Anda di halaman 1dari 6

GUA CLBK

Tanggal : 2017-08-02
Kategori : Pendidikan
Ringkasan
Gerakan literasi sekolah merupakan salah satu upaya pemerintah dalam dunia pendidikan untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Gerakan Literasi Sekolah meliputi
kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai
aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan atau berbicara. Berbagai jenis
kegiatan yang menunjang gerakan literasi sudah dilakukan sekolah. Namun pada kenyataannya
Gerakan Literasi di sekolah masih jauh dari yang diharapkan. Gerakan Literasi di sekolah
khususnya siswa masih sangat rendah. Hal ini pun terjadi di SMP Negeri 2 Baturraden. Ada
beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya budaya literasi tersebut, salah satu di antaranya
adalah perkembangan teknologi yang makin canggih ternyata turut andil penyebab rendahnya
budaya literasi di Indonesia. Orang-orang terutama siswa lebih suka bermain gawai daripada
membaca. Membaca buku jadi terasa membosankan. 

Berlatar belakang siswa lebih akrab dengan gawai daripada buku, maka  SMP Negeri 2
Baturraden berupaya meningkatkan budaya literasi dengan pemanfaatan gawai. Perpaduan
teknologi,alam sekitar, dan barang bekas menghasilkan gerakan literasi SMP Negeri 2 Baturraden “GUA
CLBK”

GUA CLBK berasal dari kata Gerakan Untuk Anak Ceria Literasi Barcode Kita. Suatu program untuk
meningkatkan budaya literasi siswa yang dilakukan dengan memanfaatkan gaway/android untuk membaca dan
mencari informasi. Program ini dikembangkan dari literasi digital yang memanfaatka teknologi informasi
sebagai sarana untuk mengakses informasi.

Pelaksanaan program GUA CLBK ini diawali dari pendataan/inventarisasi terhadap potensi sumber-sumber
bacaan baik berupa buku-buku fiksi dan non fiksi serta jenis potensi alam sekitar meliputi jenis tumbuhan,  
benda-benda diskitar untuk dibuat diskripsinya yang nantinya akan dijadikan sebagai sumber informasi.
Diskripsi yang sudah dibuat selanjutnya di upload pada laman website. Diskripsi yang dimuat pada laman
website tersebut dapat berupa sinopsis buku yang di scan dalam format jpg atau tulisan yang memuat
informasi tentang benda dalam bentuk script.

Tahap selanjutnya adalah membuat QR code dari setiap diskripsi yang telah di upload pada laman website
tersebut dengan cara mencopy alamat link dari setiap diskripsi tersebut dengan menggunakan QR code
generate.

QR code yang sudah dibuat selanjutanya dicetak dan ditempelkan pada suatu media dan
diletakkan tersebar diberbgai tempat sesuai dengan tujuan informasi yang diharapkan. Untuk
QR code yang berisi tentang informasi tanaman/benda, ditetakkan didekat tanaman/benda
yang dimaksudkan. Sedangkan QR code yang berisi ringkasan isi buku atau sinopsis dapat
diletakkan ditempat-tempat yang mudah di jangkau dan nyaman tanpa harus memperhatikan
jenis informasinya.
QR code yang sudah dibuat selanjutanya dicetak dan ditempelkan pada suatu media dan
diletakkan tersebar diberbgai tempat sesuai dengan tujuan informasi yang diharapkan. Untuk
QR code yang berisi tentang informasi tanaman/benda, ditetakkan didekat tanaman/benda
yang dimaksudkan. Sedangkan QR code yang berisi ringkasan isi buku atau sinopsis dapat
diletakkan ditempat-tempat yang mudah di jangkau dan nyaman tanpa harus memperhatikan
jenis informasinya.

Langkah berikutnya adalah tahap pemanfaatan. Pada tahap ini dapat dikelompokkan menjadi :
tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Pada tahap persiapan pengguna disarankan terlebih
dahulu untuk menginstall aplikasi QR Code reader pada gaway/andriod. Aplikasi QR code reader
dapat diunduh dari playstore atau apps kemudian ikuti langkah-langkah penginstallan sampai
selesai.

