Anda di halaman 1dari 19

2

HIBRIDISASI

JURNAL
OLEH :
WINDY AMELIA
190301029
AGROTEKNOLOGI-1A

LABORATURIUM DASAR PEMULIAAN TANAMAN


PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2020
2

HIBRIDISASI

JURNAL

OLEH :
WINDY AMELIA
190301029
AGROTEKNOLOGI-1A

Jurnal Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Mengikuti Praktikum di Laboratorium
Dasar Pemuliaan Tanaman Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian
Universitas Sumatera Utara

Diperiksa Oleh
Asisten Korektor:

( Maulidina sari br.Simbolon)

NIM:160301099

LABORATURIUM DASAR PEMULIAAN TANAMAN


PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2020
2

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas

berkat dan rahmat yang diberikan oleh-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan

jurnal ini tepat pada waktunya.

Adapun judul jurnal ini adalah“HIBRIDISASI” yang merupakan Syarat


Untuk Dapat Mengikuti Praktikum di Laboratorium Dasar Pemulian Tanaman
Fakultas Pertanian Program Studi Agroteknologi Universitas Sumatera Utara.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Dosen

penanggung jawab yaitu: Ir.Eva Sartini Bayu,MP;

Ir.Revandy Iskandar Muda Damanik,M.Sc.Ph.D.; Dr.Khairunisa Lubis, SP.,MP;

Dr.Diana Sofia Hanafiah, S.P .M.P.; Ir.Hot Setiado,M.S.;

Ir.EmmyHarso Kardhinata,M.Sc;Lutfhi Aziz Mahmud Siregar, S.P.M.Sc.Ph.D.;

selaku Dosen Mata Kuliah Dasar Pemuliaan Tanaman, serta abang dan kakak asisten

Laboratorium Dasar Pemuliaan Tanaman yang telah membantu dalam

menyelasaikan jurnal ini.

Penulis menyadari bahwa jurnal ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena
itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Akhir kata penulis
mengucapkan terimakasih dan semoga jurnal ini bermanfaat bagi pihak yang
membutuhkan.
Medan, April 2020

Penulis

i
2

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................i

DAFTAR ISI..............................................................................................ii

PENDAHULUAN
Latar Belakang.....................................................................................1
Tujuan Percobaan.................................................................................2
Kegunaan Penulisan.............................................................................3

TINJAUAN PUSTAKA

BAHAN DAN METODE PERCOBAAN


Tempat dan Waktu Praktikum..............................................................4
Bahan dan Alat.....................................................................................5
Prosedur Praktikum..............................................................................6

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil......................................................................................................7
Pembahasan...........................................................................................8

KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA
2

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Hibridisasi atau persilangan menurut A Dictionary of Science 6th edition

(2010) ialah proses produksi satu atau lebih organisme hibrid melalui perkawinan

tetua-tetua yang berbeda secara genetik. Teknik ini banyak dimanfaatkan dalam

kegiatan pemuliaan tanaman untuk merakit varietas unggul baru. Prinsip dasar dalam

pemuliaan adalah adanya keragaman, terutama keragaman genetik. Apabila

keragaman dalam suatu populasi tinggi, maka seleksi yang dilakukan akan lebih

efektif. Keragaman tersebut bisa didapatkan dalam dari koleksi plasma nutfah, atau

melalui introduksi, apabila keragaman dalam suatu populasi koleksi terbatas, maka

dilakukan berbagai upaya untuk memperluas keragaman (Handayani, 2014)

Persilangan tanaman bisa dibedakan menjasi persilangan

sendiri(crossing).Selfing adalah persilangan yang dilakukan terhadap tanaman itu

sendiri (tidak ada perbedaan antara genotipe kedua tanaman yang disilangkan).

Sedangkan crossing adalah persilangan antara 2 individu yang berbeda genotipenya.

(Wibowo, 2008).

Pengacakan alel pada lokus merupakan hasil dari proses rekombinasi secara intra-

kromosomal (crossing over)dan inter-kromosomal (dependent assortment)).

Hibridisasi dapat menghasilkan spesies baru dengan tingkat ploidi sama atau berbeda,

mentransfer karak-ter adaptif antarspesies, dan secara umum melepas kendala genetik

pada evolusi fenotipik (Whitney et al. 2010).

Keragaman genetik baru dalam jumlah banyak, dapat dibuat melalui hibridisasi,
2

baik intra maupun interspesifik. Hibridisasi intra dan interspesifik pada ubikayu dapat

dilakukan secara terbuka (open pollination) maupun terkendali (cross pollination).

