Anda di halaman 1dari 3

APRIL 2020

MENINGKATKAN KINERJA TENAGA KESEHATAN:


MENCARI PRAKTIK YANG MENJANJIKAN
Marjolein Dieleman dan Jan Willem Harnmeijer
KIT - Royal Tropical Institute, Belanda

RINGKASAN EKSEKUTIF
Strategi peningkatan kinerja dibutuhkan
untuk mengatasi krisis SDM yang terjadi di
masyarakat terutama di daerah pedesaan.
Hasil studi kasus menunjukkan bahwa
keberhasilan intervensi membutuhkan
dukungan dan keterlibatan pemerintah yang
kuat, dan komitmen oleh semua pemangku
kepentingan.
Pemerintah perlu melakukan strategi untuk
mencegah penularan COVID-19 dan
mengatasi kekurangan kebutuhan fasilitas
kesehatan seperti Alat Pelindung Diri (APD).
Pendahuluan
Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sedikit yang telah dipublikasikan tentang apa yang
dan memiliki motivasi merupakan aspek penting berhasil dan tidak. Laporan ini ditulis dan
dalam penyediaan layanan kesehatan. Strategi ditujukan untuk pembuat kebijakan kesehatan,
peningkatan kinerja sangat penting untuk perencana dan manajer di daerah yang
mengatasi kekurangan SDM yang terjadi saat ini kekurangan SDM.
bahkan sampai tingkat kritis terutama di daerah Pandemi Coronavirus di Indonesia pertama kali
pedesaan. Pada laporan ini, kinerja dianggap muncul pada tanggal 2 Maret 2020. Kasus
sebagai gabungan dari ketersediaan staf (yang COVID-19 per 18 April 2020 meliputi 6.248 kasus
telah ada dan bertahan) dan staf yang kompeten, positif, dimana 631 orang sembuh dan 535 orang
produktif dan responsif (WHO, 2006). Pendekatan meninggal, diantaranya yang gugur adalah
berbasis bukti akan memberi informasi pembuat tenaga kesehatan yang telah berjuang melawan
kebijakan mengenai intervensi mana yang COVID-19 di Indonesia.
berhasil, dalam keadaan apa, dan untuk
kelompok staf apa (Buchan, 2002), namun hanya

MENINGKATKAN KINERJA TENAGA KESEHATAN: MENCARI PRAKTIK


YANG MENJANJIKAN
Marjolein Dieleman dan Jan Willem Harnmeijer
KIT - Royal Tropical Institute, Belanda
Identifikasi Masalah Strategis

Kinerja yang buruk merupakan akibat dari jumlah staf kesehatan yang tidak tercukupi, atau pemberian
perawatan yang tidak sesuai standar, dan tidak responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan pasien.
Berbagai faktor yang mempengaruhi retensi dan mobilitas staf dapat dibedakan menjadi :
• faktor pribadi dan yang berhubungan dengan gaya hidup, termasuk keadaan kehidupan
• faktor yang terkait dengan pekerjaan, terkait dengan persiapan untuk bekerja selama pendidikan
pra-jabatan
• faktor terkait sistem kesehatan, seperti kebijakan dan perencanaan sumber daya manusia
• kepuasan kerja, dipengaruhi oleh faktor fasilitas kesehatan, seperti pertimbangan keuangan, kondisi
kerja, kapasitas dan gaya manajemen, peningkatan profesional dan keselamatan di tempat kerja.
Masalah yang dihadapi oleh tenaga kesehatan saat ini berkaitan dengan kepuasan kerja, yaitu
kurangnya fasilitas rujukan COVID-19 dan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai sesuai standar
organisasi kesehatan dunia (WHO) atau Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sehingga mereka mudah
tertular virus COVID-19 dari pasien yang positif.

