Anda di halaman 1dari 10

VARIASI METODE PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) DI

MTS MIFTAHUL ULUM WEDING BONANG DEMAK

Eni Riffriyanti
Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang
ummulubna76@gmail.com

ABSTRACT
The main problem in this research is how the implementation of strategy of the teacher in
selectif the method variation on the learning of SKI in MTs. Miftahul Ulum Weding Bonang
Demak and how is the positive response of learners to the variation of methods on learning SKI
in MTs. Miftahul Ulum Weding Bonang Demak.
The method used in this study is a qualitative method, data collection techniques used by
researchers are interviews, observation, and documentation.
The result s of this study are: 1) there are variations of strategy used by the teacher on
learning SKI in MTs. Miftahul Ulum, the consideration of using strategies are: the healt condition
of learners; the psychological condition of learners; the scheduled time for SKI subjects;the contens
of the SKI lesson material to be delivered. 2) positive response of learners to the variation of
methods on learning SKI in MTs. Miftahul Ulum is shown by the spirit of learning when the lesson
of SKI is delivered by using variation of learning method, the learners are not sleepy when subjects
of SKI are delivered with varied method, they feel good and not bored when SKI lesson is
presented by using varied method, lacking of the subject of SKI organized by the school, and felt
the need to add additional hours of SKI subject.
Keywords: method variation, learning SKI

ABSTRAK
Masalah utama dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi guru dalam memilih variasi
metode pada pembelajaran SKI di MTs. Miftahul Ulum Weding Bonang Demak dan bagaimana
respon peserta didik terhadap variasi metode pada pembelajaran SKI di MTs. Miftahul Ulum dan
MTs. Annuriyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, tehnik
pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi.

Hasil penelitian dari penelitian ini adalah: 1) Strategi guru dalam memilih variasi metode
pada pembelajaran SKI di Miftahul Ulum ini bermacam-macam diantaranya adalah: guru melihat
kondisi kesehatan peserta didik; guru melihat kondisi psikologi peserta didik; guru melihat waktu
yang dijadwalkan untuk mata pelajaran SKI, guru melihat isi materi pelajaran SKI yang akan
disampaikan; 2) Respon peserta didik terhadap variasi metode pada pembelajaran SKI di MTs.
Miftahul Ulum ditunjukkan dengan semangat belajar ketika pelajaran SKI disampaikan dengan
menggunakan variasi metode pembelajaran, tidak mengantuk ketika mata pelajaran SKI
disampaikan, merasa senang dan tidak jenuh ketika pelajaran SKI disampaikan dengan
menggunakan bervariasi metode, merasa kurang terhadap jam pelajaran SKI yang diselenggarakan
oleh sekolah, dan merasa perlu diadakan penambahan jam mata pelajaran SKI.
Kata kunci : variasi metode, pembelajaran SKI

