-lembaga
stake holder
.(Sugeng, 2018)
II.8 Hubungan Gaya Kepemimpinan Dengan Good Governance

Hayat (2014) menjelaskan bahwa kepemimpinan menjadi tonggak


keberhasilan dari reformasi birokrasi dalam pelayanan publik terhadap tujuan
good governance. Kepemimpinan bangsa yang tegas dalam kebijakan strategis,
transparan efektivitas dan efisiensi, akuntabilitas dalam tugas dan wewenang,
disertai dengan pola komunikasi dan relasi secara populis, baik dan adil menjadi
tolak ukur tercapainya tujuan reformasi birokrasi dengan good will yang
dilakukan secara bersama- sama dalam service oriented sebagai fungsi utama dari
birokrasi yang berorientasi kepada good governance. Prinsip-prinsip
kepemimpinan dalam pelaksanaan reformasi birokrasi menjadi tuntutan yang
harus terus dilakukan dan digerakkan sebagai pemacu keberhasilan pemerintahan
secara makro menuju good governance.

Kepemimpinan merupakan suatu proses dimana seseorang (atasan)


mempengaruhi orang lain (bawahan) untuk bersama-sama mencapai tujuan.

MANAJEMEN KEPEMIMPINAN 10
AKTUALISASI KEPEMIMPINAN MENUJU GOOD GORVENANCE

Sumber dari pengaruh bisa berupa pengaruh formal yang telah ditetapkan secara
organisasional sehingga seorang pemimpin mampu mempengaruhi orang lain
semata-mata karena kedudukan di tingkat manajerial (Sanapiah, 2007). Tanpa
kepemimpinan yang baik, akan sulit bagi organisasi publik untuk mencapai
tujuannya, yaitu memenuhi tuntutan pelaksanaan tugas dan fungsinya yang
strategis dalam pelayanan publik. Setiap kegiatan yang menyangkut tugas dan
fungsi pokok birokrasi publik menjadi tanggungjawab pimpinan. Lemahnya
kualitas dan kompetensi pimpinan birokrasi berdampak terhadap kinerja pegawai
dan pelayanan public. Kabupaten Sragen juga layak untuk dicontoh dalam
penerapan reformasi birokasi sebagai tujuan pemerintahan yang baik. Hal ini
terlihat dari program yang dikembangkan yaitu, reformasi birokrasi, pelayanan
prima, dan pemberdayaan masyarakata dan PNS. Dari contoh diatas terhadap
keberhasilan daerah dalam mengembangkan dan menjalankan tatanan
pemerintahan yang baik dengan program-program yang inovatif dalam
memajukan daerahnya yang mempunyai orientasi national leadership terhadap
reformasi 9 birokrasi yang ideal.

Secara konseptual, birokrasi yang ideal adalah birokrasi yang memberikan


pelayanan yang prima, adil dan baik kepada masyarakat sebagai aspek aspiratif
serta memonitor keberlanjutan sebuah birokrasi dengan berbagai program yang
dilakukan. Penyelenggaraan kebijakan harus diimbangi dengan aspirasi dari
penerimaan pelayanan sebagai evaluasi dari terhadap program yang
diimplementasikan untuk perbaikanperbaikan yang berkelanjutan. Kemudian,
seluruh elemen aplikasi program pemerintahan dinyatakan baik ketika
akuntabillitas dipertanggungjawabkan dengan prinsip-prinsip transparansi dan
netralitas dalam menjalankan aktivitas pemerintahan yang dilandasi oleh etika dan
moral. Keberadaan birokrasi dalam penyelenggaran negara mempunyai orientasi
terhadap pencapaian efisiensi dan efektifitas pemberi layanan yang mengikat
terhadap seluruh komponen didalamnya. Public service yang prima memberikan
penilaian tersendiri dari publik sebagai monitor gratis bagi pemberian
pelayanannya. Ketika pelayanan sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang
diharapkan dan dengan tujuan kepada public service oriented, maka dapat
MANAJEMEN KEPEMIMPINAN 11
AKTUALISASI KEPEMIMPINAN MENUJU GOOD GORVENANCE

dipastikan bahwa pengembangan dan pengimplementasian dari reformasi


birokrasi yang dijalankan adalah sesuai dengan harapan dan tujuan bersama yang
10 mengarah kepada good governance. ( Widjajanti,2015)

