Anda di halaman 1dari 3

KIMIA FARMASI ANALITIK

“ TITRASI ”

Oleh

Vevia Risa Putri (2016.01.00.02.007)

DOSEN PEMBIMBING :LINDA HEVIRA, M.Si

PROGRAM STUDI FARMASI

UNIVERSITAS MOHAMMAD NATSIR BUKITTINGGI

2017

1. BROMATOMETRI dan BROMOMETRI


Bromometri merupakan penentuan kadar senyawa berdasarkan reaksi reduksi-
oksidasi dimana proses titrasi (reaksi antara reduktor dan bromine berjalan lambat) sehingga
dilakukan titrasi secara tidak langsung dengan menambahkan bromine berlebih.
Bromatometri dilakukan dengan titrasi secara langsung karena proses titrasi berjalan cepat
dan merupakan salah satu metode oksidimetri dengandasar reaksi oksidasi dari ion bromat
( BrO3 ).

Metode Bromometri digunakan untuk menetapkan senyawa-senyawa organik seperti


fenol-fenol, asam salisilat, resorsinol, peraklorofenol dan lain-lainnya dengan membentuk
tribrom substitusi.

Dalam bidang farmasi, digunakan untuk mengetahui kadar senyawa-senyawa obat


atau sediaan farmasi dan khususnya yang mengandung senyawa organik aromatis agar dapat
di peroleh mutu dan kualitas dari sediaan farmasi tersebut .

Identifikasi

Adanya bromida menyebabkan larutan berwarna kuning pucat. Warna tersebut tidak
terlalu jelas sehingga kesulitan untuk menetapkan titik ekivalen. Zat warna yang paling
banyak digunakan dalam titrasi bromometri adalah metil jingga dan metil merah.

Reaksi redoks

dengan mereaksikan sampel yang bersifat reduktor dengan Br, sebagai oksidator dan
kelebihan I akan direaksikan dengan KI yang menghasilkan I 2, dimana I2 dititrasi dengan
NA2S2O3 memakai indikator kanji. Ditandai dengan perubahan warna dari biru menjadi tak
berwarna.

Kelebihan titrasi bromometri-bromatometri

 Untuk menetapkan senyawa-senyawa organik aromatis dengan membentuk tribrom


substitusi.
 Untuk menetapkan senyawa arsen dan stibium dalam bentuk trivalent walaupun
tercampur dengan stanum valensi empat.

Kerugian titrasi bromatometri-bromometri


 Dibutuhkan lingkungan asam karena kepekatan ion H+ berpengaruh terhadap
perubahan ion bromat menjadi ion bromida (Br-).
 Kecepatan reaksinya tidak cukup tinggi
 Titrasi dilakukan dalam keadaan panas dan dalam lingkungan asam kuat.
 Adanya sedikit kelebihan kalium bromat dalam larutan akan menyebabkan ion
bromida bereaksi dengan ion bromat, dan bromin yang dibebaskan dan merubah
larutan menjadi warna kuning pucat.