Anda di halaman 1dari 7

yang bersentuhan langsung dengan permukaan alat

penekan saat pembebanan.

C. Cara Pengujian Sifat Fisis dan Sifat Mekanik


Metode untuk mengetahui sifat fisis dan mekanik
suatu batuan yakni sesuai dengan standar ketetapan
ASTM (American Standard Testing and Material),
dikarenakan dalam ASTM (American Standard Testing and
Material) tersebut terdapat ketetapan langkah langkah
percobaan yang harus dilakukan untuk memperoleh
sifat fisis dan mekanik dari suatu material. Metode
ASTM yang digunakan yakni dengan melakukan
pengukuran berat sampel yang telah dimanipuasi
keadaannya (sampel kering, sampel basah, sampel
natural, sampel yang tergantung dalam air) dan
perhitungan menggunakan persamaan untuk
mendapatkan nilai parameter sifat fisis (porositas, kadar
air, densitas, dan lainnya). Metode yang digunakan dalam
mengetahui sifat mekanik suatu batuan (kuat tekan, kuat
tarik) yakni sampel batuan diberikan gaya beban (F)
hingga sampel tersebut dalam keadaan hancur dan
menggunakan persamaan terkait untuk mendapatkan
nilai paramater sifat mekanik (kuat tekan, kuat tarik)
sampel tersebut (Kramadibrata, dkk, 2000).
1. Alat
Adapun alat yang diperlukan untuk pengujian sifat
fisik dan mekanik batuan :
a. Timbangan (neraca digital) , berfungsi untuk

mengukur massa batuan b. Bak air, berfungsi sebagai

tempat perendaman batuan dalam air

c. Pemanas (oven), berfungsi sebagai pengering sampel


batuan
d. Palu Geologi , berfungsi sebagai alat penghancur
batuan di lokasi penelitian.
e. Software Microsoft Excel, berfungsi untuk menghitung
nilai porositas, massa jenis, serta nilai kuat tekan
batuan.
f. GPS (Global Positioning System) untuk mengetahui
titik koordinat
lokasi pengambilan sampel.
g. Alat tulis, sebagai alat pencatat hasil pengamatan
h. Tabel pengamatan, sebagai penyaji data berupa nilai
porositas, massa jenis, dan kadar air, serta kuat tekan
batuan.
i. Penggaris, berfungsi untuk mengukur
panjang batuan. j. Alat uji kuat tekan
batuan.
k. Mesin gurindam, berfungsi untuk membentuk sampel
menjadi bangun ruang kubus.
l. Jangka sorong, berfungsi untuk mengukur ketebalan
batuan sehingga diperoleh luas permukaan batuan (A).
2. Bahan
Adapun bahan yang dibutuhkan untuk pengujian sifat
fisik dan mekanik batuan :
a. Sampel batuan karst
b. Air, berfungsi sebagai media perendaman sampel
batuan
3. Pengujian Sifat Fisis
Pada penelitian ini, pengujian sifat fisis batuan
yaitu mengukur dan menghitung nilai densitas ( massa
jenis) dan porositas menggunakan ASTM C 127 . Sampel
batuan yang dibentuk pada penelitian ini yaitu kubus
dengan dimensi perbandingan panjang, tinggi, dan lebar
adalah 1 (± 4 cm) :
1 (± 4 cm) : 1 (± 4 cm). Adapun langkah-langkah dalam
mengukur dan menghitung nilai porositas dan densitas
batuan :
a) Menimbang massa sampel batuan natural (Wn)
dengan menggunakan
neraca digital, kemudian catat massa sampel batuan
dalam tabel hasil pengamatan.

b) Memenaskan sampel batuan dengan durasi ± 24 jam


pada suhu 11O
o
±5 C
c) Mengeluarkan sampel batuan yang telah dipanaskan,
diamkan sampel batuan hingga dingin, kemudian
menimbang massa sampel batuan kering (Wo)
dengan neraca digital, catat massa sampel batuan
dalam
tabel hasil pengamatan.

d) Merendam sampel batuan selama ± 24 jam ke dalam


bak perendam yang telah terisi air, kemudian
keluarkan sampel batuan pada bak perendam setelah
itu keringkan permukaan sampel batuan dengan
handuk, menimbang massa sampel batuan (Ww)
menggunakan neraca digital, kemudian catat massa
sampel batuan dalam tabel hasil pengamatan.

e) Mengukur massa sampel batuan yang tergantung


dalam dalam air Ws.
Catat hasil pengukuran dalam tabel pengamatan.

f) Menghitung nilai densitas dan porositas masing-


masing sampel batuan dengan menggunakan
persamaan (2.1) dan (2.2).
4. Pengujian Sifat Mekanik Batuan
Pengujian sifat mekanik batuan bertujuan untuk
memperoleh suatu gambaran tentang sifat mekanik
batuan. Uji kuat tekan dilakukan terhadap sampel batuan
yang telah diambil pada Kawasan Karst Pangkep. Dalam
penelitian ini menggunakan sampel berbentuk kubus
dengan dimensi perbandingan panjang (r), tinggi (r) dan
lebar (r) yaitu 1 (± 4 cm) : 1 (± 4 cm)
: 1 (± 4 cm) yang memenuhi persyaratan compression
test ASTM-C. Adapun langkah-langkah pengujian kuat
tekan batuan :
a) Meletakkan sampel uji tersebut pada mesin UCS
secara sentris dengan permukaan yang rata.
b) Sebelum menjalankan alat , pastikan alat terkalibarsi
dengan baik.
c) Menjalankan mesin uji kuat tekan dengan
cara melakukan pembebanan sampai sampel uji
tersebut hingga hancur. Catat beban maksimum
hancur yang terjadi selama pemeriksaan benda uji.
Data percobaan ini akan diperoleh variabel r (mm)
yakni ketebalan batuan yang diukur mengunakan
2
jangka sorong, A (mm ) yakni luas permukaan
batuan yang diperoleh menggunakan persamaan
luas persegi (r.r ) dan F (N) yakni gaya tekan maksimal
yang diberikan oleh
alat pada sampel, hingga kondisi sampel dalam
keadaan hancur.
d) Selanjutnya menggunakan persamaan 2.3 untuk
memperoleh nilai kuat tekan sampel batuan.

DAFTAR
PUSTAKA

Adji, T.N. Haryono, E. 2009.

GeomorfologidanHidrologiKarst Yogyakarta; Arsyad, M.

lhsan, N. Tiwow, V.A . 2015. Estimation of Underground

River
Water Availability Based On Rainfall in The Karst
Region, South
Sulawesi. AlPConferenceProceedings.

Bienawski, ZT. 1989.


EngineeringRockMassClassificartion. USA. John
Wiley & Sons,lnc.

lSRM. 1978. lnternational Society for Rock Mechanics


Commision on Standardization of Laboratory and
Field Test, Vol.15 , Great Britain, Pergamon Press Ltd.

Kramadibrata, dkk. 2000. Mekanika Batuan . Yogyakarta:


Jurusan Teknik
Sipil Fakultas Teknik. Universitas Gajah Mada.

Novianti, H. 2013. Mekanika Batuan. Jurusan Teknik :


Universitas
Mulawarman Samarinda.

Rai, M. A, Kramadibrata. S, Ridho K. W .2013. Mekanika


Batuan lTB : Bandung.

Widya, U. dkk. (2016). lnventarisasi Potensi Kawasan


Karst Pamekasan Madura Utara.
JurnalGeosaintek.02/03 . Jurusan Teknik Geofisika.
Surabaya : lnstitut Teknologi Sepuluh November.