Anda di halaman 1dari 17

Sekutu Baru Berinvestasi dalam Persekutuan

Sekutu baru dapat memperoleh bagian dari persekutuan dengan cara melakukan investasi
ke dalam bisnis dan persekutuan nantinya akan menerima kas atau asset lain. Pada umumnya,
ada tiga kasus yang dapat terjadi data sekutu baru menginvestasikan asetnya ke dalam
persekutuan :
1. Investasi sekutu baru sama dengan proporsi sekutu baru atas nilai buku persekutuan
2. Investasi sekutu baru lebih besar dari proporsi sekutu baru atas nilai buku persekutuan.
Hal ini dapat terjadi karena asset neto persekutuan sebelumnya dinilai terlalu
rendah pada pembukuan atau dapat pula terjadi karena adanya goodwill yang belum
tercatat
3. Investasi sekutu baru lebih rendah dari proporsi sekutu baru atas nilai buku persekutuan.
Kasus ini dapat terjadi karena neto persekutuan sebelumnya dinilai terlalu tinggi
pada pembukuan atau pun dapat terjadi karena sekutu baru memberikan kontribusi
goodwill sebagai tambahan untuk aset lain

Langkah awal yang dilakukan untuk mempertimbangkan masuknya sekutu baru adalah
menghitung proporsi sekutu baru atas nilai buku persekutuan

Proporsi Modal Sekutu


Investasi Persentase
Sekutu Baru = yang Ada + x
Sekutu Baru Modal atas
atas Nilai Buku Sebelumnya
Sekutu Baru
Persekutuan

Adapun prosedur yang harus diikuti dalam akuntansi untuk penerimaan sekutu baru
adalah yang pertama, membandingkan proporsi sekutu baru atas nilai buku persekutuan
disbanding dengan jumlah investasi yang dilakukan sekutu baru. Hal inni dilakukan sebelum
revaluasi atas pengakuan goodwill.
Langkah kedua adalah menentukan metode penerimaan tertentu. Umumnya, terdapat tiga
metode yaitu :
1. Metode revaluasi asset neto
2. Pengakuan goodwill
3. Metode bonus

Dalam metode revaluasi asset neto dan metode pengakuan goodwill, dasar biaya historis dari
asset neto persekutuan disesuaikan selama penerimaan sekutu baru. Dalam metode bonus, asset
neto tetap berada pada dasar biaya historis. Pilihan metode akuntansi dalam penerimaan sekutu
baru bergantung pada kesepakatan para sekutu
Jika sekutu abru membayar lebih dari nilai buku, amak kelebihan biaya perolehan diatas niali
buku, yaitu diferensial positif, yang mungkin terjadi karena goodwill yan tidak diakui atau
karena asset yang dinilai terlalu rendah. Sedangkan, jika nilai buku sama dengan biaya perolehan
investasi, maka tidak ada diferensial yang artinya nilai buku dari asset neto sama dengan biaya
perolehan investasi. Jika, perolehan investasi kurang dari nilai buku, maka ada kelebihan niali
buku diatas baiya perolehan, karena asset persekutuan dinilai terlalu tinggi

CONTOH ILUSTRASI
Terdapat sebuah Persekutuan AB. Berikut sebuah tinjauan dari fakta-fakta utama untuk
contoh ini adalah sebagai berikut.
1. Tanggal 1 Januari 20X3, modal dari persekutuan AB adalah Rp 30.000.000. Saldo
Aldi adalah Rp20.000.000 dan saldo Bayu adalah Rp10.000.000. Rasio pembagian
laba antara Aldi dan Bayu adalah 60:40.
2. Citra diminta menjadi sekutu baru. Citra akan mendapatkan seperempat kepentingan
modal dan 25 persen bagian laba. Aldi dan Bayu akan membagi 75 persen sisa laba
dengan rasio 60:40, menghasilkan bagian laba 45 perseh untuk Aldi dan 30 persen
untuk Bayu.

Kasus 1. Nilai Investasi Sekutu Baru Sama Dengan Proporsi Nilai Buku Persekutuan
Total nilai buku dari persekutuan sebelum penerimaan sekutu baru adalah Rp 30.000.000
dan sekutu baru, Citra membeli seperempat kepentingan modal senilai Rp 10.000.000. Nilai
investasi sekutu baru biasanya hasil negosiasi antara sekutu sebelumnya dengan sekutu
prospektif. Seperti halnya akuisisi atau investasi, investor harus menentukan nilai pasarnya dan
kemampuan dalam menghasilkan laba atas asset neto persekutuan. Investasi sekutu baru
kemudian menjadi persentase modal persekutuan yang diakuisisi. Dalam kasus ini, Citra harus
percaya bahwa investasi senilai Rp 10.000.000 adalah harga wajar untuk seperempat
kepentingan dalam persekutuan, atau dia tidak melakukan investasi sama sekali.
Setelah nilai investasi disetujui, mungkin akan dihitung nilai buku proporsional sekutu
baru. Untuk investasi Rp 10.000.000, Citra akan mendapatkan seperempat kepentingan dalam
persekutuan sebagai berikut.
Investasi pada persekutuan Rp 10.000.000
Nilai buku proporsional sekutu baru :
(Rp 30.000.000 + Rp 10.000.000) x 0,25 (Rp 10.000.000)
Selisih (Investasi - Nilai buku) Rp 0

