Anda di halaman 1dari 13

RANCANG BANGUN PENGGERAK ALAT JEMUR PAKAIAN

OTOMATIS BERBASIS ARDUINO UNO ATMEGA328


Rivan Lesmanto Kahimpong, Markus Umboh, Benny Maluegha
Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi
Jl. Kampus Unsrat, Bahu, Manado

ABSTRAK
Hujan ataupun cuaca buruk hingga saat ini menjadi masalah utama bagi
masyarakat yang memiliki jemuran. Biasanya pakaian yang dijemur sering ditinggalkan
berpergian, sehingga tidak sempat lagi untuk mengangkat jemuran pada waktu akan turun
hujan atupun hari sudah malam. untuk mengatasi masalah mengangkat jemuran saat turun
hujan dan hari sudah malam maka perlu adanya sistem kontrol otomatis dengan cara
membuat alat penggerak jemuran pakaian otomatis. Dengan merancang semua alat mulai
dari sensor light dependent resistor (LDR) sebagai pendeteksi cahaya matahari, sensor air
sebagai pendeteksi air hujan, motor DC sebagai penggerak, dan Arduino Uno sebagai
otak dari pembuat perintah dari alat tersebut, maka dapat dibuat jemuran otomatis untuk
membantu pekerjaan dalam mengangkat pakaian pada saat turun hujan.
Dari hasil pengujian alat yang sudah dirancang. Alat bekerja setiap kali sensor
akan membaca cuaca sekitar, seperti ketika sensor tidak mendeteksi cahaya maka
Arduino akan menerjemahkan keadaan sekitar sebagai keadaan mendung/gelap, sehingga
motor DC akan menarik jemuran kedalam rumah. Ketika sensor LDR mendeteksi sinar
matahari maka Arduino akan menerjemahkan cuaca disekitar panas, secara ortomatis
jemuran akan keluar. Sedangkan ketika sensor air mendeteksi tetesan air hujan maka akan
diterjemahkan oleh Arduino sebagai cuaca hujan kemudian motor DC akan menarik
jemuran ke dalam. Dari hasil pengujian tersebut penggerak alat jemur pakaian otomatis
berbasis arduino uno atmega328 telah bekerja sesuai dengan yang diharapkan dan
menjadi solusi pengangkat jemuran disaat hujan ataupun hari sudah malam.

Kata kunci: Jemuran Otomatis, Sensor LDR, Sensor Air, Motor DC

Abstract
Rain or bad weather until recently a major problem for people who have a
clothesline. Typically the clothes are dried often left to travel, so do not have time to pick
up a clothesline at the time of going to rain atupun was night. to address the problems
raised clothesline when it rains and it was night then the need for automated control
systems by making automatic clothes line actuator. By designing all the tools from the
sensor light dependent resistor (LDR) as a detector of sunlight, water sensor as a detector
of rain, the DC motor as a driver, and Arduino Uno as the brain of the maker of the
command of the tool, it can be made a clothesline automatically to help work in lifting
clothes when it rains.
From the test results the tool that has been designed. The tool works every time
the sensor will read the weather around, such as when the sensor does not detect the light
that the circumstances surrounding the Arduino will translate as cloudiness / dark, so that
the DC motor will draw a clothesline into the house. When the sensor detects sunlight
LDR then Arduino will translate around the hot weather, it will come out ortomatis
clothesline. Meanwhile, when the water sensor detects raindrops then be translated by
Arduino as rainy weather and then the DC motor will draw a clothesline into. From these
test results mover based automatic clothes drying apparatus arduino Uno ATmega328 has
worked as expected and a solution lifter or a clothesline when rain was night.

