Anda di halaman 1dari 18

PRAKTEK LAPANG ALAT MESIN PERTANIAN TEKNOLOGI BENIH DI

PT BENIH CITRA ASIA

Diajukan guna memenuhi persyaratan acara Study lapang mata kuliah alat mesin pertanian

Politeknik Negeri Jember

Di susun oleh :

Patrisia Mega Kartika Candra

(A41160223)
Golongan A / TPB’16

PROGRAM STUDI TEKNIK PRODUKSI BENIH

JURUSAN PRODUKSI PERTANIAN

POLITEKNIK NEGERI JEMBER

2018
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.


Indonesia yang merupakan salah satu dari negara yang terlibat dalam sistem
perdagangan bebas harus memiliki strategi yang jitu untuk menghadapi era yang sarat
dengan kompetisi tersebut. Strategi tersebut tentunya disusun dan dibuat berdasarkan
pada kemampuan bangsa Indonesia dengan memanfaatkan segala sumber daya yang
dimiliki, baik sumber daya alam maupun sumberdaya manusianya. Mengingat republik
ini merupakan negara agraris, maka hal utama yang perlu dipikirkan dalam menyusun dan
menentukan strategi tersebut adalah memperkuat sektor pertanian sebagai unsur industri
primer (pertanian, kehutanan, dan perikanan). Hal ini disebabkan dengan tangguhnya
sektor pertanian akan menghasilkan ketahanan pangan yang mengakibatkan bangsa ini
mempunyai modal dasar yang kokoh untuk menangkal segala gangguan, tantangan, dan
ancaman baik yang bersifat lokal maupun global. Di samping itu, tentunya juga harus
dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Selanjutnya dapat
dikemukakan bahwa berdasarkan pengalaman di Inggris, Jepang, dan Korea Selatan
penurunan jumlah tenaga kerja pada industri primer tergantung pada peningkatan jumlah
tenaga kerja pada industri sekunder ( pertambangan, konstruksi, dan manufaktur) serta
industri tersier yang meliputi listrik, gas, air dan uap, transportasi, komunikasi,
perdagangan besar dan eceran, keuangan, ansuransi, perumahan, jasa, pemerintah, dan
lain-lainnya. Berdasarkan hal tersebut jika sektor pertanian sudah tangguh, efisien, dan
modern maka secara otomatis akan memberikan dukungan bagi pengembangan seluruh
sektor industri lainnya, yakni dengan cara mengalihkan sumber daya tanaga kerja yang
tadinya pada sektor pertanian (industri primer) untuk bekerja di sektor industri sekunder
dan tersier.
Mekanisasi pertanian dalam arti luas bertujuan untuk meningkatkan produktifitas
tenaga kerja, meningkatkan produktifitas lahan, dan menurunkan ongkos produksi.
Penggunaan alat dan mesin pada proses produksi dimaksudkan untuk meningkatkan
efesiensi, efektifitas, produktifitas, kualitas hasil, dan megurangi beban kerja petani.
Dalam kegiatan produksi benih terdapat serangkaian kegiatan yang sangat penting
yaitu salah satunnya pengolahan benih. Pengolahan benih dilakukan setelah proses
panen berlangsung, dimana kegiatan ini termasuk ke dalam proses pasca panen. Alat
mesin pertanian merupakan hal yang berperan dalam kegiatan ini. Alat dan mesin
pertanian merupakan alat dan mesin yang digunakan dalam usaha pertanian. Teknologi
tepat guna secara sederhana diartikan sebagai teknologi yang dapat dibuat atas dasar
ketersediaan komponen lokal, dan dapat dikembangkan oleh sumber daya manusia lokal
pula (Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, 1994).

Dimana dalam pengelolahan benih diperlukan alat dan mesin untuk proses
memproduksi benih yang baik sehingga untuk mengetahui lebih jelas dilakukan
kegiatan fieldtrip atau kunjungan lapang. Kegiatan fieldtrip ini dilaksanakan di PT.
Benih Citra Asia, perusahaan Benih Citra Asia memproduksi benih tanaman
hortikultura dan saat ini juga memproduksi benih pangan yaitu benih jagung.

