Anda di halaman 1dari 10

PT London Sumatera Plantation Tbk

PT London Sumatera Indonesia Tbk, berawal dari hampir satu abad yang lalu di tahun 1906
dengan kiprah Harrisons & Crossfield Plc (H&C), perusahaan perkebunan dan perdagangan
yang berbasis di London. Perusahaan mengelola perkebunan karet, kopi, kakao dan teh di era
sebelum perang dunia. Dari tahun 50-an sampai 70-an, perusahaan memfokuskan pada
tanaman karet sebagai komoditas utama, yang selanjutnya memasuki pertengahan tahun 80-
an diversifikasi ke tanaman kelapa sawit mulai dilakukan yang menggantikan tanaman karet
sebagai komoditas utama. Pada tahun 1994, Harrisons & Crossfield menjual seluruh saham
perusahaan kepada PT Pan London Sumatra Plantation (PPLS), yang membawa perusahaan
go public melalui pencatatan saham di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada tahun 1996.
Saat ini, perusahaan mengoperasikan 38 perkebunan di empat pulau di Indonesia: Sumatera,
Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

PT London Sumatera Indonesia Tbk didirikan berdasarkan Akta Notaris Raden Kadiman No.
93 tanggal 18 Desember 1962 yang diubah dengan Akta No. 20 tanggal 9 September 1963.
Perusahaan bergerak di bidang industri perkebunan dengan menanam dan memelihara
tanaman kelapa sawit, karet, kako, kelapa dan teh, serta mengolah hasil perkebunan tersebut
dan menjual hasilnya di dalam maupun luar negeri.

PT London Sumatera Indonesia Tbk berdomisili di Jakarta dengan kantor cabang operasional
di Medan, Palembang, Makassar, Surabaya dan Samarinda. Perusahaan pada saat ini
mengelola perkebunan di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur,
Banten, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. Produk utama adalah
minyak kelapa sawit dan karet, serta sebagian kecil kakao, teh dan bibit.

Sektor : PERTANIAN > Perkebunan


sejak : 01 - November - 2016
sampai : 21 - November - 2016

Date Prev Open High Low Close Change Volume Foreign Vol. Detail
21-11-2016 1,600 1,585 1,630 1,585 1,600 0 8,116,800 - 554,300
18-11-2016 1,640 1,655 1,655 1,585 1,600 40 18,119,600 - 1,506,800
17-11-2016 1,590 1,600 1,660 1,585 1,640 50 39,151,200 + 2,406,000
16-11-2016 1,565 1,545 1,595 1,545 1,590 25 11,593,000 - 840,100
15-11-2016 1,620 1,600 1,610 1,555 1,565 55 33,166,500 + 3,219,000
14-11-2016 1,565 1,580 1,630 1,565 1,620 55 94,262,000 + 19,942,800
11-11-2016 1,465 1,465 1,565 1,410 1,565 100 115,164,500 + 19,056,000
10-11-2016 1,445 1,455 1,480 1,450 1,465 20 20,560,600 - 1,471,500
09-11-2016 1,490 1,495 1,505 1,425 1,445 45 20,523,400 - 1,125,500
08-11-2016 1,455 1,470 1,490 1,435 1,490 35 26,296,900 + 17,900
07-11-2016 1,410 1,415 1,455 1,400 1,455 45 16,323,700 - 294,400
04-11-2016 1,385 1,385 1,420 1,380 1,410 25 18,414,400 - 6,407,700
03-11-2016 1,425 1,445 1,460 1,385 1,385 40 21,653,700 - 3,913,500
02-11-2016 1,475 1,475 1,480 1,420 1,425 50 19,535,400 - 7,037,800
01-11-2016 1,525 1,525 1,525 1,470 1,475 50 12,931,200 - 1,471,100
Laba bersih London Sumatra Indonesia Tbk / LSIP melorot 63,53% Semester I 2016

Salah satu perusahan perkebunan sawit dan karet di Indonesia PT London Sumatra
Indonesia Tbk (LSIP) membukukan laba bersih sebesar Rp112,64 miliar atau Rp17 per
saham, angka tersebut mengalami penurunan sebesar 63,53% bila dibandingkan dengan Laba
bersih pada Semester I 2015 yaitu Rp308,85 miliar atau Rp45 per saham.

