Anda di halaman 1dari 35

Kata pengantar

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkanrahmat dan
hidayah-Nya. Sholawat dan salam kepada Rasulullah MuhammadSAW, Tauladan sejati sampai
akhir zaman. Penulisan tugas maklah ini disusun untuk memenuhi tugas dalam Mata Kuliah
Oprasional. Pada kesempatan ini tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Allah SWT yang telah memberikan anugrah kesehatan dalam diri Kami sehingga kami bisa
menyelesaikan Makalah manajemen Oprasional.
2.       Ayah dan Ibu yang selalu memberikan motivasi dan kasih sayang yang tidak ternilai, serta
Do’a yang selalu dipanjatkan untuk kami.
3.       Ibu Aleria Irma Hatneny, SE.,MM. selaku Dosen Mata Kuliah Manajemen Oprasional.
Serta semua pihak yang turut membantu dan memberi semangat serta masukan kepada
kami hingga penulisan tugas Makalah ini selesai.
Penulis  menyadari sepenuhnya bahwa kesempurnaan hanya milik Allah SWT dan
sebagai manusia yang tidak lepas dari salah dan dosa sehingga masih banyak kekurangan dalam 
penulisan Makalah ini, hal ini dikarenakan oleh keterbatasan kemampuan penulis. Oleh karena
itu, penulis mengharapkan  kritik dan saran yang bersifat membangun  demi kesempurnaan tugas
Makalah ini .Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi kami penulis dan pembaca.

Hormat kami

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Starbucks Corporation, sebuah perusahaan terkenal di dunia dengan bidang retail, dengan
konsep sebuah restoran menghadirkan produk utama adalah kopi dan teh. Di duniaStarbucks
Corporation sudah memiliki sekitar 4000 cabang, dan termasuk perusahaan dengan
perkembangan yang cepat di Amerika. Starbucks Corporation selain terkenal dengan kualitas
kopinya juga dikenal dengan pelayanan konsumen dan perusahaan dengan biaya yang tinggi.
Starbucks membangun sebuah lingkungan bisnis dimana mensosialisasikan ke konsumen sebuah
produk dengan harga yang sesuai dengan produknya dan tidak ada batasan umur untuk datang
dan menikmati produk di outlet.

B.     Tujuan Makalah


Adapun tujuan makalah ini adalah untuk membentuk mahasiswa agar menjadi wirausaha
yang professional, sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen pendidikan berdasarkan kompetensi
pememimpinan, kompetensi kepribadian maupun kompetensi professional selain itu juga,
memberi pengetahuan kepada pembaca khususnya para Mahasiswa tentang bagaimana menjadi
wirausahawan yang baik dan benar.

C. Rumusan Masalah
1.      Bagaimana sejarah terbentuknya Starbucks Coffe ?
2.      Strategi pemasaran yang seperti  apa yang dilakukan oleh Starbucks Coffe ?
3.      Apa saja prisip-prinsip yang ada dalam Organisasi Starbucks ?
4.      Perilaku organisasi yang seperti apa yang di terapkan  di Starbucks?

D.Manfaat Penulisan

Penulisan  laporan ini sangat bermanfaat sekali bagi penulis dan khususnya bagi
pembaca, karena:
memberikan kesempatan kepada penulis untuk memberikan atau membagikan ilmu
pengetahuan kepada pembaca dan penulisan ini juga sangat bermanfaat bagi penulis maupun
bagi pembaca untuk bekal agar memiliki kompetensi Berwirausaha dan kompetensi manajemen,
kompetensi kepribadian dalam memanajemen dan pengetahuan untuk dapat memberikan
gambaran dan data-data secara langsung tentang usaha starbuck coffe yang sudah mendunia.

BAB II
PEMBAHASAN

A.     Sejarah terbentuknya Starbuck Coffe

Starbucks Coffee Corporation  adalah sebuah jaringan kedai kopi dari Amerika Serikat
yang bermarkas di Seattle, Washington. Starbucks adalah perusahaan kedai kopi terbesar di
dunia, dengan 15.012 kedai di 44 negara. Melalui divisi Starbucks Entertainment dengan merek
Hear Music, perusahaan ini juga memasarkan buku, musik, dan film.
Starbucks dimulai dari sebuah kedai kopi yang didirikan oleh tiga orang yaitu Jerry
Baldwin, Zev Siegl, and Gordon Bowker, Ketiga sahabat tersebut sama-sama kuliah di
University of Seattle. Pada tahun 1971, Starbucks dikenal dengan nama “Starbucks Coffee, Tea,
and Spice” dan didirikan di Seattle, Washington’s Pike Place Market. Starbucks mendapatkan
keuntungan dengan menjual Biji kopi siap olah (roasted coffee beans) ke konsumen langsung
dan ke restoran. Perjalanan bisnis Starbucks berkembang pesat dengan membuka empat toko di
tahun 1982, hal ini membuat Howard Schultz seorang salesman Hammerplast sebuah perusahaan
alat rumah tangga dari New York tertarik untuk mengunjunginya. Howard Schultz ingin
mengetahui mengapa sebuah usaha kecil membutuhkan jumlah yang besar dari produk dari
Hammarplast yaitu percolators (teko kopi). Hubungan bisnis antara kedua perusahaan ini
membuat Howard Schultz mengenal pendiri Starbucks dan ingin menjadi bagian dari Starbucks
dikarenakan lingkungan dan atmosfir Starbucks yaitu totalitas orang-orangnya dalam memilih
dan mengolah kopi, sehingga tertarik untuk bergabung dan menduduki posisi marketing and
retail sales director.
Pada 1983, Howard Schultz yang baru setahun bergabung dengan Starbucks, melakukan
lawatan bisnis ke Milan, Italia. Dia tertarik dengan gaya warung-warung kopi di sana, yang
menyediakan kehangatan dan kafe sebagai tempat bersosialisasi, hal ini membuat beberapa orang
beranggapan kopi sebagai gaya hidup, tempat berkumpul dan ngobrol dengan teman. Schultz
ingin menerapakan gaya tersebut di Amerika Serikat, kafe kopi yang tersebar dan digunakan
sebagai tempat bersosialisasi dan sebagai gaya hidup. Hal ini membuat Schultz pada saat
kembali ke Seattle dan mengusulkan Starbucks menirunya, di dalam benaknya warga Amerika
Serikat (AS) pasti menyukai warung-warung kopi seperti itu.
Tapi, trio guru bahasa Inggris Jerry Baldwin, guru sejarah Zev Siegel, dan penulis
Gordon Bowker, yang mendirikan Starbucks pada 1971, tak setuju. Schultz memilih untuk
mendirikan toko kopi baru, bernama II Giornale, di Seattle, setelah dua tahun ke depan, karena
strategi sukses Schultz tiga pemilik asli Starbucks memutuskan untuk menjual perusahaan
mereka kepada Schultz. Kemudian Schultz berkumpul investor lain dan mengambil alih nama II
Giornale ke Starbucks. Dia berusaha untuk mengejar impiannya untuk membuat semua orang
bisa meminum kopi, sehingga ia terfokus pada ekspansi perusahaan. Pada saat itu Schultz
berfikir bahwa cara yang paling efisien untuk pertumbuhan perusahaan adalah dengan membuka
outlet baru di tempat baru. Pada tahun 1987 Starbucks membuka outlet di luar Amerika pertama
kali di Jepang, pada tahun-tahun berikutnya Starbucks mengalami defisit karena melakukan
strategi perluasan perusahaan dengan menambah jaringan outlet baru. Schultz yakin bahwa untuk
terus mendukung intregitas jangka panjang perusahaan dan tidak memikirkan profit tetapi hanya
jangka pendek (Michelli, 2006).
Tahun 1991 Starbucks mengalami keuntungan dan penjulan meningkat sampai 84%,
tahun 2002 Starbucks berkembang dari hanya memiliki 17 outlet menjadi 5688 outlet yang
tersebar di 30 negara dengan strategi perluasan yang dilakukan oleh Schultz, berkembang 300
persen berkembang dalam waktu 10 tahun.  Majalah Fortune mencatat tahun 2005 Starbucks
masuk perusahaan terbaik urutan ke 11 di Amerika Serikat, kemudian menduduki urutan ke 29
pada tahun 2006 dan di tahun 2007 menduduki peringkat ke 16. Pada tahun 2007 Starbucks
menjadi sepuluh besar perusahaan dengan tempat kerja terbaik di Inggris.
Sekarang, Starbucks sudah berada di 30 negara lain. Starbucks ada di beberapa kota di
Indonesia. Hingga September 2006, kafe-kafe Starbucks sudah ada di Jakarta, Bogor, Surabaya,
Bandung, Medan, dan Bali. Di Indonesia, Starbucks bersaing dengan jaringan kafe dari AS
lainnya, Coffee Bean, Gloria Jean's (Kanada) dan Excelso (jaringan kafe lokal). Gerai-gerai
Starbucks sudah dibuka di Jakarta dan biasanya terletak di pusat perbelanjaan dan hiburan yang
menjadi pusat kegiatan masyarakat khususnya masyarakat urban.

B.     Profil Starbuck Coffe


CEO Starbucks, Howard Schultz, menganggap bahwa puncak kesuksesan di Starbucks
bukan kopi tetapi karyawan. Dengan menambah pengalaman kerja karyawan dan memberikan
kesempatan promosi bagi mitra kerja adalah cara untuk meningkatkan keberlanjutan
(Sustainibility) perusahaan. Schultz yakin bahwa semangat Starbucks adalah karyawan dan rasa
terhormat sebagai karyawan Strabucks adalah nilai (value) sebagai seorang karyawan Starbucks.
Karyawan perlu untuk memiliki pengetahuan yang baik dan pelatihan untuk kinerja yang lebih
baik dalam sebuah perusahaan (Michelli, 2006). Starbucks membuat lingkungan kerja yang aktif
sehingga membuat karyawan menanamkan nilai-nilai Starbucks dalam diri mereka, sehingga
mereka dapat memotivasi para mitra untuk kepuasan diri dan kemudian mencapai kinerja yang
lebih baik.

