Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Rumah sakit adalah bagian integaral dari suatu organisasi sosial dan
kesehatan dengan fungsi menyediakan pembangunan penyakit, dan pencegahan
penyakit kepada masyarakat. Rumah sakit juga merupakan pusat penelitian bagi
tenaga kesehatan dan pusat penelitian medik. (WHO, 2010)
Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan perorangan secara
paripurna yang menyediakan pelayan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat
(Menkes No 340, 2010).
Rumah sakit ialah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan
pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan
rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. melayanai pasien merupakan salah satu
bentuk pelayanan rumah sakit, sehingga berkewajiban menyelenggarakan
pelayanan rekam medis sesuai dengan peraturan Mentreri Kesehatan Nomor :
269/ PER/III/2008 Tentang rekam medis. (UU No.44, 2009)
Rekam medisadalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang
identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan tindakan dan pelayanan pada pasien
pada fasilitas pelayanan pelayanan kesehatan. (Permenkes No. 269, 2008).
Rekam medis adalah kumpulan fakta tentang kehidupan seseorang dari riwayat
penyakitnya, termasuk keadaan sakit, pengobatan saat ini dan saat lampau
yang ditulis oleh para praktisi kesehatan dalam upaya mereka
memberikanpelayanan kesehatan pada pasien. (Gemala Hatta, 2013).
Dengan demikian perekam medis memang memiliki perananpenting sebagai
pengumpul pengelola dan pengaji informasi kesehatan salah satu informasi
kesehatan yang tak kalah penting adalah data kematian dan penyebab dasar
kematiaan merupakan salah satu elemen indikator kesehatan. data kematian dan
penyebab kematian, bagi rumah sakit penting untuk evaluasi pelayanan kesehatan
dan bahan perancangan kesehatan bagi institusi kesehatan mayarakat.

1
Setiap rumah sakit dalam menjalankan pelayanan meliputi pelayanan medis
dan pelayanan non medis.Salah satunya pelayanan non medis adalah pelayanan
administrasi kesehatan berupa pelayanan rekam medis. Untuk menunjang
pelayanan tersebut salah satunya dengan menyediakan berbagai formulir-formulir
yang akan diisi informasi-informasi tentang pasien datang sampai keadaan pasien
keluar (Sofiana Kurniya Hanik,2011).
Formulir adalah secarik kertas atau media yang memiliki ruang untuk diisi
dengan berbagai informasi sebagai informasi sebagai dasar pencatatan transaksi
atau aktifitas ekonomi suatu unit organisasi.(Puspitawati, 2011).Formulir adalah
secarik kertas yang memiliki ruang untuk diisi dengan data penting tertentu
(Benny,2012).
Desain formuliradalah kegiatan rancangan formulir berdasarkan kebutuhan
transaksi kegiatan pelayanan dan penyusunan atau pembuatan laporan operasi
(Rachmani, 2013).
Formulir harus didesain sesuai dengan kegunaannya, pertimbangan pertama
adalah apakah formulir digunakan untuk mengumpulkan atau untuklaporan
informasi. Data adalah fakta dalam bentuk dasar. Informasi adalah data yang telah
diproses dengan suatu maksud dan kegunaan. Formulir menentukan tanggung
jawab dan mengenali riwayat kesehatan untuk pengisihan data dan referensi
dimasa yang akan datang. Standarisasi formulir memastikan konsistensi dalam
pengumpulan dan interprestasi data. Yang paling penting adalah formulir dapat
menyampaikan suatu hal, sebagai contoh, hasil dari diagnosa disampaikan oleh
laboratorium ke dokter, informasi keuangan diberikan kepada kepada kepala
eksekutif dari petugas keuangan, hasil diagnosa disampaikan untuk mendapat
tindakan operasi, dan nilai sebagainya. Karena formulir melayani banyak
kebutuhan, maka setiap formulir harus harus didesain untuk memenuhi
kebutuhannya. Salah satunya adalah berkas rekam medis.
Pengkajian keperawatan rawat jalan adalah pengumpulan data yang dilakukan
pada pasien rawat jalan dan secara sistematis untuk menentukan kondisi pasien
saatini dan status kesehatan masa lalu serta status fungsional dan untuk evaluasi
pola untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi pasien dimasa lalu dan
sekarang. (Mc Farland & mc Farlane, 1997)

