Anda di halaman 1dari 3

PERSIAPAN PASIEN RUJUKAN

No. :
Dokumen 104/VII/SOP/AKR/2016
SOP No. Revisi
Tgl.Terbit
:
: 1 Agustus 2016
Halaman :1
PUSKESMAS drg. Sri Dewi Susanti
KAMPUNG BARU Nip. 19750202 200501 2 009

Posedur ini mencakup Semua kegiatan yang diperlukan untuk memberikan


persiapan dan rujukan kepada pasien dan keluarga pasien dengan memberikan
1. Pengertian pelimpahan dan tanggung jawab terhadap satu atau lebih kasus penyakit dari
unit yang berkemampuan kurang ke unit yang lebih mampu memberikan
penanganan.
Mengupayakan pasien untuk mendapatkan pelayanan yang lebih memadai
2. Tujuan
terkait dengan penyakitnya atau pencegahan terhadap penyakitnya.
SK Kepala Puskesmas No. 044/VII/SK/AKR/2016 tentang Penanganan pasien
3. Kebijakan
Gawat Darurat di Puskesmas
4. Referensi Permenkes Nomor 269/Menkes/PER/III/2008 tentang Rekam Medis.

1. Rekam Medis
2. Blangko rujukan
3. Peralatan kegawat Daruratan selama dalam perjalanan.
5. Alat dan 4. Obat-obatan/Parenteral
Bahan 5. Oksigen
6. Buku register rujukan
7. Sarana transportasi (ambulance)

6. Prosedur
A. Prosedur Klinis:
1. Melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang medik untuk menentukan
diagnosis utama dan diagnosis banding.
2. Sebelum merujuk penderita dalam keadaan stabil, lakukan penilaianawal dan pengelolaanya pada
saat pasien datang :
(A) : Air Way
 Melihat ada tidaknya obstruksi nafas yang dapa disebabkan oleh benda asing, trauma wajah
dan sebab lain.
 Menjaga airway dilakukan dengan membuka jalan nafas secara manual maupun dengan alat (
cervical collar )
(C) : Circulaton
 Pantau tingkat kesadaran, warna kulit, nadi (awasi penurunan kesadaran, warna kulit dan
wajah pucat, nadi cepat dan kecil yang merupakan tanda hipovolemik)
 Menghentikan perdarahan luar
 Bila perlu pasang infus mulai pemberian kristaloid dan teruskan pemberian selama
transportasi
3. Memberikan tindakan stabilisasi antara lain :
 Memberikan oksigen dan pemasangan endotracheal tube atau oroparingeal bila diperlukan.
 Mengatasi perdarahan bila terjadi perdarahan,memasang cairan infuse sesuai kondisi pasien’
 Memasang Douwer cateter dan NGT (Naso Gastric Tube) jika diperlukan
 Melakukan imobilisasi kepala leher dan columna vertebralis jika ada indikasi.
 Membersihkan luka terbuka dan menutup dengan kasa steril
 Memberikan Antibiotik dan ATS jika diperlukan’
 Melakukan pemeriksaan penunjang jika diperlukan missal EKG atau pemeriksaan laborat.
B. Prosedur Administratif:
1. Dilakukan setelah pasien diberikan tindakan medis.
2. Membuat rekam medis pasien dilakukan oleh keluarga pasien saat pasien datang.
3. Memutuskan unit pelayanan tujuan rujukan dan memastikan bahwa unit pelayanan tujuan dapat
menerima pasien
4. Menjelaskan/memberikan Informed Consernt (persetujuan/penolakan rujukan) untuk pasien
emergency yang memerlukan pendampingan
5. Memutuskan unit pelayanan tujuan rujukan dan memastikan bahwa unit pelayanan tujuan dapat
menerima pasien
6. Membuat surat rujukan pasien
7. Mencatat identitas pasien pada buku register rujukan pasien.
8. Menyiapkan sarana transportasi
9. Menghubungi rumah sakit yang akan dituju dengan menggunakan sarana komunikasi dan
menjelaskan kondisi pasien Untuk pasien gawat darurat harus didampingi tenaga kesehatan yang
kompeten dibidangnya dan mengetahui kondisi pasien.
10. Pasien diantar dengan kendaraan ambulance selama dalam perjalanan menuju rumah sakit
dilakukan monitoring dan pasien diserah terimakan oleh petugas, kendaraan pengantar tetap
menunggu sampai pasien di IGD mendapat kepastian pelayanan, apakah akan dirujuk kembali
ditangani di fasilitas pelayanan kesehatan setempat.
11. Rujukan kasus yang memerlukan standart kompetensi tertentu (sub spesialis) Pemberi Pelayanan
Kesehatan tingkat I (Puskesmas,Dokter Praktek, Bidan Praktek, Klinik) dapat merujuk langsung ke
rumah sakit rujukan yang memiliki kompetensi tersebut
12. Pengiriman dan penyerahan pasien disertai surat rujukan ke tempat rujukan yang dituju
13. Dokumentasikan pemeriksaan penderita dalam rekam medis dan surrat rujukan
 Nama, umur, alamat dan nomor rekam medis pasien
 Riwayat penyakit sekarang
 Diagnosis kerja
 Tanda vital termasuk GCS dan pupil mata
 Tindakan yang telah diperlukan
 Terapi yang telah dilakukan
 Jenis dan jumlah cairan yang diberikan
 Hasil pemeriksaan penunjang bila ada
 Nama dan tanda tangan dokter pengirim beserta cap stempel puskesmas
14. Setelah sampai Rumah Sakit dan pasien diterima petugas Atau Dokter jaga rujukan disampaikan
dan meminta tanda tangan penyerahan pasien
Unit Terkait UGD, Rawat Inap