C. STRATEGI PEMASARAN STARBUCKS

1.      Strategi Unik Starbucks

Strategi pemasaran Starbucks bukan salah satu sering terlihat di banyak bisnis saat ini.
Akhir-akhir ini sangat jarang ditemukan iklan Starbucks di papan reklame, ruang iklan, koran
atau poster di tempat-tempat di mana seseorang dapat melihat iklan untuk perusahaan lainnya.
Saat ini, Starbuck tidak hanya menggunakan strategi pemasaran yang tidak konvensional untuk
bersenang-senang. Nyatanya Mereka berpikir keras tentang mempromosikan perusahaan mereka,
dan telah memutuskan bahwa Starbucks sangat dimungkinkan untuk menggunakan strategi yang
tidak konvensional yang mungkin unik dan  jarang dijalankan, tetapi kebanyakan sangat cocok
konsep bahwa perusahaan ingin menggambarkan. Beberapa strategi pemasaran yang pernah
dijalankan Starbucks anta lain

2.      Strategi Fokus Diferensiasi

Porter Diferensiasi Focus Strategi adalah strategi yang saat ini dijalankan oleh Starbucks.
Strategi ini menyediakan produk atau layanan tertentu pada pasar dan membedakan dari
kompetisi di daerah tertentu. Dalam kasus Starbucks, perusahaan adalah  biaya tinggi, penyedia
seleksi khusus, menawarkan jalur khusus disesuaikan dari kopi dan teh produk untuk kopi yang
mencintai pelanggan dengan harga premium.
Starbucks menggunakan strategi diferensiasi fokus secara menyeluruh, dan mitra
perusahaan  pemasaran dan arah iklan untuk strategi ini. Merangkul posisi pemimpin dan
pemimpin segmen industri sebagai kualitas produk, Starbucks tidak agresif pasar perusahaan
melalui cara-cara tradisional tetapi hampir seluruhnya berfokus pada tinggi tingkat pemasaran
dan  branding dari perkataan mulut dan kunc aliansi serta kemitraan. Hampir pendekatan
Starbucks rendah hati untuk menghindari promosi perusahaan tetapi memungkinkan untuk
dipromosikan dengan mendukung pelanggan dan melalui pekerjaan baik itu telah menjadi sukses
strategi bagi perusahaan

3.      Inisiatif pemasaran starbucks

Inisiatif pemasaran Starbucks Corporation tidak agresif memasarkan perusahaan atau


produk mereka . Sebaliknya, mereka mengarahkan penjualan mereka melalui perusahaan gambar
dan reputasi. Namun, itu hasil kerja keras perusahaan, perhatian terhadap detail dan  pengalaman
pelanggan, membuat keputusan etis dan pelatihan karyawan adalah peringkat sebagai "Salah satu
merek global yang paling berharga". Sebagian besar ini telah dicapai melalui pemasaran kata
dari mulut dan melalui kemitraan. Dengan keberhasilan Starbucks
  sekarang, sulit untuk percaya bahwa perusahaan tidak sedikit jika tidak ada iklan
langsung melalui iklan, iklan, atau bentuk lain dari promosi. Starbucks tidak menggunakan daftar
email distribusi, hanya satu pelanggan Starbucks yang mendaftar. Jika tidak, perusahaan tidak
jinjing merek. Sebaliknya, pemasaran adalah melalui kemitraan dengan dunia, membantu dan
etis fokus lembaga dan melalui infiltrasi kopi Starbucks ke pasar umum konsumen, hanya
didukung oleh integritas merek dan pengalaman seperti ditarik oleh  pelanggan di lokasi toko di
seluruh dunia (Theodore, 2002).

4.      Aliansi

Pemanfaatan aliansi merupakan landasan strategi pemasaran Starbucks Corporation .


Isidro (2004) menegaskan bahwa strategis aliansi Starbucks merupakan salah satu alasan
mendasar bagi kesuksesan dan pertumbuhan korporasi jangka panjang. Aliansi benar-benar
faktor pendorong yang nama dan pengenalan merek. Bentuk aliansi Starbucks dengan
perusahaan dan kelompok-kelompok sosial di seluruh papan, sehingga memperluas  pemaparan
dari perusahaan, meningkatkan citra merek organisasi dan reputasi, dan mengekspos nama dan
produk secara berkala kepada pelanggan baru yang potensial. Pada tahun 1993, perusahaan
bermitra dengan toko buku Barnes dan Noble di rumah kedai kopi (Isidro, 2004). Selanjutnya,
pada tahun 1996, Starbucks bermitra dengan PepsiCo  botol, mendistribusikan dan menjual
Starbucks Frappuccino (Isidro, 2004). Starbucks juga membentuk aliansi dengan es krim
manufaktur dan rantai hotel untuk menawarkan merek Starbucks dan rasa es krim dan kopi
Starbucks dalam hotel (Isidro, 2004). Selanjutnya, Starbucks telah membentuk aliansi dengan
United Airlines, menawarkan Starbucks kopi di cangkir bantalan logo kopi perusahaan baik di
penerbangan. Sulit untuk  perjalanan melalui perusahaan Amerika dan tidak menemukan kopi
Starbucks di dispenser menanggung Logo Starbucks di ruang pertemuan, ruang dewan, dan
kafetaria perusahaan (Larson, 2008). Starbucks bahkan telah bermitra dengan makanan Kraft
untuk mendistribusikan kopi Starbucks di rantai nasional toko grosir dan outlet barang dagangan
massa (Theodore, 2002). Salah satu kemitraan yang telah sangat sukses, serta finansial
menguntungkan, untuk Starbucks adalah dengan industri musik. Wolk (2008) mencatat bahwa
hari ini Starbucks adalah "salah satu musik pengecer yang paling kuat di pasar" (hal.4). The
Perusahaan sangat selektif dalam judul musik dan seleksi terbatas, tetapi perusahaan tidak
menjual yang membawa pada premium (Wolk, 2008). Sebuah kemitraan musik kedua adalah
antara Starbucks dan i-Tunes, suatu aliansi yang telah membentuk Program "lagu minggu ini"
(Wolk, 2008). Terlepas dari keberhasilan dan makanan pasangan musik, Starbucks menegaskan
dan tegas tetap setia untuk alasan eksistensi: kualitas kopi premium dan kualitas kopi
pengalaman pelanggan. Dalam aplikasi, Starbucks telah dipahami, memeluk, dan keuntungan
dari aliansi strategis, baik dalam pemasaran positif dan profitabilitas.

5.      Strategi Starbucks untuk menjangkau pelanggan

"Menjaga Cita Rasa Kopi"


 -
 Sejarah Starbucks telah menunjukkan bahwa mereka menempatkan penekanan yang besar pada
kualitas produk kopi mereka, bahkan jika harga sedikit lebih mahal dari yang diharapkan, sangat
sebanding untuk memuaskan pelanggan dengan kaya rasa, lezat dan aroma.

"Tempat Ketiga"
 -
 Sejak awal, strategi pemasaran Starbucks telah berfokus pada menciptakan "tempat ketiga" bagi
setiap orang untuk pergi antara ke rumah dan bekerja.
Starbucks ingin menciptakan "pengalaman" unik  bagi pelanggan mereka yang
menggabungkan padatnya jadwal mereka, serta sebagai tempat untuk bersantai. adanya
"suasana" berbeda dalam Starbucks membuat orang-orang terkesan, sangat penting bagi
Starbucks karena mereka telah menyadari bahwa ini adalah salah satu konsep kuat melekat  pada
Starbucks, untuk pelanggan yang sangat tertarik dengan Starbucks. Senior Vice President
administrasi di Amerika Utara Christine Hari menjelaskan bahwa, "orang datang ke sini untuk
minum kopi, tapi suasana yang membuat mereka ingin tinggal, "

 "Kepuasan Pelanggan"
 -
 Kepuasan pelanggan adalah masalah yang sangat penting dengan Starbucks. Dari pintu masuk
terakhir toko mereka sudah disambut dengan penyajian kopi, itu adalah suatu keharusan bahwa
pelanggan merasakan keunikan mereka menikmati  pengalaman kopi Starbucks

"Menciptakan Masyarakat Starbucks"


 -
 Strategi pemasaran Starbucks bahkan diperluas untuk menciptakan sebuah masyarakat sekitar
merek mereka. Pada situs web mereka, individu didorong untuk mengekspresikan pengalaman
mereka dengan sejarah Starbucks, dan perusahaan berusaha untuk "secara pribadi" bergabung
dalam diskusi. Teknik ini cerdik ditunjukkan oleh Webolutions: The Strategic Marketing Agency

"Kemitraan"
 -
 Starbucks Coffee Company telah dikenal untuk menciptakan kemitraan strategis yang
menunjukkan fakta bahwa cara lain untuk mengembangkan bisnis Anda adalah mitra cerdas.
Selama bertahun-tahun, Starbucks telah sangat meningkatkan  penjualan hanya dengan
menggunakan strategi ini.

"Inovasi"
-
 Selama bertahun-tahun, Starbucks Coffee Company telah dikenal untuk memikirkan ide-ide
kreatif dan inovatif untuk menambah produk atau jasa mereka. Mereka telah menambahkan rasa
yang berbeda untuk kopi mereka, makanan lebih banyak  pada menu mereka, dan bahkan
menjadi salah satu pengalaman pertama untuk menawarkan kemampuan internet di toko mereka.

