Anda di halaman 1dari 15

HUBUNGAN PENGETAHUAN MENSTRUASI

DAN SIKAP REMAJA DALAM MENGHADAPI MENARCHE


DI SMPN 13 TANGERANG TAHUN 2019

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan


Program Studi Sarjana Keperawatan

Disusun Oleh :
KHUFAIDOH
NIM : 15212054

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI


ILMU KESEHATAN (STIKes) YATSI TANGERANG
TAHUN 2019
LEMBAR PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : KHUFAIDOH

NIM : 15212054

Tempat Tanggal Lahir : Pandeglang, 04 November 1994

Institusi : STIKes YATSI Tangerang Program Studi S1 Keperawatan

Menyatakan bahwa Skripsi yang berjudul “HUBUNGAN PENGETAHUN

MENSTRUASI DAN SIKAP REMAJA DALAM MENGHADAPI MENARCHE

DI SMP 13 TANGERANG TAHUN 2019” adalah bukan skripsi hasil karya orang

lain baik sebagian maupun keseluruhan, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah

disebutkan sumbernya.

Demikianlah pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan apabila

pernyataan ini tidak benar, saya bersedia mendapatkan sanksi akademis.

Tanggerang, Maret 2019


Pembimbing Yang membuat pernyataan,

…………………………. KHUFAIDOH
CURICULUM VITAE

Nama : KKHUFAIDOH
Tempat Tanggal Lahir : Pandeglang, 04 November 1994
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat Email : Khufaidohulfah@gmail.com
Alamat Rumah : Jl. Raya Bojong, Kp. Kubang Batas, RT. 024.RW.009
Desa Bojong,Kec, Bojong,Kab.Pandeglang
Status : Belum Kawin
Riwayat Pendidikan : 1. MIS Mathla’ul Anwar Dahu (2001-2007)
2. MTs. Daeer El-Azhar Rangkas Bitung (2007-2010)
3. MA Mathla’ul Anwar Pusat Menes (2010-2013)
4. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) YATSI
Tanggerang (Program Studi S1 Keperawatan Terdaftar
Tahun 2016 hingga sekarang
PERSEMBAHAN
MOTTO
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL .............................................................................................

LEMBAR PERSETUJUAN.......................................................................................

LEMBAR PENGESAHAN........................................................................................

LEMBAR PERTANYAAN.......................................................................................

PERSEMBAHAN......................................................................................................

CURUCULUM VITAE.............................................................................................

ABSTRAK.................................................................................................................

ABSTRACT...............................................................................................................

KATA PENGANTAR...............................................................................................

DAFTAR ISI..............................................................................................................

DAFTAR TABEL......................................................................................................

DAFTAR BAGAN....................................................................................................

DAFTAR LAMPIRAN..............................................................................................

BAB : 1 PENDAHULUAN

1.1. latar Belakang.................................................................

1.2. Perumusan Masalah........................................................

1.3. Pertanyaan Penelitian......................................................

1.4. Tujuan Penelitian............................................................

1.5. Manfaat penelitian...........................................................

BAB : II TINJAUAN PUSTAKA


2.1. yueef
2.2. hfjdfhsj
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Menurut World Health Organization (WHO) remaja adalah penduduk

dalam rentang usia 10-19 tahun. Di dunia diperkirakan jumlah kelompok

remaja berjumlah 1,2 milyar atau 18% dari jumlah penduduk dunia

(Kementrian Kesehatan RI, 2015). Menurut WHO dalam Eny (2012), remaja

adalah periode usia antara 10 sampai 19 tahun. Sedangkan menurut The

Health Resource and Service Administration Guidelines Amerika Serikat,

rentang usia remaja adalah 11-21 tahun (Eny,2012 dalam Lea Masan tahun

2018).

Di dunia diperkirakan kelompok remaja berjumlah 1,2 milyar atau 18%

dari jumlah penduduk dunia (WHO,2014). Sedangkan di Indonesia terdapat

26,67% (63,4 juta jiwa) remaja dan sebanyak 49,30% berjenis kelamin

perempuan (BKKBN,2011). Data dari badan pusat statistic (BPS) Pemerintah

Provinsi Banten 2015 menunjukan jumlah remaja berjenis kelamin perempuan

usia 10-14 tahun 508.324 jiwa, usia 15-19 tahun 513.195 jiwa.

Menstruasi merupakan kejadian fisikologis bagi perempuan yang sudah

remaja, dalam hal ini hormon-hormon reproduksi mereka sudah mulai bekerja.

Menstruasi merupakan sebuah indicator kematangan seksual pada remaja putri


(Gustina & Djannah, 2015). Masa reproduksi adalah masa yang penting bagi

seluruh organisme dipermukaan bumi ini untuk meneruskan keturunannya.