Hibridisasi pada tanaman ubi kayu relatif mudah dilakukan dan hibridisasi terbuka

banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan jumlah biji F1 yang

dihasilkan(Hahn,2009)

Keberhasilan hibridisasi intraspesifik terkendali bergantung pada faktor

tanaman, lingkungan, dan manusia. Dari faktor tanaman, yang menentukan adalah

varietas, kemampuan bunga betina membentuk biji, kondisi serbuk sari, dan habitus

tanaman. Faktor lingkungan yang berpengaruh adalah kesuburan tanah, ketersediaan

air pada saat pembungaan, pemasakan buah, panjang hari, suhu, cuaca, dan

ketinggian tempat.Sedangkan faktor manusia adalah tingkat ketelitian dan

keterampilan dalam melakukan hibridisasi.(Kawano,2009)


2

Tujuan Praktikum

Adapun Tujuan dari praktikum ini adalah agar mahasiswa dapat mempelajari

teknik hibridisasi pada tanaman pacar air (Impatiens balsamina L.)

Kegunaan Praktikum

Adapun Kegunaan Dari Praktikum Ini Adalah Sebagai Salah Satu Syarat Untuk

Dapat Mengikuti Praktikum Di Laboratorium Dasar Pemuliaan Tanaman Program

Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Dan Sebagai

Bahan Informasi Bagi Pihak Yang Membutuhkan.


2

TINJAUAN PUSTAKA

Hibridisasi penting dalam Pemuliaan tanaman karena Kegiatan hibridisasi


bertujuan untuk menyilangkan atau menggabungkan semua sifat baik atau yang
diinginkan ke dalam satu genotipe baru,memperluas keragaman genetik, dan menguji
potensi tetua atau memanfaatkan vigor hibrida. Sebagaimana diketahui bahwa dasar
pemuliaan tanaman adalah menyeleksi berbagai sumber tanaman dalam satu populasi
yang memiliki karakter unggul untuk dikembangkan dan diperbanyak sebagai benih
atau bibit unggul.Hibridisasi merupakan cara lain untuk menghasilkan rekombinasi
gen.(Blum,2011)
Tujuan persilangan buatan adalah menggabungkan karakter baik ke dalam
satu genotipe baru, memperluas keragaman genetik,memanfaatkan vigor hibrida dan
menguji potensi tetua Sedangkan persilangan alami Pada tanaman menyerbuk
terbuka, persilangan tanaman terjadi secara alami baik dengan bantuan angin maupun
serangga, dan bantuan manusia untuk tujuan tertentu(Syukur et al., 2015).
Kastrasi : adalah suatu tindakan yang sengaja dilakukan untuk
menghilangkan fungsi dari alat reproduksi dengan jalan mematikan sel kelamin
jantan dan betina sehingga ternak bersangkutan tidak mampu menghasilkan
keturunan. Emaskulasi : adalah suatu tindakan membuang semua benang sari yang
masih muda dari kuncup bunga betina, dengan maksud agar bunga tersebut tidak
mengalami penyerbukan sendiri. Isolasi : adalah kegiatan menutup bunga indukan
betina yang telah dilakukan persilangan dengan menggunakan kertas sungkup dan
selotip, dengan tujuan agar serbuk sari dari tanaman yang lain tidak menempel pada
putik indukan betina yang disilangkan. Polinasi : adalah transfer serbuk sari dari
benang sari, bagian-bagian bunga yang menghasilkan mereka, ke organ-organ ovula
(prekursor benih) mereka sendiri. Dalam tumbuhan seperti konifer dan sikas, di mana
ovula terbuka, serbuk sari hanya terjebak dalam setetes cairan yang disekresi oleh
ovula.(Tanto,2012)
Persiapan,Menyiapkan seluruh peralatan yang dibutuhkan untuk
2