JURNAL

| Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam


Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam
1
Volume 2 Nomor 2 Agustus 2019
A. PENDAHULUAN pendidikan yang baik. Maka dari itu
dibutuhkan metode pengajaran yang baik,
Artikel yang berjudul “Variasi Metode sehingga proses pengajaran dapat berjalan
Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di dengan lancar sesuai tujuan yang diinginkan.
MTs. Miftahul Ulum Weding Bonang Demak Konsepsi pembelajaran modern
merupakan penelitian hasil lapangan. Ini menuntut peserta didik kreatif, responsif, dan
dimaksudkan untuk mendeskripsikan strategi aktif dalam mencari, memilih dan
guru dalam memilih variasi metode pada menemukan, menganalisis, menyimpulkan,
pembelajaran SKI serta mendeskripsikan dan melaporkan hasil belajar. Model
respon peserta didik terhadap variasi metode pembelajaran seperti ini hanya dapat
pada pembelajaran SKI. terlaksana dengan baik apabila guru mampu
Pendidikan adalah usaha sadar dan mengembangkan strategi pembelajaran yang
terencana untuk mewujudkan suasana belajar efektif. Untuk itu dibutuhkan kreativitas guru
dan proses pembelajaran agar peserta didik dalam memilih metode pembelajaran yang
secara aktif mengembangkan potensi dirinya efektif. Oleh karena itu, perlu dikaji
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pentingnya penggunaan variasi metode dalam
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, pembelajaran, karena metode sangat
akhlak mulia, serta keterampilan yang membantu dalam mencapai tujuan
diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan pembelajaran. Sebagai seorang pendidik atau
Negara (UU RI No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 guru perlu merancang variasi metode untuk
Sisdiknas, 2016). menyampaikan materi pembelajaran, dengan
Sedangkan tujuan pendidikan variasi metode yang tepat, peserta didik pun
nasional yaitu berkembangnya potensi tidak merasa bosan dengan materi
peserta didik agar menjadi manusia yang pembelajaran yang hendak disampaikan oleh
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang pendidik atau guru sehingga tujuan
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, pembelajaran pun akan tercapai dengan baik.
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Berdasarkan tujuan dan latar belakang
negara yang demokratis serta di atas, maka metode yang digunakan dalam
bertanggungjawab (UU RI No. 20 Tahun penelitian ini adalah metode penelitian
2003 Pasal 3 Sisdiknas, 2016). kualitatif yang mana teknik pengumpulan
Sewaktu kegiatan pembelajaran itu datanya dengan menggunakan teknik
berproses semua kendala yang ditemui, boleh wawancara, observasi, dan dokumentasi.
jadi menghambat jalannya proses
pembelajaran apakah datangnya dari perilaku B. PEMBAHASAN
anak didik atau berasal dari luar diri anak didik 1. Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan
yang mesti harus dihentikan. Islam (SKI)
Sehubungan dengan itu guru harus Sebelum penulis jelaskan mengenai
pandai menggunakan pendekatan secara arif pengertian mata pelajaran SKI, penulis perlu
dan bijaksana. Untuk itu sebaiknya guru jelaskan juga bahwa pelajaran SKI ini
memandang anak didik sebagai individu merupakan salah satu penjabaran dari
dengan segala perbedaannya antara anak didik Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
yang satu dengan lainnya (Ramayulis, 2001). Dimana untuk PAI biasanya digunakan pada
Mengacu pada penjelasan tersebut, lembaga pendidikan umum seperti SD, SMP,
menunjukkan bahwa suatu pembelajaran SMA, dan Perguruan Tinggi umum.
sangat diperlukan demi terjalinnya Sedangkan pelajaran SKI ini biasanya

