Anda di halaman 1dari 8

Tugas Individu Hari : Jum’at

MK. Komunikasi Gizi 2019 Tanggal: 29 november 2019

Advokasi dan Negoisasi dalam Komunikasi di SDN 100 Pekanbaru

“Manfaat Mengkonsumsi Buah Bagi Anak Usia Sekolah”

Disusun Oleh:

PUJI LESTARI P031913411028

Dosen Pembimbing:

Fitriani,SKM,MKM

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES RIAU

JURUSAN GIZI 1A

2019
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas pertolongan
dan petunjuk-nya penulis dapat menyelesaikan laporan ini yang berjudul “Advokasi
dan Negosiasi dalam Komunikasi Gizi di SDN 100 Pekanbaru “Manfaat
Mengkonsumsi Buah Bagi Anak Usia Sekolah””. Makalah ini disusun untuk
memenuhi tugas Program Studi DIII Gizi dalam mata kuliah Komunikasi Gizi, penulis
menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini tidak lepas dari bimbingan,
motivasi dan bantuan dari berbagai pihak.

Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna. oleh karena
itu saran, masukan dan kritik penulis harapakan untuk perbaikan pembuatan
makalah yang akan datang dan penulis berharap semoga hasil makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua pihak yang membantu baik secara langsung ataupun
tidak, akan mendapat balasan yg berlipat ganda dari Allah SWT.

Akhir kata kami mengucapkan terimakasih, mudah-mudahan makalah ini


selain untuk penulis, bermanfaat juga bagi pembaca umumnya.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Pekanbaru,29 November 2019
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

Mengkonsumsi buah merupakan salah satu syarat dalam memenuhi menu


gizi seimbang. Buah merupakan makanan penting yang harus selalu dikonsumsi
setiap kali makan tentunya juga di lengkapi dengan sayur-sayuran. Tidak hanya
bagi orang dewasa, mengkonsumsi buah sangat penting untuk dikonsumsi sejak
usia anak-anak. Dengan diet tinggi sayur dan buah baik untuk melindungi
kesehatan tubuh, termasuk dalam menjaga berat badan.

Membiasakan anak untuk mengkonsumsi buah-buahan sejak dini


sangat penting karena pola diet yang diterapkan pada usia anak-anak akan
mempengaruhi pola diet ketika dewasa, jika ketika masih anak-anak memiliki
pola diet yang buruk maka hingga dewasa pun akan tetap buruk dan akan
mempengaruhi kesehatannya. Begitu pula dengan mengkonsumsi buah yang
dibiasakan sejak dini agar menjadi suatu kebiasaan baik hingga dewasa.

Konsumsi sayur dan buah pada anak masih sangat minim dan
masih banyak yang belum sesuai dengan rekomendasi. Menurut Pedoman Gizi
Seimbang (2014), bagi anak balita dan anak usia sekolah dianjurkan untuk
mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan sebanyak 300-400 gram yang terdiri
dari 250 gram sayur (setara dengan 2,5 porsi atau 2,5 gelas sayur setelah
dimasak dan ditiriskan) dan 150 gram buah (setara dengan 3 buah pisang ambon
ukuran sedang atau 1,5 potong pepaya ukuran sedang atau 3 buah jeruk ukuran
sedang).

2. Tujuan
- Tujuan Instruksional Umum
Memberikan pengetahuan tentang pentingnya mengkonsumsi buah
kepada anak sekolah dasar.
- Tujuan Instruksional Khusus.
Siswa dapat menerapkan mengkonsumsi buah dalam perilaku sehari hari.
Siswa mampu memahami manfaat berbagai macam buah-buahan. Siswa
dapat mengerti tentang bahaya jika kurang mengonsumsi buah-buahan.
HASIL KEGIATAN