persilangan,Menentukan induk/tetua jantan dan betina,Mengidentifikasi bunga


betina,Menentukan waktu penyerbukan.Emaskulasi,Emaskulasi adalah kegiatan
membuang alat kelamin jantan (stamen) pada tetua betina, sebelum bunga mekar atau
sebelum terjadi penyerbukan sendiri. Emaskulasi terutamadilakukan pada tanaman
berumah satu yang hermaprodit dan fertil. Cara emaskulasitergantung pada morfologi
bunganya.Pada tanaman menyerbuk silang proses emaskulasi tidak perlu dilakukan.
Hal tersebut berhubungan dengan karakter organ reproduksi dari tanaman menyerbuk
silang. Misalnya letak organ jantan dan organ betina yang terpisah, masaknya polen
tidak sama dengan kepala putik. Sehingga kontrol persilangan menjadi semakin lebih
mudah jika dibandingkan tanaman menyerbuk sendiri.Isolasi,Isolasi dilakukan agar
bunga yang telah diemaskulasi tidak terserbuki oleh serbuk sari asing. Dengan
demikian baik bunga jantan maupun betina harus dikerudungi dengan
kantung.Pengumpulan Serbuk Sari,Pengumpulan serbuk sari dari pohon tetua jantan
dapat dimulai beberapa jam sebelumkuncup-kuncup bunga itu mekar. Bila letak
pohon tetua betina jauh dari pohon tetua jantan,maka pengangkutan kuncup-kuncup
bunga dari tetua jantan ke tetua betina akan memakan waktu yang lama. Agar kuncup
bunga itu tidak lekas layu dan tahan lama dalam keadaan segar, hendaknya kuncup
bunga itu dipetik dan diangkut pada pagi hari sebelum matahari terbit atau pada sore
hari setelah matahari terbenam.Penyerbukan,Penyerbukan buatan dilakukan antara
tanaman yang berbeda genetiknya. Pelaksanaannya terdiri dari pengumpulan polen
(serbuk sari) yang viabel atau anter dari tanaman tetua jantan yang sehat, kemudian
menyerbukannya ke stigma tetua betina yang telah dilakukan emaskulasi dengan cara
mengguncangkan bunga jantannya.Penutupan bunga Penutupan ini agar tanaman
jagung tidak diserbuki oleh serbuk sari tanaman jagung lainnya.Pelabelan Ukuran dan
bentuk label berbeda-beda. Pada dasarnya label harus tahan air dapat terbuat dari
kertas atau plastik.(Mangoendidjojo, 2009)
Anthesis adalah periode di mana bunga sepenuhnya terbuka dan fungsional. Antesis
dapat juga merujuk pada permulaan periode itu. Permulaan antesis spektakuler di
beberapa spesies.(Warisno.T.2009)
2
2

BAHAN DAN METODE

Waktu dan Tempat Praktikum

Adapun praktikum ini dilakukan di Laboraturium Dasar Pemuliaan Tanaman

Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada

ketinggian ± 21 m dpl pada hari kamis 11 Maret 2020 pukul 10.00 wib sampai

dengan selesai.

Alat dan Bahan Praktikum

Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini adalah pulpen untuk

menulis, tipex untuk menghapus kesalahan tulisan,penggaris untuk menggaris

jurnal,double folio untuk menulis jurnal, buku penuntun sebagai referensi ,pot bunga

untuk media tanam pacar air(Impatiens balsamina L.) kamera handphone untuk

memfoto hasil praktikum yang dilakukan.

Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah cottonnbud untuk

mengoleskan serbuk sari ke bunga, bunga pacar air putih sebagai media pengamatan ,

bunga pacar air merah sebagai media pengamatan, tanah sebagai media tanam bunga

pacar, label untuk menandai nama pada pot, selotip untuk menutup bunga yang

mudah disilangkan.

Prosedur Praktikum

Adapun prosedur praktikum ini adalah

1. Dipilih bunga yang akan dijadikan sebagai tetua jantan dan betina.

Tema yang digunakan berasal dari tanaman yang sama


2

2. Dilepas seluruh kelopak bunga pada tetua betina dan puing tangkai

sari. Pastikan tidak ada benang sari yang menempel pada kepala putik.

3. Dibuang seluruh kelopak dan putik tetua jantan lalu oleskan cuttenbud

secara perlahan sehingga serbuk sari menempel pada cuttenbud.

4. Dioleskan cuttenbud pada putik tetua betina

5. Ditutup bunga yang telah disilangkan dengan menggunakan selotip

lalu beri label.

6. Diamati bunga pacar air.


2

No

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

NO. Gambar Keterangan

Pemilihan tetua Ditentukan tetua jantan dan


1.
betina diantara bunga pacar air

yang berwarna merah dan

putih. Tetua jantan bewarna

merah dan tetua betina bewarna

putih.
Kastrasi Dibersihkan /dihilangkan
2.
bagian tanaman yang letaknya

di sekitar bunga dari serangga,

kotoran dan kuncup-kuncup

yang tidak digunakan serta

organ lain yang menggangu

proses persilangan.
Emaskulasi Pembuangan organ kelamin
3.
jantan atau stamen pada tetua

betina, pada saat bunga belum

mekar atau sebelum terjadi


2

penyerbukan sendiri.
Polinasi Mengambil serbuk sari dari
4.
tetua jantan yang selanjutnya

dioleskan pada stigma tetua

betina.