JURNAL

2 | Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam


Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam

Volume 2 Nomor 2 Agustus 2019


digunakan pada Sekolah seperti SD Koentjoroningrat, kebudayaan paling tidak
Islam/MI, SMP Islam/ MTs, SMA Islam/ mempunyai tiga wujud: (1) wujud ideal, yaitu
MA, dan Perguruan Tinggi Islam. wujud kebudayaan yang sebagai suatu
kompleksitas ide-ide, gagasan, nilai-nilai,
Pengertian sejarah menurut norma-norma, peraturan, dan sebagainya, (2)
etimologi berasal dari bahasa Arab syajarah, wujud kelakuan, yaitu wujud kebudayaan
artinya “ pohon”. Istilah lain dalam bahasa sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan
asing disebut histore (Perancis), geschicte berpola dari manusia dalam masyarakat, dan
(Jerman), histoire atau geschiedenis (Belanda), (3) wujud benda, yaitu wujud kebudayaan
dan history (Inggris). Kata history sendiri dalam sebagai benda-benda hasil karya
ilmu pengetehuan sebenarnya berasal dari (Koentjaraningrat, 2015)
bahasa Yunani (istoria) yang berarti
pengetahuan gejala-gejala alam, khususnya Sejarah kebudayaan Islam dilahirkan
manusia yang bersifat kronologis. Oleh oleh umat Islam sekalipun tidak
karena itu sejarah dalam perspektif ilmu menggunakan istilah kebudayaan umat Islam.
pengetahuan menjadi terbatas hanya Islam itu bukan budaya karena Islam adalah
mengenai aktivitas manusia yang wahyu dari Allah, sedangkan budaya Islam
berhubungan dengan kejadian-kejadian adalah hasil karya orang Islam.
tertentu yang tersusun secara kronologis (Siti
Maryam dkk, 2009) Kebudayaan itu dimiliki oleh
seluruh umat manusia dari segala level,
Penjelasan di atas bisa penulis termasuk masyarakat primitifpun berbudaya.
pahami pada bagian pengertian sejarah yang Karena kebudayaan adalah hasil karya
berasal dari bahasa Arab yaitu “syajarah”, kata manusia. Sedangkan peradaban adalah
tersebut jika diterjemahkan dalam bahasa pengembangan budaya manusia dengan
Indonesia berarti “pohon”. Bisa dibayangkan kemampuannya untuk mengembangkan diri
biasanya pohon itu tumbuh menjulang tinggi sesuai dengan pengembangan ilmu
keangkasa memiliki akar yang kokoh dan pengetahuan dan teknologi. Bagi pendidik
kuat, terdapat ranting, cabang, dan daun. Itu perlu menyinggung tentang ini.
bisa diartikan bahwa sejarah itu memiliki
masa, berkembang sesuai zaman. Yang paling Dengan demikian, mata pelajaran
penting adalah sejarah ibarat akar, dimana ada sejarah kebudayaan Islam ialah bahan ajar
asal-usul pohon bisa hidup. Contoh adalah yang digunakan dalam pembelajaran PAI
sejarah tentang kehidupan dengan asal-usul. yang membahas tentang kisah masa lampau
manusia baik mengenai hasil pikiran, totalitas
Suatu kejadian bisa dikatakan pikir maupun karya orang yang hidup dan
sebagai sejarah jika kejadian itu sudah lewat bernaung di bawah panji-panji Islam yang
pada masa lampau. Untuk kejadian pada masa didasarkan kepada pemahaman orang-orang
yang akan datang tidak bisa dikatakan sebagai Islam.
sejarah karena manusia belum melewati masa
itu. Jadi, sejarah itu ada kaitannya dengan 2. Variasi Metode Pembelajaran
masa atau waktu. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, kata variasi memiliki beberapa arti
Sedangkan Kebudayaan adalah diantaranya adalah 1) tindakan atau hasil
bentuk ungkapan tentang semangat perubahan dari keadaan semula; selingan, 2)
mendalam suatu masyarakat. Menurut

JURNAL

| Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam


Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam
3
Volume 2 Nomor 2 Agustus 2019
bentuk (rupa) yang lain; yang berbeda bentuk, a.
Metode ceramah + Tanya jawab +
3) hiasan tambahan (Rama, tt) diskusi
b. Metode ceramah + diskusi + tugas
Dari penjelasan mengenai variasi
c. Metode ceramah + sosiodrama +
di atas, penulis lebih condong pada
sistem regu, dll (Ismail SM, 2011)
pengertian yang nomor dua untuk penerapan
Berbagai macam variasi metode
pada tulisan ini . Yaitu bentuk (rupa) yang
pembelajaran bisa dipilih dengan
lain; yang berbeda bentuk. Dalam arti dalam
menyesuaikan materi, waktu, kondisi peserta
proses belajar mengajar menggunakan
didik maupun pendidik, dan lain-lain.
metode yang berbeda-beda.

