Anda di halaman 1dari 10

MODUL PERKULIAHAN

KOMUNIKASI DAN
ETIKA PROFESI

Komunikasi Profesional

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

01
Ilmu Komputer Sistem Informasi W151700005 Hanna Yunita, ST.,MKom

Abstract Kompetensi
Membahas tentang Pengertian dan Diharapkan mahasiswa mampu
Perspektif Komunikasi,Proses memahami & menjelaskan
Komunikasi,Hambatan pengertian&perspektif komunikasi,
Komunikasi,Pentingnya Komunkasi di proses komunikasi Hambatan
kalangan profesional komunikasi dan pentingnya
komunikasi dikalangan professional
1.1 Pengertian Komunikasi
Manusia merupakan makhluk sosial yang dalam kehidupan sehari-harinya selalu
berhubungan dengan orang lain. Komunikasi merupakan kegiatan manusia untuk dapat
berhubungan dengan orang lain secara langsung. Maka dapat dikatakan bahwa ketrampilan
untuk berkomunikasi merupakan hasil dari pembelajaran manusia dalam berinteraksi
dengan lingkungan sosialnya. Sehingga hidup bermasyarakat dan bersosialisasi dengan
orang lain merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.

Istilah komunikasi berasal dari bahasa latin Comunicare atau Comunis yang berarti sama
atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain berarti kita
berusaha agar apa yang disampaikan akan menjadi milik orang tersebut.

Komunikasi adalah proses penyampaian informasi (pesan,ide,gagasan) dari satu pihak


kepada pihak lain agar tidak terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya, termasuk juga
dalam hal saling memberikan informasi,pendapat maupun menceritakan suatu hal. Bentuk
dasar komunikasi terbagi menjadi 2 yaitu :
a. Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal dilakukan secara lisan maupun tulisan yang dapat dimengerti oleh
kedua belah pihak,memiliki struktur teratur dan terorganisir dengan baik. Contoh berdiskusi
dengan teman, merepresentasikan proposal bisnis kepada klien.
Bentuk komunikasi verbal dalam komunikasi adalah :
- Berbicara dan Menulis
- Mendengar dan Membaca
Komunikasi verbal mencakup aspek-aspek berupa :
1. Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif jika pesan
disampaikan dengan kata-kata yang tidak dapat dimengerti, karena itu olah kata
menjadi penting dalam komunikasi.
2. Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan
bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
3. Intonasi suara : akan mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan
akan menjadi lain artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda.
Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.
4. Humor : dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989),memberikan
catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan stress dan nyeri.
Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa humor
adalah merupakan satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.

2018 Komunikasi dan Etika Profesi


2 Hanna Yunita, ST.,MKom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
5. Singkat dan jelas. Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara singkat dan
jelas, langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti.
6. Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena
berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk berkomunikasi,artinya
dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang
disampaikan.

b. Komunikasi Non Verbal


Dilakukan secara bahasa isyarat atau menggunakan gerak-gerik badan yang
menunjukkan sikap tertentu, umumnya kurang terstruktur sehingga sulit dipelajari,
misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, melipat tangan,mengangkat bahu, dsb.
Bentuk komunikasi non verbal adalah :
- Bahasa isyarat
- Ekspresi wajah
- Sandi
- Simbol-simbol
- Pakaian – seragam
- Warna
- Intonasi suara
Komunikasi non verbal juga penting diketahui terutama dalam kaitannya dengan
penyampaian perasaan dan emosi seseorang. Tujuan komunikasi non verbal adalah :
- Memberikan informasi
- Mengatur alur percakapan
- Mengekspresikan emosi
- Memberi sifat, melengkapi, menentang atau melambangkan pesan- pesan verbal
- Mengendalikan atau mempengaruhi seseorang
- Mempermudah tugas-tugas khusus

Yang termasuk komunikasi non verbal :


a. Ekspresi wajah, karena wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, maka
ekspresi wajah cerminan suasana emosi seseorang.
b. Kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan
kontak mata selama berinterakasi atau tanya jawab berarti orang tersebut terlibat dan
menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan bukan sekedar
mendengarkan. Melalui kontak mata juga memberikan kesempatan pada orang lain
untuk mengobservasi yang lainnya