Melorotnya kinerja LSIP pada Semester I 2016 tersebut disebabkan oleh Penjualan yang
mengalami penurunan sebesar 20,67% menjadi Rp1,65 triliun dari penjualan pada Semester I
2015 yaitu sebesar Rp2,08 triliun, berikut ini adalah rincian Pendapatan pada Semester I 2016
dan Semester I 2015 yaitu

1. Produk Kelapa Sawit – Rp1,49 triliun dan Rp1,88 triliun.


2. Karet – Rp87,38 miliar dan Rp132,40 miliar.
3. Benih – Rp50,34 miliar dan Rp44,82 miliar.
4. Lain-lain – Rp24,74 miliar dan Rp22,72 miliar.

Beban pokok penjualan mengalami penurunan dari Rp1,54 triliun menjadi Rp1,31 triliun, dan
Pendapatan (Beban) Keuangan mengalami kenaikan dari Rp35,21 miliar menjadi Rp14,03
miliar, sedangkan Beban usaha meningkat dari Rp142,55 miliar menjadi Rp170,23 miliar.

Kerugian Entitas Asosiasi meningkat dari Rp30,74 miliar menjadi Rp36,83 miliar.

Hingga akhir Maret 2016, aset Perseroan mencapai Rp8,69 triliun, turun sedikit dari Rp8,85
triliun tahun 2015. Utang Perseroan mengalami penurunan dari Rp1,51 triliun tahun 2015
menjadi Rp1,50 triliun Semester I 2016.
PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk

Aktivitas utama PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk adalah pada perkebunan dan pengolahan
hasil kebun karet dan kelapa sawit. Pada tahun 2008, 80% dari total area tertanam merupakan
perkebunan kelapa sawit. Perkebunan kelapa sawit tersebar di Sumatera Utara, Sumatera
Barat dan Jambi. Sedangkan perkebunan karet terdapat di Sumatera Utara dan Lampung.
UNSP merupakan salah satu unit usaha di bawah kelompok usaha Bakrie.

PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk berdiri di Republik Indonesia pada tahun 1911 dengan
nama “NV Hollandsch Amerikanse Plantage Maatschappij”. Nama Perusahaan telah
beberapa kali mengalami perubahan, terakhir dengan nama PT Bakrie Sumatera Plantations
Tbk. Perusahaan bergerak dalam bidang perkebunan, pengolahan dan perdagangan hasil
tanaman dan produk industri. PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk berdomisili di Kisaran
dengan kantor pusat berlokasi di Jl. H. Juanda, Kisaran 21202, Kabupaten Asahan, Sumatera
Utara, sedangkan perkebunan serta pabriknya berlokasi di Kisaran, Kabupaten Asahan,
Sumatera Utara. Usaha perkebunan telah beroperasi komersil sejak tahun 1911.

Sektor : PERTANIAN > Perkebunan


sejak : 01 - November - 2016
sampai : 21 - November - 2016

Date Prev Open High Low Close Change Volume Foreign Vol. Detail
21-11-2016 50 50 50 50 50 0 830,000 0
18-11-2016 50 50 50 50 50 0 615,000 0
17-11-2016 50 50 50 50 50 0 2,318,600 0
16-11-2016 50 50 50 50 50 0 562,700 0
15-11-2016 50 50 50 50 50 0 24,441,900 0
14-11-2016 50 50 54 50 50 0 464,536,400 + 2,799,800
11-11-2016 50 50 52 50 50 0 225,602,400 0
10-11-2016 50 50 50 50 50 0 12,620,600 0
09-11-2016 50 50 50 50 50 0 10,115,900 0
08-11-2016 50 50 50 50 50 0 86,200 0
07-11-2016 50 50 50 50 50 0 166,300 0
04-11-2016 50 50 50 50 50 0 3,701,300 0
03-11-2016 50 50 50 50 50 0 285,000 0
02-11-2016 50 50 50 50 50 0 385,100 0
01-11-2016 50 50 50 50 50 0 17,374,000 0
Laba Kebun Sawit Bakrie Rp 148 Miliar

PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) membukukan laba bersih Rp 148 miliar d
kuartal I-2016. Periode yang sama tahun sebelumnya masih rugi Rp 88 miliar.

