Anda di halaman 1dari 6

Scaffolding 3 (1) (2014)

Scaffolding

http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/scaffolding

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK MENYAJIKAN


HIRARKI KLASIFIKASI FUNGSI JALAN DAN DERAJAT KEJENUHAN
(Degree of Saturation) RUAS JALAN DI KABUPATEN BATANG

Rifqi Zulfikar 

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Info Artikel Abstrak


________________ ___________________________________________________________________
Sejarah Artikel: Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode observasi langsung yaitu dengan
Diterima April 2014 pengambilan data dari beberapa instansi terkait mengenai informasi jaringan jalan volume lalu
Disetujui Mei 2014 lintas serta kapasitas ruas jalan di Kabupaten Batang, kemudian data dari hasil penelitian tersebut
Dipublikasikan Juni 2014 diolah melalui AutoCad untuk dimasukkan dalam aplikasi sistem infomasi georafis (SIG) melalui
________________ software arcview 3.3. Hasil dari pengolahan berupa peta informasi klasifikasi fungsi jalan dan
Keywords: derajat kejenuhan (Degree of Saturation) ruas jalan di Kabupaten Batang.
Applications; Geographic
Information Systems; Abstract
Classification of Functioning
___________________________________________________________________
Road; Degree of Saturation
The method used in the study is the direct observation method is by collecting data from relevant agencies
Roads Batang district.
regarding road network information traffic volume and capacity of roads in Batang, then the data from the
____________________
research results processed through AutoCad to be included in the application georafis information system (GIS)
through ArcView 3.3 software.The results of the processing of information in the form of maps road
classifications and degree of saturation of roads in the Batang district. Based on this research can be concluded
that the application of GIS can provide information about the classification of the road function and degree of
saturation of roads in the Batang district showed that of 165 roads in Batang, all roads still classified in the
category (Worthy) with a DS value of < 0.75 and safe conditions of congestion.

© 2014 Universitas Negeri Semarang


Alamat korespondensi: ISSN 2252-682X
Gedung E3 Lantai 2 FT Unnes
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229
E-mail: tekniksipil@yahoo.com