Metode mengajar adalah cara yang 3. Strategi Memilih Variasi Metode


digunakan guru dalam mengadakan Pembelajaran
hubungan dengan peserta didik pada saat Strategi mengajar (pengajaran) adalah
berlangsungnya pengajaran (Halmar, 2006). “taktik” yang digunakan guru dalam
Metode bisa dipahami secara sederhana melaksanakan proses belajar mengajar
sebagai suatu cara untuk melakukan sesuatu (pengajaran) agar dapat mempengaruhi para
sesuai prosedur-prosedur tertentu. siswa (peserta didik) mencapai tujuan
pengajaran (kompetensi dan indikator hasil
Sedangkan pembelajaran menurut belajar) secara lebih efektif dan efesien
Sudjana dalam buku Psikologi Pendidikan (Rohani, 2010). Penjelasan mengenai strategi
dalam Sugihartono dkk menyebutkan bahwa mengajar menurut Ahmad Rohani tersebut
pembelajaran merupakan setiap upaya yang menunjukkan bahwa pengajaran itu lebih
dilakukan dengan sengaja oleh pendidik yang mengarah pada pendidik sebagai transfer of
dapat menyebkan peserta didik melakukan knowlage, transfer of value, transfer of skill, harus
kegiatan belajar (Sugiharto dkk, 2007). Bisa bisa membawa peserta didik untuk
dikatakan bahwa hubungan antara peserta memperoleh tujuan dari pengajaran secara
didik dan pendidik dalam proses belajar- maksimal.
mengajar tidak bisa dipisahkan. Seorang
pendidik membutuhkan peserta didik dan Untuk pemilihan variasi metode
juga sebaliknya, seorang peserta didik juga pembelajaran, guru harus memperhatikan
membutuhkan peran seorang pendidik. beberapa komponen strategi pembelajaran
yang tersebut di atas. Selain itu juga guru
Dengan demikian, menurut analisis sebagai pendidik juga harus memperhatikan
penulis bisa ditarik kesimpulan bahwa variasi empat strategi sebagai berikut dibawah ini:
metode ialah proses belajar mengajar guru
tidak hanya menggunakan satu metode saja
tetapi juga dengan variasi beberapa metode
lain yang tepat untuk digunakan guru dalam
menyampaikan materi pelajaran. Atau lebih
ringkasnya, variasi metode pembelajaran bisa
juga diartikan sebagai penggunaan beberapa
metode dalam proses belajar mengajar.

Terdapat banyak macam metode yang


bisa diterapkan dalam variasi metode
pembelajaran, diantaranya:
JURNAL

4 | Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam


Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam

Volume 2 Nomor 2 Agustus 2019


a. Mengidentifikasi, menetapakan spesifikasi mengembangkan strategi pembelajaran yang
dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan efektif. Untuk itu dibutuhkan kreativitas guru
kepribadian peserta didik sebagaimana dalam memilih berbagai metode
yang diharapkan pembelajaran yang sesuai sekaligus efektif.
b. Memilih sistem pendekatan pembelajaran
Untuk itu, perlu diciptakan proses
sebagai landasan filosofis dalam
belajar yang bisa merangsang otak (kognitif),
pembelajaran
menyentuh dan menggerakkan perasaan
c. Memilih dan menetapkan prosedur,
(afektif), dan mendorong anak didik untuk
metode, dan teknik pembelajaran yang
melakukan kegiatan (motorik) serta sebisa
dianggap paling tepat dan efektif sehingga
mungkin peserta didik dituntut untuk
dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam
menerapkan apa yang telah dipelajarinya
menunaikan kegiatan belajar
(aplikatif) ketika menerima bahan pelajaran
d. Menetapkan norma-norma dan batas
karena peserta didik harus bisa
minimal keberhasilan atau kriteria
memanfaatkan berbagai sumber belajar dan
keberhasila sehingga dapat dijadikan
memiliki kesempatan untuk
pedoman oleh guru dalam melakukan
mengungkapakan dan tidak hanya pasif hanya
evaluasi hasil kegiatan pembelajaran yang
menerima saja (reseptif).
selanjutnya aka dijadikan umpan balik
untuk penyempurnaan sistem Ada enam kriteria yang harus
instruksioanal secara menyeluruh diperhatikan oleh pendidik dalam rangka
(Djamarah, 2010) strategi memilih variasi metode pembelajaran
yang baik, beberapa diantaranya yaitu:
Ke empat strategi tersebut di atas
dilaksanakan secara berurutan dari strategi a. Kesesuaian strategi pembelajaran dengan
pertama hingga ke empat guna memperoleh tujuan baik ranah kognitif, afektif, maupun
hasil yang maksimal dalam sistem psikomotorik, yang pada prinsipnya dapat
pembelajaran. Dalam melalui keempat menggunakan metode pembelajaran
strategi di atas, sangat dibutuhkan kecerdasan tertentu untuk mencapainya
seorang pendidik guna untuk b. Kesesuaian strategi pembelajaran dengan
mengidentifikasi tingkah laku peserta didik, jenis pengetahuan
memilih sistem pendekatan pembelajaran, c. Kesesuaian strategi pembelajaran dengan
memilih dan menetapkan metode sasaran. Siapakah peserta didik yang akan
pembelajaran, serta menetapkan norma- menggunakan metode pembelajaran,
norma dan batas minimal keberhasilan bagaimana karakteristiknya, berapa
pembelajaran. jumlahnya, bagaimana latar belakang
pendidikannya, sosial ekonominya,
4. Kriteria Strategi Memilih Variasi bagaimana minatnya, motivasinya dan
Metode Pembelajaran gaya belajarnya.
Konsepsi pembelajaran modern d. Kemampuan strategi pembelajaran untuk
menuntut peserta didik supaya lebih kreatif, mengoptimalkan belajar peserta didik.
responsive, dan aktif dalam mencari, memilih Apakah metode pembelajaran digunakan
dan menemukan, menganalisis, untuk belajar individual, kelompok kecil,
menyimpulkan, dan melaporkan hasil belajar. maupun kelompok besar (klasikal)
Model pembelajaran seperti ini hanya dapat ((Djamarah, 2010)
terlaksana dengan baik apabila guru mampu