2
Berdasarkan survey Febrilia Kristi, 2013 awal pada bulan Desember 2012 di
Rumah Sakit panti Wilasa citarum semarang, hasil wawancara dengan perawat
menunjukkan bahwa desain formulir Pengkajian keperawatan rawat jalan belum
sesuai dengan kebutuhan pengguna. Karena tidak terdapat adanya keterangan
tentang tanda tangan nama terang perawat serta tanggal pelayananya.
Peneliti juga sudah melakukan observasu pada 10 ampel dokumen rekam
medis, 100% diantaranya tidak ada kolom tanda tangan dan nama terang perawat,
sehingga tidak ada keterangan tentang tanda tangan dan nama terang. Selain itu,
pengunaan bahan kertas yang tipis membuat formulir formulir mudah rusak dan
sobek. Judul kurang ditengah, tidak adanya instruksi check box/perintah cara
pengisian tentunya, hal ini mengakibatkan pengisian formulir menjadi tidak
seragam antara petugas yang satu dengan petugas yang lain.
Hasil laporan selama melakukan PKL II, pada formulir pengkajian
keperawatan rawat jalan dilihat dari aspek fisik yaitu bahan yang digunakan
adalah kertas HVS 60 gram, bentuk persegi panjang, ukuran panjang 33 cm dan
lebar 21,5 cm warna kertas putih dengan tinta hitam. Aspek anatomik yaitu
heading meliputi judul formulir terletak pada tengah atas, terdapat identitas rumah
sakit, terdapat nomor revisi, dan identitas formulir terdapat dikanan atas. Terdapat
instruction cara pengisian. Bagian body adalah margin yang digunakan yaitu
margin kiri 1,5 cm, margin atas 3,5 cm, margin kanan 1,5 cm, margin bawah 4,5
cm. pada aspek isi kelengkapan butir data terdiri data identitas pasien dan data
medis pasien.
Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk meninjau
Desain Formulir pengkajian keperawatan rawat jalan, pada laporan ini penulis
memilih judul “Analisis Desain Formulir Pengkajian Keperawatan Rawat Jalan di
Rumah Sakit Umum Daerah Dr. RM. Djoelham Binjai”.

1.2 Rumusan Masalah


Bagaimana desain formulir pengkajian keperawatan rawat jalan di Rumah
Sakit Umum Daerah Dr.RM.Djoelham ?

3
1.3 Tujuan Masalah
Untuk mengetahui desain formulir pengkajian keperawatan rawat jalan di
Rumah Sakit Umum Daerah Dr.RM.Djoelham

1.4 Manfaat Penelitiam


1.4.1 Bagi Mahasiswa
1. Memperoleh keterampilan terkait dengan desain pengkajian keperawatan
rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr.RM.Djoelham.
2. Menambah pengetahuan, pengalaman, dan wawasan tentang desain
formulir pengkajian keperawatan rawat jalan.
1.4.2 Bagi Prodi D III Perekam Informasi Dan Kesehatan
Sebagai bahan referensi dan pendidikan serta kemampuan mahasiswa
khususnya rekam medis dan informasi kesehatan.
1.4.3 Bagi Rumah Sakit
Dapat digunakan sebagai salah satu contoh hasil laporan dalam melakukan
desain formulir pengkajian keperawatan rawat jalan.

4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1Rumah Sakit
2.1.1Pengertian Rumah Sakit
Rumah sakit ialah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan
pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan
rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Melayani pasien merupakan salah satu
bentuk pelayanan rumah sakit, sehingga berkewajiban menyelenggarakan
pelayanan rekam medis sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan Nomor :
269/ PER/III/2008 Tentang rekam medis. (UU No.44, 2009)
2.2Rekam Medis
2.2.1 Pengertian Rekam Medis
Rekam medis merupakan berkas penting bagi setiap instansi rumah sakit,yang
dimaksud dengan rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen
antara lain identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan yang telah diberikan,
serta tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien.
(PERMENKES No.269, 2008)
Rekam medis adalah merupakan kumpulan fakta tentang kehidupan
seseorang dan riwayat penyakitnya, termasuk keadaan sakit, pengobatan saat ini
dan saat lampau yang ditulis oleh para praktisi kesehatan dalam upaya mereka
memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. (Gemala Hatta, 2008).
2.2.2 Tujuan Rekam Medis
Untuk menunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya peningkatan
pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tanpa didukung suatu sistem pengelolaan
rekam medis yang baik dan benar, mustahil tertib administrasi rumah sakit
berhasil sebagaimana yang diharapkan.(Fatimah, 2009).
2.2.3 Fungsi Rekam Medis
Kegunaan rekam medis dapat dilihat dari beberapa aspek antara lain :
(Dirjen Yanmed, 2006)

