Anda di halaman 1dari 2

Pusat Laba

Kinerja suatu organisasi dapat diukur dari aspek finansial dan non-finansial. Aspek
finansial merupakan salah satu pengukuran kinerja paling umum dan paling banyak
digunakan dalam mengukur keberhasilan kierja suatu perusahaan. kinerja finansial suatu
pusat pertanggungjawaban diukur dalam lingkup laba. Laba merupakan salah ukuran yang
sangat berguna karena laba memungkinkan manajemen senior untuk dapat menggunakan satu
indikator yang komprehensif dibandingkan jika harus menggunakan beberapa indikator
(Antony dan Govindarajan, 2007). Pusat laba adalah salah satu unit organisasi yang di
dalamnya pendapatan dan beban diukur secara moneter. Ketika menetapkan pusat laba, suatu
perusahaan mendelegasikan wewenangnya dalam pengambilan keputusan ke tingkat yang
lebih rendah yang memiliki informasi yang relevan dalam membuat trade-off
pengeluaran/pendapatan. Semua tindakan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kecepatan
dalam pengambilan keputusan, kualitas keputusan, memusatkan perhatian yang lebih besar
untk profitabilitas, dan memberikan pengukuran yang lebih luas atas kinerja manajemen.

Beberapa penelitian akademik mencoba bagaimana keterkaitan antara kinerja unit


bisnis yang nantinya akan berdampak pada kinerja perusahaan. Arrfelt, et al., (2015) meneliti
bagaimana peran unit bisnis dalam meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan dan
begitu juga sebaliknya bagaimana peran perusahaan dalam meningkatkan kinerja unit bisnis
perusahaan. Peran manajemen perusahaan, strategi dan struktur perusahaan secara signifikan
berdampak pada kinerja keuangan unit bisnis. Penelitian ini lebih berfokus kepada bagaimana
peran kantor pusat perusahaan atau top manajer dapat mengalokasikan sumber daya modal
pada seluruh unit bisnis perusahaan. Peran kunci dari kantor pusat perusahaan adalah untuk
memutuskan bagaimana mengalokasikan modal perusahaan yang terbatas di seluruh unit
organisasi.
Modal yang berasal dari internal perusahaan memainkan peran penting dalam kinerja
unit bisnis, karena efisiensi dalam mengalokasikan modal perusahaan akan menentukan
apakah dana tersebut digunakan secara optimal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
kompetensi alokasi modal sebagai kemampuan manajerial yang dinamis dan menemukan
bahwa tingkat kompetensi alokasi yang lebih rendah dalam bentuk kelebihan investasi untuk
unit bisnis dengan prospek masa depan yang relatif lebih buruk sehingga berakibat pada
penurunan kinerja unit bisnis. Selian itu, penelitian ini juga menemukan bahwa kondisi pasar
mempengaruhi implikasi kinerja alokasi modal, artinya bahwa kompetensi alokasi lebih
menonjol di pasar yang lebih kompetitif.
Pengukuran kinerja unit bisnis sangat diperlukan untuk memastikan bahwa kinerja
semua unit bisnis tepat dan sesuai dengan tujuan perusahaan. Namun, memberdayakan
manajer unit bisnis juga cenderung merusak kerja sama di antara manajer. Ketika kinerja
manajer unit bisnis diukur, maka mereka akan cenderung berkompetisi untuk meningkatkan
kinerja masing-masing unit. Selain berkompetisi, seharusnya unit bisnis dalam sebuah
organisasi harus melakukan sharing informasi guna meningkatkan kinerja antar unit dan
bekerjasama untuk memastikan tujuan perusahaan secara keseluruhan bisa tercapai.
Pengukuran kinerja yang berbeda memainkan peran yang berbeda dan berbeda dalam
mengevaluasi kinerja manajer unit bisnis sesuai dengan desain organisasi perusahaan. Selain
aspek finansial dalam pengukuran kinerja unit bisnis, pengukuran kinerja non finansial juga
diperlukan untuk mengukur kinerja unit bisnis karena tidak semua kinerja unit bisnis dalam
perusahaan dapat diukur kinerjanya berdasarkan aspek finansial semata (Bouwens dan Lent,
2007).

Daftar Pustaka

Arrfelt, M., Wiseman, R. M., McNamara, G., & Hult, G. T. M. (2015). Examining a key
corporate role: The influence of capital allocation competency on business unit
performance. Strategic Management Journal, 36(7), 1017-1034.
Anthony, Robert N. dan V. Govindarajan. 2007. Management Control System, 12th Edition.
New York: McGraw-Hill.
Bouwens, J., & Lent, L. V. (2007). Assessing the performance of business unit managers.
Journal of Accounting Research, 45(4), 667-697. doi:10.1111/j.1475-
679X.2007.00251.x.
Govindarajan, V., & Fisher, J. (1990). Strategy, control systems, and resource sharing:
Effects on business-unit performance. The Academy of Management Journal, 33(2),
259-285. doi:10.2307/256325.