Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN

“Analisis Dasar Pengendalian Mutu Dalam Kewirausahaan”

Di susun oleh:
Riska Ayu Ekawati
PO.71.24.4.17.045

Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura

Tahun2019/2020
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami
tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, sehingga
penulis mampu untuk menyelesaikan pembuatan makalah dari Mata Kuliah Kewirausahaan
dengan judul "Analisis Dasar Pengendalian Mutu Dalam Kewirausahaan".
Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak
terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik
serta saran dari pembaca untuk makalah ini, Kemudian apabila terdapat banyak kesalahan
pada makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada dosen
Kewirausahaan kami yang telah membimbing dalam menulis makalah ini.
Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Jayapura, 12 April 2020

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pengendalian mutu (Quality Control), atau QC untuk akronimnya, adalah suatu
proses yang pada intinya adalah menjadikan entitas sebagai peninjau kualitas dari semua
faktor yang terlibat dalam kegiatan produksi. Terdapat tiga aspek yang ditekankan pada
pendekatan ini, yaitu:
1) Unsur-unsur seperti kontrol, manajemen pekerjaan, proses-proses yang terdefinisi dan
telah terkelola dengan baik, kriteria integritas dan kinerja, dan identifikasi catatan.
2) Kompetensi, seperti pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan kualifikasi.
3) Elemen lunak, seperti kepegawaian, integritas, kepercayaan, budaya organisasi,
motivasi, semangat tim, dan hubungan yang berkualitas.
Lingkup kontrol termasuk pada inspeksi produk, di mana setiap produk diperiksa
secara visual, dan biasanya pemeriksaan tersebut menggunakan mikroskop stereo untuk
mendapatkan detail halus sebelum produk tersebut dijual ke pasar eksternal. Seseorang
yang bertugas untuk mengawasi (inspektur) akan diberikan daftar dan deskripsi
kecacatan-kecacatan dari produk cacat yang tidak dapat diterima (tidak dapat dirilis),
contohnya seperti keretak atau kecacatan permukaan. Kualitas dari output akan beresiko
mengalami kecacatan jika salah satu dari tiga aspek tersebut tidak tercukupi.
Penekanan QC terletak pada pengujian produk untuk mendapatkan produk yang
cacat. Dalam pemilihan produk yang akan diuji, biasanya dilakukan pemilihan produk
secara acak (menggunakan teknik sampling). Setelah menguji produk yang cacat, hal
tersebut akan dilaporkan kepada manajemen pembuat keputusan apakah produk dapat
dirilis atau ditolak. Hal ini dilakukan guna menjamin kualitas dan merupakan upaya untuk
meningkatkan dan menstabilkan proses produksi (dan proses-proses lainnya yang terkait)
untuk menghindari, atau setidaknya meminimalkan, isu-isu yang mengarah kepada
kecacatan-kecacatan di tempat pertama, yaitu pabrik. Untuk pekerjaan borongan,
terutama pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh instansi pemerintah, isu-isu
pengendalian mutu adalah salah satu alasan utama yang menyebabkan tidak
diperbaharuinya kontrak kerja.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian dari quality control?
2. Apa fungsi dari quality control?
3. Apa saja langkah-langkah dalam quality control?
4. Bagaimana prinsip dasar quality control?

C. TUJUAN PENULISAN
Tujuan dari penulisan makalah ini untuk memenuhi tugas dari mata kuliah
kewirausahaan, namun selain itu tujuan dari penulisan ini agar kita dapat mengetahui
pengertian, fungsi, dan langkah-langkah dari quality control, serta kita juga dapat
mengetahui prinsip dasar dari quality control.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Quality Control


