Anda di halaman 1dari 4

UTS Pato Reproduksi 2020

Nama I MADE MAHA PUTRA


NIM 1709511067/Kelas C

I. Pilih satu jawaban yang paling benar dengan menyilang (X) huruf Jawabannya

1. Penyebab radang ovarium (oophoritis) adalah berikut ini, kecuali :


A. Peritonitis B. Kista ovary C. Nimfomania D.Hematogen E.Mekanis
2. Radang oviduct (salpinx) disertai dengan timbunan cairan bening, disebut :
A.Hidrothorax B.Ascites C.Hidrosalpinx D.Hidrovary E.Hidrocele
3. Berikut patologi yang terjadi pada uterus, kecuali
A.Torsio uteri B.Ruptur uteri C.Metrorhagia D.Pyometra E.Cirrhosis
4. Veneral sarcoma merupakan neoplasia yang umum terjadi pada alat kelamin
anjing : A.Betina B.Jantan C.Betina dan jantan
D.Jalanan E.Liar
5. Peradangan uterus pada bagian mukosa sampai lamina propria disebut : A.Metritis
B.Endometritis C.Parametritis D.Perimetritis
6. Tumor mammae disebut “Adenocarcinoma mammae” karena yang mengalami neoplasia
adalah : A.Parenkim B.Jaringan Ikat C.Sel acini D.Epitel Kelenjar acini
E.Saluran susu
7. Radang testis (orchitis) yang disertai nekrosis (orchitis nekrotikan) umum ditemukan
pada kasus penyakit/infeksi : A.Streptokokosis
B.Trypanosomiasis C.Chorioptes sp D.Brucellosis
E.Fisiformis necrophorus
8. Jika peradangan menyerang gland penis dan preputium, maka disebut : A.Balanitis
B.Phostitis C.Orchitis D.Balanophostitis E.Dermatitis
9. Kastrasi terlalu dini pada hewan dapat menyebabkan : A.Displasia penis B.Aplasia
penis C.Hipoplasia penis D.Mikropenis E.Malformasi penis
10. Berikut pernyataan yang benar tentang “cryptorchid”, kecuali : A.Tidak turunnya testis
ke skrotum B.Kebanyakan unilateral C.Terjadi pada kanalis inguinalis
D.Bersifat kongenital E.Sering terjadi pada domba

II. Jelaskan secara singkat dan jelas hal-hal sebagai berikut :


1. Prolapsus uteri (Penyebab dan penanganannya) !
Penyebab terhadap prolapsus uteri adalah pertautan mesometrial yang panjang, uterus
yang lemas, atonik, dan mengendur, retensio secundinarum terutama pada apeks uterus
bunting, relaksasi pelvis serta daerah peritoneal secara berlebihan, tonus uteri yang buruk,
peningkatan dorongan, peningkatan tekanan intra-abdominal, timpani dan rebah, tarikan yang
berlebihan saat membantu proses kelahiran dan berat dari retensi membran fetus.
Penanganan dapat dilakukan dengan membersihkan uterus dengan air hangat agar uterus
tetap basah dan bersih sambil diangkat perlahan dan dipertahankan agar tetap sejajar arcus
ischiadicus atau vulva. Uterus kemudian direposisi dengan cara vulva dikuakkan dan pertama
bagian ventral kemudian dorsal uterus dimasukkan, mulai dari pangkalnya di bagian servik
yang terdekat pada vulva. Pada saat reposisi, tekanan harus diberikan dengan telapak tangan,
jari-jari diluruskan tetapi bersatu untuk mencegah perforasi uterus, pada akhirnya ujung ventral
uterus didorong dengan tinju melalui vulva, vagina dan servik. Sesudah uterus kembali ke
tempat semula, ke dalam uterus dimasukkan antibiotik intra uterin dan vulva dijahit dengan
jahitan vulva flexa.
2. Hipoplasia testis (Penyebab dan mekanismenya) !
Penyebab hipoplasia testis adalah genetik, nutrisi buruk, defisiensi zinc, kelainan
endokrin dan sitogenetik, dan karena dikastrasi terlalu dini
Hipoplasia testis secara teoritis dapat terjadi ketika jumlah atau panjang tubulus
seminiferus berkurang atau ketika tidak ada atau tidak cukup germ sel. Biasanya sebelum
pubertas, tubulus seminiferus hanya memiliki sel Sertoli dan spermatogonia. Pada masa
pubertas, tubulus testis hipoplastik menjalani sklerosis progresif yang tidak teratur dan menjadi
kolagen, mungkin karena degenerasi bersamaan. Gangguan endokrin yang menyebabkan
hipoplasia testis adalah gangguan yang menurunkan produksi hormon LH oleh kelenjar
hipofisis, yang pada gilirannya mempengaruhi produksi testosteron oleh sel endokrin
interstitial (Leydig), atau FSH oleh kelenjar hipofisis, yang merangsang fungsi pengasuhan sel
Sertoli . Sel-sel endokrin interstitial tampaknya lebih banyak dan berkerumun. Berbagai
kelainan sitogenetik yang luas, dari translokasi dan mosaik hingga tidak terhubung
menyebabkan polisom kromosom seks, menghasilkan hipoplasia testis.
UTS - SISTEM
INTEGUMEN
Rabu, 15 April 2020