Seperti halnya makhluk lain, manusia juga menjalankan perannya dalam

meneruskan keturunan, dan wanita memiliki peranan yang cukup besar.

Sebelum wanita siap menjalani masa reproduksi, terdapat masa peralihan dari

masa kanak-kanak menuju masa kedewasaan yang lebih dikenal dengan masa

pubertas. Ada berbagai berubahan yang terjadi selama masa ini berlangsung,

antara lain perubahan badan yang cepat, munculnya ciri-ciri seks sekunder,

perubahan emosi, dan menarche (Ezra, dkk, 2010).

Banyak wanita yang mengalami gangguan menstruasi sebelum


menstruasi, selama menstruasi dan sesudah menstruasi. Mulai dari pusing,
mual, pegal-pegal, sakit perut bahkan ada sampai pingsan. Sakit perut yang
dirasakan sebenarnya disebabkan oleh kontraksi rahim untuk mengeluarkan
endometrium yang dipengaruhi oleh hormone prostaglandin. Wanita merasa
tidak nyaman karena hormone progresterone dan estrogen mengalami
kekacauan kesimbangan menjelang menstruasi (Aguilar,2010 dalam
Melva,Mrenta, 2019).

Gejala lain menjelang menstruasi terjadi hampir diseluruh bagian tubuh,


seperti sakit pinggang, pegal linu, muncul jerawat dan lain sebagainya.
Menstruasi pertama atau menarche adalah hal yang wajar yang pasti di alami
oleh setiap wanita normal dan tidak perlu digelisahkan. Namun hal ini akan
semakin parah apabila pengtahuan remaja mengenai menstruasi kurang dan
pendidikan dari orang tua yang kurang. Ada anggapan bahwa hal ini merupakan
hal yang tabu untuk di perbin-cangkan dan menganggap bahwa anak akan tahu
dengan sendirinya. (Prove-rawati, 2009).
Menarche adalah menstruasi pertama yang merupakan proses alami yang

terjadi pada wanita reproduktif. Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim

(endometrium) disertai perdarahan secara teratur dan normal yang terjadi setiap

bulan dari rahim sebagai tanda bahwa organ reproduksi telah matang.

Pengetahuan yang baik terkait menstruasi sangat diperlukan siswi dalam

menghadapi menarche, agar mereka siap menghadapi menarche. Seperti

menganggap bahwa datangnya menarche sebagai suatu penyakit, sehingga

menimbulkan kecemasan. Masa remaja didefinisikan sebagai masa peralihan

dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. (Proverawati & Misaroh, 2009).

Dimasa ini seseorang mengalami masa pubertas yang pada wanita salah satunya

ditandai dengan datangnya menstruasi pertama (menarche). Datangnya

menarche mempunyai risiko untuk terjadinya gangguan psikologis pada remaja

putri. Menstruasi merupakan pelepasan endometrium atau dinding rahim yang

disertai dengan perdarahan serta mengandung sel telur yang tidak dibuahi yang

terjadi secara periodic (pada waaktu tertentu) dan siklis ( berulang-ulang)

(Nirwana, 2011).

Usia termuda menarche pada remaja putri di Indonesia adalah 9 tahun dan

usia tertua menarche adalah 18 tahun. Kebanyakan remaja putri di Indonesia

mengalami menarche pada usia 12 tahun (31,33%), usia 13 tahun (31,30%) dan

pada usia 14 tahun remaja putrid di Indonesia adalah pada usia 12-14 tahun

(Batubara, dkk.,2010).
Kedatangna menarche sering kali dianggap sebagai suatu penyakit,

sehingga memicu timbulnya kecemasan. Penelitian dari Soleha (2016). Yang

menyebutkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kesiapan siswi

menghadapi menarche dengan tingkat kecemasan siswi. Dampak dari

kecemasan dapat berpengaruh pada penurunan prestasi belajar (Liana,2017).

Kesiapan menghadapi menstruasi pertama (menarche) adalah keadaan

yang menunjukan bahwa seseorang siap untuk mencapai salah satu kematangan

fisik yaitu datangnya menstruasi pertama (menarche). Hal ini ditandai dengan

adanya pemahaman yang mendalam tentang proses menstruasi sehingga siap

menerima dan mengalami menstruasi pertama (menarche) sebagai proses yang

normal (Fajri & Khairani, 2011).