Quality Control atau biasa juga disingkat dengan QC yang artinya yaitu
pengendali mutu. QC sangatlah dapat diperlukan dalam berbagai sektor industri, mulai
dari suatu manufaktur hingga sebuah produksi tangan. Tugas umum dari QC yaitu untuk
dapat memeriksa secara visual untuk bisa menguji produk. Pemeriksaan suatu produk
dapat berlangsung sebelum, selama dan setelah proses dalam produksi. Pengujian ini
dapat dilakukan secara manual, atau juga ada yang menggunakan sebuah bantuan
teknologi. Tergantung dari sektor industri di mana QC tersebut bekerja, pada dasarnya
QC dapat melakukan pengecekan untuk menjamin mutu produk.
Quality Control yakni suatu proses yang pada intinya yang dapat menjadikan
entitas sebagai peninjau kualitas dari semua faktor yang terlibat dalam suatu kegiatan
produksi. Pengendalian mutu atau juga pengendalian kualitas yang dapat melibatkan
pengembangan sistem untuk bisa memastikan bahwa produk dan jasa dirancang dan
diproduksi untuk dapat memenuhi atau melampaui persyaratan dari para pelanggan
maupun produsen sendiri. Terdapat 3 aspek yang ditekankan pada quality control ini,
yaitu sebagai berikut :
a) Unsur-unsur seperti kontrol, manajemen suatu pekerjaan, proses-proses yang
terdefinisi dan telah terkelola dengan baik, kriteria integritas dan kinerja, dan
suatu identifikasi catatan.
b) Kompetensi, seperti pada ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan
kualifikasi.
c) Elemen lunak, seperti pada kepegawaian, integritas, kepercayaan, budaya
organisasi, motivasi, semangat tim, dan juga suatu hubungan yang berkualitas.

1. Pengertian Quality Control Menurut Para Ahli


 Ishita Nobuyuki
Quality Control yakni segala kegiatan untuk memelihara dan
memperbaiki produk dan service yang ditawarkan kepada suatu perusahaan,
Quality Control bukan hanya menjadi sebuah tanggung jawab bagian Quality
Control saja, tetapi juga seluruh karyawan atau pihak menjadi satu kesatuan
untuk dapat memecahkan masalah.
 Dr. K. Ishikawa
Quality Control ialah suatu kegiatan untuk meneliti, mengembangkan,
merancang dan juga memenuhi kepuasan konsumen, memberi pelayanan yang
baik dimana pelaksanaanya yang melibatkan seluruh kegiatan dalam
perusahaan mulai pimpinan teratas sampai karyawan dalam pelaksanaannya.
 Feightboum
Quality Control merupakan suatu sistem yang sangat efektif untuk
dapat mengintegrasikan berbagai kegiatan-kegiatan dalam pemeliharaan dan
pengembangan mutu dalam suatu organisasi sehingga dapat diperoleh suatu
produksi dan service dalam tingkat yang paling ekonomis dan juga
memuaskan konsumen.

2. Tanggung Jawab Quality Control (QC)


 Mendokumentasi inspeksi dan juga tes pada suatu produk perusahaan
 Menganalisis, memantau, kemudian menguji serta juga meneliti seluruh
produk
 Merekomendasikan terhadap suatu perusahaan agar melakukan pengolahan
ulang pada setiap produk yang akan memiliki kualitas rendah.
 Memonitoring suatu proses dalam pembuatan produk
 Melakukan sebuah verifikasi terhadap kualitas produk.
 Memantau sebuah perkembangan seluruh produk yang diproduksi.
 Memastikan setiap barang yang telah diproduksi telah memiliki kualitas yang
telah memenuhi stsobatr yang ditetapkan suatu perusahaan.
 Melakukan berbagai analisis serta mendokumentasikan sebuah produk yang
dapat digunakan kembali sebagai referensi mendatang.

3. Tujuan Quality Control


 Memberikan sebuah kualitas atau quality produk dan aktifitas kerja.
 Mengontrol biaya atau juga cost.
 Ketepatan dalam penyampaian atau delivery.
 Menjamin suatu keselamatan atau Safety
 Evironment atau juga ramah lingkungan.
 Memenuhi suatu keinginan customer terhadap suatu produk dan service.
 Menghasilkan sebuah kualitas produk yang sangat baik dan ramah
lingkungan.

