Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH UPPER LIMB ORTHOSIS

THE TREATMENT PROCESS

Dosen Pembimbing : M. Syafii SST. OP., M. Kes

Disusun Oleh :

1. Aisyah Saputri ( P27227017058)


2. Fitri Rahmawati ( P27227017071)
3. Septyartha Michiko Pradita ( P27227017092)
4. Stevanus Aldio David C. ( P27227017093)
5. Tiara Wahyu Ningrum ( P27227017094)

D-III ORTOTIK PROSTETIK

POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA

2019/2020

1
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam yang selalu memberikan
Rahmat dan Hidayah-Nya kepada hamba-Nya, Sholawat dan salam semoga selalu
tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang menjadikan
dunia ini penuh dengan ilmu dan pengetahuan. Alhamdulillahi robbil ‘aalamin
dengan dorongan dan bantuan dari semua pihak, penulis berhasil menyusun
Makalah Upper Limb Orthosis The Treatment Process.

Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak M.


Syafii SST. OP., M. Kes. selaku dosen pengampu mata kuliah Upper Limb
Orthosis. Serta berbagai pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan
ini.

Penulis menyadari banyak kekurangan dalam penulisan, maka saran dan


kritik diharapkan guna memperbaiki penulisan. Harapan penulis semoga laporan
ini bermanfaat untuk pembaca dan menambah ilmu pengetahuan pembaca.

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................................2
DAFTAR ISI.......................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah..........................................................................................4
B. Rumusan Masalah....................................................................................................4
C. Tujuan Penulisan.....................................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN
A. Information Gathering.............................................................................................5
B. Patient Assesment....................................................................................................5
C. Casting.....................................................................................................................
D. Rectifikasi................................................................................................................
E. Fitting and Checkout...............................................................................................
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan..............................................................................................................
B. Saran .......................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Orthotic merupakan ilmu keteknisian medis yang mempelajari tentang
pemeriksaan, pengukuran, pembuatan dan pengepasan alat bantu anggota
gerak tubuh yang layu yang dipasang diluar tubuh. Sedangkan pengertian
orthosis adalah alat bantu anggota gerak tubuh yang layu yang bertujuan
untuk mengoreksi anggota gerak tubuh yang layu tersebut. 
Orthosis adalah sebuah alat yang dipasang dibagian luar tubuh guna
mencegah deformitas, kelemahan otot, kontraktur atau meningkatkan fungsi
menjadi lebih baik, menjaga stabilitas sendi, mengurangi rasa sakit, dan
memperbaiki struktur yang lemah.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas penulis menemukan rumusan
masalah yaitu :
1. Bagaimana Proses Assesment Upper Limb Orthosis yang baik dan benar?
2. Bagaimana Proses Casting Upper Limb Orthosis yang baik dan benar?
2. Bagaimana Prosedur Rectifikasi Upper Limb Orthosis sesuai SOP?

C. Tujuan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah ditemukan tujuan masalah sebagai
berikut:
1. Menjelaskan proses assesment Upper Limb Orthosis yang benar.
2. Mampu melaksanakan proses casting Upper Limb Orthosis dengan baik
dan benar.
3. Mampu melaksanakan proses rectifikasi dan fitting Upper Limb Orthosis
sesuai standar operasional prosedur.

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. Information Gathering
1. Plaster cast
2. Measurements recorded onto a measurement form
3. Tracing
4. Informsi verbal pasien
5. Visual informasi dari orthosist/prosthesis
6. Information form test,MMT,X-ray
7. Informasi dan laporan untuk dokter/fisioterapi dll

B. Patient Assesment
Patient Assesment adalah suatu rangkaian kegiatan terhadap pasien/klien
yang mencakup tindakan anamnesa dan pemeriksaan untuk mengidentifikasi
permasalahan yang nyata  terhadap pasien/klien yang membutuhkan ortosis
maupun prosthesis, dengan cara memperhatikan riwayat penyakit, telah
umum, uji khusus, pemeriksaan penunjang, pengukuran dilanjutkan dengan
evaluasi hasil pemeriksaan melalui analisis dan sintesis dalam sebuah proses
pertimbangan teknis dan klinis. Terbagi menjadi subjective dan objective
Alat :
a. Blanko assesment
b. Gonio meter
c. Alat tulis
d. Mid line