48
Choerul Bekti Susilo Nugroho / Scaffolding 3 (1) (2014)

PENDAHULUAN Bagi pengemudi kendaraan, kemacetan akan


menimbulkan ketegangan (stress), selain itu
Jalan merupakan salah satu prasarana juga akan menimbulkan dampak negatif
perkotaan dalam sistem transportasi yang ditinjau dari segi ekonomi yang berupa
berfungsi sebagai sarana penghubung antar kehilangan waktu karena waktu perjalanan
wilayah, membuka akses terhadap daerah yang lama serta bertambahnya biaya operasi
tertentu serta berperan dalam kelancaran kendaraan (bensin, perawatan mesin) karena
pergerakan manusia dan barang. Dari sudut seringnya kendaraan berhenti.
pandang lainnya, kegiatan-kegiatan yang Keterbatasan masyarakat untuk
berlangsung pada ruas jalan dapat memperoleh informasi dari pemerintah daerah
menimbulkan dampak positif maupun negatif kaitannya mengenai gambaran umum dan
terhadap perkembangan dan perawatan jalan perencanaan pembangunan daerah dalam hal
itu sendiri. Dengan demikian jalan juga transportasi, menjadikan kurangnya
memiliki potensi untuk menimbulkan pengetahuan masyarakat tentang keadaan
ketidakterpaduan antar kegiatan satu sektor lingkungan mereka sendiri.
dengan kegiatan sektor lainnya.
Semakin banyaknya volume kendaraan METODE PENELITIAN
yang ada di jalan raya menyebabkan tingkat
terjadinya kemacetan lalulintas yang semakin Ruang lingkup obyek penelitian ini
meningkat intensitasnya. Misalkan saja dalam adalah jaringan jalan yang ada di Kabupaten
analisis kasus kemacetan sistem jaringan jalan Batang dengan letak geografis pada 6º 51’ 46”
yang terkait dengan wilayah Kabupaten dan 7º 11’ 47” LS dan antara 109º 40’ 19” dan
Batang, dalam ruas jalan arteri primer yang 110º 03’ 06” BT. Secara administratif
menghubungkan Tegal – Pemalang – Kabupaten Batang berbatasan dengan:
Pekalongan – Batang – Kendal – Semarang Sebelah utara : Laut Jawa
dengan tingkat kepadatan lalulintas yang Sebelah timur : Kabupaten Kendal
Sebelah selatan : Kabupaten Wonosobo dan
tinggi, tentunya hal ini akan sangat
Kabupaten Banjarnegara
mengganggu aktifitas masyarakat yang dalam
Sebelah barat : Kabupaten dan Kota Pekalongan
kesehariannya memanfaatkan arus Variabel yang digunakan dalam penelitian
transportasi masal untuk menunjang ini adalah:
pekerjaan. Kondisi jaringan jalan sekunder 1) Klasifikasi jalan atau pengelompokan jalan
maupun jalan lokal yang kurang memadai berdasarkan fungsi jalan, meliputi:
tentunya juga akan mempengaruhi tingkat a. Jalan raya utama atau jalan arteri
kemacetan akibat terhambatnya arus laju primer (arterial road).
lalulintas di sepanjang jalan wilayah tersebut. b. Jalan sekunder atau jalan kolektor
primer (major road).
Permasalahan yang dihadapi pada
c. Jalan lokal atau jalan antar lingkungan
setiap daerah khususnya di Kabupaten Batang
(minor road).
tidak lain karena banyaknya bangunan- 2) Derajat Kejenuhan (Degree of Saturation) atau
bangunan pemerintah, swasta, terutama perbandingan antara jumlah arus total dengan
penduduk sepanjang jalan pantura dan jalan kapasitas jalan. Adapun persamaannya adalah
propinsi yang belum teridentifikasi. Adanya sebagai berikut:
bangunan-bangunan yang kurang tertata Q
dengan baik dan memanfaatkan ruang yang DS  dengan:
C
kurang optimal, sehingga seringkali DS = Derajat kejenuhan
menimbulkan kemacetan lalulintas yang akan Q = Arus lalu lintas (smp/jam)
selalu menimbulkan dampak negatif, baik C = Kapasitas (smp/jam)
terhadap pengemudinya sendiri maupun Alat pengolahan data yang digunakan
ditinjau dari segi ekonomi dan lingkungan. adalah perangkat keras (hardware) dan

