Anda di halaman 1dari 84

Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat.

[FIAHQALILLAH ] Barincong 2

FIAHQALILLAH
Hakikat Semata

Aku menyaksikan hidupku sendiri sebenarnya tiada Tuhan selain aku.


Dan aku naik saksi bahwasannya Muhammad itu utusanku dan sebenarnya yang
bernama itu AKIDAHKU, RASUL ITU RASAKU, dan Muhammad itu CAHAYAKU,
akulah Tuhan yang hidup yang tiada mati-mati yang ingat tiada kekal tiada berubah
pada kenyataan ZAT ; Akulah yang hawas lagi tahu, tiada samar akan sesuatu.
Akulah yang kuasa dan yang menguasai dan akulah yang maha bijaksana.
Dan maha suci aku, maha adil dan maha pengasih dan maha penyayang aku,
dan sembahlah aku/kenallah aku.

Kitab barencong ini adalah Sekedar istilah yang dipakai oleh dari sebuah
kitab ilmu hakikat. Inti daripada ajaran ilmu hakikat itulah yg bernama
kitab barencong yaitu ilmu kesempurnaan lahir dan batin.

Adapun pembagian ilmu tersebut diprakarsai oleh datu sanggul dan datu
kelampayan.

Datu sanggul: ilmunya melebar di permukaan bumi serta alam dan


seisinya naik menjurus satu titik ke tujuh lapis petala langit menuju arasy
Allah. Menjadilah ia disebut ilmu ketuhanan atau ilmu hakikat.
(pahamkan.. ini, karna kata kata hanya gambaran perumpamaan agar
mendekati paham).

Datu Kelampayan: ilmunya dari langit turun kebumi menjadi Rahmat


semesta Alam, menjadilah ia Ahlus sunnah waljamaah.

Maka jelaslah bahwa nama kitab barencong adalah ajaran ilmu datu
sanggul yaitu ilmu hakikat semata.

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 1
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

Perjalanan itu dimulai dari dalam diri kita sendiri, perjalanan itu dimulai
dari dalam terus kedalam, akhirnya serta alam dengan keindahannya dan
dengan keganjilannya, hanyalah sebagai saksi pencari diri.

Jadi sebelum kita mengenal Tuhan, maka kenallah diri, sebelum kita
mengenal diri lebih dahulu, kenallah Adam lebih dahulu, dan sebelum
kenal kepada Adam kenallah MUHAMMAD lebih dahulu. Demikianlah
orang yang hendak mengenal diri dan mengenal akan tuhan Allah Azza
Wazalla.

Bahwasanya Allah Talala menjadikan dahulu daripada segala asia itu ialah
NUR NABIMU. Diriwayatkan oleh ZABIR beliau pernah juga bertanya
kepada Nabiallah s.a.w; yaitu dijawab oleh Nabi AWWALUMA
KHOLAQOL LAHU TAALA NURI NABIYIKA,YA ZABIR. Mula mula
dijakan AllahTa’ala daripada segala asia itu ialah : NUR NABIMU ya
ZABIR.

Maka nyatalah RUH NABI itu dijadikan dahulu daripada segala asia itu,
dan lagi dijadikan ia daripda Zatnya jua, tetapi sebelum tuhan menjadikan
NUR MUHAMMAD, Tuhan telah mengatakan dalam kitabnya Al’quranul
qarim yang berbunyi : artinya : Pertama kujadikan ILMU sebelum
kujadikan NUR MUHAMMAD.
Maka nyatalah kepada kita bahwa : NUR MUHAMMAD.
Maka nyatalah kepada kita bahwa NUR MUHAMMAD itu jadi daripada
ILMUnya dan daripada KUDRAT DAN IRADATNYA

Dan nyatalah bahwa kalau Roh kita dan batang tubuh kita ini daripada Nur
Muhammad. Maka kita ini tiada lain dan tiada bukan,pada Hakikatnya Nur
Muhammad jua. Dan kalau telah jelas dalam hati marifatakan hakikat Nur
Muhammad itu, maka hendaklah engkau mesrakan Nur Muhammad itu
kepada Roh dan kepada batang tubuhmu dan kepada seluruh kainat. Kalau
sudah benar-benar mesra,insya allah engkau akan melihat keelokan zat
yang wajibal wujud.

2 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

Dan Syeh ABDUL RA’UF berkata : yang sebenar-benar diri itu ialah
nyawa. Yang sebenar-benarnya nyawa itu ialah Nur Muhammad. Dan
yang sebenar-benarnya Nur Muhammad itu ialah sifat. Yang sebenar-
benarnya sifat itu ialah zat. Tetapi disini bukan zat hayun,tapi zat hayat.

Dan lagi kata aribillah : Bermula yang sebenar-benarnya diri itu ialah Roh,
tatkala ia nasab sekalian tubuh, nyawa namanya. Tatkala keluar masuk
nafas namanya. Tatkala ia berkehendak hati namanya. Tatkala ia ingin
akan sesuatu nafsu namanya. Tatkala ia memilih akan sesuatu ihtiar
namanya. Taktkala ia dapat memperbuat akan sesuatu akal namanya. Dan
tatkala ia yakin akan sesuatu iman namanya.

Jadi pohon akal itu adalah ilmu. Inilah yang disebut yang se-benar benar
diri. Tetapi janganlah terhenti kepada roh itu saja, teruskanlah kepada
yang hak. (kepada Allah Ta’ala).

Dan firman Allah Ta’ala dalam Al qur’an : ANA MINNURILAH WAL


ALIMU MINNUR,artinya : Dari pada cahaya Allah, dan sekalian Ilmu
daripada cahayaKu. Tetapi Nur disini bukan lah menurut pahaman umum
yang berlaku ia bukan zat, bukan benda dan bukan materi, tetapi diatas
segala-galanya. Insya Allah kita akan bertemu juga dengan NUR cerlang
cemerlang itu.

Dan lagi firman yang berbunyi : AL INSANU SIRRI WA ANA SIRRI


WASIFATIN WA SIFATUN LAGOIRIH, artinya : insan itu
rahasiaku,rahasiaku itu sifatku,dan sifat itu tiada lain daripada aku jua.

Jadi yang sebenar-benarnya insan itu manusia, yang sebenar-benarnya


manusia itu ialah Af’al Allah. Yang sebenar-benarnya Af’al Allah itu ialah
Sifat Allah. Yang sebenar-benarnya Sifat Allah itu ialah Zat Allah. Karena
zat dan sifat itu tiada menerima tunggal; dan Zat dan Sifat itu tiada sekutu
dan tiada pula bercerai. Dan barang siapa menyekutukan Zat dan Sifat,
atau menceraikannya, maka tersebut dihukumkan SYIRIK KHAFI.
Sabda Rasulullah s.a.w. didalam Al hadist : yang berbunyi UJUDUKA
ZAMBUN QIAASALAHU LIGOIRIH. Artinya : Syirik Khafi itu adalah

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 3
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

dosa besar. Jadi selama ujud Adam masih melekat dalam dirimu, niscaya
tiada sampai semua ibadatmu walau setinggi langit. Jadi untuk melepaskan
syirik khafi itu keluarlah engkau dari diri engkau. Disini kita bicarakan
sedikit tentang diri kita yang sebenar-benarnya.

Adapun diri kita ini ada tiga bagian :


Pertama ialah diri yang sebenarnya (rahasia)
Kedua ialah diri terperi (Muhammad)
Ketiga ialah diri terdiri (adam).

Jadi yang pertama tadi ialah kembali kepada yang hak. Kedua ialah
kembali kepada rasa Muhammad. Ketiga ialah yang betah tinggal kepada
rasa adam semula. Jadi dosa besar yang tiada ampunan : kecuali kembali
kepada yang sebenarnya. Jadi yang sebenar benar Ruh itu Nur
Muhammad. Jadi yang sebenar-benar Nur Muhammad itu Sifat. Sebenar-
benar sifat itu ialah Zat. Jadi Zat itu Zat Hayat,bukan Zat Hayun. Jadi
Allah adalah nama Zat, dan Muhammad nama Sifat. Zat dan Sifat itu tiada
bersatu dan tiada bercerai. WANAN KAANAFI HAJIHI AMA
FAHUWA FIL AKHIRATIA’MA WA ‘ADHOLLU SABBILA, artinya :
Barang siapa buta dalam dunia ini, niscaya buta juga di akhirat sesat di
jalan.

RUMUS
1. Hidup tubuh karena nyawa,hidup nyawa karena Allah.
2. Tahu hati karena tahu Ruh, tahu Ruh karena Allah.
3. Kuasa anggota tubuh karena Ruh, kuasa Ruh karena kuasa Allah.
4. Berkehendak puad kerena berkehendak Ruh, berkehendak Ruh karena
berkehendak Allah.
5. Mengdengar telinga karena mendengar Ruh, mendengar Ruh karena
mendengar Allah.
6. Melihat mata karena melihat Ruh, melihat Ruh karena melihat Allah.
7. Berkata mulut karena berkata Ruh, berkata Ruh karena berkata Allah.
Maka kita rumuskan pula tentang diri bathin itu sebagai berikut
dibawah ini :

4 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

Adapun yang dimaksud dengan fana oleh ahli tasawuf ialah : lenyapnya
perasaan hamba dari nafsu basyariah, yakni segala sifat-sifat ke-ia-an dan
ke akuan dari kemanusiaan, sudah takluk pada tuhannya, maka jadilah ia
baqa dengan Allah Ta’ala.

Kapankah datangnya dan kapan pula kembalinya?


Jawabnya ialah : bahwa diri bathin itu datang kedunia ini adalah setelah
adanya jasad, sesuai dengan firman Allah : yang artinya ; kemudian kami
sempurnakan jasad itu, lalu ditiupkan roh kepadanya.

Darimana diri itu datangnya dan kemana pula kembalinya, serta apa
maksud datang kedunia ini?
Jawabnya ialah : datangnya dari Allah dan kembalinya kepada
Allah,adapun maksud datang kedunia ini adalah dengan jasad sebagai
alatnya.

Berkata ABU HASSAN AS SYAZALI r.a Bahwa ; melihat Allah itu


dengan penglihatan iman dan yakin, ini lebih kaya daripada melihat dalil-
dalil. Lebih baik kita katakan bahwa; kita tidak akan melihat alam, dan
andaikata ada juga, maka penglihatan itu atau penglihatan aribillah itu tak
ubahnya laksana melihat debu terbang diangkasa yang pada penglihatan
ada, tapi/namun dicari tak ada, artinya : tak dapat menangkapnya. Itulah
perjalanan aribillah atau wali Allah ; yang telah sampai kepda makam fana
dan makam baqa.
1. Fana pada Af’al (perbuatan), sampai merasakan bahwa tidak ada satu
perbuatan pun didalam ala mini.selain dari perbuatan Allah Ta’ala.
2. Fana pada Sifat, hingga sampai menyakinkan bahwa tidak ada yang
hidup kecuali Allah. Apabila dikatakan tidak ada yang hidup pada
hakikatnya kecuali Allah ; berate juga tidak ada yang kuasa, yang
berkehendak, yang ber-ilmu, yang mendengar, yang melihat, dan yang
berkata-kata, kecuali Allah semata-mata.
3. Fana pada Zat ialah ; hilang ujud yang lahir ini dan alam seluruhnya
dan pandangan ; kecuali Allah.

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 5
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

Jadi barang siapa yang melihat mahluk tidak punya perbuatan pada
mereka, maka sesungguhnya ia menang. Dan barang siapa yang melihat
mahluk yang tidak ada hidup pada mereka, maka derajatnya telah naik.
Barang siapa melihat mahluk tidak ada pada hakikatnya, maka ia telah
sampai kepada titik yang dituju, yaitu titik puncak ilmu dan ma’rifat.

Apabila kita sudah menjalani yang tiga perkara ini, maka itulah makam
fana namanya, dan selanjutnya naik kemakam baqa, makam baqa itu ialah:
HU ITU ALLAH TA’ALA. Sedang makam fana kesimpulannya kepada :
LAMAUJUDA BIHAQQIN ILLALLAH. Tidak ada yang maujud, kecuali
Allah Ta’ala.

Demikianlah apa yang dapat hamba sampaikan, kalau sudah faham dan
mengerti, kuburlah ia. Jangan dibeberkan ditengah masyarakat
umum/awam, nanti bisa membawa fitnah besar.

Sangat banyak sekali penjelasan dalam Al qur’an dan hadits-hadits nabi


yang memberikan keterangan2 bahwa hamba atau mahluk ini sama sekali
tidak punya perbuatan. Antara lain menegaskan,

   


“Allah yang menjadikan kamu dan segala perbuatan kamu”.
(surah as-shaaffat ayat 96).
Dan lagi ayat yang berbunyi :
       
Hai Muhammad bukanlah engkau yang melempar dikala engakau
melempar, tapi Allah lah yang melempar dikala engkau melempar.
( surah anfaal 17 ).

Jadi untuk kemantapan pandangan kita,kita harus selalu melatih diri


dengan tidak bosan-bosannya mensyuhud perbuatan Allah Ta’ala
Azzawazalla. kita hendak lah dalam hidup ini tidak hanya melihat yang
tersurat saja,tetapi juga yang tersirat. Dengan basyirah hati kita ini, biar

6 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

saja mata melihat perbuatan alam, namun dalam hati melihat perbuatan
Allah.

Biar saja telinga mendengar alam, namun hati kepada Allah. Biar saja
mulut mengatakan perbuatan si A si B dan si C, namun hati tetap tercurah
kepada Allah. Boleh saja buat misal sekedar untuk mendekatkan kepada
Allah (kepada faham). Bahwa alam AKUAN yang kita lihat ini dengan
bermacam-macam corak dan ragam, hendaknya tak ubahnya laksana kita
melihat bayang2 yang man hati kita akan tertuju kepada yang punya
bayang2 itu. Tidak mungkin bergerak bayang bayang, tanpa bergerak yang
punya bayang2. Jadi kesimpulannya adalah : tiada yang hidup, tiada yang
tahu, tiada yang kuasa, tiada yang berkehendak dan tiada yang berkata-
kata pada hakikatnya melainkan Allah Ta’ala.

Adapun zahir sifat ini kepada mahluk adalah tempat memandang sifat2
Tuhan yang zahir pada mahluk, yakni bayang2 sifat tuhan kepada hamba.
Seperti ujud kita adalah bayang2 ujud Allah Ta’ala. Mustahil ujud
bayang2 dengan tiada ujud yang mempunyai/empunya bayang2. Dan
mustahil pula bergerak bayang2 dangan tiada bergerak yang empunya
bayang2. Bermula misal ini karena untuk menghampirkan faham jua
adanya.

Jadi untuk kemantapan pandangan ini bahwa mahluk ini tiada mempunyai
perbuatan barang perbuatan, hanya saja perbuatan yang ada dalam ala
mini perbuatan, hanya saja perbuatan Tuhan Allah semata-mata. Dan jika
engkau sangka ada perbuatan lainnya daripadanya, walaupun sebesar
zarroh, maka sirik lah engkau,artinya : mensekutukan Tuhan dengan
lainnya, (syirik khafi).

Demikianlah orang yang hendak me-esakan Allah Ta’ala pada Af’al atau
perbuatan, tanamkanlah keyakinan kita itu kedalam lubuk jiwa yang
sangat mendalam. sekira2 tidak bergeser walau sebesar zarrohpun, kalau
sudah mantap pandangan akan Af’al Allah Ta’ala maka manunggallah
perbuatanmu (manunggal dalam rahasia) dengan Af’al-Nya.

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 7
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

Maka dari itu wahai sekalian penuntut, mantapkanlah pandanganmu dalam


segala perkara, supaya ia tetap bagimu. Kalau sudah mantap pandangan
mu, maka engkau yang bernama halifah Tuhan dalam dunia fana ini.

Sekarang baiklah kita teruskan tentang meesakan sifat Allah Ta’ala. Tetapi
sebelum kita membicarakan tentang meesakan sifat Allah Ta’ala : maka
baiklah anda sekalian hamba bawa kepada membicarakan tentang ayat
Alqur’an yang berbunyi : FA’ILUN ILALLAH, Artinya SEMUA KERJA
DARI ALLAH. Maka yakinlah kita sekarang ini tak ada yang perlu kita
ragukan lagi. Karena syak dan ragu itu adalah musuh kemerdekaan akal.

Demikianlah penjelasan hamba mengenai tauhidul asma. Sekarang baiklah


kita teruskan kepada membicarakan tentang me-esakan Allah Ta’ala pada
sifat, artinya : seluruh sifat-sifat yang ada dalam alam ini, siempunya
kepada sifat Hayat.

Adapun kaifiat dan cara memandang sifat Tuhan itu ialah :


Engkau pandang dengan hatimu dan dengan mata kepalamu dengan
hakkul yakin dan dengan itiqad yang putus, bahwasanya tidak ada yang
bersifat dialam alam ini kecuali Allah. Seperti : kudrat, iradat, ilmu, hayat,
sama, basyar dan kalam. Semuanya adalah sifat-sifat Allah.

Jadi sifat-sifat yang ada pada mahluk ini adalah sifat-sifat majaji belaka,
bukan hakiki. Maka daripada itu nyatalah kepada kita bahwa sifat-sifat
yang ada pada kita sekarang ini adalah nyata sifat-sifat Tuhan Allah
semata. Kalau kita sudah mengembalikan sifat-sifat yang ada pada kita itu
kepada Allah, niscaya fanalah sifat-sifat kita itu kepada sifat-sifat Allah.
Sehingga tidak ada lagi yang bersifat, kecuali Allah. Jadi jelaslah sudah
kepada kita bahwa : kita ini tidak punya perbuatan, tidak punya nama dan
tidak punya sifat kecuali Tuhan. Sekarang tinggal lagi mengeesakan Allah
Ta’ala pada Zatnya.

Sifat-sifat Allah itu tidaklah berdiri kepada ZAT. ( tidak berdirinya seperti
sifat hitam kepada sesuatu benda). Maksudnya tidak berpindah dari
Zatnya, tidak terlepas daripada Zatnya. Dan tidak tersembunyi dari

8 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

Zatnya, bukan berarti tidak ada. Dia qadim karena qadimnya zat, dan tidak
akan binasa selamanya, jadi begitulah hakikat sifat-sifat Tuhan tidak
pernah berpindah kepada mahluknya. Ia seperti nafi isbat jua, tidak
bercerai dan tidak bersatu, tetapi memang satu dalam rahasia. Maka dari
itu supaya hambanya dapat mengenal sifat-sifat Tuhan. Ia zahirkan NUR
dan benderangnya sifat-sifatnya itu kepada Roh kita, seperti sudah kita
jelaskan dahulu tadi.

Jadi kalau tahkik pandangan kita dengan cara demikian, niscaya fanalah
sifat-sifat kita dan mahluk sekaliannya kedalam sifat Allah. Maka dapatlah
kita rasakan bahwa : tidak mendengar kita, tidak melihat kita, tidak
berkata-kata kita, tidak tahu kita, melainkan dengan pendengaran Allah,
dengan penglihatan Allah, dengan kalam Allah, dengan tahunya Allah.
Dan tidak hidup kita ini,melainkan hayatullah zat, hingga yang lainya
daripada sifat-sifat Allah s.w.t. semata-mata. Demikianlah penjelasan
hamba. Baiklah kita teruskan kepada mengeesakan Allah Ta’ala pada
ZAT, agar supaya para penuntut menjadi maklum adanya.

TAUHIDUL ZAT
ME-ESAKAN ALLAH TA’ALA PADA ZAT

Meesakan Allah Ta’ala pada zat adalah jalan yang terakhir dari perjalan
seorang salik. Disnilah titik terahir bagi arifibillah untuk menuju Allah dan
disini perhentian perjalanan kaum sufi dan para wali-wali.

Dan disinilah batasnya mi’rojnya orang-orang mukmin sejati. Apabila


sudah mencapai kepada makam tauhidul zat itu, maka diperolehnya
kelezatan dan kenikmatan yang tiada taranya.

Hanya dengan itulah yang dapat memuaskan dahaga jiwanya :


menenangkan qalbunya, nikmat-nikmat yang tak dapat diperoleh orang
lainnya. Inilah puncak rasa menikmati ridhonya : puncak kebahagiaan
yang kekal dan abadi sepanjang masa. Bermula kaifiat atau cara meesakan
Allah Ta’ala pada zatnya, yaitu : engkau pandang dengan mata hatimu dan

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 9
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

curahkan seluruh perhatianmu itu semata-mata kepada Tuhan seru


sekalian alam. Karena sudah nyata kepada kita bahwa :
TIADA YANG MAUJUD DALAM ALAM INI, KECUALI ALLAH.
DAN TIADA MAUJUD YANG DALAM UJUD INI, HANYA ALLAH.
TIADA/TIDAK DALAM JUBAH MELAINKAN ALLAH. DAN TIDAK
ADA DIDALAM YANG ADA INI, KECUALI DIA.
Karena sudah jelas bagi arifibillah,bahwa : AL HAK ADA PADA NABI
KITA MUHAMMAD S.A.W.

Kalau alhak ada pada nabi, demikianlah ada pada kita. Demikianlah
hamba tambahkan supaya anda menjadi faham, dan supaya dapat
melaksanakan tugas masing-masing.

Firman Allah Ta’ala : AL INSANU SIRRI WA ANA SIRROHU.


Artinya insan itu rahasiaku dan akupun rahasianya.

Dan lagi firmannya : AL INSANU SIRRI WA ANA SIRRI WASIFATIN


WA SIFATUN LAGOIRIH.
Artinya insan itu rahasiaku, rahasiaku itu sifatku, dan sifatku itu tiada lain
daripada aku jua.

Jadi jelas kepada kita bahwa memang : LA MAUJUDA BIHAQQIN


ILALLAH. Artinya tiada yang maujud didalam alam ini, melainkan Allah.

Pandangan yang demikian adalah dengan alasan-alasan :


1. Semua zat mahluk itu nampak dilihat dengan mata ini, itu bukan hakiki
(rusak). Dan itu hanya ujud hayali dan wahmi jua, yaitu sangka-sangka
saja, dengan tidak beralasan, karena ujudnya berada antara dua ADAM.
Sedang ujud yang berada antara dua itu, hukumnya ADAM, yaitu :
ujud hayal.
2. Sedang ujud Adam itu tiada maujud pada hakikatnya, hanyalah ia
maujud kepada Allah Ta’ala yang hakiki dan fana dibawah ujudnya.
Ujud yang lain daripada ujud Allah semuanya qaim, artinya berhajat
kepada Allah Ta’ala. Jadi jelasnya begini dia tidak akan ujud, kalau

10 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

tidak diwujudkan oleh Allah Ta’ala. Yaitu : yang biasanya disebut


dengan majhor atau kenyataan ujud Allah Ta’ala.
3. Adanya nyata : dan semua ujud ala mini adalah yang dimaksudkan
hanya sekedar dalil titian untuk memandang kepada zat Allah Ta’ala.
4. Jadi pada pelajaran yang lalu itu sudah kita jelaskan bahwa sifat-sifat
yang ada pada mahluk ini nyata sifst-sifat Allah s.w.t. Jadi kalau
demikian jelas dan nyata bahwa : zat mahluk ini berarti juga
sesungguhnya nyata sifat dan afi ’al, tidak lepas dari zat.
5. Ujud semesta ala mini tak ubahnya laksana debu yang terbang atau
diterbangkan oleh angin diangkasa : pada penglihatan mata ada, tapi
kalu dicari tak ada. Kalau sekiranya ada ujud ala mini pada hakikatnya,
maka pasti pula ada sifat-sifat atau af’al yang memberi bekas itu.
Sedangkan semua itu sifat dan af’al yang memberi bekas itu tidaklah
ada, selain daripada sifat dan af’al Allah Ta’ala semata-mata.
6. SYEH SIDIK IBNU UMAR KHAN berkata : Semua ujud lain
daripada Allah Ta’ala, laksana ujud sesuatu yang kita lihat dalam
mimpi. Tidak ada baginya hakikat apabila kita terbangun dari tidur,
maka hilanglah semua itu. Begitulah hendaknya pandangan kita
terhadap ujud ala mini sesuai dengan hadist yang berbunyi :
FALANNASU NIYA’AFAIJA MA’ATU INTABAHUA.
Artinya ; manusia adalah tidur apabila mereka mati, barulah mereka
bangun atau jaga.

Baiklah hamba uraikan sedikit tentang hadist yang baru kita baca tadi,
supaya kita faham. Manusia semuanya itu tidur, apabila bangun barulah
mereka jaga, maksud hadist ini tadi ialah : orang yang hidup dengan hawa
nafsunya sendiri, bagaikan orang yang tidur, walaupun ia dalam keadaan
bangun. Mereka berbangga dengan nafsunya sendiri dan dengan akuanya,
tetapi orang yang telah sampai kepada rahasia yang satu itu, itulah orang
yang bangun dari tidurnya. Jadi siapapun yang masih tidur, maka mereka
itu tetap betah pada nafsunya sendiri, yaitu yang belum mengembalikan
hak Allah Ta’ala, mereka itu tetap dalam hak Adam

Demikianlah sepintas kilas hamba uraikan dan yang dimaksud mati disini
ialah : mati ma’nawi atau mati ma’na saja. Itu sesuai dengan hadist nabi

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 11
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

s.a.w. yang berbunyi : ANTAL MAUTU QOBLAL MAUTU. Artinya


matikan dirimu sebelum engkau mati. Jadi disini adalah mati nafsu saja.

Maka daripada itu untuk mematikan nafsu itu jalannya ialah melepaskan
diri dari belenggu penjajahan hawa nafsu angkara murka. Jalannya ialah
mengikuti jalan sufiah, yang mereka itu telah berada dipuncak.

Demikian seperti apa-apa yang hamba uraikan menurut yang terdahulu itu.
Untuk lebih mantapnya lagi, baiklah hamba bawa anda kedalam laut
ma’rifat yang penuh dengan ombak dan badai, sehingga anda bisa mabuk
karenanya. Mabuk disini artinya : Karam lenyap, hancur dan lebur
kedalam hakikat hidup yang sebenarnya. Yaitu lebur kedalam hidup yang
sejati telah Esa dengan seisi alam dan bersatu dengan seluruh per-
kemanusiaan. Demikianlah contoh bagi orang yang hendak mengenal diri.
Sekarang baiklah kita berkisar pula kepada membicarakan tentang makam
fana atau maka binasa.
1. MAUJUDUN WAHIDUN : Ujud yang empunya ujud Esa.
2. WAJATUN WAMAUSUFUN: Zat dengan empunya zat adalah Esa
jua.
3. SIFATUN WAMAUSUFUN,Wahidun sifatun wahidun ; sifat dengan
empunya sifat adalah Esa.
4. ASMAUN WAMAUSFUN,Wa asmaun wahidun ; nama dengan yang
empunya nama adalah Esa jua.
5. AF’ALUN WAMAUSUFUN,af’alun wahidun ; af’al dengan yang
empunya af’al Esa jua.

Jadi inilah yang disebt arti dan makna yang sebenarnya daripada fana dan
baqa itu tadi. Inilah arti fana dan baqa yang dituntut oleh seorang salik
/penuntut/tholib/murid.

Adapun alam insan itu terhimpun kepada diatas daripada segala alam, jika
bukan karena insan, se-suatu pun tiada dijadikan/dijahirkan oleh Tuhan
selamanya. Dalil menyatakan : Al insan sirri wa ana sirrohu, artinya insan
itu rahasiaku dan akupun rahasianya.

12 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

Dan lagi : Al insanu sirri wa ana sirri, sifatun wasifatin lagoirih : artinya ;
insan itu rahasiaku, rahasiaku itu sifatku, tiada lain daripadaku jua.

Maka dari itulah insan dilebihkan oleh Allah Ta’ala daripada malaikat ;
pun demikian lah hendaknya itikad kita adanya. Yaitu : itiqad yang putus
adanya, dan tiadanya, dan adanya.

Kalau anda sudah faham benar berarti putus itiqadnya, dan tiadanya dan
adanya; maka barulah mendapat makan ARIFIN yang sebenarnya.
Baiklah hamba uraikan secara ringkas tentang;
ADANYA DAN TIADANYA.
MANUNGGAL DUA UNSUR KETIDAK ADAANYA : ADALAH
KEADAANYA,DAN KEADAANYA ADALAH KETIADAANYA.

Sekarang baiklah kita buat contoh/missal :


Kalimah : LA ILAHA ILLALAH itu meliputi sangkalan dan pengakuan.
Adalah keadaan/adanya dan tiadanya keadaannya/tiadanya, artinya:
hakikat dari Tuhan adalah tiadanya?

Dalam ketidak adaannya/tiadanya : DIA mulai ADA. Yang terakhir lagi


disebut : keadaan yang abadi.

Itulah makna atau arti dari : ADANYA DAN TIADANYA.


Sekarang kita teruskan sedikit lagi tentang ada dan tiada. Keadaan yang
abadi dan ketidak adaanya keduanya sekalian bersamaan (sekaligus
bersamaan). Adalah merupakan : Ujud dati Tuhan. Sangkalan
mengandung pengakuan yang positif.

Jadi disini sangkalan dan pengakuan tidaklah terpisah dan tidaklah


tersentuh, maksudnya ialah : bercerai tidak ,bersatu tidak : akan tetapi
keduanya Nafi dan dibatasi oleh kalimah ILA dan tidak boleh masuk
kedalam kalimah ILLALLAH.

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 13
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

Selanjutnya kita harus tahu keadaan harus memberi petunjuk yang terang
tentang apa yang dianggap ada, seperti suatu petunjuk terhadap yang
ditunjuk.

Jadi rumus ILLALLAH adalah yang dianggap sebagai ADA. Maka mutlak
lah nama keadaan yang maha mulia dari Tuhan Allah Azzawalla, hanya
untuk dialah rumus ILALLAH itu tepat. Jadi kesimpulannya adalah:
SERBA ESA, SERBA SATU, DAN HITUNGAN SEGALA JIWA-PUN
ADALAH SATU (DALAM RAHASIA TUHAN).

Disini tidak ada lagi dua faham dalam ujud, tidak ada lagi dua kata dalam
perbuatan, tidak ada lagi dua unsur dalam asma dan tidak ada lagi dua
jenis kehidupan. Dan tidak ada lagi dua rumus dalam Zat dan Sifat
segalanya : QADIRUN BI ZATIHI, MURIDUN BI ZATIHI, ALIMUN
BIZATIHI, HAYUN BIZATIHI,SAMIUN BIZATIHI, BASYIRUN
BIZATIHI, DAN MUTTAKALIMUN BIZATIHI.

Jadi siapa sudah Faham, merekalah yang beroleh ilham.


Sekarang kita teruskan pula pembicaraan kita kepada tentang hakikat
Muhammad secara ringkasnya.

Hakikat Muhammad itu ialah NUR MUHAMMAD.


NUR MUHAMMAD itu ialah HAKIKAT ALAM.
NUR MUHAMMAD atau HAKIKAT MUHAMMAD disebut juga NUR
AWAL, artinya asal segala kejadian dan akhir segala kenabian : ALHAK
dan dia pada Nabi.

Itulah sebabnya hakikat MUHAMMAD itu disebut utusan, maka kalau


hakikat Muhammad itu disebut utusan tuhan maka carilah dan galilah
sedalam-dalamnya hakikat hidup kita ini, supaya bisa pulang kembali
keasalnya, yaitu kembali kepada hidup yang sejati, yaitu hidupnya tuhan
yang kekal dan abadi, dan asali dan tidak terkena rusak. Itulah yang
disebut Zat yang maha besar HAK Tuhan Allah yang dikenal dengan
sebutan : HAQQULLAH TA’ALA.

14 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

Itulah tempat kembali, tempat manusia Ma’rifat, sebagai kesempurnaan


kita yang sejati dan abadi. HAQQULLAH itu adalah sebagai kenyataan
kita yaitu, untuk alam akhirat nanti dan alam dunia ini.

Apabila tuhan membukakan bagimu jalan untuk ma’rifat atau mengenal


kepadanya, maka janganlah engkau menghiraukan asal amalmu yang
masih sedikit umpamanya. Sebab tuhan tidak membukakan bagimu,
melainkan Ia memperkenalkan DiriNya kepadamu. Tidaklah engkau
ketahui bahwa ma’rifat itu adalah puncak keuntungan seorang hamba,
maka tak usah kau hiraukan berapa banyak banyak amal kebaikanmu atau
amal perbuatanmu, meskipun masih sedikit amalmu dengan anggota yang
lahir, Ma’rifat itu suatu karunia pemberian Allah kepadamu, maka Ia
sekali-kali tidak tergantung kepada banyak atau sedikitnya amal
kebaikanmu.

Andaikata engkau tidak dapat sampai kepada Allah : kecuali sesudah habis
lenyap semua dosa dan kekotoran sirik, niscaya engkau tak dapat sampai
kepadanya. Untuk selamanya. Tetapi bila Allah menarik engkau
kepadanya, maka Allah menutupi sifat2mu dengan sifatNya, dan
kekuranganmu dangan kurniaNya. Hilangkan pandangan mahkluk
kepadamu, karena puas dengan Penglihatan Allah kepadamu. Dan lupakan
perhatian makhluk kepadamu, karena melihat bahwa Allah menghadap
kepadamu. Sebaik-baik saat dalam hidupmu : ialah saat ingat kepada
tuhan, dan putus hubungan dengan segala sesuatu yang lainnya.

Dan apabila pada saat itu tidak ada lagi pandangan yang lainnya dari
Allah, maka pada saat itu murnilah pengertian tauhidmu kepada Allah.
Nikmat itu meskipun beraneka macam bentuknya : hanya disebabkan
karena melihat dan dekatnya Allah. Demikianlah pula siksa itu walaupun
ber macam-macam bentuknya itu hanya karena terhijab dari Allah.

Demikanlah pandangan orang yang faham. Kesimpulannya adalah : siksa


itu karena adanya hijab. Dan nikmat itu karena melihat kepada Zat yang
wajibal ujud. Dan siapa fana dengan Allah: pastilah ia lupa segala sesuatu,
dan siapa yang benar2 mengenal kepada Allah, Niscaya tiada risau dan

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 15
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

sedih lagi menghadap hidup ini. Lagi pula barang siapa telah sampai titik
puncak, Wali Allah namanya, atau yang sering disebut :
AL ALIMURROBANIYAH, (Alim yang sebenarnya).

Ma’rifat yang paling tinggi dan yang paling dianugrahi Allah Ta’ala
dengan ilmu Terbayang. Apakah ilmu terbayang itu?

Yang dimaksud ilmu ternyang itu ialah ; ILMU LADUNIYAH, yang tiada
mudah hilang. Sedang ilmu yang tampak ini mudah hilang dibawa angin
lalu, jadi yang dinamakan ilmu yang tampak ialah ilmu hafalan dan
darusan. Apabila lupa ia dengan ilmunya, niscaya terhenti bicaranya
(lafalnya). Karena kalau diteruskan bisa membawa kehancuran dan
kerusakan menyeluruh. Itulah dia ilmu yang tampak. Sedang ilmu
terbayang tak pernah pudar untuk selama-lamanya. Ilmu yang tampak
hanya dimilki orang alim fiqih, sedang ilmu terbayang dimilki oleh
Ahlullah.

Jadi ilmu yang tampak itu hanya bercahaya dalam alam dunia ini saja.
Sedang ilmu yang terbayang, bercahaya-cahaya meliputi hati orang yang
memiliki qalbun salim. Artinya ; hati yang latif yang bersifat ketuhanan
(Lahud).

Itulah DIA yang disebut cahaya yang cerlang cemerlang yang tiada
harapan tuhan bartajali kepadanya. Dia bukan Zat, bukan benda dan bukan
materi : tetapi dia adalah ……………………………… yang paling sulit
pada segalanya. Itulah DIA kaymiyakbathin, DIA diatas daripada ilmu
yang ada dalam dunia ini.
Kalau masih terhenti kepada ilmu, belumlah ilmu.

Ilmu yang sejati ialah : ALIMULGOIBI WASYSYA’ADAH. Ilmu yang


seperti ini hanya dianugrahi kepada hambanya yang dikehendakinya.
Ilmu yang nyata boleh untuk semua orang, ilmu yang goib hanya untuk
hambanya yang beroleh petunjuk dan anugrah istimewa daripada Allah
Ta’ala, bukti nyata lihatlah kepada nabi-nabi. khususnya kepada Nabi
Muhammad s.a.w.

16 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

Kalam yang tertulis dalam Al qur’an datangnya darimana dan kembalinya


atau simpunnya kemana?
Apakah setelah membekas pada kulit kayu, daun korma, dibatu dan
dikayu: sudah hilangkah yang sejatinya?
Apakah Al qur’an itu hanya tertulis di lukh mahfut saja?
Adakah lagi lainnya? Bagaimana riwayatnya dan apakah nama tempatnya?
Kitab yang diturunkan Allah kebumi ini ada 104 buah kitab, Adakah kitab
yang tersembunyi dibalik yg 104 itu? Tidak; Kitabullah yang sebenarnya
itu apakah ia berhuruf, bersuara, dan merupakan kata-kata?
Manusia ini ini hanya diberikan sedikit saja percikan kalam Tuhan yang
hakiki dan Azali.

Jadi siapa yang berhajat kepada ilmu, ilmulah namanya, siapa yang
berhajat kepada Allah, Allah namanya.

Dan barang siapa tiada berhajat kepada ilmu dan kepada Allah,
ITULAH YANG SEBENARNYA, yang sampai.

Inilah makam tuhan yang hakiki dan Azali.


Dan inilah makam Ahlul akhirat namanya.
Inilah makam nabi-nabi dan rasul-rasul Allah,
inilah makam MAHMUDAN namanya: Makam yang terpuji dilangit dan
dibumi, jadi siapa yang dikehendaki Allah, semuanya Jadi.

Tidak ada tertengah bagi Allah, hanya engkau sendiri kurang faham
dengan Allah. Bila engkau faham dengan Allah, maka berarti engkau
sefaham dengan Allah. Artinya : fahaman satu rahasia dengan faham
Allah. Kemauanmu satu rahasia dengan kemauan Allah. Kebesaranmu
satu rahasia dengan kebesaran Allah. Akhirnya Ujudmu dan hidupmu satu
rahasia dengan Ujud Allah dan Hayatullah Zat. Dan satu rahasia dengan
perikemanusiaan, dan dengan seluruh jagat raya ini. Dan se-gala2nya
dalam hal apapun jua, tetapi tetap satu rahasia dengan kebesaran dan
kemuliaan dan kekerasan, keelokan dan kesempurnaan zat. TUHAN
YANG MAHA AGUNG DAN YANG MAHA SEMPURNA.
PANDANGAN HIDUP MUSLIM

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 17
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

Marilah kita menjadi seorang sufi, menjadi seorang sifa. Karena kita
adalah pengikut nabi yang telah disucikan dan dibersihkan atau mutafa.
Marilah kita menjadi sufi, dalam menghadapi kehidupan sehari-hari, suci
dalam perniagaan, sufi dalam pergaulan, sufi dalam hidup kasih sayang,
dan sufi dalam hubungan dengan Tuhan. Sufi sejati luas perasaannya,
tinggi hikmahnya dan putus segala tali pengikat yang mengikat kebebasan
jiwa, terikat oleh siapapun, dan oleh apa-apa saja, selain terikat oleh Allah.
Sufi yang sejati meleburkan dirinya kedalam masdar tempat asalnya, fana
diri kedalam baqa.

Dalam manusia biasa, maksudnya dalam pandangan manusia biasa, Tuhan


adalah yang maha kuasa atas alam ini. Alam ini dibolak balikkan,
ditelentangkan dan ditelungkupkan oleh satu zat yang maha kuasa :
ALLAHU AKBAR.

Dalam pandangan sufi memandang bahwa Tuhan itu adalah hakikat ujud
dalam hidup ini atau hakikat kekuatan dalam hidup. Kekuatan dan tenaga
itulah menjadi gerak gerik hati manusia bahwa gerak gerik alam alam
maya pada ini.

Sufi yang sejati ialah : yang selalu ingat kepada Allah dalam setiap saat
dan lidah tidak kering-kering menyebut Allah, dengan maksud nyawanya
tidak putus mengingat Allah. Meskipun lidah jasmaninya berdiam diri
saja. Sufi sejati telah putus segala-gala rantai yang beri batas dengan alam.

Rohaninya terbang tinggi laksana burung yang terbang keangkasa luas


menyusup awan hijau, ditinggalkannya sangkar, naik keatas puncak
gunung, ditinggalkannya gunung naik keatas awan hijau, dia bertahta
diatas awan hijau, dipandangnya sangat lemah sekali alam semesta ini,
termasuk dirinya, kian lama kian terasa semakin lemah, AKUNYA : yang
akhirnya leburlah AKU kedalam hakikat AKU yang sebenarnya.

Itulah ufuk tinggi luar biasa, kadang-kadang ia berjumpa dengan orang-


orang suci, atau aulia Allah, dan waliAllah, serta orang-orang ahli tasauf.
inilah mi’rojnya yang pertama bagi seorang sufi.

18 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

Jadi kalau aku masih merasa aku, maka belumlah aku sampai kepada inti
cinta. Kalau AKUKU : Aku leburkan kedalam engkau, maka AKU adalah
ENGKAU dalam segala hal. Kini AKU tiada disana. Hanya engkau
tinggal semata. Sekarang AKU tak dapat berkata-kata lagi. Bagaimana
AKU menerangkan tentang DIA. Sedangkan AKU dengan AKU, dan
AKU dengan dimana. Kalau AKU kembali, maka dengan AKU kembali
itu terpisah. Kalau AKU lalai, dengan lalai itu, AKU diringankan. Apabila
AKU berpadu kembali barulah jiwaku menjadi tentram dan
damai/bahagia. Inilah pendirianku atau akidahku yang terakhir.
Akhirnya : AKUKU LEBUR KEDALAM JIBU.
LAHURUFIN WALA SAUTIN, artinya : Tiada huruf, tiada suara, tiada
kata-kata, zat dirinya.

Jadi kalau seorang penuntut telah sampai kepada JIBU / LA HURUFIN


WALA SAUTIN : Maka pastilah ia faham akan apa-apa yang dibicarakan.
Jadi siapa-siapa belum faham, berarti dia belum bisa menangkap segala
pembicaraan yang amat halus ini dan sulit baginya untuk memahami.
Demikianlah apa-apa yang dapat hamba sampaikan.

AHLI TASYAUF YANG SEJATI

Ahli tasyauf yang sejati ialah mereka yang benar-benar memegang agama
yang tulen. Ahli sufi yang sejati ialah mereka yang jiwanya bebas tidak
terikat oleh apa-apa atau siapapun, dan bebas menjalankan kebenaran dari
ilahi robbi. Berani mengatakan itu benar dan ini salah. Ahli tasyauf adalah
putus dengan mahluk dan erat hubungannya dengan Tuhan,pandangannya
Allah semata. Ahli tasyauf tidak melihat kepada dirinya lagi,hanya Allah
dalam pandangannya. Jadi siapa yang masih melihat kepada dirinya,
niscaya tiada melihat akan Tuhannya. Seluruh pandangan ruhaniyah
memandang satu dalam banyak. Dan yang banyak pada yang satu.

Tersimpun dalam satu kesatuan yang dalam istilah sufi disebut pabrik
KUN dan yang diatur oleh seorang insinyur yang pintar ialah : ALLAH
TA’ALA. Kalau pandangan kita sudah mantap separti itu,maka hilanglah

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 19
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

rasa takut dan gentar, kecuali kepada Allah saja. Jadi pandangan seorang
yang dibawah memang berbeda dengan yang diatas. Ujud selain daripada
ujud Allah adalah ujud injaman karena semua itu Allah dan Allah itu
semuanya, ia hanya pertanda dari yang sebenarnya ada. Yang ada adalah
yang ada, yang ada ialah yang awal dan tidak ada permulaannya, yang ahir
tidak ada penghabisannya.

Zabir berkata, katanya : RASULULLAH S.A.W. bersabda : Siapa dapat


melakukan HUSUDHZAN artinya ; baik sangka kapada Allah Ta’ala,
sehingga ia tiada mati kecuali tetap dalam husnudhzan terhadap Allah
Ta’ala.

Maka haruslah kita berbuat husnudhzan terhdap Allah Ta’ala dan pada
sesama kita umat MUHAMMAD. Sesungguhnya kata NABI, sebaik-baik
fi’il / kelakuan ibadah kepada Allah ialah : baik sangka kepada Allah.
Baik sangka kepada Allah itu pertanda bahwa sudah bulat tawakkalnya
kepada Allah, dan penyerahannya kepada Allah, orang itu jaminannya
hanya Allah.

LA HAWLA WALA QUWWATA ILLA BILLAHI


Artinya : TAK ADA DAYA UNTUK BERBUAT KEBAIKAN
DAN TAK ADA UPAYA UNTUK MENOLAK KEJAHATAN.

Buhari Muslim berkata :


Tak ada dayaku untuk menolak suatu kemelaratan atau bahaya keburukan,
dan tak ada upayaku untuk berbuat kemanfaatan, melainkan dengan Allah
jua. Jadi tidak mudah bagi kaum sufi untuk mengatakan: La hawla wala
quwwata illa billahi.

Disini hamba tekankan janganlah kamu berani mengatakan La hawla wala


quwwata illa billahi, sebelum kamu memasuki alam tasyauf. Engkau
katakan itu tetapi ujudmu masih ada, selama ujudmu masih ada, selama itu
juga engkau dalam bergelimang dalam dosa durhaka kepadanya.

20 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

Selama ujud ADAM masih melekat dalam ingatanmu, selama itu pula
engkau mempermainkan Tuhanmu. Ini namanya lain dimulut / dihati.
Kalau engkau mengatakan :
LA HAWLA WALA QUWWATA ILLA BILLAHI.
SEBELUM ENGKAU MATI, MAKA CELAKALAH KEMATIAANMU.

Hilangkanlah ke AKUAN mu, lenyapkanlah kesombonganmu, baharu


sempurna amal ibadahmu kepada Allah.
BISMILLAHI AWWALLUH, WA AKHIRU,
artinya : Awalnya Allah, ahirnya Allah. Awalnya tidak ada permulaannya.
Dan ahirnya tidak ada penghabisannya.
MALLAM YASY KURINNAS, LAM YASY KURILLAH.
Artinya : Barang siapa tidak berterima kasih kepada sesamanya, maka
samalah ia tidak berterima kasih kepada Allah.

Sebab NUR MUHAMMAD itu adalah hakikat alam. Dan Allah adalah
hakikat alam atau hakikat ujud dalam hidup ini. Allah adalah hakikat
kekuatan dalam hidup ini. Johir Tuhan ada dimanusia, dan bathin manusia
ada di Tuhan.

Kalau anda sudah mengerti, laksanakanlah.


Untuk memperkuat dalil ini,hamba bawakan sebuah hadist qudsyi yang
berbunyi :

AL INSANU SIRRI,WA ANA SIRRUHU ( SIRROHU ).


Kata TUHAN : INSAN ITU RAHASIAKU, AKUPUN RAHASIANYA.
DAN LAGI :
AL INSANU SIRRI WA ANA SIRRI,
SIFATIN WA SIFATUN LA GOIRIH.
ARTINYA : INSAN ITU RAHASIAKU DAN RAHASIA ITU
SIFATKU, SIFATKU ITU TIADA LAIN DARIPADAKU.

Dalil ini dalil nyata, tak bisa lagi diragukan. Menurut riwayat : Banyak
para pemuka-pemuka agama, ahli tasyauf dan lain-lainnya : mencari siapa

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 21
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

DIA yang sebenarnya. Maka datang para nabi-nabi dan rasul-rasul


menyampaikan langsung, melompat dari mulut / lidahnya perkataan :
AMALLAH LA ILAHA ILLA ANA
Artinya AKU ALLAH, TIDAK ADA TUHAN, MELAINKAN AKU

Jadi menurut aqidah/pendirian hamba dalam soal ini ; hamba tidak taklid
dengan siapapun, dan hamba nyatakan bahwa kalimah itu tadi adalah inti
dari semua golongan tasyauf, golongan para wali-wali, para sahabat, aulia
dan anbiya dan para nabi-nabi dan para rasul-rasul. Jadi kalau para nabi
dan rasul demikian adanya, maka tiada lain andapun juga demikian
hendaknya.

Banyak kaum sufi mati, karena mempertahankan pendiriannya.


Hamba sebagai penulis buku ini menyatakan : Apabila lain dari yang di
ucapkan RASULULLAH s.a.w. itu tadi, maka : BUKANLAH IA DARI
GOLONGAN MUHAMMAD. DAN KELUAR DARI GOLONGAN
MUHAMMAD. MAKA IA BUKAN TERMASUK KELURGA TUHAN.

Didalam Al-Qur’anul karim Tuhan mengatakan :


AKU akan memberikan SATU kata kepadamu.
Tetapi engkau tidak sanggup.

Apakah yang dimaksud SATU kata itu ?


Inilah SATU kata itu tadi : Siapa yang sanggup dialah keluarga Tuhan.
Siapa tidak sanggup dialah keluarga syaiton.

Pilihlah antara dua : ingin jadi pahlawan Tuhan, atau jadi pahlawan
syaiton.

Siapa menjadi kelurga Tuhan didunia ini, niscaya sampai ke-ahirat.


Dan siapa menjadi keluarga syaiton didunia ini, niscaya sampai juga ke-
ahirat.

22 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

SABDA RASULULLAH S.A.W.

SYARIAT ITU SEPERTI TANAH


THARIKAT ITU SEPERTI AIR
HAKIKAT ITU SEPERTI ANGIN
MA’RIFAT ITU SEPERTI API
TANAH ITU BADAB MUHAMMAD
AIR ITU NUR MUHAMMAD
ANGIN ITU NAFAS MUHAMMAD
API ITU PENGLIHATAN MUHAMMAD
ADAPUN MATI ORANG SYARIAT ITU HANCUR LULUH
ADAPUN MATI ORANG THARIKAT ITU KURUS KERING
ADAPUN MATI ORANG HAKIKAT ITU LAMAK GEMUK
ADAPUN MATI ORANG MA’RIFAT ITU HILANG LENYAP
SABDA NABI S.A.W. : SYARIAT ITU LIDAHKU
THARIKAT ITU HATIKU
HAKIKAT ITU KEDIAMANKU
MA’RIFAT ITU ROHKU
PERNYATAANKU :
AKU HIDUP BUKAN KARENA NAFAS
BUKAN KARENA DENGAN NYAWA
BUKAN KARENA DENGAN ROH
BUKAN KARENA ITU DAN INI
TAPI AKU HIDUP SENDIRINYA SEBELUM ADA KEHIDUPAN
DIDUNIA INI
AKU SUDAH ADA SEBELUMNYA ADA DUNIA YANG ADA INI
AKU ADALAH AKU DIDALAM AKU, BER-AKU AKU
BILA AKU BERNYATA, ITULAH AKU DALAM KEAADANKU
SEBAB KEADAANKU ITU ADALAH KEADAANKU JUA

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 23
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

TENTANG FANA UL FANA


1. Fana zahir yaitu : merasakan tajali atau memantul keagungan Tuhan
pada tindak tanduk seseorang, sehingga segala keinginan,
kehendaknya, ikhtiarnya sudah terlepas dari dirinya. Karena itu
kadang-kadang orang itu sampai-sampai beberapa lama tidak tahu
makan dan minum dan sebagainya, semuanya terserah kepada
Allah.
2. Fana bathin yaitu : hatinya saja yang fana dan lahirnya tidak,
lahirnya seperti biasa. Hatinya terbuka pada melihat sifat-sifat
Tuhan,dan keagungan serta gerakan-gerakan Tuhan, hilanglah
segala was-was dan keragu-raguan dalam hatinya dan penuhlah
hatinya dengan keyakinan terhadap Allah s.w.t. Tidak ada dalam
hatinya timbul perasan takut dan gentar,kasih dan sayang, suka dan
duka, kecuali kepada Allah.

Fana yang demikian itu yang membawa ke maqam baqabillah, serta


melewati fana yang pertama. Biasanya lebih dahulu dimulai dengan
pengakuan seluruh wujud. Sedang hatinya atau rohnya selalu melihat
gerakan Allah,baik dalam ibadah seperti : dalam sembahyang. Dan dalam
segala apa yang dilihat dan didengar dan lain-lain sebagainya.
Maqam baqabillah inilah yang senantiasa ada pada para nabi dan rasul-
rasul,dan aulia dan anbiya Allah Ta’ala yang bereda dibawah qidamnya
nabi Muhammad s.a.w.

Maqam baqabillah ini kebanyakan adalah maqam mereka yang mahzub,


dimana setelah mereka berada dipuncak tauhid, lalu mereka turun kepada
sifat, dan asma, terus kepada af’al, sehingga kelihatan pada lahirnya
mereka seperti orang biasa saja, memandang akuan ini, dan berbuat seperti
ahli syariat umumnya. Tetapi hati mereka tidak pernah lupa kepada Allah
dan selalu berpegang kepadanya. Ada perbedaan sedikit bagi orang yang
berada dimaqam fana, mereka adalah orang yang salik. Dimana
pandangan mereka dimulai dari bawah dan terus naik atau tarakki. Yakni
dimulai memandang akuan, naik kepada af’al, sama, terus kepada sifat,
dan ahirnya kepda zat. Dan karena tajamnya dan asyiknya musahadah,

24 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

mungkin terjadi perasaan fana, yang kita maksudkan dengan fana zahir
yang tersebut diatas.

Demikianlah perjalanan fana dan baqa bagi seorang aribillah atau wali
Allah Ta’ala. Jadi disini hamba katakan bahwa, kalau dimaqam fana
belum faham betul atau belum mengerti, maka tidak ada harapan untuk
mencapai maqam baqa. Maka daripada itu pandanglah sedalam-dalamnya
tentang maqam fana, kalau sudah hasil makam fana, maka tercapailah
maqam baqa.

Demikianlah tentang maqam fana dan maqam baqa.

SOAL SOAL IKHLAS


o Tidak dapat dikatan kecil perbuatan yang dilakukan dengan ikhlas
(sepiring pamrih).
o Tidak dapat dikatakan benar awal-awal yang dilakukan dengan
tidak ikhlas, karena belum ma’rifat.
o Orang yang menjalankan fana dan baqa baru syah disebut husyu
dan ikhlas.

Firman Allah Ta’ala dalam Al qur’anul karim : yang artinya demikian :


Sesungguhnya Allah hanya menerima amal perbuatan yang sudah
kembali. Yaitu amal yang dilakukan dengan ikhlas, dan tepat sasarannya
menurut ajaran Tuhannya.

ABDULLAH IBNU MA’SUD r.a berkata :


Dua rakaat yang dilakukan oleh orang yang berilmu, dan mengerti /ikhlas,
adalah lebih baik daripada amal ibadah yang dilakukan oleh orang yang
tidak mengerti, sepanjang umurnya atau selama hidupnya ( tidak diterima
amal ibadahnya ).

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 25
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

Sekarang baiklah kita berkisar pada ilmu-ilmu. Ilmu itu ada tiga unsur atau
tiga martabat :
1. Ilmuyakin ialah : keyakinan yang didapat dari pengertian teori belajar
atau berguru.
2. Ainalyakin ialah : keyakinan yang didapat dari fakta keyakinan yang
lahir,setelah terungkap atau terbuka.
3. Hakkulyakin ialah : keyakinan yang benar-benar langsung dari Tuhan
dan tidak dapat diragukan lagi kebenarannya,yaitu ; keyakinan-
keyakinan yang mutlak.Demikianlah adanya.

Apabila kita hendak mancari/mengenal diri, maka hendaknya terlebih


dahulu kita ketahui/kita kenal akan RAHASIA NUR MUHAMMAD
karena rahasia Nur Muhammad itulah sebenar benar Diri.

Kemudian daripada itu hendaklah kita fikirkan pula diri kita yang sudah
berhuruf atau berkalimat ALLAH itu, bagaimana hendaknya supaya
jangan sampai tersalah sangka. Kemudian sesudah kita ketahui diri yang
lahir itu, hendaknya kita ketahui pula diri yang bathin, siapa dan yang
mana. Karena diri yang bathin itulah yang mengenal Tuhannya, seperti
sabda Nabi Muhammad MAN ARAFA NAFSAHU FAQOD ARAFA
RABBAHU : Artinya, barang siapa yang mengenal akan dirinya, maka
dikenalnya akan Tuhannya.

Tetapi sebelum kita mengenal diri yang bathin, maka hendaknya lebih
dahulu diri kita yang lahir itu, yang berwujud nama ALLAH itu. Kita
matikan sebelum daripada mati, seperti firman Allah didalam Qur’an ;
ANTAL MAUTU QOBBAL MAUTU, Artinya engkau matikan dirimu
sebelum kamu mati.

Maka jikalau sudah kita matikan diri kita yang lahir, barulah nyata diri
kita yang bathin, yang bernama sebenar-benarnya diri.

Adapun mematikan diri yang berhuruf atau berkalimah nama Allah itu
demikian caranya : pertama manafikan hurufnya ALIF-LAM-LAM-HA.

26 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

1. ALIF – ALLAHUSSAMAWATUWAL ARD.


2. LAM – LILLAHISSAMAWATIWAL ARD.
3. LAM – LAHULMULQUSSAMAWATIWAL ARD
4. HA–HUWAL AWALU WAL ACHIRU WAL ZAHIRU WAL
BATHINU.

Jadi kalau diri kita yang lahir itu nyata sudah FANA, artinya berkali-kali
tiada mempunyai apa lagi, seperti kata lafat :
“MIN ADAMIN ILLA UJUDIN WAMIN UJUDINILLA ADAMIN“
Daripada tiada menjadi ada dan daripada ada kembali kepada tiada.

Jadi maksudnya kita ini ( diri kita yang lahir ini ) sudah fana kepada diri
yang bathin, artinya yang lahir ini sehelai rambutpun tiada mempunyai apa
lagi, dan tiada boleh dikatakan ada lagi. Pada ILMUnya hanya diri yang
bathin jua, ialah yang bernama MUHAMMAD.
Seperti firman Allah didalam hadist qudsyi :
CHALAQAL ASYIA LIAZLIKA WAHA OTUHALILAZLI,
kujadikan engkau karenaku ya Muhammad.

Jadi jelaslah bahwa yang bernama MUHAMMAD itulah sebenar-


benarnya diri yang bathin, dan hendaknya janganlah kita syak dan waham
lagi, karena MUHAMMAD itulah yang ada mempunyai :

TUBUH, HATI, NYAWA, dan RAHASIA.


 Adapun TUBUH MUHAMMAD itulah yang bernama ALAM IHSAN
yakni SYARIAT.
 Adapun HATI MUHAMMAD itulah yang bernama ALAM DJITSIH
yakni THARIKAT.
 Adapun NYAWA MUHAMMAD itulah yang bernama ALAM
MISAL yakni HAKIKAT.
 Adapun RAHASIA MUHAMMAD itulah yang bernama ALAM ROH
yakni MA’RIFAT.

Maka sesudah demikian itu hendaklah MUHAMMAD itu pula yang


mengenal TUHANNYA,tetapi belum lagi MUHAMMAD bisa mengenal

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 27
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

Tuhannya, jika belum lagi fana TUBUHNYA, HATINYA,


NYAWANYA, RAHASIANYA, ZATNYA, SIFATNYA, ASMANYA
dan AF’ALNYA.
Seperti firman Allah didalam Qur’an :
QUL HUALLAHU AHAD
Katakan olehmu Ya Muhammad, bahwasanya Allah Ta’ala ESA.
ESA pada ZATNYA, ESA pada SIFATNYA, ESA pada ASMANYA, dan
ESA pada AF’ALNYA.
Dan lagi firman Allah didalam Al – Qur’an :
“ WATAWAKKAL ALAL HAYYIL LAZILA YAMUTU “
serahkan dirimu Ya Muhammad
kepada Tuhanmu yang hidup dan tiada mati.

Maka keterangan MUHAMMAD meng – Esakan dan menyerahkan diri


kepada Allah seperti tersebut dibawah ini, dan jangan syak dan waham
lagi pada perkataan ini.
 Adapun BATHIN MUHAMMAD,ZAT kepada Allah, RAHASIA
kepada hamba.
 Adapun AWAL MUHAMMAD, SIFAT kepada Allah, NYAWA
kepada hamba.
 Adapun ACHIR MUHAMMAD, ASMA kepada Allah, HATI kepada
hamba.
 Adapun ZAHIR MUHAMMAD, AF’AL kepada Allah, TUBUH
kepada hamba.
 Adapun yang disebut / dinamakan HAMBA itu tiada lain ialah
MUHAMMAD jua dan jangan disangka bahwa yang disebut HAMBA
itu KITA, itu salah karena kita ini pada ilmunya sudah tidak ada lagi.

Jadi RAHASIA, NYAWA, HATI dan TUBUH MUHAMMAD itupun


tiada jua karena tubuh fana kepada Zatnya, Sifatnya, Asmanya, Af’alnya,
yakni Allah jua, seperti firman Allah :
“HUWAL AWWALU WAL AHIRU, WAL ZAHIRU WAL BATHINU
“Artinya ia jua Tuhan yang awal,tiada baginya berpermulaan dan ia jua
achir yang tiada baginya berkesudahan dan ia jua yang Zahir serta ia jua
yang Bathin.

28 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

Jadi Muhammad itu hanya sekedar nama jua. Adapun keterangan yang
lebih jelas lagi yang lebih menentukan bahwasanya itu tiada mempunyai
sesuatu melainkan hanya sekedar nama jua, adalah seperti tersebut
dibawah ini :
 Seperti yang dikatakan RAHASIA MUHAMMAD itu, yang sebenar-
benarnya tiada lain daripada kezahiran Lima SIFAT ALLAH jua yang
dinamakan kalimah “Qala” yaitu ; WUJUD, QIDAM, BAQA,
MUCHALAFATUHULILHAWADDIS, QIYAMUHU TA’ALA
BINAFSIH.
 Adapun yang dikatakan NYAWA MUHAMMAD itu, yang sebenar-
benarnya tiada lain daripada kezahiran Enam SIFAT ALLAH jua yang
dinamakan kalimah “ILAHA“ yaitu ; SAMA, BASAR, QALAM,
SA’MIUN, BASHIRUN, MUTAKALLIMUN.
 Adapun yang dikatakan HATI MUHAMMAD itu, yang sebenar-
benarnya tiada lain daripada kezahiran Empat SIFAT ALLAH jua yang
dinamakan kalimah “ ILLA “ yaitu ; QODRAT, IRADAT, ILMU,
HAYAT.
 Adapun yang dikatakan TUBUH MUHAMMAD itu, yang sebenar-
benarnya tiada lain daripada kezahiran Lima SIFAT ALLAH jua yang
dinamakan kalimah “ALLAH“ yaitu ; QADIRUN, MURIDUN,
ALIMUN, RAJAUN, WAHDANIAT.

Jadi yang bernama MUHAMMAD itu sebenar-benarnya adalah SIFAT


TUHAN jua, yaitu SIFAT KEBESARAN, KEELOKAN dan
KESEMPURNAAN, ialah yang dinamakan KALIMAH TAUHID yang
mulia yaitu LAILAHAILLALLAH artinya tiada yang terdahulu hai
MUHAMMAD dan tiada yang terkemudian Ya MUHAMMAD.

Kemudian daripada itu hendaklah diketahui pula maksudnya Kalimah


yang mulia itu supaya jangan syak dan waham lagi pada pengetahuan
TAUHID dan MA’RIFAT.

Adapun kalimah LA ILAHA ILLA ALLAH itu terbagi dua bagian :


Pertama, LA ILAHA.
Dan yang Kedua, ILLA ALLAH.

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 29
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

Adapun LA ILAHA ialah SIFAT KEKAYAAN yang tiada ada


kekurangannya, yaitu Allah Ta’ala. Dan ILLA ALLAH itu ialah SIFAT
KEKURANGAN yang masih berkahendak, yaitu Muhammad.

Kemudian hendaklah diketahui pula yang bernama MUHAMMAD itu apa


oleh ALLAH TA’ALA dan yang bernama ALLAH TA’ALA itu apa oleh
MUHAMMAD supaya benar-benar bisa menjadi TAUHID pada Kalimah
yang mulia ini.

Adapun MUHAMMAD ITU HAMBA. Artinya, Rahasianya oleh Allah


Ta’ala, karena Allah itu adalah nama bagi ZAT yang wajibul wujud dan
mutlak, yakni BATHIN MUHAMMAD.

TA’ALA itu adalah nama bagi SIFAT, yakni ZAHIR MUHAMMAD. Jadi
ZAHIR dan BATHIN MUHAMMAD itulah yang bernama ALLAH
TA’ALA. Dengan demikian maka patutlah kalimah yang mulia itu
dinamakan Kalimah Tauhid artinya Kalimah ESA. Yaitu :
LAILAHAILLALLAH

Maka pada kalimah yang mulia inilah pertemuan HAMBA dengan


TUHANNYA. Lagi pula kalimah yang mulia ini diumpamakan sebesar-
besar gedung perhimpunan segala RAHASIA, segala ROH, segala
NYAWA, segala ILMU dan segala ISINYA, segala ISLAM, segala
IMAN, segala TAUHID dan MA’RIFAT, yang kesemuanya terhimpun
didalam kalimah yang mulia ini.

Dan hendaklah diamalkan supaya mahir, seperti :


JAUMUN RASA JAUMUL MESRA. Artinya, Mesrakan pada siang dan
malam yang terutama sekali didalam atau diwaktu sembahyang Lima
Waktu. Karena diwaktu itulah Tuhan menurunkan petunjuk yang
dinamakan WAHYU ( bagi para Nabi-Nabi dan Rasul-Rasulnya atau yang
dinamakan ILHAM untuk manusia biasa seperti kita). Dan jikalau kita
sudah faham betul maksud bicaranya tentulah kita gemar dan rajin
mengamalkannya Kalimah yang mulia ini. Karena sudah tahu betul dan
terang betul bahwasanya kita ini tiada ada mempunyai sesuatu.

30 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

Jadi tiada boleh lagi dikatakan yang berkata-kata ini kita, karena apabila
dikatakan yang berkata-kata ini adalah kita, berarti Tuhan fana kepada kita
bukan kita fana kepada Tuhan. Maka yang demikian ini mustahil dan yang
sebenar-benarnya kita jua yang fana kepada Tuhan ( ALLAH ).

Rupa niat Kanitah itu ialah niat dalam hati serta selamanya daripada
takbirnya menyusun lafadz serta maknanya dan niat Tawasijah itu
membagikan niat itu daripada suku-suku takbir daripada asal hingga
Allahu akbar. Itulah niat yang batal keduanya.

Adapun niat Arifiyah itu ialah bahwa menghadirkan. Ialah yang pertama-
tama sembahyang dengan Qasat, tha’arat, tha’ain. Terdahulu sedikit
daripada Takbir, maka dimulai niat itu daripada Allahu dan disudahi
dengan Akbar. Jangan terdahulu dan terkemudian.

Adapun niat Kamaliyah itu ialah masuk ia pada niat Arifiyah jua, karena
niat Arifiyah itu 3(tiga) derajat didalamnya ialah :
1. DUNI, artinya segala yang wajib pada syara’ dikerjakan memadai akan
dia.
2. WASTA’I, artinya yang sempurna.
3. QAAWI, artinya terlebih sempurna daripada yang amat sempurna,
yaitu niat Nabi-Nabi dan Wali-Wali yang memakainya

Adapun kemudian dari pada itu diketahui olehmu hai thalib, bahwasannya
tiada sempurna bagi seseorang mengenal dirinya, jika tidak ada tahu akan
asalnya diri. (kejadian diri) dan mengetahui akan yang mula-mula
dijadikan Allah Subhanahu wata’ala, seperti sembahyang mula-mula
dijadikan Allah subhanahu wata’ala.

Seperti sembah ABDILLAH bin ABBAS R.A. katanya, Ya Junjunganku,


apakah jua yang mula-mula dijadikan Allah Subhanahu wata’ala.

Maka sabda Nabi Muhammad SAW. Yang artinya : Bahwasannya Allah


Ta’ala menjadikan dahulu daripada segala Asyia ini yaitu NUR NABIMU.

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 31
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

Maka nyatalah Roh Nabi kita Muhammad SAW itu dijadikan lebih dahulu
daripada Asyia, dan lagi dijadikan Allah Ta’ala daripada ZATnya,

seperti kata Syeh Abdulwahab yang artinya; Allah Ta’ala menjadikan Roh
Nabi Muhammad itu daripada Zat-nya. Dan menjadikan sekalian ala mini
jadi daripada NUR NABI MUHAMMAD.

Maka nyatalah Roh sekalian alam ini daripada NUR MUHAMMAD dan
segala batang tubuh kita ini jadi daripada ADAM seperti Sabda Nabi
Muhammad Saw. Yang artinya : Aku adalah bapak oleh sekalian ROH
dan Nabi ADAM adalah bapa oleh segala batang tubuh, Karena Nabi
ADAM itu dijadikan ia daripada Tanah,
seperti Firman Allah yang artinya; aku jadikan INSAN ADAM daripada
tanah, tanah itu adalah NUR yang dijadikan ia daripada AIR, dan AIR itu
NUR MUHAMMAD SAW.

Maka nyatalah ROH kita Tubuh kita Tubuh kita serta sekalian ala mini
jadi daripada NUR MUHAMMAD SAW. Maka nyatalah ROH kita tubuh
kita serta sekalian ala mini jadi daripada NUR MUHAMMAD kepada
ROHMU dan kepala BATANG TUBUHMU dan kepada sekalian kainat,
insya Allah melihatlah engkau akan keelokan dan Dzat wajibal wujud lagi
yang suci adanya, karena tubuh kita yang samar ini sekali-kali tiada dapat
mengenal ALLAH TA’ALA karena ia NUR MUHAMMAD dan me-
musyahadahkan NUR MUHAMMAD, adalah ia memesakan
TUHANNYA dan sebagai bukti (dalil) keadaan akan kezairan dan
kenyataan bag ujudnya, maka bagi tiap-tiap yang datang kepadamu itu
seperti; penglihat, pendengar, pengrasa, dan lain sebagainya, yaitu semata-
mata sebab NUR MUHAMMAD jua.

Seperti firman Allah Ta’ala yaitu NUR, dan firman Allah yang artinya
barang yang datang kepadamu yaitu hak Allah yang artinya barang yang
datang kepadamu yaitu hak Allah daripada Tuhanmu, yaitu NUR dan
kepada NUR itulah perhimpunan dan perjalanan segala AULIA dan
ARABIA yang mursalin mengenal ALLAH TA’ALA dan mula-mula
sampai pendapat Aribillah pada martabat ini karena ia asal kejadian alam

32 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

seperti Firman Allah didalam Hadist Qudsyi yang artinya ; Ya,


MUHAMMAD, engkau kujadikan karena-ku dan aku jadkan semesta
sekalian ala mini karenamu.

Maka sabda Nabi MUHAMMAD SAW. Yang artinya ; Aku daripada


Allah dan sekalian MU’MIN daripada aku.

Maka hendaklah berpegang kepada NUR itu, Cuma ada didalam ibadat
atau lainnya. Yang lain daripada pekerjaan. Kemudian ketahui pula
olehmu akan sebenar-benarnya diri.

seperti kata Syeh ABDUR RAUP ;


Bermula yang sebenar-benarnya diri itu adalah NYAWA dan yang
sebenar-benarnya NYAWA itu adalah NUR MUHAMMAD dan se-benar-
benarnya NUR MUHAMMAD itu adalah SIFAT dan se-benar-benarnya
SIFAT itu adalah ZAT HAYAT bukan ZAT HAYUN.

Tetapi tiada lain kata setengah ulama, bermula yang sebenar-benarnya


DIRI itu adalah ROH, tatkala ia asuk bagi sekalian tubuh maka bernama
NAFAS, Dan tatkala ia berkehendak bernama HATI, dan tatkala ia ingin
sesuatu bernama NAFSU dan tatkala ia dapat memilih akan sesuatu
bernama ICHTIAR, dan tatkala ia percaya akan sesuatu bernama IMAN,
dan tatkala ia dapat memperbuat barang sesuatu bernama AKAL, dan
poko/pangkal AKAL itu adalah ILMU itulah se-benarnya DIRI, dan
kepada diri itulah ZAHIRNYA TUHAN, seperti sabda nabi
MUHAMMAD SAW. ZAHIRU RABBI WAL BATHINU ABDI, artinya
Lahir Tuhan itu ada pada bathin hambanya, yakni pada ILMU HAKIKAT
yang putus adanya dan tiadanya dan Esanya.

Kemudian daripada itu maka hendaklah engaku kenal DIRI itu supaya
sempurna mengenal ALLAH TA’ALA, seperti Sabda Nabi
MUHAMMAD SAW. MAN ARRAFA NAFSAHU FAQAD ARRAFA
RABBAHU, artinya, barang siapa mengenal akan dirinya, niscaya
menegenal akan Tuhannya.

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 33
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

Bermula mengenal DIRI itu terdiri atas 2 (dua) perkara;


Pertama hendaklah kita ketahui Asal diri seperti yang tersebut di atas tadi,
Kedua hendaklah MATIKAN DIRIMU
seperti Firman Allah; ANTAL MAUTU QABLAL MAUTU
artinya matikan dirimu sebelum kamu mati.

Bermula mematikan diri itu seperti ; WALA QADIRUN, WALA


MUDIRUN WALA ALIMUN, WALA HAYUN, WALA SAMI’UN
WALA BASHIRUN, WALA MUTAKALIMUN,
artinya ; tiada hambanya kuasa, tiada berkehendak, tiada tahu, tiada
hidup, tiada mendengar, tiada melihat, tiada berkata-kata.

Yang kuasa hanya Allah, yang tahu hanya Allah, yang hidup Allah, yang
mendengar Allah, yang melihat Allah, berkata-kata Allah serta Maujud
dan Esa Allah jua. Maka falah sekalian DIRI itu di dalam DIRI Ahdiat
Allah yakni ; fanalah di dalam ILMUNYA ALLAH yang Qadim adanya.

Kemudian daripada itu maka hendaklah diketahui akan SYIR ALLAH


didalam UJUD IHSAN ini, niscaya senantiasa di dalam dosa, seperti
Sabda Nabi MUHAMMAD SAW, yang artinya ; Bermula ADAM itu di
dosa yang amat besar dan dosa itu sebagiannya yakni tiada sempurna
mengenal Allah Ta’ala jikalau diri di dalam kebaktian, karena kebaktian
itu adalah umpama JASAD dan ROH, demikian pula kebaktian tiada
sempurna jika tiada dengan ILMU, demikianlah adanya.

Adapun SYIR ALLAH DIDALAM UJUD INSAN itu seperti Firman


Allah di dalam Hadist Qudsyi yang artinya ; bermula INSAN itu
RAHASIAKU dan AKUPUN RAHASIANYA.
Dan lagi Firman Allah di dalam Hadist Qudsyi yang artinya ; INSAN itu
RAHASIAKU dan AKU RAHASIANYA, atau RAHASIAKU itu SIFATKU
dan sifatku itu tiada lain daripada AKU.

Maka kata GHAUSYALU AZIM yang artinya ; TUBUH MANUSIA,


NAFSUNYA, HATINYA, NYAWANYA, PENDENGARANNYA,
PENGLIHATANNYA, TANGANNYA, KAKINYA, dan sekalaiannya itu

34 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

AKU nyatakan dengan azzaku dirinya bagi diriku itu tiada lain daripada
AKU, dan aku tiada lain nDARIPADANYA.

Dan ketahui olehmu bahwasannya HAK ALLAH SUBHANAHU


TA’ALA itu tiada ia berdengan segala AF’ALNYA
seperti Firman Allah : “WAHUWA MA’AKUM AINAM KUNTUM”
artinya Tiada ada kamu, Allah Ta’ala beserta kamu,
dan lagi Firman Allah. Artinya di dalam DIRI KAMU jua AKU, maka
tiadalah KAMU melihat akan DAKU, karena aku terlehampir daripada
HATI MATAMU YANG HITAM DENGAN YANG PUTIH.

Maka hendaklah engkau tilik tiap-tiap sesuatu daripada ala mini ALLAH
TA’ALA serta di dalamnya, seperti sabda Nabi MUHAMMAD SAW
yang artinya, barang siapa menilik kepada sesuatu, jika tiada dilihatnya
Allah Ta’ala didalamnya, maka tiliknya itu bathal yakni sia-sia.

Maka kata Syaiyidina ABU BAKAR artinya ; tiada aku lihat akan sesuatu
melainkan padahal aku lihat Allah Ta’ala dahulunya.
Jadi yang mengata kalimah LAILAHA ILLA ALLAH itu tiada lain IA jua
memuji DIRI-NYA

Adapun yang terhimpun didalam tubuh kita ada DUA ROH ;


Pertama. ROH yang dinamakan ROH QUDUS
Kedua, ROH yang dinamakan ROHANI,
zikir sebutan ROHANI itu ucapannya – ALLAH-ALLAH
ROH QUDUS itu ucapannya – HU – HU

Tiada tahu akan Tuhannya, hanya bertemu GAIB didalam GAIB.


SYEKH MUHAMMAD USMAN pernah berwasiat kepada anaknya, yang
artinya ; Hai anakku tiada dapat tidak atau jangan tidak, wajib engkau
ketahui serta engkau I’tikadkan didalam hatimu ilmu yang 5 (lima)
perkara ini, inilah yang dinamakan ILMU HAKIKAT. Artinya ilmu
Hakikat itu mengetahui dengan yakin hati, bukannya dengan bacaan atau
dengan perkataan lidah tetapi dengan diberi ESANYA ditetapkan didalam
hati jua.

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 35
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

Dan lagi ketahui olehmu bahwasannya sesungguhnya keadaan kita itu


tetap selama-lamanya didalam ILMU ALLAH TA’ALA jua, demikianlah
se-benar-benarnya I’tikad kita, maka itulah I’tikad sekalian para Nabi-
Nabi Allah, sekalian wali Allah dan I’tikada sekalian yang Sholih-Sholih
maka janganlah kita ubah daripada i’tikad ini, supaya sampai kepada jalan
FANAFILLAH dan BAQABILLAH, Artinya ; LAIP KITA DIDALAM
ALLAH TA’ALA dan KEKAL ADANYA DENGAN ALLAH TA’ALA.
Adapun artinya LAIP itu ialah HAPUS, hapus itu tiada lagi kelihatan ZAT
kita, kecuali ZAT Allah Ta’ala se-mata.

Begitulah hendaknya I’tikad dan pandang kita, umpamanya seperti ombak


ia bernama ombak atau laut sebab ia bernama laut, tetapi pada hakikatnya
adalah daripada AIR jua. Maka itu namanya tiga hakikat tetapi berasal
daripada satu jua.

Umpamanya seperti besi didalam Api, maka hilanglah besi itu oleh api,
tiada kelihatan lagi ujud besinya, hanya keadaan api itulah yang kelihatan
se-mata, zatnya, sifatnya dan Af’alnya. Maka apabila ditetapkan keadaan
itu dan dikeraskan didalam keadaan kita, niscaya hilanglah keadaan kita
itu, maka tiada lagi dan sampailah kita kepada jalan fanafillah dan
baqabillah, maka apabila kita tidur terlihatlah oleh kita dalalahnya pada
bertemu.

ALAM MINKUM
Adapun HAYAT artinya dihidupkan, adapun MINKUM itu keTuhanan
namanya. Maka inilah sifat Allah Ta’ala yang dizahirkan kepada manusia,
maka manusia itu disertai sifat-sifat Tuhan, ialah ; HAYAT, QUDRAT,
IRADAT, ASMA, BASHAR DAN KALAM.

Inilah kejadian segala manusia, maka inilah yang dikatakan TAJLI ZAT
namanya. Adapun yang jadi NYAWA itu terdiri dari (empat) perkara ;
Pertama MANI, KEDUA WALI, KETIGA WADI, KEEMPAT MADI.
Maka itulah yang disertai ia dengan sifat 7 (tujuh) tersebut diatas, tempat
TAJLI ZAT MUHAMMAD dan ZAT INSAN.

36 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

Bahwa daripada menyatakan sesuatu Qaidah perhimpunan marabat


ABDIATUL JALAL, AHDIATUL QAHAR, ABDIATUL KAMAL,
namanya.

Kemudian daripada itu martabat AHDIAT itu ESA ia, itulah yang dinamai
martabat, …………………………………artinya tiada nyata-nyatanya.
Adapun ZAT ALLAH TA’ALA itu sangat nyata ia pada insan maka jadi
terlindung oleh UJUD ……………….sebenarnya-benarnya yang tiada
dengan sifat sesuatu, yakni belum ada UJUD ALAM SYUHUD dan
dinamai akan dia UJUD MUHDAR, artinya Ujud se-mata-mata. Maka
dinamai akan dia KUN AZALA artinya dahulu dan pertama sekali, dan
dinamai akan dia KUNHI ZAT yang tiada dapat diketahui dan tiada boleh
dipikirkan oleh akal dan tiada sampai kepadanya ILMU. Melainkan sedikit
jua dan dinamai TUNAZZAH MAHAHI. Artinyasuci semata-mata. Mula
suci belum Sifat dengan segala kelakuan dan belum dapat NUR itu, dan
kedua.

ALAM MINKUM
Alam MINKUM itu adalah alam ketuhanan atau LAHUD. Ini sangat
sekali , dan jarang hambanya sampai kepada alam MINKUM ini tidak
seorangpun sampai kepadanya, kecuali apa-apa yang dikehendaki ALLAH
buat hambanya. Orang yang telah sampai kepadanya itu ialah ; Hamba
Allah yang sudah bulat tawakalnya kepada TUHANNYA. Dan tidak ada
lagi yang patut diragukan lagi dan tidak ada lagi baginya rasayang ada.
Kecuali ADA sendirinya dan berdiri dengan sendirinya . Dan orang yang
demikian itu telah berasda dalam kedudukan KHIB didalam KHIB.

Dialah bernama KHIB itu dalam keseluruhanNYA


Orang yang seperti itu, apa saja yang dikehendakinya, pasti jadi.
MINKUM ; siapakah dan apakah yang disebut KUM itu didalam alam
KUM itu ZAT TUHAN berdiri dengan sendirinya, dialah rahja kuasa,
langit dan bumi dan alam seluruhnya.

Dan disini berdiri JALALULLAH, JANALLULLAH, KAHARULLAH,

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 37
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

DAN KAMALULLAH. DAN DISINI DIA SENDIRI SEBAGAI


HAKIM, DAN MEHAKIMI.
Memang dahsyat daripada DUSTA, lebih keras daripada baja, ebih hebat
daripada segala yang hebat.

Alam KUM ini tiada beda dengan KUN


Singkatannya ialah KAFMIM dan KAFNUN
Samalah ia dengan ; MAHJUN dan MAKNUN
TANYAKANLAH KEPADA YANG LEBIH TAHU
ALAM NUR / NUR AKLI NUR

Ambil ringkas saja jalan asal UJUD ADAM mesti mengambil amanah
HALAKAL INSANA MINTIN. Artinya asal manusia itu dari pada ujud
Adam. Adapun ujud Adam dari pada NUR MUHAMMAD. Jadi jasad dan
roh oun jadi dari pada NUR MUHAMMAD jua. Sebenar-benarnya diri
adalah Roh. Sebenar-benarnya Roh adalah manusia, sebenar-benarnya
manusia adalah Muhammad, sebenar-benarnya Muhammada adalah
NURULLAH, sebenarnya NURULLAH ialah NUR ZAT, sebenarnya
NUR ZAT ialah ILMU ; mengetahui pandang SUHUD yaitu pandang
SALIK.

NAIK dan TURUN, tatkala naik pujinya “HU” dan tatkala turun pujinya
“ALLAH” Naik senaiknya, turun seturunnya tiada di naik-naikan, tiadaa
diturunkan. Ini hanya sendirinya, jangan berpegang kepada nafas keluar
masuknya, kalau naik, nafas masuk, kalau turun nafas keluar.

Yang dikata dengan lidah dan hati. Yang dipakai puji naik HU dan turun
ALLAH. Supaya jangan berpegang kenafas, tetapi naik-turun, tatkala naik
pujinya HU melengkapi tujuh lapis langit ujudnya HUTASARPAH la
hurufin wala sautin, tiada huruf dan suara, zat dirinya. Tatkala turun
pujinya ALLAH melengkapi tujuh lapis bumi ujudnya huyasariyah ZAT
dirinya. Inilah dinamakan makam SALIK, (taraki dan tanazul) turun dan
naiknya tetap berdiri sendirinya sampai pulang ke rahmattullah. Jika ada
yang menyerupai tolak, semua was-was dari syaiton, tidak ada yang
menyerupai lagi. Itulah JIBU / UJUD MUHDAR.

38 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

Yang menjadikan dan yang memberi baik dan jahat dan yang lengkap
tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi yaitu hanya ZAT ALLAH dan
SIFAT ALLAH yang sebenar-benarnya. Adapun akan JIBU itu yaitu yang
tiada ber ujud dan tiada ia ZAT. Adapun ZAT dan SIFAT itu namanya
jua, maka jikalau ada ujud, ZATlah namanya. Sungguhpun ada ujudnya,
yaitu belum nama tetapi pada hakikatnya tiada lain daripada JIBU, tiada
ujudnya dan tiada zatnya dan tiada sifatnya melainkan dirinya jua, yang
sekalian ni JIBU jua. Adapun yang ber-ujud itu zatnya dan yang berzat itu
ujudnya, dan yang ber pa-el itu sifat ilmunya dan yang berilmu itu Zatnya
karena Tuhan itu yang tiada bersifat.

Adapun Allah itu bukan karena ia karena nama, Allah itu namanya.
Engkau pikirkan/cari dengan pikiran yang sempurna. Maka barang siapa
yang menyembah ZAT ALLAH maka orang itu sirik, barang siapa
meninggalkan ZAT ALLAH dan UJUD ALLAH maka orang itu mukmin
sebenar-benarnya MUKMIN.

Maka itu barang siapa menyembah ZAT atau SIFAT, maka orang itu
BID’AH sesat menjadi kafir kepada Allah, Islam makhluknya. Adapun
lenyap sekalian semesta alam ini ma’lum, lenyap maklum kepada hayun,
lenyap hayun kepada ZAT, kepada hidup yang tiada berzat, karena zat dan
sifat dan ujud kembali kepada JIBU, pada hari yang kemudian, kedua-
keduanya itu karena tiada kembali kepada tiada.

UJUD MUHDAR
Alhamdulillahirabbil alamin wassalatu wassalam ‘ala saidul mursalin,
wa’ala alihi wasahbihi ajma’in. Asal-usul sebelum ada bumi dan langit,
tiada ada apa-apa hanya kosong saja, melainkan ALLAH TA’ALA saja
yang ada sendirinya tiada apa-apa. Allah pun belum ada namanya LA –
TA – YIN, tiada senyata-nyatanya. Hanya UJUD MUHDAR yang ESA,
hidup didalam ilmunya takluk kabdah namanya ESA sendirinya didalam
genggamannya yang hidup tiada mati.

AHDIYAT, WAHDAH, WAHDIYAT

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 39
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

Tanzizi kadim suluhiyah kadim takluk kodrat iradat ; jalal, jamal, kabar
dan kamal. artinya ; kebesaran, keelokkan, kekerasan dan kesempurnaan.
Maka lengkaplah bumi dan langit dengan isinya semesta sekalian alam ini
adanya. KUN katanya ALLAH PAYAKUN kata MUHAMMAD, ALLAH
bernama ZAT MUHAMMAD bernama SUHUN ZAT, karena kita
bernama tanzizi hadist, arad basariyah tubuh yang kasar sifat baharu alam,
keterangan ringkas ini didabit oleh DATUK ABDURRAHMAN dan
diperbanyak oleh DATUK SYAHRUDIN.
Sekian hanya untuk akhlinya saja.

INSAN KAMIL
1. Jadi insan kamil adalah pada waktu tanazul berada paling akhir, sedang
pada waktu taraki nantinya jadi yang awal sekali.
2. Yang disebut rahul hajat ialah pintu Tuhan hakikatnya dikatakan pintu-
pintu zat itulah dia lobang yang dinamakan mekar dan kkuncupnya
marnas atau buka tutupnya mahid.
3. Syiratal mustaqim ialah maksudnya menamakan hilang perginya atau,
sempat diakhirat atau diakhirat ilahi robbi dan tuhan kita mengatakan
bahwa ayat yang diatas ini tadi maksudnya adalah keluarnya perkataan
kita.
4. Arsiullah artinya muka pada hakikatnya wadah persidangan zat yaitu
berada di kepala dan di dada kita
5. Kursi artinya tempat duduk pada hakikatnya tempat duduk zat yaitu
berada pada otak dan jantung
6. Luch machfut / luch kalam artinya luch tempat machfut dijaga pada
hakikatnya adalah sifat-sifat zat. tempatnya berada di jasad serta dijaga
oleh malaikat katibin. Jadi yang dimaksud puncak hidup itu ialah
berada di badan kita pribadi (pahmakanlah)
7. Mizan artinya timbangan, pada hakikatnya pertimbangan zat yang
berada di penglihat, pendengar, pencium, pengrasa dan perkataan
maksudnya mengatakan terhadap pertimbangan hidup kita yang berada
di panca indra.

Ibarat wahana zat dengan sifat itu, seperti sendiri-sendiri saja. Jelasnya
mengatakan terhadap berdirinya hamba dan Tuhan. Seolah-olah berdiri

40 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

sendiri-sendiri padahal yang sebenarnya adalah tetap satu (esa). Jadilah


kesimpulannya adalah tidak ada sifat yang berdiri diatas zat atau yang
bertambah dengan sifat ma’ani yaitu gazlikun bizatihi, maridun bizatihi,
alimun bizatihi, dan seterusnya sampai kalam.

Jadi disini duduknya kepada JIBU artinya tiada huruf dan tiada suara, zat
dirinya. Ibarat roh dengan badan, tetap kekal. Inilah yang dinamakan alip
mutakalimun wahid. Artinya yang berkata-kata jadi ucapan tanpa mulut
itu adalah yang mempunya rupa yang sejati, dan tempatnya berada
didalam sukma/nyawa kita pribadi, dan suara.

Inilah yang disbut zikir batin yang sesungguhnya dan yang sebenarnya
serta azali dan qadim dan yang baqa. Sedang malaikat pun tidak boleh
tahu apapun yang keluar itu : semua malaikat dan zipun bisa tahu. Tetapi
yang disebut mudawatuhzukri itu tak ada seorangpun yang tahu kecuali
dia sendiri inilah puncak segala puncak ilmu dan amal ma’rifat. Dan inilah
zikir yang senantiasa dan tiada pernah lupa walau sekejap matapun.

Maka ada seorang wali pernah berkata : apabila aku lupa sekejap juapun
sengaja atau tidak sengaja, maka aku hukumnya diriku itu murtad.

Demikianlah adanya kepada kita ini semuanya, bila lupa berarti belum
sempurna ilmunya. Dengan adanya keterangan ini itulah apa adanya dapat
hamba sampaikan semoga Allah meridhoinya amin ya robbal alamin.

KHALIK DAN MAKHLUK


Beberapa kesimpulan
Asal kata makhluk diambil dari kata-kata halq dan kata-kata halq diambil
dari kata khaliq. Dan kata-kata khalik itu adalah khalik. Jadi asal dari
khalik kembali lagi kepada khalik. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Datang
dari allah kembali kepada allah. Awalnya allah, dan akhirnya allah.
Awalnya tuhan dan akhirnya tuhan. Awalnya tidak ada permulaannya dan
akhirnya puntidak ada penghabisannya.

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 41
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

Kalau ma’rifat kita sudah ta’zimullah, yaitu :


Tilik seorang arif itu akan kebesaran dan kemuliaan dan keagungan tuhan
allah azza wazalla jua adanya maka intisari dari pada itu adalah segala
makhluk itu adalah khalik, dan khalik itu sebaliknya.
Dalilnya : syhudul kasrah til wahdah dan syuhudul wahdah fil kasrah,
akhirnya syuhudul wahdah fil wahdah.
Demikianlah pandangan seorang arifin billah.
Jadi kesimpulannya adalah : semua itu allah dan allah itu semuanya inilah
yang disebut wahdah al-ujud atau kesatuan ujud.
Jadi hamba dapat menyimpulkan pula bahwa allah adalah hakikat alam.

Apakah yang dimaksud Azzazatullah


Baiklah hamba uraikan secara ringkas saja bagi orang yang telah ma’rifat
zat, tiadalah baginya permulaan dan penghabisan.

Pandangannya jauh berbeda dengan pandangan orang yang hanya berada


dengan pandangan tingkat bawah. Orang demikian berpandangan bahwa
ia melihat allah setiap kejapan mata dan dalam setiap sentuhan hatinya
yang disebut mata hati itu bukannya ia nya. Sebab mata lahir dan mata hati
itu hanya asma jua adanya disini mata bathin melihat bathin. Dan mata
hati itu sudah lebur kedalam fana.

Jadi pandangan yang tertinggi sekarang ini adalah kembali kepada mata
zahir jua dahulu. Hingga mata bathin, sebab tiada kebilangan hakikat itu
tanpa syariat/ zahir dan tiada kebilangan sariat itu tanpa hakikat/bathin.

Kesimpulannya adalah : zahir ia yang bathin, dan bathin ia yang zahir,


sebab awal dan akhir itu adalah rahasia insan. Maka dari pada itu
pandangan akhir jua pandangan awal.

Disinilah letaknya rahasia allah / insan, dan rahasia allah adalah rahasia
insan. Rahasia insan dan rahasia allah itu disebut juga dengan sirullah atau
sirullahzat atau zat ilahiah.

Zat ilahiah itu yaitu diri bathin dan zahir. Zahir tuhan ada dimanusia dan

42 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

bathin manusia ada di tuhan. Dengan kata lain yaitu : johirnya makhluk
dan bathinnya tuhan dan zahirnya……..bathin……..

Jadi hendaklah diketahui akan sirullah didalam ujud insan dari kita ini.
Sekira kira ujudullah berdiri dihadapanmu dengan nyata dan jelas.
Hilangkan dan lenyapkan ujudmu. Niscaya ujudullah berdiri dengan
kedirianmu.

Tak ada ujud bagimu, lahir dan bathinnya, kecuali itu hanya ujudullah jua
yang ada.

Ujud kesegalaan ini hanya ujud hayal, bukan sebenarnya ujudullah ada
pada setiap diri : dan ada pada setiap manusia dan seluruh makhluk. Tetapi
disini memerlukan perincian yang mendalam. Jadi siapa masih melihat
kepada dirinya seumur hidupnya tidak akan bertemu dengan tuhannya.
(tidak akan melihat kepada tuhannya). Siapa yang melihat kepada
tuhannya niscaya tiada lagi melihat kepada dirinya sendirinya. Tiada lagi
melihat makhluk yang terlihat hanya tuhannya. Itu menunjukkan tidak lagi
melihat dirinya dengan kekuatan dalil yang nyata yaitu :
ROBBI BI ROBBI.

Melihat tuhannya dengan tuhannya.


Mengenal tuhannya dengan tuhannya.
Demikianlah tentang ujudillah itu tadi.

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 43
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

Sebuah misal :

Roh umpama istana


Hati umpama raja
Ilmu umpama hakiki
Akal umpama pembesar kerajaan
Tubuh unpama kendaraan
Nafsu umpama penarik kereta
Telunjuk sebagai penguasa kerajaan
Mata sebagai pengawas
Telinga sebagai penghubung
Hidung sebagai timbangan
Mulut sebagai palu
Kaki sebagai lascar
Tengah sebagai tempuk pemerintahan, sayap kanan/kiri.
Demikianlah yang dapat hamba harapkan untuk sesamaku.
Ini hanya sebagai missal atau contoh saja.
Inilah raja kuasa bagi sekalian umat.
Inilah yang disebut halifah di dalam bumi ini.

Sekianlah ulasan tersebut di atas ini.

44 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

Doa nikah supaya mendapat tuntunan hidup

Wanumadzilu minal qur’ani wahuma sifa’u warahma hulillmuminin


Mada keluarlah engkau daripada tubuh
Madi keluarlah engkau daripada hati
Mani keluarlah engkau daripada nyawa
Manikan keluarlah engkau daripada rahasia
Keluarlah engkau dengan izin Allah
Keluarlah engkau dengan qodrat allah
Keluarlah engkau dengan iradat allah

Malaikat kiraman-katibin bukai pintu hadijah, buka pintu aisyah, bukai


pintu maimunah, bukai pintu salamah, bukai pintu patimah, pintu surga
zannatun na’in, tutupkan pintu neraka dengan pandangan lailahaillallah
muhammadarrasulullah.

Cara memakainya

Duduk berhadapan bertemu lutut, ajari dengan membaca astagfirullah hal


adzim 3x
Syahadat dan al-fatihah. Selesai ini kita baca dalam hati ayat tersebut
diatas. Selesai membaca ayat yang dimaksud sewaktu akan main, senjata
kita didepan senjatanya, baca assalamu’alaikum yang bahir rahman,
dijawab oleh istri : wa’alaikum salam ya bahir rahim. Sewaktu air akan
keluar kita abaca syahadat tauhid yakni ashaduanlaailahaa illallah
disambung Istri dengan syahadat rasul yakni waashaduanna
muhammadarrasulullah.

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 45
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

Sedikit tentang Tanya Jawab

Tanya : Bagaiman menutup pintu shaiton?


Jawab : untuk menutup pintu-pintu itu mudah saja. Asal tahu rahasianya
kejadiannya yaitu : lepaskan akuan sendiri kepada akuan tuhan, itulah
penutup pintu-pintu shaiton.

Tanya : apakah puncak segala puncak ma’rifat itu ?


Jawab : puncak segala ilmu dan ma’rifat itu ialah : kosong

Tanya : manakah al-qur’an yang rahasia itu?


Jawab : al-qur’an yang rahasia itu tiada huruf, tiada suara tiada kata-kata

Tanya : apakah nama tuhan yang azali itu?


Jawab : nama tuhan yang azali itu tiada bernama hanya disebut huwa,
sesudah itu baru hu. Hu itu allah ta’ala : dan nur bernama Muhammad.

Tanya : apakah bedanya nur allah dengan nur Muhammad?


Jawab : nur allah dengan nur Muhammad tiada lain. Siapa menyangka
berlainan, kafirlah orang itu

Tanya : nur itu artinya cahaya benarkah itu?


Jawab : itu tidak benar. Itu hanya kata-kata kiasan saja. Nur yang
sebenarnya bukan cahaya, bukan benda, dan bukan materi, dan bukan zat,
dan bukan sifat. Tidak seorang pun yang tahu kecuali orang yang beroleh
petunjuk hidayah.

Tanya : apakah yang dimaksud mekkah itu?


Jawab : yang dimaksud dengan Mekkah itu ialah Muhammad

Tanya : apakah yang dimaksud dengan madinah itu ?


Jawab : yang dimaksud madinah ialah dua kalimat syahadat/syahadatain
Tanya : apakah yang dimaksud dengan ka’bah itu ?
Jawab : yang dimaksud ka’bah itu ialah adam

46 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

Tanya : huruf mim, ha, mim, dal, itu masuknya ke mana?


Jawab : huruf Muhammad itu masuk kepada huruf : alif, lam awal, lam
achir,dan ha

Tanya : mana menyatukan itu?


Jawab : alif dalam mim Lam awal dengan ha Lam achir dengan mim Ha
dengan dal

Tanya : apakah arti sin, ba, qab ?


Jawab : sin itu adalah rahasia semesta alam Ba itu kejadian semesta alam
Qaf itu meliputi sekalian alam

Tanya : coba kamu uraikan sedikit sedikit tentang sin, ba, qaf
Jawab : sin, ba, qof itu ialah Sin itu rahasia allah Ba itu rahasia
Muhammad Qab itu rahasia alam

Baiklah ringkasnya saja hamba uraikan :


Allah ya Muhammad, Muhammad ya adam
Apakah arti ba, alif, mim, lam ?
Bakhrul abu malun laqut
Apakah yang dimaksud dengan bakhrul abu malun laqut?
Itu yang disebut. Bismillahirahmanirrahim
Itulah asma tuhan yang paling rahasia
Tutuplah kepada yang bukan ahlinya.
Karena bisa membawa fitnah besar dimata umum
Apakah mungkin ada ba, alif, mim, lam, kalau tidak ada sin, ba, qob, tidak
ada, tentunya ba, alif, mim, lam pun tidak ada jua.
Jelasnya : kalau Muhammad tiada, siapa yang mengatakan tuhan itu ada.
Jadi buktinya tuhan itu ada, adanya aku. Adanya tuhan itu adanya aku.
Dan adanya aku, adanya tuhan.

Jadi intisari kalimah la ilaha illallah itu tidak ada tuhan, melainkan aku.
Dan tidak ada aku melainkan aku. Sekarang, akuku lenyap dalam jibu. La
hurufi wala sautin artinya : tiada huruf, tiada kata-kata, tiada suara.

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 47
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

Aku kini tiada disana, hanya engkau tunggal semata. kini aku tiada lagi
mengata aku, hanya aku mengata : engkaulah tuhanku.
Maksudnya : ialah yang tuhan itu adalah aku didalam rahasiaku

Demikianlah garis besar tentang Tanya jawab ini maka sampai disini.

ISLAM
Dalam artian umum ialah selamat
Artian dalam ma’rifat lain pula. artinya : Allah, Sir, Nafsu, yang haq, dan
Muhammad, Antara Allah dengan Muhammad adalah Sir rahasia dan
nafsu zat haq Ta’ala.

Apabila dapat menyatukan antara Sir dan nafsu yang haq, maka baru
benarlah dapat menyatukan Allah dengan Muhammad. Apabila sempurna
yang empat macam ini ; berarti sempurna islamnya dan sempurna
imannya. Dan setelah tersebut tadi.

Sesudah mengetahui yang sesungguhnya arti islam itu ; Barulah


dinamakan Islam sejati dan iman yang sempurna.
Inilah yang sebenar-benarnya Agama, dan sebenar-benarnya islam dan
iman yang haq. Inilah mu’min sejati dan hamba yang sempurna.

Janganlah hanya mengaku beragama Islam, sedang jiwanya kosong dari


Agama.

Demikian pula halnya mengenai akidah/ pendirian seseorang yaitu tanpa


taqlid buta dan ikut-ikutan orang lain.

Kita wajib menyaksikan sendiri, membuktikan sendiri, dan merasakan


sendiri. Inilah yang sebenar-benarnya agama Islam yang sempurna.

Keterangan, ini merupakan ILMU LADUNI DAN RAHASIA KUDUS.

48 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

KEBENARAN DALAM AJARAN TASYAUF

Untuk mengetahui kebenaran dalam ajaran tasyauf ini kita dapat


merasakan sendiri, umpamanya ; mendapat musibah, kita harus sabar dan
ridha. Dan hanya sanggup tidak berdusta lagi. Jadi dalam pandangan kita
semata-mata Allah, dan dalam perasaan kita harus kasih sayang. Dalam
hidup ini kita telah mengetahui arti AGAMA.

AKIDAHKU : Aku tidak mau taklid buta lagi, walaupun ulama


memakai dalil-dalil dan nash yang hebat.

Alhamdulillah kini jiwaku tenteram dan bahagia, hidupku puas dengan


nikmat Allah dn setiap saat. Dalam soal ibadah aku aku tidak takut sedikit
amal. Perasaanku kini tak ada lagi merasakan takut atau gentar. Aku tidak
takut dengan neraka dan tidak takut siksa dan tidak takut sedikit amal dan
tidak takut dicela dan tidak takut dikapirkan makhluk, tidak takut miskin
dan tidak takut mati. Kata-kata takut itu lenyap semua dalam perasaanku.
Sebaliknya; aku merasa senang, bahagia, kasih sayang, sabar, cinta dan
ridha. Dan aku telah merasa nikmat didalam nikmat. Semua nikmat, tidak
ada bala dan siksa. Kini aku tidak minta sorga lagi. Sebab nikmat itu
sorga, dan telah kurasakan didalam dunia ini. Dunia nikmat akhiratpun
nikmat. Senang nikmat susahpun nikmat. Tidak ada yang tidak nikmat
bagiku. Tak ada yang tak baik bagiku. Tak ada yang tak taat bagiku.

Semua nikmat, semua baik, semua ibadat, semua rahmat dan semua ridha
bagiku. Dalam pandanganku tak ada lagi iblis dan shaiton, manusia dan
jin, malaikat dan nahi-nahi, semua Tuhan dan Tuhan semuanya.
Pendeknya serba Tuhan, tak ada selalu Tuhan.

Hanya dengan cara beginilah hamba Allah akan mencapai ketentraman


jiwadan kebahagiaan. Dengan inilah caraku mencari kebenaran mutlak
dan tidak ada yang lebih bahagia daripada kebahagiaan seorang ahlul
ma’rifat.

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 49
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

MAQAM TUHAN

Seorang insan kamil (manusia sempurna) ; bagi mereka, tak ada atau tak
perlu lagi kepada sama atau kedudukan , atau dengan pangkat. Arif/wali.
Atau dengan mengulang-ulang kata-kata hamba, atau manusia atau
makhluk.

Dia tidak perlu lagi mengata zat atau sifat. Apalagi kata-kata sariat dan
tharekat, dia tidak memerlukan lagi kata-kata hakikat ma’rifat.
Hanyalah ia diam dalam malaqutnya dan tunggal dalam jabarutnya.

Hanya tinggal AKU dalam isyaratnya. Jadi kata-kata AKU telah


mencakup keseluruhan seisi langit dan bumi, Arsy dan kursyi, Luh dan
kalam, dunia dan akhirat.

Demikianlah hakikat ketuhanan yang maha ESA. Kembali kepada asalnya


(awalnya). Sebelum ada yang mengenalnya. Belum tahu namanya, apalagi
sifat dan zatnya. Dan sebelum menjadikan RUH dan ARAD nya.
Sedangkan NUR MUHAMMADIYAH belum ada. Dia berdiri sendiri,
hidup sendiri, tanpa RUH dan jasad. Jadi pada hakikatnya tidak
memerlukan apa-apa cukup dengan AKU. Tidak pakai kata-kata
ENGKAU. Hanya simpun dalam KALIMAH AKU.
Dan kalimah AKU ini harus lenyap pula dalam huruf dan kata-kata dan
dalam suara. Artinya: tiada huruf, tiada kata-kata, dan suara.

Inilah yang sebenar-benarnya fana dan lenyap dan baqa dan baqaul baqa.
Tidak ada diatas ini lagi.

Kata-kata AKU disini hanya ada dalam KAIMINYAK BATHIN. Ada


kata, tetapi tiada berkata, ada huruf tetapi tiada berhuruf dan ada suara,
tetapi tidak bersuara. Dikatakan diam, tidak berdiam. Dikatakan berdiam
padahal tidak diam. AKU disini ialah ALHAQQU.

Jadi akuan orang hawas dengan akuan orang alim/awam adalah berlainan.
Akuan orang awam/alim masih konselit. Sedang akuan orang hawas

50 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

adalah putus hubungan dengan makhluk. Tidak ada duanya lagi, atau
siriknya lagi, atau tidak ada berbau makhluk lagi. Ia satu rahasia dengan
Tuhan dan satu dengan seluruh alam

Dan satu dengan seluruh perikemanusiaan. Satu ujud, satu nyawa, satu
rasa, satu rahasia, satu zat, satu sifat, satu asma, satu perbuatan, satu
iradat, satu kekuasaan, satu undang-undang dan satu keputusan. Dalam
tingkat ini tidak ada lagi dua kata. Atau dua bagian, atau dua zat, dua sifat,
dua perbuatan. Semuanya terlingkup dalam satu kata, satu maksud dan
satu tujuan.

Pokoknya serba satu, bukan serba dua. Apabila masih ada merasa dua
ujud, atau dua perbuatan atau dua bahagi, atau dua pandangan, maka
nyatalah ia masih terdinding. Orang yang benar-benar ma’rifat kepada
Tuhannya, ia tidak meadakan selain dirinya. Tidak meadakan perbuatan
lain, selain perbuatan dirinya, dan tidak ada pandangan lain, selain
pandangan dirinya sendiri. Ia tidak mendatangkan pembela dari langit,
atau pengampunan dari luar dirinya, ia hadapi semua itu dengan apa yang
ada pada dirinya. Ia telah merasa bahwa AL-HAQ ada padanya. AL-HAQ
itulah dirinya. Dan AL-HAQ itulah jaminannya.

Semua orang menghadap Tuhan, membawa jaminan pahala dan kebajikan.


Yaitu amal sembahyang dan amal puasa dan seluruhnya, amal-amal
kebaikan dengan anggota tubuh.

Tetapi orang yang berada pada maqam Tuhan semata itu; jaminannya tak
ada apa-apa. Hanya AL-HAQ jaminannya. Hanya Allah-lah yang
menutupi kekurangan-kekurangannya.

Sebenarnya tidak ada kekurangan-kekurangannya, atau tidak ada


kelebihannya ; hanyalah itu kata-kata mutiara saja. Lapang dan sempit ada
pada Tuhan.

Tetapi bagi orang hawas, semuanya lapang. Semuanya nikmat dan


semuanya Rachmat.

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 51
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

Dunia ini sorga pertama bagi orang buta mata hati, dan akhirat neraka
yang kedua. Sorga itu rasa menikmati ridhanya. Neraka itu puncak
kegelisahan merasai murkanya. Sorga dan neraka itu lebih dekat
kepadamu, daripada kamu pergi kesana.

Baiklah aku nyatakan dengan jelas ; sorga itu karena marifat. Neraka itu
karena terhijab.
Soal yang lainnya hanya soal yang kedua saja, atau tidak ada soal sama
sekali, yang penting kamu telah suci dari perbuatan Allah, artinya bersih
daripada perbuatan sirik. Karena sirik itu ada dua rupa.

Rupa pertama berupa sirik samar, Rupa yang kedua berupa syirik yang
nampak. Sirik yang halus atau samar ; anda sudah maklum.
Dan sidik yang nampak atau yang terang-terangan seperti di bawah ini :
1. Mengadakan sajian atau memberi makanan kepada makhluk halus
kartena takut disakiti, atau supaya ia bisa menyembuhkan.
2. Kedua imannya kosong kepada Tuhan, iblis dan syaitan selalu di
adakan
3. Karena syaitan selalu diadakan, maka jelaslah dirinya merupakan
syaiton, maka tak segan-segan memberi syaiton.
4. Selama kawan nafsu shaiton belum lenyap dari panddangannya selama
itu pula ia sirik kepada Tuhan.
5. Tobat sirik itu tidak ada, kecuali ma’rifat kepada Tuhan
6. Menyembah sesuatu yang bukan Tuhan Karena masih ada sirik yang
kasar atau sirik durhaka kepada Allah untuk selamanya. Dan tidak ada
ampunannya atau tobatnya kecuali kembali kejalan yang diridhai.
7. Jalan yang diridhai ialah ma’rifat. Inilah suatu peringatan bagi orang
yang sempurna akal, tak guna ilmu setinggi langit kalau masih ada
berbau sirik.

Biar amal seperti sebesar jarah atau sebesar debu, asal diri bersih daripada
sirik. Biar bertungging sampai kelangit ; namun sirik bagaikan bukit. Jadi
yang utama disini adalah untuk diri sendiri. Jangan bingung kepada
pendapat orang lain. Cela dan maki soal biasa saja. Sekianlah.

52 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

KUN MUHAMMADAN
JADIKANLAH DIRIMU MUHAMMAD

NUR MUHAMMAD atau HAKIKAT MUHAMMAD adalah; HAKIKAT


ALAM; sebab seluruh alam maya pada ini terbit daripada NUR
MUHAMMAD jua adanya.

Disini para ulama tidak banyak yang mengetahui arti dan makna yang
sebenarnya daripada Nur Muhammad itu tadi.

Ia bukan cahaya yang dalam pahaman para kebanyakan orang. Ia bukan


mat, bukan benda, bukan matahari, bukan cahaya seperti sorot lampu
dimalam hari. Tetapi diatas daripada segala-galanya ; diatas daripada
cahaya segala cahaya.

NUR MUHAMMAD itu adalah cahaya diatas cahaya yang cerlang


cemerlang, tiada cahaya yang lebih bercahaya ang lebih qadim daripada
Nur Muhammad itu. Nur disini adalah cahaya yang abadi dan petunjuk
hidayah. Nur Muhammad itulah asal segala kejadian, dan dia telah terjadi
sebelum apa yang terjadi. Dalam hal kejadian dialah yang awal, dalam hal
kenabian dialah yang akhir dalam kejadian (kesahiran). Alhak adalah
dengan dia, dan dengan dialah hakikat. Dialah yang pertama dalam
hubungan, dialah yang akhir dalam kenabian, dialah yang bathin dalam
hakikat, dan dialah yang mahir dalam ma’rifat. NUR MUHAMMAD atau
hakikat Muhammad itulah yang memenuhi tubuh Adam dan tubuh
Muhammad.

Maka apabila NUR MUHAMMAD atau petujnjuk hidayah Muhammad


itu telah masuk kedalam diri kita in; maka otomatis dia membawa cahay
yang abadi sepanjang masa. NUR MUHAMMAD atau HAKIKAT
MUHAMMAD itu qadim pula. Dan apabila Muhammad mati sebagai
tubuh, namun NUR MUHAMMAD itu tetaplah ada. Sebab NUR
MUHAMMAD itu tiada lain daripada NUR ZAT.

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 53
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

Jadi ALLAH, MUHAMMAD, ADAM adalah satu jua adanya. Insan


kamil pun Allah jua ; Muhammad dan Adam pun pada hakikatnya. Jadi
pada hakikatnya manusia ini adalah Tuhan dalam Rahasia. Tuhan menurut
bentu dan surahnya sendiri, maka dari itu Tuhan memerintahkan kepada
malaikat supaya sujud kepada ADAM.

Disini baiklah hamba jelaskan secara mendalam tentang KUN


MUHAMMAD itu tadi.

Jangan menetapkan saja kepada Muhammad s.a.w yang di MEKKAH itu


atau di MADINAH itu. itu memang yang menjadi bibit; bibitnya yang
telah ma’rifat. Tetapi carilah hakikat nabi yang ada didalam sekujur wujud
kita ini. Sebab Muhammad itu tiada mati-mati dan kekal. Kalau dia mati
maka pastilah Dunia ini akan hancur lebur. Semuanya hancur kecuali
wajahnya. Jadi pada hakikatnya dia tetap hidup dan tiada mati-mati
(langgeng selama-lamanya).

Oleh sebab itu cobalah cari Muhammad itu, artinya ; RASA TUHAN yang
ada disekujur wujud kita pribadi. disekujur kita pribadi, kalau sudah
ketemu tentu saja ma’rifat kepada zat tuhan yang Maha agung itu. ketahui
olehmu bahwa ma’rifat seseorang itu tidak akan dapat dilihat dengan mata
kepala ini, tetapi tetap saja kita ini tidak punya daya upaya, selain rasa
Tuhan yang maha kuasa, yang tetap mengetahuinya. Tetapi hanya yang
goib diwujud kita ini harus bisa ketemu, supaya bisa pulang keasalnya
semula. Yaitu kerasa yang dahulu itu, yaitu pulang kepada rasa Allah atau
rasa Tuhan semula. Sebab kalau tidak ketemu sekarang ini tentu nanti
tidak akan bisa pulang kembali kepada rasa semula. Yaitu kepada RASA
yang haq itu, maka dari pada itu ma’rifatullah lain tidak. Dan kalau belum
ma’rifat dikhawatirkan matinya sesat sekarang barulah kita berkisar pula
kepada membicarakan SUMBER yang satu.

HAKIKAT RUH itu ialah bukti nyatanya rasa. (hakikat nyawa). Sedang
rasa itu adalah beberapa unsure nafsu atau beberapa fasal nafsu. Adapun
yang disebut atau yang dimaksud kehidupan yang kekal abadi itu adalah :

54 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

hidupnya illahi Robbi. Yaitu yang bersifat terang-benderangnya, yang


tidak terkena mati dan meliputi seluruh alam ini. Begitu pula seperti Arsy,
kursyi, sorga dan neraka yang meliputi semuanya itu, oleh karena itu ia
merupakan sifat hidup Tuhan Allah azzawazalla.

Jalan yang demikian ini disebut oleh kaum sufi, SAMUDERA HIDUP.
Sedang bibit nyawa itu disebut hidupnya seluruh bentuk dan jasad ;
sekalipun sampai kepada bakteri, dan kuman-kuman yang sangat kecil
sekalipun. Juga manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan apapun jua
yang bernyawa atau yang hidup didalam seluruh semesta ala mini,
semuanya bersumber dari yang satu itu jua adanya. Sedangkan segala
kehidupan didalam dunia ini tidak terbilang banyaknya, hanyalah Cuma
itu hanya nyawa. Yaitu yang ada disemua bentuk jasad kita ini. Dan
janganlah kita memahami bahwa satu Tuhan itu terbagi-bagi miliyuran
jiwa.

Lalu sedikit demi sedikit akan menjadi kurang. Maka dari itu janganlah
salah mengerti, bahwa zat Tuhan itu tidak ada berubah sedikit juapun.
Tetapi tetap saja langgeng tidak berkurang dan tidak akan bertambah lagi.
Karena zat Tuhan yang hakiki itu tidak pernah rusak dan tidak pernah
binasa oleh apapun.

Sekarang baiklah kita umpamakan atau kita buat sebuah missal untuk
memudahkan paham kita. Umpamanya didunia ini kita nyalakan satu
lampu dan lampu itu kita tutup dengan satu kawat kasa yang sangat halus
dan menggelembung. (cembung). Dan kawat kasa itu bermiliyunan
lubangnya, yaitu lubang kawat kasa itu. Yaitu lubang kawat kasa itu tadi.
Jadi setiap lubang cembung itu adalah sebagai nyawa, satupula.
maka jelaslah kepada kita bahwa setiap lubang kawat kasa tersebut
memiliki satu nyawa. Dan lampunya hanya yang satu itu jua adanya.

Demikianlah yang menjadi kita bagi seluruh manusia, ataupun makhluk


yang lainnya.

Begitulah sebuah contoh untuk jadi perbandingan dan untuk memudahkan

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 55
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

faham kita adanya. Kalau tidak ada contoh dan perumpamaannya, maka
sulitlah kita memahaminya. Maka dari itu setiap seorang guru atau
seorang ulama tasauf haruslah banyak memberikan contoh dan
perumpamaan supaya si murid mudah memahaminya.

Jadi yang sebenarnya yang sulit itu bukanlah guru ulama itu, tetapi yang
sulit itu adalah si murid itu sendiri. Didalam penuntutan itu atau menuntut
ilmu tasauf yang utama sekali ialah FAHAMNYA.

Makanya dicari dengan jalan berbelit-belit. Tuhan tidak keberatan


menganugerahi kita dengan rahasia ma’rifatnya. Hanyalah kita disuruh
memahami dengan fahamnya. Tidak seorangpun yang faham, kecuali
dengan fahamnya. Karena didalam ilmu ketuhanan itu tidak seorangpun
mendapatkan KIMMIZATNYA, kecuali dengannya jua.

Demikianlah agar kita menjadi maklum adanya.

56 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

Fasal pada menyatakan artinya yang bernama Alam itu, maka ada satu-
satunya tersebut bahwasannya ini soal dan jawab, enjunjungkan yang
mana yang dinamai JAMAL A’LAM.

Didalam tubuh kita ini bernama manusia, yang dinamai kursyi itu apa ?
Dan yang dinama CUPU GADING itu apa ?
Yang dinama MANI ASTAGIN itu apa?
Yang dinamai Alam awal itu apa?
Yang dinamai PADANG TEPI LAUT itu apa?
Yang dinamai KUDA SAMBRANI itu apa?
Yang dinamai MALAIKAT itu apa?
Yang dinamai akan alam JABARUT itu apa?
Yang dinamai SRI KAMINTING itu apa?
Yang dinamai BUKIT TURSINA itu apa?
Yang dinamai MEKKAH itu apa?
Yang dinamai MADINAH itu apa?
Yang dinamai TIANG ARSY itu apa?
Yang dinamai GUNUNG JABAL KAP itu apa?
Yang dinamai KAWAH NERAKA itu apa?
Yang bernama qur’an 30 huruf itu apa?
Yang bernama LOH MAHFUD itu apa?
Yang bernama KALAMULLAH itu apa?
Yang bernama ZIKIR RAHMAN itu apa?
Yang bernama ALAM UHUK itu apa?
Yang bernama KIRAMAN itu apa?
Yang bernama KATIBIN itu apa?
Yang bernama MAKAM RASULULLAH itu apa?

JAWAB
Yang bernama JAMAL A’LAM itu KEPALA
Yang bernama kursyi tempat duduk sat
Yang bernama CUPU GADING itu UBUN-UBUN
Yang bernama MANI ASTAGINA itu dibawah ubun-ubun
Yang bernama ALAM AWAL antara kedua kening Maka soal CUPU
GADING itu apa isinya dan manik agina itu apa, Isinya, maka jawabnya :

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 57
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

CUPU itu malunya perempuan akan ininya dan ASTAGINA itu


percintaan perempuan akan isinya.
Yang bernama padang tepi laut itu MATA.
Yang bernama KUDA SAMBRANI itu BIJI MATA.
Yang bernama alam jabarut itu MATA YANG HITAM
Yang bernama SRI KAMUNTING itu ORANG-ORANG MATA.
Yang bernama ALAM JABARUT MATA YANG HITAM
Yang bernama BUKIT TURSINA HIDUNG
Yang bernama MEKAH ITU PIPI KANAN
Yang bernama MADINAH ITU PIPI KIRI
Yang bernama TIANG ARSY ITU BATANG LEHER
Yang bernama GUNUNG JABALKAP ITU RAGU
Yang bernama KAWAH NERAKA ITU MULUT
Yang bernama QUR’AN ITU 30 HURUF ITU GIGI
Yang bernama LUH MAHFUD ITU LIDAH
Yang bernama KALAMULLAH ITU AMAL LIDAH
Yang bernama ZIKIR RAHMAN itu DIBAWAH LIDAH
Yang bernama ALAM UHUK ITU LUBANG HIDUNG
Yang bernama KINAMAN ITU BAHU KANAN
Yang bernama KATIBIN ITU BAHU KIRI
Yang bernama MAKAM RASULULLAH itu ialah orang yang
MA’RIFAT kepada ALLAH
Yang bernama tempat sujud itu DAHI
Yang bernama telapak nabi mi’raj itu ialah antara hidung dan bibir kita
yang diatas
Yang bernama KAIN ASANDUSIN ialah TELAPAK TANGAN
Yang bernama AIR JAM-JAM JAMILLAH ialah AIR MATA
Yang bernama MINYAK ZAITUN ialah disamping hidung kiri dan kanan
Yang bernama TOMDIL itu ialah TERGANTI
Yang bernama MI’RAJ itu BERJALAN
Yang bernama IHRAM itu TERPANDANG
Yang bernama MUNAJAT itu BERKATA- KATA.

58 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

ILMU TASYAUF

Bertemunya manusia kepada Tuhan dan sampainya kepadanya, itulah


puncak harapan, dan dengan itulah dia mencapai kebahagiaan dan
kerajaan besar. Bahkan dengan itulah ia akan lupa dan terhibur dari
sesuatu selain Allah Ta’ala. hilangkan pandangan makhluk kepadamu,
karena puas dengan penglihatan Allah kepadamu dan lupakanlah
perhatian/menghadap makhluk kepadanya, karena melihat; bahwa Allah
menghadap kepadamu. Nikmat disebabkan, oleh karena melihat dan
dekatnya kepada Allah. Demikian pula siksa itu walau bagaimanapun
aneka ragamnya, hanya karena terhijab, dan sempurna nikmat itu, karena
melihat kepada zat Tuhan yang maha mulia. Maha suci Allah yang sengaja
tidak member tanda kepada walinya kecuali sekedar untuk mengenal
kepadanya. Sebagaimana tidak menyampaikan dengan mereka, kecuali
kepada orang yang hendak disampaikannya untuk mengenal Allah;itulah
hikmah yang maha tinggi. Dan siapa benar-benar sudah mengenal kepada
Allah, maka pastilah dapat melihat dalam tiap-tiap sesuatu.

Tidak/tiada suatu nafas yang terlepas yang terlepas daripadanya


(daripadamu), melainkan disitu pula ada takdir Allah diatasmu. Semua
manusia dalam alam ini sudah tergambar dalam/dilluh mahfu tidak ada
kehendak makhluk yang mesti berubah. Perubahan itu hanya dalam
pandangan syariat. Sedang dalam pandangan hakikat hanya Allah yang
maha mengetahuinya.

Kehendak Allah tidak ada yang tertegah, semua berjalan dengan


hikmahnya. Jadi kesimpulannya: kehendak makhluk adalah terbatas,
sedang kehendak Allah tidak ada batasnya. Maka daripada itu orang yang
paham ialah;orang yang bergembira dalam hidupnya, bergembira dengan
Allah dalam setiap nafasnya keluar masuk. Orang yang sudah paham ialah
tidak menanyakan lagi apakah boleh berubah atau tidak; dia telah sunyi
dengan Allah. Maksudnya ialah : sudah satu iradat dengan Tuhannya.
Tidak ada lagi duanya. Apabila sudah menunggal dengannya, maka
nyatalah Allah yang berlaku dalam segala hal. Karena lapang dan sempit
ada pada Allah saja.

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 59
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

Andaikan Allah membukakan NUR seorang WALI yang berbuat dosa


umpamanya : niscaya cahayanya memenuhi antara langit dan bumi.
Apalagi dengan NUR cahaya seorang WALI yang taat. Tentu dapat kita
membayangkan, bukan ?

Andaikan Allah membukakan hakikat kewalian seorang WALI, niscaya


akan disembah orang. Sebab ia telah bersifat dengan sifat-sifat Allah. Dan
siapa tidak puas dengan pandangan dan penglihatan Allah dalam amal
perbuatan dan dalam perkataannya, maka pasti orang itu kemasukan ria
atau atau masih terdinding dengan Allah.
Bagaimana dapat dibayangkan bahwa Allah dapat dihijab oleh sesuatu.
Padahal Allah yang menzahirkan atau menampakkan segala sesuatu.
Bagaimana mungkin akan dihijab oleh sesuatu.
Padahal Allah yang Nampak zahir pada segala sesuatu.
Bagaimana akan mungkin dihijab oleh sesuatu.
Padahal dia jelas dari segala sesuatu.
Bagaimana akan dhijab oleh sesuatu.
Padahal Allah lebih dekat kepadamu dari segala sesuatu.
Bagaimana akan mungkin dihijab oleh sesuatu.
Padahal dia terlihat dalam tiap sesuatu.
Sesungguhnya yang menghijab engkau daripada melihat Allah itu, karena
dekatnya Allah kepadamu.
Allah yang menjahirkan segala sesuatu, karena Allah yang bersifat bathin.
Dan Allah yang melihat adanya segala sesuatu, sebab Allah itulah yang
johir atau yang jelas pada tiap-tiap sesuatu.
Bagaimana Allah akan terhijab dengan sesuatu. Padahal semata yang
terhijab itu semata-mata nur illahi, dan pada segala tempat Allah berada
dan tetap hadir, tak pernah goib.
Andaikata Allah tidak johir pada benda-benda alam ini, tidak mungkin
adanya penglihatan padanya. Dan andaikan Allah mengahirkan sifat-
sifatnya, pastilah lenyap alam bendanya.
Bagaimana akan mungkin dihijab oleh sesuatu, Padahal andaikan tidak
ada Allah, niscaya tidak aka nada segala sesuatu.
Demikianlah kebijaksanaan Allah atas semua makhluknya atau hambanya.

60 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

MANUSIA INI ADA DUA MACAM :


PERTAMA ADA YANG MENDAPAT KARUNIA ALLAH,
SEHINGGA IA BERBUAT TAAT KEPADA ALLAH. MAKSUDNYA
IALAH MENGERJAKAN SURUH DAN MENINGGALKAN TEGAH.

KEDUA ADALAH, YANG DENGAN TAATNYA KEPADA ALLAH,


SEHINGGA MENCAPAINYA KEBESARAN KARUNIA ALLAH.
NUR IMAN SEORANG SUFI

Dengan NUR cahaya matahari, seorang dapat melihat benda-benda alam


ini. Tetapi dengan NUR cahaya iman keyakinan yang mendalam, engkau
dapat langsung melihat Allah yang menjadikan benda ala mini.

Amal perbauatan apakah yang paling dekat kepada murka Allah?


Amal yang tidak disukai Allah ialah : karena melihat kepada dirinya
sendirinya dan lebih jahat lagi kalau ia menuntut upah balasan itu karena
amalnya.

Bagaimana engkau minta upah atas amal perbuatanmu?


Sedang engkau sendiri tidak ikut berbuat.

Nur itulah yang menerangi dan basyirah atau matahari itulah yang
menentukan hikum.

Dan hati yang melaksanakan dan menggagalkannya.


NUR itulah yang menerangi baik atau buruk ; lalu dengan matahari
ditetapkan hukum, dan setelah itu maka hatilah yang melaksanakan atau
yang menggagalkannya.

Sebab hati itu RUHANI, dan RUHANI itu ialah yang bersifat ketuhanan
atau luhud. Alam ini berupa kegelapan, sedang yang meneranginya hanya
karena tampaknya Allah padanya.
Maka barang siapa yang melihat alam, tapi tidak meihat Allah
didalamnya, atau sesudahnya ; maka nyatalah orang itu buta mata hatinya.

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 61
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

TIDAK BERHURUF TIDAK BERSUARA


DAN TIDAK ADA KATA-KATA.
AKU ADALAH AKU DALAM SEGALA HAL

Tidak akan diucapkan kalimat AKU : melainkan oleh orang yang


berkawan dengan kelengahan dan oleh setiap orang yang terhijab oleh
hakikat.

Tidaklah semuanya benar bagi orang yang ber-AKU-AKU.


Engkau berani mengatakan AKU ; sedang engkau masih terhijab
/terdidinding dari padaku. Pesona dunia ini masih mencekam dirinya
(dirimu), masing-masing akan menyambar dirimu dengan seruan kepada
zat dirimu, engkau saja masih didalam kegaiban yang kelam daripadaku.
Maka apabila engkau telah melihat AKU; dan akupun telah bernyata
dihadapanmu, maka tetapkanlah keteguhanmu, maka tiada Aku lagi,
melainkan aku.

Telah kuciptakan atau kuadakan untukmu dan untuk sesuatu menjadi


tujuan ; antara lain tujuan itu ialah ;
CINTAMU KEPADA DIRIMU SENDIRI.

Itulah tetesan waham atau kalimat yang engkau warisi. Kata-kata Aku
adalah egomu sendiri ; Aku berlepas diri dari anggapan yang demikian.
Dan tidak lain ZAT itu, melainkan kepunyaanku jua. Dan tidak lain AKU
itu, kecuali hanya untukmu semata.

Akulah yang dia itu : dan adapun hakikatmu itu bukanlah pula persoalan.
Hanya sesungguhnya engkau berada pada pembagian yang bersifat waham
atau dugaan saja (sangka-sangka).

Hal ini disebabkan karena caramu berfikir dan pencapaianmu pada


pendakian jiwa dan persoalan. Engkau dalam setiap saat terbagi kepada :
“menyaksikan dan disaksikan

62 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

Dua menjadi satu dalam bentuk perjodohan. Jiwa yang mencapai dan
persoalan yang dicapai. Adapun hakikatnya sendiri tersembunyi jauh
dibalik perjodohan itu, meninggi atasnya, jauh dari segala itu semuanya.

Sekarang engkau bukan lagi ZAT dan perjodohan; tetapi engkau hanyalah
RUH dari RUHKU, tiada nisbah bagimu melainkan padaku. Engkau tidak
mengungkapkan hakikat ini, kecuali dikala terangkat daripadamu tirai
penutup dan engkau memandangku ketika itulah engkau telah lenyap dari
pada dirimu yang berjodohan yang bersifat serba duga/waham (sangka-
sangka).

Dirimu yang sebenarnya yang bukan ZAT dan bukan pula dari persoalan.
Tetapi hanya engkau semurni-murni RUH yang tidak terbagi-bagi atau
JAUHAR, meninggi, tidak nisbah melainkan kepadaku. Maka engkau
tidak lagi mengulangi mengata AKU.

Melainkan engkau mengatakan


“ENGKAU TUHANKU”
Akumu itu adalah rahasiaku jua adanya. Sebab telah engkau ketahui,
bahwa AKU adalah untukmu semata. Dan sekarang engkau adalah
hambaku, Hai hambaku.

Jika engkau sudah melihatku, maka tiada lagi engkau dan apabila engkau
telah tiada, maka tiada lupa ada tuntutan dan apabila tiada tuntutan
hilanglah sebab, dan bila sebab telah lenyap tiada lagi nisbah, sampai
disini sirnalah hijab.

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 63
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

Asal suatu risalah yang kecil yang menyatakan usul bagida ALI kepada
RASULULLAH S.A.W.barang siapa mengetahui jalan sempurna amalnya

Bermula sembah asiyidina ALI.


o Ya Tuanku apakah Syari’at, tharikat, hakikat, dan ma’rifat itu.

Jawab Rasulullah
 Syareat itu pada TAUBAT
 Tharikat itu pada HATI
 Hakikat itu pada RUH
 Ma’rifat itu pada ZAT ALLAH

Sembah syaidina ALI


o Ya tuanku apakah syareat, tharekat, hakikat, dan ma’rifat itu,
samakah, samakah berlainankah amalnya.

Jawab Rasulullah s.a.w


 Asalnya orang sareat dan tharikat; semata-mata mengerjakan segala
pesuruh.
 Amalnya orang hakikat ; mengesakan Zat Allah
 Amalnya orang ma’rifat : tetap pada Zat Allah

Sembah Saiyidina ALI


o Ya Tuanku adapun syareat, tharekat, hakikat, dan ma’rifat,
berlainankah atau samakah nafsunya.

Jawab Rasulullah s.a.w


 Syariat, nafsunya, amarah, matinya hancur lebur/cerai berai
 Tharekat, nafsunya sawiyah, matinya kurus kering
 Hakikat nafsunya lawwamah, matinya lamak gemuk putih kuning
 Ma’rifat nafsunya mutmainah, matinya lenyap dalam kubur

64 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

Sembah saiyidina ALI


o ya tuanku adapun syareat, tharekat, hakikat, ma’rifat, berlainankah
atau samakah sembahyangnya.
Jawab Rasulullah s.a.w
 Sembahyang orang sareat akan kiblat. Menghadap baitullah
membara hatinya bercahaya.
 Sembahyang orang tharekat membara hatinya bercahaya, kiblatnya
menghadap Baitul makmur.
 Sembahyang orang hakikat kiblatnya menghadapa Arsy membara
hatinya bercahaya.
 Sembahyang orang ma’rifat kiblatnya menghada seperti firman
Allah s.w.t. didalam al-qur’an.
FA’ATIMALLA TUWALLU FASSAMA WAD HULLAH
Barang siapa dimana kamu menghadap akan mukamu/wajahmu,
atau akalmu, rohmu maka disanalah wujud Allah bercahaya-cahaya
dan imannya terang tiada sepertinya.

Sembah sayisina ALI


o Ya tuanku adapun syareat, tarekat, hakikat dan ma’rifat,
berlainankah atau samakah pekerjaannya.

Jawab Rasulullah s.a.w


 Pekerjaan sareat itu : mengucap syahadat, sembahyang, puasa,
memberi zakat dan naik haji.
 Pekerjaan tarekat itu : mentasdikkan barang yang diamalkannya
Pekerjaan hakikat itu : senantiasa tetap adanya dan mengesakan zat
Allah Ta’ala menepikan barang lainnya.
 Pekerjaan ma’rifat itu: semata-mata tetap adanya dan sendirinya zat
Allah Ta’ala

Sembah sayidina Ali


o Ya Tuanku adapun sareat, tarekat, hakekat dan ma’rifat,
berlainankah atau samakah alamnya

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 65
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

Sabda Rasulullah s.a.w


 Sareat itu ialah : alamnya perjalanan tubuh
 Tarekat itu ialah : alamnya malakut perjalanannya hati
 Hakikat itu ialah : alamnya jabarut perjalanannya RUH
 Ma’rifat itu ialah : alamnya lahud perjalanannya SIR

Sembah sayidina Ali


o Syareat, tharekat, hakikat, ma’rifat, samakah ilmunya.

Sabda Rasulullah s.a.w


 Sareat itu ialah : ilmunya yakin
 Tharekat itu ialah : Ainal yakin
 Hakikat itu ialah: Haqul yakin
 Ma’rifat itu ialah : Kamallul yakin

Sembah Sayidina Ali


o Apakah yang empat itu sama kebangkitannya?

Sabda Rasulullah s.a.w


 Kebangkitan sareat ialah : taubat sekalian dosa
 Kebangkitan tarekat ialah : sabar dan ridha akan qudrat Allah
 Kebangkitan hakikat ialah : syukur akan barang yang dating
daripada Allah swt.
 Kebangkitan ma’rifat ialah : ikhlas menyerahkan dirinya kepada
Allah Ta’ala.

Maka sembah Sayidina Ali


o Ya tuanku orang yang ampuk itu apa kejadiannya.

Sabda Rasulullah saw


 Adapun sareat itu ialah : kejadiannya af’al
 Adapun tharekat itu ialah : kejadiannya asma
 Adapun hakikat itu ialah : kejadiannya sifat
 Adapun ma’rifat itu ialah : kejadiannya zat

66 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

Sembah Sayidna Ali


o Adapun yang empat (4) itu apakah atas zatnya

Sabda Rasulullah saw


 Adapun sareat itu ialah : kulit dan bulunya
 Adapun tharekat itu ialah : darah dan daging
 Adapun hakikat itu ialah : urat tulang
 Adapun ma’rifat itu ialah : otak dan sumsum

Sembah Sayidna Ali


o Ya tuanku adapun yang 4 itu apakah maujudnya

Sabda Rasulullah saw


 Sareat itu ialah : pendengarannya
 Tharekat itu ialah : penglihatannya
 Hakikat itu ialah: penciumannya
 Ma’rifat itu ialah : pengrasanya

Sembah Sayidna ALI


o Ya tuanku adapun yang 4 (empat) itu berlainankah Rohnya

Sabda Rasulullah saw


 Syareat itu ialah : Rohani
 Tharekat itu ialah : Rahmani
 Hakikat itu ialah: Roh Idofi
 Ma’rifat itu ialah : Robbani

Sembah Sayidna ALI


o Ya, tuanku : Apakah yang tinggi tiada rendah
Yang hidup tiada mati.
Yang luas tiada sempit
Yang benar tiada salah
Yang menghadap tiada membelakangi

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 67
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

Yang manis tiada pahit


Yang ruh tiada dua

Sabda Rasulullah s.a.w


 Yang tinggi tiada rendah itu Allah
 Yang hidup tiada mati itu Allah
 Yang besar tiada kecil itu Allah
 Yang hampir itu tiada jauh itu Allah
 Yang luas tiada sempit itu Allah
 Yang menghadap itu tiada membelakangi itu Allah
 Yang suci itu tiada nazis itu Allah
 Yang manis tiada tiada pahit itu Allah
 Yang ESA tiada dua itu Allah

Sembah Sayidina ALI


o Ya, tuanku dapatkah hamba peroleh ilmuyang dimiliki itu?

Maka sabda Rasulullah s.a.w


 Siapa ia sungguh-sungguh mengenal dirinya itulah yang tinggi tiada
rendah
 Siapa yang merendahkan diri itulah yang besar tiada kecil
 Siapa yang mengesakan Allah itulah yang hidup tiada mati
 Siapa percaya akan Allah ituah yang suci tiada Nazis
 Dan barang siapa yang tiada sirik itulah yang manis tiada pahit
 Barang siapa yang menafikan hal lain itulah ESA tiada dua

Sembah sayidina Ali


o Apakah hamba dapat memiliki martabat seperti itu

Sabda Rasulullah s.a.w


 HAI ANAKKU ALI : tatkala akan makan minum didalam dunia,
supaya engakau makan minum beserta Allah.
 Tatkala akan dudukmu didalam dunia supaya engkau melihat serta
Allah.

68 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

 Tatkala akan pendengaranmu didalam dunia supaya engkau


mendengar serta Allah.
 Tatkala akan perkataanmu didalam dunia, supaya engkau berkata-
kata serta Allah
 Matikan dirimu didalam dunia, besok aku bertemu akan Allah

Sembah Sayidina Allah


o Ya, Tuhanku, sejak syujud menyembah.

Rasulullah s.a.w
 Matinya iman itu agama, guru iman itu ikhlas, dan dahan iman itu
cita-cita, dan iman itu SIR, dan cabang iman itu amal, dan daun
iman itu kasar tekun dan haraf, buah iman itu jo’ah (joah) dan
nyawa iman itu kasih (kasihan), iman itu ruh dan iman itu hati, yang
mu’min dan iman itu yakin, dan pertahanan iman itu sembahyang,
dan sareat iman itu fardhu. Dan tharekat iman itu jalan sempurna,
dan hakikat iman itu Esa. Ma’rifat iman itu tetap pada zat waibal
wujud.
 Adakah syahadat iman itu selain daripada itu.
Kepala iman itu akir (laillahaillallah) hatina menyatakan iman dan
cahaya iman itu benar, dan kalam iman itu suci, dan nyawa iman itu
hidup.
Jantung iman itu jama’ah.
Urat iman itu segala rukun.
Tulang iman itu rukun.
Lutut iman itu sabar.
Dada iman itu amar.
Iga iman itu ikhlas.
Ilmu iman itu sempurna dunia dan akherat.
Wallahu alam bisawwab.

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 69
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

BISMILLAHIRRACHMANNIRRAKHIM
WASSOLATU WASSALAMU ALA ASROFIL MURSALIN
SYAIYIDINA MUHAMMAD WA ALA ALLIHI WASOHBIHI
WASSALAM A’MA BA’DU

Adapun pasal menyatakan bicara hakikat dan am’rifat menyemabah Allah


Ta’ala dengan memelihara segala hukum syareat yang zahir yang
diperintahkan oleh Rasulullah, yaitu : yang dimaksudkan oleh Allah
Ta’ala, ilmu dan amal, dan menjalankan akan jalan segala nabi-nabi dan
wali-wali Allah

Yaitu memandang Allah Ta’ala itu dengan hati yang normal.


Bahwasannya Allah Ta’ala wujud sendirinya, yaitu memandang dan
mengetahui, mengenal satu-satunya paham dan putih bersih, dan
nugrahanya haq Allah Ta’ala serta dalil aqal dan naqal. Maka tiada hasil
hakikat itu, melainkan dibaiki syareat. Hasil ketiganya itu menghasilkan
ma’rifat.

Pasal pada menyatakan hal dan limpahan segala ahli tasauf yang diperbuat
tiap-tiap hari siang dan malam ketika mengerjakan segala yang dipardukan
Allah Ta’ala dengan sekira-kiranya memadai kuatnya jasad pada
mengerjakan dia yang disuruhnya atau disuruh oleh Allah Ta’ala. dan
menjauhkan segala yang dilarang. Dan disuruh oleh Allah ta’ala
memeliharakan segala rahasia-rahasia kehati dan melazimkan segala
makam yang 11 (sebelas) ; seperti Taubat, sakit, sabar, syukur, tawwakal,
ridha, wara, suci, ajam, murakabah dan lainnya.

Pertama-tama orang yang megerjakan jalan ini mulai dengan taubat karena
taubat itu bersuci dari pada najis. Demikianlah ha ahli tasauf.
Bermula setengah dari rahasia ketuhanan itu IMAN DAN KAMIL. Yaitu
keluarlah engkau dari pada Allah ta’ala seperti bahwasannya, jangan
engkau sekutukan Allah Ta’ala dengan sesuatu dari segala sifatnya yang
tertentu dengan DIA :

70 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

Dan “YAKIN KAMIL” Yaitu keluar engkau dari diriku, artinya keluar
dari pada dayamu dan kuatmu dan wujudmu. Jangan engkau sekutukan
Allah Ta’ala dengan sesuatu dari segala sifatnyayang tertentu dengan dia
yang yakin kamil, yaitu ada pada mukamu, karena ujudmu dan dayamu itu
majas., dan bayang-bayang jua. Karena sekalian yang dijadikan Allah
Ta’ala hanya ujud hakiki, dan kuat daya upaya yang hakikatnya hanya
Allah Ta’ala jua.

Maka hendaklah engkau nafikan ujud dirimu dan sekalian yang lan
daripada ujud Allah Ta’ala itu. supaya sempurnalah dari pada syirik hafi
dan supaya engkau pandang kesempurnaan Allah Ta’ala dan daya
upayanya dan kuatnya pada temat ujud dan lemahnya/lemahmu dan
daifmu itu.

Setengah dari pada rahasia, ketahuilah olehmu akan bahwasannya kita


pandang, kita I’tiqadkan, bahwa sesungguhnya akan kita ini tetap selama-
lamanya dalam ilmu Allah Ta’ala.

Pertama : Penglihat, pendengar, kelakuan dan kehendaknya.


Sekianlah pada sebenarnya I’tiqad segala nabi-nabi dan wali-wali Allah
serta Ulama-ulama yang saleh-saleh, janganlah kita berubah I’tiqad ini
supaya kita sampai kepada jalan FANA BILLAH – BAQA BILLAH.
Yaitu lenyapkanlah kita ke dalam Allah Ta’ala supaya kekal dalam
keadaan Allah ta’ala.

Bermula dikehendaki lenyap dan hapus itu, tiada lagi kita atau diri kita,
hanya yang kelihatan ZAT ALLAH TA’ALA jua semata-mata tetap
dengan penglihatannya mata hati dan mata zahir harus menyatu dalam
rahasianya.

Dan tilik hakikat adalah isyarat umpama besi di dalam api, maka tatkala
merah besi, tidak kelihatan besi, hanyalah keadaan api jua yang kelihatah
itu semata-mata. Maka ZAT ALLAH TA’ALA – SIFAT ALLAH
TA’ALA – AF’AL ALLAH TA’ALA semata-mata.

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 71
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

Maka apabila tetap dikarenakan sukuan didalam keadaan kita niscaya kita
ini hilang. Maka tiada tinggal lagi baginya bekam. Maka kita sampailah
kepada jalan fana billah dan baqa billah. Adapun dalil akal, apabila kita
tidur lihatlah pada dirimu, adakah kekuasaan, dan kehendak, pengetahuan,
penglihatan, pendengaran dan perkataan dan gerakan. Maka dalilnya yang
menunjukkan akan tiada mempunyai, hanya daripada menerima sifat jua.
Dan empunya sifat itulah Allah Ta’ala jua semata-mata.

Maka jad dalil tahliklah kita dengan pengajaran guru yang kamil adanya.

SABDA NABI MUHAMMAD SAW pada menyatakan :


Bermula Syareat itu seperti tanah
Tharekat itu seperti air
Hakikat itu seperti angin
Ma’rifat itu seperti api

Maka sembahah syayidina Ali, ya, junjunganku adapun


Syareat itu seperti tanah, tanah yang mana ?
Tharekat itu seperti air, air yang mana ?
Hakikat itu seperti angin, angin yang mana ?
Ma’rifat itu seperti api, api yang mana ?

Jawab Rasulullah s.a.w


Hai ALI dengarlah pengajaranku, yaitu :
Syareat itu seperti tanah, yaitu badanku
Tharekat itu seperti air, yaitu Nur Muhammad
Hakikat itu seperti angin, yaitu nafasku
Ma’rifat itu seperti api, yaitu penglihatanku

Maka sembah Syaiyidina ALI, ya junjunganku sebenar-benarnya lah


Maka jikalau mati orang syareat apakah kejadiannya?
mati orang tharekat apakah kejadiannya?
mati orang hakikat apakah kejadiannya?
mati orang ma’rifat apakah kejadiannya?

72 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

RASULULLAH MENJAWAB :
Mati orang syareat hancur luluh
Mati orang tharekat kurus kering
Mati orang hakikat lemak gemuk putih kuning
Mati orang ma’rifat hilang lenyap

Sembah syaiyidina ALI, ya Rasuullah sebenar-benarnyalah

Jawab Rasulullah, barang siapa mengetahui ilmu ini maka sempurnalah


serta selamatlah dunia akherat, imannya lagi tiada kurang NUGRAHA
Allah Ta’ala akan rezeki. Inaya Allah Ta’ala.

Maka barang siapa yang tidak mengetahui ilmu ini yaitu terlebih atau dulu
daripada binatang, sebab belum mengetahui akan tubuhnya sendiri,
wallahu alam bisawab.

MAN ARAFA NAFSAHU ARAFU RABAHU,


Barang siapa mengenal akan dirinya maka sesungguhnya ia mengenal
akan Tuhannya.

MAKAM ARAFA RABBAHU FASADUL JASAD.


Barang siapa mengenal akan Tuhannya maka binasalah dirinya.

Maka ketahuilah olehmu NUR MUHAMMAD, itulah anginnya, biasa


gaib kepada sekalian nyawa, itu misalnya jadi badan Muhammad,
umpamanya karena sabit gaib kepada Muhammad, dan Muhammad itu
gaib kepada sekalian hambanya Allh Ta’ala.

Firman Allah Ta’ala dalam hadits qudsyi yang artinya; bermula Sir Allah
dengan Sir Muhammad itu sama arti.

Firman Allah ta’ala dalam hadits qudsyi, yang artinya :


Bermula Sir Allah dengan Sir Muhammad artinya ; Rahasia allah rahasia
Muhammad. Maka Rahasia Allah tiada sekutu baginya an lawannya, tiada

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 73
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

boleh nabi yang lain seperti NABI MUHAMMAD, karena diakui SIR
ALLAH KALILLAHU TA’ALA ; menjadikan akan sesuatu jika tiada
serta Muhammad, maka tidaklah dijadikannya semesta ala mini. Maka
dinamai sifat hamba didalam badan, maka sembah syaiyidina ALI kepada
Rasulullah s.a.w.

Ya Rasulullah, apakah yang dinamai jalan empat itu?


1. SYAREAT 2. THAREKAT 3. HAKIKAT 4. MA’RIFAT
Itu jalan empat dalam manusia.

Sabda Nabi s.a.w ya, Ali,


Adapun yang dinamai syareat itu ialah lidahku
Adapun yang dinamai tharekat itu ialah hatiku
Adapun yang dinamai hakikat itu ialah kediamanku
Adapun yang dinamai ma’rifat itu ialah nyawaku.
Inilah jalan empat namanya.

Sembah Syaiyina ALI


Ya, rasulullah, akan tuan hamba mencari siddiq
Ya , rasulullah, adapun seperti syareat itu apa, tharekat itu
Apa, hakikat itu apa,, ma’rifat iru apa

Sabda Rasulullah s.a.w YA ALI


Diri itu ada dua : 1. Diri bathin, 2. Diri zahir
Keterangan :
Diri zahir / jasad : nyata daripada Nabi Muhammad s.a.w yaitu api, angin,
air, tanah. Maka itulah asal tubuh kita yang kasar atau zahir ini.
Yang dimaksud diri bathin, yaitu yang tersembunyi didalam badan adapun
nyawa itu daripada NUR MUHAMMAD artinya : adapun
syareat itu perkataanku
tharekat itu perbuatanku
Hakikat itu kediamanku
Ma’rifatitu penglihatanku

74 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

Dan yang dikatakan : Syareat itu tubuh RASULULLAH


Tharekat itu Hati RASULULLAH
Hakikat itu kediaman RASULULLAH
Ma’rifat itu Rahasia RASULULLAH
Maka ma’na : Tubuh Rasulullah itu – Roh Rohani
Hati Rasulullah itu – Roh Rahmani
Hati Rasulullah itu – Roh Robbani
Dan jadinya : Syareat itu hancurkan jadikan tharekat
Tharekat itu hancurkan jadikan hakikat
Hakikat itu hancurkan jadikan ma’rifat
Ma’rifat itu hancurkan jadikan cahaya
Itulah bayang-bayang Allah ta’ala yang sebenar-benarnya karena :
Syareat itu – Af’al Allah Ta’ala
Tharekat itu – Asma Allah Ta’ala
Hakikat itu – Sifat Allah Ta’ala
Ma’rifat itu – Ujud Allah Ta’ala

Maka barulah sampai (sempurna) marifat kita pada orang arif billah atau
alimullah. Wallahu alam bissawab.

Asal mula-mula kejadian dunia tatkala belum ada sesuatu , maka Allah
ta’ala sendirinya. Kallahu Ta’ala atau kallallahu Ta’ala.
Kun fayakun, maka nur Muhammad sekaliannya lengkap.
Maka jadilah nur Muhammad itu.

Apakah artinya Allah ta’ala ?


Jawabnya : hual awalu, wal achiru, wajohiru, walbathinu.
Ia jua yang awal, ia jua yang akhir, ia jua yang zahir, ia jua yang goib
(bathin).

Tentang syahadat artinya – tahu akan zatnya, tahu akan sifatnya, tahu akan
asmanya, tahu akan af’al. dan tahu akan iradatnya.

ASYHADU itu artinya syareat

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 75
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

ANLA itu artinya tharekat


ILAHA itu artinya hakikat
ILALLAH itu artinya ma’rifat
Syareat itu tempatnya pada lidah
Tharekat itu tempatnya pada hati
Hakikat itu tempatnya pada Ruh
Ma’rifat itu tempatnya pada Rahasia
ASYHADU itu artinya Ma’rifat
ANLA itu artinya Tauhid
ILAHA itu artinya Iman
ILALLAH itu artinya Islam
Soal syahadat yang empat didalamnya yaitu : Ma’rifat, tauhid, iman,
islam, barang siapa belum sampai pada ketetapan ilmu ma’rifat.
Barang siapa belum sampai pada ketetapan ilmu ma’rifat-tharekat,
hakekat-syareat ia membawa kitab ini membawa sesat. Jika engkau tetap
didalam syareat, tharekat, hakekat, ma’rifat, maka engkau bacalah kitab
ini niscaya jalanmu sekalian anbiya dan mulia,sekalian yang salah-salah.
Jalannya ilmu hakekat juga karena syareat. Hakekat yang tak ada didalam
syareat yaitu batal. Barang siapa menghimpunkan antara keduanya maka
itulah yang bernama KAMIL MUKAMIL artinya sempurna yakni
bernama suci.

Adapun yang bernama rahasia itu ialah SIR ALLAH. Adapun kita ini
tidak tahu jikalau tidak serta guru yang benar-benar kepada murid. Maka
tiadalah mendapat perkataan-perkataan ini, tidak boleh didengar orang.
Karena ilmu ini tidak ada didalam kitab.

Adapun kita ini MENTUBUHKAN MUHAMMAD JAHIR BATHIN.


Maka berbuahlah RUH namanya. Tidaklah kita genang lagi dihati dan
tubuh. Artinya Muhammad jadi tubuh kita kepada hakikat kita. Maka kita
ini bertubuhkan idhafi. Karena kita tidak lagi mengenang atau mengingat-
ingat tubuh bathin dan zahir itu karena yang bernama Muhammad itu
Rahasia Sir namanya.

76 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

Karena nama rahasia itu banayk sekali namanya. Allah, sifat, asma, af’al
namanya jua, Muhammad sekalipun itu namanya jua. Adapun yang
sebenar-benarnya Allah itu kepada kita ialah rahasia yang ada pada kita
ketahui. Adapun tatkal jalan hakikat namanya : yang mengata
ALLAHUAKBAR. Ber-zat-ber-sifat-ber-asma-ber-af’al. tidak lagi
tubuhnya menyebut dan tidak lagi yang mengata itu lidah. Yang mengata
itu ialah : ZAT, SIFAT, ASMA, AF’AL. yang mengata Allahu akbar itu,
atau yang berbagai-bagai itu bunyinya.

Didalam sembahyang itu hanya zat-sifat-asma-af’al-hayat-ilmu-kodrat-


iradat. Itulah yang mengata tidak dihati lagi. Karena yang bernama zat-
sifat-asma-af’al itu ialah hayat-ilmu-kodrat-dan iradat. Itulah yang
namanya RAHASIA ALLAH TA’ALA kepada bathin hambanya yang
memerintah didalam diri kita yaitu RAHASIA ALLAH TA’ALA.
RAHASIA ITULAH YANG BERNAMA : …

Adapun ujar ma’rifat atau kata ma’rifat :


Tatkala berdiri sembahyang itu Allah yang ada ia sendiri dan tidak dua
tiga, hanya Allah yang ada, Adapun yang mengata Allahu akbar itu
Rahasia Allah. Ia memuji dirinya sendiri jua. Maka itulah namanya fana
kita namanya fana itu tiada lagi tubuh kita bathin dan zahir dan tidaklah
rahasia hati yang mengatakan, hanya Allah jua yang ada. Karena Allah jua
yang bernama rahasia itu, kehendaknya Allah kepada kita menjadi RASA.
Jikalau tidak/tiada RASA, karena mengenal Allah dan memuji Allah, dan
dapat ber-kata-kata dan sebagainya itulah, seperti dalil :
MAN ARAFA NAFSAHU FAQAD ARRAFA ROBBAHU
Barang siapa mengenal dirinya, maka ia mengenal akan tuhannya

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 77
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

Bab ini pasal menyatakan asal Nabi ADAM as. unsurnya kepada kita API,
ANGIN, AIR, TAMAN, turun kepada kita.

API ITU RUH KITA HURUFNYA


ANGIN ITU NAFAS KITA HURUFNYA
AIR ITU RASA KITA HURUFNYA
TANAH ITU TUBUH KITA HURUFNYA
Keterangan lainnya :
Kejadian tanah itu bernama syareat
Kejadian air itu bernama tharekat
Kejadian angin itu bernama hakikat
Kejadian api itu bernama ma’rifat
Syareat itu tubuh kita
Tharekat itu nafas kita
Hakikat itu ruh kita
Ma’rifat itu rasa kita
Syareat itu umpama kaki kita
Tharekat itu umpama tangan kita
Hakikat itu umpama tubuh kita
Ma’rifat itu umpama kepala kita
Jadi yang 4 (empat) ini tak boleh bercerai.

SYAHADATAIN

Aku naik sakai tiada Tuhan melainkan Allah, dan aku naik saksi
sebenarnya Muhammad itu utusan Allah.

Maksudnya ialah yang dinamakan Tuhan itu ialah kenyataan adanya hidup
kita pribadi. Se bab sebenar-benarnya, sebanyak-banyaknya yang disebut
itu tidak ada, itulah sebabnya, disebutkan tiada tuhan itu menetapkan
hanya hidup kita pribadi. Sebab yang disebut itu, juga yang menyebut.
Atau menyaksikan itu juga yang disaksikan. Artinya : Dia menyaksikan
dia sendirinya. Sama halnya dengan ma’rifatullah dia yang mengenal dia
yang dikenal.

78 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

Atau seperti puji qadim bagi qadim. Bahkan si muhaddas memuji si


qadim. Maka dari itu NUR MUHAMMAD itu disebut qadim. Adapun
yang dinamakan MUHAMMAD itu : bukannya Muhammad yang di
MEKKAH atau yang dimadinah itu, tetapi yang sebenarnya adalah cahaya
kita pribadi. Itulah sebabnya diakui utusan. Sebab cahay kita itu
pertandanya Tuhan.

FAHAMKANLAH. Masalahnya adalah : apabila kita benar-benar sampai


kepada Tuhan ; utusan Tuhan dari diri kita bahwa utusan itu medatangkan
apa ciptamu atau citamu. Maka barang siapa percaya maka niscaya
mendapat kasih ampunan Allah (al-maghfirah) apabila sudah menerima
petunjuk yang demikian itu, harap hati-hati dan waspada didalam hati,
yang hidup kita pribadi. Itulah adanya nugrah dan anugraha. Artinya ,
nugrah itu Tuhan, dan anugraha itu hamba. Sebab sudah senyawa didalam
badan kita pribadi. Janganlah ada ayak dan ragu lagi didalam hati kita
semua.

SAKSI DAN PENYAKSIAN

Yang dinamakan kesaksian : sebab diwaktu menyampaikan sunnah supaya


disaksikan oleh sanak saudara kita sesame muslim, yaitu semua titah yang
dititahkan didalam alam dunia ini diantaranya ; seperti bumi, langit, bulan,
bintang, matahari, api, angin, air dan tanah dan alin-lain sebagainya,
supaya semua menjadi saksi dan menaksikan bahwa kita sekarang ini
sudah mengakui berdirinya dan adanya Tuhan dan jadi hamba Tuhan,
karena Tuhan itu mempunyai dua sifat : 1. Sifat ketuhanan (lahud)
2. Sifat kehambaan (nasud)
Allah adalah hakikat alam, maka jelaslah bahwa sat itu bermula segala
ujud, tidak ada yang ujud hanya Allah. Kalau sudah jelas dalam hati
ma’rifat akan hakikat ketuhanan itu, af’al, sifat, dan zatnya ; itulah yang
dikatakan bahagia.

Dan tiada merasa apa yang dimaksud amal kita mati itu tadi ialah ; mati

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 79
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

ma’nawi/mati fil haqiqat, hukum mati hisyi, yang sebenarnya kita ini
hidup sebelum ada kehidupan alam ini/dunia fana ini, itulah dia zat yang
maha suci, yang tiada huruf dan tiada kata, tiada suara, tiada isyarat dan
tiada bernama, tiada warna dan tiada ruh dn tiada jasad dan tiada apa-apa;
itlah dia JIBU.

MELEBURKAN DIRI
TUJIBUL BADANI SARRIL QALBI
TUJIBUL QALBI SARRIR RUH
TUJIBBURUH SARRIN NUR
TUJIBUN NUR SARRIL ANA
Artinya
HANCURKAN BADAN JADIKAN HATI
HANCURKAN HATI JADIKAN RUH
HANCURKAN RUH JADIKAN NUR
HANCURKAN NUR JADIKAN AKU
SIRAU ANA : AKU ALLAH (dalam rahasia).
—oo0oo—
NAMA TUHAN YANG DIJADIKAN ADAM : IALAH MUFTI
Keterangan :
M : MA’RIFATUL
U : UJUDIN
F : MAFATULILLAHI
T : TASRUFIL
I : IHSAN.
—oo0oo—

TAHTINU HAFSANU WATAKARAMU NAFSAHU.


Artinya Ia hendak berbesar dirinya dan bermulia dirinya, ia asyik
mengasihi birahinakan kekasihnya maka ditiliknya dirinya dengan asyik.
NUR MUHAMMAD.
—oo0oo—

80 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh
Kadida campur ahli sareat Memisah diri baparak rapat. [FIAHQALILLAH ] Barincong 2

Jadi yang tidak ada maujud didalam ujud ini hanya Allah, Adam pun tiada
maujud dengan seendirinya. Tetapi ia maujud dengan ujud Allah Ta’ala
yang hakiki, dan fana dibawah ujudnya.

Jadi kalau begini jelaslah kepada kita bahwa ala mini madjhor ujud Allah
Ta’ala jua. Maka nyatalah ujud makhluk adalah waham dan hayal jua,
kalau dinisbahkan kepada ujud Allah Ta’ala yang hakiki dan fana dibawh
ujudnya, jadi nyatalah bahwa ; Allah, Muhammad, Adam adalah satu.
Insan kamil pun Allah jua. Adam dan Muhammad pun pada hakikatnya.
HADITS QUDSYI
Artinya : Aku menyaksikan hidupku sendiri sebenarnya tiada Tuhan selain
aku. Dan aku naik saksi bahwasannya Muhammad itu utusanku dan
sebenarnya yang bernama itu AKIDAHKU, RASUL ITU RASAKU, dan
Muhammad itu CAHAYAKU, akulah Tuhan yang hidup yang tiada mati-
mati yang ingat tiada kekal tiada berubah pada kenyataan ZAT ; Akulah
yang hawas lagi tahu, tiada samar akan sesuatu. Akulah yang kuasa dan
yang menguasai dan akulah yang maha bijaksana. Dan maha suci aku,
maha adil dan maha pengasih ddan maha penyayang aku, dan sembahlah
aku/kenallah aku.

Jadi hadits qudsyi yang diatas ini tadi bukanlah dibaca begitu saja,
maksudnya ialah untuk pribadi kita sendiri. Beranikan dalam soal ini dan
jangan takut dan jangan gentar, Tuhan beserta kita. Jadi bolehlah kita
mengatakan bahwa kita ini termasuk golongan yang sedikit atau golongan
FIAHQALILLAH sedikit tapi bermutu.

Orang awam dan orang alim belum sampai kepada tingkat ini. Orang
awam dan orang alim hanya sampai kepada tingkat ilmu belaka.
Belumlagi ampai kepada derajat haqiqat, ilmu dan ma’rifat. Jadi sekarang
yang penting sekali adalah untuk pribadi kita sendiri.

Jadi yang dinamakan Allah itu adalah : af’alnya, dan yang disebut Rasul-
rasul itu ya Muhammad, dan Muhammad itu sebenarnya adalah cahaya
kita jua. Maka jelaslah yang sebenarnya hidup kita ini adalah hidupnya
Tuhan Allah. Bukti nyata dalil qur’an mengatakan : bahwa Tuhan Allah

Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh 81
Barincong 2 [FIAHQALILLAH ] Hakikat Semata

itu kuasa menghidupkan yang mati, adanya mati dari hidup. Justru hidup
kita pribadi berasal dari yang mati dan akhirnya tiada mati-mati dan tetap
hidup di dunia dan di akhirat dan tiada pernah lupa akan hidup kita, tanpa
perubahan dan tanpa bergeser dalam keadaan kenyataan sejati.

Itulah dia kesempurnaan hidup.


Dan tiada merasa apa yang terang cahaya jauh dipandang.
Hendak mendekat dalil dan menaruh dibelakang.
Penyeberang dari anak dan dalil menang terlarang.
Hati rindu tidak tidak diperdulikan.
Biar bahaya, terus berjuang Tuhan Tuhan mengampuni pahlawan sejati.
Qur’an dan hadits khusus pedoman

Baiklah aku serukan ; agar supaya lebih mendalam, tiada batas menurut
qur’an tiada seorang makhluk sanggup menghalang jangan peduli ocehan
orang sebagai penghalang memuji Tuhan.

Yakin dan bulat didalam bulan, menunjukkan Tuhan chalikul alam.


TUHAN ALLAH ADA BERPERI
SETIAP INSAN HARUS DIBERI
ASAL TUAN SUDI MENCARI
TUHAN ALLAH DIDALAM DIRI

Demikianlah mengenai haqiqat semata ini, semoga kita dapat


mendalaminya. Akhirul kalam ku-ucapkan ASSALAMU’ALAIKUM
WARAHMATULLAHI WA BARAKATUH.

82 Jangan susah bacari bilah, bilah ada di dalam buluh. Jangan susah mencari Allah, Allah ada di dalam tubuh