Anda di halaman 1dari 2

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 OPTIMALISASI
Optimalisasi adalah hasil yang dicapai sesuai dengan keinginan, jadi optimalisasi
merupakan pencapaian hasil sesuai harapan secara efektif dan efisien. Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia ( Depdikbud, 1995 : 628 ) optimalisasi berasal dari kata optimal yang
berarti terbaik atau tertinggi.

2.2 PENGERTIAN IRIGASI


Irigasi adalah usaha untuk mendatangkan air dengan membuat bangunan dan saluran
untuk mengalirkan air guna keperluan pertanian, membagikan air ke sungai, atau ladang
dengan cara yang teratur dan membuang air yang tidak digunakan lagi, setelah digunakan air
semuanya mengambil tindakan untuk melakukan pembatasan dari pengambilan air ke
sumbernya dibawah ke tempat dimana air yang dibutuhkan atau diperlukan untuk
membagikan kepada tanaman yang membutuhkan ( Gandakoesuma : 1981 ).

2.3 ANALISIS HIDROLOGI


Analisis hidrologi bertujuan untuk menentukan debit minimum air yang dilakukan
melalui analisis hujan rencana, intensitas hujan dan debit aliran. Menurut Wesli (2008), hujan
rencana yang dimaksud adalah hujan harian maksimum yang akan digunakan untuk
menghitung intensitas hujan, kemudian intensitas hujan ini digunakan untuk mengestimasi
debit rencana. Hujan rencana dapat dihitung secara statistik berdasarkan data curah hujan
terdahulu.

2.4 OPTIMASI DENGAN PROGRAM LINIER


Program linier merupakan metode matematik dalam mengalokasikan sumber daya yang
terbatas untuk mencapai suatu tujuan seperti memaksimalkan keuntungan dan menimbulkan
biaya. Program linier banyak diterapkan dalam masalah ekonomi, industri, militer, sosial dan
lain-lain. Program linier berkaitan dengan penjelasan suatu kasus dalam dunia nyata sebagai
suatu model matematik yang terdiri dari sebuah fungsi tujuan linier dengan beberapa kendala
linier (Siringoringo, 2005) dalam Ricky, 2014. Model matematika dalam permasalahan
optimasi ini terdiri dari dua bagian yaitu :
a. Fungsi Tujuan
Persamaan untuk fungsi tujuan adalah sebagai berikut :
1. Fungsi Tujuan
Max Z = C1X1 + C2X2 + C3X3 + … + CnXn
2. Fungsi Kendala
a11X11 + a12X2 + a13X3 … + anXn ≤ b1
a21X11 + a22X2 + a23X3 … + anXn ≤ b2
a31X11 + a32X2 + a33X3 … + anXn ≤ b3
dengan : Z = Fungsi tujuan (keuntungan maksimum hasil pertanian) (Rp)
Cn = Keuntungan / manfaat bersih irigasi sawah (Rp/ha)
Xn = Luas areal irigasi (ha)
m = 1,2,3,…,9 n = 1,2,3
an = Volume kebutuhan air irigasi (m/ha)
bn = Volume ketersediaan air (m3)
m = nama Bendung
n = musim tanam.
b. Fungsi Kendala
Terdapat beberapa parameter yang digunakan yaitu volume ketersediaan air, luas areal
irigasi yang dapat diairi serta kebutuhan air irigasi pada masing-masing daerah irigasi.
Volume air yang masuk ke Bendung sama dengan volume air yang keluar.
Rumus umumnya adalah : Ir x A + O = I