1.2 Tujuan Praktikum


Adapun tujuan dari kegiatan praktek lapang ini antara lain:
1. Untuk menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa/i dalam menggunakan alat
mesin pertanian atau prosedur penggunaan yang tepat.
2. Untuk mengetahui proses produksi benih dari awal hingga akhir
3. Untuk mengetahui kapasitas mesin
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sejarah perusahaan.

PT. BENIH CITRA ASIA adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang


pertanian khususnya industri benih tanaman hortikultura yang merupakan hasil
pemuliaan tanaman (Plant Breeding). Perusahaan ini dikenal dipasar dengan
merk dagang  Bintang Asia, didirikan oleh putra Indonesia dengan obsesi
menjadi pelopor kebangkitan perbenihan nasional.
Untuk mewujudkan kebangkitan perbenihan nasional dan mendukung
keberhasilan usaha tani, kami terus bekerja keras dalam meneliti dan
mengembangkan varietas – varietas baru yang lebih unggul, disukai pasar,
produksi lebih tinggi, umur genjah, toleran hama penyakit, tahan cuaca, dan
transportasi jarak jauh serta kemudahan dalam budidaya.
Produk Bintang Asia diproduksi dan diproses dengan pengawasan ketat
dari Quality Control baik di area produksi maupun di area pabrik dengan
melakukan  pengujian mutu benih di laboratorium dan dilapang untuk
memastikan bahwa benih yang kami pasarkan telah memenuhi jaminan mutu
yang baik.
Sebagai wujud meningkatkan mutu dan pelayanan kami terhadap kepuasan
pelanggan, PT. Benih Citra Asia telah memiliki sertifikat dari Lembaga
Sertifikasi Sistem Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura  yang
menunjukkan pengakuan terhadap mutu produk  sesuai standar ISO 9001:2008.
Produk Bintang Asia lebih terjamin legalitasnya karena logo, merk, nama
produk dan desain kemasan telah dipatenkan di Departemen Hukum Dan Hak
Asasi Manusia RI pada Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual. Produk –
produk PT. Benih Citra Asia telah terdaftar di Departemen Pertanian RI dan
mendapatkan SK Menteri Pertanian.  Produk dilindungi Undang – Undang
Perlindungan Varietas Tanaman No. 29 tahun 2000.
PT. Benih Citra Asia masih dapat berpeluang berkompetisi dalam kualitas
produk dengan perusahaan Asing (Besar) karena PT. Benih Citra Asia
adalah salah satu perusahaan yang memiliki kapasitas gudang berteknologi
tinggi dan kelengkapan aspek bisnis dari hulu ke hilir. Kepercayaan pelanggan
dan dukungan plasma petani mitra yang tersebar di wilayah Jawa Timur dan
kemampuan SDM PT. Benih Citra Asia akan mampu menyediakan benih secara
kualitas, kuantitas dan berkesinambungan
2.1 Metode Pembelajaran
Field Trip adalah sebuah perjalanan lapangan atau, yang dikenal sebagai perjalanan
sekolah dilakukan dengan mengajak mahasiswa ke suatu tempat atau objek tertentu di
luar kampus untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu. Tujuan perjalanan ini adalah
untuk melakukan pengamatan bagaimana proses dalam pengolahan benih serta alat
yang digunakan dalam pengolahannya. Field trip yang dilakukan adalah untuk
mengetahui alat-alat yang digunakan untuk pengolahan benih hortikultura dan benih
jagung, yang berada di PT. Benih Citra Asia. Kegiatan usaha ini yang meliputi usaha
pengolahan, pendistribusian dari pelaku usaha dan pelaku utama serta media lainnya di
suatu tempat, wilayah atau pasar dan menerima untung yang bernilai ekonomi bagi
kelompok maupun individu.
Latar belakang diadakannya kunjungan alat mesin pertanian agar mahasiswa
mengenal alat-alat dan mesin apa saja yang digunakan dan mengetahui prosessing
tahap ke tahap pada benih tanaman pangan dan hortikultura untuk bekal membuka
usaha. Selain itu mahasiswa dapat mengetahui lebih jauh tentang prosedur,
kedisiplinan, tata tertib kerja,cara kerja alat mesin, prosessing dari awal sampai siap
dipasarkan.
Selain sebagai sarana belajar dan edukasi dengan cara mendatangi industri secara
langsung dan melihat urutan – urutan proses pengolahan serta cara pengunaan alat
tersebut. Kunjungan lapang dipilih untuk menambah pengalaman mahasiswa tentang
dunia kerja, mahasiswa dituntut untuk aktif menggali informasi tentang kunjungan ini
untuk memperoleh pengetahuan tentang dunia indutstri khususnya alat-alat yang
digunakan dalam prosessing benih. Kunjungan industri dilakukan untuk memberikan
gambaran kepada mahasiswa tentang tata letak gudang dan proses pengolahan benih
tanaman hortikultura dan jagung dari awal hingga akhir. Dalam fieltrip kali ini
dilakukan dengan mengunjungi PT. Benih Citra Asia sehingga diharapkan menambah
pengetahuan mahasiswa tentang proses produksi benih dan mengetahui alat dan mesin
yang digunakan dalam kegiatan produksi benih yang terdapat pada PT. Benih Citra
Asia tersebut.
BAB III
METODELOGI

