Anda di halaman 1dari 21

KARYA ILMIAH

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA


MELALUI METODE DEMONSTRASI
MATA PELAJARAN IPA KELAS IV SEMESTER I
SDN NGALURAN 1 KARANGANYAR DEMAK

Diajukan untuk Memenuhi Tugas dalam Menempuh Mata Kuliah


Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP)/PDGK 4501
Program Strata I FKIP Universitas Terbuka

Oleh:
Nama : FUAD HASIM
NIM : 823700092
Program Studi : S1 PGSD
Pokjar / Kabupaten : DEMAK / DEMAK

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ SEMARANG
2015
ABSTRAK

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA


MELALUI METODE DEMONSTRASI
MATA PELAJARAN IPA KELAS IV SEMESTER I
SDN NGALURAN 1 KARANGANYAR DEMAK

Fuad Hasim ( 823700092 )


fuadhasim0@gmail.com

Pembelajaran IPA kelas IV SDN Ngaluran 1 Kecamatan Karanganyar


Kabupaten Demak selama ini siswa cenderung monoton karena guru hanya
menggunakan metode ceramah. Tujuan dilakukan Penelitian Tindakan Kelas pada
pembelajaran IPA tentang Daur Hidup Hewan karena peneliti mengalami kesulitan
dalam menciptakan pembelajaran yang menarik, mudah dipahami, dan menyenangkan,
menantang siswa terlibat khususnya pada Indikator Daur Hidup Hewan. Rendahnya
prestasi siswa yaitu dari 41 siswa yang mencapai ketuntasan hanya 39% atau 16 siswa
dan 25 siswa belum tuntas dengan persentase 61%. Hal tersebut karena guru kurang
jelas dalam menyampaikan materi, pemberian contoh-contoh kurang, penggunaan
metode juga kurang tepat yaitu ceramah dan tanya jawab serta tidak menggunakan alat
peraga. Penelitian dilaksanakan dua tahap yaitu siklus I dan siklus II, pada siklus I
sudah menerapkan metode demonstrasi. Persentase hasil yang di dapat 68%. Dan siklus
II meningkat menjadi 88%. Pada siklus II siswa sudah berani mendemonstrasikan alat
peraga masih dalam bimbingan guru. Persentase keaktifan dari kegiatan siswa juga
meningkat, siklus I mencapai 68% dan siklus II menjadi 73%. Kesimpulan bahwa model
pembelajaran melalui metode demonstrasi disertai dengan alat peraga dalam proses
pembelajaran dapat meningkatkan prestasi hasil belajar siswa kelas IV pada mata
pelajaran IPA tentang daur hidup hewan di SDN Ngaluran 1 Karanganyar Demak.

Kata Kunci: Prestasi Belajar, IPA, Metode Demonstrasi.


3

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Guru memiliki peran yang sangat besar terhadap keberhasilan pendidikan.
Seyogyanya guru menguasai kemampuan mengajarkan pengetahuan,
kecakapan, dan keterampilan hidup pada siswa agar bisa menumbuhkan
proses pembelajaran yang baik dan dapat mencapai hasil yang optimal. Untuk
itu diperlukan guru-guru yang profesional dan berkompeten, yaitu guru yang
senantiasa mampu dan mau meningkatkan kemampuan profesionalnya.
Menurut Pemendiknas nomer 22 tahun 2006 tentang standar isi untuk
satuan pendidikan dasar dan menegah dijelaskan bahwa tujuan mata pelajaran
IPA diharapkan menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri
sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam
menerapkan didalam kehidupan sehari-hari.

Dalam KTSP mata pelajaran IPA di SD/MI bertujuan agar peserta didik
memiliki kemampuan sebagai berikut :

1) Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang


bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
2) Mengembangkan rasa ingin tahu yang saling mempengaruhi antara IPA,
Lingkungan, teknologi, dan masyarakat.
3) Mengembangkan ketrampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar,
memecahkan masalah dan membuat keputusan, dari tujuan tersebut maka
tugas seorang pendidik adalah bagaimana menerapkan beberapa
ketrampilan mengajar agar seluruh tujuan tersebut dapat tercapai dalam
mata pelajaran IPA. Selain itu, pelajaran IPA juga memberikan
pengetahuan dasar dari konsep yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-
hari.

