Anda di halaman 1dari 13

MATERNITAS II

Perdarahan Awal Kehamilan

Dosen Pengampu : Ns. Febi Ratnasari, S.Kep., M.Kep.

Tingkat 2B Keperawatan

Indah Fitriyani (18215098)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) YATSI TANGERANG


JL. Arya Santika No.40A Bugel, Margasari karawaci, Kota Tangerang
Telp. (021) 55726558/55725974 Fax: (021) 22252518
Email: stikesyatsi@yahoo.co.id
PERDARAHAN AWAL KEHAMILAN
Menurut Federasi Obstetri Ginekoloigi Internasional, kehamilan didefinisikan
sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan
dengan nidasi atau implantasi ( Yulistiana, 2015:81)

Menurut Departemen Kesehatan RI, 2007, Kehamilan adalah masa dimulai saat
konsepsi sampai lahirna janin, lamanya hamil normal 280 hari (40 minggu / 9 bulan
/ 7 hari ) di hitung triwulan/ trimester pertama di mulai dari konsepsi samapi 3
bulan, trimester/trimester ke-2 dari bulan ke-4 sampai 6 bulan, triwulan/trimester
ke-3 dari bulan ke-7 sampai ke-9 ( Agustin,2012:12)

Salah satu masalah yang sering terjadi pada kehamilan adalah terjadinya
perdarahan. Perdarahan dapat terjadi pada setiap usia kehamilan. Perdarahan pada
kehamilan sendiri berarti perdarahan melalui vagina yang terjadi pada masa
kehamilan, bukan perdarahan dari organ atau sistem lainnnya. Perdarahan pada
kehamilan adalah masalah yang cukup serius yang terjadi pada masyarakat
indonesia yang mengakibatkan cukup tinggi pada ibu-ibu di Indonesia.
Perdarahan dalam kehamilan dapat terjadi setiap saat, baik selama kehamilan,
persalinan, maupun saat masa nifas. Oleh karena dapat membahayakan keselamatan
ibu dan janin, setiap perdarahan yang terjadi dalam kehamilan, persalinan, dan
masa nifas dianggap sebagai suatu keadaan akut dan serius. Setiap wanita hamil
dan nifas yang mengalami perdarahan, harus segera dirawat dan dicari
penyebabnya, untuk selanjutnya dapat diberi pertolongan dengan tepat.
Pengelompokan perdarahan pada kehamilan tersebut secara praktis dibagi
menjadi: perdarahan pada kehamilan muda, perdarahan sebelum melahirkan
(antepartum hemoragik), dan perdarahan setelah melahirkan (postpartum
hemoragik). Dalam Federasi Obstetri dan Ginekologi yang terdapat didalam
Prawirohardjo (2008) bahwa kehamilan merupakan fertilisasi atau penyatuan dari
spermatozoa dan ovum yang dilajutkan dengan proses nidasi.
Perdarahan antenatal pada trimester pertama (kehamilan muda) adalah
perdarahan pervagina pada kehamilan dari 22 minggu (Saifuddin,2004).

1
 Etiologi
1. Abortus
Abortus adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar
Rahim, sebagai batasan yaitu kehamilan kurang dari 20mgg atau berat janin
kurang dari 500 gram.
Pada awal abortus terjadi perdarahan desiduabasalis, diikuti dengan
nerkrosis jaringan sekitar yang menyebabkan hasil konsepsi terlepas dan
dianggap benda asing dalam uterus. Kemudian uterus berkontraksi untuk
mengeluarkan benda asing tersebut. Abortus biasanya disertai dengan
perdarahan didalam desidua basalis dan perubahan nekrotik di dalam
jaringan-jaringan yang berdekatan dengan tempat perdarahan. Ovum yang
terlepas sebagian atau seluruhnya dan mungkin menjadi benda asing di
dalam uterus sehingga merangsang kontraksi uterus dan mengakibatkan
pengeluaran janin.