49
Choerul Bekti Susilo Nugroho / Scaffolding 3 (1) (2014)

perangkat lunak (software). Perangkat keras Sedang alat survei lapangan yang
adalah istilah yang menunjukan perangkat digunakan adalah sebagai berikut :
komputer beserta kelengkapannya yang dapat 1. GPS (Global Positioning System)
dipegang secara fisik. Perangkat keras yang GPS adalah peralatan yang digunakan untuk
mendukung didalam pembuatan sistem ini menentukan suatu titik di muka bumi dengan
memanfaatkan satelit. Alat ini digunakan untuk
adalah:
mengetahui letak koordinat obyek penelitian.
1. Notebook Asus K43SJ Intel (R), Premium
2. Kamera Digital
(R) CPU B950 @ 2.10 GHz 2.1 GHz Memori
Digunakan untuk mendapatkan dokumentasi foto
(RAM) 2048 MB, Hard disk 297 GB
obyek wisata yang akan ditampilkan pada sistem
2. Printer
informasi.
Printer adalah alat untuk mencetak gambar
Bahan penelitian disini terdiri dari:
atau peta ataupun tulisan ukuran kecil sampai
1. Peta
dengan ukuran kertas A4.
Peta adalah gambaran permukaan bumi
Pengertian Software komputer adalah
pada bidang datar dengan skala tertentu
sekumpulan data elektronik yang disimpan
melalui suatu sistem proyeksi. Dalam
dan diatur oleh komputer, data elektronik
penelitian ini peta yang digunakan adalah peta
yang disimpan oleh komputer itu dapat berupa
administrasi dan peta jaringan jalan
program atau instruksi yang akan
Kabupaten Batang yang diperoleh dari
menjalankan suatu perintah. Melalui software
BAPPEDA Kabupaten Batang.
atau perangkat lunak inilah suatu komputer 2. Data Atribut
dapat menjalankan suatu perintah. Perangkat Data atribut adalah data pelengkap dan
lunak yang digunakan dalam pembuatan tidak memiliki aspek kewilayahan. Data-data
Sistem Informasi Geografis untuk menyajikan tersebut adalah: data informasi jalan yang
hirarki klasifikasi fungsi jalan dan derajat berupa klasifikasi jalan, data jaringan jalan
kejenuhan (Degree of Saturation) ini adalah: (panjang, lebar jalan, dsb), dan data volume
1. Arcview 3.3
lalulintas serta data kapasitas jalan yang
Arcview merupakan salah satu perangkat
diperoleh baik dari DINHUBKOMINFO
lunak SIG yang populer dan paling banyak
maupun Dinas Bina Marga dan Sumber Daya
digunakan untuk mengelola data spasial.
Air Kabupaten Batang.
Arcview dibuat oleh ESRI (Environmental
Untuk metode pengambilan
Systems Research Institute). Dengan Arcview kita
data menggunakan metode observasi,
dengan mudah dapat mengelola data,
dokumentasi dan literatur. Sedangkan metode
menganalisa dan membuat peta serta laporan
analisis data dalam penelitian ini adalah
yang berkaitan dengan data spasial bereferensi
dengan menggunakan metode analisis dengan
geografis.
SIG, dimana metode ini terdiri dari:
2. Microsoft Office 2007
1. Persiapan
Microsoft Office adalah sebuah paket
Mempersiapkan surat-surat perijinan
aplikasi perkantoran buatan Microsoft yang
observasi, baik untuk Kesbangpol,
mempunyai beberapa fungsi, diantaranya
BAPPEDA, DINHUBKOMINFO, maupun
Microsoft Word (Pengolah Data), Microsoft Excel
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air
(Pengolah Angka), Microsoft Power Point
Kabupaten Batang.
(Presentasi), Microsoft Acces (Databases), dll. 2. Pengumpulan Data
3. Autocad 2007
Data yang dikumpulkan pada penelitian
Perangkat lunak yang memudahkan
ini secara umum dibagi menjadi dua yaitu:
proses aplikasi kepentingan gambar teknik 2D, a. Data spasial
sedangkan 3D merupakan software aplikasi Data spasial berupa peta RTRW
untuk pembuat model dalam bentuk tiga Kabupaten Batang dimana data tersebut
dimensi. diperoleh dari BAPPEDA Kabupaten Batang.
Data spasial yang digunakan adalah peta

