Anda di halaman 1dari 48

B.

Pembahasan
1. Pilihan ganda
Berdasarkan analisis dengan Microsoft Excel, Microstat Iteman, dan Anates dengan
mengambil data yang paling akurat, maka penulis akan mencoba melakukan pembahasan
terhadap hasil analisis yang telah dilakukan :
Butir no 1
Berdasarkan analisis dengan excel diketahui bahwa kesukaran butir soal (P)
sebesar 0,317 dan tergolong soal sukar, sedangkan nilai (Ik) sebesar 0,863 dan tergolong
soal sukar. Sehingga dari nilai P dan Ik tersebut diketahui bahwa butir soal no 1 termasuk
soal sukar. Kemudian daya pembeda (D) untuk soal ini adalah sebesar 0,323 sementara
indeks pembedanya adalah 0,353. Untuk nilai D=0,323 menunjukkan kriteria bahwa soal
sedikit direvisi/tanpa revisi sedangkan Ip=0,353 menunjukkan bahwa butir diterima perlu
direvisi. Nilai korelasi biserial (rbis) soal ini menurut Excel adalah 0,443 dan rtab nya
adalah 0,444, sehingga nilai rhit dibandingkan dengan nilai rtab , maka diperoleh butir ini
non signifikan, artinya butir soal ini tidak dapat membedakan antara kelompok atas dan
kelompok bawah. Sementara itu, nilai korelasi point biserialnya (rpbis) adalah 0,338, maka
soal ini memiliki korelasi yang rendah. Nilai Rxy soal ini adalah 0, 341 dan nilai r tab nya
untuk N=63 dan  = 5% adalah 0,254, maka soal tersebut merupakan soal valid artinya
skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor total, sehingga butir soal ini
dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan indikator butir soal ini. Untuk
efektifitas distraktor, dari hasil analisis diperoleh bahwa distraktor efektif hanya untuk
opsi a dan b sedangkan untuk opsi c dan d tidak efektif dan omitnya baik, hal ini
dikarenakan opsi a dan b dipilih oleh lebih dari 5% jumlah peserta tes yang ada
sedangkan opsi c dan d tidak. Dari keseluruhan analisis berdasarkan excel yang meliputi
tingkat kesukaran, daya pembeda, analisis biserial, point biserial, validitas, efektifitas
distraktor, dan omit pada butir soal ini, maka dapat disimpulkan bahwa butir soal ini
merupakan butir soal direvisi. Berdasarkan analisis dengan iteman, diperoleh bahwa
tingkat kesukaran soal no 1 adalah 0,317 (soal sedang), yang berarti sebanyak 31,7%
siswa yang diujikan dapat menjawab soal dengan benar. Kemudian dilihat dari daya
pembedanya yaitu rbis = 0,445 dan rpbis= 0,341 dimana keduanya bertanda positif yang
berarti bahwa siswa yang pintar cenderung menjawab benar soal ini dan yang kurang
pintar menjawab salah soal ini. Kemudian pada kolom prop.endorsing 41,3% siswa
menjawab opsi a, 1,6% siswa menjawab opsi b, 31,7% menjawab opsi c dan 25,4 %
siswa menjawab opsi d. Maka kualitas pengecoh pada opsi b tidak efektif. Reliabilitas
keseluruhan pada itemen adalah 0,655. Kesimpulan berdasarkan analisis itemen dalam
tingkat kesukarannya, maka soal diterima. Berdasarkan analisis dengan anates, reliabilitas
soal secara umum adalah 0,52. Daya pembeda untuk soal no 1 adalah sebesar 35,29%
yang berarti soal ini merupakan soal diterima/baik. Sementara itu tingkat kesukarannya
ialah 31,75% yang berarti soal tergolong sedang. Dan nilai korelasinya adalah 0,340 yang
berarti soal tersebut tak signifikan. Untuk kualitas pengecohnya terlihat bahwa untuk
pengecoh d baik, sementara pengecoh a dan b buruk dan omitnya baik. Kesimpulan yang
diperoleh dari analisis anates adalah soal tersebut merupakan soal diterima. Analisis
berdasarkan spss ini merupakan analisis secara umumnya saja tidak mendetail seperti
excel, itemen dan anates. Realiabilitasnya secara umum adalah 0,655. Standar deviasi
secara umumnya adalah 3.354. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total
Correlation” adalah 0,209. Nilai ini kurang dari 0,240, maka soal ini merupakan soal
tidak valid. Dari keempat analisis tersebut yaitu excel, itemen, anates dan SPSS dapat
disimpulkan bahwa butir soal no 1 direvisi redaksi dan distraktornya.
Soal Revisi:
Banyaknya suku dari bentuk aljabar 4 x2 −2 xy −6 x+ y2 +3 adalah…
a. 2 c. 4
b. 3 d. 5

Butir no 2
Berdasarkan analisis dengan excel diketahui bahwa kesukaran butir soal (P)
sebesar 0, 222 dan tergolong soal sukar, sedangakan nilai (Ik) sebesar 1,059 dan
tergolong soal sukar sekali. Sehingga dari nilai P dan Ik tersebut yang dibandingkan
dengan batas dari kriteria masing-masing diketahui bahwa butir soal no 2 terma
suk soal sukar. Kemudian daya pembeda (D) untuk soal ini adalah sebesar 0,290
sementara indeks pembedanya adalah 0,294. Untuk nilai D= 0,290 menunjukkan kriteria
bahwa soal direvisi sedangkan Ip=0,294 menunjukkan bahwa butir diperbaiki. Nilai
korelasi biserial (rbis) soal ini menurut Excel adalah 0,394, dan rtab nya adalah 0,532,
sehingga nilai rhit lebih rendah dibandingkan dengan nilai rtab maka diperoleh butir ini non
signifikan. Sementara itu, nilai korelasi point biserialnya (rpbis) adalah 0,338, maka soal
ini memiliki korelasi yang rendah. Nilai Rxy soal ini adalah 0, 283 dan nilai rtab nya untuk
N=63 dan  = 5% adalah 0,254, maka soal tersebut merupakan soal valid artinya skor
pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor total, sehingga butir soal ini dapat
mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan indikator butir soal ini. Untuk
efektifitas distraktor, dari hasil analisis diperoleh bahwa distraktor efektif untuk opsi c
dan d, sedangkan untuk opsi a dan b tidak efektif dan omitnya baik, hal ini dikarenakan
opsi c dan d dipilih oleh lebih dari 5% jumlah peserta tes yang ada sedangkan opsi a dan
b tidak. Dari keseluruhan analisis berdasarkan excel yang meliputi tingkat kesukaran,
daya pembeda, analisis biserial, point biserial, validitas, efektifitas distraktor, dan omit
pada butir soal ini, maka dapat disimpulkan bahwa butir soal ini merupakan butir soal
direvisi. Berdasarkan analisis dengan itemen, diperoleh bahwa tingkat kesukaran soal no
2 adalah 0,222 (soal sukar), yang berarti sebanyak 22,2 % siswa yang diujikan dapat
menjawab soal dengan benar. Kemudian dilihat dari daya pembedanya yaitu r bis = 0,395
dan rpbis= 0,238 dimana keduanya bertanda positif yang berarti bahwa siswa yang pintar
cenderung menjawab benar soal ini dan yang kurang pintar menjawab salah soal ini..
Kemudian pada kolom prop.endorsing 3,2 % siswa menjawab opsi a, 3,2% menjawab
opsi b, 71,4% siswa memilih opsi c dan 22,2% menjawab opsi d. Maka kualitas pengecoh
untuk opsi a dan b tidak efektif. Reliabilitas keseluran pada itemen adalah 0,655 yang
berarti reliabilitasnya cukup. Kesimpulan analisis itemen, berdasarkan tingkat
kesukarannya maka soal direvisi. Berdasarkan analisis dengan anates, reliabilitas soal
secara umum adalah 0,52 yang berarti reliabilitasnya cukup. Daya pembeda untuk soal no
2 adalah sebesar 29,41 % yang berarti soal ini merupakan soal revisi. Sementara itu
tingkat kesukarannya ialah 22,22% yang berarti soal tergolong sukar. Dan nilai
korelasinya adalah 0,283 yang berarti soal tersebut tak signifikan. Untuk kualitas
pengecohnya terlihat bahwa opsi a dan b efektifitasnya buruk, opsi c sangant buruk dan
omitnya baik. Kesimpulan yang diperoleh dari analisis anates adalah soal tersebut
merupakan soal direvisi. Analisis berdasarkan spss ini merupakan analisis secara
umumnya saja tidak mendetail seperti excel, itemen dan anates. Realiabilitasnya secara
umum adalah 0,655 yang berarti nilai reliabilitasnya cukup. Standar deviasi secara
umumnya adalah 3,354. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total
Correlation” adalah 0,163. Nilai ini kurang dari 0,240, maka soal ini merupakan soal
tidak valid. Dari keempat analisis diatas yaitu excel, itemen, anates dan SPSS dapat
disimpulkan bahwa butir soal no 2 direvisi redaksi dan ditraktornya.
Soal revisi :
Variabel, konstanta, dan koefisien dari bentuk aljabar 4 x−5 berturut-turut adalah...
a. −x, 5, dan 4 c. x, −5, dan 4
b. x, 4, dan 5 d. x, 5, dan -5