5
1. Aspek Administrasi
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai administrasi, karena isinya
menyangkut tindakan berdasarkan wewenang dan tanggung jawab sebagai
tenaga medis dan paramedik dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan.
2. Aspek Medis
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai medik, karena catatan tersebut
dipergunakan sebagai dasar untuk merencanakan pengobatan/perawatan yang
harus diberikan kepada seorang pasien.
3. Aspek Hukum
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai hukum, karena isinya menyangkut
masalah adanya jaminan kepastian hukum atas dasar keadilan, dalam rangka
usaha menegakkan hukum serta penyediaan bahan tanda bukti untuk
menegakkan keadilan
4. Aspek Keuangan
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai uang, karena isinya mengandung
data atau informasi yang dapat dipergunakan sebagai aspek keuangan.
5. Aspek Penelitian
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai penelitian karena isinya
menyangkut data atau informasi yang dapat dipergunakan sebagai aspek
penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dibidang kesehatan.
6. Aspek Pendidikan
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai pendidikan, karena isinya
menyangkut data/informasi tentang pengembangan kronologis dan kegiatan
pelayanan medic yang diberikan kepada pasien. Informasi tersebut dapat
dipergunakan sebagai bahan atau referensi pengajaran dibidang profesi
pemakai.
7. Aspek Dokumentasi
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai dokumentasi, karena isinya
menyangkut sumber ingatan yang harus didokumentasikan dan dipakai
sebagai bahan pertanggungjawaban dan laporan rumah sakit.

6
2.3 Pengkajian keperawatan
2.3.1 Pengkajian keperawatan
Pengkajian adalah mengumpulkan data objektif dan subjektif dari klien.Adapun
data yang terkumpul mencakup klien, keluarga, masyarakat, lingkungan, atau
kebudayaan.(Mc Farland & mc Farlane, 2008).
2.4 Pengkajian keperawatan rawat jalan
2.4.1 Pengertian Pengkajian keperawatan rawat jalan
Pengkajian keperawatan rawat jalanadalah tahap awal dari proses keperawatan yang
merupakan proses yang sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai
berbagai sumber data untuk mengevaluasi dan mengindentifikasi status kesehatan.
(Lyer et.Al, 2006).
Pengkajian keperawatan rawat jalan ini harus dibuat dan ditandatangani oleh
perawat yang melakukan pengkajianserta diberi waktu dan tanggal pengkajian
yang dilakukan.
2.5Desain Formulir
2.5.1Pengertian Desain Formulir
Desain formulir adalah kegiatan merancang formulir berdasarkan kebutuhan
pencatatan transaksi pembayaran pelayanan kegiatan pelayanan dan penyusunan
atau pembuatan lapor organisasi (Huffman, 2008).Desain formulir adalah proses
produktifitas kreativitas seseorang pada formulir yang mempunyai fungsi dan
nilai estetika untuk menyampaikan informasi atau pesan kepada setiap orang yang
telah diatur formatnya sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan tertentu
(AHIMA, 2002).
2.5.2Aturan Dasar Dalam Mendesain Formulir
1. Pelajari tujuan dan pemakaian formulir dan buatlah rancangan dengan
memikirkan pengguna.
2. Rancanglah formulir sesederhana mungkin, hilangkan data atau informasi
yang tidak diperlukan.
3. Gunakan terminologi dasar untuk semua elemen data atau gunakan definisi-
definisi dan beri label semua informasi.
4. Jika perlu masukan pedoman untuk menjamin agar pengumpulan dan
interpretasi data konsisten.

7
5. Urutan item-item data secara logis, sehubungan dengan dokumen sumbernya
atau dengan urutan perolehannya, sajikan informasi dengan cara yang dapat
menangkap perhatian pembaca (Huffman, 2008).
2.5.3Prinsip Desain Formulir
Untuk membuat formulir perlu memperhatikan prinsip desain formulir
antara lain : (AHIMA, 2002)
1. Formulir harus mudah diisi/dilengkapi.
2. Tercantum instruksi pengisian dan penggunaan dari formulir tersebut
3. Pada formulir harus terdapat heading yang mencakup judul dan tujuan secara
jelas.
4. Nama dan alamat sarana pelayanan kesehatan atau rumah sakit harus
tercantum pada setiap halaman formulir.
5. Nama, nomor rekam medis dan informasi lain tentang pasien seharusnya
tercantum pada setiap halaman formulir. Saat ini banyak rumah sakit
menggunakan bar coding sebagai informasi identitas pasien.
6. Bar coding juga mencakup indeks formulir
7. Nomor dan tanggal revisi formulir dicantumkan agar dapat dipastikan
penggunaan formulir terkini.
8. Mengurangi penggunaan formulir yang tidak terpakai lagi (outdate).
9. Layout formulir secara fisik harus logis.
10. Data pribadi, alamat dan informasi lain yang terkait satu dengan yang lainnya
dikelompokkan menjadi satu kesatuan.
11. Seleksi jenis huruf yang terstandar. Beberapa pakar menyarankan semua
dengan huruf kapital.
12. Batas tepi (margin) disediakan yang cukup untuk kepentingan hole punches.
13. Garis digunakan untuk memudahkan entry data dan memisahkan area pada
formulir.
14. Shading digunakan untuk memisahkan dan penekanan area-area formulir.
15. Check boxes digunakan untuk menyediakan ruang pengumpulan data