Sementara nilai penjualan dicatat Rp 334 miliar sepanjang tiga bulan pertama tahun 2016.
Penjualan ini ditopang dari komoditas sawit dengan nilai penjualan Rp 245 miliar dan
komoditas karet Rp 89 miliar.

Perseroan merevitalisasi perkebunan dan fasilitas produksi untuk menjaga produktivitas


kebun inti sawit dan karet, di tengah masih lemahnya harga komoditas CPO (Crude Palm Oil)
dan karet dunia di kuartal 1-2016, diskon harga domestik CPO akibat kebijakan pungutan
CPO Fund US$ 50 per ton untuk mendukung program biodiesel, dan El-Nino yaitu kondisi
cuaca ekstrim udara kering dan kurangnya curah hujan yang menyebabkan kemarau panjang
dan kekeringan.

"Kami bekerja keras dengan sebaik-baiknya mengatasi kondisi air di kebun akibat kondisi
cuaca ekstrim El-Nino tahun lalu, untuk menjaga produktivitas kebun inti sawit dan karet.
Kuartal pertama semester pertama umumnya memang siklus produksi rendah, biasanya mulai
meningkat pada kuartal kedua dan mencapai puncaknya di kuartal terakhir setiap tahun.
Optimalisasi produktivitas pabrik, juga dilakukan dengan pembelian sawit dan karet dari
petani yang tidak memiliki pabrik sekaligus membantu kesejahteraan mereka," ujar Direktur
Investor Relations UNSP, Andi W. Setianto, dalam keterangan tertulis, Selasa (10/5/2016).

Menurut Andi, harga komoditas sawit utama yaitu CPO masih berada di level bulanan rendah
US$ 530 per ton FOB Malaysia di Januari yang membaik ke level US$ 630 di Maret 2016.
Data pasar mencatat, trend penurunan harga CPO dari level tertinggi US$ 1.240 di Februari
2011 hingga ke level terendah US$ 480 di Agustus 2015.

Lebih lanjut, Andi menyebut, kondisi El-Nino ditahun 2015 dan program biodiesel domestik
menyebabkan berkurangnya ekspor pasokan sawit dunia untuk tahun 2016, dan kondisi itu
menjadi katalis perbaikan harga CPO yang mulai terlihat di akhir kuartal 1-2016.

Di sisi lain, kebijakan pungutan CPO Fund US$ 50 per ton untuk mendukung program
biodiesel domestik menyebabkan diskon harga domestik CPO yang diterima Perseroan dan
petani dari menjual CPO dan FFB (Fresh Fruit Bunch) di pasar lokal.

Bea Keluar CPO yang kembali dipungut Pemerintah mulai Mei 2016 ini, berpotensi
menyebabkan berkurangnya pendapatan penjualan produk sawit Perseroan dan petani di
pasar lokal.

"Perseroan mengikuti protokol RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) and ISPO
(Indonesian Sustainable Palm Oil) yang menjunjung tinggi prinsip ramah lingkungan dan
keberlanjutan. Kita mempunyai kebijakan "zero-burning" (tanpa membakar) dalam
melakukan kegiatan perkebunan khususnya aktifitas land clearing sehingga tidak ada
kebakaran lahan yang berasal dari kebun Bakrie," paparnya.

Melalui unit usaha kerja sama patungan PT ASD-Bakrie Oil Palm Seed Indonesia ("ASD-
BSP"), Perseroan juga telah melakukan inovasi melalui pengembangan bibit unggul yang
menghasilkan produksi buah sawit lebih banyak dengan luasan lahan kebun yang sama.

Saat ini, dengan luas pertanaman sawit nasional kurang lebih 10 juta hektar, total produksi
hanya sekitar 30 juta ton CPO per tahun, dengan bibit unggul maka potensi produktivitas bisa
meningkat menjadi 80 juta ton CPO per tahun setelah program replanting.

