Anda di halaman 1dari 10

STEP 7

1) Mengapa pada pemeriksaan fisik ditemukan vesikel, multiple, papul, eritematosa,


diskrit dan tersebar sentrifugal?
Virus masuk akan mengalami proliferasi terutama pada saluran nafas—> jumlahnya
akan semakin banyak—> jika sistem pertahanan tubuh ke 1 dapat ditembus—> akan
terjadi viremia primer—> melewati sistem imun ke 2 ( sistem retikuloendotelial) busa
ke kelenjar limfonodi, liber, hepar, lien—> jika sistem pertahanan tubuh ke 2 juga
bisa dirembus—> menyebabkan viremia sekunder —> menyebar ke seluruh tubuh —
> lesi polimorf (banyak) bisa berupa makula eritema, papula eritema, erosi, dan
apabila sudah kering bisa menjadi eksoriasi
Mengapa tersebar secara sentrifugal?
Itu disebabkan oleh kegagalan sistem retikuloendotelial dalam mengeliminasi atau
mengkarantina virus.

2) Mengapa pada pasien timbul bintil berair di badan, demam dan rasa tidak enak pada
badan?
3) Mengapa pasien mengeluhkan lepuh-lepuh berisi air yang pada awalnya hanya
timbul di perut kemudian bertambah banyak, meluas kedada, lengan dan tungkai?
4) Mengapa pada pasien telah diobati dengan obat penurun demam tetapi belum
membaik?
Demam terjadi karena pelepasan pirogen dari dalam leukosit yang sebelumnya telah
terangsang oleh pirogen eksogen yang dapat berasal dari mikroorganisme atau
merupakan suatu hasil reaksi imunologis yang tidak berdasarkan suatu
infeksi.Pirogen diduga sebagai suatu protein yang identik dengan interleukin-1.Di
dalam Hipotalamus zat ini merangsang penglepasan asam arakidonat serta
mengakibatkan peningkatan sintesis prostalglandin E2 yang langsung dapat
menyebabkan suatu pireksia.
Pengaruh pengaturan otonomàvasokonstriksi periferàpengeluaran (dissipation)
panas menurunàdemam
Peningkatan aktivitas metabolismeàpenambahan produksi panasàpenyaluran ke
permukaaan tubuh inadekuatàrasa demam bertambah pada pasien
IPD FKUI jilid 3 edisi 4
Ini merupakan gejala prodormal dari visceral yang biasanya berupa demam , nyeri
kepala, dan biasanya muncul sebelum pasien menyadari bila telah timbul erupsi
kulit. Masa prodormal ini kemudian disusun oleh stadium erupsi
( jurnal fk unila vol 1 nomer 3 oktober 2013)

5) Apa hubungan keluhan pada pasien dengan penyakit anak sebelumnya?

Varisella termasuk penyakit yang kontagius (menular). Varicella sangat mudah menular
terutama melalui kontaklangsung, droplet  atau aerosol dari lesi vesikuler di kulit ataupun
melalui saluran nafas,d a n jarang melalui kontak tidak
l a n g s u n g . m a s a p e n u l a r a n n y a , p a s i e n d a p a t menularkan penyakit
selama 24-48 jam sebelum lesi kulit timbul sampai semua lesi timbul
krusta/keropeng, biasanya kurang lebih 3-4 hari dihitung dari timbulnya gejalae r u p s i
di kulit. Penyakit ini cepat sekali menular pada orang-orang di
l i n g k u n g a n penderita.

6) Mengapa diusulkan pemeriksaan Tzank Smear dan bagaimana cara pemeriksaannya


serta hasil yang didapatkan?
7) Apa diagnosis dan diagnosis banding dari skenario?
Diangnosis: Varisella dikarenakan ada tanda khas yaitu vesikel dari abdomen
menyebar ke lengan, dada maupun ekstremitas ( dari sentral ke perifer)

1. Herpes zoster.
Herpes zoster atau cacar api, adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh reaktivasi
dari virus Varicella zoster, dengan kata lain hanya dapat diderita oleh individu yang
pernah menderita cacar air atau Varicella. Gejalanya hampir mirip dengan cacar air,
yaitu terdapat bintik kemerahan berisi cairan, terkadang kering, atau berbentuk
keropeng, dan juga menimbulkan nyeri pada area yang terpengaruh. namun karena
cacar api penyebarannya melewati persyarafan, maka penyebaran nya hanya sesuai
kulit yang dilewati persyarafan yang terpengaruh, tidak seluas cacar air yang hampir
seluruh tubuh bisa terpengaruh
.
2. Herpes simpleks
Herpes simpleks adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh virus herpes simpleks.
Penyakit ini biasanya menginfeksi pada bagian yang ber mukosa seperti di sekitar
mulut atau genital, namun tidak jarang herpes dapat terjadi di ketiak, badan, dan
tangan, atau pada daerah kulit yang mengalami luka.