Butir no 3
Berdasarkan analisis dengan excel diketahui bahwa kesukaran butir soal (P)
sebesar 0,905 dan tergolong soal mudah, sedangkan (Ik) sebesar 0,196 dan tergolong soal
mudah. Sehingga dari nilai P dan Ik tersebut diketahui bahwa butir soal no 3 termasuk
soal mudah. Kemudian daya pembeda (D) untuk soal ini adalah sebesar 0,000 sementara
indeks pembedanya adalah 0,059. Untuk nilai D=0,000 menunjukkan kriteria bahwa soal
dibuang sedangkan Ip=0,059 menunjukkan bahwa butir dibuang. Nilai korelasi biserial
(rbis) soal ini menurut Excel adalah 0,384, dan r tab nya adalah 0,266, sehingga nilai rhit
lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rtab maka diperoleh butir ini signifikan. Sementara
itu, nilai korelasi point biserialnya (rpbis) adalah 0,338, maka soal ini memiliki korelasi
rendah. Nilai Rxy soal ini adalah 0, 202 dan nilai rtab nya untuk N=63 dan  = 5% adalah
0,254, maka soal tersebut merupakan soal tidak valid. Untuk efektifitas distraktor, dari
hasil analisis diperoleh bahwa untuk distraktor b efektif, kemudian distaktor a, c, dan d
tidak efektif dan omitnya baik. Dari keseluruhan analisis berdasarkan excel yang meliputi
tingkat kesukaran, daya pembeda, analisis biserial, point biserial, validitas, efektifitas
distraktor, dan omit pada butir soal ini, maka dapat disimpulkan bahwa butir soal ini
merupakan butir dibuang. Berdasarkan analisi dengan itemen, diperoleh bahwa tingkat
kesukaran soal no 3 adalah 0,905 (soal sangat mudah), yang berarti sebanyak 90,5 %
siswa yang diujikan dapat menjawab soal dengan benar. Kemudian dilihat dari daya
pembedanya yaitu rbis = 0,350 dan rpbis= 0,202 dimana keduanya bertanda positif yang
berarti bahwa siswa yang pintar cenderung menjawab benar soal ini dan yang kurang
pintar menjawab salah soal ini. Kemudian pada kolom prop.endorsing 4,8% siswa
menjawab opsi a, 90,5% siswa menjawab opsi b, 3,2% siswa menjawab opsi c dan 0 %
menjawab opsi d. Sehingga untuk pengecoh a, c, dan d tidak efektif. Reliabilitas
keseluruhan pada itemen adalah 0,655 yang berarti reliabilitasnya cukup. Kesimpulan
berdasarkan analisis itemen, berdasarkan tingkat kesukarannya maka soal ditolak.
Berdasarkan analisis dengan anates, reliabilitas soal secara umum adalah 0,52 yang
berarti reliabilitasnya cukup. Daya pembeda untuk soal no 3 adalah sebesar 5,88% yang
berarti soal ini merupakan soal dibuang. Sementara itu tingkat kesukarannya ialah
90,48% yang berarti soal tergolong sangat mudah. Dan nilai korelasinya adalah 0,202
yang berati soal tersebut tidak signifikan. Untuk kualitas pengecohnya terlihat bahwa opsi
a baik, opsi b sangant baik, opsi d efektifitasnya tidak baik, dan omitnya baik.
Kesimpulan yang diperoleh dari analisis anates adalah soal tersebut merupakan soal
diterima. Analisis berdasarkan spss ini merupakan analisis secara umumnya saja tidak
mendetail seperti excel, itemen dan anates. Realiabilitasnya seecara umum adalah 0,655
yang berarti nilai reliabilitasnya cukup. Standar deviasi secara umumnya adalah 3,354.
Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah 0,115. Nilai ini
kurang dari 0,240, maka soal ini merupakan soal tidak valid. Dari keempat analisis
tersebut yaitu excel, itemen, anates dan SPSS dapat disimpulkan bahwa butir soal no 3
dibuang.
Soal Pengganti:
Banyaknya suku-suku sejenis dari bentuk aljabar 2 a2 +6 b2 +2 ab−7 a2 +3 ab adalah….
a. 5 b. 4 c. 3 d. 2
Butir no 4
Berdasarkan analisis dengan excel diketahui bahwa kesukaran butir soal (P)
sebesar 0,683 dan tergolong soal sedang, sedangkan nilai (Ik) sebesar 0,353 dan
tergolong soal mudah. Sehingga dari nilai P dan Ik tersebut yang dibandingkan dengan
batas dari kriteria masing-masing diketahui bahwa butir soal no 4 termasuk soal sedang.
Kemudian daya pembeda (D) untuk soal ini adalah sebesar 0,194 sementara indeks
pembedanya adalah 0,412. Untuk nilai D= 0,194 menunjukkan kriteria bahwa soal
dibuang sedangkan Ip=0,412 menunjukkan bahwa butir diterima. Nilai korelasi biserial
(rbis) soal ini menurut Excel adalah 0,500, dan r tab nya adalah 0,301, sehingga nilai rhit
lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rtab maka dipeoleh butir ini signifikan. Sementara
itu, nilai korelasi point biserialnya (rpbis) adalah 0,384, maka soal ini memiliki korelasi
rendah. Nilai Rxy soal ini adalah 0,387 dan nilai rtab nya untuk N=63 dan  = 5% adalah
0,254, maka soal tersebut merupakan soal valid artinya skor pada butir soal ini
mempunyai kesejajaran dengan skor total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa
yang hendak diukur sesuai dengan indikator butir soal ini. Untuk efektifitas distraktor,
dari hasil analisis diperoleh bahwa distraktor efektif untuk opsi a dan b, sedangkan untuk
opsi c dan d tidak efektif dan omitnya baik, hal ini dikarenakan opsi a dan b dipilih oleh
lebih dari 5% jumlah peserta tes yang ada sedangkan opsi c dan d tidak. Dari keseluruhan
analisis berdasarkan excel yang meliputi tingkat kesukaran, daya pembeda, analisis
biserial, point biserial, validitas, efektifitas distraktor, dan omit pada butir soal ini, maka
dapat disimpulkan bahwa butir soal ini merupakan butir direvisi. Berdasarkan analisi
dengan itemen, diperoleh bawhwa tingkat kesukaran soal no 4 adalah 0,683 (soal
sedang), yang berarti sebanyak 68,3% siswa yang diujikan dapat menjawab soal dengan
benar. Kemudian dilihat dari daya pembedanya yaitu r bis = 0,505 dan rpbis= 0,387 dimana
keduanya bertanda positif yang berarti bahwa siswa yang pintar cenderung menjawab
benar soal ini dan yang kurang pintar menjawab salah soal ini. Kemudian pada kolom
prop.endorsing 30,2% siswa menjawab opsi a, 68,3% siswa menjawab opsi b, 1,6% siswa
menjawab opsi c dan 0% siswa menjawab opsi d. Maka pengecoh untuk opsi c dan d
tidak efektif. Reliabilitas keseluruhan pada itemen adalah 0,655 yang berarti
reliabilitasnya cukup. Kesimpulan berdasarkan analisis itemen, berdasarkan tingkat
kesukarannya maka soal diterima. Berdasarkan analisis dengan anates, reliabilitas soal
secara umum adalah 0,52 yang berarti reliabilitasnya cukup. Daya pembeda untuk soal
no 4 adalah sebesar 47,06% yang berarti soal ini merupakan soal diterima. Sementara itu
tingkat kesukarannya ialah 66,67% yang berarti soal tergolong sedang. Dan nilai
korelasinya adalah 0,404 yang berati soal tersebut tidak signifikan. Untuk kualitas semua
pengecohnya terlihat bahwa opsi a efektifitasnya sangat buruk, opsi c kurang baik, opsi d
buruk dan omitnya baik. Kesimpulan yang diperoleh dari analisis anates adalah soal
tersebut merupakan soal diterima. Analisis berdasarkan spss ini merupakan analisis
secara umumnya saja tidak mendetail seperti excel, itemen dan anates. Realiabilitasnya
seecara umum adalah 0,655 yang berarti nilai reliabilitasnya cukup. Standar deviasi
secara umumnya adalah 3,354. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total
Correlation” adalah 0,256. Nilai ini lebih dari 0,240, maka soal ini merupakan soal valid.
Dari keempat analisis tersebut yaitu excel, itemen, anates dan SPSS dapat disimpulkan
bahwa butir soal no 4 direvisi pada distraktor.
Soal Revisi:

Hasil penjumlahan dari 6 x 2−8 x +6 dan 9 x−2 x 2+3 adalah…


a. 4 x2 +17 x +9 c. 4 x2 −x+ 9
b. 4 x2 + x +9 d. 4 x2 −17 x+ 9

Butir no 5
Berdasarkan analisis dengan excel diketahui bahwa kesukaran butir soal (P)
sebesar 0, 714 dan tergolong soal mudah, sedangkan nilai (Ik) sebesar 0,431 dan
tergolong soal mudah. Sehingga dari nilai P dan Ik tersebut diketahui bahwa butir soal no
5 termasuk soal mudah. Kemudian daya pembeda (D) untuk soal ini adalah sebesar 0,258
sementara indeks pembedanya adalah 0,412. Untuk nilai D= 0,258 menunjukkan kriteria
bahwa soal direvisi sedangkan Ip=0,412 menunjukkan bahwa butir diterima. Nilai
korelasi biserial (rbis) soal ini menurut Excel adalah 0,474, dan rtab nya adalah 0,294,
sehingga nilai rhit lrbih tinggi dibandingkan dengan nilai r tab maka diperoleh butir ini
signifikan. Sementara itu, nilai korelasi point biserialnya (rpbis) adalah 0,478, maka soal
ini memiliki korelasi sedang. Nilai Rxy soal ini adalah 0, 387 dan nilai rtab nya untuk N=63
dan  = 5% adalah 0,254, maka soal tersebut merupakan soal valid artinya skor pada
butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor total, sehingga butir soal ini dapat
mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan indikator butir soal ini. Untuk
efektifitas distraktor, dari hasil analisis diperoleh bahwa opsi a, b, dan d efektif,
sedangkan opsi c tidak efektif, dan omitnya baik. Dari keseluruhan analisis berdasarkan
excel yang meliputi tingkat kesukaran, daya pembeda, analisis biserial, point biserial,
validitas, efektifitas distraktor, dan omit pada butir soal ini, maka dapat disimpulkan
bahwa butir soal ini merupakan butir direvisi. Berdasarkan analisis dengan itemen,
diperoleh bahwa tingkat kesukaran soal no 5 adalah 0,714 (soal mudah), yang berarti
sebanyak 71,4 % siswa yang diujikan dapat menjawab soal dengan benar. Kemudian
dilihat dari daya pembedanya yaitu rbis = 0,481 dan rpbis= 0,362 dimana keduanya bertanda
positif yang berarti bahwa siswa yang pintar cenderung menjawab benar soal ini dan
yang kurang pintar menjawab salah soal ini. Kemudian pada kolom prop.endorsing
15,9% siswa menjawab opsi a, 7,9 % siswa menjawab opsi b, 4,8% siswa menjawab opsi
c dan 71,4 % siswa menjawab opsi d. Maka kualitas pengecoh untuk opsi b dan c tidak
efektif. Reliabilitas keseluruhan pada itemen adalah 0,655 yang berarti reliabilitasnya
cukup. Kesimpulan berdasarkan analisis itemen, berdasarkan tingkat kesukarannya maka
soal direvisi. Berdasarkan analisis dengan anates, reliabilitas soal secara umum adalah
0,52 yang berarti reliabilitasnya cukup. Daya pembeda untuk soal no 5 adalah sebesar
41,18% yang berarti soal ini merupakan soal diterima. Sementara itu tingkat
kesukarannya ialah 71,43% yang berarti soal tergolong mudah. Dan nilai korelasinya
adalah 0,362 yang berati soal tersebut tidak signifikan. Untuk kualitas pengecohnya
terlihat bahwa opsi a efektifitasnya buruk, opsi b dan c efektifitasnya baik dan omitnya
baik. Kesimpulan yang diperoleh dari analisis anates adalah soal tersebut merupakan soal
diterima. Analisis berdasarkan spss ini merupakan analisis secara umumnya saja tidak
mendetail seperti excel, itemen dan anates. Realiabilitasnya seecara umum adalah 0,655
yang berarti nilai reliabilitasnya cukup. Standar deviasi secara umumnya adalah 3,354.
Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah 0,236. Nilai ini
kurang dari 0,240, maka soal ini merupakan soal tidak valid. Dari keempat analisis
tersebut yaitu excel, itemen, anates dan SPSS dapat disimpulkan bahwa butir soal no 5
revisi pada distraktor.
Soal Revisi:
Hasil penjumlahan dari 3 x 2−7 x+1 dengan −2 x2 + 4 x+ 5 adalah…
a. −x 2−3 x+ 6 c. x 2+ 3 x +6
b. −x 2+ 3 x +6 d. x 2+ 11 x +6