Keywords: Automatic clothesline, LDR Sensor, Water Sensor, Motor DC

Jurnal Online Poros Teknik Mesin Volume 6 Nomor 1 69


I. PENDAHULUAN menjemurnya kembali ketika cuaca
1.1 Latar Belakang cerah yang dilakukan secara manual.
Umumnya masyarakat Indonesia
memanfaatkan panas matahari untuk 1.2 Rumusan Masalah
mengeringkan pakaian yang dicuci. Permasalahan yang dibahas adalah
Namun, saat kondisi cuaca tidak dapat bagaimana merancang penggerak alat
diprediksi seperti yang terjadi pada jemuran pakaian otomatis berbasis
masa pancaroba, menjemur pakaian Arduino Uno ATmega328 yang bisa
menjadi pekerjaan sangat merepotkan. membantu meringankan manusia
Dalam kondisi seperti ini, orang akan dalam mengangkat jemuran pada saat
membuang waktu dan tenaga hanya turun hujan dan saat hari sudah malam.
untuk menjemur dan mengangkat
pakaian berulang-ulang. Salah satu cara 1.3 Batasan Masalah
agar pakaian dapat dijemur dengan Pada penelitian ini masalah
memanfaatkan sinar matahari yang ada dibatasi pada
secara optimal dan juga dapat 1. Alat ini dirancang bekerja untuk
menghemat waktu serta tenaga adalah jemuran dengan massa total
dengan membuat alat penggerak 1100 gram atau sebanding
jemuran yang dilengkapi dengan sistem dengan lima potong
kontrol otomatis. Alat ini dirancang pakaian
untuk bekerja secara otomatis 2. Mikrokontroler yang dipakai
mengeluarkan pakaian saat cuaca cerah adalah Arduino Uno
untuk dijemur, dan menarik masuk 3. Sensor cahaya yang digunakan
pakaian ke tempat yang aman saat adalah LDR ( light
terjadi hujan. Dengan demikian, sinar dependent resistor )
matahari yang ada bisa dimanfaatkan 4. Sensor hujan yang digunakan
dengan baik untuk menjemur pakaian adalah sensor air
ehingga memungkinkan pakaian 5. Penggerak jemuran yang
menjadi kering dengan baik, juga digunakan adalah motor DC
menghilangkan kerepotan orang waktu
mengangkat jemuran saat hujan dan 1.4 Tujuan Penelitian

Jurnal Online Poros Teknik Mesin Volume 6 Nomor 1 70


Tujuan dari penelitian ini gerakan dari sebuah alat terkendali
adalah membuat alat penggerak dengan perantara actuator, dan
jemuran pakaian otomatis. menerima respon dari sensor yang
memiliki oleh alat terkendali tersebut
1.5 Manfaat Penelitian ke pengendali. Strategi inilah yang
Adapun manfaat penelitian tugas dikenal sebagai teori pengendali. Jadi,
akhir ini adalah membantu dalam sistem pengendalian ada tiga
meringankan kegiatan menjemur komponen utama yang saling
pakaian dalam rumah tangga dengan berhubungan yaitu, sensor, actuator,
menggunakan penggerak alat jemuran dan controller (Mata, 2009)
otomatis 1) Sistem kontrol loop terbuka
(open–loop control system)
II. LANDASAN TEORI Sistem kontroler loop terbuka
2.1 Sistem kendali adalah suatu sistem yang keluarannya
Sistem kendali adalah kombinasi tidak mempunyai pengaruh terhadap
dari beberapa komponen yang bekerja aksi kontrol. Artinya, sistem kontrol
bersama–sama secara timbal balik dan terbuka keluarannya tidak dapat
membentuk konfigurasi sistem yang digunakan sebagai umpan balik dalam
akan memberikan suatu hasil yang masukan
dikehendaki. Hasil ini sering
dinamakan sebagai tanggapan sistem
(system response). Sistem kendali juga Gambar 1.1 Komponen Sistem
dapat diartikan sebagai proses
Kendali Loop Terbuka
pengaturan / pengendalian terhadap
satu atau beberapa besaran (variabel, Dalam suatu sistem kontrol
parameter ) sehingga berada pada suatu terbuka, keluaran tidak dapat
harga (range) tertentu (Mata, 2009). dibandingkan dengan masukan acuan.
Pengendalian berkaitan erat dengan Jadi untuk setiap masukan acuan
strategi yang memungkinkan sebuah berhubungan dengan operasi tertentu,
pengendali (controller) yang berperan sebagai akibat ketetapan dari sistem
sebagai otak dalam sistem tergantung kalibrasi. Adanya gangguan
pengendalian mengarahkan gerakan– membuat sistem kontrol terbuka tidak