50
Choerul Bekti Susilo Nugroho / Scaffolding 3 (1) (2014)

administrasi dan peta jaringan jalan disepanjang pantai utara laut jawa yang
Kabupaten Batang. melintasi Kecamatan Batang – Kandeman –
b. Data Atribut Tulis – Subah – Banyuputih – Gringsing.
Data atribut meliputi data informasi b. Jalan Sekunder / Kolektor Primer (major
jalan yang berupa klasifikasi jalan, data road)
jaringan jalan (panjang, lebar jalan, dsb), data Jalan sekunder / kolektor
volume lalulintas, dan data kapasitas jalan primer (major road) adalah ruas jalan yang
baik dari DINHUBKOMINFO maupun menghubungkan kota jenjang kedua dengan
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air kota jenjang kedua atau menghubungkan kota
Kabupaten Batang, serta beberapa data-data jenjang kedua dengan kota jenjang ketiga yang
tambahan melalui survei lapangan. ada dibawah pengaruhnya, dimana ruas jalan
tersebut biasanya menyalurkan lalu lintas dari
HASIL PENELITIAN DAN luar kota ke dalam kota atau sebaliknya. Jalan
PEMBAHASAN sekunder / kolektor primer di Kabupaten
Batang meliputi hampir disetiap ruas jalan
Gambaran umum mengenai yang terdapat pada tiap-tiap kecamatan yang
kondisi di Kabupaten Batang adalah sebagai ada di Kabupaten Batang.
berikut: c. Jalan Lokal / Jalan Antar Lingkungan
Jalan lokal atau antar
lingkungan adalah ruas jalan yang
menghubungkan kota jenjang ketiga dengan
kota jenjang ketiga lainnya atau jalan yang
menghubungkan kota arus lalu lintas antar
wilayah kota, antar lingkungan, atau arus dari
lingkungan ke jalan utama kota didalam
wilayah Kabupaten Batang. Jalan lokal atau
jalan antar lingkungan di Kabupaten Batang
meliputi jalan-jalan yang melalui kota-kota
kecamatan yang tersebar di sebagian besar
wilayah Kabupaten Batang.
Gambar1. Peta Administrasi Kabupaten 2. Analisis Derajat Kejenuhan
Batang Derajat kejenuhan (Degree of Saturation)
suatu ruas jalan adalah perbandingan antara
1. Analisis Hirarki Klasifikasi Fungsi Jalan jumlah arus total dengan kapasitas jalan.
Hirarki yang dimaksud adalah hirarki Derajat kejenuhan merupakan konsep yang
klasifikasi fungsi jalan yaitu pengelompokan memadukan antara arus maksimum yang
jalan berdasarkan klasifikasi fungsi jalan. melalui suatu titik jalan dalam kondisi tertentu
Adapun pembagian jaringan jalan berdasarkan dengan volume lalulintas. Asumsinya, Derajat
klasifikasi fungsi di Kabupaten Batang adalah kejenuhan digunakan untuk menganalisis
sebagai berikut: perilaku lalulintas.
a. Jalan Utama/ Jalan Arteri Primer Cara menghitung derajat
Jalan utama / Jalan arteri kejenuhan (DS) suatu ruas jalan adalah
primer (arterial road) adalah ruas jalan yang dengan membagi volume lalulintas dengan
menghubungkan kota jenjang satu dengan kapasitas jalan. Untuk perhitungan volume
kota jenjang kesatu yang berdampingan atau lalulintas, cara memperolehnya menggunakan
ruas jalan yang menghubungkan kota jenjang 2 jenis langkah yaitu: Lalulintas Harian Rata-
satu dengan kota jenjang kedua yang berada rata Tahunan dan Lalulintas Harian Rata-rata
dibawah pengaruhnya. Jalan arteri primer di (LHR).
Kabupaten Batang secara garis besar berada