Setelah aplikasi QR Code Reader terinstall pada gaway/android, maka kita bisa memanfaatkan
aplikasi tersebut untuk memindai QR code/Barcode yang sudah dipasang dengan cara
mengarahkan camera android pada QR Code yang akan kita cari informasinya. Aplikasi akan
menampilkan isi QR code tersebut setelah membuka akses laman yang sudah dihubungkan
pada QR Code tersebut. Aplikasi akan menampilkan semua informasi yang didapatnya pada
android. Selanjutnaya pengguna dapat membaca seluruh informasi tersebut dan dapat
mencatat hasil penelusurannya pada buku literasi.

Kegiatan literasi tersebut akan terasa menyenangkan bagi siswa karena selain menggunakan alat
gawai/hp favorit mereka, permainan dengan berburu barcode di halaman sekolah akan terasa
sangat menyenangkan.
A. Tujuan Inovasi
1) Meningkatkan motivasi siswa dalam literasi 

2) Mengembangkan kemampuan belajar berbasis IT

3) Pemanfaatan limbah untuk peningkatan literasi

4)       Meningkatkan budaya literasi bagi siswa 

5)        Meningkatkan keterampilan siswa untuk menulis dalam menuangkan ide kreatif

B. Keselarasan dengan Kategori


Berbagai jenis kegiatan yang menunjang gerakan literasi sudah dilakukan sekolah. Namun pada
kenyataannya Gerakan Literasi di sekolah masih jauh dari yang diharapkan. Gerakan Literasi di
sekolah khususnya siswa masih sangat rendah. Hal ini pun terjadi di SMP Negeri 2 Baturraden.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya budaya literasi tersebut, salah satu di
antaranya adalah perkembangan teknologi yang makin canggih ternyata turut andil penyebab
rendahnya budaya literasi di Indonesia. Orang-orang terutama siswa lebih suka bermain gawai
daripada membaca. Membaca buku jadi terasa membosankan. 
Dengan GUA CLBK dapat meningkatkan budaya literasi bagi siswa karena kegiatan ini
memanfaatkan media gawai sebagai media yang dipadukan dengan QR Code yang telah
dibuat. 

C. Signifikansi (Arti Penting)


Kondisi siswa SMP Negeri 2 Baturraden terhadap minat baca sebelum diterapkannya program
GUA CLBK masih sangat rendah. Kegiatan Literasi tidak berjalan efektif karena siswa cenderung
bermain-main sendiri. Kegiatan membaca buku selama 15 sebelum pelajaran jam pertama
dimulai masih belum berjalan sebagaimana yang diharapkan. Mereka melakukan kekgiatan
literasi tersebut bukan karena kesadaran tetapi karena keterpaksaan. Hal ini dapat diketahuai
dari keterlaksaan kegiatan tersebut terlaksana jika mereka ditunggui oleh guru. Agar minat baca
siswa dapat meningkat maka diperlukan adanya program tindakan yang dilakukan untuk
meningkatkan minat baca, yaitu guru menggunakan GUA CLBK

Siklus pertama adalah pelaksanaan literasi secara kelompok yang terdiri dari 5-6 orang tiap
kelompok tanpa mencatat hasil meindaian pada buku literasi, dilanjutkan dengan siklus kedua
pelaksanaan GUA CLBK secara kelompok berpasangan (2 siswa tiap kelampok) disertai mencatat
hasil pemindaiannya pada buku literasi pribadi. Dari siklus I dan siklus II minat baca siswa
meningkat sehingga akan menumbuhkan budaya literasi. Pada kondisi akhir melalui
penggunaan GUA CLBK maka budaya literasi siswa SMP Negeri 2 Baturaden dapat meningkat

D. Inovatif
Inovasi ini memanfaatkan Alam sekitar/halaman sekolah, CD bekas dan gedget dalam
pelaksanaannya. Kondisi sekolah yang rindang memiliki lebih dari 500 spesies tanaman menjadi
modal utama literasi alam dimana siswa dapat mengenal nama tanaman yang mereka lihat
secara detil mulai dati nama latin, cara menanam, karekteristik tamanam dan informasi lain
mengenai tanaman tersebut secara detil.