2. Kehamilan Ektopik
Kehamilan Ektopik adalah kehamilan diluar rahim, misalnya dalam tuba,
rongga perut, servix, atau dalam tanduk rudimeter Rahim.
Proses implantasi ovum yang dibuahi terjadi dituba pada dasarnya sama
halnya di kavum uteri. Telur dituba bernidasi secara kolumner.
Perkembangan telur selanjutnya di batasi oleh kurangnya vaskularisasi dan
biasanya telur mati secara dini dan kemudian direasibsu,setelah tempat
nidasi tertutup, maka telur dipisahkan dari lumen tuba oleh lapisan jaringan
yang menyerupai desidua dan dinamakan pseudokapsularis. Pembentukan
desidua di tuba tidak sempurna. Perkembangan janin selanjutnya bergantung
pada beberapa faktor, seperti tempat implementasi, tebalnya dinding tuba
dan banyaknya perdarahan yang terjadi oleh invasi trofoblas. Mengenai
nasib kehamilan dalam tuba terdapat beberapa kemungkinan. Sebagian besar
kehamilan tuba terganggu pada umur kehamilan antara 6 sampai 10 minggu.
 Hasil konsepsi mati dini dan resor
 Abortus kedalam lumen tuba
 Rupture dinding tuba.

Prinsip patosisiologi yakni terdapat gangguan mekanik terhadap ovum yang


telah dibuahi dalam perjalanannya menuju kavum uteri. Pada suatu saat
kebutuhan embrio dalam tuba tidak dapat terpenuhi lagi oleh suplai daarah
dari vaskularisasi tuba itu. Ada beberapa kemungkinan akibat dari hal ini
yaitu :

2
a) Kemungkinan “tubal abortion”, lepas dan keluarnya darah dan jaringan
ke ujung distal (timbria) dan ke rongga abdomen. Abortus tuba biasanya
terjadi pada kehamilan ampulla, darah yang keluar dan kemudian masuk
ke rongga peritoneum biasanya tidak begitu banyak karena dibatasi oleh
tekanan dari dinding tuba.
b) Kemungkinan rupture dinding tuba ke dalam rongga peritoneum,sebgai
akibat dari distensi berlebihan tuba.
c) Faktor abortus kedalam lumen tuba.
Rupture dinding tuba sering terjadi bila ovum berimplantasi pada ismus dan
biasanya pada kehamilan muda. Rupture dapat terjadi secara spontan atau
karena trauma koitus dan pemeriksaan vaginal. Dalam hal ini akan terjadi
perdarahan dalam rongga perut, kadang-kadang sedikit hingga banyak,
sampai menimbulkan syok dan kematian.

 Manifestasi Klinis
1. Abortus
a. Terlambat haid atau amenore kurang dari 20 minggu.
b. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum tampak lemah atau kesadaran
menurun, tekanan darah normal atau menurun, denyut nadi normal atau
cepat dan kkecil, suhu badan normal atau meningkat.
c. Pendarahan pervagina, mungkin disertai hasil konsepsi.
d. Rasa mulas atau keram perut didaerah atas sinfisis, sering nyeri pinggang
akibat kontraksi uterus.
e. Pemeriksaan ginekologis.
1. Inspeksi vulva : perdarahan pervagina
2. Inpeksi perdarahan pada kavum uteri, ostium uteri terbuka atau sudah
tertutup.
3. Colok vagina porsio masih terbuka atau sudah tertutup, teraba atau
tidak jaringan dalam kavum uteri.