2018 Komunikasi dan Etika Profesi


3 Hanna Yunita, ST.,MKom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
c. Sentuhan adalah bentuk komunikasi personal mengingat sentuhan lebih bersifat
spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang sungguh-
sungguh, dukungan emosional, kasih sayang atau simpati dapat dilakukan melalui
sentuhan.
d. Postur tubuh dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak
memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi,
konsep diri, dan tingkat kesehatannya.
e. Sound (Suara). Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan juga salah satu ungkapan
perasaan dan pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan
dengan semua bentuk komunikasi non verbal lainnya sampai desis atau suara dapat
menjadi pesan yang sangat jelas.
f. Gerak isyarat, adalah yang dapat mempertegas pembicaraan. Menggunakan isyarat
sebagai bagian total dari komunikasi seperti mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan
tangan selama berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan stress bingung atau
sebagai upaya untuk menghilangkan stress

Komunikasi tidak hanya terbatas pada hubungan antar pribadi, namun juga diterapkan
dalam organisasi untuk menyelaraskan kepentingan dan keputusan dalam organisasi
supaya dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan dari
organisasi tersebut. Dalam dunia bisnis, komunikasi non verbal dapat membantu
menentukan kredibilitas, kewibawaan, dan potensi kepemimpinan seseorang. Komunikasi
dalam dunia bisnis harus dibentuk baik secara formal maupun non formal yang diarahkan
untuk kepentingan internal dan eksternal perusahaan dengan lingkungan bisnisnya.

Pengertian komunikasi menurut beberapa ahli,berdasarkan pada beberapa pendekatan


yaitu:
a. Komunikasi dalam organisasi
Menurut Edward Depari, komunikasi adalah penyampaian ide/gagasan, harapan,
pesan yang disampaikan melalui lambang tertentu yang mengandung arti, dilakukan oleh
pengirim pesan ditujukan kepada penerima pesan.
b. Manajemen
- Menurut James A.F. Stoner, komunikasi adalah dimana seseorang berusaha
memberikan pengertian dengan cara pemindahan pesan.
- Menurut William F. Glueck, komunikasi dapat dibagi dalam 2 bagian, yaitu:
1. Interpersonal Communication
Komunikasi adalah proses pertukaran informasi dan pemindahan pengertian antara
dua orang atau lebih dalam kelompok kecil manusia.

2018 Komunikasi dan Etika Profesi


4 Hanna Yunita, ST.,MKom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2. Organization Communications
Suatu pembicaraan secara sistematis yang memberikan informasi dan
memindahkan pengertian kepada orang banyak didalam organisasi dan pribadi
maupun lembaga diluar yang ada hubungannya dengan organisasi.

c. Managing Organizational Behavior

Menurut Jhon R. Schemerhorn, komunikasi adalah sebagai proses antar pribadi


dalam mengirim dan menerima simbol-simbol yang berarti bagi kepentingan mereka.

d. Organization Communication

Dikutip dari Sunarja dan Djoenoesih Sunarja: komunikasi bersifat persuasive dan
retorika, terdapat beberapa gambaran definisi komunikasi, yaitu :

- Charles H. Cooley

Komunikasi adalah mekanisme yang mengadakan hubungan antara manusia dan


mengembangkan semua lambang dari pikiran-pikiran bersama dengan arti yang
menyertainya dan melalui keleluasaan – space – serta menyediakan tepat pada
waktunya.

- Carl I. Hovland

Komunikasi adalah suatu system yang berusaha menyusun prinsip- prinsip


dalam bentuk yang tepat mengenai hal memindahkan penerangan dan membentuk
pendapat serta sikap-sikap. Dan komunikasi adalah proses dimana seorang individu
mengoperasikan perangsang untuk mengubah tingkah laku individu lainnya.

- Wilbur Schramm

Komunikasi diartikan sebagai kita berusaha mengadakan persamaan


(pengertian) dengan orang lain.

- Sir Geral Barry

Berkomunikasi adalah berunding bahwa dengan berkomunikasi orang


memperoleh pengetahuan, informasi dan pengalaman, karena itu maka orang saling
m engerti percakapan, keyakinan, kepercayaan dan control sangat diperlukan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah penyampaian


informasi dan pengertian dari seseorang kepada orang lain.