51
Choerul Bekti Susilo Nugroho / Scaffolding 3 (1) (2014)

jalan di Kabupaten Batang menunjukkan


bahwa seluruh ruas jalan masih tergolong
3. Implementasi Interface dalam kategori (Layak) dengan nilai DS <
Implementasi Interface merupakan 0,75 dan kondisi aman dari kemacetan.
tampilan user interface dari masing-masing form Aplikasi Sistem Informasi Geografis
yang ada pada aplikasi sistem informasi klasifikasi fungsi jalan dan derajat kejenuhan
geografis untuk menyajikan klasifikasi fungsi (Degree of Saturation) ruas jalan di Kabupaten
jalan dan derajat kejenuhan (Degree of Batang dapat menyajikan informasi mengenai
Saturation). Tampilan interface pada aplikasi klasifikasi fungsi jalan dan derajat kejenuhan
ini terdiri dari: ruas jalan di Kabupaten Batang yang
1. Interface Menu Utama dilengkapi dengan data keruangan.
2. Interface Menu User
3. Interface Peta Administrasi
4. Interface Informasi Peta Klasifikasi Fungsi
SARAN
Jalan
5. Interface Informasi Peta DS ruas jalan
6. Interface Menu Admin Disarankan agar pemerintah daerah
4. Pengujian User dapat meningkatkan usaha dalam menyajikan
Pengujian ini merupakan langkah peneliti informasi mengenai jaringan jalan di
untuk mengetahui kinerja aplikasi SIG yang Kabupaten Batang salah satunya dengan
dibuat. Pengujian dilakukan kepada beberapa menggunakan SIG, sehingga data yang
user dengan berbagai kriteria. disajikan dapat dilengkapi data keruangan
agar mudah dimengerti oleh masyarakat atau
KESIMPULAN
user dan selanjutnya dapat dikembangkan
menjadi WEB supaya mudah diakses oleh
Berdasarkan pembahasan, maka penulis
publik.
mengambil kesimpulan sebagai berikut:
Dari hasil pembuatan aplikasi sistem
Hasil pemetaan jaringan jalan
informasi geografis klasifikasi fungsi jalan dan
Kabupaten Batang dengan menggunakan
derajat kejenuhan (Degree of Saturation) ruas
aplikasi Sistem Informasi Geografi (SIG)
jalan di Kabupaten Batang yang dibuat oleh
dapat menyajikan sistem jaringan jalan
penulis masih jauh dari sempurna, maka
berdasarkan hirarki klasifikasi fungsi di
dibutuhkan pengembangan yang lebih
Kabupaten Batang yaitu: Jalan raya utama
sempurna khususnya dalam bentuk (.EXE).
atau jalan arteri primer (arterial road), Jalan
Sehingga aplikasi ini dapat memudahkan user
sekunder atau jalan kolektor primer (major
dalam menggunakan aplikasi mengenai
road), dan Jalan lokal atau jalan antar
pemetaan jaringan jalan di Kabupaten Batang.
lingkungan (minor road).
Hasil perhitungan nilai derajat
DAFTAR PUSTAKA
kejenuhan (Degree of Saturation) dari 165 ruas
Adisasmita, Sakti Adji. 2011. Jaringan Transportasi Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air
Teori Dan Analisis. Yogyakarta: Graha Kabupaten Batang.
Ilmu. DINHUBKOMINFO, 2012. Analisis Perhitungan
Arikunto, Suharsini. 2006. Prosedur penelitian: Kapasitas Ruas Jalan Kabupaten Batang.
suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rheka DINHUBKOMINFO Kabupaten Batang.
citra. DINHUBKOMINFO, 2012. Analisis Perhitungan
Budiyanto, Eko. 2009. Sistem Informasi Geografis Kepadatan Ruas Jalan Kabupaten Batang.
dengan Arcview GIS. Yogyakarta: Andi DINHUBKOMINFO Kabupaten Batang.
offset. Direktorat Bina Sistem Lalu Lintas dan Angkutan
Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air, 2013. Kota. 1997. Manual Kapasitas Jalan
Data Jaringan Induk Jalan Kabupaten. Indonesia. Jakarta: Bina Marga

52
Choerul Bekti Susilo Nugroho / Scaffolding 3 (1) (2014)

Mukhlis, Muh. Nurul Huda. 2011. Aplikasi Sig


Untuk Penentuan Hirarki Klasifikasi Fungsi
Jalan Dan Tingkat Pelayanan (Level Of
Service) Ruas Jalan Terhadap
Pengembangan Potensi Pariwisata Di
Kabupaten Rembang. Skripsi. Semarang:
Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri
Semarang.
Prahasta, Eddy. 2001. Konsep-Konsep Dasar
Sistem Informasi Geografis. Bandung: CV.
Informatika.
Prahasta, Eddy. 2004. Sistem Informasi
Geografis:Arcview Lanjut Pemprograman
Bahasa Script Avenue. Bandung:
Informatika.
UU No. 13 Tentang Jalan. Tahun 1980.
UU No. 14 Tentang Lalulintas dan Angkutan
Jalan. Tahun 1992.
UU No. 38 Tentang Jalan. Tahun 2004.

53