Anda di halaman 1dari 17

Kelompok 3

1. Ira Sofyana Simatupang 1801296


2. Muh Marwan Nasaruddin 1801277
3. Shela novi amri 1901101
4. Ahmad Rimawan 1901401
 Yang dimaksud dengan periode Pra-Kolonialisme adalah masa – masa
berdirinya kerajaan –kerajaan di wilayah Nusantara (sekitar abad ke – 5)
sampai sebelum masa masuknya penjajah yang secara sistematis
menguasai kekuatan ekonomi dan politik di wilayah nusantara (sekitar
abad k-15 sampai 17). Pada masa itu RI belum berdiri. Daerah – daerah
umumnya dipimpin oleh kerajaan – kerajaan.

 Perdagangan di masa kerajaan-kerajaan tradisional disebut oleh Van Leur


mempunyai sifat kapitalisme politik, dimana pengaruh raja-raja dalam
perdagangan itu sangat besar.

 Penggunaan uang yang berupa koin emas dan koin perak sudah dikenal
di masa itu, penggunaan uang masih terbatas, karena perdagangan barter
banyak berlangsung.
 Di masa pra kolonial, pelayaran niaga yang cenderung lebih dominan.
Namun dapat dikatakan bahwa di Indonesia secara keseluruhan,
pertanian dan perniagaan sangat berpengaruh dalam perkembangan
perekonomian Indonesia.

 Adanya interaksi antara para pedagang dengan orang Indonesia asli


untuk berbisnis lama kelamaan berkembang menjadi akulturasi budaya.
Tidak sedikit bangsa Arab menikahi orang Indonesia dan menetap di
Indonesia. Tidak sedikit pula orang Indonesia yang masuk Islam. Maka
kita kenal adanya Wali Songo yang merupakan orang Indonesia asli yang
memiliih ilmu mengenai agama Islam yang kental. Mereka menjadi
penyebar agama Islam di seluruh Nusantara.
 Voc merupakan negara dalam negara karena selain ia berdomisili di
suatu negara, voc juga mempunyai hak oktrooi, yaitu hak yang diberikan
pemerintah belanda untuk bertindak sebagai negara. hak itu meliputi
hak untuk membentuktentara, mendirikan benteng, mencetak uang
sendiri, melakukan sistemmonopoli perdagangan, dan melakukan
perjanjian-perjanjian dengan kerajaan indonesia.

 VOC telah diberikan hak monopoli terhadap perdagangan & aktivitas


kolonial di wilayah tersebut oleh Parlemen Belanda pada tahun 1602.
Markasnya berada di Batavia, yg kini bernama Jakarta.

 VOC menerapkan aturan baru yaitu Verplichte Leverantie atau


penyerahan wajib. Tiap daerah diwajibkan menyerahkan hasil bumi
kepada VOC menurut harga yang telah ditentukan.
Tujuan pembentukan VOC sebenarnya tidak hanya untuk
menghindari persaingan di antara pedagang Belanda, tetapi juga:

 menyaingi kongsi dagang Inggris di India, yaitu EIC (East India


Company),
 menguasai pelabuhan-pelabuhan penting dan kerajaan-kerajaan,
serta
 melaksanakan monopoli perdagangan rempah-rempah.
 Agar dapat melaksanakan tugas dengan leluasa VOC diberi hak
istimewa oleh pemerintah Belanda :
1. Memonopoli perdagangan
2. Mencetak dan mengedarkan uang
3. Mengangkat dan memperhentikan pegawai
4. Mengadakan perjanjian dengan raja-raja
5. Memiliki tentara untuk mempertahankan diri
6. Mendirikan benteng
7. Menyatakan perang dan damai
8. Mengangkat dan memberhentikan penguasa-penguasa
setempat.
 Peraturan yang ditetapkan VOC dalam melaksanakan monopoli
perdagangan antara lain :
1. Verplichte Laverantie, yaitu penyerahan wajib hasil bumi dengan
harga yg telah ditetapkan oleh VOC,dan melarang rakyat menjual
hasil buminya selain kepada VOC.
2. Contingenten, yaitu kewajiban bagi rakyat untuk membayar pajak
berupa hasil bumi.
3. Peraturan tentang ketentuan areal dan jumlah tanaman rempah
yang boleh ditanam.
4. Ekstirpasi, yaitu hak VOC untuk menebang tanaman rempah agar
tidak terjadi over produksi yg dapat menyebabkan harga rempah
merosot.
5. Pelayaran Hongi, yaitu pelayaran dengan perahu kora-kora
(perahu perang) untuk mengawasi pelaksanaan monopoli
perdagangan VOC dan menindak pelanggarnya.
 Untuk semakin memperbesar kekuasaannya di Indonesia, VOC
melakukan cara-cara politik devide et impera atau politik adu domba,
dan tipu muslihat. Misalnya kalau ada persengketaan antara kerajaan
yang satu dengan kerajaan yang lain, mereka mencoba membantu
salah satu pihak.

 Kejayaan VOC ternyata tidak bertahan lama. Dalam perkembangannya


VOC mengalami masalah yang besar, yakni kebangkrutan.
 Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel), merupakan peraturan yang
dikeluarkan Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch pada tahun
1830 yang mengharuskan setiap desa menyisihkan 20% tanahnya untuk
ditanami komoditi yang laku dipasar ekspor, khususnya tebu, tarum
(nila) dan kopi. Hasil tanaman ini nantinya harus dijual kepada
pemerintah belanda dengan harga yang telah ditetapkan. Sedangkan
Penduduk desa yang tidak punya tanah harus bekerja selama 75 hari
setiap tahun (20% dari 365 Hari) pada perkebunan milik pemerintah
belanda, hal tersebut menjadi semacam pengganti pajak bagi rakyat.