Jurnal Online Poros Teknik Mesin Volume 6 Nomor 1 71


dapat melaksanakan tugas yang untuk menggantikan sistem kendali
diharapkan. Sistem kontrol terbuka manual yang memiliki kekurangan baik
dapat digunakan hanya jika hubungan dari segi efisiensi maupun efektivitas.
antara masukan dan keluaran diketahui Dalam pengoperasiannya sistem
dan tidak terdapat ganguan internal dan kendali automatik dapat digolongkan
eksternal (Jasa Pendidikan dan menjadi sistem kendali dua posisi (ON-
Pelatihan, 1997). OFF), dan sistem kendali kontinyu
2) Sistem kontrol loop tertutup (Jasa Pendidikan dan Pelatihan, 1997).
(closed–loop control system)
Sistem kontrol loop tertutup 2.2 Sensor
adalah sistem kontrol yang sinyal Sensor adalah suatu elemen pada
keluarnya mempunyai pengaruh sistem mekatronika atau sistem
langsung pada aksi pengontrolan. pengukuran yang menerima sinyal
Sistem kontrol loop tertutup juga masukan berupa parameter / besaran
merupakan sistem kontrol berumpan fisik dan mengubahnya menjadi sinyal
balik. / besaran lain yang dapat diproses lebih
lanjut untuk nantinya dapat
ditampilkan, direkam, ataupun sebagai
sinyal umpan pada sistem kendali.
Peranti ini memberikan informasi
Gambar 1.2 Komponen Sistem
kepada sistem kontroler mengenai apa
Kendali Loop Tertutup
yang terjadi di lingkungan. Parameter
Gambar di atas menunjukkan
fisik yang diukur antara lain posisi,
hubungan masuk dan keluar dari sistem
jarak, gaya, tegangan, temperatur,
kontrol loop tertutup. Jika dalam hal ini
getaran, akselerasi, cahaya, suara dan
manusia bekerja sebagai operator,
magnet.
maka manusia ini akan menjaga sistem
Peralatan sensor memiliki jenis
agar tetap pada keadaan yang
dan fungsi berbeda–beda yang dapat
diinginkan.
dijelaskan sebagai berikut :
3) Sistem kendali otomatis
• Mechanical, contoh : panjang,
Sistem kendali otomatis adalah
luas, gaya, tekanan,
suatu sistem pengendali yang sedang
kecepatan, percepatan, dll.
berkembang saat ini. Tujuannya adalah

Jurnal Online Poros Teknik Mesin Volume 6 Nomor 1 72


• Thermal, contoh : suhu sebagai komponen utama dan elektoda
• Electrical, contoh : tegangan, arus, sebagai pendeteksi air.
muatan, resistansi, frekuensi, dll.
• Magnetic, contoh : intensitas 2.3 Motor DC
medan Motor DC atau motor arus searah
• Chemical, contoh : konsentrasi, jarang digunakan pada aplikasi industri
pH, kecepatan reaksi. umum, karena semua sistem listrik
1) Sensor peka cahaya/ light diperlengkapi dengan perkakas arus
dependent resistor (LDR) bolak–balik. Meskipun demikian, pada
Sensor LDR adalah salah satu beberapa aplikasi tertentu justru lebih
jenis resistor yang dapat mengalami menguntungkan jika menggunakan
perubahan resistansinya apabila motor DC. Motor arus searah
mengalami perubahan penerimaan digunakan dengan kontrol torsi dan
cahaya. Besarnya nilai hambatan pada kecepatan dengan rentang lebar yang
sensor LDR tergantung pada besar diperlukan untuk memenuhi kebutuhan
kecilnya cahaya yang diterima oleh aplikasi (Mata, 2009)
sensor cahaya itu sendiri. Resistansi Jika arah medan atau arah aliran
LDR pada tempat yang gelap biasanya arus pada jangkar dibalikkan, maka
mencapai sekitar 10 MΩ, dan di tempat putaran motor akan terbalik. Input daya
terang resistansi LDR turun menjadi bisa dihitung dengan menggunakan
sekitar 150 Ω. rumus:
2) Sensor air
Sensor hujan berfungsi untuk dimana :
memberikan nilai pada tingkat P : Daya kerja motor (W)
elektolisasi air hujan yang menyentuh V : Tegangan motor (V)
panel sensor hujan. Rangkaian sensor I : Arus Motor (A)
air ini dirancang untuk mendeteksi air 2.4 Mikrokontroler
pada saat turun hujan tetapi juga dapat Mikrokontroler adalah sebuah chip
digunakan untuk mendeteksi level air yang berfungsi sebagai pengontrol
dan lain–lainnya. Rangkain ini rangkaian elektronik dan umumnya
menggunakan komponen resistor dapat menyimpan program di
dalamnya. Biasanya mikrokontroler