BAB III

PENUTUP

III.1 KESIMPULAN

MANAJEMEN KEPEMIMPINAN 12
AKTUALISASI KEPEMIMPINAN MENUJU GOOD GORVENANCE

Pengertian Kepemimpinan adalah sebuah kemampuan yang terdapat di


dalam diri seseorang untuk bisa memengaruhi orang lain atau memandu pihak
tertentu untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan Pemerintahan di Indonesia adalah
suatu jenis kepemimpinan, yaitu kepemimpinan di bidang pemerintahan atau
kepemimpinan yang dijalankan oleh pejabat-pejabat pemerintahan seperti
diantaranya bupati, walikota dan atau gubernur. Objek forma kepemimpinan
pemerintahan adalah hubungan antara pemimpin dengan yang dipimpin dalam hal
ini yang mempin adalah pemerintah sedangkan yang dipimpin adalah rakyatnya
sendiri, objek materialnya adalah manusia. Dalam konsepsi Kepemimpinan
pemerintahan maka yang dimaksudkan dalam pemimpin disini adalah pemimpin
pada ketiga cabang pemerintahan, yaitu eksekutif, legislative, yudikatif.
Pemimpin cenderung membiarkan keputusan dibuat oleh siapa saja dalam
kelompok sehingga terkadang membuat semangat kerja tim pada umumnya
menjadi rendah.

MANAJEMEN KEPEMIMPINAN 13
AKTUALISASI KEPEMIMPINAN MENUJU GOOD GORVENANCE

DAFTAR PUSTAKA

Kartono, Kartono, dkk. 2013.” Teknik-Teknik Kepemimpinan”. https://www.e-


jurnal.com/2013/09/teknik-teknik-kepemimpinan.html. Diunduh pada
tanggal 13 April 2020

Mitsni,H.2020.” Pengertian Kepemimpinan: Tujuan, Teori, Fungsi dan Contoh


Leadership”. https://salamadian.com/pengertian-kepemimpinan/. Diunduh
pada tanggal 13 April 2020

Saggaf, Widiawati Said, dkk. 2018. “Reformasi Pelayanan Publik di Negara


Berkembang”. Makassar:Sah Media

Sugeng. 2018. “Peran Kepemimpinan Dalam Menuju Good Gorvenace”.


http://isengnugas.blogspot.com/2018/01/peran-kepemimpinan-dalam-mencip
-takan.html. Diunduh pada tanggal 13 April 2020

Wasistiono, Sadu.2010.“ Kepemimpinan Pemerintahan Visioner”. Http://sadu-


wasistiono.ipdn.ac.id/wp-content/uploads/MODUL-KEPEMIMPINAN-
PEMERINTAHAN-VISIONER.pdf . Diunduh pada tanggal 14 April 2020

Widjajanti, Kesi.2010.“ Gaya Kepemimpinan dan Good Governance sebagai


Upaya Peningkatan Excellent Service dan Kepercayaan Masyarakat”. J.
Dinamika Sosbud Volume 17 Nomor 2: 270 - 284

Yudha, Kriswangsa Bagus Kusuma. 2017.” 9 Jenis Gaya Kepemimpinan dalam


Organisasi”.https://www.finansialku.com/gaya-kepemimpinan-dalam-
organisasi-teori-kepemimpinan/. Diunduh pada tanggal 13 April 2020

MANAJEMEN KEPEMIMPINAN 14

Anda mungkin juga menyukai