1. Subjective Assesment
Pemeriksaan yang dilakukan dimana pasien yang menjadi subjek /
bercerita tentang kehidupannya sehari-hari. Adapun pemeriksaan tersebut
meliputi:
a. Nama Pasien

5
b. Tempat/ tanggal lahir
c. Umur
d. Tinggi / berat badan
e. Alamat
f. Jenis kelamin
g. No. HP
h. Pekerjaan
i. Faktor lainnya
2. Objective Assesment
Pemeriksaan yang dilakukan dimana pasien yang menjadi objek,
pemeriksaan. Pemeriksaan obyektif : inspeksi, palpasi, pemeriksaan
gerakan dasar,  pemeriksaan LGS (Lingkup Gerak Sendi), pemeriksaan
MMT (ManualMuscle Testing).
a. Inspeksi : Pemeriksaan yang dilakukan dengan cara
mengamati dan melihat kondisi pasien.
b. Palpasi : Pemeriksaan yang dilakukan dengan cara
meraba, memegang, dan menekan stump pasien.
c. Pemeriksaan gerak dasar : Pemeriksaan gerak aktif, pasif dan isometik
melawan tahanan.
d. Pemeriksaan LGS : Mengetahui luas gerak sendi pada stump.
e. Pemeriksaan MMT : Mengetahui kekuatan otot stump dengan
criteria 5-0.
Kriteria Kekuatan Otot

Untuk mengetahui nilai kekuatan otot terdapat kriteria :

 Nilai kekuatan 5 : Subyek mampu dengan LGS (Luas Gerak Sendi)


penuh dengan melawan tahanan maksimal dan melawan gravitasi.
 Nilai kekuatan 4 : subyek mampu dengan LGS (Luas Gerak Sendi)
penuh dengan melawan gravitasi dengan tahanan sedang.
 Nilai kekuatan 3 : subyek mampu dengan LGS penuh dan melawan
gravitasi tanpa tahanan.

6
 Nilai kekuatan 2 : subyek mampu dengan LGS sebagian dan melawan
gravitasi.
 Nilai kekuatan 1 : subyek mampu mengkontraksikan tetapi tidak terjadi
gerakan otot.
 Nilai kekuatan 0 : subyek sama sekali tidak bisa mengkontraksikan
ototnya.

C. Casting
1. Mearsurement

Meassurment merupakan proses pengukuran detail pada pasien baik

pada sisi yang mengalami deformitas maupun yang normal. Proses ini bertujuan

untuk dijadikan patokan dalam pembuatan orthosis. AlatAlat yang dipersiapkan

pada proses measurement Upper Limb Orthosis adalah :

a. Blangko measurement

b. Alat tulis

c. Penggaris

d. Mid line

e. Kursi untuk pasien

f. Jangka sorong

2. Casting

Casting adalah proses pengambilan cetakan, atau untuk mendapatkan

negative cast yang baik.

a. Tahap Persiapan

1. Alat dan bahan

7
Alat yang digunakan dalam proses casting Upper Limb Orthosis

adalah :

a. Gunting

b. Pensil air

c. Plastik strip

d. Ember/baskom

e. Gunting gips

f. Blangko ukur

g. Kursi casting

h. Stand casting.

Bahan yang diperlukan adalah :

a. Plaster gips 4 roll

b. Stoking

c. Air

d. Plastic wrap

3. Rectifikasi

Rectifikasi adalah proses modifikasi positif cast untuk mendapatkan desain


orthosis yang sesuai dengan blangko ukur. Proses ini dilakukan dengan
mengurangi dan menambahkan gips di beberapa area yang dibutuhkan, sehingga
bentuk dan volume orthosis pas untuk mengakomodasi gerak pasien. Pada proses
rektifikasi terdapat pengurangan dan penambahan gips pada area tertentu.

PENAMBAHAN PENGURANGAN
Procesuss Styloideus Bonyprominent
Metacarpal Phalangeal

8
4. Fitting dan Checkout

Fitting merupakan proses pengepasan orthosis sehingga orthosis yang dibuat


bisa nyaman saat dipakai dan fungsional.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
B. Saran

9
DAFTAR PUSTAKA

Modul Upper Limb Orthosis Poltekkes Surakarta.

10
11