Anda di halaman 1dari 7

NAMA : EDWIN WRUHANTORO

NIM : 030737418

MATA KULIAH : MANAJEMEN STRATEGIK

Seandainya Anda adalah Rektor Universitas Terbuka, buatlah analisis lingkungan eksternal dan
internal untuk Universitas Terbuka.

1. Identifikasikan tiga kekuatan internal dan tiga kekuatan ekternal UT. (25%)
2. Identifikasikan tiga peluang eksternal dan tiga ancaman eksternal yang dihadapi UT.
(25%)
3. Berilah contoh perubahan politik yang dapat mengubah strategi UT. (25%)
4. Identifikasi kompetitor utama UT! Apakah kekuatan dan kelemahannya? Apa strategi
mereka yang menonjol? (25%)

Gunakan teori-teori yang telah anda pelajari untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Buatlah sendiri tugas ini, tindakan plagiarisme tidak akan dinilai. Cantumkan sumber pustaka
untuk seluruh kutipan yang anda gunakan.  

Terima kasih.. Selamat belajar..

Jawab:

1. Analisis lingkungan internal dan eksternal sering dikenal pula dengan analisis SWOT

(Strength, Weakness, Opportunity and Threat). Analisis ini digunakan untuk memahami

kondisi internal (kekuatan dan kelemahan) dan situasi eksternal (peluang dan hambatan),

sehingga dapat diperoleh posisi suatu organisasi atau isu dalam konteks dan konten yang

diemban. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan elemen-elemen yang

dimiliki oleh suatu organisasi baik itu sumberdaya, sumber dana maupun manusianya.

Faktor eksternal adalah faktor yang tidak dimiliki oleh organisasi atau dengan kata lain

merupakan sesuatu yang berwujud peluang dan hambatan dari luar, karena berada di luar
dan dimiliki oleh organisasi atau sistem lain (Max and Majluf, 1991; Hill and Jones,

1992; Rangkuti, 1999).

a. Kekuatan Internal
Lingkungan Internal merupakan proses memonitor dan mengevaluasi kondisi dari
berbagai faktor yang ada di lingkungan internal organisasi (sumber daya, kompetensi,
struktur organisasi, budaya organisasi, dan unit bisnis organisasi Tujuannya adalah untuk
menemukan faktor kelemahan (weakness) dan kekuatan (strength) yang ada di dalam
organisasi.
Kekuatan Internal UT:
 UT mengenakan biaya kuliah yang terhitung murah
 Sistem pembelajaran Online sehingga memudahkan mahasiswa untuk belajar,
diskusi dan pengerjaan tugas
 Pemantauan progress kuliah dari nilai dan mata kuliah yang sudah diambil bisa
dilakukan secara online
 Mahasiswa dapat menetapkan jadwal kuliah sendiri selama kuliah. Artinya mata
kuliah dasar (seperti Kewarganegaraan, agama, Ilmu Sosial Budaya, dll) bisa
diambil di semeter 3 atau 5, tidak harus di semester awal. Pada intinya, jadwal
ditetapkan dan disusun oleh mahasiswa
 Sistem pembelajaran online tanpa tatap muka menjadikan mahasiswa belajar
mandiri dan fleksibel mengatur waktu

b. Kekuatan Eksternal
Lingkungan eksternal bisa dikatakan sebagai komponen-komponen atau variabel
lingkungan yang berada atau berasal dari luar organisasi atau perusahaan. Komponen
tersebut cenderung berada di luar jangkauan organisasi, artinya organisasi atau
perusahaan tidak bisa melakukan intervensi terhadap komponen-komponen tersebut.
Komponen itu lebih cenderung diperlakukan sebagai sesuatu yang given atau sesuatu
yang mau tidak mau harus diterima dan tinggal bagaimana organisasi berkompromi atau
menyiasati komponen-komponen tersebut. Menurut Chuck Williams mengatakan bahwa
lingkungan eksternal semua kejadian di luar perusahaan yang memiliki potensi untuk
mempengaruhi perusahaan.
Kekuatan Eksternal UT:
 Ijazah UT berlaku untuk untuk para karyawan (misal PNS), dalam hal
persayaratan untuk kenaikan pangkat
 Ijazah UT juga bisa digunakan sebagai pelengkap dalam mengambil beasiswa
misal LPDP
 Banyak juga pejabat-pejabat dalam kementerian/ Lembaga lain yang berkuliah di
UT sehingga menyarankan ke anggotanya untuk berkuliah di UT
 Dukungan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terhadap UT karena
menggunakan sistem pembelajaran online
 Pandangan dari masyarakat luar yang menganggap kuliah UT dapat dikerjakan
dengan fleksibel sehingga tidak mengganggu waktu untuk bekerja di kantor
 Pemahaman dari masyarakat bahwa kuliah di UT berbiaya rendah, dan sistem
pembelajarannya online sehingga banyak yang mau mendaftar ke UT

2. A. Peluang Eksternal
 Dalam penyelenggaran pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh, UT bekerja
sama dengan berbagai pihak dalam berbagai hal, seperti penyediaan beasiswa,
fasilitas penunjang, dan tenaga ahli (contoh: Kerja sama dengan Kementerian
Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian
Pertanian, dll)
 Banyak mahasiswa dan mahasiswi UT yang sudah bekerja terlebih dulu (misal:
sebagai pns), dan sudah merasakan kemudahan berkuliah di UT sehingga
merekomendasikan di kantornya tempat bekerja/ temannya untuk berkuliah di UT
 Ada banyak mahasiswa UT yang mengikuti perlombaan di luar kampus UT
sehingga membawa nama harum UT dan dapat juga mempromosikan UT ke
masyarakat
B. Ancaman Eksternal
 Universitas- universitas lain juga sudah mulai mengadakan sistem perkuliahan
online
 Adanya prasangka publik bahwa masuk ke UT gampang tetapi kalau lulus susah
apalagi dengan IPK yang bagus
 Adanya opini publik jika kuliah di UT tidak bergengsi dan tidak dapat sebagai
bekal untuk menghadapi dunia kerja

