Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN LENGKAP

PERCOBAAN II

ISOTERM ADSORBSI

Nama : RAI WINDARI

Stambuk : A 251 18 001

Kelas :C

Kelompok : II

Asisten : Yeskripen Julius

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS TADULAKO

2020
PERCOBAAN II

ISOTERM ADSORBPSI

I. TUJUAN PERCOBAAN

Menentukan isoterm adsopsi menurut freundlish bagi proses adsorpsi asam


asetat pada arang

II. DASAR TEORI

Adsorpsi adalah penyerapan suatu zat pada permukaan zat lain. Gaya tarik
menarik dari suatu padatan dibedakan menjadi dua jenis yaitu: gaya fisika dan
gaya kimia yang masing-masing menghasilkan adsorpsi fisika dan adsorpsi kimia.
Ada dua macam adsorpsi yaitu (Sukardjo,1990):   

Adsorben adalah zat yang mengadsorpsi zat lain, sedangkan adsorbat


adalah zat yang teradsorpsi zat lain, adsorben dapat dibagi dalam jenis polar dan
non polar. Penyerap polar lebih lanjut dapat dibagi dalam adsorben bersifat asam
dan adsorben bersifat basa, adsorben asam meliputi silika dan klorosil, sedangkan
adsorben basa adalah amina dan magnesia ( kecuali telah diperlakukan asam ).
Adsorben basa lebih menahan asam, misalnya turunan fenol, perol, trofenol dan
asam karboksilat (Daintith, 1994). Model adsorpsi isoterm pada umumnya adalah
kurva tak bernilai yang menggambarkan fenomena yang mengatur penyimpanan
suatu zat dari media berair berpori atau lingkungan perairan solid pada suhu
konstan dan pH 32,33 (Khopkar,2003).

Adsorpsi Fisika, yaitu adsorpsi yang disebabkan oleh gaya van der waals
yang ada pada permukaan adsorben. Panas adsorpsi fisika lebih rendah dan
lapisan yang terjadi pada permukaan adsorben lebih dari satu molekul.
(Sukardjo,1990):   

Adsorpsi Kimia, terjadi karena adanya reaksi antara zat yang diserap
dengan adsorben, panas adsorpsi tinggi, lapisan molekul pada permukaan
adsorbennya hanya satu lapis. (Basset,1994).
III. Alat dan Bahan
a) Alat
1. Labu erlenmeyer 6 buah
2. Pipet ukur 10 1 buah
3. Cawan porselin 1 buah
4. Pipet ukur 25 ml 1 buah
5. Buret 1 buah
6. Corong
7. Labu ukur 3 buah
8. Pipet tetes 2 buah
9. Gelas kimia 2 buah
10. Gelas ukur 2 buah
11. Kertas saring
12. Aluminium foil
13. Lumpang dan alu
14. Botol semprot
15. Stopwatch hp
16. Neraca digital 1 buah.
b) Bahan
1. Larutan asam asetat 0,500N
2. Larutan standar NaOH 0,1 N
3. Indikator Fenolftalein
4. Adsorben arang
5. Aquades
IV. PROSEDUR KERJA
1. Menghaluskan arang dengan menggunakan lumpang dan alu
2. Mengaktifkan arang dengan memanaskannya dalam cawan porselin
selama 10 menit menggunakan oven
3. Menimbang arang masing masing sebanyak 5 g menggunakan neraca
digital untuk 6 erlrnmeyer.
4. Memasukan arang yang telah aktif pada 6 buah erlrnmeyer bersumbat
5. Menyediakan larutan asam dengan konsentrasi  0,5 M; 0,25 M; 0,125
M; 0,0625 M; 0,0313 M. Dan 0,0156M. Masing masing sebanyak
50ml
6. Memasukan masing masing larutan dengan konsentrasi tersebut
ke dalam erlenmeyer yang telah berisi arang.
7. Menutup masing masing labu erlenmeyer dengan menggunakan
aluminium foil.
8. Dikocok masing masing erlenmeyer setiap satu menit dalam 30
menit .
9. Menyaring tiap larutan dengan menggunakan corong dan kertas
saring.
10. Menyiapkan 50ml larutan NaOH 0,1N dan dimasukan kedalam
biuret.
11. Menyiapkan larutan dalam erlenmeyer sebanyak 5ml pada konsentrasi
0,5M,DAN 0,25M Serta 25 ml pada konsentrasi 0,125M;0,0625M;
0,0313M;DAN 0,0156M.
12. Menetesi masing masing larutan yang sudah disiapkan dengan larutan
fenoftalein sebanyak 2 tetes.
13. Menitrasi masing masing larutan dalam erlenmeyer yang sudah
ditetesi fenoftalein dengan NaOH Yang berada didalam biuret.
14. Mencatat banyaknya NaOH yang digunakan Pada tabel hasil
pengamatan.
V. Tabel hasil pengamatan
 Standarisasi Larutan HCl dengan Karbon Aktif