Hal ini ditunjukan dengan data rata-rata ulangan harian siswa kelas IV
SDN Ngaluran 1 dengan hasil ulangan IPA menunjukan masih belum
4

maksimal yaitu siswa memperoleh nilai tertinggi, nilai terendah, dan nilai
rata-rata kelas dari siswa, dari data observasi awal tersebut menunjukan belum
tercapainya nilai KKM yang telah ditentukan yaitu 70. Dengan melihat data
hasil belajar dan pelaksanaan mata pelajaran tersebut diperlukan adanya suatu
upaya untuk mengadakan perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran
IPA, agar siswa menjadi aktif dalam mengembangkan ketrampilan serta
memahami konsep-konsep IPA dengan mudah sehingga hasil belajar siswa
dapat memenuhi kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan sekolah.

Untuk meminimalisir permasalahan di SDN Ngaluran 1 maka perlu


penerapan modal pembelajaran yang inovatif, dalam modal pembelajaran
yang inovatif peran guru tidak hanya sebagai transformator tetapi sebagai
fasilitator, motivator dan evaluator. Pembelajaran inovatif prinsip belajarnya
konstruktivis yaitu siswa membangun sendiri pengetahuanya melalui interaksi
dengan lingkungan sebagai sumber belajar. Penulis melaksanakan perbaikan
pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas (PTK).

1. Identifikasi Masalah
Dalam tes formatif pembelajaran IPA tentang materi pokok daur hidup
hewan di kelas IV semester 1 ternyata kami mengalami beberapa masalah
yang sangat berpengaruh pada keberhasilan siswa yang sebagian besar belum
mencapai target ketuntasan. Dari 41 siswa, hanya 16 siswa yang mempunyai
target ketuntasan belajar atau sebesar 39 % sedangkan 25 siswa belum
mencapai hasil yang memuaskan atau belum tuntas sebesar 61 %.

Dari hasil refleksi dan analisis hasil tes formatif yang diperoleh siswa,
maka penulis mendiskusikan dengan supervisor dan teman sejawat untuk
mengidentifikasi kekurangan selama proses pembelajaran dan hasil diskusi
terungkap adanya beberapa masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran
yaitu:
1. Tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran kurang.
2. Rendahnya minat siswa untuk bertanya dalam proses pembelajaran.
5

3. Keberanian siswa untuk menjawab pertanyaan dari guru masih kurang


4. Kesempatan anak terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran sangat
kurang.
5. Siswa kurang tertarik terhadap penyajian materi yang disampaikan oleh
guru.
2. Analisis Masalah
Analisis masalah yang dapat peneliti simpulkan adalah:
a. Guru menggunakan metode ceramah dan tanya jawab.
b. Siswa kurang dilibatkan didalam pembelajaran.
c. Kurangnya penjelasan dalam menggunakan media dan alat pembelajaran
d. Guru tidak menggunakan alat peraga.
3. Alternatif dan Prioritas Pemecahan Masalah
Dari masalah yang ada dapat diambil kesimpulan alternatif dan prioritas
pemecahan masalahnya, adalah:
a. Guru diharapkan menggunakan alat peraga yang sesuai untuk
memudahkan siswa dalam memahami materi.
b. Guru dalam menjelaskan materi sebaiknya tidak terlalu abstrak, supaya
siswa dapat memahami materi dengan jelas.
c. Sebaiknya guru menggunakan metode demonstrasi agar siswa dapat
memahami bahan pelajaran sesuai dengan objek yang sebenarnya.
d. Sebaiknya siswa ikut terlibat aktif dalam pembelajaran, sehingga siswa
tidak pasif dan termotivasi dalam belajar.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah, analisis
masalah, alternatif dan prioritas pemecahan masalah tersebut diatas, maka
yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian adalah “Apakah melalui
penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas
IV pada pelajaran IPA dalam daur hidup hewan di SDN Ngaluran 1
Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak ?”.
6

C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian perbaikan pembelajaran pada mata pelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam materi daur hidup hewan adalah untuk :

1. Meningkatkan hasil belajar siswa tentang melalui daur hidup hewan


metode demonstrasi.
2. Mengetahui adanya penerapan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.
3. Melalui penerapaan metode Demonstrasi dengan perbaikan pembelajaran
dihaarapkan siswa mendapat prestasi belajar yang lebih baik dan penulis
juga lebih dapat meningkatkan profesionalitasnya sebagai pendidik.
Pelaksanaan perbaikan pembelajaran ini juga disusun untuk memenuhi
salah satu tugas dalam mata kuliah pemantapan kemampuan profesional
program S1 PGSD FKIP Universitas Terbuka.
4. Meningkatkan ketuntasan belajar siswa melalui perbaikan pembelajaran.

D. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran


Dalam hal ini ada dua manfaat yang diharapkan dari kegiatan
pembelajaran tersebut, yakni secara teoretis dan secara praktis, yaitu:
1. Secara teoretis
Untuk menambah teori baru tentang model-model pembelajaran kreatif
dan inovatif, menjadi khasanah ilmu pendidikan dan reverensi, khususnya
pada pembelajaran IPA tentang daur hidup hewan.
2. Secara praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai
pihak dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan meningkatkan
sumber daya manusia, antara lain :
a. Bagi siswa : Menimbulkan minat dan motivasi belajar yang tinggi, proses
pembelajaran akan tepat dianalisis dan diperbaiki, menambah pengalaman
sesuai dengan tujuan pembelajaran.
b. Bagi guru : Membantu guru agar dapat bekerja secara profesional,
meningkatkan percaya diri, memungkinkan guru secara aktif
mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.
c. Bagi Sekolah : Mengembangkan potensi sekolah untuk lebih maju,
mendorong terjadinya sekolahan yang lebih kondusif.
7

KAJIAN PUSTAKA
A. Hakekat Pembelajaran IPA
Ilmu Pengetahuan Alam merupakan mata pelajaran di SD yang
dimaksudkan agar siswa mempunyai pengetahuan, gagasan dan konsep yang
terorganisasi tentang alam sekitar, yang diperoleh dari pengalaman melalui
serangkaian proses ilmiah antara lain penyelidikan, penyusunan dan penyajian
gagasan-gagasan. Pada prinsipnya, mempelajari IPA sebagai cara mencari
tahu dan cara mengerjakan atau melakukan dan membantu siswa untuk
memahami alam sekitar secara lebih mendalam (Depdiknas dalam Suyitno,
2002: 7).
Menurut Iskandar IPA adalah ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa
yang terjadi alam (Iskandar, 2001: 2).

B. Karakteristik Pembelajaran IPA di SD


Kata “ IPA” merupakan singkatan dari “Ilmu pengetahuan alam” kata-
katan ilmu pengetahuan alam merupakan terjemahan dari kata-kata bahasa
ingris ”Natural Science” secara singkat sering disebut “Science” Natural
artinya alamiyah, berhubungan dengan alam atau bersangkut paut dengan
alam. Science artinya ilmu pengetahuan. Jadi ilmu pengetahuan alam (IPA)
atau Science itu secara harfiah dapat disebut sebagai ilmu tentang alam
ini.ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam.untuk
selanjutnya kita akan menggunakan kata IPA sebagai suatu istilah. (Iskandar.
Srini M: 2001.2).

Sains merupakan ilmu empirik yang membahas tentang fakta dan gejala
alam maka dalam pembelajaranya harus faktual.artinya tidak hanya secara
verbal sebagaimana terjadi pada pembelajaran secara tradisional
(asyari,Muslichah:2006.22).

Menurut saya IPA adalah ilmu pengetahuan alam yang mempelajari


tentang alam beserta isinya baik hayati maupun non hayati
8

C. Metode Demonstrasi
Dalam bahasa inggris, method berarti cara apabila dikaitkan dengan
pembelajaran metode adalah cara yang digunakan guru dalam membelajarkan
siswa.
Menurut Djamarah (2002:102) mengatakan bahwa Metode demonstrasi
adalah cara menyajikan bahan pelajran dengan meragakan atau
mempertunjukan kepada siswa suatu proses, situasi atau benda tertentu yang
sedang dipelajari, baik sebenarnya atau tiruan, yang sering disertai dengan
penjelasan lisan.
1. Karakteristik
metode mengajar demonstrasi hakekatnya untuk memyampaikan
pembelajaran pada siswa dalam penguasaan proses objek tertentu. Dalam
pelaksanaan metode demonstrasi, selain guru yang akan menjadi model
juga dapat mendatangkan nara sumber yang akan mendemonstrasikan
objek materi pelajaran, dengan syarat harus menguasi bahan materi yang
didemonstrasikan, serta mengutamakan aktifitas siswa untuk melakukan
demonstrasi tersebut.
2. Prosedur
Prosedur yang dilakukan dalam metode pembelajaran adalah :
a. Mempersiapkan alat peraga yang akan digunakan dalam
pembelajaran.
b. Memberikan penjelasan tentang topik yang akan didemonstrasikan.
c. Pelaksanaan demonstrasi bersamaan dengan perhatian dan peniruan
dari siswa.
d. Penguatan (diskusi, tanya jawab, dan latihan) terhadap hasil
demonstrasi
e. Kesimpulan
3. Keunggulan
Keunggulan metode mengajar demonstrasi dapat dicapai apabila
kondisi pembelajaran diciptakan secara efektif, diantaranya adalah:
9

a. Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu


proses atau kerja suatu benda.
b. Memudahkan berbagai jenis penjelasan.
c. Kesalahan-kesalahan yang terjadi hasil dari cermah dapat
diperbaiki melalui pengamatan dan contoh konkret, dengan
menghadirkan objek sebenarnya (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).
4. Kelemahan
Dalam metode demonstrasi masih tetap ada kelemahan, diantaranya
adalah:
a. Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang
diperuntukkan.
b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan.
c. Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang
menguasai apa yang didemonstrasikan (Syaiful Bahri Djamarah,
2000)