2. Kehamilan Ektopik
Gejala dan tanda kehamilan ekropik terganggu sangat berbeda-beda : dari
perdarahan yang banyak yang tiba – tiba dalam rongga perut samapi
terdapatnya gejala yang tidak jelas sehingga suka membuat diagnosanya.
Gejala dan tanda tergantung pada lamanya kehamilan ektopik terganggu,
abortus atau ruptur tuba,tuanya kehamilan, derajat perdarahan yang terjadi
dan keadaan umum penderita sebelum hamil. Perdarahan pervagina
merupakan tanda penting kedua pada kehamilan ektopik tergangu. Halini

3
menunjukkan kematian janin. Kehamilan ektopik tergagngu sangat
bervariasi, dari yang klasik dengan gejala perdarahan mendadak dalam
rongga perut dan ditandai oleh abdomen akut sampai gejala- gejala yang
samar-samar sehingga sulit untuk membuat diagnosanya, secara umum,
tanda dan gejala kehamilan ektopik adalah
a) Nyeri abdomen bawah atau pelvis,disertai amenorrhea atau spotting atau
perdarahan vaginal
b) Menstruasi abnormal
c) Abdomen dan pelvis yang lunak
d) Perubahan pada uterus yang dapat terdorong kesatu sisi oleh masa
kehamilan atau tergeser akibat perdarahan. Dapat ditemukan sel desidua
pada endometrium uterus.
e) Penurunan tekanan darah dan takikardi bila terjadi hipovolemi.
f) Massa pelvis.
g) Kuldosentesis untuk identifikasi adanya hemoperitoneum yang di tandai

Beberapa gejala berikut dapat membantu dalam mendiagnosis kehamilan


ektopik :
1. Nyeri :nyeri panggul atau perut hampir terjadi 100% kasus kehamilan
ektopik. Nyeri dapat bersifat unilateral atau liberal, terlokalisasi atau
tersebar.
2. Perdarahan : perdarahan abnormal uteri, biasanya membentuk bercak.
Biasanya terjadi pada 75% kasus.
3. Amenorhea : hampir sebagian besar wanita dengan kehamilan ektopik
yang memiliki berkas perdarahan pada saat mereka mendapatkan
menstruasi dan mereka tidak menyadari bahwa merka hamil.

 Patofisiologi
Penyebab plasenta melekat pada segmen bawah rahim belum diketahui
secara pasti. Ada teori menyebutkan bahwa vaskularisasi desidua yang tidak
memadai yang mungki diakibatkan oleh proses radang atau atrofi dapat
menyebabkan plasenta berimplantasi pada segmen bawah rahim. Plasentas yang
terlalu besar dapat tumbuh melebar ke segmen bawah rahim dan menutupi
ostium uteri internum misalnya pada kehamilan ganda, eritroblastosis dan ibu
yang merokok.
Pada saat segmen bawah rahim terbentuk sekitar trisemester III atau
lebih awal tapak plasenta akan mengalami pelepasan dan menyebabkan yang
berimplantasi pada segmen bawah rahim akan memgalami laserasi. Selain itu,

4
laserasi plasenta juga disebabkan oleh serviks yang mendatar dan membuka. Hal
ini menyebabkan perdarahan pada temoat laserasi. Perdarahan akan dipermudah
dan diperbanyak oleh segmen bawah rahim dan serviks yang tidak bisa
berkontraksi secara adekuat.
Pembentukan segmen bawah rahim dan berlangsung secara progresif, hal
tersebut menyebabkan terjadi laserasi dan perdarahan berulang pada plasenta
previa. Pada plasenta previa totalis perdarahan terjadi lebih awal dalam
kehamilan bila dibandingkan dengan plasenta previa parsialis ataupun plasenta
letak rendah karena pembentukan segmen bawah rahim dimulai dari ostium uteri
internum.
Segmen bawah rahim mempunyai dinding yang tipis sehingga mudah
diinvasi oleh pertumbuhan vili trofoblas yang mengakibatkan terjadinya plasenta
akreta dan inkreta. Selain itu segmen bawah rahim dan serviks mempunyai
elemen otot yang sedikit dan rapih sehingga dapat menyebabkan perdarahan
postpartum pada plasenta previa.

