Anda di halaman 1dari 4

Nama : Maskur

Nim : 20101440118045

Model Konseptual Keperawatan Jiwa

1. Psikoanalisis
Model ini menjelaskan bahwa gangguan jiwa dapat terjadi pada seseorang
apabila ego ( akal ) tidak berfungsi dalam mengontrol id ( kehendak nafsu atau
insting ). Ketidakmampuan seseorang dalam menggunakan akalnya ( ego ) untuk
mematuhi tata tertib, peraturan, norma, dan agama ( super-ego/das uberich ) akan
mendorong terjadinya penyimpangan perilaku ( deviationof behavioral ). Factor
penyebab lain gangguan jiwa dalam teori ini adalah adanya konflik intrapsikis,
terutama pada masa kanak-kanak. Sebagai contoh ketidakpuasan pada masa oral,
dimana anak tidak mendapatkan air susu secara sempurna, tidak adanya stimulasi
untuk belajar berkata-kata, dilarang dengan kekerasan untuk memasukan benda pada
mulutnya pada fase oral dan sebagainya. Hal ini akan menyebabkan trauma yang
membekas pada masa dewasa. Proses terapi pada model ini adalah menggunakan
metode asosiasi bebas dan analisis mimpi, masa peralihan untuk memperbaiki trauma
masalalu. misalnya, klien dibuat dalam keadaan sangat mengantuk. Dalam keadaan
tidak berdaya , pengalaman alam bawah sadarnya digali dengan pertanyaan –
pertanyaan untuk menggali trauma masalalu. Hal ini lebih dikenal dengan metode
hipnotis, yang memerlukan keahlian dan latihan yang khusus. Dengan cara demikian,
klien akan mengungkapkan semua pikiran dan mimpinya, sedangkan terapis berupaya
untuk menginterpretasikan pikiran dan mimpi pasien. Peran perawat adalah berupaya
melakukan assessment atau pengkajian mengenai keadaan – keadaan traumatis atau
stressor yang dianggap bermakna pada masalalu ( misalnya pernah disiksa orang tua,
pernah disodomi, diperlakukan secara kasar, ditelantarkan, diasuh dengan kekerasan,
diperkosa pada masa anak-anak) dengan menggunakan pendekatan komunikasi
terapeutik setelah terjalin hubungan saling percaya.
2. Interpersonal
Teori ini dikemukakan oleh Harri Stack Sullivan. Dia menganggap perilaku itu
merupakan bentukan karena adanya interaksi dengan orang lain atau lingkungan
sosial. Kecemasan disebabkan perilakunya tidak sesuai atau tidak diterima orang lain
sehingga akan ditolak oleh lingkungan. Perilaku timbul karena adanya dorongan untuk
kepuasan dan dorongan untuk keamanan. Perilaku karena adanya dorongan untuk
memuaskan diri disebabkan karena adanya kelaparan, tidur, kenyamanan dan
kesepian. Keamanan berhubungan dengan penyesuaian diri terhadap nila-nilai
budayaseperti nilai-nilai masyarakat dan suku. Sulivan beranggapan bila kemampuan
untuk memenuhi kebutuhan akan kepuasan dan keamanan terganggu maka dia akan
mengalami sakit mental. 
3. Sosial
Menurut konsep ini, seseorang akan mengalami gangguan jiwa atau
penyimpangan perilaku apabila banyaknya factor social dan factor lingkungan yang
akan memicu munculnya stress pada seseorang, dimana akan menimbulkan
kecemasan dan gejala ( social and enviromental factor creat stress, which cause
anxiety and symptom ). prinsip proses terapi yang sangat penting dalam model konsep
ini adalah modifikasi lingkungan ( environment manipulation ) dan dukungan sosial
( social suport ). Peran perawat dalam memberikan terapi menurut model ini adalah
pasien harus menyampaikan masalah menggunakan sumber yang ada dimasyarakat
melibatkan teman sejawat, atasan keluarga, atau suami istri. Sementara itu, terapis
upaya menggali sitem social klien seperti suasana dirumah, dikantor, disekolah,
dimasyarakat, atau tempat kerja.