D. Daur Hidup Hewan


A. Daur Hidup tanpa Metamorfosis
1. Daur Hidup Ayam
2. Daur Hidup Kucing
B. Daur Hidup dengan Metamorfosis
a. Metamorfosis sempurna (lengkap)
b. Metamorfosis tidak sempurna ( tidak lengkap)
1. Daur Hidup Kupu-kupu
2. Daur Hidup Nyamuk
3. Daur Hidup Lalat
4. Daur Hidup kecoak
5. Daur Hidup Katak

E. Kerangka Berpikir
10

Dalam pelaksanaan pembelajaran seorang guru harus mampu memilih dan


menerapkan pendekatan metode serta media yang sesuai dengan karakteristik
siswa agar dapat berhasil dan tercapai sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Berdasarkan tujuan pembelajaran seorang guru harus mampu memilih dan
menerapkan metode serta media pembelajaran yang tepat maka, kerangka
berpikirnya adalah Apakah melalui penggunaan metode demonstrasi dapat
meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada pelajaran IPA dalam daur
hidup hewan di SDN Ngaluran 1 Kecamatan Karanganyar Kabupaten
Demak.

F. Hipotesis Tindakan
Sesuai dengan landasan teori dan kerangka berpikir tersebut maka
hipotesis dari penelitian perbaikan pembelajaran adalah “Apakah melalui
Penggunaan Metode Demonstrasi dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Kelas IV pada Pelajaran IPA dalam Daur hidup hewandi SDN Ngaluran 1
Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak Tahun Pelajaran 2015/20216”.

PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

A. Subjek, Tempat, dan Waktu Penelitian

Subjek penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada siswa kelas IV


semester I SDN Ngaluran 1 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak
yang berjumlah 41 siswa terdiri dari laki-laki 28 siswa dan perempuan 13
siswa.

Tempat penelitian tindakan kelas dilakukan di SDN Ngaluran 1


Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak. Letakya di Desa Ngaluran
RT.01 RW.01 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak, Jl. Gajah –
Geneng No. 39, Kode Pos 59582.

Dalam penelitian ini ada beberapa pihak yang membantu diantaranya


adalah Kepala Sekolah, teman sejawat (guru senior).
11

Adapun jadwal pelaksanaan perbaikan pembelajaran terdapat pada berikut


ini :

1. Hari/Tanggal : Kamis, 08 Oktober 2015


Kelas : IV (Empat)
Kompetensi Dasar : Mendiskripsikan daur hidup hewan
dilingkungan sekitar, misalnya kecoa, nyamuk, kupu-kupu, kucing.
Siklus : I (satu)
Pukul : 07.00 – 08.10
2. Hari/Tanggal : Kamis, 15 Oktober 2015
Kelas : IV (Empat)
Kompetensi Dasar : Mendiskripsikan daur hidup hewan
dilingkungan sekitar, misalnya kecoa, nyamuk, kupu-kupu, kucing.
Siklus : II (Dua)
Pukul : 07.00 – 08.10

B. Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran

Siklus I
1) Perencanaan pembelajaran
1. Pada tahap identifikasi masalah dan perumusan masalah, peneliti
bekerja sama dengan teman sejawat dan pembimbing untuk
mengungkap dan memperjelas permasalahan yang peneliti hadapi
untuk dijadikan sebagai jalan pemecahan yang tepat.
2. Merancang pembelajaran dengan meniti beeratkan pada pemberian
beberapa contoh soal dan pemberian latihan yang cukup bagi
peserta didik termasuk kerja kelompok dalam mengerjakan lembar
kerja.
3. Menyiapkan alat peraga dan sumber-sumber pembelajaran.
4. Menyiapkan lembar observasi sebagai panduan bagi observer
dalam mengamati pelaksanaan perbaikan pembelajaran.
5. Merancang tes formatif
12

