Anda di halaman 1dari 2

STUDI KASUS B

Seorang Pasien Laki-laki dengan initial Tn. P, umur 37 Tahun, suku Jawa, alamat Karanglo,

Banyumas. Agama Islam. Tn P bercerai dengan istrinya sejak usia pernikahan 5 tahun. Tn.P

hanya tamatan SD, dengan pekerjaan serabutan dan pernah ditangkap satpol PP karena

tertangkap tangan mencuri dompet seorang ibu-ibu di pasar. Tn.P dikenal temperamen dan

mudah tersinggung. Sewaktu masih dengan istrinya, istrinya pernah dipukul sehingga

menyebabkan istrinya keguguran. Setahun setelah istrinya keguguran, mereka akhirnya bercerai.

Sejak saat itu, Tn.P menjadi lebih sering mengurung diri namun akan mudah marah jika ada

yang menyinggung tentang kematian anaknya dan mantan istrinya. Tn. P tinggal hanya dengan

ibu nya yang sudah tua dan sering saki-sakitan. Kedua kakak kandung Tn.P yang sudah menikah,

sudah tidak memperdulikan lagi kondisi Tn.P. Ibunya sehari-hari jualan di pasar dengan

penghasilan pas-pasan, sementara Tn.P lebih sering menganggur.

Tiga hari sebelum dibawa ke RSJ, Tn.P ditanggkap oleh petugas sipil desa karena mengamuk di

pasar setelah Tn.P diejek oleh tetangga rumahnya. Karena kondisi ibu Tn.P yang sudah tua dan tidak

memungkinkan mengantar Tn.P ke RSJ, akhirnya pasien dibawa oleh petugas desa karena

dikhawatirkan Tn.P akan mengganggu ketertiban umum. Pasien pernah dibawa ke orang pintar oleh

ibunya, namun karena kondisinya tetap tidak stabil, akhirnya Tn.P dibawa pulang kembali. Tn.P juga

sempat hendak bunuh diri dua tahun sebelum kejadian sekarang. Menurut keluarga, kakek pasien dari

ibu, juga pernah mengalami gangguan jiwa. Saat ini, pasien sudah dipindahkan ke ruang perawatan

namun masih terlihat sering memisahkan diri dari pasien lainnya. Dari hasil pemeriksaan fisik,

didapatkan data, Tekanan darah 130/90 mmHg, Nadi : 80x/menit, Pernafasan : 20x/menit S : 35,8 C ,

TB : 155 cm, BB : 45 kg. Kurang lebih seminggu di ruang perawatan,


pasien sudah tampak lebih tenang. Saat dikaji perawat, pasien lebih sering mengalihkan pandangan

matanya dan terlihat duduknya tidak tenang Pasien juga lebih banyak terlihat mondar mandir di

ruang perawatan dan tidak tertarik mengikuti kegiatan TAK di ruangan. Untuk mandi, makan dan

beberapa kegiatan, pasien masih harus dibimbing dan diarahkan oleh perawat ruangan. Pasien juga

tidak pernah terlihat melakukan sholat 5 waktu meskipun sudah diberikan arahan perawat. Jika

ditanya perawat, pasien sering mengatakan dirinya ingin pulang dan ingin membantu ibunya yang

sudah tua. Saat ditanya perawat, pasien mengatakan tidak pernah mendengar suara-suara. Selama

wawancara, perhatian pasien mudah beralih, afek datar, dan tampak marah jika ditanya soal masa

lalunya. Pasien tampak mengalami agresif dan gelisah. Tidak mengalami penurunan kesadaran.

Pasien terlihat sering bermuka tegang dan sering mengepalkan tangan. Pasien tidak mengalami

kegiatan berulang. Pasien mengatakan menyukai seluruh bagian tubuhnya. Pasien mampu menjawab

yang perawat tanyakan, ketika ditanya dapat menjawab pertanyaaan, ekspresi wajah emosi yang

datar. Saat diajak berhitung, pasien tidak mudah beralih dan mampu berkonsentrasi. Pasien mampu

menceritakan cerita pendek saat ini. Pasien mengatakan, sakitnya ini karena mantan istrinya tidak

menyukai jika dia hidup bahagia. Terapi medis yang saat ini pasien dapatkan adalah Clozapin 25 mg

3x1 jam 07.00, Stelosin 5 mg 3x1 jam 13.00, Clobazam 10 mg 3x1 jam 07.00, tidak ada riwayat

alergi obat, Riwayat penggunaan obat : Clozapin, Stelosin, Clobazam.

Lengkapi data pengkajian pasien dan kembangkan ke dalam bentuk asuhan keperawatan

pasien dan tentukan masalah keperawatan beserta intervensi keperawatan pasien saat ini!