Oleh karena nilai investasi (Rp10.000.000) sama dengan 25 persen nilai buku
proporsional sekutu
baru (Rp10.000.000 = Rp40.000.000 x 0,25), maka ada implikasi bahwa aset neto telah dinilai
secara wajar. Total modal yang dihasilkan sama dengan modal sekutu sebelumnya
(Rp30.000.000) ditambah investasi berwujud sekutu baru( Rp 10.000.000). Perlu dicatat bahwa
kredit modal yang ditetapkan kepada sekutu baru adalah bagian dari total modal yang dihasilkan
persekutuan setelah diterimanya ia sebagai sekutu baru. Jurnal pada pembukuan persekutuan
adalah sebagai berikut.

1 Januari 20X3
(10) Kas Rp 10.000.000
Modal, Citra Rp 10.000.000
Penerimaan Citra untuk seperempat kepentingan
atas investasinya sebesar Rp 10.000.000

Modal Investasi Proporsi Total Modal Bagian


Sebelumnya Berwujud Sekutu Baru yang Sekutu Baru
Sekutu Baru dari Nilai Dihasilkan dari Total
Buku Modal yang
Persekutuan Dihasilkan
25%
Kasus 1
Investasi sekutu Rp Rp Rp
baru sama 10.000.000 10.000.000 10.000.000
dengan nilai
buku
proporsional
Tidak ada Rp Rp
revaluasi, bonus, 40.000.000 10.000.000
atau goodwill

Kasus 2. Nilai Investasi Sekutu Baru Lebih Besar dari Proporsi Nilai Buku Persekutuan
Dalam beberapa kasus, sekutu baru dapat menginvestasikan lebih besar pada perseutuan
yang sudah ada dibanding bagian proporsional dari nilai buku persekutuan. Hal ini berarti bahwa
sekutu baru tersebut menghargai beberapa niai pada persekutuan yang tidak tercermin dalam
pembukuan
Sebagai contoh asumsikan Citra menginvestasikan Rp 11.000.000 untuk seperempat
kepentingan modal dalam persekutuan ABC. Langkah pertama adalah membandingkan investasi
sekutu baru dengan nilai buku proporsional sekutu baru, seperti berikut :

Investasi pada persekutuan Rp 11.000.000


Nilai buku proporsional sekutu baru :
(Rp 30.000.000 + Rp 11.000.000) x 0,25 (Rp 10.250.000)
Selisih (Investasi = Nilai buku) Rp 750.000

Citra telah menginvestasikan Rp 11.000.000 atas kepentingan dengan nilai buku sebesar
Rp 10.250.000, sehingga membayar lebih tinggi sebesar Rp 750.000 diatas nilai buku saat ini.
Umumnya, kelebihan investasi di atas nilai buku kepentingan persekutuan mengindikasikan
bahwa nialai aset neto sebelumnya dinilai terlalu rendah atau persekutuan memiliki goodwill
yang tidak dicatat . Berikut ada tiga alternatif perlakuan akuntansi dalam kasus ini.

1. Merevaluasi ast neto yang meningkat. Dalam alternatif ini dapat dilakukan :
a. Nilai buku dari aset neto dinaikkan ke nilai pasarnya.
b. Akun modal sekutu sebelumnya dinaikkan sebagai bagian dari kenaikan nilai
buku aset neto.
c. Total modal yang dihasilkan persekutuan mencerminkan saldo modal sebelumnya
ditambah nilai revaluasi aset ditambah investasi sekutu baru.
2. Mencatat goodwill yang tidak diakui. Pada metode ini
a. Goodwill yang tidak diakui akan dicatat.
b. Akun modal sekutu sebelumnya dinaikkan sebagai bagian dari goodwill.
c. Total modal yang dihasilkan persekutuan mencerminkan saldo modal sebelumnya
ditambah nilai goodwill yang diakui ditambah investasi sekutu baru.
3. Menggunakan metode bonus. Pada dasarnya, metode bonus adalah pengalihan saldo
modal di antara para sekutu.Metode ini digunakan ketika sekutu tidak ingin untuk
mencatat penyesuaian pada akun aset dan liabilitas atau mengakui goodwill. Dalam
metode ini:
a. Akun modal sekutu sebelumnya dinaikkan sebagai bagian dari bonus yang
dibayarkan sekutu baru.
b. Total modal yang dihasilkan persekutuan mencerminkan saldo modal sebelumnya
ditambah investasi sekutu baru.