3. Perubahan politik yang dapat mengubah strategi UT


Pasca ditunjuknya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru yaitu Nadiem
Makarim, maka terdapat kebijakan yang baru yang bernama Kebijakan Merdeka Belajar
degan tajuk Kampus Merdeka. Hal ini merupakan tahap awal untuk melepaskan belenggu
agar mudah bergerak, sehingga dapat pula berimbas kepada kualitas pendidikan di
Indonesia. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap Universitas Terbuka yang merupakan
Perguruan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTJJ). Karena tiap Prodi di UT diharapkan
akan memiliki selling point atau kompetensi khusus yang tidak dimiliki oleh Universitas
lain. Sehingga para lulusan nanti diharapkan tidak hanya paham konten tetapi juga
memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan kerja nantinya. Manfaat yang bisa
didapat oleh UT, kebijakan Kampus Merdeka ini memungkinkan mahasiswa yang kuliah
di UT untuk mengambil mata kuliah di kampus lain atau melakukan kegiatan yang ada
kaitannya dengan kompetensi yang ingin dicapai.

4. a. Kompetitor UT
- Perguruan Tinggi Negeri ( ITB, UGM, UI , dll)
- Perguruan Tinggi Swasta ( Binus, UII, UBAYA, dll)
- Perguruan Tinggi Kedinasan (STAN, STIS, STSN, dll)
b. Kekuatan
 Perguruan Tinggi Negeri
 Biaya relatif lebih murah jika dibandingkan dengan PTS
 Jam kuliah pasti
 Bertatap muka dengan dosen
 Memiliki staf pengajar yang berkualitas
 Memiliki kelengkapan akademik yang bagus
 Nama PTN yang bergengsi (orang yang masuk PTN akan dianggap
cerdas)
 Tidak memakai seragam
 Perguruan Tinggi Swasta
 Lebih banyak menerima mahasiswa baru
 Waktu pendaftaran lebih lama
 Fasilitas perkuliahan yang relatif lebih bagus
 Bertatap muka dengan dosen
 Masuk PTS lebih mudah jika dibandingkan dengan PTN
 Tidak memakai seragam
 Perguruan Tinggi Kedinasan
 Biayanya relative murah bahkan gratis
 Prospek kerja lebih terjamin (Dinaungi kementerian terkait)
 Ilmu yang aplikatif, misal PKN STAN dalam keuangan dan pajak
 Ada yang menggunakan seragam sehingga terlihat lebih keren
 Tidak ada kesenjangan social
 Bertatap muka dengan dosen
Kelemahan
 Perguruan Tinggi Negeri
 Harus mencari kerja sendiri
 Biaya kuliah yang lumayan jika dibandingkan dengan PTK
 Terdapat kesenjangan social
 Mahasiswa tidak terlalu diperhatikan karena jumlah mahasiswa yang
banyak
 Masuk PTN bergengsi sangat sulit
 Kegiatan akademik yang banyak sering kali membuat para mahasiswa
jenuh dan sulit memanage waktu
 Perguruan Tinggi Swasta
 Biaya yang relatif mahal/ sangat mahal
 Harus mencari kerja sendiri
 Terdapat kesenjangan sosial
 Kegiatan akademik yang banyak sering kali membuat para mahasiswa
jenuh dan sulit memanage waktu
 Banyak pengajar dari PTS terlalu bebas dalam cara pengajarannya
sehingga membingungkan mahasiswa dan keluar dari fokus ajaran.
 Perguruan Tinggi Kedinasan
 Kuliah yang terjadwal
 Peraturan ketat
 Pilihan karir itu itu saja
 Setelah lulus kuliah terikat dengan kontrak kerja

c. Strategi yang menonjol dari competitor


 Perguruan Tinggi Negeri
 Menambah jumlah kelas
 Menambah program studi baru
 Peningkatan akreditasi
 Mengikuti banyak perlombaan (Sehingga meraih prestasi/ piala)
 Program beasiswa
 Perguruan Tinggi Swasta
 Infrastruktur dan Fasilitas yang setiap tahunnya berkembang
 Program beasiswa
 Peningkatan akreditasi
 Meningkatkan mutu tenaga pengajar
 Mengikuti banyak perlombaan (Sehingga meraih prestasi/ piala)
 Menambah program studi baru
 Perguruan Tinggi Kedinasan
 Lulusan langsung disalurkan ke lembaga/ kementerian yang menaungi
 Biaya kuliah gratis/ murah
 Mendatangkan pengajar yang kompeten di bidangnya
Sumber pustaka:

Suwarsono. 2019. Manajemen Strategik (BMP EKMA4414). Tangerang Selatan: Universitas


Terbuka.

http://blogtuara.blogspot.com/2017/01/makalah-analisis-swot-universitas-telkom_20.html

http://munirarber.blogspot.com/2014/02/analisis-swot-universitas-islam-lamongan.html

https://mediaindonesia.com/read/detail/286596-kampus-merdeka-disambut

Anda mungkin juga menyukai