Pemanfaatan CD bekas sebagai media untuk menempel barcode yang berisi ringkasan ceritera
dari isi buku, CD yang tidak digunakan lagi/rusak ditempeli dengan stiker barcode yang dapat
dipindai (scan) dengan gawai/HP, maka akan terbaca informasi yang tersembunyi di dalamnya.
Dengan membaca informasi-informasi tersebut tanpa terasa kita sudah melakukan literasi, yaitu
kegiatan membaca untuk mendapatkan informasi. CD-CD bercode tersebut digantung
ditempat-tempat disekitar lingkungan sekolah

Kegiatan ini memadukan antara aplikasi QR code generate dengan lingkungan sekitar

E. Transferabilitas
Kegiatan inovasi ini memiliki potensi untuk dikembangkan dan diterapkan kedalam konteks lain
seperti pengenalan gedung-gedung dan peralatan pertania tempo dulu yang sekarang ada di
lingkungan sekolah. Dengan memasang barcode pada benda-benda lain yang ada disekitar
sekolah, mereka akan dapat mengenak nama benda tersebut, terutama alat-alat pertania tempo
dulu. Alat ini sudah jarang didapati siswa dilingkungannya karena sudah tergantikan dengan
alat-alat baru. Sedangkan alat pertania tempo dulu merupakan warisan leluhur yang tidak boeh
digantikan.

Kegiatan serupa sudah ditiru disekolah lain di SMP N 1 Baturraden yang dijadikan sebagai
program unggulan pada saat penilaian Adiwiyata mandiri pada bulan Nopember 2019

F. Sumber Daya dan Keberlanjutan


GUA CLBK dapat berjalan dengan melibatkan seluruh warga sekolah meliputi: siswa sebagai obyek
pelaksanaan kegiatan GUA CLBK, guru sebagai penanggungjawab terlaksananya GUACLBK, orangtua/wali
siswa. Bahkan Program CLBK SMPN 2 Baturraden dilaunching oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten
Banyumas Bapak Drs. Purwadi Santosa, M.Hum pada bulan Oktober 2018, dan semua warga sekolah
menyambut dengan gembira dan dalam pelaksanaannya kebermanfaatannya cukup dapat dirasakan

Sumber daya alam yang dimanfaatkan dalam kegiatan GUA CLBK ini adalah lingkungan sekolah
sebagai sekolah Adi Wiyata Nasional SMP Negeri 2 Baturraden memiliki lebih dari 500 spesies
tanaman yang belum tentu siswa mengenal nama-nama tanaman tersebut. Apalagi karakter dan
cara merawatnya.

GUA CLBK dapat dilaksanakan secara berkelanjutan karena kegiatan ini menyenangkan siswa
dalam memanfaatkan HP/Gedget secara bijaksana

G. Keberlanjutan dalam Aspek Sosial,Ekonomi dan Lingkungan


Program GUA CLBK dapat berjalan secara berkelanjutan dan diterapkan disekolah karena
program ini memiliki dapak terhadap beberapa aspek diantaranya:

Aspek Sosial: Siswa akan dapat meningkatkan interaksi sosial dengan siswa lain karena mereka
dibuat dlaam kelompok-kelompok dan mereka bekerja bersama-sama

Aspek ekonomi: peningkatan terhadap ekonomi diharapkan siswa akan memiliki keterampilan
dalam menulis untuk menuangkan ide kreatif, sehingga dapat menghasilkan buku.