Persekutuan dapat menggunakan salah satu dari ketiga alternatif tersebut. Keputusan
dibuat biasanya hasil negosiasi antara sekutu sebelumnya dengan sekutu prospektif. Beberapa
akuntan mengkritik revaluasi aset neto atau pengakuan goodwill karena meninggalkan prinsip
biaya historis dan tidak sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku,dalam PSAK 19 tentang
"Aset Tak Berwujud”
yang melarang perusahaan mengakui goodwill yang tidak diperoleh melalui pembelian. Akuntan
menggunakan metode revaluasi goodwill dan aset berpendapat bahwa tujuan akuntansi
persekutuan
adalah untuk menyatakan secara wajar ekuitas modal relatif dari para sekutu, dan hal ini bisa
menggunakan prosedur akuntansi yang berbeda dari yang digunakan pada entitas korporasi.
Fungsi akuntan adalah untuk memastikan bahwa setiap estimasi yang digunakan dalam proses
penilaian berdasarkan pada bukti terbaik yang tersedia. Penilaian subjektif yang dapat
menurunkan kewajaran penyajian laporan keuangan persekutuan harus dihindari atau
diminimalkan.

Contoh Ilustrasi Revaluasi Pendekatan Aset Neto


Asumsikan bahwa Citra membayar kelebihan Rp 750.000 (Rp 11.000.000 – Rp 10.250.000) atas
nilai buku proporsional karena persekutuan memiliki tanah dengan nilai buku sebesar Rp
4.000.000, tetapi penilaian nilai buku terkini mengindikasikan tanah tersebut memiliki nilai pasar
Rp 7.000.000. Sekutu sebelumnya memutuskan untuk menggunakan penerimaan sekutu baru
sebagai pengakuan menaikan nilai tanah dan
Untuk menetapkan kenaikan ini kea kun saldo modal para sekutu dengan menggunakan rasio
laba dan rugi yang ada sepanjang terjadinya kenaikan. Modal Aldi meningkat sebesar Rp
1.800.000 (60 persen dari kenaikan seebsar Rp 3.000.000) , dan modal Bayu meningkat sebesar
Rp 1.200.000 (40 persen dari kenaikan seebsar Rp 3.000.000). Persekutuan akan membuat jurnal
untuk revaluasi tanah sebagai berikut :
(11) Tanah Rp 3.000.000
Modal, Aldi Rp 1.800.000
Modal, Bayu Rp 1.200.000
Merevaluasi tanah persekutuan menjadi nilai pasar

Investasi Citra sebesar Rp 11.000.000 menjadikan total modal yang dihasilkan


persekutuan sebesar Rp 44.000.000, seperti sebagai berikut

Modal persekutuan AB sebelumnya Rp 30.000.000


Revaluasi atas tanah menjadi nilai pasar Rp 3.000.000
Investasi Citra Rp 11.000.000
Total modal yang dihasilkan persekutuan ABC Rp 44.000.000

Citra mengakuisisi seperempat kepentingan pada total modal yang dihasilkan ABC.
Kredit modal Citra, setelah merevaluasi tanah, dihitung sebagai berikut.
Bagian sekutu baru dari
(12) Kas Rp 11.000.000
Modal, Citra Rp 11.000.000
Penerimaan Citra untuk seperempat kepentingan rnodal dalam
persekutuan ABC.

Ketika tanah dijual, Citra akan berpartisipasi pada keuntungan atau kerugian yang
dihitung dengan dasar nilai buku yang baru sebesar Rp 7.000.000, yang merupakan nilai pasar
tanah pada saat penerimaannya ke dalam persekutuan. Seluruh kenaikan pada nilai tanah
sebelum penerimaan Citra adalah milik sekutu sebelumnya.

Ilustrasi Pengakuan Goodwill. Sebuah sekutu yang masuk mungkin akan membayar
lebih karena adanya goodwill yang tidak diakui, diunjukkan dengan tingginya profitabilitas
persekutuan. Beberapa persekutuan menggunakan perubahan keanggotaan sebagai peluang untuk
mencatat goodwill yang tidak diakui oleh sekutu sebelumnya. Pencatatan goodwill yang tidak
diakui digunakan dalam akuntansi persekutuan untuk membentuk ekuitas modal yang sesuai di
antara para sekutu.