Jurnal Online Poros Teknik Mesin Volume 6 Nomor 1 73


terdiri dari CPU (Central Processing mengubah bahasa manusia menjadi
Unit), memori, I/O tertentu dan unit bahasa mikrokontroler (Mata, 2009).
pendukung seperti ADC (Analog to 2) Arduino Uno Atmega328
Digital Converter) yang sudah Arduino Uno adalah salah satu
terintegrasi di dalamnya (Syahrul, produk berlabel Arduino yang
2012). sebenarnya adalah suatu papan
Mikrokontroler terdiri dari elektronik yang mengandung
beberapa bagian sebagaimana mikrokontroler Atmega328 (sebuah
diperlihatkan dalam Gambar 2.6, yang keping yang secara fungsional
diuraikan Sbb: bertindak seperti sebuah komputer).
1. Central Processing Unit (CPU) Peranti ini dapat dimanfaatkan untuk
2. Read Only Memory (ROM) mewujudkan rangkaian elektronik dari
3. Random Access Memory yang sederhana hingga yang kompleks.
(RAM) 3) Bahasa pemrograman Arduino
4. Input/Output (I/O) Uno
5. Komponen Lainnya Struktur dasar dalam
1) Prinsip kerja mikrokontroler pemrograman Arduino sangatlah
Untuk dapat membuat sederhana dan terdiri dari dua fungsi,
mikrokontroler bekerja, banyak hal yaitu fungsi persiapan (setup) dan
yang harus dikerjakan. Pertama adalah fungsi utama (loop). Setup( ) adalah
membuat program. Program yang persiapan sebelum eksekusi program,
dibuat harus sesuai dengan jenis dan loop( ) adalah tempat menulis
mikrokontroler yang digunakan, karena program utama yang akan dieksekusi.
tiap mikrokontroler memiliki bahasa Fungsi setup( ) digunakan
pemrograman tersendiri yang mungkin untuk mendefinisikan variabel-variabel
tidak kompatibel. Setelah program yang digunakan dalam program. Fungsi
dibuat dengan mengunakan editor teks, ini berjalan pertama kali ketika
program tersebut harus dikompilasi program dijalankan. Selanjutnya
sesuai dengan tipe mikrokontroler yang terdapat loop( ) yang dijalankan secara
dipakai. Secara sederhana tujuan terus menerus baik pembaca input
mengkompilasi adalah untuk maupun pengaktif output. Program ini

Jurnal Online Poros Teknik Mesin Volume 6 Nomor 1 74


adalah inti dari semua program dalam Komponen–komponen utama terdiri
arduino (Darmawan, 2016). dari sensor LDR yang berfungsi
mendeteksi cahaya matahari, sensor air
III. METODE PENELITIAN untuk mendeteksi hujan, Arduino Uno
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ATmega328 sebagai pusat pengendali
Pelaksanaan penelitian ini mulai sistem, limit switch sebagai pemutus
tanggal 19 September – 19 Desember putaran motor, motor DC sebagai
2016. Untuk pembuatan alat dan penggerak tali jemuran saat sensor
perancangan perangkat lunak dilakukan LDR mendeteksi cahaya matahari dan
di Jurusan Teknik Mesin. Pengujian sensor air mendeteksi hujan, dan relay
sistem dilakukan juga di jurusan sebagai pengubah arah putaran dari
Teknik Mesin dengan menerapkan motor DC.
sistem yang sudah dirancang. Sistem ini terdiri dari blok–blok
3.2 Prosesdur Penelitian rangkaian yang bekerja dengan suplai
Penelitian ini dilaksanakan dengan tegangan yang berbeda. Blok sensor
prosedur sebagaimana disajikan dalam LDR membutuhkan suplai tegangan
Gambar 3.1. 5V, sensor air membutuhkan tegangan
5V, Arduino Uno ATmega328 bekerja
pada level tegangan TTL 5V, motor
DC membutukkan suplai tegangan
12V, relai membutuhkan tegangan 5V,
dan limit switch membutuhkan
tegangan 5V. Alat ukur yang dipakai
pada perancangan ini menggunakan
multimeter analog dan multimeter
Gambar. 3.1 diagram alir penelitian digital. Untuk pembuatan program
3.3 Rancang Bangun Sistem dipakai bahasa C dengan cara mengisi
Pada rancangan sistem pengerak listing program ke dalam chip Arduino
jemuran ini, komponen–komponen Uno Atmega328 melalui perangkat
utama dan pendukung dirangkai dalam sistem kabel data. Program itu
satu papan printed circuit board (PCB) kemudian dipasang pada rangkaian
supaya lebih praktis dan efisien. sistem untuk melihat apakah program