Produktivitas bibit unggul ASD-BSP bisa menghasilkan 35 ton buah sawit per hektar dan
ekstraksi CPO nya 23%, atau sekitar 8 ton CPO per hektar per tahun, sesuai hasil lapangan
bibit unggul ASD-BSP yang sudah disertifikasi.

Dengan bibit unggul, luas lahan kebun tidak perlu bertambah menghasilkan produksi CPO
berlipat ganda meningkatkan lagi produksi biodiesel untuk ketahanan energi nasional.

Perseroan melihat bibit unggul dan pendampingan petani pemilik lahan pertanaman sawit
nasional kurang lebih 4 juta hektar adalah kunci produktivitas berkelanjutan sawit sebagai
komoditas strategis nasional.

Direktur Utama UNSP, M. Iqbal Zainuddin menambahkan, strategi peningkatan produktivitas


berkelanjutan yang sedang dilakukan akan lebih banyak lagi dirasakan dampak positifnya
dalam jangka menengah dan panjang.

"Melanjuti fokus peningkatan produktivitas kebun dan pabrik, kami akan lanjutkan dengan
langkah konkrit peningkatan produktivitas aset lainnya dan perbaikan struktur permodalan.
Kami optimis, dalam jangka menengah dan panjang nanti perusahaan ini akan kembali
bangkit menemukan momentum yang terbaik menjadi salah satu perusahaan perkebunan
yang memiliki fundamental bisnis yang kuat
PT Astra Agro Lestari Tbk

PT Astra Agro Lestari Tbk adalah divisi agribisnis dari kelompok usaha Astra. Aktivitas
utama dari perusahaan adalah pada perkebunan dan pengolahan kelapa sawit menjadi CPO.
Saat ini perusahaan mempunyai luas lahan yang telah ditanami seluas 163 ribu hektar. Pabrik
minyak goreng yang dimilikinya terdapat di Sumatera Utara. Sedangkan perkebunan tersebar
di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

PT Astra Agro Lestari Tbk didirikan dengan nama PT Suryaraya Cakrawala berdasarkan
Akta Notaris Ny. Rukmasanti Hardjasatya, S.H., No. 12 tanggal 3 Oktober 1988, yang
kemudian berubah menjadi PT Astra Agro Niaga berdasarkan Akta perubahan No. 9 tanggal
4 Agustus 1989 dari notaris yang sama. Ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
perkebunan, perdagangan umum, perindustrian, pengangkutan, jasa dan konsultan. PT Astra
Agro Lestari Tbk mempunyai investasi pada anak perusahaan yang bergerak dalam bidang
perkebunan dan industri kelapa sawit dan karet. Kantor pusat Perusahaan dan anak
perusahaan berlokasi di Jalan Pulo Ayang Raya Blok OR no. 1, Kawasan Industri
Pulogadung, Jakarta.

Perkebunan kelapa sawit PT Astra Agro Lestari Tbk berlokasi di Kalimantan Selatan dan
pabrik minyak goreng berlokasi di Sumatra Utara. Perkebunan dan pabrik pengolahan anak
perusahaan berlokasi di pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Perusahaan mulai
beroperasi komersial pada tahun 1995. Luas areal ‘Hak Guna Usaha’ yang dimiliki
Perusahaan dan anak perusahaan adalah seluas 228.772 hektar (2007: 231.508 hektar) dengan
luas areal tertanam seluas 194.217 hektar (2007: 182.470 hektar).