JURNAL

| Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam


Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam
5
Volume 2 Nomor 2 Agustus 2019
Menurut penulis, beberapa kriteria di Sebelum variasi metode dalam pembelajaran
atas harus di telaah terlebih dahulu oleh SKI dilaksanakan maka guru menciptakan
pendidik sebelum memilih metode situasi yang kondusif supaya tertib.
pembelajaran mana yang tepat dalam proses
belajar-mengajar di sebuah sekolah, Dari wawancara tersebut guru SKI
perguruan tinggi, maupun lembaga lebih sering menggunakan variasi metode
pendidikan lainnya. Dengan metode yang pada pembelajaran SKI. Banyak sekali variasi
tepat, maka materi pembelajaran akan bisa yang bisa digunakan guru untuk myampaikan
terserap dan mudah dipahami oleh peserta materi pelajaran SKI di antaranya yang
didik sehingga tujuan pembelajaran akan digunakan adalah metode ceramah,
tercapai dengan baik pula. menghafal, tanya jawab, cerita, information
search (mencari informasi sendiri baik dari
perpustakaan maupun yang lain).
5. Strategi Guru dalam Memilih Variasi Dari penyampaian guru mengenai
Metode pada Pembelajaran Sejarah variasi yang digunakan oleh sudah sesuai
Kebudayaan Islam (SKI) di di MTs. dengan yang ada pada teori mengenai macam
Miftahul Ulum metode pembelajaran, yang belum digunakan
Pada keterangan hasil wawancara adalah metode sosiodrama.
dengan kepala MTs. Miftahul Ulum Weding
dijelaskan bahwa MTs. Miftahul Ulum ini 6. Respon Peserta Didik MTs. Miftahul
hanya memiliki satu guru SKI yaitu Pak Setiyo Ulum Terhadap Strategi Guru dalam
Utomo, S.Sos.I. sehingga jam mengajar SKI Memillih Variasi Metode pada
full seminggu dari kelas VII sampai kelas IX. Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam
Di MTs. Ini hari liburnya adalah hari Jumat, (SKI)
sehingg jika Peneliti hendak melakukan
penelitian maka selain hari jumat. Menurut para peserta didik di MTs.
Miftahul Ulum, Pembelajaran SKI sangat
Untuk metode yang digunakan menyenangkan dan tidak menjenuhkan.
dalam pembelajaran SKI mengacu pada Apalagi yang mengajar adalah Pak Setiyo
kondisi peserta didik, apakah peserta didik Utomo, beliau selalu membuat variasi metode
sedang dalam keadaan lelah, semangat, dalam pembelajaran sehingga terasa
maupun sedang baik kondisi kesehatannya. menyenangkan dan tidak membosankan.
Variasi metode dalam pembelajaran SKI Peserta didik kurang tahu apa nama metode
sangat diperlukan supaya peserta didik tidak yang digunakan oleh guru SKI, tetapi yang
mengalami kejenuhan belajar di dalam kelas. pasti para peserta didik merasa senang
Variasi metode yang diterapkan dalam dengan variasi beberapa metode ketika belajar
peembelajaran SKI di MTs. Miftahul Ulum SKI, karena tidak membuat jenuh. Guru SKI
banyak ragamnya diantaranya adalah metode sering menggunakan variasi beberapa metode
ceramah, tanya jawab, demonstrasi waktu pembelajaran ketika mengajar setidaknya
menggunakan LCD, diskusi, tugas, regu, dan minimal dua metode pembelajaran dalam satu
cerita. Model variasi digabungkan misal, kali pertemuan, sesuai kondisi peserta didik.
ceramah 15 menit, kemudian
memperlihatkan gambar bagaimana bisa Dari keterangan di atas
masyarakat pada zaman jahiliyah itu menunjukkan peserta didik merasa senang
menyembah berhala, dan lain sebagainya. dengan variasi metode pada pembelajaran
JURNAL