"Pemasaran Merek"
 -
 Strategi pemasaran Starbucks selalu berfokus pada "word-of-mouth" yaitu perkataan mulut.
Iklan dan menjaga kualitas tinggi dari produk dan layanan mereka berbicara sendiri. Selama
bertahun-tahun, ini telah menjadi keunikan Starbucks, dan telah memainkan peran besar dalam
membuat Starbucks Coffee Company sukses. Hal ini jelas bahwa perusahaan telah menciptakan
teknik pemasaran sangat individual agar sesuai dengan promosi dari merek Starbucks yang
berlaku untuk konsep unik ini dibangun di atas. Tapi Adelino de Almeida menulis sebuah artikel
blog yang bernama, "Starbucks" Strategi Pemasaran Baru: Iklan Seperti Semua orang Lain " , di
mana ia membahas bagaimana strategi pemasaran Starbucks mungkin mencoba untuk akhirnya
mengikuti semua orang pemasaran lain.  Namun demikian, strategi pemasaran Starbucks 'telah
menyebabkan perusahaan mengalami kesuksesan saat ini. Fakta ini sudah cukup untuk
menyadari bahwa ada banyak yang bisa dipelajari dari apa yang telah perusahaan ini dicapai
untuk kepentingan usaha kecil. Isabel Isidro, managing editor PowerHomeBiz.com, telah
menulis sebuah artikel yang sangat  baik yang menguraikan apa usaha kecil bisa belajar dari
Starbucks

6.      Strategi Starbucks Atasi Krisis

a.       Memancing pelanggan di pagi dan sore hari juga.

Setelah mengatakan akan menutup ratusan toko, warung kopi akan menawarkan  paket
murah untuk minum kopi di sore hari. Strategi ini tidak menjual produk mereka, tetapi untuk
meningkatkan angka penjualan. Seperti kita semua tahu produsen minuman kopi ini akan
menutup 600 toko dan memangkas setidaknya 12 ribu karyawan. Tidak hanya unit usaha
berlokasi di Amerika Serikat saja, 61 dari 84 toko di Negeri Kanguru alias Australia  juga
ditutup. Akibatnya, sekitar 700 karyawan akan diberhentikan. Shock ini dampak resesi ekonomi
mengalahkan negara Paman Sam yang mengakibatkan penurunan daya beli. Kekacauan
Ekonomi ini diperparah dengan harga minyak mentah dunia yang gila dan jumlah  perusahaan
karena banyak menganggur keluar dari bisnis. Menyadari kondisi yang kurang menguntungkan,
manajemen Starbucks langsung melakukan berbagai promosi. Salah satunya ya paket tesebut
sore kopi. "Saat ini, kita harus melihat relevansinya. Konsumen akan mencari harga yang tepat,
"kata Vice President Customer Relationship Management Starbucks Brad Stevens, seperti
dikutip dari Reuters. Target pelanggan, Starbucks cukup cerdik. Dia tidak hanya menarik
pelanggan di sore hari. Namun, juga di pagi hari. Caranya, Starbuck memberikan diskon kepada
pelanggan yang menunjukkan kuitansi pembelian di pagi hari. Dengan demikian, perusahaan
kopi kelas dunia yang mampu mengeruk pembeli dua kali lipat. Bagi pelanggan yang
menunjukkan tanda terima, maka mereka hanya mengocek dana $ 2 per cangkir kopi. Hanya
dengan uang belanja yang cukup murah untuk ukuran di Amerika Serikat, pelanggan dilayani
kopi atau minuman jenis media grande ukuran. Para penggemar kopi ini kopi murah dapat mulai
pukul 14.00 waktu setempat. Stevens meyakini, Starbucks mampu mengalahkan  pesaingnya
yakni Mc Donalds dan Burger King

b.      Insentif Starbucks melakukan kampanye di dunia maya.

Mulai dari Twitter, Facebook, YouTube, ia diartikulasikan demi menjangkau lebih


banyak orang daripada melalui media tradisional. Strategi pemasaran agak unik yang mereka
lakukan, salah satunya adalah untuk ras di Twitter. Starbucks memanfaatkan kekuatan  jaringan
situs untuk memberikan tantangan kepada orang-orang untuk menjadi yang pertama untuk
memposting Starbucks foto poster di Twitter. Kampanye yang dimulai bulan ini, merupakan
langkah untuk melawan kampanye minuman kopi yang terbuat McDonald's dengan anggaran
gila mereka di TV, billboard, dan lainnya top-line media.
Starbucks percaya, melalui media online, selain anggaran yang mereka keluarkan bisa
ditekan, mereka dapat menangkap lebih banyak jumlah orang.
"Inilah perbedaan antara rilis dari dana jutaan dolar versus jutaan penggemar," begitu kata Mr
Bruzzo dari Starbucks, kedai kopi jaringan yang telah mendunia ini. Tidak hanya Twitter, situs
video YouTube juga digunakan untuk promosi. Promosi ini dikemas dalam sebuah kontes untuk
karyawan. Rupanya, lomba foto dibuat terinspirasi oleh apa yang rakyat melalui Facebook dan
Twitter. Setiap tahun orang-orang berlomba untuk posting foto pertama toko Starbucks yang
dihiasi warna merah selama liburan. Begitu juga di Flickr, mereka bersaing untuk memamerkan
foto
  beberapa foto toko Starbucks di tembakan yang sama. Starbucks optimis kampanye akan
didukung oleh 1,5 juta penggemar Facebook dan 183.000 pengikut di Twitter

D.   ANALISIS PERILAKU ORGANISASI

1.      Five Principles of Starbucks


Berdasarkan buku “ The Starbucks Experience”, perusahaan tersebut dalam menjalankan
operasionalnya memberikan 5 prinsip yang ditanamkan kepada karyawannya, yaitu :
a.    Prinsip Pertama – Lakukan dengan Cara Anda – (Make it Your Own)
Starbucks memberikan kebebasan kepada karyawannya (atau partnernya) untuk melakukan apa
saja untuk memastikan konsumen mendapatkan pelayanan atau pengalaman yang baik.
b.    Prinsip Kedua – Semuanya Penting – (Everything Matters)
Karyawan Starbucks dilatih untuk selalu memperhatikan detail – detail yang terkecil yang sangat
penting bagi konsumennya. Aktivitas ini dibedakan menjadi 2 aktivitas yaitu “above deck” (yang
terlihat) maupun “below deck” (yang tidak terlihat).
c.     Prinsip Ketiga – Kejutan dan Kesenangan –(Surprise and Delight)
Di Starbucks, membudidayakan kemampuan mereka untuk memberikan kepuasaan bagi
pelanggannya dan melebihi apa yang mereka harapkan. Sehingga karyawan harus mampu
memberikan kejutan – kejutan atau kesenangan dari sumber – sumber yang tak terduga.

d.    Prinsip Keempat – Terbuka Terhadap Kritik – (Embrace Resistance)


Karyawan Starbucks harus selalu menerima masukan, baik yang positif maupun yang negatif dan
menggunakan masukan negatif tersebut sebagai pelajaran untuk melakukan pengembangan.
e.    Prinsip Kelima – Leave Your Mark
Starbuks memiliki sebuah komitmen yang kuat disekitar mereka. Prinsip ini terfokus pada aspek
sosial perusaahaan, termasuk di dalamnya aktivitas tentang lingkungan dan berbagai macam
masalah sosial, atau yang biasa disebut dengan Corporate Social Responsibility (CSR).

2.    Teori Motivasi Hezberg


Dalam memahami sikap dan motivasi karyawan, Frederick Herzberg melakukan
penelitian untuk menentukan faktor – faktor yang mempengaruhi kepuasan dan ketidakpuasan
karyawan terhadap lingkungan kerja mereka. Penelitian tersebut dilakukan dengan melakukan
wawancara terhadap karyawan yang puas dan tidak puas terhadap pekerjaan mereka. Herzberg
menemukan bahwa faktor yang memberikan kepuasan kerja berbeda dengan faktor yang tidak
memberikan kepuasan kerja. Herzberg menyebutnya motivators dan hygiene factors. 
Berikut  adalah faktor – faktor yang menyebabkan ketidakpuasan dan kepuasan
pekerjaan, serta diurutkan berdasarkan yang paling penting. Faktor intrinsik tersebut sejalan
dengan lima prinsip yang terdapat dalam buku Starbucks experience yaitu :
1.      Achievement  Factor (faktor prestasi)
Starbucks dalam menjalankan bisnisnya berorintasi pada kepuasan karyawan, sehingga dalam
menjalankan bisnis karyawannya menjalankan bisnis sesuai dengan cara mereka sendiri, dengan
harapan konsumen puas dan akan kembali. Karyawan juga mendapatkan keuntungan dengan
mendapatkan diskon pada saat membeli starbucks. Pelayanan yang baik secara tidak langsung
perusahaan akan mendapatkan konsumen loyal yang akan menghasilakan pendapatan bagi
perusahaan. Starbucks juga memberikan pembagian hasil keutungan melalui saham kepada para
karyawannya sebagai reward atas kerja mereka terhadap perusahaan. Bonus untuk libur dan
diskon bagi karyawan yang bekerja lebih dari 20 jam.

2. Recognition (Pengakuan)
Karyawan diberikan kebebasan dalam memberikan saran dan kritik terhadap perusahaan dan
perusahaan menghargai kritikan dan saran lalu menyikapinya untuk kemajuan perusahaan.
Starbucks menghargai karyawan sebagai mitra dan diberikan kebebasan dalam menyampaikan
saran dan kritiknya.

3. Work Itself (Bekerja Sendiri)


Karyawan Strabucks dalam menjalankan rutinitas kerjanya memunculkan kebersamaan sebagai
tim. Manajer adalah pimpinan tetapi karyawan bisa melakukan pengambilan keputusan sejauh itu
menguntungkan pelanggan dan berdampak pada kepuasan pelanggan.

