Anda di halaman 1dari 2

Nama : Fatimah Ilhami G.

NIM : 1402180018

Kelas : AK-42-04

TUGAS INDIVIDU 2
Beberapa orang percaya teknologi database dapat mengeliminasi kebutuhan akuntansi pencatatan
ganda (double-entry accounting). Hal tersebut memunculkan tiga kemungkinan :

1. Model pencatatan ganda akan ditinggalkan


2. Model pencatatan ganda tidak akan digunakan secara langsung, tetapi skema level
eksternal yang berbasis pada model pencatatan ganda akan ditentukan untuk penggunaan
akuntan.
3. Model pencatatan ganda akan ada dalam sistem database

Database mana yang anda pikir akan paling mungkin terjadi? Mengapa?

JAWAB :

Menurut saya yang paling mungkin terjadi adalah kemungkinan ketiga. Dengan alasan
sebagai berikut :
Akuntansi pencatatan ganda atau dalam istilah lain disebut double-entry accounting
adalah sebuah sistem pencatatan dengan serangkaian aturan untuk mencatat informasi keuangan
yang didalam setiap transaksi atau kejadian akan merubah setidaknya dua sisi buku besar.
Persamaan akuntansi dasar merumuskan:
Asset = Liability + Equity
Untuk setiap sisi juga memiliki 2 sisi yang berlawanan yang nantinya memiliki sifat
saling mengeliminasi di akhir periode sehingga balance (saldo) tetap 0 atau sering kita sebut
sebagai balance. Sisi tersebut adalah debit dan kredit.
Selain itu, manfaat dari double-entry accounting yang dapat dirasakan diantaranya :
a. Sistem pembukuan ganda lebih menampilkan transaksi finansial secara lengkap.
Banyak transaksi keuangan yang tidak memengaruhi kas sama sekali atau tidak
memengaruhi secara langsung. Contohnya, menjual sebuah barang secara kredit akan
menambah nominal piutang dan mengurangi jumlah persediaan barang, sedangkan kas
akan bertambah nanti saat barang tersebut dibayar. Jika hanya berpatokan pada catatan
rekening bank tentu akan kehilangan gambaran yang jelas tentang transaksi tersebut.
b. Catatan transaksi keuangan lebih akurat.
Sistem pembukuan ganda (double entry accounting) memiliki dua keseimbangan
dalam dua sisi yang berbeda untuk setiap transaksi, yaitu sebagai debit dan kredit. Jika
pada akhir tahun ditemukan ketidaksamaan atau ketidakseimbangan antara debit dan
kredit maka kesalahan terletak pada persamaan dasar akuntansi atau neraca.
Namun sistem ini juga memiliki berbagai kendala. Diantaranya ada di kerumitan dalam
memahami system, dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk mengembangkan program
akuntansi yang dapat meminimalisir human error.
Jadi kata kuncinya ada di bagaimana seorang programmer membuat sebuah program
untuk akuntan yang dapat dimengerti oleh seorang akuntan sehingga dapat meminimalisir human
error.
Salah satu solusi yang saya tawarkan yaitu dengan menggunakan software akuntansi
yang memberikan kemudahan serta meminimalisir human error. Contohnya seperti MYOB,
ZAHIR ACCOUNTING, ataupun OMEGA ACCOUNTING. Dengan berbagai fitur otomatis
yang ditawarkan akuntan dapat meminimalisir kendala yang ada. Dengan didukung dengan
software database yang menjamin keamanan data keuangan yang dibutuhkan perusahaan. Serta
dapat diakses oleh internal perusahaan yang membutuhkan informasi keuangan.

Anda mungkin juga menyukai