6 | Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam


Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam

Volume 2 Nomor 2 Agustus 2019


SKI yang diterapkan oleh guru SKI. Dengan C. PENUTUP
variasi metode pembelajaran, peserta didik
tidak merasa jenuh. Dan variasi metode ini Berdasarkan analisis data yang
sering digunakan pada pembelajaran SKI. diperoleh peneliti, maka diambil kesimpulan
bahwa:
Peserta didik di MTs. Miftahul
Ulum banyak yang suka dengan pelajaran SKI 1. Strategi guru dalam memilih variasi
karena Pelajarannya enak dan menyenangkan, metode pada pembelajaran Sejarah SKI di
apalagi yang mengajar adalah Pak Utomo. MTs. Miftahul Ulum Weding Bonang
Peserta didik paling suka belajar SKI di kelas Demak bermacam-macam diantaranya
ketika diceritakan sejarah sama Pak Utomo. adalah: guru melihat kondisi kesehatan
Selain karena banyak cerita, Pak Utomo peserta didik; guru melihat kondisi
adalah guru yang asyik dalam menyampaikan psikologi peserta didik; guru melihat
pelajaran. Dalam arti, ngajarnya tidak begitu- waktu yang dijadwalkan untuk mata
begitu saja, tetapi menggunakan bermacam- pelajaran SKI, guru melihat isi materi
macam cara penyampaian, kadang bercerita, pelajaran SKI yang akan disampaikan.
kadang nonton film sejarah menggunakan 2. Respon peserta didik terhadap variasi
proyektor LCD, kadang saling tanya jawab, metode pada pembelajaran SKI di MTs.
guru bertanya peserta didik menjawab, dan Miftahul Ulum Weding Bonang Demak
lain-lain. ditunjukkan dengan semangat belajar
ketika pelajaran SKI disampaikan dengan
Dengan variasi metode pada menggunakan variasi metode
pembelajaran SKI ini menjadikan peserta pembelajaran, tidak mengantuk ketika
didik mudah berinteraksi dengan guru dan mata pelajaran SKI disampaikan dengan
teman-teman sekelasnya. Jika perlu mata bervariasi metode, merasa senang dan
pelajaran SKI ditambah jam ngajarnya. Jam tidak jenuh ketika pelajaran SKI
pelajaran SKI terasa sebentar sehingga disampaikan dengan menggunakan
peserta didik merasa kurang jam untuk materi bervariasi metode, merasa kurang
SKI ini. terhadap jam pelajaran SKI yang
diselenggarakan oleh sekolah, dan merasa
Peserta didik merasa mengantuk perlu diadakan penambahan jam mata
ketika belajar mata pelajaran SKI di kelas jika pelajaran SKI.
hanya dengan ceramah saja. Sebaliknya
peserta didik tidak akan merasa mengantuk
ketika guru merubah haluan dari hanya
ceramah saja menjadi bervariasi metode pada
pembelajaran SKI. Peneliti melihat secara
langsung bagaimana kelas terasa hidup pada
waktu pembelajaran SKI menggunakan
bervariasi metode.