3. Molluscum contangiosum
Adalah penyakit kulit yang ditandai oleh bintil bintil yang berwarna seperti warna
kulit, dengan bagian tengahnya lebih cekung. Bintil bintil ini dapat terasa gatal.
Penderita seringnya tidak disertai demam.

1. Eritema neonatorum: 50% neonatus dapat terkena (eritema pada umur 36 jam) –
4 hari pada bayi terutama pada dada depan, muka, lengan, dan paha.
2. Miliaria: Papulovesikel simetris di leher, dada atas, kemaluan, ketiak.
3. Impetigo: Vesikel, namun cepat berubah menjadi krusta, dgn distribusi sentrifugal.
4. Coxsadine Ag -> demam, malaise, examtem, erupsi dari muka ke extremitas.
5. Ricketsia -> Ada bekas gigitan berupa papul 0,5-2 cm berupa vesikel setelah 2-3
hari ->
papul yg lebih dalam dibanding varicella.
6. Variola (small poks) -> faringitis 3 hari, diikuti exantema dibagian akral tubuh

Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi ke-2, Fakultas Kedokteran


Universitas Indonesia 2010

8) Bagaimana penjabaran penyakit pada masing-masing DD?


9) Bagaimana cara penularan dari penyakit di skenario?

Metode penularan penyakit pada manusia diklasifikasikan menjadi dua yaitu


penularan secara vertikal dan penularan secara horizontal. Penularan secara vertikal
yaitu penularan dari ibu ke bayi melalui plasenta saat bayi berada dalam kandungan
atau menular ke bayi yang baru lahir pada saat proses kelahiran normal. Sedangkan
penularan secara horizontal yaitu penularan yang terjadi karena individu sehat
berkontak langsung dengan individu yang terinfeksi oleh suatu penyakit menular.
Kontak langsung dapat melalui udara, batuk, bersin, makanan, minuman, dan
bahkan kotoran individu yang mengandung virus penyakit menular. Menurut Zulkoni
(2011: 223) salah satu penyakit yang dapat ditularkan melalui kontak langsung
adalah Varicella.

Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi ke-2, Fakultas Kedokteran


Universitas Indonesia 2010

10) Apa saja tindakan preventif yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit
tersebut?
1) Vaksin cacar air dianjurkan untuk semua anak pada usia 18 bulan dan juga untuk
anak-anak pada tahun pertama sekolah menengah, jika belum menerima vaksin
cacar air tersebut dan belum pernah menderita cacar air.
2) Untuk orang yang berusia 14 tahun ke atas yang tidak mempunyai kekebalan
dianjurkan Juga diberikan vaksin tersebut. Pemberian vaksin adalah 2 dosis,
diantaranya 1 sampai bulan. Vaksin ini dianjurkan khususnya bagi orang yang
menghadapi risiko tinggi, misalnya petugas kesehatan, orang yang tinggal atau
bekerja dengan anak kecil, wanita yang berencana hamil, serta kontak rumah tangga
orang yang mengalami imunosupresi.
3) Penderita cacar air harus diisolasi dirinya dari orang lain. Untuk anak yang
bersekolah dan Dititip ke penitipan anak dianjurkan untuk tidak masuk s ekolah dan
tidak dititipkan ke penitipan anak dalam kurun waktu sampai sekurang-kurangnya
lima hari setelah ruam timbul dan semua lepuh telah kering. 5
4) Mulut dan hidung penderita cacar air tersebut harus ditutup sewaktu batuk atau
bersin, membuang tisu kotor pada tong sampah yang tertutup, mencuci tangan
dengan baik dengan menggunakan sabun cuci tangan cair yang baik pula dan tidak
bersamasama menggunakan alat makan, makanan atau cangkir yang sama.
5) Wanita yang hamil harus mengisolasi dirinya dari siapapun yang menderita cacar
air atau ruam saraf dan harus mengunjungi dokternya jika telah berada dekat
dengan orang yang menderita penyakit tersebut.
6) Anak-anak yang mengidap penyakit leukimia atau kekurangan imunitas atau
sedang menjalani kemoterapi harus menjauhi diri dari siapapun yang menderita
cacar air atau ruam saraf . Kuman penyakit cacar air tersebut dapat mengakibatkan
infeksi yang lebih parah pada anak-anak tersebut.
7) Dinjurkan untuk Mengkonsumsi makanan bergizi Makanan bergizi membuat
tubuh sehat dan berstamina kuat sehingga dapat menangkal serangan infeksi kuman
penyakit
8) Mencegah diri untuk tidak dekat dengan sumber penularan penyakit cacar air
9) Imunoglobulin varicella zoster dapat mencegah (atau setidaknya meringankan)
terjadinya cacar air, bila diberikan dalam waktu maksimal 96 jam sesudah terpapar.
Dianjurkan pula bagi bayi baru lahir yang ibunya menderita cacar air beberapa saat
sebelum atau sesudah melahirkan
Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi ke-2, Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia 2010