4. Responsibility (Tanggung jawab)


Starbucks memberikan kebebasan kepada karyawan namun harus disertai tanggung jawab atas
apa yang telah dilakukan. Karyawan mengemban tanggung jawab untuk harus menjaga kualitas
dari pelayanannya kepada konsumen. Manajer memberikan kesempatan kepada barista untuk
memberikan masukan dan jam kerja yang fleksibel namun menuntut tanggung jawab agar
memberikan yang terbaik untuk kepuasan konsumen (Quality Service).
5.      Advancement (Kemajuan)
Starbucks dalam pengembangan karyawan dengan memberikan kemungkinan berkembang
kepada karyawan hingga menjadi mitra suatu saat nanti sehingga pengalaman bekerja di
Starbucks adalah menyenangkan. Dalam pengembangan karyawan Starbucks memberikan
training kepada karyawan dalam pembuatan kopi, pemilihan bahan baku kopi, hingga
pengembangan bisnis.

6. Growth (Pertumbuhan)
Karyawan termotivasi dengan Starbucks memberikan kompensasi berupa pembagian keuntungan
kepada karyawan. Motivasi karyawan tercipta dengan mereka bekerja dengan lingkungan yang
menciptakan kenyamanan dan disertai dengan penambahan bonus berupa pendapatan atas hasil
bagi saham.
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Starbucks adalah kafe kopi didirikan oleh Jerry Baldwin, Zev Siegl, and Gordon Bowker
(kemudian diambil alih oleh Howard Schultz)pada tahun 1971 yang bermula dari Seattle sampai
akhirnya pada tahun 2002 berkembang menjadi 5688 outlet yang tersebar di 30 negara.
 Selain menyediakan kualitas kopi yang baik Starbucks juga dikenal dengan pelayanan
konsumennya yang memuaskan. Hal ini didukung terutama karena Starbucks sangat
memperhatikan kepuasan karyawannya. Dimana karyawan Starbucks atau yang lebih dikenal
sebagai 'barista’. diposisikan menjadi team terdepan dan mengetahui apa kebutuhan dari
konsumen.
Besaran Turnover untuk pegawai di Starbucks berkisar 65%, dan untuk level manager
sebesar 25%. Lebih rendah dibawah rata-rata industri yang sejenis. Dalam Starbucks dan industri
lain yang sejenis sistem sudah berjalan dengan baik sehingga siapapun karyawan akan keluar
atau masuk tidak akan menjadikan suatu masalah di Starbucks.  Dalam buku "The Starbucks
Experience" perusahaan Starbucks memberikan 5 prinsip yang ditanamkan kepada karyawan
yaitu : Lakukan dengan Cara Anda – (Make it Your Own), Semuanya Penting – (Everything
Matters), Kejutan dan Kesenangan – (Surprise and Delight), Terbuka Terhadap Kritik –
(Embrace Resistance), Leave Your Mark. Prinsip ini mendukung motivasi karyawan Starbucks
untuk memberikan pelayanan terbaik bagi konsumennya.
Teori motivasi Hezberg digunakan sebagai pendekatan bagaimana Starbuck memotivasi
karyawannya. Dalam teori motivasi Hezberg dijabarkan faktor-faktor yang
mempengaruhi Dissatisfaction  yaitu :Company policy, Supervision, Relationship with Boss,
Work conditions, Salary dan Relationship with Peers. Sedangkan faktor-faktor yang
mempengaruhi Satisfaction adalah : Achievment, Recognition, Work itself, Responsibility,
Advancement dan Growth.
Dalam Hawthorne Studies menyebutkan bahwa standar kelompok secara signifikan
mempengaruhi hasil kerja individual, dan uang merupakan faktor yang kurang memberikan
pengaruh terhadap perilaku individual dibandingkan dengan standar-standar kelompok. Jika
manajer atau perusahaan memberikan lingkungan kerja yang cocok dan mempertimbangkan
setiap kebutuhan pribadi maka akan memberikan rasa kepuasan, daripada gaji yang lebih tinggi
atau bonus. Di Starbucks, para pemimpin berkomitmen untuk menyediakan sebuah lingkungan
kerja yang hebat dan memperlakukan satu sama lain dengan penuh rasa hormat dan bermartabat.
Rasa hormat yang diberikan pemimpin pada karyawan sering tercermin dalam cara karyawan
menghormati dan menciptakan pengalaman antara satu dengan yang lain.
B.     Saran
While Starbucks has been very successful with the Differentiation Focus
strategySementara Starbucks telah sangat sukses dengan strategi Fokus Diferensiasi through the
use of word-of-mouth marketing and strategic alliances, the future of the melalui penggunaan
mulut pemasaran kata dan aliansi strategis, masa depan Starbucks Corporation could be in some
jeopardy due to increasing competition without Starbucks Corporation bisa dalam bahaya karena
meningkatnya persaingan tanpa some small changes. beberapa perubahan kecil. One danger
Starbucks faces in today's developing economy is the Satu bahaya wajah Starbucks dalam
perekonomian yang sedang berkembang saat ini adalah concern for the company that they will
be surpassed by competitors on both cost and on kepedulian untuk perusahaan bahwa mereka
akan dikalahkan oleh pesaing baik pada biaya dan product quality. kualitas produk. It would be
very beneficial for Starbucks to maintain a close watch on Akan sangat bermanfaat bagi
Starbucks  untuk mempertahankan, mencermati
industry and market competitors, specifically other coffee shop establishments and the industri
dan pasar pesaing, khususnya usaha warung kopi lain dan restaurant industry entrants to the
specialty coffee market. industri restoran pendatang ke pasar kopi spesial. Both specialty coffee
shop Kedua toko khusus kopi entrants can pose a challenge to Starbucks in an effort to provide
the best quality, pendatang dapat menimbulkan tantangan ke Starbucks dalam upaya untuk
memberikan kualitas terbaik, service, and experience for the customer, while the restaurant
entrants to the industry pelayanan, dan pengalaman bagi pelanggan, sedangkan pendatang
restoran untuk industri are marketing their specialty coffee on a cost savings platform. pemasaran
kopi spesial mereka pada platform penghematan biaya. With these industry Dengan industri ini
competitors attacking the Starbucks market share from both angles, it is essential for menyerang
pesaing pasar saham Starbucks dari kedua sudut, adalah penting untuk Starbucks to find ways to
remain cost competitive while providing the top-of-the-line, Starbucks untuk menemukan cara
untuk tetap biaya yang kompetitif sementara menyediakanquality product.

Referensi

1. Robert Kreitner dan Angelo Kinicki, ” Organizational Behavior,” McGraw-Hill, United


States 2010.
2. Joseph A. Michelli, “The Starbucks Experience – 5 Prinsip untuk Mengubah Hal Biasa
menjadi Luar Biasa,” Penerbit Esensi (Erlangga Group) 2007.
3. http://www.netmba.com/mgmt/ob/motivation/herzberg/

Join Scribd and never stop r


di April 06, 2017
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

3 komentar:
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
DALAM PERUSAHAAN “FAST FOOD”

Mata Kuliah :
Sistem Informasi Manajemen
Dosen Pengampu :
Septia llutfi

Disusun oleh :
Esty Rahayu Astutik (11140273)
Jurusan : Akuntansi

STIE BANK BPD JATENG


SEMARANG
2015
DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Latar Belakang
Pembahasan
Penutup
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Sistem
Informasi Manajemen dalam Perusahaan fast food pizza hut” ini dengan baik meskipun
banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Bapak Septia Lutfi selaku
Dosen mata kuliah Sistem Informasi Manajemen yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai manfaat Sistem Informasi Manajemen dalam Perusahaan Fast Food,
dan juga bagaimana menggunakan Sistem Informasi Manajemen dengan baik. Kami juga
menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan
makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang
sempurna tanpa saran yang membangun.
       Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya
laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang
berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Semarang, 16 Oktober 2015

Penulis
I
I.     PENDAHULUAN
1.      Latar belakang
Sistem informasi Manajemen (SIM) atau (bahasa Inggris: management information
system, MIS) yaitu serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan
secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat
serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer
atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan. Kegiatan utama dari Semua sistem informasi,
yaitu menerima data sebagai masukan (input), kemudian memprosesnya dengan melakukan
penghitungan, penggabungan unsur data, pemutakhiran dan lain-lain, akhirnya memperoleh
informasi sebagai keluarannya (output).
SIM secara khusus memiliki beberapa kemampuan teknis sesuai yang
direncanakan baginya.  Dengan kata lain SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis
komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang
sama.  Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal, perusahaan
atau sub unit dibawahnya. SIM yang baik adalah SIM yang mampu menyeimbangkan biaya
dan manfaat yang akan diperoleh artinya SIM akan menghemat biaya, meningkatkan
pendapatan serta tak terukur yang muncul dari informasi yang sangat bermanfaat. Sistem
informasi yang baik dapat digunakan tidak hanya untuk penyimpanan data secara
elektronik saja tetapi harus mampu mendukung proses analisis yang diperlukan oleh
manajemen, karena dengan adanya laporan yang tersaji dengan cepat dan setiap saat
dapat diakses tersebut maka keputusan-keputusan yang diambil pun dapat lebih cepat dan
tepat terhadap dinamika pasar yang ada.
Dengan adanya SIM ini, sebuah perusahaan mengharapkan suatu sistem yang
dapat bekerja secara cepat dan akurat sehingga produktivitas kerja di perusahaan lebih
meningkat. Pengembangan SIM canggih berbasis komputer memerlukan sejumlah orang
yang berketrampilan tinggi dan berpengalaman lama dan memerlukan partisipasi dari para
manajer organisasi. Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan
piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan
status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam
mendukung operasi manajemen sehari-hari.

II
II.  Pembahasan
1.      Pengertian Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah sistem yang cukup kompleks. Sistem ini
dapat berjalan dengan baik apabila semua proses didukung dengan teknologi yang tinggi, sumber
daya yang berkualitas, dan yang paling penting komitmen perusahaan. SIM berguna untuk
mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.
Sistem merupakan kesatuan banyak hal yang terintegrasi untuk menjadi sebuah fungsi atau
menghasilkan tujuan tertentu. Sistem Informasi Manajemen bertujuan menghasilakn informasi
yang berguna untuk perusahaan. Kegiatan ini mendukung proses bisnis perusahaan dan perlu
diperhatikan untuk kelangsungan perusahaan. Oleh karena itu, komitmen perusahaan untuk
menjalankan Sistem Informasi Manajemen haruslah sangat tinggi agar proses yang terjadi
dilantai produksi menjadi menguntungkan bagi perusahaan. Supaya informasi yang dihasilkan
oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui
kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-
kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya.
Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem
Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat
dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang menyangkut keputusan-keputusan rutin
maupun keputusan-keputusan yang strategis. Sehingga SIM adalah suatu sistem yang
menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan
pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Sampai pada tahun 1960-an, peran sistem informasi masih sederhana yakni,
memproses transaksi, menyimpan data, accounting dan aplikasi proses data elektronik
(electronic data processing) lainnya. Kemudian pada tahun 1970-an, informasi spesifikasi
awal produk yang dibuat oleh information reporting systems tidak dapat memenuhi
kebutuhan pengambilan keputusan manajemen. Oleh karena itu dibuatlah konsep decision
support systems (DSS).

III
Peranan baru ini adalah menyediakan dukungan interaktif kepada manajemen
untuk proses pengambilan keputusan mereka.
Memasuki tahun 1980-an, perkembangan yang cepat dari tenaga proses
mikrokomputer, aplikasi perangkat lunak dan jaringan telekomunikasi menimbulkan apa
yang disebut dengan end user computing. Kemudian konsep executive information systems
(ESS) dibangun, dimana sistem informasi ini memberikan jalan yang mudah bagi
manajemen atas untuk mendapatkan informasi kritikal yang diinginkan ketika sedang
dibutuhkan. Pengembangan dan aplikasi dari teknik kecerdasan buatan atau artificial
intelligence (AI) memberi gebrakan baru dalam sistem informasi bisnis. Sistem pakar atau
expert systems (ES) dan sistem berbasis pengetahuan membuat peran baru bagi sistem
informasi. Sebuah peran baru yang penting lagi bagi sistem informasi muncul di tahun
1980-an dan diharapkan terus berlanjut sampai ke tahun 1990-an. Peran tersebut adalah
konsep peran strategis (strategic role) dari sistem informasi yang disebut strategic
information systems (SIS). Pada konsep ini, sistem informasi diharapkan dapat memainkan
peranan langsung dalam mencapai tujuan atau sasaran strategis dari perusahaan. Hal ini
memberikan tanggung jawab baru bagi sistem informasi di dalam bisnis, apalagi di era
globalisasi seperti sekarang ini.
Dari ruang lingkup di atas, beberapa ahli telah memberikan rumusan tentang
sistem informasi manajemen, antara lain :
1.    SIM adalah pengembagan dan penggunaan sistem-sistem informasi yang efektif dalam
organisasi-organisasi (Kroenke, David, 1989)
2.    SIM didefinisikan sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi
beberapa pemakai yang mempunyai kebutuhan yang serupa. Informasi menjelaskan perusahaan
atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang
terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa depan. Informasi tersebut tersedia dalam
bentuk laporan periodik, laporan khusus dan output dari simulasi matematika. Informasi
digunakan oleh pengelola maupun staf lainnya pada saat mereka membuat keputusan untuk
memecahkan masalah (Mc. Leod, 1995)

IV

3.    SIM merupakan metode formal yang menyediakan informasi yag akurat dan tepat waktu kepada
manajemen untuk mempermudah proses pengambilan keputusan dan membuat organisasi dapat
melakukan fungsi perencanaan , operasi secara efektif dan pengendalian (Stoner, 1996)
Dari definisi-definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan, bahwa SIM adalah suatu
sistem yang dirancang untuk menyediakan informasi guna mendukung pengambilan keputusan
pada kegiatan manajemen dalam suatu organisasi. Download selengkapnya makalah Sistem
Informasi Manajemen
0   Penerapan SIM dalam perusahaan “fast food”
Di era ini perkembangan teknologi tidak lagi menjadi suatu pembicaraan yang baru. Bagi

mereka yang tidak bisa mencicipi teknologi, mereka tidak hanya dianggap ketinggalan zaman
tetapi juga harus merasa rugi atas meningkatnya kekayaan ilmu dibidang sains ini. 

Perkembangan teknologi yang sangat pesat juga diimbangi dengan merambahnya sistem

informasi ke hampir semua lapisan yang bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan

kesempurnaan yang lebih kepada kehidupan manusia. 

Dewasa ini begitu banyak muncul perusahan – perusahaan yang menawarkan produk dan

jasa bagi konsumen, akan tetapi dengan begitu banyak nya perusahaan ini membuat kompetisi di

industri ini juga semakin ketat. Sebuah perusahaan membutuhkan hal hal tambahan lain berguna

untuk menunjang kinerja produktivitas perusahaannya. Sistem informasi dianggap suatu hal yang

menempati posisi terpenting sebagai faktor penunjang atau pendukung produktivitas dan

efisiensi perusahaan guna meningkatkan competitive advantages berdasarkan competitive

priorities seperti quality, cost, delivery, dan flexibility.

V
Dengan adanya sistem informasi manajemen ini, sebuah perusahaan mengharapkan suatu

sistem yang dapat bekerja secara akurat dan cepat sehingga produktivitas kinerja di perusahaan

lebih meningkat.  

Sistem informasi merupakan ilmu yang sangat luas jangkauan nya sehingga mampu 

meningkatkan kinerja di bagian operasi, sdm, pemasaran dan keuangan. Salah satu contoh

perusahaan yang menerapkan sistem informasi manajemen adalah perusahaan makanan cepat

saji yang sudah memiliki gerai dimana mana yaitu pizza hut.

Pizza hut sangat terkenal dengn pelayanan yang begitu flexible dengan konsumenya.

Flexibility yang dapat dilihat berupa bentuk sistem pesan makan yang kita kenal dengan Drive –

Thru. Sistem layanan ini memudahkan bagi mereka yang menghabiskan waktu dijalan dan tidak

perlu menggunakan waktu yang lama. Drive – Thru mengkomunikasikan pesanan yang
disampaikan oleh pembeli melalui mesin pemesanan dengan bagian produksi atau kitchen tanpa

perlu waktu yang lama.

Selain sistem Drive thru, sistem delivery yang diterapkan oleh pizza hut juga menggunakan

sistem informasi manajemen pada level transaction processing system yaitu dimana mampu

memproses data – data transaksi dalam jumlah besar (data base) untuk transaksi operasional

perusahaan, hal ini dilihat dari proses penyimpanan data setiap kali ada pelanggan baru yang

ingin menggunakan jasa antar pizza hut. Proses memasukkan dan menyimpan data pribadi, no

telfon ke database pelanggan menggunakan sistem informasi manajemen yang baik. Selain itu

pesanan yang disampaikan pelanggan melalui telfon juga langsung dapat ditransfer ke outlet

cabang lain yang paling dekat dengan tempat pelanggan, hingga pesanan sampai ke kitchen

untuk diproduksi lebih lanjut.

VI
Hal – hal ini lah yang membuat kinerja pizza hut bisa lebih efisien dan efektif. Tercapainya

keefisienan didalam perusahaan pasti mampu menunjang competitive advantage dibandingkan

perusahaan lain sehingga kemampuan untuk bersaing juga meningkat dan pada akhirnya profit

yang didapat juga serta merta meningkat.   

Perusahaan yang bergerak didalam bidang bisnis apapun apabila ingin bertahan dan
berhasil dalam jangka panjang maka perusahaan tersebut harus berhasil mengembangkan strategi
yang telah direncanakan yang didukung dengan sistem informasi dan teknologi informasi dalam
menghadapi lima tekanan kompetitif yang membentuk struktur persaingan dalam pasar
(industri). Salah satu perusahaan yang berusaha mengembangkan sistem informasi dalam rangka
menghadapi persaingan ini yaitu perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan makanan cepat
saji. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai sistem informasi di pizza hut.
Pizza hut merupakan perusahaan yang bergerak di bidang waralaba makanan
internasional. Perusahaan ini menjadi perusahaan terbesar dalam rantai distribusi chicke di dunia.
Pizza Hut dikenal seagai pemimpin pasar dengan penjualan $25 milyar pizza category semenjak
tahun 1971 dengan hamper 12.000 restoran.  Pizza Hut hadir di Indonesia untuk pertama kalinya
pada tahun 1984, dan merupakan restoran pizza pertama di Indonesia. Saat ini, Pizza Hut sudah
dapat ditemui mudah di kota-kota besar di seluruh Indonesia. Pizza hut menawarkan fasilitas
yang lengkap baik dari pelayanan maupun produk yang dijual. Fasilitas pelayanan yang paling
utama yaitu sistem order atau pesan makanan melalui hotline khsusus dan akan diantar ke
rumah. Untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin khas terutama gaya hidup yang
cenderung tidak sempat antri membeli makan dan simple dalam segala hal serta dalam rangka
meningkatkan penjualan, Pizza Hut menerapkan system informasi yang dapat menunjang daya
saing, diantaranya berinvestasi pada sistem Point of Sale dan operasi toko secara otomatis serta
membuka toko secara on line (www.pizzahut.com) di jaringan internet.

VII
System informasi ini dapat digunakan sebagai senjata untuk menjangkau konsumen
dimana saja berada, sesuai dengan slogannya yaitu “to be wherever our customer are”, yang
pada nantinya tentu saja dapat meningkatkan penerimaan perusahaan. Kualitas layanan
merupakan salah satu aspek yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan Pizza Hut dalam
penjualan produknya. Penerapan system informasi manajemen dalam pelayanan Pizza Hut
meningkatkan penjualan perusahaan tersebut seperti diulas dalam artikel yang tersedia.
Bidang sistem informasi melintasi banyak teknologi kompleks, konsep keperilakuan yang
abstrak, dan aplikasi khusus dalam bidang-bidang bisnis serta non-bisnis yang tidak terhitung
jumlahnya. kerangka kerja konseptual, berguna untuk mengatur pengetahuan yang disajikan
tentang hal-hal yang perlu diketahui mengenai sistem informasi manajemen untuk mendapatkan
keuntungan. System informasi seyogyanya mendukung strategi bisnis organisasi, proses bisnis,
struktur dan budaya organisasi dalam meningkatkan nilai bisnis dari organisasi khususnya dalam
lingkungan bisnis yang dinamis. Dalam pengembangan sistem informasi pelayanan bagi
pelanggan Pizza Hut tentu diawali dengan pendekatan system yang diawali dengan pengkajian
terhadap semua perilaku yang terkait dengan system yang dipelajari, misalnya perilaku
konsumen Pizza Hut itu sendiri. Untuk menjawab pertanyaan pertama pada artikel mengenai tipe
system informasi yang digunakan, tipe system informasi yang digunakan oleh Pizza Hut
dijelaskan berikut ini:
1.      Operating Support System
System informasi selalu dibutuhkan untuk memproses data yang dihasilkan oleh
dan digunakan dalam operasi bisnis. System pendukung operasi semacam ini menghasilkan
berbagai produk informasi yang paling dapat digunakan oleh para manajer. Pemrosesan lebih
jauh oleh sistem informasi manajemen biasanya dibutuhkan. Peran dari sistem pendukung
operasi perusahaan bisnis adalah untuk secara efisien memproses transaksi bisnis,
mengendalikan proses industrial, mendukung komunikasi dan kerjasama perusahaan, serta
memperbarui database perusahaan. Operating system yang digunakan oleh Pizza Hut dibagi
kembali menjadi beberapa macam yaitu:

IX
A.    Transaction Processing System (TPS)
Transaction Processing System merupakan bagian yang penting dari sistem
pendukung operasi yang bertugas mengolah dan merekam data laporan dari transaksi bisnis,
dengan dua prinsip dasar, yakni in batch processing dan in real-time (or online) processing.
Pizza Hut dalam melakukan trasnsaksi telah mempunyai jaringan computer yang terintegrasi
dengan customer yang menyediakan informasi pemesanan.
Transaction Processing System yang digunakan oleh Pizza Hut adalah Point of Sale
(POS) System, Point of Sale adalah bagian yang paling vital dalam proses operasional, transaksi
dengan konsumen yang melibatkan interaksi langsung dengan pelanggan dan data base
perusahaan secara simultan, kemampuan hardware dan software yang dapat diandalkan
merupakan faktor kunci kelangsungan operasional. TPS yaitu suatu sistem yang menggunakan
terminal elektronik cash register untuk menyimpan dan mengirim data entry penjualan pada
semua jaringan yang langsung terhubungi dengan komputer pusat dan dapat diproses untuk
keperluan cepat atau periodik. Pada prinsipnya sistem operasional Pizza Hut merupakan aliran
kerja yang diterjemahkan secara baku ke dalam proses otomatisasi. Pesanan pelanggan diterima
oleh sistem point of sale (order station) yang akan dicatat oleh makaline station sebagai
pengumpul data kolektif dari beberapa order station. Kemudian pesanan pelanggan akan diproses
langsung oleh kitchen dengan hardcopy document transaksi sebagai perintah kerja. Semua data
transaksi akan tersimpan didalam file server, sedangkan driver routing diperlukan sebagai
pengawas kegiatan operasional yang akan dipantau langsung oleh headquater melalui jaringan
WAN.
B.     Enterprise Collaboration System (ECS)
Perusahaan waralaba Pizza Hut telah mulai melakukan aliansi bisnis dengan menggunakan
intranet, ekstranet, dan internet untuk membangun jaringan komunikasi global baik dengan
customer, pihak internal, supplier, dan pihak lainnya yang terkait dalam system. Merupakan
sistem informasi yang berkaitan dengan tim pendukung, kelompok kerja.,

X
peningkatan komunikasi dan produktivitas perusahaan dan kolaborasi mengenai bentuk
aplikasinya, dan otomatisasi pekerjaan. Misalnya memfasilitasi dalam elektronik mail untuk
mengirim dan menerima pesan elektronik, dan termasuk menggunakan videoconference dan lain-
lain.
System ini juga digunakan untuk keperluan koordinasi dan pertukaran informasi di internal
perusahaan, misalkan antar outlet  Pizza Hut akan dihubungkan ke dalam satu jaringan sehingga
koordinasi dan pertukaran informasi dapat mudah dilakukan.
Pizza Hut menerapkan online order terhadap kosumennya. Layanan online order ini terbagi
atas tiga menu, menu pertama adalah log in account untuk para konsumen baik itu konsumen
yang reguler ataupun konsumen baru dengan memasukkan kode pin untuk mengetahui jaringan
Pizza Hut terdekat. Menu yang kedua adalah demonstrasi pembelian, layanan ini disediakan bagi
para pelanggan untuk mencoa melakukan pemesanan online sebelum melanjutkan kedalam
transaksi sebenarnya. Dan yang ketiga adalah help features yakni cara perusahaan untuk
berkomunkasi dengan pelanggan melalui email dan telepon bebas pulsa. Dengan adanya hal ini
maka secara tidak langsung Pizza Hut telah melakukan pendekatan terhadap konsumennya,
karena bukan tidak mungkin dengan customer relation management yang dilakukan Pizza Hut
akan menciptakan loyalitas tersendiri bagi para konsumennya.
2.      Management Support System
Sistem ini pada hakekatnya muncul ketika aplikasi sistem informasi berfokus pada
penyediaan informasi dan dukungan dalam pengambilan keputusan yang efektif oleh para
manajer. Karena menyediakan informasi dan memberikan dukungan dalam pengambilan
keputusan oleh semua level manajer dan profesional bisnis adalah tugas yang cukup sulit, maka
diperlukan suatu sistem pendukung operasi yang disebut dengan sistem pendukung manajemen.

XII

A.    Management Information System (MIS)


Sistem Informasi ini menyediakan informasi dalam bentuk laporan dan tampilan kepada
para manajer dan professional bisnis. Contohnya kepada manajer penjualan yang dapat
menggunakan informasi melalui jaringan komputer, dan mengakses tampilan tentang keadaan
hasil penjualan produk mereka dan dapat mengakses intranet perusahaan mengenai laporan
analisis penjualan harian, dan sekaligus mengevaluasi hasil penjualan yang dibuat oleh masing-
masing staf penjualan.
MIS yang digunakan pada Pizza Hut adalah Pizza Hut’s Field Management System yang
menyediakan aplikasi yang dapat membantu store manager dalam business forecasting,
inventory management dan human resources management. Aplikasi ini akan berupa suatu bentuk
pelaporan yang selanjutnya digunakan oleh perusahaan dalam penentuan atau pengambilan
keputusan pada sistem penunjang keputusan.
B.     Decision Support Sistem (DSS)
DSS Merupakan suatu sistem yang memberikan dukungan komputer secara
langsung kepada seorang manajer dalam proses pengambilan/pembuatan keputusan. Seorang
manajer produksi dapat menggunakan DSS untuk menentukan berapa banyak produk yang akan
diproduksi seperti pada perusahaan manufaktur, dengan didasarkan pada perkiraan penjualan
dikaitkan dengan promosi yang akan dilakukan, lokasi dan ketersediaan bahan baku yang
diperlukan dalam memproduksi suatu produk. DSS menyediakan informasi yang dibutuhkan
bagi manager end-user secara interaktif dengan menggunakan berbagai model analisis, simulasi
dan lain sebagainya. Bagi Pizza Hut sendiri penggunaan DSS terlihat ketika setiap store manager
dapat memonitor performance sistem secara langsung dan interaktif, juga dilengkapi dengan
management tool analysis dalam menganalisa business forecasting dan manajemen persediaan.
Penggunaan sistem informasi berbasis komputer (Computer-Based Information System) yang
digunakan oleh Pizza Hut untuk mendukung keseluruhan kegiatan perusahaan terlihat pada
masing-masing bidang yakni:

XIII
Penggunaan sistem informasi berbasis komputer (Computer-Based Information
System) yang digunakan oleh Pizza Hut untuk mendukung keseluruhan kegiatan perusahaan
terlihat pada masing-masing bidang yaitu:
1. Menunjang operasi bisnis dalam hal:

–          Melayani transaksi penjualan


–          Membantu dalam me-record pembelian pelanggan
–          Melacak persediaan
–          Membayar gaji karyawan
–          Pembelian bahan baku
–          Mengevaluasi trend penjualan atau sales performance lainnya

1. Menunjang pembuatan keputusan manajerial (managerial decision making)

Secara structural, proses pembuatan keputusan manajerial terdiri dari beberapa tahap
yaitu:
– Identify problems and opportunities
Dalam hal ini Pizza Hut menangkap kesempatan untuk melayani pangsa pasar baru yaitu internet
user karena perubahan perilaku konsumen dari offline ke online.
– Help generate and evaluate decision alternative
Aktivitas operasional diterjemahkan ke dalam sistem otomatis, seperti yang dapatdilihat didalam
website, pelanggan dapat memilih jenis topping yang disukai. Dengan mengetahui jenis topping
yang digemari konsumen saat itu, maka hal ini dapat dijadikan sebagai salah satu cara yang
efektif dalam menganalisa keunggulan superior dari suatu produk

XIV
– Select course of action and monitor its implementation
Setelah mengetahui dan menganalisa hal-hal startegis yang mampu menciptakan keunggulan
bersaing, maka tahap yang ketiga yaitu menerapkannya pada perusahaan. Proses pembuatan
keputusan Dengan adanya system yang dapat digunakan dalam peramalan bisnis, manajemen
persediaan dan juga manajemen sumber daya manusia, maka hal-hal tersebut dapat membantu
manajer dalam membuat keputusan manajerial yang lebih baik serta memiliki strategic
competitive advantage. Misalnya suatu pengambilan keputusan dalam hal pembelian bahan baku,
apakah harus ditambah atau tidak dilanjutkan pembeliannya, dimana hal ini nantinya akan terkait
dengan pengaturan persediaan sehingga pemborosan biaya tidak terjadi. Selain itu dengan
adanya peramalan bisnis maka pihak manajerial dapat mengambil keputusan investasi apa yang
memang dibutuhkan saat ini dan di masa yang akan datang.