JURNAL

| Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam


Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam
7
Volume 2 Nomor 2 Agustus 2019
DAFTAR PUSTAKA Meningkatkan Kemampuan
Psikomotorik Siswa Pada Mata
Abdul Qadir Ahmad, Muhammad. (2008). Pelajaran Fiqih Di Mi Datuk Singaraja
Metodologi Pengajaran Agama Islam. Kerso Kedung Jepara Tahun
Jakarta: Rineka Cipta. Pelajaran 2015/2016. Skripsi. Kudus:
STAIN.
Abdurrahman, Dudung. (1999). Metode
Penelitian Sejarah. cet ke-2. Jakarta: Dekdikbud. (1990). Kamus Besar Bahasa
PT.Logos Wacana Ilmu. Indonesia: Tim Penyusun Kamus
Pusat Pembinaan dan Pengembangan
Ahmad D, Marimba. 1989. Pengajaran
Bahasa. Jakarta: Balai Pustaka.
Filsafat Pendidikann Islam. Bandung:
PT. al Maarif. Departemen Agama RI. (2005). Al-Quran
dan Terjemahnya, Bandung, CV.
Arifin, Muzayyin. (2009). Filsafat Pendidikan
Penerbit Jumanatul Ali Art, Dewi
Islam. cet.IV. Jakarta: PT.Bumi
Aisyah, (2016), Metode Pembelajaran
Aksara.
Pendidikan Agama Islam (PAI) di
Arifin, Zaenal. (2009). Evaluasi Sekolah Inklusi SDN Bendan 01
Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Pekalongan. Skripsi, Pekalongan:
Rosdakarya. STAIN.

Arikunto, Suharsimi. (1991). Pengelolaan Djamarah, Syaiful Bahri. (2010). Guru dan
Kelas dan Siswa, Sebuah Pendekatan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif.
Evaluatif. Cet-2. Bandung: Remaja Jakarta: PT.Rienika Cipta.
Rosda Karya.
Ghazali, Abu Hamid. Ihya’ Ulum al-din, Juz
Asnawi, Muh. (2009). Sejarah Kebudayaan I, Libanon: PT. Dar al-Kutub al-
Islam Jilid 3 Kelas IX. Semarang: CV. Ilmiyah Bairut.
Aneka Ilmu Anggota IKAPI.
Halmar, Mustopa. (2006). Strategi Belajar
Asrohah, Hanun. (2001). Sejarah Pendidikan Mengajar. Semarang: Unissula Press.
Islam. cet. Ke-2. Ciputat: PT. Logos
Hamalik, Oemar. 1991. Pendekatan Baru
Wacana Ilmu.
Strategi Belajar Mengajar Berdasarkan
B.Uno, Hamzah. (2007). Perencanaan CBSA. Bandung: Sinar Baru.
Pembelajaran. cet.ke-2. Jakarta: PT
Hasjmy.A. (1979). Sejarah Kebudayaan Islam.
Bumi Aksara.
cet. ke-2. Jakarta: Bulan Bintang.
Darajat, Zakiah dkk. (1995). Metodologi
Himpunan Perundang-Undangan Republik
Pengajaran Agama Islam. cet. 1.
Indonesia Tentang Guru Dan Dosen.
Jakarta: PT Bumi Aksara,
(2006). Bandung: CV. Nuansa Aulia.
Darodjat, Zakiah. (1995). Metode Khusus
Ismail SM. (2011). Strategi Pembelajaran
pengajaran Agama Islam. Jakarta: PT.
Agama Islam berbasis Paikem
Bumi Aksara.
:Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif,
Darul, Muhammad. (2016). Studi Analisis dan Menyenangkan. Semarang: Rasail
Variasi Gaya Mengajar Guru Dalam Media Guru.

JURNAL

8 | Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam


Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam

Volume 2 Nomor 2 Agustus 2019


Janu, Arni Wulandari. (2016). Pelaksanaan Ramayulis, dan Samsul Nizar. (2011). Filsafat
Variasi Metode dalam Pembelajaran Pendidikan Islam: Telaah Sistem
Aqidah Akhlak di Madrasah Aliyah Pendidikan dan Pemikiran Para
Negeri (MAN) Gubug. Skripsi. Tokohnya. Jakarta: Radar Jaya Offset
Semarang: UIN Walisongo. Jakarta