Ditetesi
Konsentrasi Dititrasi drngan
NO Indikator V NaOH
HCl (N) NaOH
fenolftalein
1 0,5 Larutan Larutan 0,05ml
Bening Berwarna Merah
Muda
2 0,25 Larutan Larutan 0,15 ml
Bening Berwarna Merah
Muda
3 0,125 Larutan Larutan 3  ml
Bening Berwarna Merah
Muda
4 0,0625 Larutan Larutan 7,1 ml
Bening Berwarna Merah
Muda
5 0,0313 Larutan Larutan 2 ml
Bening Berwarna Merah
Muda
6 0,0156N Larutan Larutan 1,5 ml
Bening Berwarna Merah
Muda

VI. PEMBAHASAN
Adsorpsi adalah penyerapan suatu zat pada permukaan zat lain. Gaya tarik
menarik dari suatu padatan dibedakan menjadi dua jenis yaitu: gaya fisika dan
gaya kimia yang masing-masing menghasilkan adsorpsi fisika dan adsorpsi
kimia. Ada dua macam adsorpsi yaitu (Sukardjo,1990)
Tujuan dari percobaan ini adalah Menentukan isoterm adsopsi menurut
freundlish bagi proses adsorpsi asam asetat pada arang(tim penyusun kinetika
kimia,2020).
Prinsip dasar pada percobaan ini adalah menentukan adsorpsi isoterm
menurut Freundlich bagi proses adsorpsi asam klorida pada karbon aktif
melalui perubahan konsentrasi pada permukaan dua fasa. (tim penyusun
kinetika kimia,2020).
Prinsip kerja pada percobaan ini yaitu dengan menambahkan adsorben
kedalam larutan asam klorida dan dibiarkan beberapa saat sehingga terjadi
proses adsorpsi dan jumlah zat yang teradsorpsi ditentukan dengan metode
titrasi asam basa (Brady,1999).
Perlakuan-perlakuan pada percobaan ini adalah pertama yaitu menyiapkan
alat dan bahan yang akan digunakan,selanjutnya menghaluskan arang dengan
menggunakan lumpang dan alu, hal ini bertujuan untuk memperbesar luas
permukaan dari arang sehingga daya serapnya menjadi lebih tinggi,
selanjutnnya Mengaktifkan arang dengan memanaskannya dalam cawan
porselin selama 10 menit menggunakan oven, hal ini betujuan untuk
memperbesar pori pori yaitu dengan cara memecahkan ikatan hidrokarbon
atau mengoksidasi molekul-molekul permukaan sehingga arang mengalami
perubahan sifat, baik fisika maupun kimia, yaitu luas permukaannya
bertambah besar dan berpengaruh terhadap daya adsorpsi. (tim penyusun
kinetika kimia,2020).
Perlakuan selanjutnya Menimbang arang masing masing sebanyak 5 g
menggunakan neraca digital untuk 6 erlrnmeyer. Arang berfungsi sebagai
adsorben pada percobaan ini,berikutnya Memasukan arang yang telah aktif
pada 6 buah erlenmeyer bersumbat(tim penyusun kinetika kimia,2020).
Selanjutnya adalah Membuat larutan baku dengan 6 konsentrasi yaitu
0,500 N,0,250 N, 0,125 N, 0,0625 N, 0,0313 N, dan 0,0156 sebanyak masing-
masing 50 ml dengan menggunakan rumus pengenceran. Larutan yang telah
dibuat adalah sebagai adsorbat atau daerah tempat terjadinya penyerapan.
Kemudian Memasukkan larutan tersebut kedalam masing-masing erlenmeyer
yang telah berisi arang aktif. Kemudian menutup labu erlenmeyer dengan
menggunakan alumunium foil. Fungsinya adalah agar larutan yang berada di
dalam erlenmeyer tidak menguap. Lalu Mengocok larutan selama 30 menit
dengan cara dikocok 1 menit dan didiamkan selama 5 detik. Fungsinya adalah
agar larutan dapat melarut dengan sempurna, dibuat kondisi adsorben jenuh
sehingga tidak menyerap adsorbat lagi karena karbon aktif juga mempunyai
kapasitas daya serap tertentu. Kemudian menyaring larutan menggunakan
kertas saring. Hal ini bertujuan memisahkan adsorben dan adsorbatnya.hingga
terdapat residu dan filtrat. (tim penyusun kinetika kimia,2020).
Setelah itu Menyiapkan 50 ml larutan NaOH dan memasukkannya
kedalam buret. Fungsi larutan NaOH adalah sebagai titran. Kemudian
Mengambil filtrat masing-masing konsentrasi berbeda dimana konsentrasi
0,500 N dan 0,250 n sebanyak 5 ml, 0,125 N sebanyak 12,5 ml menggunakan
pipet ukur dan 0,0625, 0,0313 dan 0,0156 sebanyak 25 ml menggunakan pipet
gondok lalu masukkan kedalam erlenmeyer. Fungsi larutan ini adalah sebagai
titrat. Lalu Menambahkan 2 tetes larutan indikator fenolftalein. Penggunaan
indikator fenolftalein bertujuan untuk mengetahui titik akhir titrasi larutan
yang ditunjukkan dengan adanya perubahan warna larutan menjadi merah
muda. Kemudian menitarsi larutan tersebut. Titrasi dilakukan untuk
mengetahui konsentrasi larutan asam yang telah teradsorpsi. Hasil yang
diperoleh pada percobaan kali ini adalah erlenmeyer (tim penyusun kinetika
kimia,2020).