Aspek lingkungan: dengan menggunakan GUA CLBK siswa dapat mengenal lebih jauh mengenai
tanaman disekitar sekolah, sehingga akan menambah kecintaan mereka terhadap kepedulian
terhadap kelestarian alam

H. Dampak
Kondisi siswa SMP Negeri 2 Baturraden terhadap minat baca sebelum diterapkannya program GUA
CLBK masih sangat rendah. Kegiatan Literasi tidak berjalan efektif karena siswa cenderung bermain-
main sendiri. Kegiatan membaca buku selama 15 sebelum pelajaran jam pertama dimulai masih belum
berjalan sebagaimana yang diharapkan. Mereka melakukan kekgiatan literasi tersebut bukan karena
kesadaran tetapi karena keterpaksaan. Hal ini dapat diketahuai dari keterlaksaan kegiatan tersebut
terlaksana jika mereka ditunggui oleh guru. Agar minat baca siswa dapat meningkat maka diperlukan
adanya program tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan minat baca, yaitu guru menggunakan GUA
CLBK
Siklus pertama adalah pelaksanaan literasi secara kelompok yang terdiri dari 5-6 orang
tiap kelompok tanpa mencatat hasil meindaian pada buku literasi, dilanjutkan dengan
siklus kedua pelaksanaan GUA CLBK secara kelompok berpasangan (2 siswa tiap
kelampok) disertai mencatat hasil pemindaiannya pada buku literasi pribadi. Dari siklus I
dan siklus II diharapkan minat baca siswa meningkat sehingga akan menumbuhkan
budaya literasi. Pada kondisi akhir diduga melalui penggunaan GUA CLBK maka budaya
literasi siswa SMP Negeri 2 Baturaden dapat meningkat

I. Indikator dalam Evaluasi

1.

No Indikator Kondisi
Sebelum Inovasi SesudahInovasi
1   Kegiatan literasi khususnya membaca Kegiatan terasa l
buku adalah kegiatan yang menyenangkan kar
TingkatEfisiensiKerja membosankan bagi warga sekolah selain menggunakan
  juga memanfaatkan a
sekitar

2   Harus menyediakananggaran Lebih hematkar


banyakuntuk pembelian buku sebagian besar wa
Tingkat Efisiensi   sekolah sudah mem
Anggaran   HP, selain itu
  memanfaatkan bar
bekas
3   Sebelum adanya CLBK untuk kegiatan Untuk kegiatan lite
literasiwargasekolah harus ke dengan cepat d
Efektivitas Waktu perpustakaan di sela-sela istirahat dan dijangkau karena C
  antri  tersebar di berbagai tit
halaman sekolah

4 SDM Pelaksana Lebih banyak membutuhkan SDM untuk Siswa dapat se


mendampingi siswa literasi mandiri melakukan lite

J. Gambaran Evaluasi
Hasil evaluasi diperoleh sebagai berikut:
1. Budaya literasi siswa meningkat, siswa semakin senang melaksanakan kegiatan
Literasi dengan menggunakan GUA CLBK karena mereka diberi kebebasan
menggunakan HP yang selama ini mereka sukai
2. Keterampilan siswa dalam menulis meningkat, sehingga dapat meningkatkan
kreatifitas siswa dalam mengelola mading
3. Keterbatasan titik akses internet dilingkungan sekolah perlu ditambah agar
program GUA CLBK dapat dilaksanakan diseluruh sudut sekolah

K. Keterlibatan Pemangku Kepentingan


Seluruh warga sekolah berpartisipasi dalam program GUA CLBK sehingga
meningkatkan dapat meningkatkan budaya literasi di SMP Negeri 2 Baturraden.

Terlaksananya Program GUA CLBK ini mendapat dukungan dari Camat Baturraden,
Kepala Desa disekitar SMPN 2 Baturraden ( Kemutug Kidul, Kemutug Lor,
Karangsalam, Karangmangu dan desa-desa lain disekitar wilayah kecamatan
Baturraden ).

Terselenggaranya Program GUA CLBK didukung penuh oleh Dinas Pendidikan


melalui kegiatan lounching Program pada bulan Oktober 2017 Bapak Purwadi
Santosa, M.Hum dan Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten
Banyumas Dra. Enas Hindasah.

O. Referensi
GUA CLBK berasal dari kata Gerakan Untuk Anak Ceria Literasi Barcode Kita