Jurnal Online Poros Teknik Mesin Volume 6 Nomor 1 75


yang sudah diisi sesuai dengan cara 1. Menerima input dari sensor air
kerja sistem. dan sensor LDR
Rancangan dalam pembuatan sistem 2. Memproses sinyal input dari
dapat dibagi dalam dua tahap yaitu : sensor air dan sensor LDR
1. Perancangan alat (hardware) 3. Nilai output dari rangkaian
2. Perancangan program (software) sensor air dan LDR akan diterima
oleh pin input pada Arduino Uno
3.3.1 Rancangan alat ( hardware ) dan Arduino Uno akan
Untuk mempermudah memberikan nilai output yang
mengetahui cara kerja sistem Gambar menjadi nilai masukan bagi
3.2 menunjukkan diagram blok tentang rangkaian driver motor.
cara kerja sistem. Flowhart atau diagram alir
dapat digunakan untuk
menggambarkan perilaku suatu
algoritma (dengan menggunakan
gambar–gambar atau tanda–tanda yang
sesuai). Cara kerja dari sistem yang
akan dirancang dapat dilihat pada
diagram alir yang ditunjukkan dalam
Gambar 3.14.

Gambar 3.2 Diagram Blok Sistem


3.3.2 Rancangan perangkat lunak
Pembuatan program data pada
mikrokontroler dilakukan dengan
menuliskan kode atau perintah pada
Arduino Uno ATmega328, dengan
menggunakan bahasa C. Program data
yang direncanakan untuk Arduino Uno
ATmega328 mempunyai fungsi
sebagai berikut : .
Gambar 3.3 Diagram Alir Program

Jurnal Online Poros Teknik Mesin Volume 6 Nomor 1 76


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 2. Hasil pengukuran tegangan
4.1 Pengukuran rangkaian catu pada rangkaian sensor LDR
daya Keadaan Vin Vout

Rangkaian catu daya adalah hal Terang 4,2 V


5V
yang pertama yang harus diperhatikan Gelap 1,8 V
mengingat catu daya adalah sumber
tegangan dari alat. Apabila catu daya
4.3 Pengukuran rangkaian sensor
tidak bekerja dengan baik, maka akan
air
mempengaruhi kinerja sistem dari alat
Rangkaian sensor air ini dipasang
tersebut sehingga alat tidak dapat
pada atap rumah dengan kemiringan
bekerja maksimal.
130 derajat. Tujuannya adalah saat
Tabel 1. Hasil Pengukuran Tegangan
hujan reda, air yang tertahan di sela-
Output Catu Daya
sela penampang sensor hujan dapat
Vout Vout 5v
12v Dc Dc segera mengalir turun sehingga bisa
Dengan Dengan
No
Sumber
Output Output
kering dengan cepat.
Tegangan
IC IC Tabel 3. Tabel Hasil Pengukuran
regulator regulator
LM7812 LM7805 Tegangan Output Rangkaian Sensor
1 15V 12V 5V Air
2 15V 12V 5V Tegangan
No Perlakuan Pada Sensor
(V)
3 15V 12V 5V
1 Tidak ditetesi air 4.9 V
4 15V 12V 5V
2 Ditetesi air 1.2 V
5 15V 12V 5V

4.4 Pengukuran rangkaian driver


4.2 Pengukuran rangkaian sensor
pengubah putaran motor
LDR
Driver pengubah putaran motor di
Pemasangan trimpot pada
sini berfungsi untuk mengubah arah
rangkaian sensor LDR ini bertujuan
putaran dari motor DC sesuai dengan
agar supaya sensitifitas penerimaan
input yang diberikan dari salah satu
cahaya bisa diatur agar supaya
sensor.
menyesuaikan dengan cahaya yang
Tabel 4 Pengukuran tegangan motor
diberikan pada permukaan dari sensor
saat berputar
LDR tersebut.

Jurnal Online Poros Teknik Mesin Volume 6 Nomor 1 77


No Keadaan motor
Tegangan tertekan limit switch tegangan keluar 5
(V)
volt seperti yang diukur lewat alat ukur
1 Tidak Berputar 0V
multimeter analog.
2 Berputar 12
Tabel 4.6 Hasil pengukuran rangkaian
limit switch
4.5 Pengukuran rangkaian driver Tegangan
Keadaan
(Volt)
kecepatan motor
Potensio disini dimaksudkan untuk Vcc = 5 V Tidak
5V
Ditekan
mengatur kecepatan motor dengan cara
Ditekan 0V
setiap kali potensio diputar tegangan
pada motor berkurang maka
4.7 Pengujian sistem saat diberi
mengakibatkan kecepatan motorpun
pembebanan
ikut berkurang atau melambat.
Pengujian sistem ini dilakukan
Tabel 5 Hasil pengukuran tegangan
dalam beberapa variasi massa dan
rangkaian driver kecepatan motor
untuk setiap variasi massa dilakukan
Tegangan Saat
Tegangan
Potensio Saat
pada motor lima kali pencatatan waktu. Hal ini
Diputar
bertujuan agar diperoleh waktu rata –
VCC 5V 12 V
rata motor saat menarik masuk dan
Potensio
5 V 4V 10 V
keluar. Untuk pengujian beban dalam
3V 5V
sistem ini, pakaian yang digunakan
2V 0 V
sebagai beban ini yaitu pakaian kering.
Pengujian ini dilakukan untuk
4.6 Pengukuran rangkaian limit mengetahui apakah sistem berjalan
switch sesuai yang direncanakan atau tidak.
Limit switch dipasang pada kedua Tabel 4.8 Hasil perhitungan waktu
ujung rel jemuran dengan tujuan agar rata-rata dan kecepatan rata-rata
supaya bisa memutuskan putaran motor jemuran keluar dan masuk
saat menarik masuk dan menarik keluar Waktu
Berat
Jumlah Rata- Posisi
jemuran. Setiap kali limit switch baju
Baju rata Jemuran
(gram)
(detik)
tertekan dia akan memberikan input
pada Arduino dan tegangannya 1,75 Keluar
0 0
berkurang sampai nol dan saat tidak 1,50 Masuk

Jurnal Online Poros Teknik Mesin Volume 6 Nomor 1 78


2,61 Keluar 4.9 Pengujian sistem saat cuaca
1 230
2,35 Masuk mendung
2,78 Keluar Pada keadaan ini jemuran akan
2 430
2,40 Masuk tertarik ke dalam kemudian akan

3,26 Keluar berhenti sendirinya ketika roda


3 640
2,58 Masuk
pembawa jemuran akan menyentuh
limit switch yang sudah terpasang pada
3,54 Keluar
4 880 ujung rel jemuran. Arduino akan
2,81 Masuk
membaca keadaan ketika LDR tak lagi
7,45 Keluar
5 1100 diberikan cahaya sebagai keadaan
3,73 Masuk
mendung sehingga motor menarik
4.8 Pengujian sistem saat cuaca
jemuran sesuai dengan input LDR ke
cerah
pada Arduino. Keadaan ini sama
Pada penelitian ini cahaya senter
halnya ketika awal kita menghidupkan
diasumsikan sebagai cahaya matahari.
sistem kendali, mikrokontroler
Jadi seperti terlihat pada Gambar 3.1
membaca keadaan tersebut sebagai
ketika sensor LDR diberikan cahaya
keadaan mendung, sehingga awal
maka jemuran tertarik keluar oleh
posisi jemuran tertarik kedalam.
motor yang mendapatkan perintah dari
arduino, karena input dari LDR dibaca
oleh arduino berlogika 1. Jemuran itu
akan berhenti sendirinya ketika roda
pembawa jemuran akan menyentuh
limit switch yang sudah terpasang pada
ujung rel jemuran.