2) pelaksanaan Pembelajaran
Siklus I direncanakan pada tanggal 08 Oktober 2015. Peneliti akan
dibantu oleh Ibu Alfi Nurasiyah, S.Pd. dan guru senior Ibu Retno
Wiji Astuti, S.Pd. SD untuk mengamati dan pengambilan data dari
hasil tes formatif.
Adapun pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut :
a. Kegiatan Awal ( 10 menit )
b. Kegiatan inti ( 40 menit )
 Eksplorasi
 Elaborasi
 Konfirmasi
c. Kegiatan Akhir ( 10 menit )
3) Pengamatan atau teknik Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data akan diadakan diskusi dengan Guru senior,
pengamatan yang dilakukan meliputi:
a. Guru meneliti hasil belajar siswa atau hasil tes.
b. Mengamati aktifitas belajar individu maupun kelompok.
c. Mencatat masalah-masalah saat tindakan kemudian menjadikan
refleksi sebagai tindak lanjut.
4) Refleksi
Setelah pengumpulan data siklus I diperoleh refleksi sebagai berikut:
o Kurangnya minat dan motivasi belajar siswa terhadap mata
pelajaran IPA tentang daur hidup hewan.
o Penyampaian materi kurang menarik perhatian siswa.
o Kurangnya alat peraga yang dapat menarik minat dan perhatian
siswa terhadap pembelajaran IPA.
o Guru kurang memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya
mengenai hal – hal yang kurang dipahami siswa.
o Hasil pembelajaran kurang memuaskan.
13

Dengan diperoleh refleksi diatas penulis bersama observer perlu


mengadakan perbaikan pembelajaran (kegiatan siklus II) untuk
meningkatkan prestasi belajar siswa secara maksimal.

Masalah kelemahan dan kekurangan terjadi pada pelaksanaan proses


belajar mengajar siklus I, penulis konsultasi dengan observer, hasilnya
berupa pembenahan dari kekurangan pembelajaran siklus I sebagai
berikut:

a. Guru harus memberi penjelasan yang lebih sabar dengan


memperhatikan kemampuan masing – masing siswa.
b. Guru harus menggunakan alat peraga yang lebih menarik minat
belajar siswa dan perhatian siswa.
c. Guru harus memberi motivasi serta kesempatan pada siswa untuk
menanyakan hal – hal yang belum dipahami.
d. Hasil pembelajaran semakin meningkat.

Siklus II
1) Rencana perbaikan pembelajaran
Jika pada tahap Siklus I yang telah selesai dilaksanakan dengan
hasil ketuntasan yang kurang memuaskan masih di bawah 75%, maka
masih perlu membuat rencana perbaikan pembelajaran pada tanggal
15 Oktober 2015. Adapun perbaikan pembelajarannya sesuai dengan
refleksi Siklus I.
2) Tahap pelaksanaan siklus II
Pada tanggal 15 Oktober 2015 akan dilaksanakan rencana
perbaikan pembelajaran siklus II dengan dibantu oleh pengawas dan
guru senior sebagai pengamat. Adapun langkah-langkah
pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
a. Kegiatan Awal ( 10 menit )
b. Kegiatan inti ( 40 menit )
 Eksplorasi
14

 Elaborasi
 Konfirmasi
c. Kegiatan Akhir ( 10 menit )
3) Pengamatan atau teknik Pengumpulan data
Tindakan pengamatan atau pengumpulan data antara lain:
a. Mengamati kerja kelompok secara umum maupun secara khusus
dibantu oleh pengawas dan guru senior.
b. Mencatat hal-hal penting yang terjadi dalam kelompok kemudian
dipecahkan bersama dengan siswa.
c. Merekap hasil tes formatif siswa, untuk mengukur tingkat
keberhasilan yang dicapai oleh siswa.

4) Refleksi
Hasil tes formatif siklus II dikumpulkan untuk dianalisis,
kemudian ditentukan berapa besarnya siswa yang sudah tuntas dan
berapa jumlah siswa yang belum tuntas. Langkah selanjutnya adalah
mengadakan remidi bagi siswa yang belum tuntas dan bagi siswa yang
sudah tuntas diadakan pengayaan.
C. Teknik Analisis Data
Analisa data dilakukan dengan teknik kualitatif yaitu setelah melaksanaan
perbaiakan pembelajaran selesai secara keseluruan. Jika perbaikan
direncanakan dua kali pembelajaran maka analisis data dilakukan setelah
kedua pembelajaran selesai dilaksanakan untuk menghasilkan informasi yang
dapat menjawab hipotesis perbaikan yang dirancang. Data kualitatifnya berupa
komentar observer (pengamat) terhadap kinerja guru dalam pembelajaran serta
aktivitas belajar siswa. Data kuantitifnya adalah hasil belajar siswa kelas IV
yang diamati dengan cara memberikan tes setiap akhir siklus.