1. Proses kegiatan (narasi kegiatan)


a. Tahap persiapan
- Menetapkan tujuan.
Penyuluh menetapkan tujuan dalam melakukan penyuluhan.
- Penentuan sasaran
Penyuluh menentukan sasaran yang akan dituju yaitu anak-anak
Sekolah Dasar yang masih belum paham tentang pentingnya
mengkonsumsi buah-buahan bagi kesehatan.
- Menyusun materi/isi penyuluhan
Penyuluh mempersiapkan bahan materi yang akan di sampaikan
ketika melakukan kegiatan penyuluhan terhadap sekolah yang akan
dituju.
- Memilih metoda yang tepat.
Penyuluh memilih metode ceramah yang merupakan salah satu
cara dalam penyuluhan dimana kita menerangkan atau
menjelaskan sesuatu dengan lisan disertai dengan tanya jawab
atau diskusi kepada sekelompok pendengar, serta di bantu alat
peraga yang sekiranya di perlukan dalam penyampaian materi.
- Penyuluh menentukan jenis alat peraga yang akan di gunakan.
Penyuluh menggunanakan alat peraga berupa kertas bergambar
buah-buahan.
- Penyuluh menetukan waktu dan tempat.
.
b. Tahap Pelaksaan
- Penyuluh memperkenalan diri.
- Penyuluh menjelaskan tujuan ceramah.
- Penyuluh menjelaskan pokok permasalahan yang akan dibahas.
- Penyuluh menyampaikan materi dengan suara yang jelas dan
bahasa yang mudah dimengerti.
- Pandangan penyuluh dalam menyampaikan materi merata
keseluruh sasaran.
- Terkadang penyuluh memberikan materi selingi dengan humor
akan tidak monoton.
- Penyuluh menggunakan alat peraga untuk memudahkan
pengertian adik-adik dan membawakan materi secara santai.
- Penyuluh memberikan kesempatan kepada sasaran untuk bertanya
terhadap hal-hal yang kurang jelas.
- Penyuluh menJawabl pertanyaan-pertanyaan sasaran dengan jelas
dan menyakinkan.
- Penyuluh menyimpulkan hasil penyampaian materi sebelum
mengakhiri materi tersebut.
c. Tahap Penilaian
- Penyuluh memberikan pertanyaan sederhana kepada adik-adik
peserta penyuluhan.
- Penyuluh menjawab pertanyaan adik-adik dengan santai dan
mudah di pahami.
- Kemudian penyuluh meminta tanda tangan peserta penyuluhan
sebagai bukti melakukan penyuluhan.

2. Faktor pendukung dan faktor penghambat dalam melakukan penyuluhan


a. Faktor Pendukung
Faktor pendukung dalam melakukan penyuluhan ini yaitu
kerjasama antara penyuluh dan pihak sekolah yang memberi izin untuk
memberikan materi yang bermanfaat untuk adik-adik. Antusiasme adik-
adik dalam mendengarkan materi yang diselenggarakan oleh penyuluh
sangat besar sehingga sangat mendukung tercapainya target
pemenuhan tugas penyuluh. Faktor pendukung lainnya yaitu
penggunaan media yang membantu penyuluh untuk mempermudah
memberikan materi agar adik-adik mudah memahami, serta dukungan
dari teman-teman penyuluh yang membantu mencari waktu dan
tempat untuk memberikan penyuluhan.

b. Faktor Penghambat
Faktor penghambat dalam penyuluhan ini adalah Waktu. Dalam
hal ini waktu yang disediakan oleh sekolah kadang tidak bertepatan
atau tidak cocok dengan waktu yang disediakan oleh penyuluh.

3. Solusi saat ditemukan faktor penghambat.


Solusi dalam memecahkan masalah tersebut yaitu bernegosiasi
antara penyuluh dan pihak sekolah mengenai waktu, sampai ditemukan
waktu yang pas untuk melakukan penyuluhan terhadap sekolah tersebut.
KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan
Penyuluhan dengan metode ceramah serta bermain tebak gambar dan
berpengaruh untuk meningkat pengetahuan dan sikap dalam konsumsi dan
buah pada siswa SD Negeri 100 Pekanbaru.
Penyuluhan dengan kombinasi metode ceramah dan bermain tebak
gambar buah-buahan memiliki beda nilai rerata yang paling signifikan
terhadap pengetahuan dan sikap dibandingkan dengan kelompok yang hanya
diberikan penyuluhan dengan masing-masing metode.

2. Saran

Disarankan dengan dilakukan penyuluhan ini anak-anak usia sekolah


jadi lebih memahami pentingnya mengkonsumsi buah-buahan untuk
kesehatan terutama dalam sistem pencernaan dan selalu mengkonsumsi
buah-buahan yang banyak mengandung zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh.
Anak-anak adalah kelompok umur yang rentan kurang mengkonsumsi buah
karena adanya kebiasaan mengkonsumsi makanan cepat saji, untuk itu peran
sekolah dan orang tua sangat dibutuhkan dalam penyediaan buah-buahan.
Perlu ada informasi yang jelas tentang beragam jenis buah-buahan serta
manfaatnya. Dengan konsumsi buah dan sayur yang beragam dan berimbang
maka kebutuhan zat gizi akan terpenuhi.
LAMPIRAN