2018 Komunikasi dan Etika Profesi


5 Hanna Yunita, ST.,MKom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
1.2 Proses Komunikasi
Menurut Bovee dan Thill dalam buku Business Communications Today, 6e, proses
komunikasi terdiri dari 6 tahap, yaitu :

a. Pengirim memiliki suatu ide atau gagasan

b. Pengirim mengubah ide menjadi pesan

c. Pengirim menyampaikan pesan

d. Penerima menerima pesan

e. Penerima menafsirkan pesan

f. Penerima memberi tanggapan dan umpan balik kepada pengirim pesan

Arti penting dari komunikasi adalah sebagai sarana atau alat untuk menciptakan
jalinan pengertian yang sama, serasi dan akan menimbulkan dasar bagi tindakan dan
terbentuknya suatu kerja sama. Maka peranan komunikasi adalah :

a. Sebagai alat untuk menciptakan kesamaan dalam pengertian

b. Sebagai alat untuk menggerakkan tindakan atau reaksi pesan – komunikator

Elemen-elemen dalam komunikasi adalah :

a. Pengirim, misalnya : penulis, pembicara, pembuat pesan

b. Isi pesan

c. Media yang digunakan, misalnya : surat, memo, laporan, peta, dsb

d. Penerima pesan, misalnya : pendengar, pengamat

Motivasi untuk melakukan komunikasi adalah :

a. Memecahkan masalah
b. Mengurangi ketidakpastian (konfirmasi)
c. Meningkatkan keyakinan
d. Pengawasan situasi (controlling)
e. Umpan balik (feedback)

2018 Komunikasi dan Etika Profesi


6 Hanna Yunita, ST.,MKom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
1.3 Hambatan Komunikasi
Beberapa faktor penghambat dalam komunikasi adalah :

a. Masalah dalam pengembangan pesan

Kadangkala dalam proses pengembangan pesan terdapat beberapa masalah,


misalnya: keraguan mengenai isi pesan, merasa asing dengan situasi yang ada,
terjadi pertentangan emosional, terdapat kesulitan dalam mengekspresikan ide /
gagasan.

b. Masalah dalam menyampaikan pesan

Umumnya terjadi karena ada kendala fisik dalam berkomunikasi, misalnya aliran
listrik padam, soundsystem tidak bekerja dengan baik, kurangnya sarana presentasi,
pesan terlalu panjang, dsb.

c. Masalah dalam menerima pesan

Masalah yang muncul secara umum adalah :tempat duduk kurang nyaman,
penerangan kurang, konsentrasi audiens terganggu, pandangan audiens yang
terhalang pilar, jarak audiens yang terlalu jauh, dsb

d. Masalah dalam menafsirkan pesan

Bisa terjadi karena perbedaan latar belakang usia, tingkat pendidikan, status social,
jenis kelamin, keadaan ekonomi, dsb yang akan mempengaruhi tingkat pemahaman
suatu masalah pada seseorang atau kelompok. Selain itu juga bisa terjadi kesalahan
dalam penafsiran kata karena memiliki makna ganda yang disebabkan majemuknya
latar belakang budaya.

Dalam komunikasi kadangkala terjadi kesalahpahaman, berikut ini adalah hambatan dalam
komunikasi, yaitu :

a. Hambatan dari Proses Komunikasi


 Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum
jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi
emosional.
 Hambatan dalam penyandian/simbol Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang
dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang

2018 Komunikasi dan Etika Profesi


7 Hanna Yunita, ST.,MKom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang
dipergunakan terlalu sulit.
 Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media
komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat
mendengarkan pesan.
 Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si
penerima
 Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat
menerima /mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan
tidak mencari informasi lebih lanjut.
 Hambatan dalam memberikan umpan balik (feedback). Balikan yang diberikan
tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak
tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya
b. Hambatan Fisik
Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat
komunikasi, dan lain lain, misalnya: gangguan kesehatan, gangguan alat komunikasi
dan sebagainya.
c. Hambatan Semantik.
Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang mempunyai arti
mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan
penerima
d. Hambatan Psikologis
Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi,
misalnya; perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim dan
penerima pesan

Untuk dapat melakukan komunikasi yang efektif maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini :

a. Membuat pesan secara lebih berhati-hati

Perhatikan maksud dan tujuan berkomunikasi, serta kenali audiens yang dituju.
Gunakanlah bahasa yang jelas, sederhana, mudah dipahami dan tidak bertele-tele.
Berikan penekanan dan pengulangan untuk hal-hal yang penting.

b. Minimalkan gangguan dalam proses komunikasi

Pilihlah media / saluran komunikasi yang baik, jika perlu diatur sedemikian rupa supaya
bisa menarik perhatian dan konsentrasi audiens (penerima pesan). Jika komunikasi