3.1 Waktu dan Tempat.

Adapun kunjungan lapang PT Benih Citra Asia dilaksanakan pada Hari Sabtu, 23
November 2018 di PT Benih Citra Asia jember pukul 07.00-selesai WIB.

3.2 alat dan bahan

Alat dan bahan yang di gunakan dalam study lapang di PT Benih Citra Asia
transportasi, ATK, kamera, pengeras suara.

3.3 prosedur kerja.

1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.


2. Mendengarkan penjelasan dan arahan dari pimpinan PT Benih Citra Asia mengenai
sejarah dan prosessing serta alat yang digunakan PT Benih Citra Asia
3. Mempraktekkan alat dan mesin pengolahan benih secara bergantian.
4. Mencatat, merekam dan mengambil gambar alat mesin dan tata letak pabrik yang
telah dijelaskan oleh pimpinan perusahaan.
5. Menanyakan beberapa pertanyaan kepada pimpinan perusahaan tentang pengolahan
benih.
6. Membuat laporan hasil dari kunjungan lapang PT Benih Citra Asia
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Pembahasan

4.1.1 Sejarah Perusahaan.

PT Benih Citra Asia merupakan salah satu produsen benih inbrida yang
terletak di Kabupaten Jember Jawa Timur, tepatnya di JL. Akmaludin No. 26. PT Benih
Citra Asia berdiri pada tahun 2006. Perusahaan BCA memproduksi 2 jenis tanaman
holtikultura contohnya : pare, cabe, tomat, semangka, timun dll dan tanaman pangan
contohnya : jagung pakan dan jagung manis. PT Benih Citra Asia memiliki target ang
naik di setiap tahunnya pada jagung pakan pada tahun 2016-2017-2018-2019. Sedangkan
pada tahun 2018 sudah mencapai 115 ton , pada tahun 2019 target 3000 ton dan total
pada target pada tahun 2020 10.000 ton. PT Benih Citra Asia pada saat ini sedang
melakukan pembangunan yang baru yakni bertepat di sebelah timur yakni untuk tempat
prosessing jagung dengan kapasitas 5000 ton perluasan dan kapasitas setiap minggu
dapat melakukan kapasitas 400 ton perminggu pada prosessing jagung. PT Benih Citra
Asia memiliki 2 area tempat yakni wilayah barat untuk tanaman holti dan untuk wilayah
timur untuk tanaman jagung ( jagung ). PT Benih Citra Asia memiliki lahan sendiri
untuk budidayanya dan bermitra dengan petani hampir semua untuk wilayah jawa timur
yang bermitra dengan PT BCA dan sebagian untuk wilayah jawa tengah.

4.1.2 pengenalan alat dan ruangan.