1. Selain itu system informasi manajemen mampu menunjang Keunggulan Strategis


(strategic advantage), diantaranya:

–          Informasi yang dijadikan dasar penyusunan system informasi adalah informasi strategis
–          Sistem informasi yang digunakan dapat mendukung misi perusahaan dalam hal 100%
customer satisfaction.
–          Melalui website-nya (www.pizzahut.com) konsumen dapat mengorder secara online atau
mencari restoran Pizza Hut terdekat (dengan fasilitas layanan store finder) dan juga bisa
mendapatkan kupon potongan harga secara gratis melalui situs tersebut. Hal-hal seperti ini dapat
menarik pelanggan-pelanggan baru dan menjauhi pelanggan dari restoran kompetitor.
–          Melalui sistem informasi, Pizza Hut dapat senantiasa melakukan diferensiasi produk
melalui competitive recipes, sehingga dapat selalu melakukan perubahan rasa sesuai dengan
perubahan selera pelanggan dan selalu memberikan terobosan baru terhadap produk-produk
Pizza Hut.

XV
–          Melalui sistem informasi yang digunakan, maka dapat mempercepat delivery order dalam
keadaan panas (fresh from the oven) dengan harga yang wajar (value priced application).
Sehingga konsumen dapat langsung merasakan kenikmatan asli dari produk-produk yang
ditawarkan oleh Pizza Hut dalam waktu yang relatif tidak terlalu lama dengan harga yang cukup
terjangkau.
–          Melalui penggunaan system informasi efisiensi operasional perusahaan dapat tercapai.
–          Sistem informasi pun berperan menunjuang kegiatan memperkenalkan inovasi bisnis dari
perusahaan.
–          Sistem informasi POS sangat mudah digunakan untuk mendukung kelancaran kegiatan
operasional perusahaan (user friendly).
Oleh karena itu sistem informasi yang digunakan oleh Pizza Hut sangat bermanfaat terhadap
keuntungan strategis perusahaan.
Keberhasilan penerapan system infomasi manajemen pada perusahaan Pizza Hut menjadi
inspirasi perusahaan lain untuk mengikuti jejak Pizza Hut tersebut. Kesuksesan Pizza Hut
dengan metode Sistem Informasi berupa Point of Sales System (POS) dan Enterprise
Collaboration System (ECS)melalui website http://www.pizzahut.com/ dilakukan juga oleh
perusahaan lain misalnya McDonalds dan KFC. Kesuksesan Pizza Hut dengan web-sitenya
meminimalkan proses trial dan error yang dilakukanoleh McDonald’s sehingga Mc’Donalds
dapat membuat system informasinya secara lebih baik.McDonald’s berencana membelanjakan
$1 miliar dalam lima tahun untuk mengikat semua operasinya dalam jaringan digital real-time
(system informasiperusahaan). Sistem informasi didesain untuk membuat manajemen
MCDonald’s mengetahui berapa miliar pastel burger, roti kismis, dan nugget ayam dikonsumsi
disembarang atau di semua took pada setiap waktu dalam satuhari. Setiap detail dari setiap waktu
dalam satu hari. Setiap detail dari setiap property (diharapkan) tersedia dalam real-time.

XVI

Dengan pertumbuhan jumlah restoran sebanyak 1700 rumah makan baru dalam satu tahun
membuat McDonald’s ingin menciptakan alat untuk mengendalikan kualitas kunci yang
membentuk sukses suatu rantai makanan cepat sajisecara konsistens. Para eksekutif McDonald’s
menginginkan suatu system informasi  yang bias memonitor dan mungkin mempengaruhi pada
basis menit demi menit kemampuan perusahaan untuk membuat produk konsisten kepada
pelanggan secara cepat.
Jika dihubungkan ke setiap bagian kunci dari peralatan di setiap toko, jaringan digital real-
time akan mengizinkan McDonald’s memberikan layanan pelanggan yang lebih baik dengan
menggunakan teknologi komunikasi dan informasi untuk memonitor kualitas minyak yang
digunakan untuk menggoreng, atau untuk memastikan bahwa masing-masing roti kismis dibakar
padatingkat kegaringan yang sesuai.Itu akan member para eksekutif McDonald’s suatu
pandangan terperinci menyangkut keseluruhan sistem real-time. Penjualan, waktu layanan,
susunan kepegawaian, data rantai persediaan, lokasi vendor, peralatan perbaikan pesanan, dan
semua angka kenyataan lain yang dilacak McDonald’s dengan sistem yang dikembangkan secara
internal,yang umumnya membuat data tersedia untuk pengambil keputusan dalam satu minggu
atau lebih, bias dicapai dalam detik melalui browser web.

XVII

III.             PENUTUP
1.      KESIMPULAN
Dengan adanya SIM ini, sebuah perusahaan mengharapkan suatu sistem
yang dapat bekerja secara cepat dan akurat sehingga produktivitas kerja di perusahaan
lebih meningkat. Pengembangan SIM canggih berbasis komputer memerlukan sejumlah
orang yang berketrampilan tinggi dan berpengalaman lama dan memerlukan partisipasi dari
para manajer organisasi. Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah
bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi,
penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi
dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari.
Contoh sistem informasi manajemen - Berbicara mengenai sistem
informasi manajemen perusahaan atau organisasi yang selalu menggunakan
teknologi maka akan selalu berkaitan dengan pihak pihak dari kalangan
praktisi informatika, ahli IT (informasi teknologi) karena pada umumnya
merekalah yang merancang aplikasi sistem informasi manajemen.

Ada beberapa contoh sistem informasi manajemen dalam perusahaan atau


organisasi yang umum diterapkan pada banyak perusahaan atau organisasi,
seperti:

1. Enterprise Resource Planning | ERP 


2. Transaction Processing System (TPS) Sistem Pemprosesan Transaksi
3. Office Automation System (OAS) Sistem Otomatis
4. Knowledge Work System (KWS) Sistem Kerja Pengetahuan
5. Decision Support System (DSS) Sistem Pendukung Keputusan
6.  Expert System (ES) and Artificial Intelligent (AI)
7. Informatic Management System (IMS) Sistem Manajemen Informasi
8. Information Reporting System (IRS) Sistem Pelaporan Informasi
9. Group Decision Support System (GDSS) Sistem Pendukung Keputusan
Kelompok
10. Executive Information System (EIS) Sistem Informasi Eksekutif
11. Supply Chain Management (SCM) Manajemen Rantai Pasokan

Contoh Informasi Manajemen dalam Perusahaan atau


Organisasi
Piramida sistem informasi manajemen. source:  12650024-
si.blogspot.co.id

# 1. Enterprise Resource Planning | ERP 


Enterprise rouserce planning (ERP) merupakan sebuah sistem terintegrasi
yang memudahkan manajemen dalam melakukan perencanaan terhadap
sumber daya yang dimiliki.

Penerapan enterprise resource planning menggunakan teknologi informasi


yang berupa perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware)
yang merangkum aktivitas perusahaan dan mengolahnya menjadi sebuah
informasi.

Informasi yang dihasilkan oleh sistem ERP ini mempunyai basis data yang
sama dan akan digunakan oleh manajemen untuk menyusun perencanaan
perusahaan untuk mengelola sumber daya yang dimiliki.

Mau diapakan sumber daya perusahaan seperti sumber daya manusia, dana,
material, mesin, metode dan sumber daya lain bisa dipengaruhi oleh
informasi yang dihasilkan sistem ERP ini.

Informasi hasil ERP digunakan dalam mengintegrasikan kerja antar lini


perusahaan, antar bidang kerja masing masing departemen diperusahaan.

ERP menjadi jembatan yang menghubungkan sekat-sekat yang ada pada


perusahaan misalnya bagian accounting, finance, marketing, human
resource dan bagian yang lain dalam perusahaan bisa dengan mudah
melakukan komunikasi dan integrasi informasi. Terkelola dengan baik dan
tidak berjalan sendiri sendiri.

# 2. Transaction Processing System (TPS) Sistem Pemprosesan Transaksi


Sistem informasi TPS adalah contoh sistem informasi manajemen yang
mencatat, mengumpulkan, menyimpan dan mengolah semua data transaksi
bisnis yang telah dilakukan perusahaan.

Sistem TPS bisa mengolah data transaksi dalam volume yang besar dan
bervariasi secara efisien. Sistem informasi TPS menghindari pencatatan yang
keliru (error), mencatat secara akurat dengan privasi dan keamanan data
yang terjaga.

Contoh sistem informasi TPS adalah mencatat dan mengolah data transaksi
bisnis seperti laporan pembelian, penjualan, perubahaan inventori
(persediaan) laporan gaji para karyawan, dan bahkan formulir pembayaran
pajak.
Salah satu contoh penerapan sistem infomrasi TPS adalah seperti aplikasi
Mandiri E-FX (Mandiri Electronic Foreign Exchange) yang dijalankan oleh Bank
Mandiri.

# 3. Office Automation System (OAS) Sistem Otomatis


Office automation system (OAS) atau disebut juga virtual office (VO) adalah
sistem informasi yang menggabungkan beberapa peralatan teknologi
informasi yang berfungsi untuk menyimpan, mengolah dan mengirimkan
data data dalam bentuk komunikasi elektronik (virtual).

Sistem OAS bisa menekan penggunaan kertas sehingg bisa meningkatkan


ketepatan, kecepatan dan keamanan data informasi yang ada. Pada akhirnya
akan meningkatkan produktivitas kerja.

Konsep OAS terdiri dari sebuah server perusahaan sebagai pusat


pengendali. Para pemakai bisa saling berkomunikasi dengan yang lain
melalui server pusat tersebut. Semua data data tersimpan dalam server
untuk memudahkan akses bagi yang membutuhkan.