Sektor : PERTANIAN > Perkebunan


sejak : 01 - November - 2016
sampai : 21 - November - 2016

Date Prev Open High Low Close Change Volume Foreign Vol. Detail
21-11-2016 15,200 15,400 15,400 14,900 15,175 25 948,100 + 10,600
18-11-2016 15,500 15,500 15,575 15,200 15,200 300 526,000 - 4,100
17-11-2016 15,325 15,325 15,650 15,200 15,500 175 2,570,100 + 895,500
16-11-2016 15,200 14,900 15,350 14,900 15,325 125 1,366,600 + 28,400
15-11-2016 15,850 15,675 15,675 15,000 15,200 650 1,999,700 - 60,900
14-11-2016 15,725 15,900 16,075 15,475 15,850 125 6,768,400 + 2,291,400
11-11-2016 15,425 15,300 15,900 14,925 15,725 300 9,180,200 + 424,600
10-11-2016 15,125 15,175 15,500 15,150 15,425 300 1,706,200 + 53,333
09-11-2016 15,325 15,325 15,350 14,825 15,125 200 1,833,600 - 5,500
08-11-2016 15,000 15,100 15,400 15,000 15,325 325 2,162,300 + 44,700
07-11-2016 14,775 14,825 15,050 14,750 15,000 225 1,476,700 - 45,600
04-11-2016 14,625 14,625 14,825 14,450 14,775 150 1,677,600 - 77,400
03-11-2016 14,750 14,900 15,050 14,575 14,625 125 1,766,500 + 25,400
02-11-2016 15,000 15,125 15,125 14,750 14,750 250 3,025,800 - 1,196,500
01-11-2016 15,250 15,250 15,450 14,875 15,000 250 2,152,600 - 712,200
Laba Astra Agro Semester I Capai Rp 1.27 Triliun
JAKARTA - PT Astra Agro Lestri Tbk (AALI) melaporkan laba bersih sebesar Rp 1,27
triliun selama semester pertama tahun ini, meningkat 99,5 persen dari Rp 636,5 miliar selama
periode yang sama tahun lalu.

Perusahaan mengumumkan hari Kamis bahwa karena peningkatan volume penjualan dan
harga minyak kelapa sawit (CPO), pendapatannya juga meningkat sebesar 50,6 persen dari Rp
3,5 triliun selama semester pertama tahun lalu ke Rp 5,3 triliun selama semester pertama
tahun ini.

“Penjualan CPO kami selama semester pertama tahun ini meningkat 18,7 persen dari 477.600
ton ke 566.800 ton. Harga CPO naik 21,6 persen dari Rp 6.590 per kilogram ke Rp 8.013 per
kilogram,” hubungan investor PT Astra Agro Lestari, Yarmanto mengatakan di Jakarta.

Dia menambahkan bahwa selama semester pertama tahun ini perusahaan telah merealisir
belanja modal sebesar Rp 817,2 miliar, yang 50 persen diantaranya untuk memelihara areal
yang sudah tertanami dan menanami areal baru, serta sisanya untuk mengembangkan pabrik
pengolahan kelapa sawit dan pelabuhan laut.

Perusahaan juga telah meningkatkan program intensifikasi guna meningkatkan produksi


tandan buah segar (TBS). Program intensifikasi itu meliputi pemeliharaan, pemupukan, dan
mekanisasi. Sampai Juni tahun ini, areal perkebunannya mencapai 263.950 hektar, yang
220.000 hektar diantaranya telah berproduksi. (*)
PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART)

SMART adalah salah satu perusahaan berbasis kelapa sawit yang terintegarsi di Indonesia.
SMART juga mendistribusikan, memasarkan dan mengekspor produk berbasis minyak sawit
seperti minyak goreng, margarin dan shortening. SMART merupakan anak perusahaan dari
Golden Agri Resources, Ltd. yang terdaftar di Bursa Saham Singapura, dan termasuk dalam
Grup Sinar Mas.

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk didirikan berdasarkan Akta No. 67
tanggal 18 Juni 1962 yang dibuat oleh Raden Kadiman, S.H., notaris di Jakarta. Ruang
lingkup kegiatan usaha meliputi pengembangan perkebunan, pertanian, perdagangan,
pengolahan hasil perkebunan, serta bidang jasa pengelolaan dan penelitian yang berhubungan
dengan usaha. Hasil produksi meliputi hasil olahan kelapa sawit antara lain minyak goreng,
lemak nabati dan margarin serta minyak kelapa sawit (CPO), inti sawit (PK), minyak inti
sawit (PKO), cocoa butter substitute (CBS), fatty acids, glycerine, sabun dan produk kemasan
seperti botol dan tutup botol.