Tanaman pangan :

1. Bin peengering jagung.

Kapasitas 10 ton dengan total 14 ton. Cara kerja Bin pengering yakni : sistem udara
hangat yang di hembuskan keatas selama 2 hari di hembuskan dari bawah uap air dari benih
di buang ke udara kapasitas 10 % untuk memperlancar sirkulasi udara. Dua hari pertama
angin yang di hembuskan suhu hujan 37 C Dan hari ke 3, 4, 5, dan 6 di naikan suhu ke 40 C
dengan di kering anginkan juga bisa dan jika pada 3-4 maka akan menggunakan hembusan
api. Simtem BIN pengering : Udara hangat di hembuskan dari bawah kemudian 3 hari
selanjutnya di hembuskan lewat atas.

Gambar 1

2. mesin coating (memakai mollen) / pengaduk semen

Fungsi menghomogenkan warna Sirip-siripnya dilepas untuk tidak menghancurkan


benih jagung.

Tanaman holtikultura :

Ruang penerimaan benih holtikultura

Ruang penerimaan benih dari petani untuk benih tanaman holtikultura dari petani di
identitas ulang ada LOT setiap varietas.adapun nama lot yang biasanya harus ada adalah
nama varietas, nama petani, dan kode. Jika benih holtikultura yang baru dari lapang maka
akan di analisis fisik yakni di uji homogenitas (warna dan ukuran) setelah itu benih setelah itu
dimasuukan ke sistem dinyatakan lolos maka di masukkan ke gudang yang di beri nama LOT
masing masing. Setelah itu dimasukkan ke ruang transeed. Ruangan ini hanya ruangan yang
diberikan AC untuk menunggu benih akan diprosessing.

Adapun alat yang digunakan untuk memproduksi benih holtikultura :


1. Mesin brasing
Guna untuk menghilangkan bulu-bulu halus pada benih-benih yang kecil di dalam
alatnya ada sikat kecil dan kipas dengan kapasitas penggunaan alat 2-5 kg/ jam.
Komoditi : tomat, timun,
Karena bulu halus menyebabkan cendawan. Sistem kerjanya per grade setiap lot tidak
boleh dijual di gabungkan.

Gambar 2
2. Mesin ASC
Grade A-B-C
Grade A paling atas, Grade B di tengah, dan grade C paling bawah. Terdapat 2 screen
hasilnya ada 3 grade kapasitas kecil 5-10 kg/jam tergantung benihnya untuk tanaman
pare, melon, dan pare tergantung kecepatan udaranya di atur. Perawatannya : setelah
pemakaian dibongkar dibersihkan dan perawatan setiap 3 bulan sekali bagian
menteler.
Cara kerja :
Masuk ke hoter,maka akan turun peyedot udara benih benih hampa akan jatuh,
sedangkan yang bernas akan jatuh ke depan.
3. Mesin ASC
Benih benih yang sangat kecil contohnya salada hanya terdapat grade A dan Grade B.
Prosesnya satu kali jika tidak lolos pada DB maka diakan di analisis penyebab tidak
lolos.
4. Mesin ASC-3
Benih yang regular(proses lanjutan ), alat ini digunakan untuk benih-benih yang tidak
lolos uji untuk mesin sebelumnya. Contohnya labu
Gambar 3 mesin ASC-3
5. Mesin ASC-4
Benih yang berukuran yang besar contoh pare, melon dengan kapasitas 10-15
kg/jam.sistemnya screen terlebih dahu kemudian udara.

Gambar 4 ASC 4
6. Mesin ASC (cleaning, greading)
Berfungsi untuk dengan yang sama, yakni membuang kulit yang hampa dan
menyamakan benih berupa ukurannya. Dengan kapasitas 30-50 kg/jam. Komoditi :
kacang, kangkung, jagung.

Gambar 5 mesin ASC


7. Mesin Gravity / destoner
Fungsinya : memisahkan masa jenis
Gambar 6 mesin gravity gambar 7. Mesin gravity
8. Drestoner
Menghilangkan batu batu kecil dan menyamakan masa jenis.

