Anda di halaman 1dari 2

Pusat Laba

Pada akhirnya Bouwis dan Lent (2007) menyimpulkan bahwa pengukuran kinerja
diharapkan dapat menjadi beincmark dalam memberikan insentif kepada manajer agar
memaksimalkan kemampuan mereka untuk pencapaian tujuan perusahaan dan untuk
mempromosikan kerjasama di dalam perusahaan. Teori menunjukkan bahwa otoritas manajer
unit bisnis dan saling ketergantungan di antara unit bisnis merupakan penentu penting dari
bobot yang ditempatkan pada ukuran kinerja yang berbeda.
Govindarajan dan Fisher (1990), meneliti tentang hubungan bagaimana strategi,
sistem pengendalian, dan pembagian sumberdaya: dan bagaimana dampaknya terhadap
terhadap kinerja unit bisnis. Dua variabel penting yang dapat digunakan eksekutif senior
untuk mempengaruhi perilaku manajer umum unit bisnis adalah jumlah pembagian sumber
daya antara satu unit bisnis dan unit lainnya dan jenis sistem kontrol yang mereka
pertahankan terhadap manajer umum. Tingkat pembagian sumber daya yang dipilih dan
kontrol yang efektif atas manajer umum unit bisnis adalah fungsi dari strategi yang ditempuh
oleh unit bisnis itu. Sebagian besar studi tentang sistem kontrol telah mewujudkan
pendekatan organisasi atau ekonomi. Namun dalam penelitian ini, peneliti mencoba
membangun perspektif baru tentang bagaimana mengintegrasikan teori agensi dan penelitian
organisasi yang masih ada untuk memajukan pemahaman desain sistem pengendalian. Pada
dasarnya dalam dalam mengendalikan pekerjaan orang atau karyawan dalam sebuah
organisasi, hanya dua aspek pekerjaan yang dapat diamati dan dipantau yaitu: perilaku dan
output yang dihasilkan dari perilaku. Penelitian ini mencoba memperkenalkan model
modifikasi dari sistem pengendalian yang menggabungkan wawasan dari teori organisasi dan
teori agensi serta mengidentifikasi kondisi anteseden di mana kontrol perilaku atau kontrol
output mungkin sesuai.
Beberapa penelitian sebelumnya menyatakan bahwa ada tiga hubungan penting yang
relevan berupa strategi yang dipilih oleh SBU memengaruhi jenis kontrol yang dipilih,
utilitas utilitas sumber daya di antara SBU tergantung pada konteks strategisnya, dan tingkat
bahwa pembagian sumber daya mempengaruhi pilihan kontrol. Kemudian Govindarajan dan
Fisher (1990), mencoba mengintegrasikan hubungan-hubungan ini dalam konteks perilaku
yang kontras dan kontrol hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalian output
dan pembagian sumber daya yang tinggi dikaitkan dengan efektivitas yang lebih tinggi untuk
strategi low cost dan kontrol perilaku dan pembagian sumber daya yang tinggi dikaitkan
dengan efektivitas yang lebih tinggi untuk strategi diferensiasi.
Seiring berkembangnya teknologi informasi serta pertumbuhan berbagai industri yang
cepat memaksa perusahaan terus memaksimalkan kinerja unit bisnis mereka. Kinerja unit
bisnis akan menentukan tercapainya tujuan organisasi. Pada daasrnya sangat sulit mengukur
kinerja unit bisnis. Ketika terjadi kesalahan dalam pengukuran kinerja dapat membuat
kompetisi yang tidak sehat antara unit bisnis yang akan berdampak pada penurunan kinerja
organisasi secara keseluruhan. Selain pengukuran dari aspek finansila, perusahaan juga perlu
memperhatikan aspek non-finansial dalam pengukuran kinerja masing-masing unit bisnis
dalam sebuah perusahaan. selain itu, pengukuran kinerja unit bisnis harus disesuaikan dengan
keadaan organisasi atau dengan kata lain harus memperhatikan faktor kontingensi dalam
menerapkan pengukuran kinerja dalam sebuah organisasi. Pada dasarnya tidak ada satupun
sistem pengendalian yang sesuai secara keseluruhan ketika diterapkan dalam sebuah
organisasi dan harus adanya penyesuaian yang tepat.