Anda di halaman 1dari 8

Bahasa Indonesia Sebagai Identitas bangsa dan Pemersatu Bangsa

Resensi Buku Khazanah Bahasa : MEMAKNAI BAHASA INDONESIA DENGAN BAIK DAN BENAR
Karya : Ahmad Bahtiar, M.Hum, dkk
Tugas Ujian Akhir Semester (UAS) bahasa Indonesia
Dosen Pengampu : Dewi Yanti M.Pd

DISUSUN OLEH

Muhammad Rizqi Amirul Haqq 11190440000064

PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA (B)


FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2019
Judul Buku : Khazanah Bahasa Memaknai
Bahasa Indonesia Dengan Baik dan Benar
Penulis : Ahmad Bahtiar, M.Hum
Dr. Nuryani.
Syihaabul Huda, M.Pd
Penerbit : IN MEDIA
Tahun Terbit : 2019
Deskripsi Fisik : 1jil,.17 x 24 cm, 164 hal
ISBN : 978 – 602 – 6469 – 83 – 0
Harga Buku : Rp. 65.000,00

Pertemuan I : Berbicara dalam Presentasi Ilmiah (12 September 2019)


Berbicara Merupakan suatu kegiatan yang sering dilakukan di berbagai kalangan salah
satunya adalah dikalangan akademisi sebagai bentuk komunikasi, kemampuan berbicara
Presentasi Ilmiah merupakan suatu kegiatan berbicara di depan umum untuk
menyampaikan gagasan hasil temuan penelitian, pemikiran kritis, atau informasi dalam dunia
akademik. Agar mampu berbicara dalam presentasi dengan baik, maka diperlukan memahami
beberapa hal seperti : tata cara dalam presentasi ilmiah, tahapan penyampaian, sistematika,
dan teknik presentasi ilmiah.
Pada bab Ini dijelaskan dengan bahasa yang sederhana sehingga pembaca dengan
mudah memahaminya. Pada bab ini, berisikan pula tata cara presentasi yang baik dan benar
agar pembaca dapat mengaplikasikannya dalam keseharian nya. Akan tetapi, pada bab ini ada
sedikit kekurangan yakni tidak ada ilustrasi dalam bentuk gambar sehingga ketika akan
membaca akan sedikit bosan karena semua berisikan tulisan. Kemudian, pada bab ini juga tidak
dijelaskan tentang pidato, diskusi, ceramah, dan debat.
Saran saya pada bab ini alangkah lebih baik nya jika di tambahkan ilustrasi berupa
gambar sehingga pembaca tidak bosan ketika membaca buku tersebut dan bisa ditambahkan
dengan materi materi yang kurang.
Pertemuan II : Produksi Tulisan Pendek Produksi tulisan pendek merupakan suatu
bentuk kegiatan menulis untuk menghasilkan suatu karya tulis yang singkat, padat dan jelas.
Beberapa contoh hasil produksi tulisan pendek ada esai, artikel, makalah, dan lain sebagainya.
Pada bab Produksi tulisan pendek ini dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami
dan materi pada bab ini sudah sangat lengkap. Namun, pada bab ini ada kekurangan yaitu tidak
adanya ilustrasi berupa gambar dan membuat pembaca akan sedikit bosan ketika membaca
dan masih ada penggunaan kalimat yang disingkat yang membuat pembaca kurang bisa
memahaminya.
Saran saya untuk bab II ini yaitu perlunya di tambahkan gambar agar lebih jelas lagi dan
untuk kalimat yang disingkat bisa di jelaskan agar mempermudah pembaca dalam memahami.

Pertemuan III : Notasi Ilmiah


Dalam penulisan karya ilmiah diperlukan penunjang penunjang sebagai bahan bukti
berbagai pendapat dan ulasan dari penulis. Untuk menambah keilmiahan tulisan, maka
perlunya berbagai notasi ilmiah yang bisa berupa kutipan dan penulisan referensi baik dalam
catatan kaki maupun daftar pustaka.
Bab III ini berisikan tentang pengertian, Prinsip, Jenis, dan cara mengutip suatu kutipan
maupun catatan kaki, selain itu, juga terdapat materi tentang aplikasi mendeley yang biasa
digunakan untuk melakukan pengutipan secara otomatis.
Pada bab Notasi ilmiah ini sudah sangat bagus dan berkualitas karena semua materi
dijelaskan dengan lengkap, hanya saja perlu ditambahkan ilustrasi gambar agar pembaca tidak
bosan dengan tulisan.