11) Apa etiologi dan faktor resiko dari skenario?

Variseladisebabkan oleh virus Herpes varicella ataudisebut juga varicella-zoster virus (VZV)

Varicella adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh varicella zoster virus (VZV).
Varicella disebabkan oleh VZV yang termasuk dalam famili virus herpes. Virus masuk ke
Varicella zoster virus (VZV) merupakan famili human (alpha) herpes virus. Virus terdiri atas
genome DNA double-stranded, tertutup inti yang mengandung protein dan dibungkus oleh
glikoprotein.

Varicella disebabkan oleh Varicella Zooster Virus (VZV) yang termasuk kelompok
Herpes Virus dengan diameter kira-kira 150- 200 nm. Inti virus disebut capsid yang
berbentuk icosahedral, terdiri dari protein dan DNA yang mempunyai rantai ganda
yaitu rantai pendek (S) dan rantai panjang (L) dan merupakan suatu garis dengan
berat molekul 100 juta dan disusun dari 162 capsomer. Lapisan ini bersifat infeksius.
Seperti herpes virus lainnya, VZV terus bertahan di dalam tubuh setelah infeksi
pertama sebagai infeksi laten. VZV bertahan pada nervus saraf ganglia. Varicella
Zoster Virus dapat menyebabkan varicella dan herpes zoster. Kontak  pertama dengan
virus ini akan menyebabkan varicella, oleh karena itu varicella dikatakan infeksi akut
primer, sedangkan bila penderita varicella sembuh atau dalam bentuk laten dan
kemudian terjadi serangan kembali maka yang akan muncul adalah Herpes Zoster

12) Bagaimana patogenesis dari penyakit di skenario?

13) Apa saja manifestasi klinis dari skenario?

Gejala Klinis
Stadium Prodromal
Gejala prodromal timbul setelah 14-15 hari masa inkubasi, dengan timbulnya ruam
kulit disertai demam yang tidak begitu tinggi serta malaise. Pada anak lebih besar
besar dan dewasa ruam didahului oleh demam selama 2-3 hari sebelumnya,
menggigil, malaise, nyeri kepala, anoreksia, nyeri punggung, dan pada beberapa
kasus nyeri tenggorok dan batuk.
Stadium Erupsi
Ruam kulit muncul di muka dan kulit kepala, dengan cepat menyebar ke badan dan
ekstremitas. Ruam lebih jelas pada bagian badan yang tertutup dan jarang
ditemukan pada telapak kaki dan tangan. Penyebaran lesi varisela bersifat
sentrifugal. Gambaran yang menonjol adalah perubahan yang cepat dari makula
kemerahan ke papula, vesikula, pustula dan akhirnya menjadi krusta. Perubahan ini
hanya terjadi dalam waktu 8-12 jam. Gambaran vesikel khas, superfisial, dinding tipis
dan terlihat seperti tetesan air. Penampang 2-3 mm berbentuk elips dengan sumbu
sejajar garis lipatan kulit. Cairan vesikel pada permulaan jernih, dan dengan cepat
menjadi keruh akibat serbukan sel radang dan menjadi pustula. Lesi kemudian
mengering yang dimulai dari bagian tengah dan akhirnya terbentuk krusta. Krusta
akan lepas dalam waktu 1-3 minggu bergantung kepada dalamnya kelainan kulit.
Bekasnya akan membentuk cekungan dangkal berwarna merah muda dan kemudian
berangsur-angsur hilang. Apabila terdapat penyulit berupa infeksi sekunder dapat
terjadi jaringan parut.