Butir no 6
Berdasarkan analisis dengan excel diketahui bahwa kesukaran butir soal (P)
sebesar 0, 429 dan tergolong soal sedang, sedangkan nilai (Ik) sebesar 0,863 dan
tergolong soal sukar. Sehingga dari nilai P dan Ik tersebut yang dibandingkan dengan
batas dari kriteria masing-masing diketahui bahwa butir soal no 6 termasuk soal sedang.
Kemudian daya pembeda (D) untuk soal ini adalah sebesar 0,226 sementara indeks
pembedanya adalah 0,235. Untuk nilai D= 0,226 menunjukkan kriteria bahwa soal
direvisi sedangkan Ip=0,235 menunjukkan bahwa butir diperbaiki. Nilai korelasi biserial
(rbis) soal ini menurut Excel adalah 0,273, dan r tab nya adalah 0,381, sehingga nilai rhit
lebih rendah dibandingkan dengan nilai rtab yaitu diperoleh butir non signifikan.
Sementara itu, nilai korelasi point biserialnya (rpbis) adalah 0,216, maka soal ini memiliki
korelasi rendah. Nilai Rxy soal ini adalah 0, 218 dan nilai rtab nya untuk N=63 dan  = 5%
adalah 0,254, maka soal tersebut merupakan soal tidak valid. Untuk efektifitas distraktor,
dari hasil analisis diperoleh bahwa untuk distractor a, b, c, dan d efektif, dan omitnya
baik. Dari keseluruhan analisis berdasarkan excel yang meliputi tingkat kesukaran, daya
pembeda, analisis biserial, point biserial, validitas, efektifitas distraktor, dan omit pada
butir soal ini, maka dapat disimpulkan bahwa butir soal ini merupakan butir direvisi.
Berdasarkan analisi dengan itemen, diperoleh bawhwa tingkat kesukaran soal no 6 adalah
0,429 (soal sedang), yang berarti sebanyak 42,9 % siswa yang diujikan dapat menjawab
soal dengan benar. Kemudian dilihat dari daya pembedanya yaitu r bis = 0,274 dan rpbis=
0,218 dimana keduanya bertanda positif yang berarti bahwa siswa yang pintar cenderung
menjawab benar soal ini dan yang kurang pintar menjawab salah soal ini. Kemudian pada
kolom prop.endorsing 42,9% siswa menjawab opsi a, 9,5 % siswa menjawab opsi b, 15,9
% siswa menjawab opsi c dan 31,7 % siswa yang mejawab d. Maka kualitas pengecoh
untuk opsi b tidak efektif sedangkan opsi a, c, dan d sudah efektif. Reliabilitas
keseluruhan pada itemen adalah 0,655 yang berarti reliabilitasnya cukup. Kesimpulan
berdasarkan analisis itemen, berdasarkan tingkat kesukarannya maka soal diterima.
Berdasarkan analisis dengan anates, reliabilitas soal secara umum adalah 0,52 yang
berarti reliabilitasnya cukup. Daya pembeda untuk soal no 6 adalah sebesar 23,53% yang
berarti soal ini merupakan soal direvisi. Sementara itu tingkat kesukarannya ialah 42,86%
yang berarti soal tergolong sedang. Dan nilai korelasinya adalah 0,208 yang berati soal
tersebut tidak signifikan. Untuk kualitas pengecohnya terlihat bahwa opsi c efektifitasnya
sangat baik, sedangkan opsi b dan d buruk dan omitnya baik. Kesimpulan yang diperoleh
dari analisis anates adalah soal tersebut merupakan soal direvisi. Analisis berdasarkan
spss ini merupakan analisis secara umumnya saja tidak mendetail seperti excel, itemen
dan anates. Realiabilitasnya seecara umum adalah 0,655 yang berarti nilai reliabilitasnya
cukup. Standar deviasi secara umumnya adalah 3,354. Pada soal ini, nilai pada kolom
“Corrected Item-Total Correlation” adalah 0,070. Nilai ini kurang dari 0,240, maka soal
ini merupakan soal tidak valid.Dari keempat analisis diatas yaitu excel, itemen, anates
dan SPSS dapat disimpulkan bahwa butir soal direvisi pada redaksi.
Soal Revisi

Hasil pengurangan 4 a−9 b+6 ab oleh 7 a+5 b−2 ab adalah…


a. 3 a+14 b−8 ab c. −3 a−14 b−4 ab
b. 3 a−4 b−8 ab d. −3 a−4 b−4 ab

Butir no 7
Berdasarkan analisis dengan excel diketahui bahwa kesukaran butir soal (P)
sebesar 0,571 dan tergolong soal sedang, sedangkan nilai (Ik) sebesar 0,549 dan
tergolong soal sedang. Sehingga dari nilai P dan Ik diketahui bahwa butir soal no 7
termasuk soal sedang. Kemudian daya pembeda (D) untuk soal ini adalah sebesar 0,516
sementara indeks pembedanya adalah 0,706. Untuk nilai D= 0,516 menunjukkan kriteria
bahwa soal baik sedangkan Ip=0,706 menunjukkan bahwa butir diterima/baik. Nilai
korelasi biserial (rbis) soal ini menurut Excel adalah 0,644, dan rtab nya adalah 0,329,
sehingga nilai rhit dibandingkan dengan nilai rtab maka diperoleh butir ini signifikan.
Sementara itu, nilai korelasi point biserialnya (rpbis) adalah 0,511, maka soal ini memiliki
korelasi sedang. Nilai Rxy soal ini adalah 0, 515 dan nilai rtab nya untuk N=63 dan  = 5%
adalah 0,254, maka soal tersebut merupakan soal valid. Untuk efektifitas distraktor, opsi
a, b, c dan d efektif dan omitnya baik. Dari keseluruhan analisis berdasarkan excel yang
meliputi tingkat kesukaran, daya pembeda, analisis biserial, point biserial, validitas,
efektifitas distraktor, dan omit pada butir soal ini, maka dapat disimpulkan bahwa butir
soal ini merupakan butir diterima. Berdasarkan analisi dengan itemen, diperoleh bawhwa
tingkat kesukaran soal no 7 adalah 0,571 (soal sedang), yang berarti sebanyak 57,1 %
siswa yang diujikan dapat menjawab soal dengan benar. Kemudian dilihat dari daya
pembedanya yaitu rbis = 0,649 dan rpbis= 0,515 dimana keduanya bertanda positif yang
berarti bahwa siswa yang pintar cenderung menjawab benar soal ini dan yang kurang
pintar menjawab salah soal ini. Kemudian pada kolom prop.endorsing 17,5 % siswa
menjawab opsi a, 11,1 % siswa menjawab opsi b, 57,1% siswa menjawab opsi c dan 12,7
% siswa yang mejawab d. Maka kualitas pengecoh semua opsi sudah efektif. Reliabilitas
keseluruhan pada itemen adalah 0,655 yang berarti reliabilitasnya cukup. Kesimpulan
berdasarkan analisis itemen, berdasarkan tingkat kesukarannya maka soal diterima.
Berdasarkan analisis dengan anates, reliabilitas soal secara umum adalah 0,52 yang
berarti reliabilitasnya cukup. Daya pembeda untuk soal no 7 adalah sebesar 70,59% yang
berarti soal ini merupakan soal diterima. Sementara itu tingkat kesukarannya ialah
57,14% yang berarti soal tergolong sedang. Dan nilai korelasinya adalah 0,514 yang
berati soal tersebut signifikan. Untuk kualitas pengecoh semua opsi efektifitasnya sangat
baik dan omitnya baik. Kesimpulan yang diperoleh dari analisis anates adalah soal
tersebut merupakan soal diterima. Analisis berdasarkan spss ini merupakan analisis
secara umumnya saja tidak mendetail seperti excel, itemen dan anates. Realiabilitasnya
seecara umum adalah 0,655 yang berarti nilai reliabilitasnya cukup. Standar deviasi
secara umumnya adalah 3,354. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total
Correlation” adalah 0,393. Nilai ini lebih dari 0,240, maka soal ini merupakan soal valid.
Dari keempat analisis tersebut yaitu excel, itemen, anates dan SPSS dapat disimpulkan
bahwa butir soal diterima.

Butir no 8
Berdasarkan analisis dengan excel diketahui bahwa kesukaran butir soal (P)
sebesar 0,381 dan tergolong soal sedang, sedangkan (Ik) sebesar 0,706 dan tergolong soal
sedang. Sehingga dari nilai P dan Ik tersebut diketahui bahwa butir soal no 8 termasuk
soal sedang. Kemudian daya pembeda (D) untuk soal ini adalah sebesar 0,226 sementara
indeks pembedanya adalah 0,353. Untuk nilai D= 0,226 menunjukkan kriteria bahwa soal
direvisi sedangkan Ip=0,353 menunjukkan bahwa butir diterima perlu direvisi. Nilai
korelasi biserial (rbis) soal ini menurut Excel adalah 0,349, dan rtab nya adalah 0,404,
sehingga nilai rhit dibandingkan dengan nilai rtab maka diperoleh butir ini non signifikan.
Sementara itu, nilai korelasi point biserialnya (rpbis) adalah 0,305, maka soal ini memiliki
korelasi rendah. Nilai Rxy soal ini adalah 0, 307 dan nilai rtab nya untuk N=63 dan  = 5%
adalah 0,254, maka soal tersebut merupakan soal valid. Untuk efektifitas distraktor, opsi
a, b, c dan d efektif serta omitnya baik. Dari keseluruhan analisis berdasarkan excel yang
meliputi tingkat kesukaran, daya pembeda, analisis biserial, point biserial, validitas,
efektifitas distraktor, dan omit pada butir soal ini, maka dapat disimpulkan bahwa butir
soal ini merupakan butir direvisi. Berdasarkan analisi dengan itemen, diperoleh bawhwa
tingkat kesukaran soal no 8 adalah 0,381 (soal sedang), yang berarti sebanyak 38,1 %
siswa yang diujikan dapat menjawab soal dengan benar. Kemudian dilihat dari daya
pembedanya yaitu rbis = 0,392 dan rpbis= 0,307 dimana keduanya bertanda positif yang
berarti bahwa siswa yang pintar cenderung menjawab benar soal ini dan yang kurang
pintar menjawab salah soal ini. Kemudian pada kolom prop.endorsing 17,5 % siswa
menjawab opsi a, 38,1 % siswa menjawab opsi b, 6,3% siswa menawab c dan 38,1 %
siswa yang mejawab d. Maka efektivitas pengecoh untuk semua opsi sudah efektif.
Reliabilitas keseluruhan pada itemen adalah 0,655 yang berarti reliabilitasnya cukup.
Kesimpulan berdasarkan analisis itemen, berdasarkan tingkat kesukarannya maka soal
diterima. Berdasarkan analisis dengan anates, reliabilitas soal secara umum adalah 0,52
yang berarti reliabilitasnya cukup. Daya pembeda untuk soal no 8 adalah sebesar 35,29%
yang berarti soal ini merupakan soal diterima. Sementara itu tingkat kesukarannya ialah
38,10 % yang berarti soal tergolong sedang. Dan nilai korelasinya adalah 0,307 yang
berarti soal tersebut tidak signifikan. Untuk kualitas pengecohnya a sangat baik, opsi b
sangat buruk, opsi c buruk dan omitnya baik. Kesimpulan yang diperoleh dari analisis
anates adalah soal tersebut merupakan soal diterima. Analisis berdasarkan spss ini
merupakan analisis secara umumnya saja tidak mendetail seperti excel, itemen dan
anates. Realiabilitasnya secara umum adalah 0,655 yang berarti nilai reliabilitasnya
cukup. Standar deviasi secara umumnya adalah 3,354. Pada soal ini, nilai pada kolom
“Corrected Item-Total Correlation” adalah 0,167. Nilai ini kurang dari 0,240, maka soal
ini merupakan soal tidak valid. Dari keempat analisis tersebut yaitu excel, itemen, anates
dan SPSS dapat disimpulkan bahwa butir soal direvisi pada redaksi.
Soal Revisi:

Hasil pengurangan−23 x 2+ 2 x +7 oleh 11 x 2+ 8 x −10 adalah…


a. −34 x 2 +10 x−3 c. 34 x 2 +10 x +3
b. −34 x 2−6 x +17 d. 34 x 2 +6 x−17

Butir no 9
Berdasarkan analisis dengan excel diketahui bahwa kesukaran butir soal (P)
sebesar 0,683 dan tergolong soal sedang, sedangkan nilai (Ik) sebesar 0,471 dan termasuk
soal mudah. Sehingga dari nilai P dan Ik tersebut yang dibandingkan dengan batas dari
kriteria masing-masing diketahui bahwa butir soal no 9 termasuk soal mudah. Kemudian
daya pembeda (D) untuk soal ini adalah sebesar 0,419 sementara indeks pembedanya
adalah 0,471. Untuk nilai D= 0,419 menunjukkan kriteria bahwa soal baik sedangkan
Ip=0,471 menunjukkan bahwa butir diterima. Nilai korelasi biserial (r bis) soal ini menurut
Excel adalah 0,529, dan rtab nya adalah 0,301, sehingga nilai r hit dibandingkan dengan
nilai rtab maka diperoleh butir ini signifikan. Sementara itu, nilai korelasi point
biserialnya (rpbis) adalah 0,414, maka soal ini memiliki korelasi sedang. Nilai R xy soal ini
adalah 0, 418 dan nilai rtab nya untuk N=63 dan  = 5% adalah 0,254, maka soal tersebut
merupakan soal valid. Untuk efektifitas distraktor, distraktor a, b, c dan d efektif serta
omitnya baik. Dari keseluruhan analisis berdasarkan excel yang meliputi tingkat
kesukaran, daya pembeda, analisis biserial, point biserial, validitas, efektifitas distraktor,
dan omit pada butir soal ini, maka dapat disimpulkan bahwa butir soal ini merupakan
butir diterima. Berdasarkan analisis dengan itemen, diperoleh bawhwa tingkat kesukaran
soal no 9 adalah 0,683 (soal sedang), yang berarti sebanyak 68,3 % siswa yang diujikan
dapat menjawab soal dengan benar. Kemudian dilihat dari daya pembedanya yaitu r bis =
0,546 dan rpbis= 0,418 dimana keduanya bertanda positif yang berarti bahwa siswa yang
pintar cenderung menjawab benar soal ini dan yang kurang pintar menjawab salah soal
ini. Kemudian pada kolom prop.endorsing 3,2 % siswa menjawab opsi a, 68,3 % siswa
menjawab opsi b, 28,6 % siswa yang menjawab c dan 0% siswa menjawab opsi d. Maka
kualitas pengecoh opsi a dan d tidak efektif. Reliabilitas keseluruhan pada itemen adalah
0,655 yang berarti reliabilitasnya cukup. Kesimpulan berdasarkan analisis itemen,
berdasarkan tingkat kesukarannya maka soal diterima. Berdasarkan analisis dengan
anates, reliabilitas soal secara umum adalah 0,52 yang berarti reliabilitasnya cukup.
Daya pembeda untuk soal no 9 adalah sebesar 47,06% yang berarti soal ini merupakan
soal diterima. Sementara itu tingkat kesukarannya ialah 68,25 % yang berarti soal
tergolong sedang. Dan nilai korelasinya adalah 0,417 yang berati soal tersebut tidak
signifikan. Untuk kualitas pengecohnya, opsi a kurang baik, opsi c sangat buruk, opsi d
buruk dan omitnya baik. Kesimpulan yang diperoleh dari analisis anates adalah soal
tersebut merupakan soal diterima. Analisis berdasarkan spss ini merupakan analisis
secara umumnya saja tidak mendetail seperti excel, itemen dan anates. Realiabilitasnya
seecara umum adalah 0,655 yang berarti nilai reliabilitasnya cukup. Standar deviasi
secara umumnya adalah 3,354. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total
Correlation” adalah 0,292. Nilai ini lebih dari 0,240, maka soal ini merupakan soal valid.
Dari keempat analisis tersebut yaitu excel, itemen, anates dan SPSS dapat disimpulkan
bahwa butir soal diterima.
Butir no 10
Berdasarkan analisis dengan excel diketahui bahwa kesukaran butir soal (P)
sebesar 0,444 dan tergolong soal sedang, sedangkan (Ik) sebesar 0,824 dan tergolong soal
sedang. Sehingga dari nilai P dan Ik tersebut diketahui bahwa butir soal no 10 termasuk
soal sedang. Kemudian daya pembeda (D) untuk soal ini adalah sebesar 0,387 sementara
indeks pembedanya adalah 0,529. Untuk nilai D= 0,387 menunjukkan kriteria bahwa soal
sedikit direvisi/tanpa revisi sedangkan Ip=0,529 menunjukkan bahwa butir diterima. Nilai
korelasi biserial (rbis) soal ini menurut Excel adalah 0,412, dan rtab nya adalah 0,374,
sehingga nilai rhit dibandingkan dengan nilai rtab maka diperoleh butir ini signifikan.
Sedangkan untuk thit = 4,497 dan ttabel = 2,04. Setelah membandingkan nilai thit dan ttabel
maka soal ini signifikan. Maka disimpulkan bahwa soal ini signifikan karena nilai r hit
melebihi rtab-nya. Sementara itu, nilai korelasi point biserialnya (r pbis) adalah 0,327, maka
soal ini memiliki korelasi rendah. Nilai Rxy soal ini adalah 0, 330 dan nilai rtab nya untuk
N=63 dan  = 5% adalah 0,254, maka soal tersebut merupakan soal valid artinya skor
pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor total, sehingga butir soal ini tidak
dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan indikator butir soal ini. Untuk
efektifitas distraktor, distraktor a dan d tidak efektif, b dan c efektif serta omitnya baik.
Dari keseluruhan analisis berdasarkan excel yang meliputi tingkat kesukaran, daya
pembeda, analisis biserial, point biserial, validitas, efektifitas distraktor, dan omit pada
butir soal ini, maka dapat disimpulkan bahwa butir soal ini merupakan butir direvisi.
Berdasarkan analisis dengan itemen, diperoleh bawhwa tingkat kesukaran soal no 10
adalah 0,444 (soal sedang), yang berarti sebanyak 44,4 % siswa yang diujikan dapat
menjawab soal dengan benar. Kemudian dilihat dari daya pembedanya yaitu r bis = 0,415
dan rpbis= 0,330 dimana keduanya bertanda positif yang berarti bahwa siswa yang pintar
cenderung menjawab benar soal ini dan yang kurang pintar menjawab salah soal ini.
Kemudian pada kolom prop.endorsing 44,4 % siswa menjawab opsi a, 7,9 % siswa
menjawab opsi b, 14,3 % siswa menjawab opsi c dan 31,7 % siswa yang mejawab d.
Maka kualitas pengecoh untuk semua opsi sudah efektif. Reliabilitas keseluruhan pada
itemen adalah 0,655 yang berarti reliabilitasnya cukup. Kesimpulan berdasarkan analisis
itemen, berdasarkan tingkat kesukarannya maka soal diterima. Berdasarkan analisis
dengan anates, reliabilitas soal secara umum adalah 0,63 yang berarti reliabilitasnya
cukup. Daya pembeda untuk soal no 10 adalah sebesar 52,94% yang berarti soal ini
merupakan soal diterima. Sementara itu tingkat kesukarannya ialah 44,44% yang berarti
soal tergolong sedang. Dan nilai korelasinya adalah 0,339 yang berati soal tersebut tidak
signifikan. Untuk kualitas pengecohnya, opsi b dan d baik, opsi c sangat baik sedangkan
a dan baik dan omitnya baik. Kesimpulan yang diperoleh dari analisis anates adalah soal
tersebut merupakan soal diterima. Analisis berdasarkan spss ini merupakan analisis
secara umumnya saja tidak mendetail seperti excel, itemen dan anates. Realiabilitasnya
seecara umum adalah 0,655 yang berarti nilai reliabilitasnya cukup. Standar deviasi
secara umumnya adalah 3,354. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total
Correlation” adalah 0,188. Nilai ini kurang dari 0,240, maka soal ini merupakan soal
tidak valid. Dari keempat analisis tersebut yaitu excel, itemen, anates dan SPSS dapat
disimpulkan bahwa butir soal direvisi pada redaksi dan distraktor.
Soal Revisi:

Hasil dari ( y−4 )( y−6) adalah…

a. y 2−2 y−24 c. y 2−10 y +24


b. y 2 +2 y−24 d. y 2−10 y +24

Butir no 11
Berdasarkan analisis dengan excel diketahui bahwa kesukaran butir soal (P)
sebesar 0,476 dan tergolong soal sedang, sedangkan nilai (Ik) sebesar 0,745 dan
tergolong soal sedang. Sehingga dari nilai P dan Ik tersebut diketahui bahwa butir soal no
11 termasuk soal sedang. Kemudian daya pembeda (D) untuk soal ini adalah sebesar
-0,065 sementara indeks pembedanya adalah 0,059. Untuk nilai D=-0,065 menunjukkan
kriteria bahwa soal dibuang sedangkan Ip=0,059 menunjukkan bahwa butir dibuang.
Nilai korelasi biserial (rbis) soal ini menurut Excel adalah -0,025, dan rtab nya adalah
0,361, sehingga nilai rhit dibandingkan dengan nilai rtab maka diperoleh butir ini non
signifikan. Sementara itu, nilai korelasi point biserialnya (r pbis) adalah -0,020, maka soal
ini memiliki korelasi sangat rendah. Nilai Rxy soal ini adalah -0,252 dan nilai r tab nya
untuk N=63 dan  = 5% adalah -0,020, maka soal tersebut merupakan soal tidak valid.
Untuk efektifitas distraktor, semua distractor efektif dan omitnya baik. Dari keseluruhan
analisis berdasarkan excel yang meliputi tingkat kesukaran, daya pembeda, analisis
biserial, point biserial, validitas, efektifitas distraktor, dan omit pada butir soal ini, maka
dapat disimpulkan bahwa butir soal ini merupakan butir dibuang. Berdasarkan analisis
dengan itemen, diperoleh bawwa tingkat kesukaran soal no 11 adalah 0,476 (soal
sedang), yang berarti sebanyak 47,6 % siswa yang diujikan dapat menjawab soal dengan
benar. Kemudian dilihat dari daya pembedanya yaitu rbis = -0,026 dan rpbis= -0,020 dimana
keduanya bertanda negatif yang berarti bahwa siswa yang pintar cenderung menjawab
salah soal ini dan yang kurang pintar menjawab benar soal ini. Kemudian pada kolom
prop.endorsing 1,6% siswa menjawab opsi a, 9,5% siswa menjawab opsi b, 47,6% siswa
menjawab opsi c dan 38,1% siswa menjawab opsi d. Maka kualitas pengecoh a tidak
efektif. Reliabilitas keseluruhan pada itemen adalah 0,655 yang berarti reliabilitasnya
cukup. Kesimpulan berdasarkan analisis itemen, berdasarkan tingkat kesukarannya maka
soal dibuang. Berdasarkan analisis dengan anates, reliabilitas soal secara umum adalah
0,63 yang berarti reliabilitasnya cukup. Daya pembeda untuk soal no 11 adalah sebesar
5,88% yang berarti soal ini merupakan soal dibuang. Sementara itu tingkat kesukarannya
ialah 47,62 % yang berarti soal tergolong sedang. Dan nilai korelasinya adalah -0,020
yang berati soal tersebut tak signifikan. Untuk kualitas pengecohnya opsi a buruk, opsi b
baik, opsi d sangat buruk dan omitnya baik. Kesimpulan yang diperoleh dari analisis
anates adalah soal tersebut merupakan soal dibuang. Analisis berdasarkan spss ini
merupakan analisis secara umumnya saja tidak mendetail seperti excel, itemen dan
anates. Realiabilitasnya seecara umum adalah 0,655 yang berarti nilai reliabilitasnya
cukup. Standar deviasi secara umumnya adalah 3,354. Pada soal ini, nilai pada kolom
“Corrected Item-Total Correlation” adalah -0,168. Nilai ini kurang dari 0,240, maka soal
ini merupakan soal tidak valid. Dari keempat analisis tersebut yaitu excel, itemen, anates
dan SPSS dapat disimpulkan bahwa butir soal dibuang.
Soal Pengganti :
x−1 2 x−2
Hasil dari : adalah...
4 3
−3 −8 3 8
a. b. c. d.
8 3 8 3
Butir no 12
Berdasarkan analisis dengan excel diketahui bahwa kesukaran butir soal (P)
sebesar 0,683 dan tergolong soal sedang, sedangkan nilai (Ik) sebesar 0,431 dan
tergolong soal mudah. Sehingga dari nilai P dan Ik tersebut yang telah dilakukan
perhitungan terhadap batas-batas kriterianya diketahui bahwa butir soal no 12 termasuk
soal mudah. Kemudian daya pembeda (D) untuk soal ini adalah sebesar 0,387 sementara
indeks pembedanya adalah 0,529. Untuk nilai D= 0,387 menunjukkan kriteria bahwa soal
sedikit revisi sedangkan Ip=0,529 menunjukkan bahwa butir diterima. Nilai korelasi
biserial (rbis) soal ini menurut Excel adalah 0,619, dan rtab nya adalah 0,301, sehingga nilai
rhit dibandingkan dengan nilai rtab maka diperoleh butir ini signifikan. Sementara itu, nilai
korelasi point biserialnya (rpbis) adalah 0,475, maka soal ini memiliki korelasi sedang.
Nilai Rxy soal ini adalah 0,479 dan nilai rtab nya untuk N=63 dan  = 5% adalah 0,254,
maka soal tersebut merupakan soal valid. Untuk efektifitas distraktor b, c, dan d efektif,
distraktor a tidak efektif serta omitnya baik. Dari keseluruhan analisis berdasarkan excel
yang meliputi tingkat kesukaran, daya pembeda, analisis biserial, point biserial, validitas,
efektifitas distraktor, dan omit pada butir soal ini, maka dapat disimpulkan bahwa butir
soal ini merupakan butir direvisi. Berdasarkan analisis dengan itemen, diperoleh bahwa
tingkat kesukaran soal no 12 adalah 0,683 (soal sedang), yang berarti sebanyak 68,3 %
siswa yang diujikan dapat menjawab soal dengan benar. Kemudian dilihat dari daya
pembedanya yaitu rbis = 0,626 dan rpbis= 0,479 dimana keduanya bertanda positif yang
berarti bahwa siswa yang pintar cenderung menjawab benar soal ini dan yang kurang
pintar menjawab salah soal ini. Kemudian pada kolom prop.endorsing 6,3% siswa
menjawab opsi a, 23,8% siswa menjawab opsi b, 1,6% menjawab c dan 68,3% siswa
menjawab opsi d. Maka kualitas pengecoh opsi c tidak efektif. Reliabilitas keseluruhan
pada itemen adalah 0,655 yang berarti reliabilitasnya cukup. Kesimpulan berdasarkan
analisis itemen, berdasarkan tingkat kesukarannya maka soal diterima. Berdasarkan
analisis dengan anates, reliabilitas soal secara umum adalah 0,63 yang berarti
reliabilitasnya cukup. Daya pembeda untuk soal no 12 adalah sebesar 52,94 % yang
berarti soal ini merupakan soal diterima. Sementara itu tingkat kesukarannya ialah
68,25% yang berarti soal tergolong sedang. Dan nilai korelasinya adalah 0,489 yang
berati soal tersebut signifikan. Untuk kualitas pengecohnya, opsi a baik, opsi b sangat
buruk, opsi c buruk dan omitnya baik. Kesimpulan yang diperoleh dari analisis anates
adalah soal tersebut merupakan soal dibuang. Analisis berdasarkan spss ini merupakan
analisis secara umumnya saja tidak mendetail seperti excel, itemen dan anates.
Realiabilitasnya secara umum adalah 0,655 yang berarti nilai reliabilitasnya cukup.
Standar deviasi secara umumnya adalah 3,354. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected
Item-Total Correlation” adalah 0,361. Nilai ini lebih dari 0,240, maka soal ini merupakan
soal valid. Dari keempat analisis tersebut yaitu excel, itemen, anates dan SPSS dapat
disimpulkan bahwa butir soal direvisi pada distraktor.
Soal revisi :
2
3
Hasil dari ( ) adalah…
a
6 9 3 9
a. b. c. d. d.
2a 2a a2 a2
Butir no 13
Berdasarkan analisis dengan excel diketahui bahwa kesukaran butir soal (P)
sebesar 0,333 dan tergolong soal sedang, sedangkan nilai (Ik) sebesar 0,627 tergolong
soal sedang. Dari nilai P dan Ik tersebut diketahui bahwa butir soal no 13 termasuk soal
sedang. Kemudian daya pembeda (D) untuk soal ini adalah sebesar 0,258 sementara
indeks pembedanya adalah 0,471. Untuk nilai D= 0,258 menunjukkan kriteria bahwa soal
direvisi sedangkan Ip=0,471 menunjukkan bahwa butir diterima. Nilai korelasi biserial
(rbis) soal ini menurut Excel adalah 0,536 , dan rtab nya adalah 0,433, sehingga nilai rhit
dibandingkan dengan nilai rtab maka diperoleh butir ini signifikan. Sementara itu, nilai
korelasi point biserialnya (rpbis) adalah 0,412, maka soal ini memiliki korelasi sedang.
Nilai Rxy soal ini adalah 0, 415 dan nilai r tab nya untuk N=63 dan  = 5% adalah 0,254,
maka soal tersebut merupakan soal valid. Untuk efektifitas distraktor, semua opsi efektif
dan omitnya baik. Dari keseluruhan analisis berdasarkan excel yang meliputi tingkat
kesukaran, daya pembeda, analisis biserial, point biserial, validitas, efektifitas distraktor,
dan omit pada butir soal ini, maka dapat disimpulkan bahwa butir soal ini merupakan
butir diterima. Berdasarkan analisis dengan itemen, diperoleh bahwa tingkat kesukaran
soal no 13 adalah 0,333 (soal sedang), yang berarti sebanyak 33,3 % siswa yang diujikan
dapat menjawab soal dengan benar. Kemudian dilihat dari daya pembedanya yaitu r bis =
0,538 dan rpbis= 0,415 dimana keduanya bertanda positif yang berarti bahwa siswa yang
pintar cenderung menjawab benar soal ini dan yang kurang pintar menjawab salah soal
ini. Kemudian pada kolom prop.endorsing 22,2% siswa menjawab opsi a dan 33,3%
menjawab b, 30,2% siswa menjawab c dan 12,7% siswa menjawab d. Maka terlihat
kualitas pengecohnya untuk semua opsi efektif. Reliabilitas keseluruhan pada itemen
adalah 0,655 yang berarti reliabilitasnya cukup. Kesimpulan berdasarkan analisis itemen,
berdasarkan tingkat kesukarannya maka soal diterima. Berdasarkan analisis dengan
anates, reliabilitas soal secara umum adalah 0,52 yang berarti reliabilitasnya cukup.
Daya pembeda untuk soal no 13 adalah sebesar 47,06% yang berarti soal ini merupakan
soal diterima. Sementara itu tingkat kesukarannya ialah 33,33% yang berarti soal
tergolong sedang. Dan nilai korelasinya adalah 0,414 yang berati soal tersebut tidak
signifikan. Untuk kualitas pengecohnya, opsi a sangat baik dan opsi c dan d baik dan
omitnya baik. Kesimpulan yang diperoleh dari analisis anates adalah soal tersebut
merupakan soal diterima. Analisis berdasarkan spss ini merupakan analisis secara
umumnya saja tidak mendetail seperti excel, itemen dan anates. Realiabilitasnya seecara
umum adalah 0,655 yang berarti nilai reliabilitasnya cukup. Standar deviasi secara
umumnya adalah 3,354. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total
Correlation” adalah 0,288. Nilai ini lebih dari 0,240, maka soal ini merupakan soal valid.
Maka soal diterima.

Butir no 14
Berdasarkan analisis dengan excel diketahui bahwa kesukaran butir soal (P)
sebesar 0,270 dan tergolong soal sukar, sedangkan nilai (Ik) sebesar 1,020 dan tergolong
soal sukar sekali. Sehingga dari nilai P dan Ik tersebut setelah dibandingkan dengan nilai
batas-batas kriteriannya diketahui bahwa butir soal no 14 termasuk soal sukar. Kemudian
daya pembeda (D) untuk soal ini adalah sebesar 0,226 sementara indeks pembedanya
adalah 0,471. Untuk nilai D= 0,226 menunjukkan kriteria bahwa soal direvisi, sedangkan
Ip=0,471 menunjukkan bahwa butir diterima. Nilai korelasi biserial (r bis) soal ini menurut
Excel adalah 0,505 , dan rtab nya adalah 0,482, sehingga nilai rhit dibandingkan dengan
nilai rtab maka diperoleh butir ini signifikan. Sementara itu, nilai korelasi point
biserialnya (rpbis) adalah 0,383, maka soal ini memiliki korelasi rendah. Nilai R xy soal ini
adalah 0,386 dan nilai rtab nya untuk N=63 dan  = 5% adalah 0,254, maka soal tersebut
merupakan soal valid. Untuk efektifitas distraktor semuanya efektif dan omitnya baik.
Dari keseluruhan analisis berdasarkan excel yang meliputi tingkat kesukaran, daya
pembeda, analisis biserial, point biserial, validitas, efektifitas distraktor, dan omit pada
butir soal ini, maka dapat disimpulkan bahwa butir soal ini merupakan butir direvisi.
Berdasarkan analisis dengan itemen, diperoleh bahwa tingkat kesukaran soal no 14
adalah 0,270 (soal sukar), yang berarti sebanyak 2,70 % siswa yang diujikan dapat
menjawab soal dengan benar. Kemudian dilihat dari daya pembedanya yaitu r bis = 0,519
dan rpbis= 0,386 dimana keduanya bertanda positif yang berarti bahwa siswa yang pintar
cenderung menjawab benar soal ini dan yang kurang pintar menjawab salah soal ini.
Kemudian pada kolom prop.endorsing 25,4% siswa menjawab opsi a, 34,9 % siswa
menjawab opsi b dan 2,70 % menjawab c serta 12,5% menjawab opsi d. Maka dilihat dari
kualitas pengecoh untuk semua opsi efektif. Reliabilitas keseluruhan pada itemen adalah
0,655 yang berarti reliabilitasnya cukup. Kesimpulan berdasarkan analisis itemen,
berdasarkan tingkat kesukarannya maka soal diterima. Berdasarkan analisis dengan
anates, reliabilitas soal secara umum adalah 0,63 yang berarti reliabilitasnya cukup. Daya
pembeda untuk soal no 14 adalah sebesar 47,06% yang berarti soal ini merupakan soal
diterima. Sementara itu tingkat kesukarannya ialah 26,98% yang berarti soal tergolong
sukar. Dan nilai korelasinya adalah 0,386 yang berati soal tersebut tidak signifikan.
Untuk kualitas pengecohnya a sangat baik, opsi b dan d baik, dan omitnya baik.
Kesimpulan yang diperoleh dari analisis anates adalah soal tersebut merupakan soal
diterima. Analisis berdasarkan spss ini merupakan analisis secara umumnya saja tidak
mendetail seperti excel, itemen dan anates. Realiabilitasnya seecara umum adalah 0,655
yang berarti nilai reliabilitasnya cukup. Standar deviasi secara umumnya adalah 3,354.
Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah 0,265. Nilai ini
lebih dari 0,240, maka soal ini merupakan soal valid. Dari keempat analisis tersebut yaitu
excel, itemen, anates dan SPSS dapat disimpulkan bahwa butir soal direvisi pada redaksi.
Soal Revisi:

Bentuk sederhana dari 3 xy 2+ 27 x2 y−6 x 2 y 2 adalah…


A. 3 xy ( y 2+ 9 x 2−2 xy )
B. 3 xy ( 9 y+ x −2 xy )
C. 3 xy ( y + 9 x −2 xy )
D. 3 xy ( x +9 y −2 xy )

Butir no 15
Berdasarkan analisis dengan excel diketahui bahwa kesukaran butir soal (P)
sebesar 0,254 dan tergolong soal sukar, sedangkan nilai (Ik) sebesar 0,784 dan tergolong
sedang. Sehingga dari nilai P dan Ik tersebut yang dibandingkan dengan batas dari
kriteria masing-masing diketahui bahwa butir soal no 15 termasuk soal sedang.
Kemudian daya pembeda (D) untuk soal ini adalah sebesar 0,452 sementara indeks
pembedanya adalah 0,706. Untuk nilai D= 0,452 menunjukkan kriteria bahwa soal baik,
sedangkan Ip=0,706 menunjukkan bahwa butir diterima. Nilai korelasi biserial (rbis) soal
ini menurut Excel adalah 0,986, dan rtab nya adalah 0,479, sehingga nilai rhit
dibandingkan dengan nilai rtab maka diperoleh butir ini signifikan. Sementara itu, nilai
korelasi point biserialnya (rpbis) adalah 0,720, maka soal ini memiliki korelasi tinggi. Nilai
Rxy soal ini adalah 0,725 dan nilai rtab nya untuk N=63 dan  = 5% adalah 0,254, maka
soal tersebut merupakan soal valid. Untuk efektifitas distraktor semuanya efektif dan
omitnya baik. Dari keseluruhan analisis berdasarkan excel yang meliputi tingkat
kesukaran, daya pembeda, analisis biserial, point biserial, validitas, efektifitas distraktor,
dan omit pada butir soal ini, maka dapat disimpulkan bahwa butir soal ini merupakan
butir diterima. Berdasarkan analisi dengan itemen, diperoleh bahwa tingkat kesukaran
soal no 15 adalah 0,254 (soal sukar), yang berarti sebanyak 25,4% siswa yang diujikan
dapat menjawab soal dengan benar. Kemudian dilihat dari daya pembedanya yaitu r bis =
0,985 dan rpbis= 0,725 dimana keduanya bertanda positif yang berarti bahwa siswa yang
pintar cenderung menjawab benar soal ini dan yang kurang pintar menjawab salah soal
ini. Kemudian pada kolom prop.endorsing 55,6% siswa menjawab opsi a, 25,4%
menjawab b, 15,9% menjawab opsi c dan 3,2% siswa menjawab opsi d. Sehingga terlihat
bahwa pengecoh d tidak efektif. Reliabilitas keseluruhan pada itemen adalah 0,655 yang
berarti reliabilitasnya cukup. Kesimpulan berdasarkan analisis itemen, berdasarkan
tingkat kesukarannya maka soal direvisi. Berdasarkan analisis dengan anates, reliabilitas
soal secara umum adalah 0,52 yang berarti reliabilitasnya cukup. Daya pembeda untuk
soal no 15 adalah sebesar 70,59% yang berarti soal ini merupakan soal diterima.
Sementara itu tingkat kesukarannya ialah 26,98% yang berarti soal tergolong sukar. Dan
nilai korelasinya adalah 0,697 yang berati soal tersebut sangat signifikan. Untuk kualitas
pengecohnya a sangat buruk, opsi c baik, opsi d buruk dan omitnya baik. Kesimpulan
yang diperoleh dari analisis anates adalah soal tersebut merupakan soal dibuang. Analisis
berdasarkan spss ini merupakan analisis secara umumnya saja tidak mendetail seperti
excel, itemen dan anates. Realiabilitasnya seecara umum adalah 0,655 yang berarti nilai
reliabilitasnya cukup. Standar deviasi secara umumnya adalah 3,354. Pada soal ini, nilai
pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah 0,654. Nilai ini lebih dari 0,240,
maka soal ini merupakan soal valid. Dari keempat analisis diatas yaitu excel, itemen,
anates dan SPSS dapat disimpulkan bahwa butir soal diterima.

Butir no 16
Berdasarkan analisis dengan excel diketahui bahwa kesukaran butir soal (P)
sebesar 0,270 dan tergolong soal sukar, sedangkan nilai (Ik) sebesar 0,745 dan tergolong
soal sedang. Sehingga dari nilai P dan Ik tersebut yang dibandingkan dengan batas dari
kriteria masing-masing diketahui bahwa butir soal no 16 termasuk soal sedang.
Kemudian daya pembeda (D) untuk soal ini adalah sebesar 0,548 sementara indeks
pembedanya adalah 0,882. Untuk nilai D= 0,548 menunjukkan kriteria bahwa soal baik,
sedangkan Ip=0,882 menunjukkan bahwa butir diterima. Nilai korelasi biserial (rbis) soal
ini menurut Excel adalah 1,055 , dan rtab nya adalah 0,482, sehingga nilai rhit
dibandingkan dengan nilai rtab maka diperoleh butir ini signifikan. Sementara itu, nilai
korelasi point biserialnya (rpbis) adalah 0,799, maka soal ini memiliki korelasi tinggi. Nilai
Rxy soal ini adalah 0,806 dan nilai rtab nya untuk N=63 dan  = 5% adalah 0,254, maka
soal tersebut merupakan soal valid. Untuk efektifitas semua distraktor efektif serta
omitnya baik. Dari keseluruhan analisis berdasarkan excel yang meliputi tingkat
kesukaran, daya pembeda, analisis biserial, point biserial, validitas, efektifitas distraktor,
dan omit pada butir soal ini, maka dapat disimpulkan bahwa butir soal ini merupakan
butir diterima. Berdasarkan analisis dengan itemen, diperoleh bahwa tingkat kesukaran
soal no 16 adalah 0,270 (soal sukar), yang berarti sebanyak 27 % siswa yang diujikan
dapat menjawab soal dengan benar. Kemudian dilihat dari daya pembedanya yaitu r bis = 1
dan rpbis= 0,805 dimana keduanya bertanda positif yang berarti bahwa siswa yang pintar
cenderung menjawab benar soal ini dan yang kurang pintar menjawab salah soal ini.
Kemudian pada kolom prop.endorsing 27% siswa menjawab opsi a, 19% siswa
menjawab b, 25,4% siswa menjawab opsi c dan 28,6% siswa menjawab opsi d. Maka
terlihat bahwa kualitas pengecoh untuk semua opsi efektif. Reliabilitas keseluruhan pada
itemen adalah 0,655 yang berarti reliabilitasnya cukup. Kesimpulan berdasarkan analisis
itemen, berdasarkan tingkat kesukarannya maka soal direvisi. Berdasarkan analisis
dengan anates, reliabilitas soal secara umum adalah 0,52 yang berarti reliabilitasnya
cukup. Daya pembeda untuk soal no 16 adalah sebesar 88,24% yang berarti soal ini
merupakan soal diterima. Sementara itu tingkat kesukarannya ialah 26,98 % yang berarti
soal tergolong sukar. Dan nilai korelasinya adalah 0,804 yang berati soal tersebut sangat
signifikan. Untuk kualitas semua pengecohnya b baik,opsi c dan d sangat baik dan
omitnya baik. Kesimpulan yang diperoleh dari analisis anates adalah soal tersebut
merupakan soal dibuang. Analisis berdasarkan spss ini merupakan analisis secara
umumnya saja tidak mendetail seperti excel, itemen dan anates. Realiabilitasnya seecara
umum adalah 0,655 yang berarti nilai reliabilitasnya cukup. Standar deviasi secara
umumnya adalah 3,354. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total
Correlation” adalah 0,750. Nilai ini lebih dari 0,240, maka soal ini merupakan soal valid.
Dari keempat analisis tersebut yaitu excel, itemen, anates dan SPSS dapat disimpulkan
bahwa butir diterima.

Butir no 17
Berdasarkan analisis dengan excel diketahui bahwa kesukaran butir soal (P)
sebesar 0,714 dan tergolong soal mudah, sedangkan nilai (Ik) sebesar 0,328 dan
tergolong soal mudah. Sehingga dari nilai P dan Ik tersebut diketahui bahwa butir soal no
17 termasuk soal mudah. Kemudian daya pembeda (D) untuk soal ini adalah sebesar
0,258 sementara indeks pembedanya adalah 0,41. Untuk nilai D= 0,258 menunjukkan
kriteria bahwa soal direvisi, sedangkan Ip=0,471 menunjukkan bahwa butir diterima.
Nilai korelasi biserial (rbis) soal ini menurut Excel adalah 0,598 , dan r tab nya adalah 0,294,
sehingga nilai rhit dibandingkan dengan nilai rtab maka diperoleh butir ini signifikan.
Sementara itu, nilai korelasi point biserialnya (rpbis) adalah 0,453, maka soal ini memiliki
korelasi sedang. Nilai Rxy soal ini adalah 0,457 dan nilai rtab nya untuk N=63 dan  = 5%
adalah 0,254, maka soal tersebut merupakan soal valid. Untuk efektifitas distraktor
semuanya efektif dan omitnya baik. Dari keseluruhan analisis berdasarkan excel yang
meliputi tingkat kesukaran, daya pembeda, analisis biserial, point biserial, validitas,
efektifitas distraktor, dan omit pada butir soal ini, maka dapat disimpulkan bahwa butir
soal ini merupakan butir direvisi. Berdasarkan analisi dengan itemen, diperoleh bawhwa
tingkat kesukaran soal no 17 adalah 0,714 (soal mudah), yang berarti sebanyak 71,4%
siswa yang diujikan dapat menjawab soal dengan benar. Kemudian dilihat dari daya
pembedanya yaitu rbis = 0,608 dan rpbis= 0,457 dimana keduanya bertanda positif yang
berarti bahwa siswa yang pintar cenderung menjawab benar soal ini dan yang kurang
pintar menjawab salah soal ini. Kemudian pada kolom prop.endorsing 71,4% menjawab
a, 22,2% siswa menjawab opsi b, 6,3% menjawab c dan 0% menjawab d. Terlihat bahwa
pengecoh d tidak efektif. Reliabilitas keseluruhan pada itemen adalah 0,655 yang berarti
reliabilitasnya cukup. Kesimpulan berdasarkan analisis itemen, soal direvisi. Berdasarkan
analisis dengan anates, reliabilitas soal secara umum adalah 0,52 yang berarti
reliabilitasnya cukup. Daya pembeda untuk soal no 17 adalah sebesar 47,06% yang
berarti soal ini merupakan soal diterima. Sementara itu tingkat kesukarannya ialah 71,43
% yang berarti soal tergolong mudah. Dan nilai korelasinya adalah 0,456 yang berati soal
tersebut signifikan. Untuk kualitas pengecohnya, opsi b sangat buruk, opsi c baik, opsi d
buruk dan omitnya baik. Kesimpulan yang diperoleh dari analisis anates adalah soal
tersebut merupakan soal diterima. Analisis berdasarkan spss ini merupakan analisis
secara umumnya saja tidak mendetail seperti excel, itemen dan anates. Realiabilitasnya
seecara umum adalah 0,655 yang berarti nilai reliabilitasnya cukup. Standar deviasi
secara umumnya adalah 3,354. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total
Correlation” adalah 0,340. Nilai ini lebih dari 0,240, maka soal ini merupakan soal valid.
Dari keempat analisis tersebut yaitu excel, itemen, anates dan SPSS dapat disimpulkan
bahwa butir soal direvisi pada distraktor.
Soal Revisi:

Bentuk 16 r 2−8rs + s2 dapat disederhanakan menjadi…


a. ( 4 r−s)2 c. (16 r −s)2
b. ( 4 r + s)2 d. ( s−16 r)2
Butir no 18
Berdasarkan analisis dengan excel diketahui bahwa kesukaran butir soal (P)
sebesar 0,317 dan tergolong soal sukar, sedangkan nilai (Ik) sebesar 0,863 dan tergolong
soal sukar. Sehingga dari nilai P dan Ik diketahui bahwa butir soal no 18 termasuk soal
sukar. Kemudian daya pembeda (D) untuk soal ini adalah sebesar 0,097 sementara indeks
pembedanya adalah 0,235. Untuk nilai D= 0,097 menunjukkan kriteria bahwa soal
dibuang, sedangkan Ip=0,235 menunjukkan bahwa butir diperbaiki. Nilai korelasi
biserial (rbis) soal ini menurut Excel adalah 0,329 , dan r tab nya adalah 0,444, sehingga
nilai rhit dibandingkan dengan nilai rtab maka diperoleh butir ini non signifikan.
Sementara itu, nilai korelasi point biserialnya (rpbis) adalah 0,267, maka soal ini memiliki
korelasi rendah. Nilai Rxy soal ini adalah 0,269 dan nilai rtab nya untuk N=63 dan  = 5%
adalah 0,254, maka soal tersebut merupakan soal valid. Untuk efektifitas distraktor a, b,
dan c efektif , distraktor d tidak efektif serta omitnya baik. Dari keseluruhan analisis
berdasarkan excel yang meliputi tingkat kesukaran, daya pembeda, analisis biserial,
point biserial, validitas, efektifitas distraktor, dan omit pada butir soal ini, maka dapat
disimpulkan bahwa butir soal ini merupakan butir dibuang. Berdasarkan analisi dengan
itemen, diperoleh bawhwa tingkat kesukaran soal no 18 adalah 0,317 (soal sedang), yang
berarti sebanyak 31,7% siswa yang diujikan dapat menjawab soal dengan benar.
Kemudian dilihat dari daya pembedanya yaitu rbis = 0,351 dan rpbis= 0,269 dimana
keduanya bertanda positif yang berarti bahwa siswa yang pintar cenderung menjawab
benar soal ini dan yang kurang pintar menjawab salah soal ini. Kemudian pada kolom
prop.endorsing 54% menjawab a, 31,7% siswa menjawab b, 14,3% siswa menjawab opsi
c dan 0% siswa menjawab d. Maka terlihat bahwa kuliatas pengecoh opsi d tidak efektif.
Reliabilitas keseluruhan pada itemen adalah 0,655 yang berarti reliabilitasnya cukup.
Kesimpulan berdasarkan analisis itemen, berdasarkan tingkat kesukarannya maka soal
diterima. Berdasarkan analisis dengan anates, reliabilitas soal secara umum adalah 0,52
yang berarti reliabilitasnya cukup. Daya pembeda untuk soal no 18 adalah sebesar
23,53% yang berarti soal ini merupakan soal perlu diperbaiki. Sementara itu tingkat
kesukarannya ialah 31,75% yang berarti soal tergolong sedang. Dan nilai korelasinya
adalah 0,269 yang berati soal tersebut tidak signifikan. Untuk kualitas pengecohnya, opsi
a sangat buruk, opsi c baik, opsi d buruk dan omitnya baik. Kesimpulan yang diperoleh
dari analisis anates adalah soal tersebut merupakan soal direvisi. Analisis berdasarkan
spss ini merupakan analisis secara umumnya saja tidak mendetail seperti excel, itemen
dan anates. Realiabilitasnya seecara umum adalah 0,655 yang berarti nilai reliabilitasnya
cukup. Standar deviasi secara umumnya adalah 3,354. Pada soal ini, nilai pada kolom
“Corrected Item-Total Correlation” adalah 0,133. Nilai ini kurang dari 0,240, maka soal
ini merupakan soal tidak valid. Dari keempat analisis diatas yaitu excel, itemen, anates
dan SPSS dapat disimpulkan bahwa butir soal dibuang.
Soal Pengganti:

2 1
Hasil dari + adalah …
a b
3
a.
a+b
2 a+b
b.
a+b
2
c.
ab
a+2 b
d.
ab

Butir no 19
Berdasarkan analisis dengan excel diketahui bahwa kesukaran butir soal (P)
sebesar 0,238 dan tergolong soal sukar, sedangkan nilai (Ik) sebesar 0,941 dan tergolong
soal sukar. Sehingga dari nilai P dan Ik tersebut diketahui bahwa butir soal no 19
termasuk soal sukar. Kemudian daya pembeda (D) untuk soal ini adalah sebesar 0,290
sementara indeks pembedanya adalah 0,471. Untuk nilai D= 0,290 menunjukkan kriteria
bahwa soal direvisi, sedangkan Ip=0,471 menunjukkan bahwa butir diterima. Nilai
korelasi biserial (rbis) soal ini menurut Excel adalah 0,499 , dan r tab nya adalah 0,514,
sehingga nilai rhit dibandingkan dengan nilai rtab maka diperoleh butir ini non signifikan.
Sementara itu, nilai korelasi point biserialnya (rpbis) adalah 0,360, maka soal ini memiliki
korelasi rendah. Nilai Rxy soal ini adalah 0,363 dan nilai rtab nya untuk N=63 dan  = 5%
adalah 0,254, maka soal tersebut merupakan soal valid. Untuk efektifitas distraktor,
semua distraktornya efektif dan omitnya baik. Dari keseluruhan analisis berdasarkan
excel yang meliputi tingkat kesukaran, daya pembeda, analisis biserial, point biserial,
validitas, efektifitas distraktor, dan omit pada butir soal ini, maka dapat disimpulkan
bahwa butir soal ini merupakan butir diredaksi. Berdasarkan analisi dengan itemen,
diperoleh bahwa tingkat kesukaran soal no 19 adalah 0,238 (soal sukar), yang berarti
sebanyak 23,8 % siswa yang diujikan dapat menjawab soal dengan benar. Kemudian
dilihat dari daya pembedanya yaitu rbis = 0,5 dan rpbis= 0,363 dimana keduanya bertanda
positif yang berarti bahwa siswa yang pintar cenderung menjawab benar soal ini dan
yang kurang pintar menjawab salah soal ini. Kemudian pada kolom prop.endorsing
23,8% menjawab a, 20,6% menjawab b, 38,1% siswa mnejawab opsi c dan 17,5 %
menjawab d. Terlihat bahwa semua kualitas pengecohnya efektif. Reliabilitas
keseluruhan pada itemen adalah 0,655 yang berarti reliabilitasnya cukup. Kesimpulan
berdasarkan analisis itemen, berdasarkan tingkat kesukarannya maka soal direvisi.
Berdasarkan analisis dengan anates, reliabilitas soal secara umum adalah 0,52 yang
berarti reliabilitasnya cukup. Daya pembeda untuk soal no 19 adalah sebesar 47,06%
yang berarti soal ini merupakan soal diterima. Sementara itu tingkat kesukarannya ialah
23,81 % yang berarti soal tergolong sukar. Dan nilai korelasinya adalah 0,363 yang berati
soal tersebut tak signifikan. Untuk kualitas semua pengecohnya, opsi b sangat baik,opsi c
dan d baik dan omitnya baik. Kesimpulan yang diperoleh dari analisis anates adalah soal
tersebut merupakan soal dibuang. Analisis berdasarkan spss ini merupakan analisis secara
umumnya saja tidak mendetail seperti excel, itemen dan anates. Realiabilitasnya seecara
umum adalah 0,655 yang berarti nilai reliabilitasnya cukup. Standar deviasi secara
umumnya adalah 3,354. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total
Correlation” adalah 0,245 Nilai ini lebih dari 0,240, maka soal ini merupakan soal valid.
Dari keempat analisis tersebut yaitu excel, itemen, anates dan SPSS dapat disimpulkan
bahwa butir soal direvisi pada redaksi.
Soal Revisi:
6
3−
a
Bentuk sederhana dari adalah`…
2
−1
a
a.−3
−1
b.
3
1
c.
3
d. 3