Pada umumnya, jumlah goodwill ditentukan berdasarkan negosiasi antara sekutu yang
sudah
dengan sekutu prospektif dan berdasarkan estimasi laba masa depan. Misalnya, sekutu yang
sudah ada dan sekutu baru setuju bahwa, disebabkan adanya upaya sekutu yang sudah ada,
persekutuan mwmiliki potensi menghasilkan laba, dan goodwill senilai Rp3.000.000 harus
dicatat untuk mengakui fakta ini. Biaya perolehan investasi yang dinegosiasikan dengan sekutu
baru akan didasarkan sebagian pada potensi menghasilkan laba dalam persekutuan tersebut.
Alternatifnya, goodwill mungkin akan diestimasikan dari jumlah investasi sekutu baru.
Misalnya, dalam kasus ini, Citra menginvestasikan
untuk seperempat kepentingan; karena itu, dia harus percaya bahwa modal persekutuan yang
dihasilkan sebesar Rp 44.000.000 (Rp 11.000.000 x 4). Perkiraan goodwill adalah Rp 3.000.000

Langkah 1
25% dari estimasi total modal yang dihasilkan Rp 11.000.000
Estimasi total modal yang dihasilkan (Rp 11.000.000 : 0,25) Rp 44.000.000

Langkah 2
Estimasi total modal yang dihasilkan Rp 44.000.000
Total aset neto tidak termasuk goodwill
( Rp 30.000.000 + Rp 11.000.000 investasi dari Citra) (Rp 41.000.000)
Estimasi goodwill Rp 3.000.000

Cara Iain untuk melihat pernbuatan goodwill pada saat penerimaan sekutu baru adalah
menggunakan akun T untuk menggambarkan laporan posisi keuangan persekutuan.

Laporan Posisi Keuangan

Sebelum penerimaan Aset neto Rp 30.000.000 Modal Sekutu Rp


30.000.000
Citra sbg sekutu baru
Investasi sekutu baru Kas Rp 11.000.000 Modal berwujud Rp
11.000.000
berupa kas sekutu baru

Modal sebelum pengakuan Rp 41.000.000 Rp


41.000.000
Goodwill
Estimasi goodwill baru Goodwill Rp 3.000.000 Modal dari goodwill
Rp 3.000.000
Total modal yg dihasilkan Aset neto Rp 44.000.000 Total modal yg
Rp 44.000.000
dihasilkan
Goodwill baru Rp 3.000.000 adalah penyeimbang laporan posisi keuangan antara modal
berwujud (Rp41.000.000), yang termasuk investasi kas sekutu baru, dan estimasi total modal
yang dihasilkan persekutuan ABC (Rp 44.000.000).
Goodwill yang tidak diakui akan dicatat, dan akun modal sebelumnya dikredit sebagai
kenaikan asset. Penyesuaian terhadap akun modal pada rasio laba atau rugi yang sudah ada
selama periode goodwill dibentuk. Hal ini akan menaikkan modal Aldi sebesar 60 persen dari
nilai goodwill dan modal
Bayu sebesar 40 persen. Jurnal untuk mencatat goodwill dan penerimaan Citra adalah sebagai
berikut
(13) Goodwill Rp 3.000.000
Modal, Aldi Rp 1.800.000
Modal, Bayu Rp 1.200.000
Mengakui goodwill yang belum dicatat
(14) Kas Rp 11.000.000
Modal, Citra Rp 11.000.000
Menerirna Citra ke dalam persekutuan
untuk seperempat kepentingan modal:
Rp 44.000.000 x 0,25
Alasan lain mencatat goodwill karena sekutu baru menginginkan modalnya sama dengan
jumlah yang diinvestasikan. Penting untuk mencatat bahwa Rp 11.000.000 yang dikredit ke akun
modal Citra adalah seperempat dari total modal yang dihasilkan persekutuan ABC sebesar
Rp44.000.000. Pada periode mendatang, jika ada penurunan kerugian goodwill akan dibebankan
pada laba
persekutuan sebelum laba neto didistribusikan kepada sekutu. Konsekuensinya, distribusi laba
kepada Citra di masa depan bisa dipengaruhi oleh goodwill yang diakui pada saat Citra diterima
ke dalam persekutuan.

Ilustrasi Metode Bonus Beberapa persekutuan menolak untuk mengakui revaluasi aset atau
goodwill yang tidak dicatat ketika sekutu baru bergabung. Sebaliknya, mereka mencatat bagian
dari investasi sekutu baru sebagai bonus kepada sekutu yang sudah ada untuk menyelaraskan
saldo modal pada saat
penerimaan sekutu baru. Dalam kasus ini, kelebihan Rp 750.000 yang dibayarkan Oleh Citra
adalah bonus yang dialokasikan kepada sekutu sebelumnya dengan rasio laba atau rugi mereka
sebesar 60
persen kepada Aldi dan 40 persen kepada Bayu. Persekutuan ABC menghasilkan total modal
yang
terdiri dari modal Aldi dan Bayu sebelumnya sebesar Rp 30.000.000 ditambah investasi Citra
sebesar
Rp 11.000.000. Tidak ada modal tambahan yang diakui dengan merevaluasi aset. Nilai kredit
modal
yang diakuisisi oleh sekutu baru dihitung sebagai berikut.