Gambar 3.2 LDR Tidak Lagi diberi


Cahaya
4.10 Pengujian sistem saat cuaca
hujan
Keadaan hujan sama halnya
Gambar 3.1 Ketika LDR diberika dengan keadaan mendung, jemuran
Cahaya

Jurnal Online Poros Teknik Mesin Volume 6 Nomor 1 79


akan tetap di dalam karena sensor
hujan memberikan input ke
mikrokontroler dan membacanya
sebagai logika 1 sama seperti pada
proses mendung dan cerah, setiap kali
roda jemuran ditarik oleh motor, roda
jemuran akan berhenti ketika
menyentuh limit switch yang terpasang Gambar 3.4 Pengujian Ketika Cuaca

di setiap ujung kiri kanan rel jemuran Panas dan Hujan

tersebut. Kondisi sensor air ditetesi air V. KESIMPULAN DAN SARAN

dapat dilihat pada Gambar 3.3 berikut


5.1 Kesimpulan
ini.
Adapun kesimpulan yang
didapatkan dari pembahasan pada bab–
bab sebelumnya adalah
1. Berdasarkan hasil dari
pengujian yang dilakukan,
penggerak alat jemur pakaian
otomatis berbasis arduino uno
Gambar 3.3 Sensor Air ditetesi Air
atmega328 telah bekerja sesuai
4.11 Pengujian sistem saat cuaca
dengan yang diharapkan.
panas dan hujan
2. Penggerak alat jemur pakaian
Pada keadaan seperti ini jemuran
otomatis berbasis arduino uno
yang awal mulanya berada di luar
atmega328 ini dapat digunakan
secara otomatis akan tertarik ke dalam
sebagai solusi pengangkat
menuju tempat tertutup ketika cuaca
jemuran disaat hujan ataupun
panas dan hujan. Sehingga pada saat
hari sudah malam.
cuaca sedang panas namun turun hujan,
pakaian yang terjemur tidak akan
5.2 Saran
kehujanan. Bisa kita lihat pada Gambar
Untuk meningkatkan kualitas dan
3.4 menunjukkan pengujian dimana
pengembangan lebih lanjut dari alat ini,
saat cuaca panas dan hujan jemuran
maka dapat dilakukan hal – hal sebagai
tertarik masuk ke dalam.
berikut :

Jurnal Online Poros Teknik Mesin Volume 6 Nomor 1 80


1. Untuk dapat menjemur pakaian Kadir, A. 2013. Panduan Praktis
yang lebih banyak sebagai Mempelajari Aplikasi
digunakan motor dengan torsi Mikrokontroler dan
yang lebeih besar Pemrogramannya
2. Untuk lebih efektif dalam proses Menggunakan Arduino.
pendeteksian cahaya matahari, Penerbit Andi. Yogyakarta
sebaiknya menggunakan sensor Mata, J. 2009, Simulasi Pengendali
yang lebih sensitif seperti foto Solar Tracker Untuk
transistor. Memaksimalkan Perolehan
3. Untuk lebih efektif dalam energi Listrik Solar Cell Pada
pengerikan baju pada saat musim Listrik Penerangan. Skripsi
hujam maka sebaiknya Sarjan. Fakultas Teknik Unsrat
menggunakan kipas agar supaya Manado.
ketika hujan baju dalam proses Syahrul. 2012. Mikrokontroler AVR
pengeringan Atmega835. Informatika
4. Tambahkan baterai yang bisa diisi Bandung. Bandung.
ulang sehingga dapat
menggantikan saat listrik padam

DAFTAR PUSTAKA

Adi, A. N. 2010. Mekatronika. Graha


Ilmu. Yogyakarta
Darmawan, H. A. 2016. Arduino,
Belajar Cepat dan
Pemrograman. Informatika
Bandung. Bandung Jasa
Pendidikan dan Pelatihan. 1997.
Materi Kursus “Pemeliharaan
Lanjutan II Peralatan Kontrol
dan Instrumen PLTU Kontrol
Automatik. PT PLN
(PERSERO).

Jurnal Online Poros Teknik Mesin Volume 6 Nomor 1 81

Beri Nilai