8
2.5.4Tinjauan Aspek Desain Formulir
Tinjauan merupakan kajian yang dilaksanakan terhadap sebuah objek untuk
meneliti struktur dari objek tersebut secara mendalam, dalam hal ini adalah
formulir persetujuan tindakan medis. Untuk melakukan Tinjauan berkas rekam
medis dapat digunakan standar komponen yang harus ada dalam formulir.
Tinjauan desain formulir dilakukan dalam 3 aspek, yaitu: 1. Fisik formulir, 2.
Anatomik formulir 3. Isi formulir. (Huffman, 2008)
1. Aspek Fisik
Dalam mendesain suatu formulir harus memperhatikan formulir yang
digunakan, yaitu apakah formulir tersebut diabadikan atau tidak.
a. Bahan
Bahan yang digunakan adalah kertas A4 70 gram karena diabadikan.
b. Bentuk
Bentuk yang umum digunakan dan mudah pengisian dan membaca isian
formulir adalah persegi panjang.
c. Ukuran
Sesuai standar formulir yang digunakan pada dokumen rekam medis
adalah ukuran kertas kwarto atau A4.
d. Warna
Warna yang digunakan minimal menggunakan warna putih, hijau atau
warna yang cukup nyaman ketika dibaca.
e. Kemasan
Kemasan formulir didesain menyesuaikan bentuk, ukuran dan beratnya.
2. Aspek Anatomik
a. Heading (Kepala)
Mencakup judul dan informasi mengenai formulir. Judul sebuah formulir
bisa terdapat pada satu dari beberapa tempat. Posisi standar adalah kiri
atas, tengah atas, kanan atas, kiri bawah, atau kanan bawah.
b. Introduction (Pendahuluan)
Bagian pendahuluan ini menjelaskan tujuan formulir. Kadang-kadang
diperlukan, pernyataan yang jelas bisa dimasukkan ke dalam formulir
untuk menjelaskan tujuannya.

9
c. Instruction (Perintah)
Instruksi harus bisa dengan segera menentukan beberapa copy diperlukan,
siapa yang harus mengajukan formulir, dan kepada siapa copyannya
harus dikirimkan. Instruksi bisa diletakkan pada bagian depan formulir
jika terdapat tempat yang cukup. Jika diperlukan informasi yang lebih
detail sisa balik formulir bisa digunakan, namun harus ada rujukan
mengenai hal ini pada bagian instruksi umum. Instruksi yang panjang bisa
diletakkan pada lembaran atau buku kecil yang terpisah. Instruksi bisa
saja tersedia pada direktif (petunjuk) administrative yang dikeluarkan
oleh fasilitas. Instruksi tidak boleh diletakkan diantara ruang-ruang entry
karena hal ini membuat formulir terkesan berantakan dan mempersulit
pengisian.
d. Body (Badan)
Body merupakan bagian formulir yang disediakan untuk kerja formulir
yang sesungguhnya. Pertimbangan hati-hati harus diberikan mengenai
susunan data yang diminta atau informasi tersedia yang mencakup
pengelompokan, pengurutan, dan penyusunan tepi yang sepantasnya.
Pertimbangan juga harus diberikan untuk margins, spacing, rules, type,
styles, dan cara pencatatan :
1. Margins
Batas pinggir ini tidak saja menambah tampilan dan kegunaan formulir,
tapi juga pada kesanggupan untuk merancang formulir secara fisik.
Fasilitas reproduksi memerlukan margins sebagai daerah kerja untuk
lobang pemegang yang membantu penahanan kertas selama proses
pencetakan, dan untuk merapihkan kertas ketika beberapa copy formulir
di cetak pada lembaran besar sekaligus. Margin minimum harus
disediakan 2/16” pada bagian atas, 3/6” dibagian bawah, dan 3/10” pada
sisi-sisi. Jika yang digunakan adalah stok kartu, paling kurang 1/18”
harus disediakan sebagai margin untuk semua sisi.
2. Spacing
Spacing adalah ukuran area entry data. Pada waktu mendesain formulir
dengan data yang akan diisi dengan mesin ketik, ikuti petunjuk ini:

10
a. Horizontal spacing: sediakan 1/12” untuk huruf elite atau 1/10”
untuk huruf pica spacing 1/10”.
b. Vertical spacing: terdapat enam garis vertical setiap inci pada
mesin ketik standar, elite atau pica.
c. Rule
Sebuah rule adalah sebuah garis vertical atau horizontal. Garis ini
bisa solid (langsung), dotted (terputus-putus) atau paralel. Rules
mengarahkan penulis untuk memasukkan data pada tempat yang
semestinya, menginstruksikan penulis mengenai panjang yang
diinginkan dari data yang dimasukkan, membimbing pembaca
melalui komunikasi, dan menambah daya tarik fisik formulir.
a. Type Style
Jenis hurup ini penting dalam hal keterbacaan dan penonjolan. Untuk
suatu formulir, paling baik adalah menggunakan sesedikit mungkin
jenis huruf dan ukuran huruf, item-item dengan tingkat kepentingan
yang sama hendaknya dicetak dengan huruf yang sama di semua
bagian formulir. Biasanya, jenis italic dan bold digunakan untuk
penekanan, tetapi terbatas pada kata-kata yang memerlukan
penekanan khusus.
b. Close (Penutup)
Komponen utama terakhir formulir kertas adalah close atau penutup.
Ini merupakan ruang untuk tanda tangan pengontetikasi atau
persetujuan.
3. Aspek Isi
a. Item
Penggunaan Item atau isi data pada formulir harus sesuai dengan
kebutuhan pengguna dan jenis formulirnya.
b. Istilah
Penggunaan istilah yang digunakan sebaiknya dibuat menggunakan
istilah yang mudah dimengerti oleh semua orang. Jika tidak
memungkinkan formulir tersebut harus menyediakan definisi.

11
c. Singkatan
Penggunaan singkatan sebaiknya dibuat menggunakan singkatan
yang mudah dimengerti oleh semua orang. Jika tidak
memungkinkan formulir tersebut harus menyediakan definisi.
d. Simbol
Penggunaan simbol sebaiknya dibuat menggunakan lambang yang
mudah dimengerti oleh semua orang. Jika tidak memungkinkan
formulir tersebut harus menyediakan definisi (Huffman, 1994).
2.5.5. Aturan Dalam pembuatan Desain Formulir
Aturan dalam pembuatan desain formulir antara lain yaitu:
1. Buat rancangan dengan memikirkan pengguna
2. Pelajari tujuan dan pemakaian formulir
3. Rancangan formulir sederhana mungkin, hilangkan data atau informasi yang
tidak diperlukan
4. Gunakan terminology standar untuk semua elemen data, atau digunakan
defenisi-defenisi
5. Aturan ukuran item-item data secara logis
Adapun hal-hal yang perlu diperharhatikan dalam formulir dalam mendesain
formulir rekam medis berbentuk elektronik /komputer adalah dalam segi forat
skrin dan segi prin-out.

12
BAB III
LAPORAN KASUS DAN PEMBAHASAN
3.1 Desain Formulir Pengkajian Keperawatan Rawat Jalan
Berdasarkan Hasil PKL II di RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai yang dilaksanakan
pada tanggal 11 november – 23 november 2019. Dokumen rekam medis yang
digunakan di RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai terdiri dari beberapa formulir salah
satunya ialah formulir pengkajian keperawatan rawat jalan.

Berdasarkan rancangan dari segi aspek anatomi terhadap formulir pengkajian


keperawatan rawat jalan di RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai dapat diketahui pada
tabel 1.

Tabel 1. Aspek anatomi desain formulir pengkajian keperawatan rawat jalan


di RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai.

No. Aspek anatomi Rancangan formulir pengkajian keperawatan


rawat jalan

1 Heading Mencakup Logo, Nama, Alamat, Nomor telepon


Rumah Sakit, Nama pasien, No RM, Jenis kelamin,
dan Judul formulir “Pengkajian Keperawatan Rawat
Jalan”

2 Introduction Introduction pada formulir pengkajian keperawatan


rawat jalan terletak pada pada bagian kiri atas tepat
dibawah nama institusi Rumah Sakit yang berjudul
“Pengkajian Keperawatan Rawat Jalan”

3 Intruction Intruction terdapat pada formulir yaitu terdapatnya


check box pada formulir yang artinya dipilih sesuai
dengan data pasien

4 Body Margin bagian kiri : 2,5 cm, bagian atas : 2,5 cm.
Bagian kanan : 2 cm, bagian bawah : 1 cm.
Menggunakan 1 spasi, menggunakan jenis huruf
times new roman.