Bagian sekutu baru dari = (Rp30.000.000 + Rp11.000.000) x 0,25 = Rp10.250.000


total modal yang dihasilkan

Jurnal untuk mencatat penerimaan Citra berdasarkan metode bonus adalah sebagai berikut.
(15) Kas Rp 11.000.000
Modal, Aldi Rp 450.000
Modal , Bayu Rp 300.000
Modal, Citra Rp 10.250.000
Penerimaan Citra dengan bonus untuk Aldi dan Bayu.

Citra tentu akan tidak menyukai metode bonus karena saldo modalnya sebesar Rp750.000
lebih rendah daripada saldo investasinya. Ini merupakan kelemahan dari metode bonus. Berikut
adalah skedul yang menyajikan konsep kunci untuk Kasus 2.

Modal Investasi Proporsi Total Modal Bagian


Sebelumnya Berwujud iSekutu Baru yang Sekutu Baru
Sekutu Baru dari Nilai Dihasilkan dari Total
Buku Modal yang
Persekutuan Dihasilkan
25%
Kasus 2
Investasi sekutu baru Rp 30.000.000 Rp Rp
lebih besar dari nilai 11.000.000 10.250.000
buku proporsional
1. Merevaluasi Rp Rp
asset dengan 44.000.000 11.000.000
kenaikan
nilai tanah
sebesar Rp
3.000.000
2. Mengakui Rp Rp
Goodwill 44.000.000 11.000.000
sebesar Rp
3.000.000
untuk sekutu
sebelumnya
3. Bonus Rp Rp
sebesar Rp 44.000.000 10.250.000
750.000
untuk sekutu
sebelumnya

Kasus 3. Nilai Investasi Baru Sekutu Baru Lebih Kecil dari Proporsi Nilai Buku
Persekutuan
Asumsikan bahwa, Citra melakukan investasi Rp8.000.000 untuk seperempat kepemilikan modal
di Persekutuan ABC. Langkah pertama adalah membandingkan investasi sekutu baru dengan
proporsi nilai buku sekutu baru, sebagai berikut.
Investasi pada persekutuan  Rp8.000.000
Proposal nilai buku sejutu baru :
      (Rp30.000.000+Rp8.000.000)x0,25     (9.500.000)

Selisih (Investasi<Nilai buku) Rp(1.500.000)

Fakta bahwa nilai investasi Citra lebih rendah dari nilai buku atas seperempat kepemilikan pada
persekutuan mengindikasikan persekutuan memiliki aset yang nilainya terlalu tinggi atau sekutu
lama mengakui bahwa Citra memiliki  kontribusi nilai dalam bentuk pengalaman dan keahlian
yang dibutuhkan persekutuan. Dalam kasus ini, Citra telah menginvestasikan Rp8.000.000 dalam
bentuk kas dan sejumlah nilai tambah yang dianggap sebagai goodwill.
            Seperti Kasus 2, dalam hal nilai investasi melebihi nilai buku yang diperoleh, terdapat
tiga alternatif pendekatan untuk mengakui diferensial ketika investasi lebih rendah dari nilai
buku yang diakuisisi. Ketiga pendapat tersebut adalah :
1) Revaluasi nilai aset yang menurun. Pada alternatif ini adalah :
a. Nilai buku aset diturunkan untuk mencatat penurunan nilainya.
b. Modal sekutu lama diturunkan sebanding dengan kenaikan penurunan nilai buku
asset.
c. Modal persekutuan yang dihasilkan lebih rendah dari saldo modal awal ditambah
nilai aset yang diturunkan ditambah inevestasi sekutu baru.

2) Mengakui goodwill yang dibawa sekutu baru. Dengan metode ini adalah:
a. Goodwill dan keunggulan lain yang dibawa sekutu baru dicatat dan dimasukkan
ke dalam saldo modal sekutu baru.
b. Modal sekutu lama dibiarkan tidak berubah.
c. Modal persekutuan yang dihasilkan sama dengan saldo modal awal ditambah nilai
goodwill yan dibawa sekutu baru ditambah investasi sekutu baru.
3) Menggunakan metode bonus. Dengan metodeini adalah:
a. Sekutu baru mendapatkan bonus dari modal sekutu lama, yang akan menurunkan
bagian bonus mereka yang nantinya akan dibayarkan pada sekutu baru.
b. Modal persekutuan yang dihasilkan sama dengan modal awal ditambah investasi
sekutu baru.
Ilustrasi Pendekatan Revaluasi Aset
Asumsikan Citra hanya membayar Rp8.000.000 untuk seperempat kepemilikan pada
persekutuan. Persediaan yang saat ini dicatat pada nilai buku sebesar Rp14.000.000 memiliki
nilai wajar hanya Rp8.000.000 karena beberapa mengalami kerusakan. Para sekutu setuju untuk
menurunkan nilai persediaan menjadi nilai wajar sebelum masuknya sekutu baru. Penurunan
nilai dialokasiakan kepada sekutu lama sebesar rasio laba atau rugi pada saat terjadinya
penurunan nilai yaitu 60 persen kepada Aldi dan 40 persen kepada Bayu. Penurunan nilai dicatat
sebagai berikut.
16 Modal, Aldy 3.600.000
Modal, Bayu 2.400.000
                       Persediaan 6.000.000
     Revaluasi persediaan menjadi nilai wajar