IPD FKUI jilid 3 edisi 4

14) Bagaimana pemeriksaan penunjang dari penyakit di skenario?


1) zanck smear

Preparat diambil dari discraping dasar vesikel yang masih baru, kemudian diwarnai

dengan pewarnaan hematocylin-eosin, giemsa’s wright’s, toulidine blue atau

papanicopalaou’s. Dengan menggunakan mikroskop cahaya akan dijumpai


multinucleatid giant cells. Pemeriksaan ini sensitifitasnya 84%, dimana test ini tidak

dapat membedakan antara varicella zoster dan herpses simpleks virus.

2) Direct Fluorescent Assay (DFA)

Preparat diambil dari scraping dasar vesikel tetapi apabila sudah berbentuk krusta,

dimana pemeriksaan ini kurang sensitif. Hasil pemeriksaan ini lebih cepat dan

membutuhkan mikroskop fluorescence. Test ini dapat menemukan antigen virus

varicella zoster, dimana test ini dapat membedakan antara varicella zoster dan herpses

simpleks virus.

3) Polymerase Chain Reaction (PCR)


Pemeriksaan dengan metode ini sangat cepat dan sensitif. Metode ini dapat digunakan

dalam berbagai jenis preparat seperti scraping dasar vesikel dan apabila sudah

berbentuk krusta dapat jugan digunakan sebagai preparat. Sensitifitasnya berkisar 97-

100%, dimana test ini dapat menemukan nucleic acid dari virus varicella zoster.

4) Biopsi kulit

Hasil pemeriksaan hispatologis ditemukan adanya vesikel intraepidermal dengan

degenerasi sel epidermal dan acantholysis. Pada dermis bagian atas ditemukan adanya

lympocytic infiltrate.

15) Apa komplikasi dari kasus di skenario?

Komplikasi yang dapat dijumpai pada varicella yaitu:


1.Infeksi sekunder pada kulit yang disebabkan oleh bakteri
- Sering dijumpai infeksi pada kulit dan timbul pada anak-anak yang berkisar
antara 5-10%. Lesi pada kulit tersebut menjadi tempat masuknya virulen dan
memicu infeksi meluas dapat menimbulkan impetigo, furunkel, selulitis, dan
erysepelas.
- Organisme infeksius yang sering menjadi penyebabnya adalah streptococcus
grup A dan staphylococcus aureus.
2. Scar
Timbulnya bekas luka yang berhubungan dengan infeksi staphylococcus atau
streptococcus yang berasal dari garukan.
3. Pneumonia
Dapat timbul pada anak - anak yang lebih tua dan pada orang dewasa, yang
dapat menimbulkan bahaya yang fatal. Pada orang dewasa melaporkan varicella
pneumonia sekitar 1: 400 kasus.
4. Neurologik
-Akut pasca infeksius serebelum ataksia
• Ataksia sering muncul tiba-tiba, selalu terjadi 2 - 3 minggu setelah timbulnya
varicella. Keadaan ini dapat diselesaikan selama 2 bulan.
Manisfestasinya tidak dapat mempertahankan posisi berdiri hingga tidak dapat
berdiri dan tidak memiliki koordinasi dan dysarthria.
Insiden jumlah 1: 4000 kasus varicella.
-Ensefalitis
• Timbulnya ini sering timbul pada saat akut varicella yaitu beberapa hari setelah
timbulnya ruam. Kelesuan, kantuk dan kebingungan adalah gejala yang sering
dijumpai
• Beberapa anak meningkatkan kejang dan perkembangan ensefalitis yang cepat
dapat menimbulkan koma yang dalam.
• Merupakan komplikasi yang serius di mana angka kematian 5 20%.
• Insiden sebanyak 1,7 / 100.000 penderita.
5. Herpes zoster
- Komplikasi yang lambat dari varicella yaitu timbulnya herpes zoster, timbul
beberapa bulan hingga beberapa tahun setelah terinfeksi primer.
-Virus Varicella zoster menetap pada ganglion sensoris.
6. Reye syndrome

Ditandai dengan fatty liver dengan encephalophaty.


terkait dengan penggunaan aspirin, tetapi setelah digunakan acetaminophen
(antipiretik) secara luas, masalah reye sindrom mulai jarang ditemukan.

16) Bagaimana tatalaksana dari skenario?


 Terapi antiviral

17) Bagaimana prognosis dari penyakit di skenario?


Dengan perawatan yang teliti dan memperhatikan higiene memberi prognosis yang
baik