5 Close Close pada formulir “Pengkajian Keperawatan

13
Rawat Jalan” terdapatpada bagian bawah kanan yaitu
tanda tangan perawat yang melakukan pengkajian
dan tanggal, waktu pada pengkajian

Berdasarkan hasil perencanaan dari segi aspek fisik terhadap formulir


pengkajian keperawatan rawat jalan di RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai dapat
diketahui pada tabel 2.

Tabel 2 .Aspek fisik desain formulir pengkajian keperawatan rawat jalan di


RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai

No. Aspek fisik Rancangan formulir pengkajian keperawatan


rawat jalan

1 Bahan Bahan yang digunakan adalah kertas HVS dengan


berat 60 gram.

2 Bentuk Berbentuk persegi panjang

3 Ukuran Panjang 33 cm dan lebar 21,35 cm

4 Warna Berwarna putih dengan tinta berwarna hitam

5 Kemasan Tidak memiliki kemasan

Berdasarkan hasil perencanaan dari segi aspek isi terhadap formulir


keperawatan rawat jalan di RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai diketahui pada tabel
3.

Tabel 3. Aspek isi desain formulir pengkajian keperawatan rawat jalan di


RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai.

No. Aspek isi Rancangan formulir pengkajian keperawatan


rawat jalan

1 Kelengkapan Butir Terdapat beberapa item yaitu pengisian data pasien,


Data alasan masuk Rumah Sakit, riwayat penyakit
terdahulu, pemeriksaan fisik, penilaian gizi, status
fungsional, skrinning nyeri, skrinning risiko cedera,
kebutuhan edukasi, dan masalah keperawatan

2 Singkatan Terdapat beberapa singkatan yaitu TD (tekanan


darah), P (pernafasan), BB (berat badan), TB (tinggi

14
badan)

3 Simbol Terdapat Simbol pada formulir yaitu untuk


menentukan Skrinning nyeri

3.2 Redesain Formulir Pengkajian Keperawatan Rawat Jalan

Berdasarkan rancangan dari segi aspek anatomi terhadap redesain formulir


pengkajian keperawatan rawat jalan dapat diketahui pada tabel 4.

Tabel 4. Aspek Anatomi Redesain formulir pengkajian keperawatan rawat


jalan.

No. Aspek anatomi Rancangan formulir pengkajian keperawatan rawat


jalan

1 Heading Mencakup Nama, Alamat, Nomor telepon Rumah Sakit,


Nama pasien, No RM, Jenis kelamin, dan Judul
formulir “Pengkajian Keperawatan Rawat Jalan”

2 Introduction Introduction pada formulir pengkajian keperawatan


rawat jalan terletak pada pada bagian tepat dibawah
nama institusi Rumah Sakit yang berjudul “Pengkajian
Keperawatan Rawat Jalan”

3 Intruction Intruction terdapat pada formulir yaitu terdapatnya


check box pada formulir yang artinya dipilih sesuai
dengan data pasien

4 Body Margin bagian kiri : 2,5 cm, bagian atas : 2,5 cm.
Bagian kanan : 2 cm, bagian bawah : 1 cm.
Menggunakan 1 spasi, menggunakan jenis huruf times
new roman.

5 Close Close pada formulir “Pengkajian Keperawatan Rawat


Jalan” terdapat pada bagian bawah kanan yaitu Kota
Rumah Sakit, tanda tangan perawat yang melakukan
pengkajian dan tanggal, waktu pada pengkajian

Berdasarkan rancangan dari segi aspek fisik terhadap redesain formulir


pengkajian keperawatan rawat jalan dapat diketahui pada tabel 5.

Tabel 5. Aspek fisik Redesain formulir pengkajian keperawatan rawat jalan

15
No. Aspek fisik Rancangan formulir pengkajian keperawatan rawat
jalan

1 Bahan Bahan yang digunakan adalah kertas A4 dengan berat


70 gram

2 Bentuk Berbentuk Persegi panjang

3 Ukuran Panjang 30 cm dan Lebar 21 cm

4 Warna Berwarna putih dan tinta berwarna hitam

5 Kemasan Tidak memiliki kemasan

Berdasarkan rancangan dari segi aspek isi terhadap redesain formulir


pengkajian keperawatan rawat jalan dapat diketahui pada tabel 6.