Nama Gede Wiyasa Ardy Nugraha

NIM 1709511059/Kelas B

I. Pilih satu jawaban yang paling benar dengan cara menyilang (X) huruf
jawabannya !
1. Yang termasuk lesi sekunder pada sistem integumen adalah : A.Angiodema B.Pustula
C.Vesikula D.Papula E.Scar
2. Lapisan stratum (st) germinativum, st.spinosum, st.granulosum, st.lucidum dan
st.corneum, merupakan urutan : A.Lapisan dermis dari luar ke dalam B.Lapisan dermis
dari dalam ke luar C.Lapisan epidermis dari dalam ke luar D.Lapisan epidermis dari
luar ke dalam E.Lapisan subkutan dari dalam ke luar
3. Tumor yang sering menyerang bagian kulit anjing adalah : A.Tumor papilloma
B.Papilosarcoma C.Papilokarsinoma D.Tumor sel mast
E.Dermatosarcoma
4. Edema akibat disengat lebah madu, dapat berupa : A.Ruam B.Wheal
C.Angiodema D.Vesicula E.Anasarca
5. Sisik merupakan akumulasi fragmen lapisan tanduk yang terlepas, dapat disebabkan
oleh: A.Dehidrasi B.Herediter C.Hypothyroidisme
D.Hyperthyroidisme E.Genetik
6. Eksudat yang telah mengering pada permukaan suatu jejas, disebut sebagai : A.Krusta
B.Sisik C.Scar D.Scale E.Likenifikasi
7. Vitiligo adalah penyakit autoimun yang sering ditandai dengan : A.Hiperpigmentasi
B.Hipopigmentasi C. Melanotrichia.. D.Melanosis E.Leukotrichia
8. Komedo merupakan dilatasi folikel rambut yang sering dipenuhi oleh : A.Cairan dan
mikroorganisme B.sel-sel tanduk, lemak dan mikroorganisme C.Sel radang dan
mikroorganisme D.Material sebacea E.Mikroorganisme
9. Alopecia yang bersifat simetris bilateral, umumnya akibat dari : A.Infeksi
B.Defisiensi nutrisi C.Defisiensi mineral D.Defisiensi vitamin
E.Hormonal
10. Kiste pada kulit anjing biasanya menyerang pada bagian : A.Kelenjar sebacea
B.Kelenjar apokrin C.Folikel rambut D.Bagian konektor E.Bagian
papilla
11. Hiperkeratosis sering terjadi pada telapak kaki anjing yang menderita :
A.Cushingoid B.Vitiligo C.Distemper D.Pemphigus
foliaceus E.Ketuaan
12. Pustula dan abses dibedakan berdasarkan : A.Kedalaman lesi B.Luasnya lesi
C.Volume nanah D.Warna nanah E.Jenis penyakit yang menyertai
13. Penyakit kulit yang menyebabkan ekskoriasi umumnya akibat dari : A.Sakitnya
B.Alerginya C.Pruritis D.parasit Sarcoptes sp E.parasit Demodex sp.
14. Perbedaan scabiosis dan demodekosis adalah tingkat baunya, karena berkaitan dengan :
A.Produk parasit B.Kedalaman lokasi parasit C.Interaksi parasite-
jaringan
15. Kelenjar endokrin yang banyak berkaitan dengan gangguan sistem integumen adalah
: A.Gonad B.Adrenal C.Thyroid D.Parathyroid
E.Thymus
16. Spot datar kehitaman pada abdomen anjing Dachshund, merupakan contoh dari
lesi primer : A.Patch B.Makula C.Pustula D.Purpura
E.Melanosis
17. Pustula pada ventral abdomen anjing, selain dapat terjadi pada kasus penyakit
distemper, maka dapat terjadi juga akibat reaksi obat: A.trimetroprim-sulfa
B.Streptomycin- sulfa C.Trimetroprim-fosfat D.Alergan
E.Antihistamin
18. Jika lesi pustula, vesicula dan bula pecah, maka dapat meninggalkan lesi berupa : A.Ulser
B.Erosi C.Ekskoriasi D.Epidermal collarette E.Likenifikasi
19. Jaringan parut pada kulit hewan umumnya bersifat tidak elastis lagi, merupakan
akibat dari : A.Hiperkaeratosis B.Degradasi kolagen dermis C.Peningkatan
jaringan fibrosa D.Depigmentasi E.Peningkatan kerak
20. Pentingnya evaluasi dermatologik adalah karena : A.Kulit merupakan sistem terbesar
B.Bernilai ekonomis pada hewan besar C.Bernilai ekonomis pada hewan kecil
D.Penyebab dapat bersifat endogen dan eksogen E.Semua (A, B, C, D) benar

*******
II. Isilah titik-titik dibawah ini dengan jawaban yang tepat

1. Hiperkeratosis merupakan salah satu perubahan pertumbuhan padakulit di bagian


Lapisan Tanduk Kulit
2. Demodekosis menyebabkan perubahan patologis yang lebih dalam dari pada
hyperkeratosis, yaitu bagian Folikel Rambut
3. Vaskulitis didaerah dermis biasanya melibatkan 3 mekanisme yaitu 1).Akibat
deposisi bakteri; 2).Septikemia; 3). Hipersensitivitas Berperantara Imun Tipe-3

4. Alopecia yang bilateral simetris cenderung akibat dari gangguan Hormonal (Ketidak
Seimbangan Hormon)
5. Hilangnya kohesi keratinosit yang merupakan awal bentukan vesikula dan pustula,
disebut Akantolisis
6. Contoh penyakit yang morfologisnya berupa dermatitis vesikular/pustular
subepidermal adalah Pemphigus Foliaceous
7. Jika lepuhnya di intrabasiler, maka disebut Sistemik Lupus Eritematosa
8. Peradangan dalam pembuluh darah dan endotel pada bagian dermis disebut
Dermatitis Perivascular
9. Lesi folikulitis dan furunkulosis paling sering ditemukan pada anjing penderita
Demodekosis
10. Penyakit dengan lesi morfologis yang melibatkan bagian epidermis, dermis dan adnexia
adalah Infeksi Virus Pox
*******