Gambar 8. Mesin drestoner


9. Ruang fumigasi
Fungsinya untuk menghilangkan benih dari hama (insek), tidak semua benih bisa di
masukkan dalam rungan fumigasi. Prosesnya hanya seminggu Yakni fumigan yang
mengeluarkan toksik kepada hama tetapi slorilis (dikeluarkan pelan-pelan) Jadi satu
sak ada 1 fumigan sloriis
Langkah – langkah
1. Menyiapkan benih dari bok drying.
2. Masukkan bok benih kedalam ruang fumigasi ( 1 ruang maksimal 10 bok)
3. Menempatkan obat fumigasi berbahan aktif :aluminium fosfida usahakan
phoktosin brada di dalam wadah yang di tempatkan pada sela-sela bok dan sudut-
sudut ruang dengan dosis 5-6 tablet untuk 1 ton benih
4. Tutup rapat dan kunci pintu ruang fumigasi dan pastikan gas photiksin tidak ada
yang keluar dari ruangan fumigasi.
5. Tekan tombol “ON” pada panel untuk menghidupkan vacum blower i jam agar
gas photoksin terkuras habis dalam ruangan sebelum bok draying di keluarkan
setelah proses fumigasi selesai
6. Membuka pintu fumigasi, pastikan gas photoksin sudah benar-benar habis
didalam ruang fumigan. Kemudian benih yang ada di dalam ruangan fumigsi
dikeluarkan.
7. Pastikan ruang fumigasi bersih setelah benih sudah di dikeluarkan semua dari
dalam ruang fumigasi, kemudian tutup dan kunci pintu kembali dan diiikuti
mematikan vacum blower menekan tombol “OFF”

Gambar 9. ruang fumigasi


10. Fast draying
Fungsi ruangan ini untuk menurunkan kadar Air yang di perlukan
Terdapat 12 tanaman yang berada di dalamnya, kapasitas per bok 400 kg, suhu dalam
ruangan ini maksimal 35 C minimal 15 C. Jika pada alat terdapat dengan suhu yang
berbeda misalnya terlalu tinggi itu sebabkan karena ada barang baru yang masuk
sehingga Rhnya meningkat Adapun untuk komoditi jagung suhu yang di gunakan 11
C sedangkan komoditi kacang 10 C. Jika suatu benih besar mencapai 12 ton jadi 1 bo
k mencapai 400 kg maka di butuhkan 4 hari, lamanya waktu tergantung pada seberapa
banyak kapasitas benihnya dan untuk benih yang kecil 3-5 hari. Benih kecil kan rapet
tidak ada sirkulasi udara. Patokan bukan untuk berapa yang haruskan diluarkan dari
fast draying melainkan berapa KA yang di inginkan. Udara pada fast draying adalah
udara kering. Udara di luar dan hujan tidak mempengaruhi. Dengan udara kering yang
berada di mesin maka akan seimbang. KA 12 sampai KA kemas Kadar air setiap
komoditi berbeda KA jagung 11 sedangkan kacang panjang 10 tergantung kemasnya.
Benih kecil kecil di letakkan di karung-karung dengan kecepetan suhu yang sama.
Langkah-langkah :
1. Memasukkan benih ke bok draying.
- Untuk KP, BU, jagung, KK dituang langsung ke bok draying.
- Untuk BA, CA bisa menggunakan kantong besar / tetap dengan kantong benih
ditata dalam bok draying.
- Untuk benih kecil lainnya ditata di dalam bok draying tetap memakai kantong.
2. Masukkan bok draying kedalam gudang fast draying menggunakan ditata lurus
mengikuti lubang hembusan dari bok blower (1 bok blower maksimal 10 bok
draying) dan pastikan pada lubang bok draying yang terakhir ditutup dengan spon.
Note : pastikan sela-sela bok draying tertutup rapat agar diperoleh pengeringan
benih
3. Setelah 2-3 jam benih tersebut diajukan PCB untuk di uji KA dengan ketentuan :
- KA tidak lulus : melanjutkan pengeringan.
- KA lulus : bok draying di keluarkan untuk dilakukan proses pergantongan.

Note : catat suhu dan kelembaban ruang fast draying saat proses berlangsung
dengan melihat termocontrol diluar gudang fast draying.