Perhatikan bahwa jumlah nilai modal persekutuan sekarang telah diturunkan dari Rp30.000.000
menjadi Rp24.000.000 sebagai hasil dari penurunan nilai Rp6.000.000. bagian Citra atas modal
yang dihasilkan dari persekutuan ABC, setelah penurunan nilai, dapat dihitung sebagai berikut.
Bagian sekutu baru atas total = (Rp24.000.000+Rp8.000.000)x0,25=Rp8.000.000
Modal yang dihasilkan

Jurnal untuk mencatat penerimaan Citra sebagai sekutu baru dalam Persekutuan ABC adalah:
17 Kas 8.000.000
       Modal, Citra 8.000.000
    Penerimaan Citra ke dalam persekutuan

            Nilai kredit modal terkait milik Citra sama dengan investasinya karena jumlah nilai
modal persekutuan adalah Rp32.000.000 (24.000.000+Rp8.000.000) yang sekarang
mencerminkan nilai wajar persekutuan.
Ilustrasi Pencatatan Goodwill untuk Sekutu Baru, Misalnya Aldi, Bayu, dan Citra setuju bahwa
kemampuan Citra akan menghasilkan laba. Mereka setuju bahwa Citra layak mendapatkan
Rp2.000.000 goodwill ketika bergabung sebagai antisipasi laba yang dihasilkan Citra
dikemudian hari. Goodwill hasil operasi diakui dan ditambahkan ke dalam investasinya untuk
menentukan jumlah modal yang akan dikredit. 
            Alternatif lain, nilai goodwill yang dibawa oleh sekutu baru bisa diperkirakan dari jumlah
modal yang ditahan oleh sekutu lama. Dalam kasus ini, sekutu lama menahan 75 persen
kepemilikan pada persekutuan dan memberikan 5 persen kepada  sekutu baru. Nilai dari 75
persen kepemilikan sekutu lama adalah Rp30.000.000. ivestasi Citra sebesar Rp8.000.000
ditambah goodwil setara 5 persen sisanya. Nilai goodwill yangdibawa oleh Citra dapat dihitung
sebagai berikut.
Langkah 1
75% dari estimasi total modal yang dihasilkan Rp 30.000.000
Estimasi total modal yang dihasilkan (Rp 30.000.000 : 0,25) Rp 40.000.000

Langkah 2
Estimasi total modal yang dihasilkan Rp 40.000.000
Total aset neto tidak termasuk goodwill
( Rp 30.000.000 + Rp 8.000.000 ) (Rp 38.000.000)
Estimasi goodwill Rp 2.000.000

Perhatikan bahwa nilai goodwill yang diestimasikan untuk sekutu baru dihitung menggunakan
informasi dari kepemilikan sekutu lama. Gunakan sekutu baru untuk mengestimasikan goodwill
kepada sekutu lama; gunakan sekutu lama untuk mengestimasikan goodwill sekutu baru.
           
Jurnal yang dicatat untuk perenimaan Citra sebagai sekutu baru di Persekutuan ABC adalah :
18 Kas 8.000.000
Goodwill 2.000.000
       Modal, Citra 10.000.000
    Penerimaan Citra sebagai sekutu baru

Jumlah modal yang dihasilkan Persekutuan ABC adalah Rp40.000, dengan Aldi dan Bayu
bersama-sama memiliki 75 persen dan Citra 25 persen.
Ilustrasi Metode Bonus, Penerimaan Citra sebagai sekutu baru dengan seperempat kepemilikan
pada Persekutuan ABC dengan investasi hanya Rp8.000.000 dapat juga diperlakukan sebagai
bonus kepada Citra dari sekutu lama. Bonus senilai Rp1.500.000 adalah selisih antara nilai buku
sekutu baru senilai Rp9.500.000 dengan investasinya senilai Rp8.000.000. Modal sekutu lama
berkurang Rp1.500.000 secara proposionalberdasarkan rasio laba atau rugi yaitu 60 persen dari
Aldi dan 40 persen dari Bayu, dan akun modal Citra akan dikredit senilai Rp9.500.000, sebagai
berikut.