Menurut Mills (2000) analisis data adalah upaya yang dilakukan oleh
guru yang berperan sebagai peneliti untuk menerangkan secara akurat data
yang telah dikumpulkan dalam bentuk yang dapat dipercaya dan benar.
15

Analisis data yang peneliti simpulkan disini bahwa peneliti setelah


melaksanakan prasiklus, siklus I, siklus II siswa kelas IV SDN Ngaluran 1
Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak mata pelajaran IPA materi pokok
Daur Hidup hewan prestasi belajarnya meningkat dari prasiklus 39% yang
tuntas meningkat menjadi 68% pada siklus I dan 88% pada siklus II.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran


Pelaksanaan pembelajaran pada tahap awal prasiklus yaitu tanggal 01
Oktober 2015 awalnya belum menggunakan metode demonstrasi dan belum
memanfaatkan alat peraga, guru masih menggunakann metode ceramah.
Keterlibatan siswa dalam pembelajaran masih rendah, siswa cenderung pasif
dan hanya mendengarkan penjelasan dari guru saja. Saat menjelaskan banyak
siswa yang tidak memperhatikan, siswa bicara sendiri, suasana gaduh apalagi
siswa yang duduknya dibagian belakang, mereka tidak memperhatikan
penjelasan dari guru. Keaktifan siswa masih kurang sehingga prestasi belajar
siswa sangat rendah. Indikator keberhasilan juga belum tercapai sesuai dengan
KKM yaitu 70. Hasil tes pada tahap awal dapat diketahui jumlah siswa yang
tuntas dan yang tidak tuntas, nilai minimum, nilai maksimum dan nilai rata-
rata kelas .
Siklus I
a) Rencana Tindakan
Proses pembelajaran difokuskan pada permasalahan yang ada pada
pembelajaran sebelumnya, yaitu sebelum penggunaan metode
demonstrasi. Peneliti menelaah rencana pembelajaran yang sesuai dan juga
menggunakan alat peraga. Agar prestasi belajar bisa meningkat maka
dilaksanakan siklus I pada hari Kamis tanggal 08 Oktober 2015 pukul
07.00 – 08.10 WIB
Pada tahap ini mempersiapkan perlengkapan pembelajaran yang
terdiri dari rencana pembelajaran, soal tes formatif dan lembar observasi
pengelolaan pembelajaran guru, dan alat-alat yang mendukung. Langkah-
16

langkah pembelajaran diantaranya yaitu memotivasi siswa, menyampaikan


tujuan pembelajaran dan menjelaskan cara belajar melalui metode
demonstrasi, apersepsi dan pada kegiatan inti menyampaikan materi daur
hidup hewan melalui metode demonstrasi.
b) Pelaksanaan Tindakan
Tahap pelaksanaan siklus I yang dilaksanakan tanggal 08 Oktober
2015. Kegiatan awal guru memulai pembelajaran dengan memberikan
motivasi dengan bertanya pada siswa “Apakah kalian pernah melihat Ulat
Menjadi Kupu-kupu? Apakah Metamorfosis itu?” dan apersepsi melalui
tanya jawab tentang hal-hal yang berhubungan dengan daur hidup hewan,
serta penjelasan indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
dilanjutkan penjelasan langkah-langkah pembelajaran yang akan
dilaksanakan.
c) Proses Pengumpulan Data
Pada waktu pembelajaran siklus I berlangsung, di bantu Ibu Alfi
Nurasiyah, S.Pd. dan Ibu Wiji Astuti, S.Pd.SD selaku guru senior di SDN
Ngaluran 1 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak untuk mengamati
proses pembelajaran dari awal hingga akhir pembelajaran dengan cara
mengisi lembar observasi yang telah di sediakan. Lembar observasi
tersebut meliputi pengamatan aktivitas guru dalam pengelolaan
pembelajaran dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Dari
hasil observasi tersebut dapat diketahui apa yang menjadi kelemahan dan
kelebihan selama pembelajaran berlangsung.
d) Refleksi
Kegiatan pembelajaran siklus I sudah berjalan baik. Sebagian besar
siswa sudah aktif dalam pembelajaran, sudah melakukan metode
demonstrasi dan menggunakan alat peraga yang disediakan oleh Guru
dengan baik. Hal ini dapat dibuktikan pada saat siswa maju kedepan kelas
untuk mendemonstrasikan alat peraga. Guru juga memberi pertanyaan,
sebagian besar siswa sudah dapat menjawab dan ketika guru menunjuk
salah satu siswa untuk menjawab, sebagian besar siswa sudah berani
17