4. Keluarkan bok draying dalam ruang fast draying dan benih siap dilakukan proses
dan penyimpanan.

Gambar 10. ruang fast draying luar dan dalam


- Ruang pengemasan atau packing

Gambar 11 ruang packing


11. Screen leser.
fungsi menuliskan identitas benih : nama lot, masa kadaluarsa, dan DB dengan cara di
setting maka akan jalan otomatis bedanya ada jalannya kemasannya.
Gambar 12
12. Mesin timbang
Menggunakan manual tidak ada yang otomatis ada acuannya.

Gambar 12. timbangan


13. Ruangan pengemasan kaleng.(mesin fifo)
Pengemasan kaleng biasanya digunakan untuk benih kacang panjang, kapasitasnya
400 kaleng/jam. Adapun masa kadaluarsanya jika menggunakan pengemasan kaleng
4-5 bulan. Perawatannya untuk alat ini 3-4 bulan sekali. Menggunakan untuk
menaikan harga. Perbedaan kaleng daya simpan lebih lama kalau fost alo masih ada
kebocoran udara. PT benih citra asia melakukan pengujian sendiri karena sudah
mempunyai sertifikat AISO berlaku selama 4 tahun dan bisa di perpanjang
(resresmen) ada pengecekan setiap 3 bulan sekali dan melakukan pengecekan
prosedur kerjanya apakah dijalankan atau tidak jika tidak dijalankan maka akan di
tarik akan melakukan pengujian BPSB.
Gambar 14
14. Mesin sealerr

Hand Sealer merupakan salah satu jenis mesin prees plastik yang digunakan untuk
berbagai kebutuhan rumah tangga ataupun home industri. Jenis alat perekat plastik ini
sangat mudah digunakan untuk mengemas berbagai jenis produk makanan ringan serta
berbagai jenis bahan makanan yang menggunakan kemasan plastik.

Tujuan pengemasan tentu agar produk tampil lebih rapi dan juga higienis karena
dibungkus dengan plastik yang telah ditutup dengan rapat. Dahulu para pengusaha kecil
menggunakan lilin untuk merapatkan plastik kemasan, karena belum adanya alat perekat
plastik yang bisa digunakan di skala industri rumah tangga.

Gambar 15 sealer
15. Gudang bulky. (ruang penyimpanan terkondisi)
Terdapat 300 komoditi dengan suhu ruang 25 C dengan RH 35 C adapun untuk
komoditi pare kadar Air 8. Ruang ini terdapat banyak tumpukan-tumpukan berbagai
komoditi untuk rungan penyimpanan yang terdapat rak rak dengan nama nama lot lot
yang berbeda setiap komoditi untuk tumpukannya harus ditumpukan ke atas. Setelah
di simpan maka harus melakukan pengujian setiap 6 bulan sekali setiap lot selama 5
tahun yakni dengan uji Daya kecambah, kemurnian, hama penyakit dan dilanjutkan
dengan uji bergiliran yakni : KA simpan, KA kemas jika pengujian itu lolos maka
akan bisa terjual . penyimpanan selama 5-6 tahun dan langsung di kemas. Fungsi fast
draying untuk menahan KA yang berada diluar atau KA tetap.

Gambar 16
- Penerimaan - Prosessing – penyimpanan semua yang melakukan sistem.
- Setelah KA air kemas tercapai – packing – ruang pengiriman.

KA air simpan dan KA kemas tidak jauh berbeda benih disimpan terlebih dahulu
menunggu permintaan marketing mesti KA kemas sudah tercapai.

Jagung dengan varietas : betras 1 dan betras 4


16. Sun draying
17. Been draying
Suhu 10-12 C coating (menaikkan db)
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan.

Adapun kesimpulan dari kegiatan study lapang di PT Benih Citra Asia yakni :

1. PT Benih citra Asia memproduksi 2 jenis tanaman yakni tanaman pangan dan
holtikultura.
2. PT Benih Citra Asia memiliki sertifikasi AISO selama kurun waktu 4 tahun.

5.2 Saran.

Sebaiknya pada saat penyampain materi harus lebih efisiensi microfon hanya
digunakan pada saat di awal saja.
Daftar pustaka

https://www.benihcitraasia.com/index.php?modul=news ( di akses pada 1 desember 2018 )