Pertemuan IV : Etika Ilmiah/Plagiasi

Pertemuan V : PUEBI
Beberapa pakar memberikan pengertian tentang ejaan yang penulis kutip untuk lebih
memperjelas pengertian tentang ejaan, beberapa diantaranya yaitu Harimurti Kridalaksana, E.
Zainal Arifin, S. Amran dll.

Berdasarkan berbagai pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ejaan adalah
seperangkat aturan atau kaidah penulisan bunyi kedalam bentuk tulisan yang menyangkut
penanda ujaran beserta kaidah yang lain. Ejaan yang berlaku untuk saat ini adalah PUEBI
(Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia).
Pada Bab Ini, berisikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami dan materi yang
ada juga sudah sangat lengkap mulai dari sejarah, Pengertian, Ruang Lingkup, Pemakaian huruf
dan kata. Namun, sama dengan bab sebelumnya bahwa pada bab ini juga masih ada
kekurangan yakni tidak adanya ilustrasi berupa gambar, karena pada bab ini berisikan tulisan
semua.
Saran saya agar bisa ditambahkan ilustrasi gambar serta diberikan beberapa contoh
lebih dalam penggunaan pemakaian huruf dan kata.

Pertemuan VI : PUEBI (tanda baca dan unsur kata serapan)


Beberapa pakar memberikan pengertian tentang ejaan yang penulis kutip untuk lebih
memperjelas pengertian tentang ejaan, beberapa diantaranya yaitu Harimurti Kridalaksana, E.
Zainal Arifin, S. Amran dll.
Berdasarkan berbagai pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ejaan adalah
seperangkat aturan atau kaidah penulisan bunyi kedalam bentuk tulisan yang menyangkut
penanda ujaran beserta kaidah yang lain. Ejaan yang berlaku untuk saat ini adalah PUEBI
(Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia).
Pada bab PUEBI bagian tanda baca dan unsur kata serapan ini menggunakan bahasa
yang sederhana yang memudahkan pembaca untuk memahami materi ini dan di bab ini sudah
mencakup keseluruhan yang akan dipelajari.

Pertemuan VII : Perkembangan Bahasa Indonesia


Bahasa Indonesia Secara resmi diakui keberadaannya pada saat sumpah pemuda 1928.
Pada waktu itu bahasa Indonesia dalam masyarakat masih disebut sebagai “bahasa Melayu”.
Bahkan Pemerintah Hindia Belanda melarang pemakaian nama “bahasa Indonesia” sampai
mereka takluk pada balatentara jepang.
Sebagai Lambang kebanggaan Nasional, bahasa Indonesia mencerminkan nilai nilai
sosial budaya luhur bangsa Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang dicerminkan bangsa
Indonesia, kita harus bangga dengannya; kita harus menjunjungnya; dan kita harus
mempertahankannya.
Pada Bab Perkembangan Bahasa Indonesia Ini Menggunakan bahasa yang mudah
dipahami oleh pembaca, Namun Samahalnya dengan bab sebelumnya, tidak ada nya ilustrasi
gambar pada bab ini akan sedikit membuat para pembaca akan merasa bosan karena hanya
berupa tulisan.
Saran Saya alangkah lebih baik nya jika ditambahkan ilustrasi gambar agar pembaca
tidak bosan dan Materi nya lebih di ringkas lagi.

Pertemuan VIII : Reproduksi Artikel Jurnal I


Artikel yaitu karangan faktual dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan
melalui Koran, Majalah, bulletin, dsb. Bertujuan untuk menyampaikan gagasan/fakta yang
dapat meyakinkan,mendidik, dan menghibur. Ada beberapa jenis artikel yaitu Narasi, Deskripsi,
Argumentasi, dan persuasi. Sedangkan, bagian bagian artikel antara lain Pembuka, Leher,
Isi/Tubuh, Alinea Tubuh.
Saran Saya untuk Bab ini yaitu Alangkah lebih baik nya jika ditambahkan materi ini Agar
lebih lengkap lagi.