menjawab, walaupun masih ada siswa yang malu dan takut dalam
menjawab, mereka juga aktif dalam bekerja sama dengan anggota
kelompok dalam berdiskusi.
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran siklus I dapat disimpulkan
bahwa pembelajaran melalui metode demonstrasi berjalan lancar sesuai
yang direncanakan. Siswa merasa senang sehingga termotivasi untuk
mengikuti setiap langkah pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari semangat
dan perhatian siswa terhadap alat dan media pembelajaran yang berupa
potongan kertas manila beserta landasannya. Siswa pada siklus I menjadi
aktif dan dapat dikatakan motivasi belajar siswa tinggi. Kegiatan
pembelajaran pada siklus I antara lain masih ada siswa yang belum berani
mendemonstrasikan alat peraga karena sulit dimengerti, sehingga siswa
masih kurang begitu paham. Kekurangan ini akan diperbaiki pada siklus II.

siklus II
a) Rencana tindakan
Pada tahap perencanan siklus II ini dilaksanakan tanggal 15
Oktober 2015 dengan mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri
dari rencana pembelajaran, soal test formatif, lembar observasi kinerja
guru, lembar observasi siswa dan alat-alat pembelajaran yang mendukung
yaitu potongan kertas beserta landasannya dengan ukuran yang lebih besar
dan warna bervariasi, agar anak lebih paham dan jelas dalam
mendemonstrasikan.
b) Pelaksanaan
Pelaksanaan siklus II dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2015,
indikator tahap ini adalah Menjelaskan daur hidup metamorfosis pada
kupu-kupu, katak, nyamuk, kecoa. Pada permulaan guru memberi motivasi
dengan bertanya “Apakah kalian pernah melihat Ulat Menjadi Kupu-
kupu? Apakah Metamorfosis itu ?” Kemudian pada kegiatan inti guru
bersama siswa mendemonstrasikan alat peraga dengan menunjukkan cara
18

metamorfosis kupu – kupu katak, nyamuk, kecoa dan hewan lainnya


dengan mengunakan gambar dan video pembelajaran.
c) Pengamatan Proses Pembelajaran
Pada saat proses pembelajaran siklus II berlangsung pengawas
untuk mengamati jalannya pembelajaran dari awal hingga akhir
pembelajaran. Dari hasil observasi tersebut sudah sesuai dengan harapan
dan berjalan dengan baik. Siswa sangat tertarik dan aktif dalam mengikuti
jalannya kegiatan pembelajaran. Aktif bekerjasama dengan anggota
kelompok dan aktif dalam berdiskusi. Pelaksanaan pembelajaran pada
siklus II dari hasil penampilan guru sudah melakukan pembelajaran
melalui metode demonstrasi dengan memanfaatkan alat peraga dengan
baik dan sudah mencapai indikator keberhasilan maka tidak diadakan
siklus berikutnya tetapi yang perlu di perhatikan untuk tindakan
selanjutnya adalah memaksimalkan dan mempertahankan apa yang sudah
ada dengan tujuan agar pada pelaksanaan proses belajar mengajar
selanjutnya menggunakan metode demonstrasi disertai alat peraga yang
mendukung.

B. Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran


Melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode
demonstrasi dengan mengoptimalkan alat peraga memiliki dampak positif
dalam meningkatkan motivasi belajar dan memberikan pemantapan
pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru. Presentase
ketuntasan belajar meningkat dari tahap awal, siklus I dan II yaitu masing-
masing 57%, 68%, 87%.

1. Tahap awal
Prestasi belajar IPA siswa pada tahap awal ini dapat dilihat bahwa
jumlah siswa yang mendapat nilai kurang dari 70 masih banyak. Siswa
yang tidak tuntas yaitu 16 anak dari jumlah keseluruhan siswa yaitu 41
anak, sedangkan siswa yang tuntas adalah 25 anak. Bila dilihat dari
19

presentase ketuntasannya saat tahap awal ini siswa yang tidak tuntas
adalah 61% dan yang tuntas adalah 39% . Nilai maksimum yang diperoleh
siswa pada tahap awal ini adalah 90, namun nilai minimum yang diperoleh
siswa masih sangat rendah, yaitu 50. Dengan demikian dapat dilihat
rentang yang sangat jauh antara nilai minimum dan nilai maksimum.