18 Kas 8.000.000
Modal, Aldi    900.000
Modal, Bayu     600.000
       Modal, Citra 9.500.000
    Penerimaan Citra dalam persekutuan.

Jumlah yang dikredit kepada modal sekutu baru adalah bagian kepemilikannya terhadap total
modal yang dihasilkan, yaitu:
Bagian sekutu baru atas total = (Rp30.000.000+Rp8.000.000)x0,25=Rp9.500.000
Modal yang dihasilkan

Berikut adalah skedul yang menggambarkan konsep kunci Kasus 3


Modal Investasi Proporsi Total Modal Bagian
Sebelumnya Berwujud iSekutu Baru yang Sekutu Baru
Sekutu Baru dari Nilai Dihasilkan dari Total
Buku Modal yang
Persekutuan Dihasilkan
25%
Kasus 3
Investasi sekutu baru Rp 30.000.000 Rp 8.000.000 Rp 9.500.000
lebih kecil dari nilai
buku proporsional
1. Merevaluasi Rp Rp 8.000.000
asset dengan 32.000.000
menurunkan
nilai
persediaan
sebesar Rp
6.000.000
2. Mengakui Rp Rp
Goodwill 40.000.000 10.000.000
sebesar Rp
2.000.000
untuk sekutu
baru
3. Bonus Rp Rp 9.500.000
sebesar Rp 38.000.000
1.500.000
untuk sekutu
baru

Ikhtisar dan Perbandingan atas Akuntansi Investasi Sekutu Baru


Figur 15-5 menyajikanjurnal yang dicatat untuk ketiga kasus yang dibahas. Selain itu, saldo
modal dari ketiga sekutu masing-masing setelah penerimaan Citra disajikan di sebelah kanan
jurnal
Menentukan Biaya Investasi Sekutu Baru
                    Ketika menentukan biaya investasi sekutu baru, sangatlah penting untuk mencatat
total modal persekutuan yang dihasilkan dan persentse kepemilikan yang masih dalam sekutu
lama. Asumsikan bahwa sekutu lama, Aldi dan Bayu, menyetujui bahwa aset persekutuan harus
direvaluasi sehingga bertambah sebesar Rp3.000.000 untuk mengakui peningkatan nilai tanah
yang dimiliki persekutuan. Pertanyaannya adalah berapah investasi yang harus dikontribusikan
Citra sebagai sekutu baru untuk seperempat hak kepemilikan. Dalam contoh ini, sekutu lama
mempertahankan ¾  kepemilikan pada persekutuan yang dihasilkan, artinya 75 persen
kepemilikan modal sebesar Rp33.000.000, di mana Rp33.000.000 berasal dari modal lama
ditambah Rp3.000.000 dari revaluasi tanah, sebagai berikut.
75% total modal yang dihasilkan Rp33.000.000

Total modal yang dihasilkan (100%)  Rp44.000.000


Dikurangi modal sekutu lama      (33.000.000)   

Kontribusi kas yang dibutuhkan bagi sekutu baru  Rp11.000.000

            Dalam beberapa kasus, jumlah bonus bisa ditentukan sebelum penentuan kontribusi kas
yang dibutuhkan dari sekutu baru. Misalnya, asumsikan bahwa Aldi dan Bayu setuju untuk
memberikan Citra bonus senilai Rp1.500.000 untuk bergabung dengan persekutuan. Skedul
berikut menentukan jumlah investasi kas yang harus dibayarkan Citra sebagai sekutu baru.
Kuncinya adalah menentukan jumlah modal dari sekutu yang sudah ada akan ditambah sebesar
prsentase bagian mereka pada total modal yang dihasilkan persekutuan setelah menerima sekutu
baru
Modal sebelumnya dari Aldi dan Bayu Rp 30.000.000
Dikurangi bonus yang diberikan atas penerimaan Citra (Rp 1.500.000)
Modal yang ditahan oleh Aldi dan Bayu (75%) Rp 28.000.000   
Total modal yang dihasilkan
(Rp 28.500.000 : 0,75) Rp 38.000.000
Dikurangi modal sekutu sebelumnya (Rp 28.500.000)
Kredit modal yg dibutuhkan sekutu baru Rp 9.500.000
Dikurangi bonus dari sekutu sebelumnya untuk sekutu baru (Rp 1.500.000)
Kontribusi kas yang dibutuhkan sekutu baru Rp 8.000.000
Berhentinya Seorang Sekutu dari Persekutuan
Ketika seorang sekutu berhenti atau mengundurkan diri dari persekutuan, maka persekutuan
secara tidak langsung dibubarkan, tetapi sekutu yang lainnya mungkin masih berkeinginan
melanjutkan operasi usaha. Dalam sebagian besar kasus, persekutuan membeli semua
kepemilikan sekutu yang berhenti sebesar harga pembelian (buyout price). Harga pembelian
adalah jumlah estimasi jika, (1) aset persekutuan dijual pada harga sama dengan atau lebih besar
dari nilai likudasi atau nilai yang yang menjadi dasar harga penjualan keseluruhan bisnis yang
terus berlangsung tanpa sekutu yang berhenti, dan (2) persekutuan diakhiri pada saat itu, dan
seluruh kewajiban persekutuan diselesaikan. Perhatikan bahwa goodwill dapat termasuk dalam
penilaian. Persekutuan harus membayar bunga kepada sekutu yang berhenti sejak tanggal
berhenti sampai dengan tanggal pembayaran. Dalam kasus berhentinya sekutu karena ada
pelanggaran persekutuan dapat menuntut secara legal atas kerugian yang ditimbulkan.
Perhitungan hargapembelian ketika sekutu berhenti dari persekutuan dapat digolongkan dalam 3
kategori :
1.      Harga Pembelian Sama Dengan Saldo Kredit Modal Sekutu
Misalnya, Aldi mengundurkan diri dari Persekutuan ABC pada saat saldo modalnya
Rp55.000.000 setelah mencatat peningkatan pada aset persekutuan termasuk pangukuan laba
sampai tanggal pengunduran diri. Jurnal yang dicatat oleh persekutuan ABC adalah :