 Tujuan sistem tanam paksa atau Cultuur stelsel adalah memperoleh


pendapatan sebanyak mungkin dalam waktu relatif singkat, yang
tujuannya untuk mengisi kekosongan kas Belanda yang pada saat itu
terkuras habis akibat perang.
 Dampak dan Akibat Sistem Tanam Paksa
Bagi Indonesia
 Beban rakyat menjadi sangat berat karena harus menyerahkan
sebagian tanah dan hasil panennya, mengikuti kerja rodi
serta membayar pajak .
 Sawah ladang menjadi terbengkelai karena diwajibkan kerja
rodi yang berkepanjangan sehingga penghasilan menurun
drastis.
 Timbulnya wabah penyakit dan terjadi banyak kelaparan di
mana-mana.
 Timbulnya bahaya kemiskinan yang makin berat.
 Rakyat Indonesia mengenal tanaman dengan kualitas ekspor.
 Rakyat Indonesia mengenal teknik menanam berbagai jenis
tanaman baru.
 Dampak dan Akibat Sistem Tanam Paksa Bagi Belanda
 Kas Negeri Belanda yang semula kosong menjadi dapat
terpenuhi.
 Penerimaan pendapatan melebihi anggaran belanja (Surplus).
 Hutang-hutang Belanda terlunasi.
 Perdagangan berkembang pesat.
 Amsterdam sukses dibangun menjadi kota pusat perdagangan
dunia.
 Pengertian Sistem Ekonomi Kapitalis Liberal
adalah sitem ekonomi yang aset-aset produktif dan faktor-faktor
produksinya sebagian besar dimiliki oleh sektor individu/swasta.
Sementara tujuan utama kegiatan produksi adalah menjual untuk
memperoleh laba.

 Dalam perekonomian kapitalis liberal setiap warga dapat mengatur


nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang
bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-
besarnya dan bebas melakukan kompetisi untuk memenangkan
persaingan bebas.
 Sejarah Perkembangan Sistem Perekonomian Liberal
Dibagi menjadi 2 Tahapan :
1. Sistem kapitalis liberal awal/klasik
2. Sistem kapitalis liberal modern

1. Sistem ekonomi kapitalis liberal klasik berlangsung sekitar abad


ke-17 sampai menjelang abad ke-20, dimana individu/swasta
mempunyai kebebasan penguasaan sumber daya maupun
pengusaan ekonomi dengan tanpa adanya campur tangan
pemerintah untuk mencapai kepentingan individu tersebut,
sehingga mengakibatkan munculnya berbagai ekses negatif
diantaranya eksploitasi buruh dan penguasaan kekuatan ekonomi.
Untuk masa sekarang, sitem kapitalis liberal awal/klasik telah
ditinggalkan.
2. Sistem kapitalis liberal modern
Sistem ekonomi kapitalis liberal modern adalah sistem ekonomi kapitalis liberal
yang telah disempurnakan. Beberapa unsur penyempurnaan yang paling
mencolok adalah diterimanya peran pemerintah dalam pengelolaan
perekonomian. Pentingnya peranan pemerintah dalam hal ini adalah sebagai
pengawas jalannya perekonomian. Selain itu, kebebasan individu juga dibatasi
melalui pemberlakuan berbagai peraturan, diantaranya undang-undang anti
monopoli (Antitrust Law). Nasib pekerja juga sudah mulai diperhatikan dengan
diberlakukannya peraturan-peraturan yang melindungi hak asasi buruh sebagai
manusia. Serikat buruh juga diijinkan berdiri dan memperjuangkan nasib para
pekerja. Dalam sistem kapitalis liberal modern tidak semua aset produktif boleh
dimiliki individu terutama yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat
banyak, pembatasannya dilakukan berdasarkan undang-undang atau peraturan-
peraturan. Untuk menghindari perbedaan kepemilikan yang mencolok, maka
diberlakukan pajak progresif misalnya pajak barang mewah.
 Kelebihan Sistem Ekonomi Kapitalis Liberal
 Setiap individu (perorangan/perusahaan) bebas dan mempuyai hak untuk
memiliki kekayaan dan sumber daya produksi pribadi.
 Inisiatif dan kreativitas masyarakat dalam ekonomi bisa dikembangkan.
 Tindakannya selalu didasarkan pada prinsip ekonomi sehingga efesiensi
dan efektivitas tinggi.
 Adanya persaingan antar produsen (perusahaan) untuk menghasilkan
barang yang bermutu.

 Kelemahan Sistem Ekonomi Kapitalis Liberal


 Kebebasan ini seringkali disalah gunakan oleh pihak yang dari segi
ekonomi nya kuat untuk memeras pihak yang lemah
 Persaingan untuk merebut pasar bisa menimbulkan mendorong
terbentuknya monopoli, kolusi usaha dan konglomerasi sehingga
mengancam pengusaha yang lemah.
 Mendorong munculnya kesenjangan antara golongan ekonomi kuat
dengan ekonomi yang lemah semakin besar.
 Perekonomian mudah terguncang ketidakstabilan.
 Negara yang Menganut Ekonomi Kapitalis Liberal :

 Pada benua Amerika : Amerika Serikat, Argentina, Brazil, Kolombia,


Kanada, Meksiko, dan Suriname.

 Pada benua Eropa :, Spanyol, Swedia, Switzerland, Denmark,


Perancis, Jerman, Yunani, Islandia, Italia, Polandia, Portugal, Rusia,

 Pada benua Asia : India, Iran, Israel, Jepang, Korea Selatan, Filipina,
Taiwan, Thailand dan Turki.
Thank You