Anda di halaman 1dari 5

Nama : Uchi Wina Pratama

NPM : 17412065
Kelas : AKT 17 Bx
UTS ANALISA LAPORAN KEUANGAN
Analisis Rasio Tahun 2018 dan 2019 Laporan Keuangan PT Astra International Tbk

 Tahun 2018 dan 2019:


Aktiva Lancar
1. Rasio Lancar (Tahun 2018) = ×100 %
Utang Lancar

131.180
= 116.467 ×100 %

= 1,12632763 x 100%

= 1,12 %

129.058
Rasio Lancar (Tahun 2019) = ×100 %
99.962
= 1,29%

Artinya : jumlah aktiva lancar tahun 2018 sebanyak 1,12 kali utang lancar atau setiap Rp 1
utang lancar dijamin oleh 1,12 rupiah harta lancar. jumlah aktiva lancar tahun 2019 sebanyak
1,29 kali utang lancar atau setiap Rp 1 utang lancar dijamin oleh 1,29 rupiah harta lancar.
Untuk tahun 2018 dan 2019 kondisi perusahaan kurang baik karena rasionya masih dibawah
rata-rata industry. 

Aktiva Lancar−Persediaan
2. Rasio Cepat (tahun 2018) = x 100 %
Hutang Lancar
131.180−26.505
= x 100 %
116.467
= 0,89%
131.180−24.287
Rasio Cepat (tahun 2019) = x 100 %
116.467
= 0,91%

Artinya : rasio cepat pada PT Astra tahun 2018 adalah sebesar 0,89% dan tahun 2019 sebesar
0,91% jika rasio perusahaan di baswah rata-rata industry maka kedaan perusahaan ini buruk
dan menyebabkan perusahaan harus menjual persediaan untuk melunasi pembayaran hutang
lancar.

Persediaan AkhirTahun
3. Jumlah Hari Penjualan Persediaan (tahun 2018) =
HPP /365

26.505
= 188.436/365

= 0,019

Persediaan AkhirTahun
Jumlah Hari Penjualan Persediaan (tahun 2019) =
HPP /365
24.287
=
186.927/365
= 0,021

Jadi, PT Astra memerlukaan waktu untuk mengetahui jumlah hari untuk persediaan sebesar
0,019% tahun 2018 dan 0,021 tahun 2019
Laba Setelah Pajak
4. ROA (tahun 2018) = ×100 %
Total Asset

27.372
= ×100 %
344.711

= 0,08 %

26.621
ROA (tahun 2019) = 351.958 ×100 %

= 0,07%

Artinya : pada tahun 2018 untuk setiap Rp 1 Aset yang digunakan, perusahaan hanya mampu
menghasilkan Rp 0,080 Laba Bersih. Dan tahun 2019 untuk setiap Rp 1 Aset yang
digunakan, perusahaan hanya mampu menghasilkan Rp 0,07 Laba Bersih. Bisa juga
dikatakan, perusahaan hanya mampu menghasilkan Laba Bersih 8% di tahun 2018 dab Laba
Bersih 7% di tahun 2019 dari Total Aset yang digunakan.
Laba Setelah dipotong Pajak
5. Net Profit Margin (tahun 2018) =
Penjualan

27.372
=
239.205

= 0,114%
26.621
Net Profit Margin (tahun 2019) =
237.166
= 0,112%

Artinya : Pada tahun 2018 untuk setiap Rp 1 dari penjualan bersih yang dihasilkan laba bersih
yang tersisa Rp 0,114 sedangkan yang Rp 0,114 habis untuk menutup HPP, biaya
operasional dan pajak. Dan untuk tahun 2019 untuk setiap Rp 1 dari penjualan bersih yang
dihasilkan laba bersih yang tersisa Rp 0,112 sedangkan yang Rp 0,112 habis untuk
menutup HPP, biaya operasional dan pajak. Dengan kata lain, dari total penjualan netto yang
dihasilkan di tahun 2018 dan 2019, perusahaan hanya menyisakan 114% dan 112% laba
bersih.

Penjualan Bersih
6. Rasio Perputaran Kas (tahun 2018) =
Modal Kerja Bersih

239.205
=
131.180

= 1,82 kali

237.166
Rasio Perputaran Kas (tahun 2019) =
129.058
= 1,83 kali

Artinya : selama tahun 2018 dan 2019 kas dari PT Astra berputar sebanyak hampir 2 kali
dalam setahun. Dan ini menandakan bahwa kas dari PT astra dapat dimanfaatkan dengan baik
dalam menghasilkan penjualan dan tambahan kas untuk usahanya.

Penjualan Kredit
7. Rasio Perputaran Piutang(tahun 2018) =
Piutang Usaha Rata−rata

5.051
=
29.655

= 0,17

5.511
Rasio Perputaran Piutang(tahun 2019) =
28.110
= 0,19
Jadi, Rasio Perputaran Piutang pada PT Astra diatas sedikit naik dan stabil. Hal ini bisa
menunjukan bahwa PT Astra memiliki manajemen Piutang yang tidak buruk, Karena pada
PT Astra Tbk dapat mempertahankan perputaran piutang dengan stabil.

HPP
8. Rasio Perputaran Persediaan (tahun 2018) =
RataRata Persediaan

188.436
=
15.311

= 12,3%

186.927
Rasio Perputaran Persediaan (tahun 2019) =
14.087
= 13,2%

Artinya, rasio perputaran persediaan PT astra tahun 2018 dan 2019 sebesar 12,3 kali dan 13,2
kali dan dapat disimpulkan bahwa PT Astra dalam satu periode tersebut (2018 dan 2019)
tergolong lancar penjualannya karena persediaannya bisa diputar beberapa kali dalam satu
periode.
Penjualan Bersih
9. Rasio Perputaran Aset (tahun 2018) =
RataR ataTotal Aset

239.205
=
344.711

= 0,69

Artinya, rasio perputaran aset PT Astra tahun 2018 dan 2019 sebnayak 0,69 kali dan

Total Utang
10. Debt to Equity Ratio = × 100 %
Total Modal
170.348
= ×100 %
174.363
= 0,97%

Artinya, rasio ini menunjukkan bahwa setiap Rp 1,00 menjamin total utang sebsar Rp 0,97
artinya makin kecil makin baik kondisi laporan perusahaan per periode 2018.