Rekomendasi

Tabel 1. Intervensi untuk Meningkatkan Produktifitas, Keterampilan, dan Daya Tanggap


Tingkat Intervensi
Level makro : Mendukung / memungkinkan:
Reformasi sektor kesehatan: desentralisasi, privatisasi,
Sistem kesehatan restrukturisasi keuangan dan penyediaan layanan, partisipasi
masyarakat dan mekanisme akuntabilitas, kode dari perilaku,
delegasi keterampilan, remunerasi (tingkat gaji dan tunjangan)
Level mikro: Mendukung / memungkinkan:/ terkait pekerjaan
Fasilitas kesehatan Memperbaiki kondisi kerja fisik
Kepemimpinan
Remunerasi (tunjangan lokal)
Menerapkan strategi jaminan kualitas atau peningkatan kinerja
Meningkatkan manajemen sumber daya manusia
Tingkat individu: Mendukung / memungkinkan:
Pekerja kesehatan Memberikan dukungan keamanan / AIDS
Mengembangkan / mengimplementasikan
Strategi yang peka gender
Strategi ditujukan pada kelompok umur tertentu
Perawatan dan dukungan untuk petugas kesehatan yang HIV-
positif

MENINGKATKAN KINERJA TENAGA KESEHATAN: MENCARI PRAKTIK


YANG MENJANJIKAN
Marjolein Dieleman dan Jan Willem Harnmeijer
KIT - Royal Tropical Institute, Belanda
Tabel 2. Aspek Manajemen Sumber Daya Manusia

Fungsi SDM Tugas


Ketersediaan staf Perencanaan jumlah staf
Gabungan keterampilan personel yang berkaitan dengan tugas
mereka, termasuk rekrutmen dan seleksi
Administrasi personalia
Menetapkan level gaji
dan hubungan karyawan
Harmonisasi hubungan antara staf / kerja tim
Paket insentif
Kesehatan dan keselamatan di tempat kerja
Manajemen kinerja Mengoptimalkan produksi dan kualitas perawatan: pengawasan,
pengembangan profesional, deskripsi pekerjaan dan
penilaian kinerja

Ketika anggota staf tersedia, kinerja mereka ditentukan oleh produktivitas, daya tanggap, dan
kompetensi. Strategi untuk meningkatkan produktivitas, daya tanggap, dan kompetensi dapat
diterapkan di berbagai tingkatan.
Di tingkat makro atau sistem kesehatan, strategi tertentu dalam reformasi sektor kesehatan dapat
berhasil, seperti perubahan dalam sistem pembayaran, desentralisasi, partisipasi masyarakat, dan
mekanisme akuntabilitas. Di tingkat mikro atau fasilitas, strategi yang diuji meliputi jaminan kualitas
dan intervensi peningkatan kinerja dan kegiatan dalam manajemen sumber daya manusia, seperti
insentif berbasis kinerja, pengawasan suportif, pelatihan dan peningkatan kepemimpinan dan
manajemen.
Terdapat dua rekomendasi strategi untuk meningkatkan kinerja tenaga kesehatan di Indonesia yaitu :
1. Penyediaan tiga jenis fasilitas kesehatan dengan kebutuhan yang berbeda, yaitu pusat karantina
(untuk merawat ODP dan PDP), pembangunan RS khusus Covid-19 (untuk merawat kasus
konfirmasi dengan gejala ringan dan sedang), serta RS rujukan (untuk kasus konfirmasi dengan
gejala klinis serius hingga berat).
2. Impor bahan baku produksi APD harus dipermudah sebagai upaya pemerataan distribusi APD bagi
tenaga kesehatan di Indonesia.

Referensi

World Health Organization. Corona virus disease (Covid-19) situation report.


World Health Organization. Dieleman M, Harnmeijer JW. Improving health worker performance : in
search of promising practices. 2006.
World Health Organization. Infection prevention and control during health care when novel coronavirus
(nCov) infection is suspected. Interim Guidance. 2020.

Oleh :
Ainun Nadzifatul Amalia Hafidz
250001194110020

MENINGKATKAN KINERJA TENAGA KESEHATAN: MENCARI PRAKTIK


YANG MENJANJIKAN
Marjolein Dieleman dan Jan Willem Harnmeijer
KIT - Royal Tropical Institute, Belanda