Tabel 6. Aspek isi Redesain formulir pengkajian keperawatan rawat jalan

No Aspek isi Rancangan formulir pengkajian keperawatan rawat


jalan

1 Kelengkapan Item pada formulir pengisian data pasien, Hari tanggal


Butir Data dan jam kunjungan, Klinik, Tanda vital, Fungsional,
Alasan Masuk Rumah Sakit, Riwayat Penyakit
terdahulu.

2 Singkatan Terdapat beberapa singkatan yaitu TD (tekanan darah),


BB (berat badan), TB (tinggi badan)

3 Simbol Memiliki simbol

3.3 Pembahasan formulir pengkajian keperawatan rawat jalan

Dari hasil yang diperoleh tentang perancangan desain formulir pengkajian


keperawatan rawat jalan pembahasannya adalah sebagai berikut :

1. Aspek anatomi

16
Dalam rancangan desain formulir pengkajian keperawatan rawat jalan di
RSUD Dr.RM.Djoelham ada beberapa yang diperhatikan dan di isi dalam aspek
anatomi yaitu

a. Heading

Formulir pengkajian keperawatan rawat jalan di RSUDDr.RM.Djoelham


terdapat judul, subjudul, identitas rumah sakit, identitas formulir, nomor
revisi,no rm disebelah kanan.

b. Introduction

Formulir pengkajian keperawatan rawat jalan di RSUD Dr.RM.Djoelham


terdapat judul pengkajian keperawatan rawat jalan, dan pengisian identitas
pasien, yang dimana formulir tersebut menjelaskan tujuan dari formulir
tersebut.

c. Instruction

Formulir pengkajian keperawatan rawat jalan di RSUDDr.RM.Djoelham Binjai


menggunakan spasi 1 menggunakan jenis huruf times new roman.

2. Aspek Fisik

Dalam rancangan desain formulir pengkajian keperawatan rawat jalan beberapa


yang diperhatikan dari segi isi yaitu

a. Bahan

Formulir yang digunakan pada formulir pengkajian keperawatan rawat jalan di


RSUD Dr.RM.Djoelham Binjai masih menggunakan HVS 60 gram yang
seharusnya menggunakan A4 70 gram

b. Bentuk

Formulir yang digunakan pada formulir pengkajian keperawatan rawat jalan di


RSUD Dr.RM.Djoelham Binjai menggunakan persegi panjang

17
c. Ukuran

Formulir yang digunakan pada formulir pengkajian keperawatan rawat jalan di


RSUD Dr.RM.Djoelham Binjai memiliki panjang 33 cm dan lebar 21,5 cm
yang seharusnya memiliki panjang 30 cm dan lebar : 21 cm

d. Warna

Formulir yang digunakan pada formulir pengkajian keperawatan rawat jalan di


RSUD Dr. RM.Djoelham Binjai sudah menggunakan warna dasar kertas putih
dengan tulisan tinta hitam.

e. Kemasan

Formulir yang digunakan pada formulir pengkajian keperawatan rawat jalan di


RSUD Dr.RM.Djoelham Binjai tidak menggunakan kemasan, yang seharusnya
menggunakan kemasan

3. Aspek Isi

Beberapa yang harus diperhatikan dalam cara pengisian desain yaitu :

a. Item

Formulir keperawatan rawat jalan di RSUD Dr.RM.Djoelham Binjai terdapat


beberapa item yaitu pengisian data pasien, alasan masuk rumah sakit, riwayat
penyakit terdahulu, pemeriksaan fisik, penilaian gizi, status fungsional,
skrinning nyeri, kebutuhan edukasi, dan masalah keperawatan.

b. Singkatan

Formulir pengkajian keperawatan rawat jalan di RSUD Dr.RM.Djoelham


Binjai terdapat beberapa singkatan yang mudah dimengerti oleh semua orang

c. Simbol

Formulir pengkajian keperawatan rawat jalan di RSUD Dr.RM.Djoelham


Binjai yaitu simbol untuk skrinning nyeri untuk mempermudah pasien.