4. Eksistensial
Konsep ini didasarkan teori dari Sartre, Heidegger dan Keirkegaard. Fokus
teori berdasarkan pengalaman kllien disini dan saat ini, tidak memperhitungkan masa
lalu klien. Seseorang akan merasa hidupnya bermakna bila dia menerima dirinya apa
adanya dan memakai itu untuk berinteraksi dengan lingkungannya.
5. Suportifterapi
Penyebab gangguan jiwa dalam konsep ini adalah factor biopsikososial dan
respons mal adaptif saat ini. Aspek biologinya menjadi masalah seperti : sering sakit
maag, migrain, atau batuk-batuk. Aspek psikologi snya mengalami banyak keluhan,
seperti : mudah cemas, kurang percaya diri, perasaan bersalah, ragu-ragu dan
pemarah. Aspek sosialnya memiliki masalah seperti : susah bergaul, menarikdiri, tidak
disukai, bermusuhan, tidak mampu medapatkan pekerjaan, dan sebagainya. Semua hal
tersebut terakumulasi menjadi penyebab gangguan jiwa. Fenomena tersebut muncul
akibat ketidakmampuan dalam beradaptasi pada masalah-masalah yang muncul saat
ini dan tidak ada kaitannya dengan masalalu.
prinsip proses terapinya adalah menguatkan respon koping adaptif, individu
diupayakan mengenal terlebih dahulu kekuatan-kekuatan apa yang ada pada dirinya ;
kekuatan mana yang bias digunakan sebagai alternative pemecahan masalahnya.
Perawat harus membantu individu dalam melakukan identifikasi koping yang dimiliki
dan yang biasa digunakan klien. Terapi berupaya menjalin hubungan yang hangat dan
empati dengan klien untuk menyiapkan koping klien yang adaptif.
6. Medical /medis
Konsep ini dikemukan oleh Siglar and Osmond. Fokusnya pada diagnosis
penyakit mental dan proses pengobatan berdasarkan diagnosis. Proses pengobatan ke
arah somatik : farmakoterapi, ECT atau psikosurgery. Fungsi model medikal adalah
mengobati yang sakit dan proses pengobatan pada fisik, tidak menyalahkan perilaku
kliennya.
7. Komunikasi
Konsep ini dikemukan oleh Eric Berne.Dia mengatakan bahwa setiap perilaku,
baik verbal maupun nonverbal adalah bentuk komunikasi. Ketidakmampuan
komunikasi mengakibatkan kecemasan dan frustasi.
8. Perilaku
Dikembangkan oleh Bandura, Pavlov. Perilaku menyimpang terjadi karena
individu telah membentuk kebiasaan perilaku yang tidak diinginkan. Proses terapi
:terapi adalah pendidikan, penyimpangan perilaku tidak dihargai, perilaku yang lebih
produktif dikuatkan, terapi relaksasi dan latihan keasertifan.
Peran pasien :mempraktekkan dan mengembangkan tehnik perilaku yang digunakan.
Peran terapis :membantu mengembangkan dan menguatkan perilaku yang adaptif.
9. Stress adaptasi
Perawat jiwa dapat memberikan asuhan keperawatan jiwa lebih efektif bila
berdasarkan pada model stres-adaptasi. Meyakini bahwa individu berpotensi sehat
sakit, memiliki kemampuan adaptasi yang meliputi fisik, konsep diri, peran dan saling
ketergantungan Individu mempunyai kemampuan pertahanan diri yang berbeda
tergantung dari genetik, pengaruh lingkungan, sifat dan tingkat stress serta koping
yang tersedia.Respons adaptif individu dipengaruhi oleh factor predisposisi, factor
presipitasi, penilaian awal stresor, penilaian terhadap sumber koping yang digunakan.
10. Model keperawatan
Konsep ini dikemukan oleh Dorethea, Orem, Joan Richi, Roy dan Martha
Rogers.Konsep ini berdasarkan teori sistem, teori perkembangan dan teori interaksi
yang bersifat holistik : bio-psiko-sosial spiritual. Perawat mengarah pada perubahan
perilaku, menyediakan waktu banyak, menciptakan hubungan yang terapeutik dan
sebagai pembela klien.