Pengetahuan tentang menstruasi yang kurang mengakibatkan remaja

akan menganggap datangnya menarche merupakan gejala dari datangnya suatu

penyakit, sehingga menimbulkan kepanikan, dan beberapa remaja juga

menganggap bahwa merasa sangat kotor saat menstruasi pertama, sehingga

mereka merasa malu, hal tersebut membuat remaja putri tidak siap menghadapi

datangnya menarche. Menurut Sulistioningsih (2014). Dampak ketidaksiapan

menghadapi menarche adalah mempunyai risiko 4,079 kali berperilaku vulva

hygiene tidak baik dibandingkan dengan remaja putri yang siap menghadapi

menarche.

Menarche biasa terjadi pada usia 12-13 tahun dalam rentang 11-16 tahun.

Rata-rata usia menarche di Indonesia berdasarkan hasil Riset kesehatan Dasar


(Riskesdas) tahun 2010 rata-rata usia menarche adalah 13 tahun dengan

kejadian awal pada usia 9 tahun dan paling lambat adalah 17 tahun.

Pengetahuan tentang menstruasi sangat dibutuhkan oleh remaja putri.

Pengetahuan dan sikap yang cukup baik tentang perubahan-perubahan fisik dan

psikologi terkait menarche sangat diperlukan. Perasaan bingung, gelisah, tidak

nyaman selalu menyelimuti persaan seorang wanita yang mengalami menstruasi

untuk pertama kali (Menarche).

Pemahaman remaja putri membutuhkan informasi tentang proses

menstruasi dan kesehatan selama menstruasi. Remaja putri akan mengalami

kesulitan dalam menghadapi menstruasi pertama sekali terjadi jika sebelumnya

ia belum pernah mengetahui atau membicarakan baik dengan teman sebaya atau

dengan ibu mereka. Umumnya, gadis remaja belajar tentang haid dari ibunya,

tetapi tidak semua ibu memberikan informasi yang membicarakan secara

terbuka kepada siapa saja sampai anak gadisnya mengalami haid pertama

(Jones, 2005 dalam Anisatun, Tulus, 2016).

1.2 Rumusan Masalah


pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja memang sangat penting, ini

untuk memberikan pendidikan pada remaja tentang pengetahuan mentruasi

terhadap perubahan pada fisikologis yang akan dialami pada haid pertama

(Menarche) hal ini disebabkan dari segi fisik dan psikologis remaja yang belum

matang,karena informasi yang kurang dari orang tua dan teman sebaya
sehingga dapat menimbulkan perasaan cemas,takut dan malu ketika akan

menghadapi menarche (haid pertama) tiba.

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di SMPN

13 Tangerang dan berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti tertarik

untuk mengambil judul tentang “ hubungan pengetahuan menstruasi dan sikap

remaja dalam menghadapi menarche di SMPN 13 Tangerang”.

1.3 Pertanyaan penelitian

Berdasarkan masalah penelitian tersebut diatas maka pertanyaan penelitian

yang dapat dirumuskan adalah :

1. Bagaimana pengetahuan remaja tentang pengetahuan menstruasi?

2. Bagaimana sikap remaja saat menghadapi menarche?

3. Bagaimana hubungan pengetahuan menstruasi dan sikap dalam

mengahadapi menarche?

1.4 Tujuan Penelitian

1.4.1 Tujuan Umum

Untuk mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan menstruasi dan

sikap remaja dalam menghadapi menarche di SMPN 12 tangerang.


1.4.2 Tujuan Khusus

1. Untuk mengetahui pengetahuan menstruasi pada remaja di SMPN 13

tangerang

2. Untuk mengetahui sikap Menarche remaja di SMPN 13 Tangerang.

3. Untuk mengetahui hubungan menstruasi dan sikap remaja dalam

menghadapi menarche.

1.5 Manfaat Penelitian

1. Remaja Putri

Menambah wawasan khususnya pada remaja di SMPN 13 Tangerang

mengenai pengetahuan menstruasi dan sikap remaja dalam menghadapi

menarche.

2. Profesi Keperawatan

Penelitian ini memberikan dasar pengetahuan bagi perawat untuk

memberikan informasi mengenai hubungan pengetahuan menstruasi dan

sikap remaja dalam menghadapi menarche.

3. Peneliti

Sebagai informasi untuk penelitian berikutnya agar dapat dikembangkan

lebih luas dalam menambah ilmu pengetahuan, khususnya pengetahuan

menstruasi dan sikap remaja dalam menghadapi menarche.

4. Tempat Penelitian
Sebagai ilmu pengetahuan baru bagi remaja di SMPN 13 tangerang

khususnya mengenai pengetahuan menstruasi dan sikap remaja dalam

menghadapi menarche.

5. Institusi STIKes Yatsi Tangerang

Sebagai bahan referensi dan acuan dalam memberikan pengetahuan bagi

mahasiswa/I, khususnya dalam pengetahuan menstruasi dan sikap remaja

dalam menghadapi menarche.