SMART berkedudukan di Plaza BII Menara II, Lt. 30, JI. M.H. Thamrin No. 51, Jakarta.
Pabrik dan kebun divisi perkebunan Grup berlokasi di Sumatera Utara, Jambi, Pekanbaru,
Bangka, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, sedangkan pabrik
pengolahannya berlokasi di Surabaya, Medan dan Tarjun. Luas area perkebunan Grup yang
sudah ditanam sampai dengan tanggal 31 Desember 2008 sekitar 103.415 hektar.

Sektor : PERTANIAN > Perkebunan


sejak : 01 - November - 2016
sampai : 21 - November - 2016

Date Prev Open High Low Close Change Volume Foreign Vol. Detail
21-11-2016 4,600 4,600 4,600 4,600 4,600 0 0 0
18-11-2016 4,600 4,600 4,600 4,600 4,600 0 0 0
17-11-2016 4,500 4,600 4,600 4,600 4,600 100 700 0
16-11-2016 4,430 4,500 4,500 4,500 4,500 70 500 0
15-11-2016 4,420 4,430 4,430 4,430 4,430 10 500 0
14-11-2016 4,400 4,400 4,420 4,350 4,420 20 12,800 0
11-11-2016 4,400 4,400 4,400 4,400 4,400 0 300 0
10-11-2016 4,400 4,400 4,400 4,400 4,400 0 0 0
09-11-2016 4,400 4,330 4,400 4,300 4,400 0 4,400 0
08-11-2016 4,300 4,400 4,400 4,320 4,400 100 2,700 0
07-11-2016 4,400 4,350 4,350 4,300 4,300 100 5,500 0
04-11-2016 4,400 4,400 4,400 4,400 4,400 0 1,000 0
03-11-2016 4,400 4,400 4,450 4,400 4,400 0 41,200 0
02-11-2016 4,400 4,400 4,400 4,400 4,400 0 700 0
01-11-2016 4,500 4,500 4,500 4,400 4,400 100 3,200 0
KINERJA EMITEN KUARTAL III/2016: Sinarmas Agro (SMAR) Raih Laba Rp2,32
Triliun

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) berhasil menorehkan laba
bersih sebesar Rp2,43 triliun pada kuartal III/2016.

Berdasarkan laporan keuangan per September 2016 yang dipublikasikan Senin (31/10/2016),
perseroan berhasil mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk sebesar Rp2,43 triliun. Sedangkan, pada periode sebelumnya, perseroan mencetak rugi
bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp754,69 miliar.

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk - Istimewa

Adapun, perseroan mengalami penurunan penjualan pada kuartal III ini. Penjualan bersih
SMAR tercatat Rp21,03 triliun atau turun 23,47% dibandingkan dengan periode yang sama
tahun lalu, yakni sebesar Rp27,48 triliun. Beban pokok penjualan juga turun menjadi
Rp18,14 triliun dari sebelumnya Rp24,69 triliun.

Sementara itu, beban usaha perseroan mengalami kenaikan menjadi Rp2,21 triliun dari
sebelumnya Rp1,95 triliun. Perseroan bisa menorehkan laba pada periode ini juga seiring
dengan laba dari selisih kurs yang dialami perseroan, sebesar Rp640,09 miliar. Sedangkan
pada periode yang sama tahun lalu, perseroan mencatat rugi selisih kurs sebesar Rp1,41
triliun.

Perseroan juga mencatat penghasilan lain-lain sebesar Rp427,19 miliar, sedangkan pada
periode yang sama tahun lalu mencatat beban lain-lain sebesar Rp1,52 triliun.
Dari ke Empat perusahaan yang sejenis maka PT London Sumatera Plantation Tbk
menguasai pasar Bursa Efek Indonesia akhir November 2016 dengan total keuntungan Rp
8.69 Triliun, disusul oleh PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR)
diurutan ke 2 dengan total keuntungan Rp 2.32 Trilun, kemudian peringkat ke Tiga Astra
Agro dengan total keuntungan Rp1.27 Triliun dan terakhir PT Bakrie Sumatera Plantations
Tbk dengan total keuntungan Rp1.48 Milliar