Anda di halaman 1dari 5

KISI-KISI UAS P VIROLOGI

1. Cara buat larutan A

Bahan membuat pewarnaan :


1. Methylen blue 10 gr
Methanol (absolute aceton free) 1000 ml
Dua bahan diatas dicampur dalam satu wadah
2. Basic fuchsin 5 gr
Methanol (absolute aceton free) 1000 ml
Dua bahan diatas dicampur dalam satu wadah
Larutan pewarna
Methylen blue (larutan nomor 1)...................................2 bagian
Basic fuchsin (larutan nomor 2)..............................1 bagian
Larutan seller didiamkan dulu 24 jam sebelum digunakan , bisa disimpan tanpa batas
waktu. Selama larutan tidak rusak.
2. Prinsip px. Rabies
Sampel bagian otak (tanduk ammons, cerebrum atau cerebellum) diletakkan diatas objek
glass lalu diapus atau diimpersi dengan objek glass lain agar lebih tipis, lalu difiksasi
dengan menggunakan methanol, kemudian diwarnai dengan pewarnaan seller dan diamati
secara mikroskopis dengan perbesaran 100x atau 400x. Inti sel syaraf akan berwarna biru,
sitoplasma berwarna merah dan negri bodies berwarna merah magenta.
3. Hal-hal yang berkaitan dengan rabies
Cara pencegahan :
a. Melakukan vaksinasi ketika berencana untuk bepergian ke daerah dimana virus rabies
masih umum untuk ditemukan
b. Melakukan vaksinasi pada hewan peliharaan.
c. Menjaga hewan peliharaan agar tidak memiliki kontak dengan hewan yang terinfeksi
rabies.
d. Melaporkan kepada pihak berwenang ketika menemui hewan dengan gejala rabies
e. Jangan mendekati hewan liar.
Host nya :
Rabies selain berbahaya bagi hewan ternak (sapi, kambing, domba, babi, kuda dan ayam),
hewan piaraan (anjing, kucing dan kera) atau hewan liar (tikus, serigala, ajax, musang dan
bison) juga dapat menyerang manusia. Rabies ditularkan melalui gigitan hewan (anjing)
yang gila dan virus dapat disebarkan oleh beberapa jenis kelelawar (Suwarno, 2005).

Keterangan :

a. Negri bodies bersifat basa sehingga meyerap warna asam pada basic fuchsin,
oleh karenanya negri bodies berwarna Merah Magenta dan ada Granula
Berwarna Biru
b. Sel syaraf berwarna merah oleh fuchsin dengan inti sel berwarna biru oleh
methylene blue

4. Prinsi px. HIV 1 dan HIV 2


a. Membran pada garis T1 dilapisi dengan gp-120, gp 41, p24 dari HIV 1
b. Membran pada garis T2 dilapisi dengan protein rekombinan gp 36 dari HIV 2
c. Garis C merupakan garis kontrol
d. Apabila sampel mengandung antibodi HIV 1 maka garis T1 akan berwarna ungu
kemerahan sedangkan jika sampel mengandung antibodi HIV 2 maka garis T2 akan
berwarna ugu kemerahan

5. Virus HIV
a. HIV adalah virus sitopatik yang diklasifikasikan dalam famili Retroviridae, subfamili
Lentivirinae, genus Lentivirus.
b. HIV termasuk virus Ribonucleic Acid (RNA) dengan berat molekul 9,7 kb
(kilobases).
c. Strukturnya terdiri dari lapisan luar atau envelop yang terdiri atas glikoprotein
gp120 yang melekat pada glikoprotein gp4.
d. Dibagian dalamnya terdapat lapisan kedua yang terdiri dari protein p17.
e. Setelah itu terdapat inti HIV yang dibentuk oleh protein p24.
f. Didalam inti terdapat komponen penting berupa dua buah rantai RNA dan enzim
reverse transcriptase. Bagian envelope yang terdiri atas glikoprotein, ternyata
mempunyai peran yang penting pada terjadinya infeksi oleh karena mempunyai
afinitas yang tinggi terhadap reseptor spesifik CD4 dari sel Host. Molekul RNA
dikelilingi oleh kapsid berlapis
g. dua dan suatu membran selubung yang mengandung protein

6. Px. HbsAg
a. Metode strip uji “Acon”
b. Prinsip : Membran dilapisi dengan antibodi HBsAg pada bagian garis uji pada strip.
Selama pengujian serum / plasma bereaksi dengan anti HBsAg. Campuran ini
kemudian dipindah ke membran kromatografi secara kapiler untuk kemudian bereaksi
dengan antibodi anti HBsAg pada membran dan menghasilkan sebuah garis berwarna
jika negatif dan apabila muncul 2 garis berwarna merah berarti positf.
c. Spesifikasi HbsAg
a. Merupakan antigen permukaan dari hepatitis B
b. Dapat dideteksi di dalam serum
c. Menunjukkan adanya DNA virus hepar
d. Terdapat infeksi kronik dan akut
e. Timbul beberpa hari sebelum terjadi gejala klinik dan pada sebagian kasus
menghilang setelah 4-8 minggu.
f. > 6 bulan & HBsAg masih positif → Infeksi kronis → Carier virus.
7. Protein surface envelope / protein yang terdapat pada virus HbsAg
Virus ini memiliki tiga antigen spesifik yaitu antigen surface, envelope dan core.
a. Hepatitis B surface antigen (HBsAg) merupakan kompleks antigen yang
ditemukan pada permukaan VHB, dahulu disebut dengan Australia(Au) antigen
atau hepatitis associated antigen (HAA). Adanya antigen ini menunjukkan infeksi
akut atau karier kronis yaitu lebih dari 6 bulan.
b. Hepatitis B core antigen (HbcAg) merupakan antigen spesifik yang berhubungan
dengan 27 nm inti pada VHB (WHO,2002). Antigen ini tidak terdeteksi secara rutin
dalam serum penderita infeksi VHB karena hanya berada di hepatosit.
c. Hepatitis B envelope antigen (HBeAg) merupakan antigen yang lebih dekat
hubungannya dengan nukleokapsid VHB. Antigen ini bersirkulasi sebagai protein
yang larut di serum. Antigen ini timbul bersamaan atau segera setelah HBsAg, dan
hilang beberapa minggu sebelum HBsAg hilang
8. Pemeriksaan IgG dan IgM pada virus dengue
a. Termasuk virus RNA, disebarkan oleh nyamuk Aedes aegyepti
b. Prinsip :
1) Sd bioline dengue IgG dan IgM dirancang secara bersamaan untuk mendeteksi
dan membedakan ab IgG dan IgM dari virus dengue
2) Test ini dapat mendeteksi semua serotipe dengue menggunakan campuran
protein envelope dengue rekombinan.
3) Ab monoklonal IgG dan IgM tikus pada membran dan envelope protein gold
koloid pada dengue virus akan bereaksi secara spesifik dengan igg dan igm virus
dengue dari serum/ plasma pasien
4) Sd bioline dengue IgG dan IgM test terdiri atas 3 garis yg permukaanya telah
dilapisi :
G (dengue igg test line)
M (DENGUE igm test line)
C ( garis kontrol )
Ketiga garis tsb tdk terlihat sebelum digunakan unt pemeriksaan sampel.
5) Kontrol line digunakan untuk prosedur kontrol
6) Kontrol line seharusnya selalu muncul jika prosedur test dilakukan dengan benar
7) Garis ungu akan muncul dan akan terlihat sbg adanya keberadaan IgG dan IgM
virus dengue pada serum/plasma pasien
8) Ketika sampel ditambahkan pada sumuran,anti dengue IgG dan IgM pada
sampel akan menangkap oleh anti bodi igg dan igm yg relevan yg tdk bergerak
pada 2 test line.
9) Monoklonal ab antidengue – konjugate gold coloidalakan bereaksi dengan virus
dengue dan berbentuk sebuah komplek antigen antibodi
10) Komplek ini akan bermigrasi bersama sepanjang perangkat uji (efek kapilaritas)
9. Pemeriksaan Chikungunya
a. Disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedis aegypti, Aedes albopictus dan Mansonia sp.
b. Termasuk virus RNA