Isolasi Menutupi atau mengkerudungi


5.
bagian bunga betina yang telah

di serbuki agar tidak terjadi

penyerbukan oleh serbuk sari

asing
Pemberian Label Menandai bunga yang
6.
disilangkan dengan keterangan

lengkap (umumnya berupa

nomor persilangan, waktu,

nomor tetua jantan dan betina ,

kode/nama pemulia).

Pembahasan

Hibridisasi penting dalam Pemuliaan tanaman karena Kegiatan hibridisasi


bertujuan untuk menyilangkan atau menggabungkan semua sifat baik atau yang
diinginkan ke dalam satu genotipe baru,hal ini sesuai dengan literatur Blum(2011)
yang menyatakan bahwa hibridisasi dapat memperluas keragaman genetik, dan
menguji potensi tetua atau memanfaatkan vigor hibrida. Sebagaimana diketahui
2

bahwa dasar pemuliaan tanaman adalah menyeleksi berbagai sumber tanaman dalam
satu populasi yang memiliki karakter unggul untuk dikembangkan dan diperbanyak
sebagai benih atau bibit unggul.Hibridisasi merupakan cara lain untuk menghasilkan
rekombinasi gen.
Tujuan persilangan buatan adalah menggabungkan karakter baik ke dalam satu
genotipe baru, Hal ini sesau dengan literatur Syukur (2015) yaitu hibridisasi dapat
memperluas keragaman genetik,memanfaatkan vigor hibrida dan menguji potensi
tetua Sedangkan persilangan alami Pada tanaman menyerbuk terbuka, persilangan
tanaman terjadi secara alami baik dengan bantuan angin maupun serangga, dan
bantuan manusia untuk tujuan tertentu
Kastrasi : adalah suatu tindakan yang sengaja dilakukan untuk menghilangkan
fungsi dari alat reproduksi dengan jalan mematikan sel kelamin jantan dan betina
sehingga ternak bersangkutan tidak mampu menghasilkan keturunan. Emaskulasi :
adalah suatu tindakan membuang semua benang sari yang masih muda dari kuncup
bunga betina, dengan maksud agar bunga tersebut tidak mengalami penyerbukan
sendiri. Isolasi : adalah kegiatan menutup bunga indukan betina yang telah dilakukan
persilangan dengan menggunakan kertas sungkup dan selotip, dengan tujuan agar
serbuk sari dari tanaman yang lain tidak menempel pada putik indukan betina yang
disilangkan. Polinasi : adalah transfer serbuk sari dari benang sari, bagian-bagian
bunga yang menghasilkan mereka, ke organ-organ ovula (prekursor benih) mereka
sendiri Hal ini sesuai dengan literatur Tanto (2012) yang menyatakan bahwa Dalam
tumbuhan seperti konifer dan sikas, di mana ovula terbuka, serbuk sari hanya terjebak
dalam setetes cairan yang disekresi oleh ovula.
Persiapan,Menyiapkan seluruh peralatan yang dibutuhkan untuk
persilangan,Menentukan induk/tetua jantan dan betina,Mengidentifikasi bunga
betina,Menentukan waktu penyerbukan.Emaskulasi,Emaskulasi adalah kegiatan
membuang alat kelamin jantan (stamen) pada tetua betina, sebelum bunga mekar atau
sebelum terjadi penyerbukan sendiri,Hal ini sesuai denagan literatur
Mangoendjodjo(2009) yang menyatakan Emaskulasi terutamadilakukan pada
2