4. Tugas Quality Control (QC)


Tugas quality control secara spesifik ini sangat bervariasi, tergantung pada
suatu industri di mana mereka bekerja. Quality control ini memiliki kewenangan
untuk dapat menerima atau menolak produk yang yang akan dipasarkan. Tidak peduli
pada suatu sektor industri dimana mereka bekerja tujuan utama mereka yakni pada
suatu pengendalian kualitas, menguji sebuah produk sesuai standar spesifikasi pabrik
atau pada suatu perusahaan.
Ketika mereka menemukan cacat pada suatu hasil produksi mereka
berwenang dan dapat mengirimkan sebuah produk yang cacat kembali untuk dapat
perbaikan. Inti dari tugas mereka yaitu untuk dapat menguji, memeriksa, meneliti,
dan menganalisi suatu kualitas produk sehingga produk yang dapat dihasilkan sesuai
dengan standar perusahaan dan kelayakan untuk diedarkan di pasaran.

B. Fungsi Quality Control


1. Melakukan sebuah pemantauan pada suatu proses produksi dari awal proses sampai
menjadi barang jadi.
2. Memberitahukan kepada para Supervisor Quality Control apabila ada ketidak
sesuaian proses.
3. Meluluskan suatu produk jadi atau finish goods.
4. Melakukan pada suatu pengambilan sample per tinggal (retain).
5. Membuat sebuah laporan pengamatan proses harian.
6. Melaksanakan berbagai tugas-tugas lainya yang di berikan oleh supervisor Quality
Control.
7. Untuk dapat memastikan produk dan jasa yang sudah di rancang dan di produksi
sehingga telah memenuhi persyaratan dari pelanggan atau para produsen itu sendiri.

C. Langkah – Langkah dalam Quality Control


1. Langkah yang harus dapat dilakukan pertama kali dalam meneliti Quality Control
yaitu harus benar-benar mengerti serta dapat memahami keadaan baik kelemahan
ataupun kelebihan yang ada dalam diri sendiri.
2. Selanjutnya yaitu mampu mengurangi berbagai kesalahan pada diri sendiri.
3. Setelah menemukan penyebab dari masalahnya, ambil dari penyebab nomor 1 dan 2,
buang penyebab nomor 3, 4 dan seterusnya.
4. Jangan hanya melihat hasilnya saja tetapi check terlebih dahulu satu persatu
prosesnya.
5. Check dan yakinkan sebuah fakta yang ada di lapangan, dengan produk dand data.
6. Lakukan sebuah pengamatan pada nilai rata-rata dari hasil data, karena bisa saja
terjadi ketidakseimbangan pada suatu nilai rata-rata.
7. Jangan hanya melakukan sebuah penyelidikan, tetapi juga hasil dari penyelidikan
tersebut di check satu persatu prosesnya.
8. Cara bekerja serta urutan dalam bekerja jangan hanya di sampaikan secara lisan
tetapi sampaiakanlah dalam suatu bentuk tulisan.
9. Kalau melihat sesuatu yang abnormal, segera lakukan sebuah action, stop, mesin,
hubungi maintenance, dan segera cari penyebanya serta juga lakukan tindakan
perbaikan.
10. Jangan sampai sebuah kesalahan yang sama terulang kembali.

D. Prinsip Dasar Quality Control


1. Kualitas yaitu untuk dapat memenuhi keinginan sesuai yang di harapkan oleh
pelanggan, yaitu dengan memberikan barang serta service yang akan memuaskan.
2. Quality Control ialah Top Managemen sampai dengan seluruh karyawan yang benar-
benar merasakan dan menyadari bahwa Quality ini merupakan jiwa dari suatu
perusahaan.
3. LangkahLangkahLangkahLangkah awal yang harus dapat dilakukan dalam meneliti
Quality Control yaitu dengan menggunakan Plan-Do-Action atau juga disebut
sebagai Deming Circle

Keahlian Yang Dibutuhkan Quality Control


QC keahliannya juga harus didasarkan pada inspeksi visual dari suatu kualitas
produk. Dia juga harus memiliki pendekatan profesional mengenai sebuah metode
jaminan kualitas dan mampu menggunakan alat-alat canggih untuk suatu tujuan ini. QC
juga harus memiliki sebuah keterampilan dokumentasi profesional untuk suatu proses
jaminan kualitas.
Kualitas yang dapat diinginkan dalam setiap produk saat ini. Oleh karena itu, QC
dapat dibutuhkan dalam setiap bidang seperti konstruksi, pertanian, barang-barang
konsumen, peralatan medis, dan baik teknis, transportasi serta berbagai layanan lainnya.
QC juga harus bekerja dalam koordinasi dengan departemen lain seperti suatu produksi,
manufaktur, pengepakan dan sebuah pemasok