Berdasarkan literatur hasil yang kami peroleh telah sesuai dengan


literatur dimana hasil yang kami peroleh yaitu 1,65 gram dan % Rendemennya
adalah 50,64 % (tim penyusun kinetika kimia,2020).

VII. Kesimpulan
Dari percobaan adsorpsi isoterm dapat di simpulkan bahwa  percobaan ini
termasuk  adsorpsi fisik, karena adanya gaya van der waals antara adsorben
dengan adsorbat yang digunakan sehingga proses adsorpsi hanya terjadi di
permukaan larutan. Serta diketahui bahwa semakin besar nilai konsentrasi maka
semakin besar jumlah zat larutan HCl yang terserap dan sebaliknya. Dari hasil
percobaan dapat kita lihat pengaruh konsentrasi asam klorida, dimana semakin
besar konsentrasi klorida, maka semakin banyak pula diperlukan titran untuk
mentitrasi volume asam klorida yang telah diadsorpsi. Semakin besar konsentrasi
maka semakin besar juga kapasitas adsorpsi yang dibutuhkan untuk menyerap zat.

DAFTAR PUSTAKA
Basset, J. dkk. (1994). Buku Ajar Vogel Kimia Analisis Kuantitatif
Anorganik. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Brady, J.E. (1999). Kimia Universitas Asas dan Struktur . Edisi 5. Jilid 1.
Penerjemah : Sukmariah Maun. Erlangga. Jakarta

Khopkar, S.M.( 2003). Konsep Dasar Kimia Analitik . UI-Press. Jakarta


Kusuma, S, (1983). Bahan-Bahan Kimia. Edisi 7. Erlangga. Jakarta .
Sukardjo. 1990. Kimia Anorganik. Rineka Cipta. Jakarta.
Tim penyusun kinetika kimia.(2020). penuntun praktikum kinetika
kimia.universitas tadulako.palu