Anda di halaman 1dari 2

Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. III. No. 1. April 2006, Hal.

94-105 dengan Majalah Ilmu


Kefarmasian, Vol. IV. No. 2. Agustus 2007, Hal. 59-72

PENETAPAN KADAR TRIPROLIDINA HIDROKLORIDA DAN


PSEUDOEFEDRINA HIDROKLORIDA DALAM TABLET ANTI INFLUENZA
SECARA SPEKTROFOTOMETRI DERIVATIF dibandingkan dengan
PENETAPAN KADAR TRIPROLIDINA HIDROKLORIDA DAN
PSEUDOEFEDRINA HIDROKLORIDA DALAM SEDIAAN SIRUP OBAT
INFLUENZA SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DESITOMETRI

Hayun, Harianto dan Yenti dengan Hayun, Nelly D. Leswara dan Camelia D.P
Masrijal

Oleh : Ni Luh Putu Agustina Putri 1713081015

PENDAHULUAN

Campuran tripolidina HCL dan pseudoefedrina HCL merupakan jenis kombinasi


dalam formula sediaan tablet anti influenza dan kombinasi dalam formula sirup obat
influenza (Anonim,2005). Salah satu metode alternatif yang dapat digunakan untuk
menetapkan kadar kedua komponen tersebut adalah dengan menggunakan
Spektrofotometri Derivatif pada kombinasi formula sediaan tablet influenza (Hayun, 2006)
sedangkan dalam kombinasi formula sediaan sirup dapat digunakan metode KLT-
Densitometer (Hayun, 2007). Penelitian dengan menggunakan metode Spektrofotometri
Derivatif bertujuan untuk menetapkan kadar kedua komponen dalam sediaan tablet
influenza (Hayun, 2006). Sedangkan tujuan dari penelitian dengan metode KLT-
Densitometer adalah untuk memperoleh kondisi analisis optimum dan tervalidasi untuk
penentapan kadar kedua komponen dalam sediaan sirup obat influenza (Hayun, 2007).

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan untuk penetapan kadar sediaan tablet dengan


Spektrofotometri Derivatif adalah dengan penentuan zero crossing, penentuan panjang
gelombang, linearitas, limit deteksi (LOD) dan limit kuantitasi (LOQ), uji perolehan
kembali, dan penetapan kadar sampel (Hayun, 2006). Selanjutnya untuk metode yang
digunakan untuk penetapan kadar sediaan sirup dengan KLT-Densitometer adalah
pemilihan panjang gelombang optimum detektor, pemilihan fase gerak untuk pemisahan
zat uji, uji keterulangan, linearitas, limit deteksi (LOD) dan limit kuantitasi (LOQ),
pemilihan cara ekstraksi zat uji dalam sampel, penetapan kadar pseudoefedrina HCl dan
triprolidina HCL dalam sampel, dan uji perolehan kembali (Hayun, 2007).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penetapan kadar sediaan tablet dengan metode Spektrofotometri Derivatif, dimana


penentuan zero crossing untuk triprolidina HCl pada kurva serapan derivat pertama adalah
217,8; 230,0; 263,8; dan 277,0 nm untuk pseudoefedrina HCl pada kurva serapan derivat
pertama adalah 227,6; 251,2; 252,8; 260,6; dan 262,2 nm. Pada penentuan λ analisis untuk
λ analisis triprolidina HCl adalah 227,6 nm sedangkan λ analisis pseudoefedrina HCl
adalah 230,0 nm. Untuk triprolidin HCl menghasilkan LOD 0,69 ppm; dan nilai LOQ 2,30
ppm, sedangkan pseudoefedrina HCl menghasilkan LOD 12,30 ppm; dan nilai LOQ 40,99
ppm. Pada uji perolehan kembali tanpa pengisi memberikan hasil 100,20-103,00% untuk
triprolidina HCl dan 95,83-100,32% untuk pseudoefedrin HCl sedangkan dengan massa
tablet memberikan hasil 95,36–99,37% untuk triprolidina HCl dan 95,83-100,32% untuk
pseudoefedrina HCl hasil tersebut memiliki akurasi dan presisi yang baik, karena hasil uji
berada dalam rentang 90-110%. Terakhir untuk penetapan kadar sampel dimana
memberikan hasil 94,36–96,32% untuk triprolidina HCl dan 97,39 % untuk pseudoefedrina
HCl (Hayun, 2006).

Penetapan kadar sediaan sirup dengan metode KLT-Densitometri, dimana untuk


pemilihan panjang gelombang optimum detektor untuk λ maksimum pseudoefedrina HCl
dan triprolidina HCl masing-masing 257 dan 290 nm. Untuk uji pemilihan fase gerak yang
menghasilkan pemisahan terbaik dengan menggunakan campuran metanol, amonia dan
kloroform (40:2:30). Hasil uji keterulangan analisis baku pseudoefedrina HCl dan
triprolidina HCl menunjukkan metode ini mempunyai presisi yang baik, dengan nilai
koefisien variasi lebih kecil dari 2%. Untuk LOD dan LOQ pseudoefedrina HCl berturut-
turut 0,0064µg dan 0,2124µg; sedangkan untuk triprolidina HCl berturut-turut 0,0076µg
dan 0,0254µg. Kondisi yang dipilih untuk ekstraksi zat uji dalam sampel yang
menghasilkan kadar pseudoefedrina HCl dan triprolidina HCl terbesar adalah dengan
penambahan NaOH yang diekstraksi dan pengocokan dengan vortex selama 1 menit dan
disentrifugasi selama 20 menit. Untuk hasil penetapan kadar rata-rata pseudoefedrina HCl
dan triprolidina HCl dalam sampel masing-masing 94,36 dan 94,44%. Untuk hasil uji
perolehan kembali dimana 100,26% untuk pseudoefedrina HCl dan 101,95% untuk
triprolidina HCl. Dari hasil ini menunjukkan bahwa metode ini mempunyai akurasi yang
baik (Hayun, 2007).

KELEBIHAN

Kelebihan kedua metode ini cukup sederhana dan dapat memberikan hasil uji yang
baik dan cepat sesuai dengan persyaratan serta biaya operasional metode ini cukup murah.
Metode ini juga memerlukan waktu yang lebih singkat pada saat melakukan analisis.

KEKURANGAN

Kelemahan kedua metode ini hanya dapat digunakan untuk menganalisis daerah
serapan pada komponen zat yang diuji dan untuk penetapan kadar saja, sedangkan untuk
analisis bahan kimia obat perlu pengujian yang lebih teliti dan lebih relevan.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa metode


spektrofotometri derivatif dapat diterapkan dengan hasil yang baik, secara sederhana dan
cepat untuk menetapkan kadar triprolidina HCl dan pseudoefedrina HCl dalam sediaan
tablet. Sedangkan untuk metode KLT-densitometri dimana metode tersebut dapat
digunakan untuk penetapan kadar pseudoefedrina HCl dan triprolidina HCl dalam sediaan
sirup dengan mengunakan fase gerak campuran metanol, ammonia dan kloroform (40:2:30)
yang memberikan hasil terbaik. Untuk Linieritas, presisi dan akurasi memenuhi
persyaratan serta metode ini mempunyai akurasi yang baik.