Anda di halaman 1dari 3

TUGAS STIMULASI RESERVOIR

M ALIEF YA MORIZ

071001700088

ACIDIZING

Stimulasi reservoir adalah metode yang di gunakan untuk memperbaiki


sumur yang mengalami penurunan produksi yang di sebabkan oleh kerusakan
pada formasi ataupun adanya endapan – endapan di dalam sumur. Ada beberapa
jenis stimulasi reservoir, tetapi yang akan di bahas kali ini adalah acidizing.

Permasalahan seringkali terjadi ketika memproduksikan fluida dari suatu


sumur dengan seiring waktu. Permasalahan yang sering terjadi pada saat
memproduksikan sumur yaitu menurunnya laju produksi dari sumur tersebut
dengan seiring waktu, biasanya permasalahan tersebut terjadi salah satunya karena
adanya kerusakan formasi, seperti adanya endapan scale dan mineral clay.

Permasalahan kerusakan formasi ini bisa di atasi dengan acidizing,


Biasanya scale terbentuk pada zona perforasi,tubing dan flowline. Acidizing
bertujuan untuk mengatasi penurunan permeabilitas formasi yang biasanya terjadi
akibat formation dammage. Dengan cara memperbesar pori batuan dan
melarutkan partikel-partikel penyumbat pori-pori batuan dengan asam yang di
injeksi kedalam sumur atau lapisan produktif .

Ada beberapa jenis asam yang biasanya sering di gunakan pada proses
acidizing, seperti Hydrochloric Acid (HCl). HCl sangat baik untuk melarutkan
scale karbonat, oleh karena itu biasanya di gunakan pada formasi karbonat.
Keunggulan dari HCl ini adalah harganya yang relatif murah, hasil dari reaksinya
terlarut dalam air dan juga mudah untuk di angkut.

Aditive biasanya di tambahkan pada asam yang akan di injeksikan, fungsi


dari aditive ini adalah untuk mencegah atau mengulangi efek yang di timbulkan
dari proses acidizing pada formasi ataupun peralatan produksi. Corrosion
inhibitor,surfactan,iron control dan mutual solvent adalah beberapa jenis dari
adictive yang sering di pakai.

Acidizing di lakukan jika telah dilakukan perhitungan kapasitas tubing,


casing, anulus dan net perforasi yang digunakan untuk menentukan volume
tubing,volume annulus dan volume fluida. Setelah di tentukannya variabel
tersebut dilakukan lah tahap acidizing dimana terdiri ddari tahap pickling stage
dimana disini adalah tahap kotoran di hilangkan pada tubing dan flowline yang
biasanya berupa karat dan juga berfungsi mencegas korosi yang disebabkan
acidizing. Pre flush, dimana pada tahap ini asam dalam rangkaian tubing dan
flowline di desak (displace) dengan larutan fluida. Selanjutnya adalah tahap flush,
dimana di tahap ini larutan pelarut bereaksi dengan material penyumbat pori dan
kemudian di lakukan tahap perendaman. Swab yaitu tahap yang berguna untuk
membersihkan sumur dari asam yang tidak bereaksi, material penyumbat, dan
produksi hasil reaksi.

Stimulasi dengan metode acidizing dapat di lakukan dengan tiga metode,


yaitu acid washing, acid fracturing, matrix acidizing. Matrix acidizing adalah
pekerjaan dimana asam di injeksikan ke dalam formasi di bawah tekanan rekah
dengan tujuan untuk menghilangkan formation damage yang terjadi akibat
pengeboran, workover dan produksi. Sedangkan untuk acid washing adalah suatu
opersi yang didesain untuk mengurangi dan menghilangkan scale yang dapat di
larutkan asam. Acid fracturing dimana asam di injeksikan dengan tekanan dan laju
injeksi di atas tekanan rekah formasi.

Kerja asam dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain laju reaksi
asam, tekanan formasi, temperatur formasi, additive asam, komposisi batuan dan
laju aliran asam.

Asam hidrofluorat (HF) di temukan pada 1935, setelah itu di terapkan untuk
menghilangkan formation damage dimana asam ini sangat bagus untuk formasi
batu pasir. Asam ini terbukti sukses saat merawat batu pasir mengandung
sejumlah kecil mineral kalsium.
DAFTAR PUSTAKA

Ali, M., Ziauddin, M. Carbonate acidizing: A mechanistic model for wormhole


growth in linear and radial flow. Journal of Petroleum Science and
Engineering 2020.

Furqan, Muhammad Bima, et. al. Evaluasi keberhasilan matrix acidizing dan well
washing sumur panas bumi mbf-246 dan miz-153 lapangan f-25. Seminar
Nasional Cendekiawan 2015.

Musnal, Ali. Mengatasi Kerusakan Formasi Dengan Metoda Pengasaman Yang


Kompetibel Pada Sumur Minyak Dilapangan X. Jurnal of Earth, Energy,
Engineering Jurusan Teknik Perminyakan – UIR.

Kinasih, Realita Christi. et. al. Analisa hasil acidizing treatment untuk
menanggulangi scale caco3 dalam upaya mengoptimalkan kemampuan
berproduksi sumur R-11 PT. Pertamina EP asset 2 limau field.

Shafiq, Mian Umer and Hisham Ben Mahmud. Sandstone matrix acidizing
knowledge and future development. J Petrol Explor Prod Technol 2017.