 Pathway

Perdarahan Nekrosis

Hasil Konsepsi Terlepas Dari Uterus

Uterus Berkontraksi

Hasil Konsepsi Keluar

Hasil Konsepsi Merasa Kehilangan Hasil Konsepsi Keluar Tidak


Keluar Sempurna Sempurna
Cemas

Perdarahan
Stress

Defisit Volume Cairan


Nyeri

Intervensi Gangguan Rasa Gangguan Istirahat


Aktifitas Nyaman Nyeri Dan Tidur

5
 Prognosis
Sekitar 30% wanita mengalami perdarahan pada trimester pertama (usia
kehamilan 0 sampai 12 minggu). Pendarahan pada trimester kedua (usia
kehamilan 12 hingga 24 minggu) jarang terjadi. Sekitar 15% wanita yang
menyadari dirinya hamil mengalami keguguran . Kehamilan ektopik terjadi pada
kurang dari 2% kehamilan.

 Pemeriksaan penunjang dan hasilnya


1. Laboratorium : Data laboraturium, memungkinkan Hb rendah. Hb yang
normal (12-14gr%). Leokosit meningkat (Normal 6000-1000 mm3).
Trombosit menurun (normal 250ribu – 500 ribu). urine B-hCG (+).
Hemoglobin menurun setelah 24 jam dan jumlah sel darah merah dapat
meningkat.
2. USG : tidak ada kantung kehamilan dalam kavum uteri , adanya kantung
kehamilan diluar kavum uteri. Adanya massa kompleks di rongga panggul.

 Penanganan medis
cara penanganan masalah kehamilan ini meliputi istirahat sebanyak
mungkin, transfusi darah (bila diperlukan), dan operasi caesar. Namun, langkah-
langkah penanganan ini akan ditentukan berdasarkan beberapa faktor. Misalnya,
usia kandungan, posisi plasenta dan bayi, terjadi perdarahan atau tidak,
perdarahan berhenti atau tidak, tingkat keparahan perdarahan, hingga kondisi
kesehatan ibu dan janin.
ibu yang tidak mengalami perdarahan atau sedikit, biasanya tak
membutuhkan perawatan di rumah sakit. Meskipun demikian, ibu tetap harus
waspada. Biasanya dokter akan menganjurkan ibu untuk istirahat di rumah,
bahkan dianjurkan untuk terus berbaring. Ibu biasanya hanya dibolehkan duduk
atau berdiri jika benar-benar diperlukan.
Dalam kondisi ini, hubungan seks dan olahraga juga sebaiknya perlu
dihindari, sebab bisa memicu perdarahan. Nah, bila terjadi perdarahan ibu mesti
segera ke rumah sakit sebelum perdarahannya semakin parah.
Sedangkan ibu yang mengalami perdarahan selama kehamilan, amat disarankan
untuk menjalani sisa masa kehamilannya di rumah sakit (dari minggu ke-34).
Tujuannya jelas, agar pertolongan darurat (seperti transfusi darah) segera bisa
dilakukan. Selanjutnya, prosedur caesar kemungkinan besar akan dilakukan
ketika usia kehamilan dinilai cukup, yaitu minggu ke-36. Sebelum menjalani
prosedur ini, agar perkembangan paru-paru janin dalam kandungan semakin
cepat, ibu biasanya akan diberikan kortikosteroid.

6
 Askep

Ny.N, hamil usia 25 tahun, dilarikan ke RS. Klien mengalami kecelakaan lalu
lintas, kerika hendak kepasar pukul 09.00 WIB menggunakan sepeda motor.
Klien terjatuh ke aspal dalam keadaan duduk dan terhempas dari sepeda
motonya sejauh 1 meter. Klien ditemukan saksi dalam keadaan pingsan/ tidak
sadarkan diri, telah sadar ketika tiba di RS dari keterangan keluarga usia
kehamilan 20mg.
Dari data pengkajian :
keadaan umum : CM ( compos mentis ), TD : 90/40 mmHg, S 37,1 oC , N : 110
x
/mnt RR: 29 x/mnt . Nafas cepat dan dangkal, akral dingin. Tampak krepitalis (+)
perdarahan prevaginam (+), hasil pemeriksaan ketuban intact.
Klien mengatakan khawatir dengan keadaan janin yang ada didalam rahimnya.
Klien juga mengatakan takut mengalami keguguran. Klien tampah gelisah dan
pucat
Data lain :
- HB : 9,1 gr/dl
- Hematokrit : 28 %
- Eritrosit : 3.610.000 µL

Analisa Data

No Data Fokus Dx
Keperawatan
1 Ds :
- Klien post kecelakaan lalu lintas, pukul
09.00 WIB
- Saksi mengatakan klien terjatuh posisi
duduk
- Dan terhempas dari sepeda motornya
sejauh 1 meter Domain 11.Keamanan/
- Usia kehamilan 20 minggu perlindungan
Do : Kelas 2. Cedera Fisik
- Klien tampak pucat konjungtiva Risiko Perdarahan
- Hb: 91 gr/dl (00206)
- Hematokrit : 28 %
- Eritrosit : 3.610.000 µL
- Krepitalis (+)
- Perdarahan prevaginam (+)

7
- TD : 90/40 mmHg
- S 37,1 oC
- N : 110 x/mnt
- RR: 29 x/mnt

2 Ds :
- Klien mengatakan cemas dengan
kondisinya
- Klien khawatir terjadi sesuatu dengan Domain 9.
janinnya dan takut mengalami Koping/toleransi stres
keguguran Kelas 2. Respons
Do : koping
- Klien tampak gelisah Ansietas (00146)
- Klien tampak pucat
- Dan sering melamun
- TD : 90/40 mmHg
- S 37,1 oC
- N : 110 x/mnt
- RR: 29 x/mnt

Intervensi Keperawatan
No Diagnosa NOC NIC
Keperawatan
1 Risiko Setelah dilakukan Pencegahan Perdarahan (4500)
Perdarahan tindakan keperawatan - Monitor dengan ketat
(00206) selama ± 45 menit, risiko terjadinya
diharapkan masalah perdarahan pada pasien
keperawatan - Catat nilai
perdarahan dapat hemoglonbin dan
teratasi dengan KH : hematokrit sebelum
Domain II : Kesehatan dan setelah pasien
Fisiologi kehilangan sesuai
Kelas E : Jantung/ Paru indikasi
Keparahan Kehilangan - Monitor tanda-tanda
Darah (0413) vital ortostatik,
- Kehilangan termasuk tekanan darah
darah (3-5) - Pertahankan agar
- Perdarahan pasien tetap tirah
Pravagina (3-5) baring jika terjadi
- Kulit dan perdarahan aktif

8
membran - Lindungi pasien dari
mukosa pucat trauma yang dapat
(3-5) menyebabkan
- Cemas (3-5) perdarahan
- Hindarkan pemberian
injeksi (IV,IM atau
Subkutan) dengan cara
yang tepat
- Hindari mengangkat
berat
- Instruksikan pasien
untuk menghindari
konsumsi aspirin atau
obat-obat antikoagulan
- Instruksikan pasien
untuk meningkatkan
makanan yang kaya
vitamin K
2 Ansietas Setelah dilakukan Pengurangan Kecemasan
(00146) tindakana keperawatan (5820)
selama ± 30 menit, - Gunakan pendekatan
diharapkan masalah yang tepat dan
Keperawatan Ansietas menyenangkan
dapat teratasi dengan - Berada didekat pasien
KH : untuk meningkatkan
Domain III : Kesehatan rasa aman dan
Psikologis mengurangi ketakutan
Kelas M :Kesejahteraan - Berikan objek yang
Psikologis memberikan rasa aman
Tingkat Kecemasan - Dengarkan pasien
(1211) - Puji/kuatkan perilaku
- Tidak dapat yang baik secara tepat
beristirahat (3- Terapi Realaksasi (5360)
5) - Jelaskan alasan
- Perasaan gelisah mengenal relaxsasi dan
(3-5) manfaat batas dan jenis
- Rasa takut yang relaksasi yang tersedia
disampaikan - Menciptakan
secara lisan (4- lingkungan yang
5) tenang, dengan cahaya
- Fatique redup dan suhu
senyaman mungkin.

9
Implementasi Keperawatan
NO Hari/ Jam Implementasi Evaluasi Paraf
Dx Tanggal Keperawatan
1 Sabtu - Memonitor ketat S:
18 April risiko terjadinya - Klien
2020 perdarahn pada mengatakan
pasien kondisinya
- Mencatat nilai sudah mulai
hemoglonbin dan membaik dan
hematokrit tidak terdapat
sebelum dan darah
setelah pasien O:
kehilangan sesuai - Klien tampak
indikasi membaik
- Memonitor - N: 90 x/menit
tanda-tanda vital - S : 36,7 oC
ortostatik, - RR: 20 x/menit
termasuk tekanan - TD : 100/70
darah mmHg
- Mempertahankan A: Masalah
agar pasien tetap Keperawatan
tirah baring jika Teratasi
terjadi P : Hentikan
perdarahan aktif Intervensi
- Melindungi
pasien dari
trauma yang
dapat
menyebabkan
perdarahan
2 Sabtu - Menggunakan S: Klien mengatakan
18 April pendekatan untuk sudah tenang
2020 meningkatkan O:
rasa aman - Klien tampak
- Memberikan tenang dan
objek yang relax
memberikan rasa - N: 90
aman x/menit
- Mendengarkan - S : 36,7 oC
pasien - RR: 20
- Memuji/ kuatkan x/menit
perilaku yang - TD : 100/70

10
baik dan tepat mmHg
- Menjelaskan A : Masalah
alasan relaxasi Keperawatan
- Menciptakan Teratasi
lingkungan yang P : Hentikan
aman dan tenang Intervensi

11
DAFTAR PUSTAKA

Musliha. 2019. MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN ABORTUS.


researchgate.net
https://www.researchgate.net/publication/330357989_MAKALAH_ASUHAN_KEPERAWATAN_
DENGAN_ABORTUS Diunduh pada Hari Kamis 16 April 2020

Zahrotunnisa. 2018. Asuhan Keperawatan Perdarahan Awal Kehamilan Dan Kehamilan


Lanjut[1]. id.scribd.com

https://id.scribd.com/document/396347749/Asuhan-Keperawatan-Perdarahan-Awal-
Kehamilan-Dan-Kehamilan-Lanjur-1 Diunduh pada Hari Kamis 16 April 2020

Dr. Gunawan K, Sp. OG. 2018. Perdarahan Pada Kehamilan Muda Dan Kehamilan
Lanjut. pspk.fkunissula.ac.id

https://pspk.fkunissula.ac.id/sites/default/files/1.%20PENDARAHAN%20PADA%20KEHAMILAN
%20MUDA%20DAN%20KEHAMILAN%20LANJUT.pdf Diunduh Pada Hari Kamis 16 April
2020

Halodoc, Redaksi. 2018. onilah Tindakan Medis yang Diperlukan untuk Mengatasi
Plasenta Previa. . halodoc.com

https://www.halodoc.com/inilah-tindakan-medis-yang-diperlukan-untuk-mengatasi-plasenta-
previa Diunduh Pada Hari Jum’at 17 April 2020

Wikipedia. 2017. Perdarahan awal kehamilan. en.m.wikipedia.org

https://translate.google.com/translate?
client=srp&depth=2&hl=id&nv=1&rurl=translate.google.com&sl=en&sp=nmt4&tl=id&u=https:
//en.m.wikipedia.org/wiki/Early_pregnancy_bleeding Diunduh Pada Hari Jum’at 17 April
2020

12