18
Dari hasil yang diperoleh tentang redesain formulir pengkajian keperawatan
rawat jalan pembahasannya adalah sebagai berikut :

1. Aspek Fisik

a. Bahan

Formulir yang digunakan pada formulir redesain pengkajian keperawatan


rawat jalan menggunakan A4 70 gram.

b. Bentuk

Formulir yang digunakan pada redesain formulir pengkajian keperawatan


rawat jalan menggunakan persegi panjang.

c. Ukuran

Formulir yang digunakan pada redesain formulir pengkajian keperawatan rawat


jalan memiliki panjang 30 cm dan lebar 21cm.

d. Warna

Formulir yang digunakan pada redesain formulir pengkajian keperawatan rawat


jalan sudah menggunakan warna dasar kertas putih dengan tulisan tinta hitam.

e. Kemasan

Formulir yang digunakan pada redesain formulir pengkajian keperawatan rawat


jalan tidak menggunakan kemasan, yang seharusnya menggunakan kemasan.

1. Aspek anatomi

Dalam rancangan redesain formulir pengkajian keperawatan rawat jalan ada


beberapa yang diperhatikan dan di isi dalam aspek anatomi yaitu

a. Heading

19
Formulir redesainpengkajian keperawatan rawat jalan terdapat judul, sub judul,
identitas rumah sakit, identitas formulir, nomor revisi, no rm disebelah kanan.

b. Introduction

Formulir redesain pengkajian keperawatan rawat jalan terdapat judul


pengkajian keperawatan rawat jalan, dan pengisian identitas pasien. yang
dimana formulir tersebut menjelaskan tujuan dari formulir tersebut.

c. Instruction

Formulir redesain pengkajian keperawatan rawat jalan menggunakan spasi 1,5


cm menggunakan jenis huruf times new roman.

3. Aspek Isi

Beberapa yang harus diperhatikan dalam cara pengisian redesain yaitu :

a. Item

Formulir redesain keperawatan rawat jalan terdapat beberapa item yaitu


pengisian data pasien, hari tanggal dan jam kunjungan, klinik, tanda vital,
fungsional, alasan masuk rumah sakit, riwayat penyakit terdahulu.

b. Singkatan

Formulir redesain pengkajian keperawatan rawat jalanterdapat beberapa


singkatan yang mudah dimengerti oleh semua orang

c. Simbol

Formulir redesain pengkajian keperawatan rawat jalan memiliki symbol yaitu


symbol untuk menunjukan jenis kelamin

3.3 Kelebihan dan Kelemahan Desain dan Redesain Formulir

Tabel 7. Kelebihan dan kelemahan pada desain dan redesain formulir

Formulir pengkajian keperawatan rawat jalan

20
Desain formulir Kelebihan Kelemahan
Aspek Anatomi Sesuai Standart Desain
Formulir

Aspek Fisik Bahan : HVS 60 gram


Ukuran : Panjang 33 cm
Lebar 21,5 cm
Kemasan : tidak memiliki
kemasan

Aspek Isi Sesuai Standart Desain


Formulir

REDESAIN
FORMULIR

Aspek Anatomi Sesuai Standart Desain


Formulir

Aspek Fisik Kemasan : tidak memiliki


kemasan

Aspek Isi Sesuai Standart Desain


Formulir

Sumber : (Mahasiswa Universitas Imelda Medan)

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan
Dari hasil yang diperoleh tentang desain Formulir Pengkajian
Keperawatan Rawat Jalan di RSUD Dr. RM. Djoelham dapat disimpulkan
sebagai berikut :
1. Aspek anatomi formulir

21
Sudah sesuai standart desain formulir yang dimana terdapat nama, alamat, no
telepon, no revisi Rumah Sakit, menggunakan perintah tanda ceklis , tanda
tangan perawat dan tanggal pengkajian
2. Aspek fisik formulir
Bahan kertas yang digunakan HVS 60 gram yang seharusnya A4 70 gram,
ukuran kertas yang digunakan panjang : 33 cm, lebar : 21,5 cm yang
seharusnya panjang 30 cm dan lebar 21 cm, dan warna kertas yang digunakan
warna dasar kertas putih dengan tulisan tinta hitam sudah sesuai standart desain
formulir.
3. Aspek isi formulir
Pengisian Desain isi formulir Pengkajian keperawatan rawat jalan sudah
menyesuaikan Item, Istilah, Singkatan dan simbol.

4.2 Saran
1. Bagi RSUD Dr.RM. Djoelham
Kami menyarankan agar bahan dan ukuran pada desain formulir pengkajian
keperawatan rawat jalan RSUD Dr.RM. Djoelham sesuai dengan standart
desain formulir rekam medis yaitu dengan bahan kertas A4 dan ukuran
panjang 30 cm dan lebar 21 cm
2. Bagi redesain formulir pengkajian keperawatan rawat jalan
Pada redesain formulir pengkajian keperawatan rawat jalan agar membuat
kemasan pada formulir yang dimana pada standart desain formulir seharusnya
sebuah formulir memiliki kemasan.

22
23