Anda di halaman 1dari 2

Harga Transfer

Seppälä et al., (2014) meneliti tentang bagaimana mengintegrasikan masalah harga


transfer dan biaya logistik untuk memahami statistik perdagangan dan operasi rantai pasokan dengan
menggunakan data tingkat faktur untuk produk bersumber tunggal global dari perusahaan
multinasional. Rantai pasokan penting untuk memahami penciptaan dan penangkapan kekayaan
dalam sistem produksi yang semakin mengglobal. Meningkatnya disagregasi dan penyebaran rantai
pasokan sangat mempengaruhi distribusi geografis nilai tambah, biaya input, dan laba perusahaan
multinasional. Penelitian ini didasarkan pada permaslaahan bahwa keputusan akuntansi, desain
rantai pasokan dan masing-masing mekanisme harga transfer dari perusahaan multinasional
(MNE) memainkan peran ketika mempertimbangkan perdagangan internasional dalam nilai
tambah dan distribusi geografis dari nilai tambah dalam rantai pasokan global. Oleh karena
itu, motivasi utama peneliti adalah untuk membahas dan untuk mengatasi perbedaan dalam
geografi ekonomi biaya input dan laba dengan menjawab pertanyaan penelitian "Seberapa
pentingkah laba sebagai variabel yang dapat digunakan untuk mengukur nilai tambah?
Dengan menggunakan studi kasus dari satu produk dan data tingkat faktur, dimungkinkan untuk
menangkap biaya aktual yang dikeluarkan oleh perusahaan menggunakan rantai pasokan global yang
relatif sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harga transfer adalah masalah penting
untuk memahami distribusi geografis nilai tambah. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, peneliti
menyimpulkan bahwa sifat rantai pasokan global, nilai statistik perdagangan internasional, dan
keuntungan tersembunyi dari perusahaan terpadu yang beroperasi pada skala global, kemampuan
untuk memilih kegiatan-kegiatan di mana keuntungan harus dialokasikan. Untuk berbagai negara,
ketika rantai pasokan bersifat global dan kompleks, langkah-langkah kritis, seperti produk domestik
bruto, produktivitas pekerja, Menjadi semakin tidak tepat.

Penelitian lainya dilakukan oleh Cools dan Slagmulder (2009) tentang bagaimana
kepatuhan pajak TP mempengaruhi akuntansi pertanggungjawaban ketika satu perusahaan
multinasional (MNE) menggunakan satu set harga transfer untuk kepatuhan pajak dan kontrol
manajemen. Pada dasarnya Otoritas pajak mengambil pendekatan ‘entitas-entitas terpisah’ untuk
menyelidiki kepatuhan MNE terhadap prinsip pendelegasian wewenang. Pendekatan ini menyiratkan
bahwa MNEs perlu dipersiapkan untuk menunjukkan bahwa harga antar perusahaan sesuai dengan
apa yang akan dibebankan jika kedua perusahaan tidak terkait. Potensi denda, risiko menghadapi
perpajakan ekonomi ganda, dan konsekuensi keuangan dan reputasi yang signifikan dalam hal MNE
yang tidak patuh pada kepatuhan untuk memberikan prioritas tinggi pada kepatuhan pajak. Tetapi
banyak organisasi yang berusaha melakukan penghindaran pajak untuk meningkatkan laba
perusahaan. Peneliti menggunakan studi kasus mendalam di satu MNE untuk mengidentifikasi dan
menjelaskan pengaruh spesifik kepatuhan pajak terhadap pengaturan pusat tanggung jawab MNE dan
masalah kontrol manajemen terkait. Hasil studi kasus ini menunjukkan bahwa kepatuhan pajak
memaksa subunit MNE ke dalam pengaturan pusat laba nyata atau pro forma, sementara mereka tidak
menganggap diri mereka sebagai unit pusat laba. Hasil penelitian ini juga relevan untuk
pengembangan kebijakan otoritas pajak. Pada dasarnya otoritas pajak tidak hanya ingin menghentikan
penggelapan dan manipulasi pajak, tetapi juga mencegah pajak berganda, sementara MNE berusaha
untuk mematuhi peraturan untuk menciptakan nilai pemegang saham setelah pajak.

Daftar Pustaka

Anthony, Robert N. dan V. Govindarajan. 2007. Management Control System, 12th Edition.
New York: McGraw-Hill.
Cools, M., & Slagmulder, R. (2009). Tax‐Compliant transfer pricing and responsibility
accounting. Journal of Management Accounting Research, 21(1), 151-178.
doi:10.2308/jmar.2009.21.1.151.