# 4. Knowledge Work System (KWS) Sistem Kerja Pengetahuan


Knowledge work system (KWS) adalah sistem informasi yang memanfaatkan
pengetahuan baru untuk digunakan oleh perusahaan. Sistem informasi KWS
memanfaatkan dan mengintegrasikan pekerja profesional seperiti insinyur,
profesor, doktor atau ilmuwan untuk bekerja dan menciptakan sesuatu yang
baru yang bisa memberikan manfaat yang besar kepada perusahaan.
Sistem aplikasi KWS ini bisa membuat para pekerja ahli bisa menyalurkan ide
dan menerapkannya kedalam pekerjaan mereka secara lebih efektif dan
efisien. 

# 5. Decision Support System (DSS) Sistem Pendukung Keputusan


Decision support system atau sistem pendukung keputusan adalah sistem
informasi yang berbasis komputer yang mengamati lingkungan perusahaan
dan menjadi informasi pendukung dalam pengambilan keputusan bisnis.

Sistem informasi DSS mencari solusi terhadap masalah yang ada dengan
respon yang cepat dalam kondisi yang selalu berubah.

Sistem informasi DSS mengolah data mentah, dokumen, model bisnis dan
bahkan pengetahuan pribadi manajemen untuk mengambil keputusan dan
mengatasi masalah yang muncul. Sistem informasi DSS mengelola data
terkini dalam jumlah yang besar, mengolah data penjualan, perkiraan
pendapatan dan data lainnya yang dibutuhkan.

Dengan menjalankan aplikasi sistem informasi DSS, manajemen bisa


memiliki pandangan baru terhadap masalah yang ada, menguatkan kontrol,
mempercepat waktu, menghemat biaya dan meningkatkan produktivitas
serta efektivitas manajer sehingga manajemen bisa melakukan pekerjaan
lebih cepat dengan usaha yang sedikit.
Skema sistem informasi DSS . courtesy
of :  ag92110007.wordpress.com

# 6. Expert System (ES) and Artificial Intelligent (AI)


Expert system atau sistem pakar adalah sebuah aplikasi terkomputerisasi
yang berfungsi menyelesaikan masalah seperti yang dipikirkan oleh para
pakar atau tenaga ahli.

Yang dimaksud pakar adalah seseorang yang memiliki keahlian khusus yang
mumpuni dalam memecahkan masalah yang tidak bisa dilakukan oleh orang
awam. Contoh ES adalah penjadwalan mekanik

Sedangkan Artificial Intelligent (AI) atau yang disebut juga kecerdasan buatan
adalah sistem aplikasi yang memiliki kemampuan kecerdasan seperti
kemampuan manusia. Contohnya adalah aplikasi komputer yang berusaha
mencontoh cara pikiran manusia.

AI bisa menelaah data data atau informasi yang kurang lengkap dan memiliki
kemampuan untuk menjelaskan atau penalaran terhadap langkah langkah
dan keputusan yang diambil manajemen.

# 7. Informatic Management System (IMS) Sistem Manajemen Informasi


Informatic Management System (IMS) adalah sebuah aplikasi komputerisasi
yang menyajikan informasi yang terpadu yang mengambil informasi dari
beberapa database dan berbagai sumber. Informasi yang dihasilkan lebih
detail, merangkum data informasi yang telah terpilih dan membantu dalam
analisa pengambilan keputusan.

Informasi IMS contohnya informasi tentang perhitungan harga pokok produk


barang atau jasa, informasi keuangan, informasi tentang aliran bahan dan
produk, informasi pemasaran seperti pengembangan produk dan
distribusinya, dan juga informasi tentang sumber daya manusia seperti
perekrutan atau seleksi dan pelatihan SDM.

Sistem informasi IMS membuat laporan secara periodik (mingguan, bulanan,


atau harian) mengenai ringkasan aktivitas secara detail. IMS juga menyusun
laporan tertentu apabila ada permintaan dari seseorang atau laporan yang
disusun secara mendadak yang memerlukan tindakan segera.

# 8. Executive Information System (EIS) Sistem Informasi Eksekutif


Salah satu contoh sistem informasi manajemen lainnya adalah executive
information system (EIS) atau sistem informasi eksekutif. Seusia dengan
namanya, sistem informasi EIS ini dipakai oleh jajaran ekskutif atau
manajemen jajaran tingkat atas dalam perusahaan.
Karena yang membutuhkan adalah manajemen tingkat atas, maka informasi
yang dihasilkan oleh sistem informasi EIS ini bersifat strategis yang bisa
menentukan jalannya dan keberhasilan strategi perusahaan.

Sistem informasi EIS memberikan akses yang mudah, cepat dan


terkomputerisasi ke informasi internal maupun eksternal yang berkaitan
dengan faktor utama yang bisa mempengaruhi keberhasilan perusahaan.
Hanya informasi yang strategis, yang penting, bukan informasi yang terlalu
teknikal.

# 9. Information Reporting System (IRS) Sistem Pelaporan Informasi


Sistem informasi IRS adalah sistem informasi yang memberikan laporan
mengenai produk perusahaan. Sistem informasi IRS akan digunakan untuk
mengevaluasi kinerja manajer seperti contohnya kinerja penjualan produk,
IRS akan memberikan laporan analisa mengenai penjualan produk secara
mingguan kepada manajer penjualan. Dan manajer penjualan menggunakan
data yang disajikan untuk mengevaluasi sejauh mana kinerja yang bisa
mereka capai.

Laporan yang disajikan sistem informasi IRS bisa berupa angka-angka, grafik
maupun tabel dan bahkan infografis. Umumnya, laporan IRS akan disajikan
secara rutin (periodik), dan berdasarkan permintaan jika dirasa diperlukan
oleh manajer atau bahkan jika terjadi situasi yang tidak diprediksi
sebelumnya (pengecualian).

# 10. Supply Chain Management (SCM) Manajemen Rantai Pasokan


Pada perusahaan manufaktur, kegiatan utama adalah bagaimana mengelola
barang belum jadi (bahan baku) menjadi barang jadi yang siap untuk
digunakan oleh konsumen. Proses dari barang mentah hingga bisa dinikmati
oleh konsumen memerlukan tahapan yang kompleks.

Sistem informasi supplay Chain Management (SCM) berfungsi untuk


mengatur hal hal yang berhubungan dengan hal tersebut. Sistem informasi
SCM memberikan data data yang terintegrasi mengenai serangkaian
aktiviatas yang berhubungan dengan koordinasi masing masing divisi,
jadwal, pengawasan, pemasok bahan mentah, produksi, pengawasan
persediaan hingga sampai pada pemasok, pengecer dan yang paling ujung
adalah produk bisa dinikmati oleh konsumen.

Sistem informasi SCM akan mengolah data terkait operasional produksi,


logistik, administrasi harian bahkan data data tentang pemasok bahan
mentah dan list pelanggan.

Intinya, sistem infomrasi SCM mengelola data tentang kegiatan mengolah


bahan mentah menjadi produk jadi yang diterima konsumen.

Informasi yang diolah oleh SCM bisa dimanfaatkan untuk untuk mengurangi
biaya biaya, baik biaya produksi, biaya logistik distribusi, biaya bahan baku
dan biaya lain yang timbul dan mempersingkat waktu hingga barang
tersebut diterima oleh konsumen.

# 11. Group Decision Support System (GDSS) Sistem Pendukung Keputusan Kelompok
Sistem informasi GDSS adalah aplikasi interaktif terkomputerisasi dirancang
secara khusus untuk memudahkan sekelompok orang dalam menghadapi
masalah yang tidak terstruktur. Sistem GDSS mengatur komunikasi bagi
masing masing anggota kelompok menggunakan software (perangkat lunak
yang dinamakan groupware) untuk menganalisa masalah dan keputusan
secara bersama-sama.
Sistem informasi GDSS dapat meminimalkan risiko perilaku kelompok atau
anggota kelompok yang negatif, seperti miskomunikasi, pemikiran yang
tersekat sekat atau terkotak kotak antar anggota ataupun konflik antar
anggota yang bisa merusak kelompok.

Aplikasi  GDSS yang juga dikenal dengan nama Computer Supporterd


Collaboratie Work (CSCW) memiliki manfaat seperti:

 Meningkatkan partisipasi anggota kelompok 


 Membuat pertemuan dan diskusi menjadi lebih efisien dan efektif 
 Memicu anggota kelompok mengeluarkan ide ide baru tanpa takut
disalahkan atau dikritik
 Evaluasi terhadap ide yang ada bisa dilakukan secara obyektif
 Dokumentasi hasil pertemuan yang tersimpan dengan baik
 Ketidaksepakatan antar anggota kelompok bisa dipecahkan sesegera
mungkin
 Anggota baik yang tingkatannya lebih tinggi atau rendah bisa sejajar
mengenai usulan ide ide baru.

Demikian lah contoh sistem informasi manajemen yang sering digunakan


dalam perusahaan ataupun organisasi. Materi ini diambil dari beberapa
sumber di internet. Apabila ada kesalahan ataupun kekurangan inforamsi,
silahkan tinggalkan pesan dikolom komentar. Terima kasih.

Perusahaan Multidomestik, merupakan sebuah organisasi atau perusahaan yang


bergerak dalam lingkup domesik dan internasional. Perusahaan multidomestik juga
biasanya sangat mempengaruhi daya dan minat masyarakat terhadap makanan
produk global, tidak hanya itu, perusahaan multidomestik juga dapat
mempengaruhi kekuatan politik suatu negara dalam perkembangannya. Salah
satunya adalah perusahaan makanan M.C. Donald

https://dessyresmalia.wordpress.com/2016/07/28/jurnal-sistem-informasi-mc-
donald/

https://sim-septialutfi-11140273-esty.blogspot.com/2015/10/penerapan-sim-pada-
perusahaan-fast-food.html