2018 Komunikasi dan Etika Profesi


8 Hanna Yunita, ST.,MKom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
disampaikan secara lisan usahakan lokasi atau tempat penyampaian pesan tersebut
nyaman, rapi, teratur dan sejuk.

c. Mempermudah upaya umpan balik antara pengirim dan penerima pesan

Jika komunikator atau pengirim pesan menghendaki umpan balik yang cepat maka
pilihlah media komunikasi yang cepat misalnya saluran telepon atau tatap muka. Namun
jika sebaliknya maka dapat dipilih dengan cara disampaikan melalui tulisan misalnya
menggunakan surat, kuesioner, atau email.

1.4 Pentingnya Komunikasi di


Kalangan Profesional
Keberhasilan suatu usaha/bisnis tentu tidak lepas dari kelancaran dalam komunikasi baik
secara individu maupun organisasinya, dan perusahaan yang mempunyai keberhasilan
komunikasi tentu akan lebih sukses dibandingkan dengan perusahaan yang lemah
komunikasinya.

Arus komunikasi pada organisasi harus menyesuaikan dengan struktur organisasi, etika
profesi serta cenderung bersifat formal dan tertulis untuk menghindari kesalahpahaman
yang mungkin akan menghambat jalannya operasional perusahaan.

Dalam dunia bisnis, komunikasi yang professional juga memegang peranan yang sangat
penting dan merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan usaha. Umpan balik
(feedback) dari konsumen juga diharapkan oleh perusahaan, sebagai parameter kepuasan
pelanggan atas layanan yang diberikan perusahaan. Bahkan biasanya perusahaan-
perusahaan besar, misalnya Unilever, akan menyediakan jalur telepon khusus yang dikenal
sebagai Customer Care Line yaitu media komunikasi antara konsumen dan pihak
perusahaan jika ada complain atau pertanyaan mengenai produk dan layanan Unilever. Hal
ini maksudnya supaya memudahkan konsumen jika ingin menghubungi pihak perusahaan.

Komunikasi yang professional tidak hanya meliputi hubungan antar individu namun juga
hubungan antara individu dengan manajemen perusahaan maupun hubungan antar
corporate, secara internal dan eksternal perusahaan. Karena perusahaan juga harus
membina hubungan baik dengan pihak luar perusahaan seperti partner bisnisnya, supplier,
pihak bank, maupun dengan pihak pemerintah.

2018 Komunikasi dan Etika Profesi


9 Hanna Yunita, ST.,MKom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Komunikasi yang professional tentu akan berpengaruh pada kredibilitas seseorang atau
perusahaan, sehingga akan memudahkan membina hubungan baik dalam jaringan
bisnisnya untuk jangka panjang. Selain itu juga mampu membangun dan meningkatkan citra
baik perusahaan di masyarakat.

Daftar Pustaka
1. Sendjaja, Sasa Djuarsa, 1993. Teori Komunikasi, Jakarta, Univ. Terbuka
2. Littlejohn, Stephen, 1996, Theories of Human Communication. Wadsworth Publising
Company Inc. Belmont.
3. Mulyana, Deddy. 2001. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Remaja Rosdakarya,
Bandung.
4. Joseph A. Devito, 1997, Komunikasi Antar Manusia, Professional Books.
5. Effendi, Onong Uhyana, 2009, Ilmu Komunikasi : Teori dan Praktek, Remaja Rosdakarya,
Bandung.
6. Kasali Rhenald, 2007, Sukses Melakukan Presentasi, Gramedia, Jakarta
7. Komala, Lukiati, 2009, Ilmu Komunikasi Perspektif, Proses & Konteks, Dian Rakyat
8. Daryl Koehn., Landasan Etika Profesi. Pustaka Filsafat, Kanisius, Yogyakarta, 2000.
9. Baumer, David, Poindexter, J.C (2002), Cyberlaw and e-commerce, McGraw-Hill, ISBN 0-
07244120-8.
10. Edi Purwono, 2002, Apa Yang Harus Diketahui Oleh Sistem Analis, Penerbit Andi
Yogyakarta, ISBN 979-533-812-9
11. Franz Magnis-Suseno, 1987, Etika Dasar, Penerbit Kanisius, ISBN 979-413-199-7.
12. Steven Covey, 7 Habits of Highly Effective People

2018 Komunikasi dan Etika Profesi


10 Hanna Yunita, ST.,MKom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id