Anda di halaman 1dari 5

1. Apakah yang dimaksud dengan Agency Issue dan bagaimana cara penyelesaiannya.

Adalah masalah yang mungkin timbul antara pemegang saham dengan manajemen, masalah keagenan
biasanya terjadi ketika ada konflik kepentingan dalam hal kebijakan yang harus dilakukan di dalam
sebuah hubungan keagenan.

Ada beberapa cara yang digunakan untuk mengatasi atau lebih tepatnya meminimalkan konflik
kepentingan yang terjadi antara principal dan agen :

a. Menyamakan kepentingan manajemen


Untuk mensejajarkan kepentingan agen, principal bisa memberikan bagian saham yang dimiliki
kepada manajemen. Pemberian bagian saham ini bisa membuat manajemen akan memberikan
kinerja terbaiknya tanpa harus melakukan hal hal yang bisa merugikan pemegang saham.
b. Pengawasan Good Corporate Governance
Secara umum, Good Corporate Governance adalah sebuah peraturan yang berhubungan dengan
hubungan antara manajemen, pemegang saham, kreditur, karyawan, pemerintah, dan pihak
pihak yang berkepentingan yang lain yang berkaitan dengan hak dan kewajibannya masing
masing. Masalah utama dalam teori agency adalah adanya asimetri informasi, paling tidak bisa
mengurangi asimetri informasi dan membatasi tindakan manipulasi laporan keuangan oleh
manajemen.
c. Utang sebagai sumber pendanaan perusahaan
Dengan Utang maka akan ada pihak lain yang ikut mengawasi kinerja dari manajemen
perusahaan yaitu kreditur. Pengawasan oleh kreditur ini akan meminimalkan biaya pengawasan
yang harus dikeluarkan oleh principal.
d. Reward dan Punishment
Pemberian reward bisa berupa pemberian insentif, bonus, atau renumerasi yang memadai
bahkan pemberian bagian saham yang diberikan sebagai apresiasi kinerja manajemen.
Pemberian ancaman bahkan hukuman terhadap manajemen yang berperilaku menyimpang dan
merugikan pemegang saham bisa dilakukan untuk mengatasi masalah keagenan, hukuman bisa
berupa pemecatan, merotasi dan memindahkan tempat kerja dan posisi seseorang.
e. Intervensi langsung oleh pemegang saham
f. Meningkatkan Kepemilikan Saham oleh Institusi Lain.
Peningkatan kepemilikan saham oleh pihak lain akan membuat biaya agensi menjadi lebih
ringan dan manajemen akan semakin lebih banyak yang mengawasi.
2.

Current Ratio adalah rasio yang sangat berguna untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam
hal melunasi kewajiban kewajiban jangka pendeknya, dimana bisa diketahui sampai seberapa jauh
sebenarnya jumlah aktiva lancer perusahaan bisa menjamin utang lancarnya.

Quick Ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam
menggunakan aktiva lancar untuk menutupi utang lancarnya. Persediaan barang dagang tidak dihitung
meskipun termasuk dalam aktiva lancar, karena persediaan dianggap sebagai aktiva lancar yang sulit
diubah menjadi kas.

Cash Ratio adalah Rasio yang menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk membayar utang
jangka pendek menggunakan kas dan setara kas.

Gross Profit Margin Ratio adalah Rasio profitabilitas yang digunakan untuk menghitung persentase
kelebihan laba kotor terhadap pendapatan penjualan. Dapat digunakan untuk mengukur seberapa
efisien perusahaan menggunakan bahan dan tenaga kerjanya untuk memproduksi dan menjual
produknya untuk menghasilkan keuntungan.

Net Proifir Margin Ratio adalah rasio profitabilitas untuk menilai persentase laba bersih yang didapat
setelah dikurangi pajak terhadap pendapatan yang diperoleh dari penjualan.

Return On Asset Ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa efisiensinya suatu
perusahaan untuk dapat mengubah uang yang digunakan untuk membeli asset menjadi laba bersih.
Return On Equity Ratio adalah rasio yang yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih dengan menggunakan modal sendiri dan menghasilkan laba bersih yang
tersedia bagi pemilik atau investor.

Debt to Asset Ratio adalah rasio yang ditujukan untuk mengetahui seberapa besar porsi hutang dalam
semua aktiva yang dimiliki perusahaan.

Inventory Turnover menunjukkan berapa kali rata rata inventory atau persediaan diproduksi dan dijual
pada periode tersebut, makin tinggi nilai inventory turnover ratio berarti makin sering barang dijual dan
tentu saja makin menambah pendapatan perusahaan dan makin menambah keuntungan perusahaan.

Days of Account Receivable adalah rasio untuk mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh
perusahaan untuk menagih piutangnya.

Days of Account Payable menunjukkan rata rata hari yang dibutuhkan perusahaan untuk membayar
hutang dagang dari pembelian yang dilakukan.

3. Current Ratio > 2


Current ratio > 2 Jika angka rasio lancar suatu perusahaan lebih dari 1,0 kali maka perusahaan
tersebut punya kemampuan yang baik dalam melunasi kewajibannya. kemampuan perusahaan
ini baik di dalam memenuhi kewajiban hutang jangka pendeknya, selain itu current ratio ini juga
menunjukkan efisiensi siklus operasi perusahaan atau kemampuannya mengubah produk
menjadi uang tunai.
Quick Ratio > 1
Quick Ratio > 1 menunjukkan kemampuan perusahaan yang baik dalam memenuhi
kewajibannya, perusahaan menggunakan aktiva lancar yang paling likuid untuk dibandingkan
dengan kewajiban lancar dan tidak memperhitungkan nilai inventaris.
Cash Ratio < 1
Artinya kas dan setara kas perusahaan tidak mempunyai kemampuan untuk melunasi kewajiban
jangka pendeknya

Days of AP 30 Hari
Hal ini menunjukkan perusahaan membutuhkan waktu 30 hari untuk melakukan pembayaran
hutang dagang dari pembelian yang dilakukan

Days of AR 45 Hari
Hal ini menunjukkan perusahaan membutuhkan waktu 45 hari untuk menagih piutangnya.

Kasus

1.

Net Profit Before Taxes 1,200,000


Less Taxes (300,000)
Net Profit After Taxes 900,000

Earning per share = 600.000/300.000 = 2

2. Rasio Likuiditas :
Current Ratio = Current Assets : Current Liabilities
= 4000 : 1240
= 3,23

= (4000 – 2460) / 1240


= 1,24

Rasio Aktivitas :
Working Capital Turnover = Sales / (Aktiva Lancar – Utang Lancar)
= 12.000 / (4000 – 1240)
= 4,35
Inventory Turnover (at Market) = Penjualan : Persediaan
= 12.000 : 2.460
= 4,88

3. ROA = Laba Bersih : Total Asset


= 2.000.000.000 : 10.000.000.000
= 20%

ROE = Laba Bersih : Total Equity


= 2.000.000.000 : 5.000.000.000
= 40%

Kegunaan perhitungan ROA adalah untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
dari aktiva yang digunakan

Sedangkan kegunaan perhitungan ROE adalah untuk menilai kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih setelah pajak dari pemanfaatan modal yang dimilikinya.