Pertemuan IX : Reproduksi Jurnal II


Judul penelitian memang sangatlah penting karena dengan judul tersebut dapat dilihat
apa maksud dan tujuan dari sebuah penelitian yang dilakukan. Ada beberapa hal yang wajib
dilakukan dalam merumuskan judul penelitian diantaranya judul dibuat singkat, judul harus
berisi variabel – variabel yang akan di teliti, dsb
Pendahuluan adalah bagian artikel,serta judul dan abstrak. Meski kedua bagian
sebelumnya bisa ditulis setelah artikel selesai, seharusnya tidak demikian dengan pendahuluan.
Tujuan menulis pendahuluan adalah mengantarkan pembaca kepada isi artikel. Sebagaimanaa
abstrak, pendahuluan seharusnya juga berfungsi sebagai “hook” yang menarik pembaca untuk
meneruskan membaca artikel.
Saran saya pada reproduksi jurnal yang ke II ini yaitu lebih baik ditambahkan dalam buku
agar pembaca lebih mudah mencari nya dan agar buku tersebut menjadi lebih lengkap.

Pertemuan X : Reproduksi Jurnal III


Metodologi penelitian merupakan sebuah cara untuk mengetahui hasil dari sebuah
permasalahan yang spesifik, dimana permasalahan tersebut disebut juga dengan permasalahan
penelitian. Jika kita berpikir tentang kata “Metodologi”, itu adalah cara mencari atau
memecahkan masalah penelitian. Sedangkan penelitian merupakan suatu cara untuk
mendapatkan kebenaran data atas gejala alam, masyarakat, atau kemanusiaan.
Pendekatan penelitian dibagi menjadi 2 yaitu Pendekatan Kualitatif dan kuantitatif.
Pendekatan penelitian kualitatif menekankan pada penjelasan deskriptif terhadap permasalah
yang sedang diteliti. Sedangkan Pendekatan Kuantitatif lebih menekankan pada penilaian
angka-angka terhadap permasalahan yang sedang diteliti.
Saran untuk bab ini adalah agar bisa ditambahkan materi materi yang belum ada agar
lebih mudah mencari dan bisa lebih lengkap lagi.

Biografi Penulis
Nama Saya Rizqi, Saya lahir pada tahun 2000. Tanah Kelahiran saya di kota delta Sidoarjo. Kota
yang terkenal akan penghasil udang dan bandeng yang memiliki kearifan lokal dan budaya yang
unik. Saya adalah anak bungsu dari 10 bersaudara, saya terlahir dan tumbuh atas didikan dan
kasih sayang kedua orang tua yang sangat saya
sayangi dan hormati, Beliau adalah Ayahanda Hayyan
dan Ibunda Rohati.
Pada tahun 2005 saya memulai pendidikan saya di
Taman Kanak Kanak Nurur Rohmah Sidoarjo. Saya
menempuh pendidikan TK Selama 1 tahun. Kemudian
saya melanjutkan di MI Nurur Rohmah, Jarak Rumah
dengan sekolah kurang dari 500 meter. Pada waktu
duduk di bangku sekolah dasar, saya beberapa kali
mendapat peringkat 1 di kelas, Kemudian saya lulus
SD dengan nilai yang memuaskan pada tahun 2012.
Setelah itu saya melanjutkan ke jenjang berikutnya di
SMP PLUS Sabilur Rosyad Sidoarjo, Sekolah Swasta dengan basis pesantren dan keislaman.
Disini saya mulai mengembangkan kemampuan organisasi saya dengan mengikuti Organisasi
Siswa Intra Sekolah dan pada saat itu juga saya diberi amanah untuk menjabat sebagai
Bendahara OSIS. Selain itu, ketika duduk di bangku SMP saya bisa mempertahankan prestasi
saya yaitu peringkat 1 selama tiga tahun berturut turut dan menjadi lulusan Terbaik pada saat
Kelulusan.
Berkat Prestasi saya itu, akhirnya saya bisa melanjutkan pendidikan saya di Man Sidoarjo
melalui Jalur prestasi atau bisa dibilang jalur tanpa ujian, pada waktu saya menempuh
pendidikan di man sidoarjo. Saya banyak sekali mendapatkan pengalaman berharga dan
berkesan, Salah satunya yaitu saya mewakili sekolah saya untuk mengikuti Pemilihan duta
wisata Guk Yuk Kabupaten Sidoarjo 2017. Masa Masa putih abu abu ini adalah masa dimana
saya banyak sekali mendapatkan pembelajaran untuk tumbuh menjadi pribadi yang dewasa,
Cerita, dan Teman berharga.
Dan pada bulan Juni 2019 yang lalu, saya lulus dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Namun, untuk kali ini saya harus berpisah jauh dengan orang tua dan keluarga. Karena
Alhamdulillah saya diterima di Salah satu perguruan tinggi terbaik yaitu UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta jurusan Hukum Keluarga.

Anda mungkin juga menyukai