Butir no 20
Berdasarkan analisis dengan excel diketahui bahwa kesukaran butir soal (P) sebesar
0,333 dan tergolong soal sedang, sedangkan nilai (Ik) sebesar 0,863 dan tergolong
sukar. Sehingga dari nilai P dan Ik tersebut yang dibandingkan dengan batas dari kriteria
masing-masing diketahui bahwa butir soal no 20 termasuk soal sedang. Kemudian daya
pembeda (D) untuk soal ini adalah sebesar -0,032 sementara indeks pembedanya adalah
0,118. Untuk nilai D= -0,032 menunjukkan kriteria bahwa soal dibuang, sedangkan
Ip=0,118 menunjukkan bahwa butir dibuang. Nilai korelasi biserial (r bis) soal ini
menurut Excel adalah 0,105 , dan rtab nya adalah 0,433, sehingga nilai rhit dibandingkan
dengan nilai rtab maka diperoleh butir ini tak signifikan. Sementara itu, nilai korelasi
point biserialnya (rpbis) adalah 0,080, maka soal ini memiliki korelasi sangat rendah.
Nilai Rxy soal ini adalah 0,081 dan nilai rtab nya untuk N=63 dan  = 5% adalah 0,254,
maka soal tersebut merupakan soal tidak valid. Untuk efektifitas distraktor, opsi b dan d
efektif sedangkan opsi a dan c tidak efektif dan ominya baik. Dari keseluruhan analisis
berdasarkan excel yang meliputi tingkat kesukaran, daya pembeda, analisis biserial,
point biserial, validitas, efektifitas distraktor, dan omit pada butir soal ini, maka dapat
disimpulkan bahwa butir soal ini merupakan butir dibuang. Berdasarkan analisis dengan
itemen, diperoleh bahwa tingkat kesukaran soal no 20 adalah 0,333 (soal sedang), yang
berarti sebanyak 33,3% siswa yang diujikan dapat menjawab soal dengan benar.
Kemudian dilihat dari daya pembedanya yaitu rbis = 0,105 dan rpbis= 0,081 dimana
keduanya bertanda positif yang berarti bahwa siswa yang pintar cenderung menjawab
benar soal ini dan yang kurang pintar menjawab salah soal ini. Kemudian pada kolom
prop.endorsing 0 % menjawab a, 33,3% siswa menjawab opsi b, 3,2% menjawab c dan
63,5% menjawab d. Terlihat bahwa pengecohnya a dan c tidak efektif. Reliabilitas
keseluruhan pada itemen adalah 0,655 yang berarti reliabilitasnya cukup. Kesimpulan
berdasarkan analisis itemen, berdasarkan tingkat kesukarannya maka soal diterima.
Berdasarkan analisis dengan anates, reliabilitas soal secara umum adalah 0,52 yang
berarti reliabilitasnya cukup. Daya pembeda untuk soal no 20 adalah sebesar 11,76%
yang berarti soal ini merupakan soal dibuang. Sementara itu tingkat kesukarannya ialah
33,33 % yang berarti soal tergolong sedang. Dan nilai korelasinya adalah 0,081 yang
berati soal tersebut tidak signifikan. Untuk kualitas pengecohnya opsi a dan c buruk opsi
d sangat buruk dan omitnya baik. Kesimpulan yang diperoleh dari analisis anates adalah
soal tersebut merupakan soal dibuang. Analisis berdasarkan spss ini merupakan analisis
secara umumnya saja tidak mendetail seperti excel, itemen dan anates. Realiabilitasnya
secara umum adalah 0,655 yang berarti nilai reliabilitasnya cukup. Standar deviasi
secara umumnya adalah 3,354. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total
Correlation” adalah -0,061. Nilai ini kurang dari 0,240, maka soal ini merupakan soal
tidak valid. Dari keempat analisis tersebut yaitu excel, itemen, anates dan SPSS dapat
disimpulkan bahwa butir soal dibuang.
Soal Pengganti:
Persegi panjang memiliki panjang ( x +5 ) cm dan lebar ( x−2 ) cm, maka luas persegi
panjang tersebut adalah...
a. x 2+ 3 x −10¿ cm2
b. x 2−3 x−10 ¿ cm2
c. x 2+ 3 x +10 ¿ cm2
d. x 2−3 x+ 10¿ cm2
2. Uraian
a. Butir Soal No 1
Berdasarkan analisis dengan menggunakan Microsoft office excel, pada
indeks kesukaran kelompok 27% memiliki nilai Ik = 61% yang berarti bahwa soal
sedang. Untuk indeks pembeda soal ini, diperoleh indeks pembeda (Ip) = 11,087
sedangkan nilai Iptabel berdasarkan α=5% adalah 2,04. Setelah membandingkan Ip
dan Iptabel diketahui bahwa butir soal ini signifikan. Sementara itu nilai reliabilitas
soal uraian ini secara umum dipeoleh sebesar 0,630. Nilai tersebut termasuk dalam
kriteria rendah. maka dapat disimpulkan bahwa reliabilitas soal uraian rendah
sehingga soal harus dibuang atau diganti. Berdasarkan analisis dengan anates
diperoleh nilai reliabilitas soal uraian adalah 0,64 dengan korelasi 0,47. Untuk nilai
daya pembeda soal no 1 diperoleh sebesar 77,65%. Sementara untuk tingkat
kesukarannya adalah sebesar 60,59%, maka soal ini termasuk soal sedang. Nilai
korelasi soal ini berdasarkan analisis dengan anates diperoleh 0,734 yang artinya
sangat signifikan. Analisis berdasarkan spss ini merupakan analisis secara
umumnya saja tidak mendetail seperti excel dan anates. Berdasarkan spss,
realiabilitasnya secara umum adalah 0,630 yang berarti nilai reliabilitasnya rendah.
Standar deviasi secara umumnya adalah 8,851 dan mean keseluruhannya adalah
13,62. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,396. Nilai ini lebih dari 0,240, maka soal ini merupakan soal valid. Dan soal ini
tidak reliabel karena r11=0,591 ≤ 0,7. Berdasarkan analisis dengan Excel, Anates
dan SPSS dapat disimpulkan bahwa butir soal ini direvisi.
Soal Revisi:
Tentukan hasil penjumlahan dari 19 x 2−5 x −24 y dan −2 x2 +3 x +3 y !
b. Butir Soal No 2
Pada butir ini memiliki tingkat kesukaran yang masuk dalam kategori
sedang. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan untuk n = 19 yaitu 27% dari
peserta tes, nilai Ik = 33%. Untuk indeks pembeda soal ini, diperoleh indeks
pembeda (Ip) = 7,075 sedangkan nilai Iptabel berdasarkan α=5% adalah 2,04. Setelah
membandingkan Ip dan Iptabel diketahui bahwa butir soal ini signifikan. Sementara
itu nilai reliabilitas soal uraian ini secara umum dipeoleh sebesar 0,630. Nilai
tersebut msuk dalam kriteria rendah. Maka dapat disimpulkan bahwa reliabilitas
soal uraian rendah sehingga soal harus dibuang atau diganti. Berdasarkan analisis
dengan anates diperoleh nilai reliabilitas soal uraian adalah 0,64 dengan korelasi
0,47. Untuk nilai daya pembeda soal no 1 diperoleh sebesar 55,04%. Sementara
untuk tingkat kesukarannya adalah sebesar 33,40%, maka soal ini termasuk soal
sukar. Nilai korelasi soal ini berdasarkan analisis dengan anates diperoleh 0,804
yang artinya sangat signifikan. Analisis berdasarkan spss ini merupakan analisis
secara umumnya saja tidak mendetail seperti excel dan anates. Berdasarkan spss,
realiabilitasnya secara umum adalah 0,630 yang berarti nilai reliabilitasnya rendah.
Standar deviasi secara umumnya adalah 8,851 dan mean keseluruhannya adalah
13,62. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,466. Nilai ini lebih dari 0,240, maka soal ini merupakan soal valid. Dan soal ini
tidak reliabel karena r11=0,501 ≤ 0,7. Berdasarkan analisis dengan Excel, Anates
dan SPSS dapat disimpulkan bahwa butir soal ini direvisi.
Soal Revisi:
Tentukan hasil dari ¿!
c. Butir Soal No 3
Pada butir ini memiliki tingkat kesukaran yang masuk dalam kategori sukar.
Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan untuk n = 19 yaitu 27% dari peserta tes,
nilai Ik = 22%. Untuk indeks pembeda soal ini, diperoleh indeks pembeda (Ip) =
7,904 sedangkan nilai Iptabel berdasarkan α=5% adalah 2,04. Setelah
membandingkan Ip dan Iptabel diketahui bahwa butir soal ini signifikan. Sementara
itu nilai reliabilitas soal uraian ini secara umum dipeoleh sebesar 0,630. Nilai
tersebut msuk dalam kriteria rendah. maka dapat disimpulkan bahwa reliabilitas
soal uraian rendah sehingga soal harus direvisi. Berdasarkan analisis dengan anates
diperoleh nilai reliabilitas soal uraian adalah 0,64 dengan korelasi 0,47. Untuk nilai
daya pembeda soal no 3 diperoleh sebesar 35,66%. Sementara untuk tingkat
kesukarannya adalah sebesar 21,88%, maka soal ini termasuk soal sukar. Nilai
korelasi soal ini berdasarkan analisis dengan anates diperoleh 0,741 yang artinya
sangat signifikan. Analisis berdasarkan spss ini merupakan analisis secara
umumnya saja tidak mendetail seperti excel dan anates. Berdasarkan spss,
realiabilitasnya secara umum adalah 0,630 yang berarti nilai reliabilitasnya rendah.
Standar deviasi secara umumnya adalah 8,851 dan mean keseluruhannya adalah
13,62. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,475. Nilai ini lebih dari 0,240, maka soal ini merupakan soal valid. Dan soal ini
tidak reliabel karena r11=0,501 ≤ 0,7. Berdasarkan analisis dengan Excel, Anates
dan SPSS dapat disimpulkan bahwa butir soal ini direvisi.
Soal Revisi
Persegi panjang memiliki lebar ( x−2 ) cm dan panjang dua dari lebarnya. Tentukan
luas persegi panjang jika keliling 12 cm!
3. Angket
1. Butir Soal No 1
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 1 soal afektif
adalah 0,503, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 63 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,443. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid.
2. Butir Soal No 2
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 2 soal afektif
adalah 0,594, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 63 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,546. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid
3. Butir Soal No 3
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 3 soal afektif
adalah 0,362, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 63 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,302. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid
4. Butir Soal No 4
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 4 soal afektif
adalah 0,526, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 63 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan memiliki
nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah 13,497. Pada
soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah 0,478.
Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal ini valid
5. Butir Soal No 5
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 5 soal afektif
adalah 0,452, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,413. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid
6. Butir Soal No 6
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 6 soal afektif
adalah 0,494, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,451. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid
7. Butir Soal No 7
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 7 soal afektif
adalah 0,591, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,561. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid
8. Butir Soal No 8
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 8 soal afektif
adalah 0,433, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,378. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid
9. Butir Soal No 9
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 9 soal afektif
adalah 0,468, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,413. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid
10. Butir Soal No 10
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 10 soal afektif
adalah 0,465, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,422. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid.
11. Butir Soal No 11
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 12 soal afektif
adalah 0,412, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,377. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid.
12. Butir Soal No 12
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 12 soal afektif
adalah 0,754, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,720. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid.
13. Butir Soal No 13
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 13 soal afektif
adalah 0,600, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,553. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid.
14. Butir Soal No 14
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 14 soal afektif
adalah 0,619, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,568. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid.
15. Butir Soal No 15
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 15 soal afektif
adalah 0,454, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,415. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid.
16. Butir Soal No 16
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 16 soal afektif
adalah 0,418, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,354. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid.
17. Butir Soal No 17
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 17 soal afektif
adalah 0,319, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,283. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid.
18. Butir Soal No 18
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 18 soal afektif
adalah 0,633, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,589. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid.
19. Butir Soal No 19
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 19 soal afektif
adalah 0,469, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,418. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid.
20. Butir Soal No 20
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 20 soal afektif
adalah 0,529, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,472. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid.
21. Butir Soal No 21
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 21 soal afektif
adalah 0,604, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,559. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid.
22. Butir Soal No 22
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 22 soal afektif
adalah 0,485, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,453. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid.
23. Butir Soal No 23
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 23 soal afektif
adalah 0,422, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,352. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid.
24. Butir Soal No 24
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 24 soal afektif
adalah 0,558, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,500. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid.
25. Butir Soal No 25
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 25 soal afektif
adalah 0,532, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,468. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid.
26. Butir Soal No 26
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 26 soal afektif
adalah 0,383, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,340. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid.
27. Butir Soal No 27
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 27 soal afektif
adalah 0,681, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,647. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid.
28. Butir Soal No 28
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 28 soal afektif
adalah 0,503 sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,448. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid.
29. Butir Soal No 29
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 29 soal afektif
adalah 0,649, sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254.
Dengan membandingkan nilai Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir
soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini mempunyai kesejajaran dengan skor
total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang hendak diukur sesuai dengan
butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang diperoleh adalah
berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon serta
flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan analisis SPSS, diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum
adalah 0,901. Dari nilai ini dapat disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki
reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara umum adalah 114,86 dan
memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum adalah
13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah
0,591. Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa soal
ini valid.
30. Butir Soal No 30
Berdasarkan analisis excel diperoleh nilai Rxy untuk butir no 30 soal afektif adalah 0,397,
sementara untuk nilai rtabel untuk α = 5 % dan N= 40 adalah 0,254. Dengan membandingkan nilai
Rxy dan nilai rtabel diperoleh kesimpulan bahwa butir soal ini valid, artinya skor pada butir soal ini
mempunyai kesejajaran dengan skor total, sehingga butir soal ini dapat mengukur apa yang
hendak diukur sesuai dengan butir soal ini. Nilai reliabilitas untuk keseluruhan soal afektif yang
diperoleh adalah berdasarkan 50 % soal awal dan 50 % soal akhir adalah 0,894 dan untuk rulon
serta flanagan adalah sama yaitu 0,893. Berdasarkan kedua nilai tersebut dapat disimpulkan
bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas yang sangat tinggi. Berdasarkan analisis SPSS,
diperoleh nilai reliabilitas soal afektif secara umum adalah 0,901. Dari nilai ini dapat
disimpulkan bahwa soal afektif ini memiliki reliabilitas sangat tinggi. Untuk nilai rata-rata secara
umum adalah 114,86 dan memiliki nilai variansi 182,157 serta nilai standar deviasi secara umum
adalah 13,497. Pada soal ini, nilai pada kolom “Corrected Item-Total Correlation” adalah 0,336.
Berdasarkan analisis dengan Excel dan spss dapat disimpulkan bahwa