20 Kas 55.000.000
       Modal, Citra 55.000.000
    Mundurnya Aldi dari Persekutuan

2.      Harga Pembelian Lebih Besar Dari Saldo Kredit Modal Sekutu
Misalnya, Aldi memiliki saldo modal Rp55.000.000 dan seluruh sekutu setuju membayar Aldi
sejumlah Rp65.000.000. Sebagian besar persekutuan akan mencatat Rp10.000.000 kelebihan
pembayaran diatas saldo modal Aldi (Rp65.000.000-Rp55.000.000) sebagai bonus penyesuaian
modal kepada Aldi dari sekutu yang bertahan. Dalam kasus ini, Rp10.000.000 akan mengurangi
modal Bayu dan Citra sebesar rasio laba atau rugi masing-masing. Bayu memiliki 30 persen
bagian dan Citra memiliki 25 persen bagian pada laba persekutuan. Jumlah dari bagian keduanya
adalah 55 persen (30 persen+25 persen), dan persentase laba diantara keduanya, setelah
dibulatkan, adalah 55 persen untuk Bayu dan 45 persen untuk Citra, dihitung sebagai berikut:
Persentase Laba Persentase Laba
Lama Sisa
Aldi 45 0
Bayu 30 55(35/55)
Citra 25 45(25/55
Total 100 100

Jurnal yang dicatat pada saat pengunduran diri Aldi adalah :


21 Modal, Aldi 55.000.000
Modal, Bayu    5.500.000
Modal, Citra    4.500.000
       Kas 65.000.000
    Mundurnya Aldi dari persekutuan.

Adakalanya, persekutuan menggunakan pengunduran diri sekutu dan dibubarkannya persekutuan


untuk mencatat goodwill. Dalam kasus ini, persekutuan dapat mencatat bagian sekutu lama saja,
atau menghitung keseluruhan goodwill berdasarkan persentase laba sekutu yang berhenti.
Misalnya, jika Rp65.000.000 dibayarkan kepada Aldi dan hanya goodwill milik Aldi yang akan
dicatat, maka persekutuan akan memuat jurnal pada saat mundurnya Aldi sebagai berikut.
22 Goodwiil 10.000.000
       Modal, Aldi 10.000.000
    Mencatat goodwill untuk Aldi

23 Modal, Aldi 65.000.000


       Kas 65.000.000
    Mundurnya Aldi dari Persekutuan

3.      Harga pembelian Lebih Besar Dari Saldo Kredit Modal Sekutu
Kadangkala, harga pembelian kurang dari saldo kredit modal sekutu. Hal ini dapat terjadi jika
nilai likuidasi aset bersih lebih kecil dari nilai bukunya atau karena sekutu yang berhenti berniat
meninggalkan perekutuan dengan cukup menerima lebih kecil dari saldo modalnya. Misal, Aldi
setuju menerima Rp50.000.000 sebagai harga pembelian kepemlikannya di persekutuan.
Persekutuan harus mengevaluasi aset bersihnya untuk menentukan jika terjadi penurunan nilai
yang diakui. Jika tidak diperlukan revaluasi aset bersih, perbedaan Rp5.000.000 (Rp55.000.000-
Rp50.000.000) dialokasikan sebagai penyesuaian modal Bayu dan Citra berdasarkan rasio laba
rugi.