Khaliq, Abdul dkk. (1999) Pemikiran Rohani, Ahmad HM. (2010). Penelitian
Pendidikan Islam: Kajian Tokoh Kuantitatif dan Kualitatif Aspek
Klasik dan Kontemporer. Metodologi. (Outline Buku).
Yogyakarta: Fakultas Tarbiyah IAIN Semarang.
Walisongo Semarang bekerjasama
dengan Pustaka pelajar. Rohani, Ahmad HM. (2010). Pengelolaan
Pengajaran. Cet. I. Jakarta: PT Renika
Koentjaraningrat. (2015). Kebudayaan, Cipta.
Mentalitas, dan Pembangunan.
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Riezqi Prasetyo, Lutfi. (2011). Implementasi
Utama. variasi metode pembelajaran IPS di
SMP Darul Ma'rif Jakarta. Skripsi.
Langgulung, Hasan. (1992). Manusia dan Jakarta: Uin Syarif Hidayatullah.
Pendidikan Suatu Analisa Psikologi
Pendidikan. Jakarta: Pustaka al Sanjaya, Wina. (2008). Pembelajaran dalam
Husna. Implementasi Kurikulum Berbasis
Kompetensi. cet ke-3. Jakarta:
Majid, Abdul dan Dian Andayani. (2005). Prenada Media Group.
Pendidikan Islam Berbasis
Kompetensi (Konsep dan Implikasi Sudjana, Nana. (2009). Dasar-dasar Proses
Kurikulum. Bandung: PT. Belajar Mengajar. Bandung: Sinar
Rosdakarya. Baru Algensindo.

Maryam, Siti dkk. 2009). Sejarah Peradaban Susanto, Basri. (2009). Efektivitas
Islam: Dari Masa Klasik Hingga penggunaan variasi metode
Modern. cet ke-3 Yogyakarta: LESFI. Pembelajaran PAI Dan
Hubungannya Dengan Motivasi
Nata, Abuddin. (2014). Studi Islam. Jakarta: Belajar Siswa Di SMP Azzahra
PT.Raja Grafindo Persada. Pondok Petir Sawangan Depok.
Skripsi. Jakarta: Uin Syarif
Nasution, S. (1992). Metode Penelitian Hidayatullah.
Naturalistik-Kualitatif. Bandung:
Tarsito. Sugiharto. dkk. (2007). Psikologi Pendidikan.
Yogyakarta: UNY Press.
Rama K, Tri. (tt). Kamus Lengkap Bahasa
Indonesia. Surabaya:Karya Agung. Sugiyono. (2012). Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Cet
Ramayulis. 2001. Metodologi Pengajaran ke 17. Bandung: IKAPI.
Agama Islam. Jakarta: Radar Jaya
Offset Jakarta. Suyanto. (1995). Efektivitas Dan Kualitas
Sekolah, makalah disampaikan dalam
Upaya Peningkatan Mutu SMU dan

JURNAL

| Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam


Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam
9
Volume 2 Nomor 2 Agustus 2019
Penuntasan Wajar 9 Tahun. Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan
Yogyakarta: IKIP Yogyakarta. Ampel Malang.

Syalabi, A. (1994). Sejarah dan Kebudayaan


Islam. Terj. Mukhtar Yahya, dkk. Jilid
I. Jakarta: Pustaka al Husna.

Tafsir, Ahmad. (1992). Ilmu Pendidikan


dalam Perspektif Islam. Bandung:
Rosda Karya.

Tafsir, Ahmad. (2008). Metodologi


Pengajaran Agama Islam. Bandung:
Rosda Karya.

Tim Dosen PAI. (2014). Studi Islam I. Cet


IX. Semarang: PT. LKPI.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor


20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas dan
Peraturan Pemerintah RI Tahun 2015
Tentang Standar Nasional Pendidikan
serta Wajib Belajar, Bandung:Citra
Umbara. 2016

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor


14 Tahun 2005 Tentang Guru dan
Dosen, cet. I. Jakarta: CV. Biro
Hukum Dan Organisasi Sekretariat
Jendral Departemen Pendidikan
Nasional. 2006

Utami, S.C. Munadar. (1986).


Mengembangkan Bakat dan
Kreativitas Anak Sekolah Petunjuk
Bagi Guru Dan Orang Tua. Jakarta:
PT.Gramedia.

Yatim, Badri. (1997). Sejarah peradaban


Islam. Jakarta: PT. raja Grafindo
persada.

Zuhairini, dkk. (2006). Sejarah Pendidikan


Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Zuhairini, Abdul Ghofir dan Slamet As.yusuf.


(1981). Methodik Khusus Pendidikan
Agama. Surabaya: Biro Ilmiah

JURNAL

10 | Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam


Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam

Volume 2 Nomor 2 Agustus 2019