2. Siklus I
Hasil tes formatif IPA pada siklus I yang mencapai nilai ≥70 atau
yang mencapai ketuntasan adalah 28 siswa (68%). Sedangkan siswa yang
belum tuntas adalah 13 anak (32%). Bila dibandingkan saat tahap awal,
prestasi belajar siswa adalah 39% menjadi 68% pada siklus I ini. Kenaikan
ketuntasan dari tahap awal ke siklus I adalah 29%.

3. Siklus II
Hasil tes formatif pada siklus II ini dibandingkan dengan hasil tahap
awal siklus I jauh lebih baik. Hal ini dapat dilihat dari jumlah siswa yang
mencapai ≥70 adalah 36 siswa (88%). Sedangkan siswa yang belum tuntas
hanya 5 siswa (12%). Bila dibandingkan saat tahap awal yang hanya 16
siswa yang tuntas (39%) dan siklus I ada 28 siswa yang tuntas (68%),
siklus II ini memiliki jumlah ketuntasan yang paling tinggi.
Dari data diatas dapat kita ketahui kenaikan persentase ketuntasan
dari siklus I kesiklus II adalah 20%. Nilai minimum pada siklus II ini
adalah 60, lebih tinggi dibandingkan pada saat tahap awal yang hanya 50.
Dan yang mendapat nilai maksimumnya 100 ada 10 siswa, meskipun
tadinya pada siklus I nilai maksimum 100 yang di dapat 3 siswa.

SIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT

A. Simpulan
20

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan maka


dapat diambil kesimpulan bahwa model pembelajaran melalui metode
demonstrasi disertai dengan alat peraga dalam proses pembelajaran dapat
meningkatkan prestasi hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran
IPA tentang penjumlahan pecahan di SDN Ngaluran 1 Kecamatan
Karanganyar Kabupaten Demak semester II Tahun pelajaran 2015 / 2016.
Terbukti pada hasil belajar pada prasiklus jumlah siswa yang tuntas 16
siswa atau 39% dari 41 siswa, pada siklus I yang dinyatakan tuntas
menjadi 28 siswa atau 68% dari 41 siswa dan yang trakhir pada siklus II
yang dinyatakan tuntas ada 36 siswa atau 88% dari 41 siswa.

B. Saran Tindak Lanjut


Berdasarkan hasil penelitian, pada pembelajaran melalui metode
demonstrasi pada mata pelajaran IPA di kelas IV SDN Ngaluran 1
Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak, peneliti dapat memberikan
beberapa saran tindak lanjut kepada:

a. Guru
Untuk meningkatkan mutu pembelajaran IPA guru dapat menerapkan
metode demonstrasi yang disertai dengan penggunaan alat peraga untuk
membantu mempermudah pemahan siswa dalam pemahaman materi, yang
disesuaikan dengan kondisi siswa, dan kemampuan guru itu sendiri.
Instrumen tes maupun nontes yang digunakan dalam penelitian ini
sebaiknya terus disempurnakan dan dikembangkan sehingga memperoleh
tingkat validasi yang lebih memuaskan.

b. Siswa
Pembelajaran IPA dengan menerapkan metode demonstrasi disertai
alat peraga dapat membantu pemahan siswa dalam penyampaian materi,
siswa menjadi senang dan kemudian tertarik dengan pembelajarannya.

DAFTAR PUSTAKA
21

Anggoro, M Thoha dk, Metode penelitian, Jakarta. Universitas Terbuka.


Harmi, Sri. 2015. Ilmu Pengetahuan Alam. Solo:PT Tiga Serangkai Pustaka
Mandiri.
Triatmono, Hewi Murdaningsih, 2005. Bimbingan Pembelajaran Sains 4.
Surakarta:Mediatama.
Wahyono, Budi, Setya Nurachmandani. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam 4.
Surabaya:UD. Utama Prima.
Wardani,I.G.A.K; Wihardit, K. dan Nasoetion. 2003. Penelitian tindakan kelas.
Jakarta:Universitas Terbuka.
Aqib, Zaenal. 2008. Karya tulis ilmiah, Bandung:Yrama widya.
Tim dosen. 2008. Panduan penulisan karya tulis ilmiah, semarang:Universitas
Negeri Semarang.
Sarini, M. Iskandar. 2001. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Bandung: CV.
Maulana.
Muclish, Masnur. 2009. Melaksanakan Penelitian tindakan kelas itu mudah,
Jakarta:PT. Bumi Aksara.
Permana,Johar. Sumantri. Mulyani. 2000. Strategi belajar mengajar,Jawa
tengah: Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan.