Anda di halaman 1dari 7

Tuagas Modul 1

1. Definisi Komunitas
Komunitas yaitu merupakan sekelompok manusia yang lebih sering saling
berhubungan dibandingkan dengan manusia lain yang berada diluarnya, sekelompok
manusia ini saling tergantung untuk memenuhi keperluan barang dan jasa yang penting,
guna menunjang kehidupan sehari-hari . komunitas dalam hal ini dapat diartikan pula
sebagai sekelompok manusia serta hubungan yang ada didalamnya sebagaimana yang
berkembang dan digunakan dalam suatu agen, institusi serta lingkungan fisik yang lazim,
yang merupakan unit organisasi social territorial, yang tergantung dari besarnya, sehingga
dapat berupa RT, RW, Desa dan Kota. (Widagdo, 2016)
Komunitas adalah kumpulan manusia dalam suatu sistem sosial. Komunitas
meliputi lingkungan fisik dimana manusia hidup, terdapat pula lokasi tempat penyediaan
sarana dan prasarana. Komunitas masyarakat sebagai kumpulan manusia dapat dibedakan
berdasarkan nilai-nilai budaya dan tradisi yang terkandung serta interaksi- interaksi
berbagai sistem social. (Fama, 2016)
Komunitas adalah kelompok sosial yang terdiri dari beberapa organisme yang
bertempat di suatu lingkungan, umumnya memiliki karakteristik yang sama. Setiap
individu dalam suatu komunitas pada umumnya memiliki maksud, kepercayaan, sumber
daya, preferensi,dan sejumlah kondisi lain yang serupa satu dengan yang lain (Putra &
Junista, 2018).

Komunitas menurut WHO


Merupakan kelompok social yang ditentukan oleh batas-batas wilayah, nilai keyakinan,
dan peminatan yang sama serta adanya saling mengenal dan saling berinteraksi antara
anggota yang satu dengan yang lainnya. (WHO, 1974).

Keperawatan Komunitas
Community health nursing atau Keperawatan komunitas adalah praktik untuk memelihara
dan meningkatkan kesehatan masyarakat dengan menggunakan pengetahuan dari ilmu
keperawatan, ilmu social, dan ilmu kesehatan masyarakat. Pengertian lain dari
keperawatan komunitas merupakan suatu bentuk pelayanan profesional yang didasarkan
ilmu dan kiat keperawatan yang ditujukan terutama pada kelompok risiko tinggi guna
meningkatkan status kesehatan komunitas dengan menekankan upaya peningkatan
kesehatan, pencegahan penyakit serta tidak mengabaikan kuratif dan rehabilitatif.
(Widagdo, 2016)
2. DIMENSI KOMUNITAS
Sebuah komunitas memiliki tiga fitur, yaitu tempat, populasi, dan sistem sosial. Hal ini
berguna untuk memikirkan dimensi-dimensi setiap masyarakat sebagai peta kasar untuk
mengikuti pengkajian kebutuhan atau perencanaan penyediaan layanan.
1) Tempat
Setiap komunitas secara fisik melakukan kehidupan sehari-hari dalam lokasi
geografis tertentu. Kesehatan komunitas dipengaruhi oleh lokasi tempat tinggal
termasuk penempatan layanan kesehatan, kondisi geografis, tanaman, hewan atau
binatang, dan lingkungan buatan manusia.
Enam Lokasi Variabel;
a. Batas komunitas Untuk berbicara tentang komunitas dalam arti apa pun, yang
pertama, harus menggambarkan batas-batasnya. Ini berfungsi sebagai dasar
untuk mengukur kejadian kesehatan, penyakit, dan menentukan penyebaran
penyakit .
b. Lokasi layanan kesehatan Ketika mengkaji sebuah komunitas, perawat
kesehatan komunitas ingin mengidentifikasi pusat-pusat kesehatan utama dan
ingin mengetahui lokasi keberadaan mereka. Penggunaan layanan kesehatan
tergantung pada ketersediaan dan aksesibilitas.
c. Kondisi Geografis Komunitas telah dibangun di setiap lingkungan fisik dan
lingkungan tertentu, sehingga dapat memengaruhi kesehatan komunitas.
Misalnya, cedera, kematian, dan kehancuran yang mungkin disebabkan oleh
banjir, angin topan, gempa bumi, letusan gunung berapi, dan sebagainya,
sedangkan kegiatan rekreasi di danau atau pegunungan akan meningkatkan
kesehatan dan kesejahteraan.
d. Iklim Iklim memiliki efek langsung pada kesehatan komunitas, misalnya panas
yang ekstrim dan dingin.
e. Tumbuhan dan Hewan Tanaman beracun dan pembawa penyakit hewan dapat
memengaruhi kesehatan komunitas.
f. Manusia membuat lingkungan Semua kegiatan manusia memengaruhi
lingkungan, misalnya perumahan, bendungan, pertanian, jenis industri, limbah
kimia, polusi
2. Populasi
Populasi tidak hanya terdiri atas agregat khusus, tetapi juga semua orang yang
beraneka ragam, yang hidup dalam batas-batas Komunitas. Kesehatan komunitas
sangat dipengaruhi oleh penduduk yang tinggal di dalamnya. Fitur yang berbeda dari
populasi menunjukkan kebutuhan kesehatan dan memberikan dasar untuk
perencanaan kesehatan.
Variabel populasi
a. Ukuran Ukuran populasi memengaruhi jumlah dan ukuran institusi pelayanan
kesehatan. Mengetahui ukuran komunitas memberikan informasi penting bagi
perencanaan.
b. Kepadatan Peningkatan kepadatan penduduk dapat meningkatkan stres.
Demikian pula ketika komunitas tersebar di luar fasilitas pelayanan kesehatan,
sehingga akan menjadi sulit.
c. Komposisi Komposisi penduduk sering menentukan jenis kebutuhan kesehatan.
Dalam kesehatan komunitas salah satunya harus memperhitungkan secara
penuh untuk penyediaan perbedaan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan
pekerjaan anggotanya, yang semuanya dapat memengaruhi masalah kesehatan.
Menentukan komposisi komunitas merupakan langkah awal yang penting
dalam menentukan tingkat kesehatan.
d. Tingkat pertumbuhan atau penurunan Komunitas yang berkembang pesat dapat
menyebabkan tuntutan yang luas pada pelayanan kesehatan. Penurunan dalam
populasi mungkin tanda dari kurang berfungsinya komunitas.
e. Perbedaan Budaya Kebutuhan kesehatan dapat bervariasi antara populasi
subbudaya dan etnis. Perbedaan budaya dapat membuat konflik atau
persaingan untuk mendapatkan sumber daya dan pelayanan atau menciptakan
konflik antarkelompok.
f. Kelas sosial dan tingkat pendidikan Kelas sosial mengacu pada peringkat
kelompok dalam masyarakat, berkaitan dengan pendapatan, pendidikan,
pekerjaan, prestise atau kombinasi faktor-faktor ini. Tingkat pendidikan adalah
penentu kesehatan yang dihubungkan dengan perilaku. Promosi dan layanan
kesehatan yang paling dibutuhkan oleh masyarakat dengan tingkat pendapatan
dan pendidikan rendah adalah layanan preventif.
g. Mobilitas Mobilitas penduduk memengaruhi kelangsungan perawatan dan
ketersediaan layanan. Mobilitas memiliki pengaruh langsung pada kesehatan
masyarakat.
3. Sistem Sosial
Selain lokasi dan populasi, setiap komunitas memiliki dimensi ketiga, yaitu sistem
sosial. Berbagai bagian dari sistem sosial masyarakat yang berinteraksi dan
memengaruhi sistem disebut variabel sistem sosial. Variabel ini meliputi kesehatan,
keluarga, ekonomi, pendidikan, agama, kesejahteraan, hukum, komunikasi, rekreasi,
dan sistem politik. Meskipun perawat kesehatan komunitas harus memeriksa semua
sistem dalam komunitas dan bagaimana mereka.