Syarat Menjadi Quality Control (QC)


1. Pendidikan serta pengalaman Quality Control (QC) yaitu ijazah sekolah tinggi atau
juga Diploma ataupun Sarjana bidang yang sesuai dengan pekerjaan di atas.
2. Harus memiliki suatu keterampilan komunikasi yang baik lisan dan tertulis.
3. Harus baik dalam sebuah perhitungan aritmatika dan memiliki suatu bakat mekanik
bila diperlukan.
4. Pengalaman lebih dari 2 tahun biasanya diperlukan untuk dapat menjadi Quality
Control (QC) di lapangan diperlukan.
5. Kemampuan untuk bisa menggunakan komputer dan utilitas juga wajib dimiliki
Quality Control (QC).
6. Dengan sebuah program pelatihan dan sertifikasi yang ditawarkan oleh organisasi-
organisai internasional dapat membantu untuk mendapatkan sebuah pekerjaan
sebagai Quality Control (QC).
7. Untuk dapat memiliki pengetahuan kerja departemen lain dari suatu perusahaan dan
aturan dan peraturan yang dapat membantu untuk dapat mempertahankan stsobatr
kualitas dengan cara yang lebih efektif.

Perbedaan Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA)


1) Quality Assurance (QA) fokus pada suatu pencegahan cacat sedangkan Quality
Control (QC) fokus pada identifikasi atau menemukan cacat.
2) Di Quality Assurance (QA), kita mencari cara yang paling efektif untuk dapat
menghindari cacat sedangkan di Quality Control (QC) kita berusaha untuk dapat
mendeteksi kecacatan dan kemudian mencari cara perbaikan untuk membuat kualitas
suatu produk menjadi lebih baik.
3) Quality Assurance (QA) yaitu sebuah proses pro-aktif sedangkan Quality Control
(QC) yaitu suatu proses reaktif.
4) Quality Assurance (QA) merupakan sebuah pendekatan yang berdasarkan proses
(process base approach) sedangkan Quality Control (QC) merupakan suatu
pendekatan yang berdasarkan produk (product base approach).
5) Quality Assurance (QA) melibatkan pada proses dalam menangani suatu masalah
kualitas sedangkan Quality Control (QC) melakukan suatu verifikasi terhadap
kualitas produk itu sendiri (pada produknya).
6) Kualitas Audit (Quality Audit) merupakan salah satu contoh dari suatu proses pada
Quality Assurance (QA) sedangkan Inspeksi dan Pengujian (testing) terhadap sebuah
produk merupakan contoh proses pada Quality Control (QC).
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Mutu merupakan kondisi yang selalu berubah (misalnya apa yang dianggap
merupakan kualitas saat mi mungkin dianggap kurang berkualitas pada masa mendatang).
Pengendalian mutu merupakan suatu kegiatan yang sangat erat hubungannya
dengan proses produksi, dimana pada pengendalian kualitas ini dilakukan pemeriksaan
atau pengujian atas karakteristik kualitas yang dimiliki produk guna penilaian atas
kemampuan proses produksinya yang dikaitkan dengan standar spesifikasi produk.
Kemudian dengan analisis akan didapatkan sebab-sebab terjadinya penyimpangan,
sebagai dasar untuk mengambil tindakan perbaikan dan pencegahan.

B. SARAN
Pembaca di harapkan mampu mengendalikan manajemen mutu secara baik dan
tepat. Karena pengendalian yang baik akan menghasilkan mutu yang baik. Tidak hanya
mutu, namun dapat menghasilkan sistem manajemen yang baik dan kuat, karyawan yang
mampu bersaing dengan yang lain dengan keahlian yang tertanam baik dan hasilnya tidak
di ragukan lagi oleh pelanggan.
DAFTAR PUSTAKA

https://sarjanaekonomi.co.id/quality-control-pengertian-tugas-prinsip-fungsi-tujuan-
terlengkap/

http://tiyumimenyapa.blogspot.com/2013/11/makalah-manajemen-pengendalian-mutu.html?
m=1