tanaman berumah satu yang hermaprodit dan fertil. Cara emaskulasitergantung pada
morfologi bunganya.Pada tanaman menyerbuk silang proses emaskulasi tidak perlu
dilakukan. Hal tersebut berhubungan dengan karakter organ reproduksi dari tanaman
menyerbuk silang. Misalnya letak organ jantan dan organ betina yang terpisah,
masaknya polen tidak sama dengan kepala putik. Sehingga kontrol persilangan
menjadi semakin lebih mudah jika dibandingkan tanaman menyerbuk
sendiri.Isolasi,Isolasi dilakukan agar bunga yang telah diemaskulasi tidak terserbuki
oleh serbuk sari asing. Dengan demikian baik bunga jantan maupun betina harus
dikerudungi dengan kantung.Pengumpulan Serbuk Sari,Pengumpulan serbuk sari dari
pohon tetua jantan dapat dimulai beberapa jam sebelumkuncup-kuncup bunga itu
mekar. Bila letak pohon tetua betina jauh dari pohon tetua jantan,maka pengangkutan
kuncup-kuncup bunga dari tetua jantan ke tetua betina akan memakan waktu yang
lama. Agar kuncup bunga itu tidak lekas layu dan tahan lama dalam keadaan segar,
hendaknya kuncup bunga itu dipetik dan diangkut pada pagi hari sebelum matahari
terbit atau pada sore hari setelah matahari terbenam.Penyerbukan,Penyerbukan
buatan dilakukan antara tanaman yang berbeda genetiknya. Pelaksanaannya terdiri
dari pengumpulan polen (serbuk sari) yang viabel atau anter dari tanaman tetua jantan
yang sehat, kemudian menyerbukannya ke stigma tetua betina yang telah dilakukan
emaskulasi dengan cara mengguncangkan bunga jantannya.Penutupan bunga
Penutupan ini agar tanaman jagung tidak diserbuki oleh serbuk sari tanaman jagung
lainnya.Pelabelan Ukuran dan bentuk label berbeda-beda. Pada dasarnya label harus
tahan air dapat terbuat dari kertas atau plastik.
Anthesis adalah periode di mana bunga sepenuhnya terbuka dan fungsional,Hal ini
sesuai dengan literatur Wisno.T (2009) yang menyatakan bahwa Antesis dapat juga
merujuk pada permulaan periode itu. Permulaan antesis spektakuler di beberapa
spesies.
2

KESIMPULAN

1. Hibridisasi merupakan tahap penting dalam hal perluasan

keragamangenetik. Pemilihan tetua dalam tahap hibridisasi

dapatmenentukan kesuksesan dari suatu program pemuliaan.

2. Pada tanaman yang secara alami melakukan penyerbukan silang,

penyerbukan sendiri dapat dilakukan secara buatan atau rekayasa oleh

manusia dan lebih sering disebut persilangan sendiri (selfing).

3. Kastrasi adalah kegiatan membersihkan bagian tanaman yang letaknya

disekitar bunga yang akan diemaskulasi dari serangga , kotoran, kuncup-

kuncup yang tidak digunakan serta organ lain yang mengganggu proses

persilangan.

4. Pada praktikum ini dilakukan persilangan pada tanaman pacar air(

Impatiens balsamina L.) dipilih karena penyerbukan buatan yang dapat

dilakukan reative mudah.

5. Antesis bunga adalah berurutan dalam perbungaan, jadi ketika tangkai

putik dan periantium memiliki warna yang berbeda, hasilnya adalah

perubahan warna yang mencolok yang secara bertahap menyapu

sepanjang perbungaan.
2

DAFTAR PUSTAKA

Blum, A. (2011). Plant Breeding for Water Limited Environments.

Springer.

Hahn SK, Terry ER, Leuschner K, Akobundu IO, Okali C and Lal R. 1979.

Cassava improvement in Africa. Field crops research 2, 193-226.

Handayani,2014.Teknik Teknik persilangan.yogyakarta

Kawano K. 1980. Cassava. In, Fehr, W.R. and Hadley, H.H. (Eds.),

Hybridization of crop plants. ASA, Madison. WI, pp. 225-23

Mangoendidjojo, W. 2008. Dasar-dasar Pemuliaan Tanaman. Yogyakarta:

Kanisius.

Syukur, M., S. Sujiprihati, dan R. Yunianti. 2015.Teknik Pemuliaan

Tanaman. Penebar Swadaya, Jakarta.

Tanto. 2002. Pemuliaan Tanaman dengan Hibridisasi (allogam).Jakarta:

Raja Grafindo Persada.

Warisno, T. 2009.Jagung Hibrida.Kanisius.yogyakarta

Whitney KD, Ahern JR, Campbell AG, Albert LP, and King MS. 2010.

Pattern of hybridization In plants. Perspectives in Plant Ecology,

Evolution, and Systematics 12 (2010): 175–182

.Wibowo.p.2008.macam macam perbanyakan tanaman universitas

brawijaya press.malang

.
2