3. Samansky & Perznecker, 1981 memandang komunitas sebagai berikut:


-Who (people factor): saipa orang yang tinggal di dalam suatu komunitas dapat
menjawab komponen ini,
-Where & When (space & time): dalam komponen ini terjawab oleh ruang dan waktu
yang mencakup sejarah komunitas dan karakteristik lingkungan
-Why & How (for what purpose): komponen ini dapat menjawab factor factor yang
menjelaskan proses fungsional seperti system pemerintahan kebijakan, layanan
pendidikan dan suatu bentuk komunikasi

4. Komunitas sebagai klien


Komunitas sebagai klien merupakan suatu bentuk pelaksanaan perawat yang bekerja
dalam komunitas yang memiliki 2 tujuan penting dimana hal ini di lakukan untuk
mempengaruhi kesehatan baik individu , keluarga, kelompok dan juga populasi. Dua 2
penting dari komunitas sebagai klien adalah komunitas yang dapat mempengaruhi
kesehatan manusia dalam komunitas tersebut dan penyediaan pelayanan kesehatan dalam
komunitas di masyarakat

5. Komunitas sebagai mitra


Menurut neuman model komunitas sebagai mitra adalah model dimana lebih
memprioritaskan primary health care (PHC) sebagai dasar komunitas untuk ikut serta
dalam peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, dan pemberdayaan komunitas.
Pendekatan primary health care (PHC) ada 3 yang utama yaitu pemberian pelayanan
kesehatan kepada masyarakan menggunakan teknologi yang tepat guna, bekerjasama
dengan lintas sektoral dan peningkatan peran aktif masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Fama, A. 2016. KOMUNITAS masyarakat pesisir di tambak lorok, semarang. Sabda. 11(ISSN
1410–7910 E-ISSN 2549-1628):65–75.
Widagdo, W. 2016. KEPERAWATAN KELUARGA DAN KOMUNITAS. Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia: BPPSDMK.
Tugas Modul 2

1. Apa itu MMD 1 ?


MMD 1 adalah merupakan pertemuan antara warga yang dilaksanakan untuk survey dan
perencanaan penanggulangan masalah yang ada di lingkungan masyarakat ( Depkes,
2007)

2. Tujuan MMD 1
Tujuannya dalah supaya warga menganal masalah kesehatannya yang dialami di wilayah
mereka, serta memilih tentang perencanaan serta penanggulangan masalah kesehatan
serta menyusun perancanaan dan penanggulangan masalah yang dialami di wilayah
tersebut.

3. Apa kegiatan sebelum hari MMD 1


Mengetahui terlebih dahulu masalah kesehatan yang ada dalam lingkungan masyarakat
tersebut yang paling sering berdampak dalam masalah kesehatan.setelah mengetahui
masalah kesehatan di daerah tersebut maka dapat dibuatkan sebuah gravik atau diagram
dalam bentuk PPT , atau disususn secara detail untuk di sampaikan pada acara MMD 1,
lalu MMD 1 harus dilaksanakan di balai desa dan harus dihadiri oleh aparatur desa,
pemuka masyarakat desa, petugas puskesmas dan sektor terkait di kecamatan ( seksi
pemerintahan dan pembangunan BKKBN pertanian agama dan lain-lain.

4. Apa kegiatan hari H MMD 1


Pembukaan yang dilakukan oleh kepala desa untuk memimpin menyampaikan tentang
tujuan dan maksud diadakannya MMD 1. Lalu dilanjutkan dengan penguraian masalah
kesehatan desa yang dapat di sajikan memakai PPT , poster maupun alat peraga lainnya,
yang dipimpin oleh kepala desa, lalu penyajian hasil yang dipimpin oleh pihak SDM.
Penentuan dan perumusan masalah kesehatan atas dasar pengenalan masalah dan hasil
MMD dilanjutkan dengan rekomendasi teknis dari petugas kesehatan desa atau perawat
komunitas Penyususnan penanggulangan masalah kesehatan dengan dipimpin oleh kepala
desa (Ferdi efendi, 2009)

5. Apa kegiatan setelah hari H MMD 1?


Mendapatkan permasalahan yang dipilih oleh warga yang akan diberikan itervensi dan
perencanaan kesehatan dalan menanggulangi masalah kesehatan yang ada di masyarakat.
6. Apa itu MMD II?
MMD II adalah kegiatan musyawarah masyarakat desa yang dilakukan bersama
masyarakat untuk menyusun perumusan masalah dan prioritas masalah yang muncul
sesudah dilakukan proses pengkajian pada MMD I

7. Tujuan MMD II?


Tujuan dari MMD II yaitu untuk menyusun rencana tindakan keperawatan yang akan
dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan yang muncul di suatu masyarakat

8. Kegiatan sebelum hari H MMD 2?


Melakukan kontrak waktu dengan masyarakat terkait dengan pelaksanaan MMD II
Menyiapkan hasil pengkajian data
Menyiapkan perumusan perencanaan tindakan yang akan dilakukan untuk mengatasi
permasalahan kesehatan yang muncul di lingkungan masyarakat

9. Apa kegiatan hari H MMD II?


Memaparkan temuan kasus berdasarkan hasil pengkajian data
Menyusun perencanaan tindakan bersama masyarakat untuk mengatasi masalah
kesehatan

10. Kegiatan setelah hari H MMD 2?


Melakukan implementasi tindakan berdasarkan hasil perencanaan tindakan yang telah
disepakati oleh masyarakat

11. Apa itu MMD3?


MMD3 adalah Kegiatan temu warga yang dilakukan untuk memaparkan laporan atau
evaluasi dari kegiatan yang telah dilaksanakan,
MMD yang dilakukan merupakan yang ketiga, yaitu pemaparan hasil setelah melakukan
intervensi

12. Tujuan MMD3?


1.Melaporkan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh mahasiswa/praktikan selama
dilapangan
2.Melakukan kesepakatan rencana tindak lanjut dari kegiatan yang telah dilakukan oleh
mahasiswa selama oraktik di lapangan

13. Apa kegiatan sebelum hari H MMD3?


Kegiatan sebelum hari H MMD3 yaitu
1.mengadakan koordinasi kepada kepala desa,kepala dusun dan tokoh masyarakat
2.membuat pre planning kegiatan MMD3
3.membuat dftar hadir MMD3
4.menyiapkan spanduk MMD3
5.mendistribusikan undangan MMD3
6.memanggil langsung atw mengingatkan untuk mnhadiri MMD3

14. Apa kegiatan hari H MMD3?


1.Pembukaan
2.Sambutan ketua MMD
3.Sambutan ketua RT/RW
4.Pemamparan hasil implementasi
5.Kemudian Diskusi dengan warga, adapun faktor pendukung dan faktor penghambat
dalam melaksanakan kegiatan
6.Rencana tindak lanjut
7.Terakhir penutup

15. Apa kegiatan setelah hari H MMD3?


Membuat laporan akhir dari semua kegiatan, melakukan pelaporan kepada kepala desa
dan kepada puskesmas.